Anda di halaman 1dari 15

YAYASAN PENDIDIKAN TRI DHARMA KOSGORO JAWA TIMUR

SMK KOSGORO-1 LAWANG


Jl. Madukoro No. 14 Telp. (0341)426161 Lawang 65211
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan : SMK KOSGORO 1 LAWANG
Mata Pelajaran : Pengantar Administrasi Perkantoran
Program Keahlian : Bisnis Manajemen
Kelas / Semester : X / I
Materi Pokok : Paradigma dan Filosofi Administrasi
Perkantoran
Alokasi Waktu : 1

A. Kompetensi Inti
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan Mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukan sikap
sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, dan
prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk
memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

B. Kompetensi Dasar
1.2 Penerapan penggunaan panca indera sebagai alat komunikasi secara efektif dan efisien
berdasarkan nilai-nilai agama yang dianut
2.2 Menunjukkan perilaku ilmiah (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah
lingkungan, gotong royong) dalam melakukan pembelajaran sebagai bagian dari sikap
ilmiah
3.1 Menjelaskan paradigma dan filosofi administrasi perkantoran
4.1 Mengevaluasi paradigma dan filosofi administrasi perkantoran untuk memecahkan
masalah yang terjadi sehari-hari

C. Indikator
Indikator Pengetahuan:
3.1.1 Mengidentifikasi unsur-unsur administrasi
3.1.2 Menjelaskan ruang lingkup administrasi perkantoran
3.1.3
Indikator Ketrampilan:
4.1.1 Menganalisis hubungan paradigm dan filosofi administrasi perkantoran dengan
perilaku efektif dan efisien
4.1.2 Menyajikan hasil presentasi pengamatan aktivitas administrasi perkantoran
D. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat mengidentifikasi unsur-unsur administrasi
2. Siswa dapat menjelaskan ruang lingkup administrasi perkantoran
3. Siswa dapat Menganalisis hubungan paradigm dan filosofi administrasi perkantoran
dengan perilaku efektif dan efisien
4. Siswa dapat Menyajikan hasil presentasi pengamatan aktivitas administrasi perkantoran

E. Materi Pembelajaran
a. Perkembangan Paradigma Administrasi
b. Pengertian Paradigma Administrasi Perkantoran
c. Filosofi Administrasi Perkantoran
d. Ruang Lingkup Administrasi Perkantoran
e. Karakteristik Admnistrasi Perkantoran

F. Metode dan Model Pembelajaran
1. Metode : Diskusi
2. Pendekatan : Saintifik
3. Model : Inkuiri

G. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran
a. Pendahuluan/Kegiatan Awal (10 menit)
a. Guru mengucapkan salam
b. Berdoa sebelum mulai pelajaran dipimpin oleh ketua kelas
c. Guru melakukan apersepsi
d. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang harus dicapai oleh peserta didik
b. Kegiatan Inti ( 60 menit)
Mengamati
Mengamati aktivitas administrasi di sekolah/kantor terdekat sebagai bentuk keteraturan
atas kebesaran Tuhan yang menciptakannya.
Menanya
Memberikan kesempatan peserta dididk menanyakan hal yang berkaitan dengan kegiatan
administrasi perkantoran
Eksperimen
Mencari informasi mengenai paradigma dan filosofis administrasi perkantoran.
Mengasosiasikan
Menghubungkan paradigma dan filosofi administrasi perkantoran dengan perilaku efektif
dan efisien
Mengkomunikasi
Mempresentasikan bahan presentasi yang telah dibuat.
c. Kegiatan Penutup
a. Guru mengkonfirmasi hasil diskusi dan presentasi siswa
b. Guru menanyakan hasil diskusi siswa dan bersama-sama membuat kesimpulan
c. Sebagai wujud rasa syukur ketua kelas memimpin doa kelas agar materi yang telah
dipelajari diberkati oleh Allah SWT.

