Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRATIKUM GENETIKA

POLA SIDIK JARI (POLIGEN PADA MANUSIA)





Nama Anggota Kelompok :
1. Revti Indah Kusumawati (12320070)
2. Elok Dyah Pitaloka (12320081)
3. Sri Suliah (12320082)
4. Kartika Sulistyaningsih (12320084)
5. Ade Kurniawati (12320091)
Kelompok 2
Kelas 4 C
8 Mei 2014


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
ALAM
UNIVERSITAS PGRI SEMARANG
2014


POLA SIDIK JARI (POLIGEN PADA MANUSIA)

I. Landasan Teori
Pola sidik jari merupakan salah satu contoh poligen (gen
ganda/multipel gen) pada manusia. Berdasarkan sistem Galton ada tiga,
yaitu loop, arch, whorl.


















Sidik jari seseorang akan tetap semenjak 3 bulan dalam kandungan
dan tidak akan berubah oleh lingkungan.
Frekuensi berbagai pola sidik jari bervariasi pada lengkung kira-kira
5% bentuk sosok 65-70% dan bentuk lingkaran 35-30%.
Arch
(lengkung)
Loop
(sosok)
Whorl
(lingkaran)
Sidik jari adalah pola-pola guratan-guratan pada jari manusia. Ridge
atau pola garis yang menonjol pada jari manusia akan berkembang secara
acak dan unik.
Diketahui bahwa sifat dikendalikan oleh sepasang alel pada suatu
lokus gen. Namaun pada kenyataannya banyak sifat yang dikendalikan oleh
lebih dari satu gen pada lokus yang berbeda dalam kromosom yang sama
atau bahkan dalam kromosom yang berlainan, fenomena ini dinamakan
poligen atau gen majemuk. Susunan rigi pada epidermis dapat di amati pada
telapak tangan, jari tangan, telapak kaki, tetapi yang paling mudah di amati
adalah jari tangan. Pembentukan rigi dermal ini terjadi pada fetus usia 3
sampai 4 bulan dalam kandungan. Dan apabila sudah terbentuk sempurna
maka polanya tidak akan berubah selama hidup. Sidik jari adalah gambaran
yang menunjukkan aur-alur pada ujung jari manusia. Gambaran ini bias di
dapat dengan cara menyentuhkan ujung jari pada tinta atau zat warna
lainnya, kemudian di tempelkan pada kertas atau media lain yang dapat
mencetak gambar. Setiap orang memiliki sidik jari berbeda-beda, bahkan
orang kembar identik sekalipun, karena itu sidik jari bias menjadi sarana
identifikasi seseorang yang paling aman. Mengapa demikian? Karena sidik
jari tidak dapat di palsukan oleh orang lain. Berbeda dari identifikasi berupa
tanda tangan yang sangat mudah di palsukan. Sir Richard Edward Henry,
berkat dirinya dalam usaha mengelompokkan pola sidik jari tapi bukanlah
penemuan teknik atau metode sidik jari (Muchlisin, 2009).
Sidik jari terdiri atas garis-garis timbul pada kulit yang berbeda di
atas pori-pori keringat. Garis-garis itu memanjang, membelok, bercabang,
beranting, dan mengambil bentuk tertentu pada setiap orang. Telah terbukti
bahwa di dunia ini tidak ada dua sisdik jari yang sama, bahkan antar saudara
kembar yang berasal dari satu sel telur sekalipun (Fuad, 2004).
Sir Francis Galton telah membuktikan pada tahun 1982 bentuk sidik jari
akan tetap hidup bersama pemiliknya dan tidak akan berubah (Fuad, 2004).
Sidik jari yaitu pola guratan-guratan menonjol yang khas pada ujung jari
manusia bersifat unik bagi setiap individu. Jari tangan dan kaki, serta
telapak tangan dan kaki dipenuhi guratan-guratan teratur yang membentuk
suatu pola. Istilahnya Dermatoglifik dipakai untuk konfigurasi guratan-
guratan tersebut. Jika diperhatikan dengan cermat, akan terlihat adanya
guratan-guratan tipis, yang berbeda dengan lipatan kulit. Pada ujun-ujung
