Anda di halaman 1dari 6

PENGAMAN INSTALASI LISTRIK RUMAH

TANGGA
Instalasi listrik rumah tinggal pun membutuhkan pengaman yang berfungsi untuk memutuskan
rangkaian listrik apabila terjadi gangguan pada instalasi listrik rumah tinggal tersebut, seperti gangguan
hubung singkat atau short circuit atau korsleting.
Terdapat beberapa jenis pengaman listrik pada instalasi listrik rumah tinggal, yaitu:
- Pengaman lebur , alat pengaman ini bekerja memutuskan rangkaian listrik dengan cara
meleburkan kawat yang ditempatkan pada suatu tabung apabila kawat tersebut dialairi arus listrik
dengan ukuran tertentu.
Sekring (fuse) berguna untuk memutuskan atau membuka rangkaian pengontrolan motor listrlk apabila
terjadi hubungan singkat. Sekring mempunyai kelebihan dan kekurangan dibanding alat pengaman
lain.
Kelebihan sekring adalah :
mempunyai kesanggupan untuk membatasi arus, sehingga apabila rangkaian mengalami
gangguan, dapat diputuskan sebelum arus melebihi harga maksimum,
mempunyai konstruksi yang lebih sederhana.
Kekurangan sekring adalah : tidak dapat diganti dengan yang baru apabila kawat leburnya putus. Oleh
sebab itu, sekring hanya dlpakai untuk pengaman transformator kecil, transformator tegangan, motor 1
fasa, motor 3 fasa yang berdaya kecil, dan pengaman saluran cabang.
Berdasarkan konstruksinya, sekring dapat dibagi dalam 3 macam, yaitu sebagai berikut.
1) Sekring tipe ulir
Sekring ini mempunyai satu kawat tunggal yang kecil, pendek dan mudah mencair atau meleleh.
Kawat tunggal merupakan elemen lebur yang biasanya terbuat dart bahan logam perak, tembaga,
aluminium, seng, dan timah putih. Logam perak adalah bahan yang paling baik dan banyak
dipergunakan sebagai elemen lebur sekring. Hal ini karena logam perak mempunyal kemampuan
menghantarkan arus yang cukup besar, titik lebur atau cair yang rendah dan tidak mudah teroksidasi
oleh udara sehingga proses pemutusannya konstan dan dalam waktu yang cukup lama.
Sumber gambar Error! Hyperlink reference not
valid.
Kawat sekring atau elemen lebur dlitempatkan dalam patrun yang terbuat dari bahan porselin. Jika kuat
arus melampaul batas tertentu, kawat meleleh atau melebur, maka rangkalan terbuka open/off. Pasir
yang ada di dalam digunakan untuk memadamkan bunga api yang terjadi pada saat pemutusan arus
tersebut. Selain itu serbuk pasir berfungsi juga sebagai pendingin, karena dapat menyerap panas.
Agar segera dapat diketahui besarnya ampere patrun sekring dan sekrup kontak, maka pada mata
patrun diberi tanda berwama sebagai berikut.
6A : hijau , 20A biru , 25A kuning , 10A merah, 35A hitam , 15A abu-abu, 50A putih, , 60A
kuning emas .
Besar sekring dalam suatu rangkaian harus disesuaikan dengan besarnya alat pemakat listrik yang ada
dalam rangkaian Itu. Arus sekring harus lebih bsar atau sama dengan arus nominal alat pernakai
listrik. Apabila ditulis dengan rumus:
I sekring > I nominal
atau
I sekring = 20 % sampa 30 % > nominal
Misalnya arus nominal motor listrik besarnya 4A, maka besarnya arus sekring yang dipergunakan
20%.
I = I n + [(20% - 30%) In]
= 4 A + (20% 30%) 4 A]
= 4 A + (0,8 A 1,2 A)
= 4,8A sd 5,2A
Kapasitas arus sekring untuk Instalasi tenaga atau instalasi listrik yang ada di pasaran minimum
besamya 6 A, oleh karena itu untuk mengamankan motor listrik diambil sekring yang besarnya 6 A
dengan jenis sekring lambat.