H. Sumber, Alat dan Media Pembelajaran
a. Sumber Pembelajaran
1) Buku Penunjang
2) Endang R, Mulyani, dkk. 2010. Prinsip-Prinsip Penyelenggaraan Administrasi
Perkantoran. Jakarta: Erlangga
Buku Penunjang : Administrasi Perkantoran Modern, The Liang Gie; Manajemen
Administrasi Perkantoran; Modul Administrasi Perkantoran, P4TK Bispar; Manajemen
Kearsipan; Sistem Informasi Manajemen dan Memahami Prinsip-Prinsip
Penyelenggaraan Kantor
3) Jurnal ilmiah
4) Informasi berkala instansi terkait
5) Sumber yang ada di situs

b. Bahan dan Alat
1) Laptop dan LCD
2) Speaker Active

c. Media Pembelajaran
1) Slide power point tentang tujuan pembelajaran
2) Slide power point tentang topik kegiatan

I. Penilaian Hasil Belajar
a. Tes
1. Pilihan ganda (terlampir)
2. Uraian (terlampir)
b. Non Tes
1. Lembar pengamatan kerja kelompok

Rubrik Kegiatan Diskusi
No. Nama Siswa
A s p e k P e n g a m a t a n
Jumlah
Skor
Nilai Kerja
sama
Mengkomunika-
sikan pendapat
Toleransi Keaktifan
Menghargai
pendapat
teman





Keterangan Skor :
Masing-masing kolom diisi dengan kriteria
4 = Baik Sekali
3 = Baik
2 = Cukup
1 = Kurang
Skor perolehan
Nilai = X 100
Skor Maksimal (20)

Kriteria Nilai :
A = 80 100 : Baik Sekali
B = 70 79 : Baik
C = 60 69 : Cukup
D = 60 : Kurang

2. Lembar penilaian portofolio (terlampir)

Rubrik Penilaian Ringkasan
Aspek yang dinilai
Nilai
kualitatif
Nilai kuantitatif
Deskripsi
(Alasan)
Pengantar memunjukkan isi
Pengantar disajikan dengan bahasa
yang baik

Isi menunjukkan penjelasan mengenai
paradigma dan filosofi administrasi
perkantoran

Isi disajikan dengan bahasa yang baik
Penutup memberi kesimpulan akhir
Penutup disajikan dengan bahasa yang
baik

Nilai rata-rata

Kriteria Penilaian:
Nilai kualitatif Nilai kuantitatif
Memuaskan 4 >80
Baik 3 68-79
Cukup 2 56-67
Kurang 1 <55

3. Lembar penilaian produk (terlampir)

Rubrik Penilaian Produk
No
Nama
Kelompok
Kelengkapan
Materi
Penulisan
Materi
Sistematika
Presentasi
Total
Skor
Nilai
Akhir
4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1
1
2
3
4
5

Skor perolehan
Nilai X 100
Skor Maksimal (20)
No Aspek Skor Deskripsi
1
Kelengkapan
Materi
4
Power point terdiri dari judul, isi materi dan daftar pustaka
Power point disusun sistematis sesuai materi
Terdapat daftar pustaka dari internet yang relevan
Dilengkapi dengan gambar/animasi yang menarik dan sesuai dengan materi
3 Terdapat 1 kriteria pada kelengkapan materi dari skor 4 tidak terpenuhi
2 Terdapat dari 2 kriteria pada kelengkapan materi dari skor 4 tidak terpenuhi
1 Terdapat lebih dari 2 kriteria kelengkapan materi dari skor 4 tidak terpenuhi
2
Penulisan
Materi
4
Materi dibuat dalam bentuk power point
Setiap slide dapat terbaca dengan jelas
Isi materi dibuat ringkas dan berbobot
Bahasa yang digunakan sesuai topik materi
3 Terdapat 1 kriteria pada kelengkapan materi dari skor 4 tidak terpenuhi
2 Terdapat dari 2 kriteria pada kelengkapan materi dari skor 4 tidak terpenuhi
1 Terdapat lebih dari 2 kriteria kelengkapan materi dari skor 4 tidak terpenuhi
3
Sistematika
Presentasi
4
Desain slide tidak banyak menggunakan kalimat atau gambar yang
menyebabkan audiens kesulitan memahami pesan utama sebuah slide
Materi presentasi disajikan secara runtut dan sistematis
Menggunakan jenis font yang sederhana dan jelas
Memilih gambar atau foto yang relevan, proporsional dan memperkuat
gagasan dalam sebuah slide.
Menggunakan tulisan dengan warna yang kontras dengan latar belakang slide.
3 Terdapat 1 kriteria pada kelengkapan materi dari skor 4 tidak terpenuhi
2 Terdapat dari 2 kriteria pada kelengkapan materi dari skor 4 tidak terpenuhi
1 Terdapat lebih dari 2 kriteria kelengkapan materi dari skor 4 tidak terpenuhi