jari terdapat tiga pola dasar, yaitu garis melengkung (Arch), garis melingkar
(Loop), dan garis memutar (Whorl). Garis-garis melingkar di bagi menjadi 2
kelompok yaitu ulnar dan radial dari tangan. Perpotongan guratan-guatan
membentuk segitiga yang disebut triradius, dan triradius ini tidak hanya
terdapat pada ujung-ujung jari, tetapi juga pada pangkal jari, biasanya pada
telapak tangan (Proksimal). Pola guratan-guratan sidik jari tidak hanya
bermanfaat untuk identifikasi tetapi bias untuk menemukan abnormalitas
dermatoglifik yang khas yang sering sekali berhubungan dengan banyak
kelainan kromosom (Brown,2005).
Frekuensi pola sulur ini berbeda utuk setiap bangsa, juga berbeda untuk
laki-laki dan perempuan. Pada populasi kulit putih dan kulit hitam bnanyak
dijumpai pola loop, sedangkan whorl banyak dijumpai pada populasi bangsa
Mongoloid, populasi penduduk Australia dan populasi bangsa Melanesia
dan Pasifik. Pola arch paling sedikit ditemukan untuk semua populasi
baangsa, biasanya kurang dari 10 %. Hanya pada populasi Bushman
(Bangsa Negroid yang hidup di Afrika Selatan) pola arch dijumpai lebih
dari 10 %. Dalam populasi rata-rata pola arch dijumpai 5%, pola loop 65-
75% dan whorl 25-30%.
Metode ini melibatkan perhitungan jumlah rigi mulai dari triradius sampai
pusat rigi. Oleh karena itu pola arch jumlah rigi adalah nol. Jika ada dua
triradius, maka rigi dari semua jari tangan dijumlahkan sehingga disebut
total finger ridge count. Pada perempuan jumlah rigi rata-rata 127 dan laki-
laki 144.
Sidik jari adalah hasil reproduksi tapak jari baik yang sengaja diambil,
dicapkan dengan tinta, maupun bekas yang ditinggalkan pada benda karena
pernah tersentuh dengan kulit telapak tangan/kaki. Kulit telapak adalah kulit
pada bagian telapak tangan mulai dari pangkal pergelangan sampai kesemua
ujung jari dan kulit bagian dari telapak kaki mulai dari tumit sampai ke
ujung jari yang mana pada daerah tersebut terdapat garis halus menonjol
yang keluar satu sama lain yang dipisahkan oleh celah/alur yang membentuk
lukisan tertentu. Kulit tapak terdiri dari dua lapisan:
Lapisan dermal adalah kulit jangat/kulit yang sebenarnya. Kulit inilah
yang menentukan garis yang ada pada permukaan kulit telapak.
Lapisan epidermal adalah lapisan kulit luar/garis papilar. Garis inilah
yang menjadi perhatian kita untuk menentukan bentuk pokok
perumusan dan perbandingan sidik jari.
Jenis sidik jari dibagi menjadi tiga macam, yaitu:
1. Visible impression adalah sidik jari yang dapat langsung dilihat tanpa
menggunakan alat bantu.
2. Laten impression adalah sidik jari yang biasanya tidak dapat dilihat
langsung tetapi harus menggunakan beberapa cara pengembangan
terlebih dahulu supaya dapat nampak lebih jelas.
3. Plastic impression adalah sidik jari yang berbekas pada benda yang
lunak seperti sabun, gemuk, permen, coklat.
Sedangkan untuk sidik jari yang mengalami kerusakan atau cacat dibagi
menjadi dua, yaitu :
1. Cacat sementara adalah cacat pada bagian kulit luar (epidermal) dan
garis yang cacat/rusak tersebut dapat sembuh kembali seperti semula.
2. Cacat tetap adalah cacat yang disebabkan ikut rusaknya garis sampai
lapisan dermal. Sidik jari yang cacat tetap atau sementara biasanya
tidak akan mempengaruhi identifikasi terhadap jari kecuali apabila
sidik jari rusak sama sekali.
Ada tiga dalil atau aksioma yang melandasi daktiloskopi (ilmu sidik jari),
yaitu:

a. Sidik jari setiap orang tidak sama
b. Sidik jari manusia tidak berubah selama hidup
c. Sidik jari dapat dirumuskan dan diklasifikasikan secara matematis
(http://santai2008.wordpress.com/2010/05/02/daktiloskopi-ilmu-sidik-
jari/).
Ada tiga bentuk sidik jari yaitu busur (arch), sangkutan (loop), dan
lingkaran (whorl). Bentuk pokok tersebut terbagi lagi menjadi beberapa sub-
group, yaitu bentuk busur terbagi menjadi plain arch dan tented arch, bentuk
sangkutan terbagi menjadi ulnar loop dan radial loop, sedangkan bentuk
lingkaran terbagi menjadi plain whorl, central pocket loop whorl, double loop
whorl, dan accidental whorl. Perbedaan utama dari ketiga bentuk pokok
tersebut terletak pada keberadaan core dan delta pada lukisan sidik jarinya.
(http://santai2008.wordpress.com/2010/05/02/daktiloskopi-ilmu-sidik-jari/).
Keberadaan titik fokus di dalam sidik jari akan berperan penting dalam
menentukan termasuk klasifikasi apa sidik jari tersebut. Dalam
pengklasifikasian dikenal dua jenis titik fokus yaitu delta yang merupakan
titik fokus luar (outer terminus) dan core yang merupakan titik fokus dalam
(inner terminus). Tidak semua sidik jari memiliki titik fokus tergantung jenis/
klasifikasi dari sidik jarinya. Delta yang sebenarnya pada sidik jari adalah
titik/garis yang terdapat pada pusat perpisahan garis type lines. Delta
merupakan titik fokus yang terletak di depan pusat berpisahnya garis pokok
(type lines). Garis pokok lukisan merupakan dua buah garis yang paling
dalam dari sejumlah garis yang berjajar (paralel) dan memisah serta
(cenderung) melingkupi pokok lukisan (pattern area). Pokok lukisan adalah
daerah/ruangan putih yang dikelilingi oleh garis type lines yang mana
ruangan tersebut merupakan tempat lukisan garis sidik jari. Pada
kenyataannya tidak semua sidik jari memiliki delta tetapi ada juga sidik jari
yang memiliki lebih dari satu delta
(http://santai2008.wordpress.com/2010/05/02/daktiloskopi-ilmu-sidik-jari/).

II. Tujuan
1. Mengetahui pola sidik jari
2. Menguji perbandingan pola sidik jari mahasiswa dengan rumus X
2


III. Bahan dan Alat
1. Bantalan stempel dan tinta stempel
2. Kertas
3. Lup (kaca pembesar)

IV. Cara kerja
1. Letakkan kesepuluh jari anda pada bantalan stempel dan tempelkan
pada kertas yang tersedia
2. Amati dengan lup
3. Tentukan tipe pola sidik jari anda
4. Hitung frekuensi setiap pola seluruh kertas, sebagai observed value
Rumus X
2
(chi square)
=(

) Keteramgan :
Db = k 1 = Jumlah
d = penyimpangan deviasi
e = espected, angka harapan
o = osverved, angka yang diperoleh
d = o c
db = derajat kebebasan
k = jumlah kelas, jenis sidik jari