2) Sekring tabung
Sekring ini mempunyai elemen lebur yang ditempatkan dan dilindungi oleh tabung kertas fiber dan
kedua ujungnya ditutup dengan kontak cincin perunggu. Kedua ujung elemen leburnya disambungkan
kepada kontak cincin perunggu tersebut, sehingga apabila di antara kedua ujung cincin perunggu
diukur dengan ohmmeter akan menunjukkan adanya hubungan.
3). Sekring Pisau
Sekring ini mempunyai konstruksi yang tertutup sehingga dapat memutuskan arus hubungan singkat
yang sangat besar tanpa menimbuilcan ledakan. Oleh karena itu, sekring ini dipergunakan untuk
pengaman instalasi listrik di atas 63A.
Patrun atau tabung terbuat dari bahan porselen yaitu jenis paduan bahan yang sangat kuat. Kedua ujung
patrunnya ditutup dengan pelat logam, sehingga tercipta suatu ruangan pemadam yang aman.
Dalam ruang pemadam tersebut diletakkan elemen lebur yang berbentuk pita tipis dan bahan perak.
Ujung-ujung dari elemen lebur dthubungkan ke pelat-pelat penutup tabung yang mempunyai hubungan
pula dengan kontak pisaunya. Pasir kuarsa digunakan sebagai bahan pemadam bunga api apabila
terjadl arus hubungan singkat.
Sekring pisau juga dilengkapi dengan alat pemegang yang di dalamnya terdapat pegas penahan,
demikian pula pada patrun pisaunya terdapat pinggulan yang menyerupai anak kunci dan dapat masuk
ke dalam alat pemegangnya. Apabila patrun pisau ditanik oleh alat pemegang, maka pegas penahan
akan mengunci pinggulan tersebut sehingga patrun pisaunya tidak lepas.
Oleh karena itu, dengan menggunakan alat pemegang ini, operator dapat memasang dan melepas
patrun pisau dengan aman tanpa harus memutuskan tegangan listriknya.
Bagian lain dan sekring pisau adalah tempat patrun yang terbuat dani bahan porselen. Pada tempat
porselen terdapat kontak-kontak pegas yang terbuat dari logam baja dilapisi perak. Kontk pegas
berfungsi untuk menjepit kontak pisau di mana patrun pisaunya ditempatkan.
Perlu diketahui bahwa jenis sekring yang dipergunakan untuk pengaman hubungan singkat pada motor
listrik adalah jenis sekring lambat, sedangkan sebagai pengaman instalasi penerangan dipergunakan
jenis sekring cpat.
Jika motor diamankan dengan sekring cepat maka sekringnya akan putus setiap motor itu dijalankan,
sebab pada,saat start, motor akan mengambil arus yang besarnya mencapai 4 sampai 6 kali arus
nominalnya.
Kawat atau elemen lebur sekring lambat, terbuat dari bahan tembaga yang dilapisi perak untuk
mencegah terjadinya oksidasi. Pada elemen lebur diberi beberapa lubang udara dengan maksud untuk
memperbesar tahanan elemen leburnya dan menambah pendinginan. Dengan diberinya lubang-luhang
udara, maka panas yang terjadi pada elemen lebur akan berkurang, karena adanya sebagian panas yang
diradiasikan melalui lubang udara tadi. Akibatnya temperatur menjadi berkurang Sehingga untuk
memutuskan elemen lebur memerlukan waktu yang cukup lama. Perlu diingat bahwa pada porselen
sekring lambat terdapat tanda T.
Cara pemakaian sekring pada rangkaian motor listrik adalah dengan memasang sekring atau pengaman
tersebut pada kawat fasa (-),
Sekring akan segera memutuskan arus ke motor, apabila terjadi hubungan singkat antara kawat fasa
dengan kawat nol, hubungan singkat antara lilitan dengan badan motor atau hubungan singkat antara
lilitan motor itu sendiri.
- Pengaman listrik thermis, merupakan alat pengaman yang akan memutuskan rangkaian
listrik berdasarkan panas .
- MCB atau Miniature Circuit Breaker.