4. Lembar penilaian kinerja (terlampir)
Rubrik Penilaian Presentasi
No. Nama Siswa
A s p e k P e n i l a i a n
Jumlah
Skor
Nilai Komuni
kasi
Sistematika
penyampaian
Wawa
san
Kebera
nian
Antusias
Gesture dan
penampilan





Keterangan Skor :
Masing-masing kolom diisi dengan kriteria
4 = Baik Sekali
3 = Baik
2 = Cukup
1 = Kurang

Skor perolehan
Nilai = X 100
Skor Maksimal (20)
Kriteria Nilai
A = 80 100 : Baik Sekali
B = 70 79 : Baik
C = 60 69 : Cukup
D = 60 : Kurang

Malang, Agustus 2014
Mengetahui
Kepala SMK Kosgoro -1 Lawang Guru Mata Pelajaran



Dra. Nanik Emiarsih Mega Dwi Tjahyanti, S.Pd.
NIP. 19580121 198703 2 001

LAMPIRAN 1
A. Perkembangan Paradigma Administrasi
Kompleksitas keilmuan dalam sejarah perkembangannya menimbulkan berbagai sudut
pandang yang berbeda terhadap suatu objek, sehingga sering melahirkan perdebatan
dikalangan ilmuan. Pada awalnya setiap disiplin ilmu, masing-masing mempertahankan
teorinya dengan nilai ekstrim, tapi kondisi ini tidak dapat dipertahankan karena adanya
kecenderungan yang mewarnai setiap perkembangan ilmu pengetahuan.
Kehadiran Thomas S. Kuhn, sebagai perintis (the first head knowledge) dengan
paradigmanya sebagai konsep sentral dalam bukunya The Structure of Scientific
Revolution dianggap sebagai karya yang sangat fundamental dalam sejarah perkembangan
ilmu pengetahuan. Dasar pemikiran utamanya adalah melihat bahwa upaya untuk menemukan
sumber perselisihan keilmuan serta peran riset ilmiah semua dapat dipahami lewat paradigma.
B. Pengertian Paradigma Administrasi Perkantoran
Paradigma administrasi perkantoran adalah asumsi-asumsi dasar dan asumsi-asumsi teoritis
secara umum yang merupakan suatu sumber nilai. Konsekuensinya adalah sumber-sumber
hokum-hukum, metode serta penerapan nilai ilmu pengetahuan sangat menentukan sifat, ciri,
serta karakter ilmu pengetahuan itu sendiri.
C. Filosofi Administrasi Perkantoran
1. Administrasi
a. Pengertian administrasi
1) Kata administrasi juga berasal dari bahasa Belanda, yaitu administratie yang
meliputi kegiatan catat mencatat, surat menyurat, pembukaan ringan, ketik
mengetik, agenda dan sebagainya yang bersifat teknis ketatausahaan (clrecical
work) (Suwarno Handayaningrat, 1988: 2)
2) The Liang Gie (1980) menyatakan bahwa administrasi adalah segenap rangkaian
kegiatan penataan terhadap pekerjaan pokok yang dilakukan oleh sekelompok
orang dalam kerja sama mencapai tujuan tertentu.
3) Administrasi dalam arti sempit kegiatan penyusunan dan pencatatan data
dan informasi secara sistematis dengan maksud untuk menyediakan keterangan
serta memudahkan memperolehnya kembali secara keseluruhan dan dalam
hubungannya satu sama lain. Administrasi dalam arti sempit inilah yang
sebenarnya lebih tepat disebut tata usaha (clerical work / office work). Seluruh
kegiatan ketatausahaan dapat dirangkum dalam tiga kelompok, yaitu
korespondensi, ekspedisi, dan pengarsipan.
b. Unsur-unsur administrasi
Menurut The Liang Gie dalam buku Administrasi perkantoran Modern, administrasi
terdiri atas delapan unsur:
1) Unsur Pengorganisasian
Unsur Pengorganisasian merupakan sebuah rangkaian dari kegiatan untuk
menyusun suatu kerangka dari organisasi yang akan menjadi wadah atau tempat
untuk setiap kegiatan dalam usaha kerjasama mencapai segala tujuan yang telah
ditentukan sebelumnya.
2) Unsur Manajemen
Manajemen merupakan rangkaian kegiatan menggerakkan para karyawan dan
menggunakan seluruh fasilitas kerja sehingga tujuan kerjasama yang telah
ditetapkan bersama bisa benar benar tercapai.
3) Unsur Tata Hubungan
Tata hubungan merupakan salah satu dari 8 rangkaian kegiatan yang berfungsi
untuk menyampaikan warta/berita dari kedua belah pihak agar terjalinnya proses
kerjasama.
4) Unsur Kepegawaian
Kepegawaian merupakan rangkaian kegiatan yang berfungsi untuk mengatur dan
mengurus masalah tenaga kerja yang diperlukan dalam usaha kerjasama/dalam
sebuah kantor.
5) Unsur Keuangan
Keuangan merupakan rangkaian kegiatan mengelola segi-segi pembelanjaan
dalam usaha kerjasama.
6) Unsur Perbekalan
Perbekalan merupakan rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk pemakaian,
mendaftar, mengadakan, mengatur dan memelihara sampai dengan
menyingkirkan/melenyapkan seluruh perlengkapan yang sudah tidak dibutuhkan
lagi dalam sebuah kantor.

7) Unsur Tata Usaha
Tata usaha merupakan rangkaian kegiatan menghimpun, mencatat, mengolah,
menggandakan,mengirim,dan menyimpan keterangan-keterangan yang diperlukan
dalam usaha kerjasama.
8) Unsur Perwakilan
Unsur Perwakilan merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang berfungsi untuk
menciptakan sebuah hubungan baik dan berusaha untuk memperoleh banyak
dukungan dari masyarakat sekitar tempat usaha/perusahaan.

c. Fungsi administrasi
Menurut Quible (2001), ada lima jenis fungsi pendukung administrasi dalam
perkantoran, yaitu fungsi rutin, fungsi teknis, fungsi analisis, fungsi interpersonal, dan
fungsi manajerial. Untuk lebih jelasnya simak uraian berikut.
1) Fungsi rutin
Fungsi rutin yaitu fungsi administrasi yang membutuhkan pemikiran minimal
mencakup pengarsipan dan penggandaan.
2) Fungsi teknis
Fungsi teknis yaitu fungsi administrasi yang membutuhkan pendapat, keputusan,
dan keterampilan perkantoran yang memadai.
3) Fungsi analisis
Fungsi analisis yaitu fungsi administrasi yang membutuhkan pemikiran yang kritis
dan kreatif desertai kemampuan mengambil keputusan, seperti memuat keputusan
pembelian barang.
4) Fungsi interpersonal
Fungsi interpersonal yaitu fungsi administrasi yang membutuhkan penilaian dan
analisis sebagai dasar pengambilan keputusan serta keterampilan yang
berhubungan dengan orang lain, seperti mengoordinasi tim.
5) Fungsi manajerial
Fungsi manajerial yaitu administrasi yang membutuhkan perencanaan,
pengorganisasian, pengukuran, dan pemotivasian.
2. Kantor
a. Pengertian
b. Tujuan kantor
c. Fungsi kantor
Menurut Mills (1984:9). tujuan kantor didefinisikan sebagai pemberian pelayanan
komunikasi dan perekaman. Dari definisi tersebut, Mills memperluas menjadi fungsi
kantor (pekerjaan yang dilakukan) yakni sebagai berikut.
1) Menerima informasi (to receive information).
Menerima informasi dalam bentuk surat, panggilan telepon, pesanan, faktur, dan
laporan mengenai berbagai kegiatan bisnis.
2) Merekam dan menyimpan data-data serta informasi (to record information)
Tujuan pembuatan rekaman adalah menyiapkan informasi sesegera mungkin
apabila manajemen meminta informasi tersebut. Beberapa rekaman (record)
diminta untuk disimpan menurut hukum (seperti anggaran dasar dan anggaran
rumah tangga suatu perseroan terbatas), atau disimpan untuk memenuhi kebutuhan
manajemen dalam perencanaan dan pengendalian perusahaan seperti rincian
negosiasi. transaksi, operasi, korespondensi, pesanan, faktur, atau ringkasan
rincian seperti laporan keuangan, laporan persediaan, dan analisis penjualan.
3) Mengatur informasi (to arrange information)
Informasi yang diakumulasi oleh kantor jarang dalam bentuk yang sama layaknya
ketika diberikan, seperti mengumpulkan informasi dari sumber-sumber yang
berbeda dan membuat perhitungan/pembukuan. Kantor bertanggung jawab
memberikan informasi dalam bentuk terbaik dalam melayani manajemen seperti,