MCB ini memproteksi arus lebih yang disebabkan terjadinya beban lebih dan arus lebih
karena adanya hubung pendek. Dengan demikian fungsi dasar kerjanya yaitu untuk pemutus hubungan
yang disebabkan beban lebih dengan relai termis digunakan bimetal dan pengaman hubung pendek
dengan relai arus lebih seketika digunakan elektromagnet.
Bila bimetal ataupun elektromagnet bekerja, maka ini akan memutus dengan kontak yang
terletak pada pemadam busur dan membuka saklar.
MCB untuk pengaman rumah seperti pada pengaman lebur diutamakan untuk proteksi hubung
pendek, sehingga pemakaiannya lebih diutammakan untuk mengamankan instalasi atau konduktornya.
Berdasarkan IEC 898-95 terdapat tiga macam karakteristik, yaitu tipe B, C dan D. Arus
nominal yang digunakan untuk rumah hunian bukan pada APP dengan pengenal tegangan 230/400 V
ialah: 6, 8, 10, 12, 16, 20, 25, 32, 40, 50, dan 63 A. Dengan kemampuan membuka (Breaking Capacity)
bila terjadi hubung pendek 3 kA, 6 kA atau 10 kA.
Sedang MCB pada APP diutamakan sebagai pembatas arus dengan karakteristik CL (Current
Limitter) disamping itu juga sebagai gawai pengaman arus hubung pendek yang bekerja seketika.
Arus nominal yang digunakan pada APP dengan pengenal tegangan 230/400 V ialah: 1, 2, 4,
6, 10, 16, 20, 25, 35, dan 50 A disesuaikan dengan VA konsumen. Adapun kemampuan membuka bila
terjadi hubung singkat 3 kA dan 6 kA ( SPLN 108-1993) MCB yang khusus digunakan oleh PLN
mempunyai tombol biru.
MCB yang berfungsi sebagai pengaman tunggal, didalamnya hanya terdapat relay hubungan
singkat ( Shoct Circuit Relay ) yang bertindak sebagai pemutus rangkaian apabila terjadi hubungan
singkat, dibawah ini adalah gambar kostruksi MCB tunggal satu kutub.
MCB pada saat sekarang paling banyak digunakan untuk instalasi industri maupun instalasi
gedung bertingkat.
Adapun penggunaan tipe-tipe tersebut adalah :
Tipe B :Sebagai pengaman kabel atau penghantar terutama untuk perumahan.
Tipe C :Sebagai pengaman kabel atau penghantar terutama sangat menguntungkan bila arus inrush
tinggi misalnya lampu mercury, dan motor.
Tipe D :Untuk penerapan yang menyangkut menimbulkan pulsa cukup besar : contoh transformator,
katup selenoid, kapasitor.
- ELCB atau Earth Leakage Circuit Breaker
Guna ELCB untuk memutuskan rangkaian dari sumber jika terjadi tegangan sentuh. Penyusun utama
ELCB adalah sebuah mekanik pemutus, sebuah penghantar pasa, inti trafo arus seimbang dan
penghantar netral. Jika tidak ada arus gangguan pada rangkaian maka arus seimbang, sehingga tidak
ada pengaruh kemagnetan pada trafo dan tida ada tegangan yang diimbaskan pada belitan sekunder
trafo arus. Jika terjadi arus ganguan pada beban karena kerusaan isolasi sehingga mengalir arus ke
bumi, maka keseimbangan pada trafo arus terganggu dan menghasilkan medan magnet yang
mengimbaskan suatu tegangan pada belitan sekunder trafo arus yang menyebabkan rangkaian
diputuskan oleh system pemutusnya. ELCB bekerja berdasarkan keseimbangan arus beban antara fasa
dan netral.
Referensi :
Harten. P. Van, Setiawan. E. ir. Instalasi Listrik Arus Kuat I dan II. Binacipta, Bandung
Sugandi, Imam. Ir . Instalasi Listrik Rumah. Yayasan Usaha Penunjang Tenaga Listrik, Jakarta
Somatri Oman. 1993. System Pengontrolan Motor Industri. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Jakarta.