penyiapan faktur/kuitansi, penetapan harga, akuntansi, laporan statistik, laporan
keuangan, dan laporan pada umumnya.
4) Memberi informasi (to give infinmation)
Bila manajemen meminta sejumlah informasi yang diperlukan, kantor memberikan
informasi tersehut dari rekaman yang tersedia. Sebagian informasi yang diberikan
bersifat rutin, sebagian bersilat khusus. Informasi-formasi tersebut diberikan baik
secara lisan maupun tulisan. Contoh informasi tersebut adalah pesanan. anggaran,
faktur,kuitansi, laporan perkembangan, laporan keuangan, dan instruksi yang
dikeluarkan atas perintah manajemen.
5) Melindungi aset (to safeguard assets)
Di samping empat tugas di atas, masih terdapat fungsi kantor yang lain, yaitu
mengamati secara cermat berbagai kegiatan dalam perusahaan seperti
diperlihatkan didalam rekaman dan mengantisipasi segala hal yang tidak
menguntungkan yang mungkin terjadi. Misalnya. Melaporkan adanya kekurangan
persediaan, melaporkan adanya sejumlah utang yang mungkin tidak terbayar saat
akan jatuh tempo, rekaman vital seperti kontrak besar harus dilindungi secara
tepat. uang tunai harus disimpan dalam lemari besi maupun di dalam bank. Kantor
harus berhati-hati terhadap makna rekaman dan memperhatikan dengan secara hal-
hal yang memerlukan tindakan manajemen.
3. Pengertian Administrasi Perkantoran
Sebagian besar literatur menggunakan istilah administrasi perkantoran dan
manajemen perkantoran dengan pengertian yang sama. Hal ini dipertegas oleh pernyataan
PBB (1969), bahwa keduanya sama, walaupun istilah administrasi lebih banyak
digunakan untuk hal-hal yang berhubungan dengan negara, sedangkan manajemen lebih
banyak berhubungan dengan perusahaan.
Berikut ini adalah pengertian administrasi (manajemen) perkantoran menurut beberapa
ahli:
WH EVANS
Administrasi perkantoran merupakan fungsi yang menyangkut manajemen dan
pengarahan semua tahap operasi perusahaan mengenai pengolahan bahan keterangan,
komunikasi, dan ingatan organisasi
ARTHUR GREGER
Administrasi perkantoran merupakan fungsi tata penyelenggaraan terhadap komunikasi
dan pelayanan warkat dari suatu organisani
WILLIAM LEFFINGWELL & EDWIN ROBINSON
Administrasi perkantoran merupakan cabang ilmu manajemen yang berkenaan dengan
pelaksanaan pekerjaan perkantoran secara efisien, kapan, dan dimana pekerjaan itu harus
dilakukan.
GEORGE TERRY
Administrasi perkantoran merupakan perencanaan, pengendalian, dan pengorganisasian
pekerjaan perkantoran, serta penggerakan mereka yang melaksanakannya agar mencapai
tujuan yang telah ditetapkan
Dra. SUPARJATI
Administrasi perkantoran adalah proses kerja sama di dalam kantor untuk mencapai
tujuan kantor yang telah ditetapkan sebelumnya dengan melaksanakan fungsi-fungsi
manajemen
KALLAUS & KEELING
Administrative office is the process of planning, organizing adn controlling all the
information related activities and of leading or directing people to attain teh objective of
the organization

D. Ruang Lingkup Administrasi Perkantoran
Kegiatan dalam sebuah kantor meliputi,
1. Perencanaan Perkantoran (office planning)
Perencanaan perkantoran adalah proses menentukan arah kegiatan kantor dengan cara
meninjau kembali faktor-faktor yang mempengaruhi tercapainya tujuan kantor.
Perencanaan perkantoran meliputi:
1) Perencanaan gedung
2) Tata ruang kantor
3) Penerangan/cahaya
4) Ventilasi
5) Perlengkapan peralatan dan perabotan kantor
6) Metode-metode dan standarisasi pekerjaan kantor
7) Anggaran (budgeting) perkantoran
8) Standar kualitas kerja
9) Sistem informasi dan telekomunikasi
2. Pengorganisasian Perkantoran (office organizing)
Pengorganisasian perkantoran adalah pengaturan berbagai macam fungsi organisasi denga
pelaksanaan yang melaksanakan fungsi-fungsi organisasi tersebut, meliputi:
1) Pembagian tugas dan pekerjaan agar lebih efisien dalam organisasi/perusahaan
2) Pemeliharaan hubungan kerja yang baik denga atasan ataupun bawahan
3) Penyediaan peralatan/perlengkapan yang tepat, sesuai denga jenis pekerjaan untuk
memudahkan karyawan dalam melakukan pekerjaan.
3. Pengarahan perkantoran (office actuating)
Pengarahan perkantoran adalah suatu kegiatan untuk meningkatkan efektivitas dan
efisiensi kerja secara maksimal sesuai dengan target dan sasaran yang telah ditentukan
serta untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan dinamis. Pengarahan
perkantoran meliputi:
1) Penggunaan teknik yang efektif dalam melakukan pengawasan terhadap bawahan
2) Penggunaan teknik yang efektif dalam memberikan motivasi terhadap bawahan
3) Pemberian bantuan kepada karyawan dalam memecahkan masalah ketika karyawan
menghadapi kesulitan dalam pekerjaan
4) Penyatuan visi misi karyawan dan organisasi
5) Perancangan cara komunikasi yang efektif dengan karyawan, agar komunikasi
antara atasan dengan bawahan dapat bejalan lancar
6) Penggunaan tolak ukur yang adil dalam memberikan gaji kepada karyawan
4. Pengawasan Perkantoran (office controlling)
Pengawasan perkantoran adalah kegiatan memastikan bahwa sasaran dan hal yang telah
direncanakan berjalan sesuai dengan harapan atau target. Objek pengawasan perkantoran
meliputi:
1) Penggunaan peralatan dan perabot kantor
2) Metode-metode dan standarisasi pekerjaan kantor
3) Kualitas pekerjaan kantor
4) Waktu
5) Biaya perkantoran
E. Karakteristik Admnistrasi Perkantoran
1. Bersifat pelayanan
Pekerjaan kantor bersifat pelayanan karena berfungsi membantu pekerjaan lain(pekerjaan
utama/ pokok) agar pekerjaan tersebut dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Pekerjaan
kantor dilakukan untuk membantu orang-orang lain dalam pekerjaannya secara lebih
efektif. Bersifat pelayanan yaitu tata usaha melayani pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan
operatif untuk mencapai tujuan dari suatu organisasi.

2. Bersifat terbuka dan luas
Artinya pekerjaan kantor dapat dilakukan di mana saja dalam suatu organisasi, tidak
terbatas di kantor (gedung) saja tetapi dapat pula dilakukan di luar kantor (diluar gedung)
sekalipun. Administrasi perkantoran diperlukan dimana-mana dan dilaksanakan dalam
seluruh organisasi.

3. Dilaksanakan oleh semua pihak dalam organisasi
Artinya pekerjaan kantor dapat dilakukan oleh siapa saja, mulai dari pimpinan yang paling
tinggi sampai karyawan yang paling bawah sekalipun. Sebagai contoh, seorang manajer,
tugasnya adalah menggerakkan karyawan untuk bekerja sebaik mungkin, namun manajer
juga melakukan pekerjaan kantor untuk membantu tugasnya dalam me-manage
bawahannya, seperti menyimpan dokumen sendiri, melakukan panggilan telepon sendiri
kepada relasi.

Anda mungkin juga menyukai