Tabel Perhitungan X
2
Jenis Sidik
Jari
O E D
(

)
Arch
Loop
Whorl
5
70
25

Jumlah 100

No. Nama Tangan
Pola Sidik Jari
Ibu
jari
Telunjuk
Jari
tengah
Jari
Manis
Kelingking
1. Sri Suliah
Kanan Loop Loop Loop
Plain
Whorl
Loop
Kiri Whorl
Radial
Loop
Radial
Loop
Ulnar
Loop
Loop
2. Kartika S.
Kanan Loop
Tented
arch
Loop Loop Loop
Kiri
Ulnar
Loop
Tented
arch
Loop Loop Loop
3. Revti
Indah
Kanan Whorl Whorl Loop Whorl
Radial
Loop
Kiri Arch Loop Whorl Loop
Tented
arch
4. Elok Dyah
P.
Kanan
Radial
Loop
Linear
loop
Arch
Radial
Loop
Loop
Kiri Whorl
Tented
arch
Radial
Loop
Ulnar
Loop
Loop
5. Ade
Kurniawati
Kanan
Ulnar
loop
Ulnar
loop
Radial
loop
Radial
loop
Radial
loop
Kiri
Ulnar
loop
Ulnar
loop
Radial
loop
Radial
loop
Radial
loop
6. Uyun Kanan Loop Arch Loop Loop Loop
Kiri Loop Arch Loop Loop Arch
7. Alis
Kanan Arch
Plain
whorl
Accidental
whorl
Plain
whorl
Radial
loop
Kiri Whorl
Plain
whorl
Radial
loop
Plain
whorl
Radial
loop
8. Siti
Kanan Loop
Ulnar
Loop
Ulnar
Loop
Whorl
Accidental
whorl
Kiri Arch Whorl Arch Arch Arch
9. Devi
Kanan
Plain
whorl
Loop Loop
Plain
whorl
Loop
Kiri Whorl
Plain
whorl
Accidental
whorl
Plain
whorl
Plain
whorl
10. Dwi Kanan Loop Loop Loop Loop Loop
Kurniasari
Kiri Loop Arch
Radial
loop
Radial
loop
Whorl

V. Tabel Hasil Pengamatan

Tipe Jumlah
Arch 15
Whorl 24
Loop 61
Jumlah 100

Prosentase =

x 100%
Arch =


Whorl =

= 24 %
Loop =



Kemungkinan =

hitung

tabel
0, 0,5 (ditolak)
Jenis sidik
Jari
O E D

)

Arch
Whorl
Loop
15
24
61
5
25
70
10
-1
-9
1
0,01
0,81
Jumlah 100 100 0 1,82

Arch =

= 1
Whorl =

= 0,01
Loop =

= 0,81
Berdasarkan tabel X
2
nilai 1,82 kemungkinan terletak antara nilai 0,50 dan
0,30.

VI. PEMBAHASAN
Berdasarkan data hasil praktikum data

hitung didapatkan nilai 1,82


sedangkan nilai

pada tabel yaitu didapatkan angka antara 0,50-0,30,


melebihi taraf signifikansi 0,05. Jadi data tersebut > 0,05 dan dianggap sangat
signifikan pada table karena data yang didapatkan atau data hitung nilainya
lebih dari taraf signifikansi 0,05. Dilihat dari jumlah yang ada menujukkan
bahwa bentuk loop paling banyak, ini berarti bahwa orang tersebut
merupakan bagian dari orang yang berkulit putih dan hitam.
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan didapatkan data
mahasiswa yang memiliki tipe sidik jari arch 15 orang, whorl sebanyak 24
orang dan loop sebanyak 61 orang, semua data diambil dari 100 orang. Dapat
dilihat bahwa tipe pola sidik jari yang paling banyak dimiliki mahasiswa dari
100 orang yang di uji didapatkan paling banyak bertipe loop dengan jumlah
61 orang. Hal ini dikarenakan sesuai dengan teori yang dikemukan oleh
Galton (1892) yang mengklasifikasikan pola sulur rigi menjadi 3 kelompok
berdasarkan jumlah triradius yang terdapat pada ujung jari yaitu: Arch, Whorl
dan Loop. Galton (1892) menyatakan pola sidik jari yang paling banyak
ditemukan adalah pola sidik jari Loop yang banyak ditemukan baik pada
populasi orang kulit putih maupun kulit hitam. Pola Arch, tidak ada triradius.
Pola ini paling sedikit ditemukan, paling banyak ditemukan pada populasi
Bushman. Pada pola Arch, jumlah rigi adalah nol. Ini sesuai dengan data yang
diambil yang menunjukan jumlah pola arch paling sedikit, yaitu hanya 15
orang saja. Pola Wohrl, terdapat dua triradius. Banyak ditemukan pada
populasi Mongoloid, penduduk asli Australia, dan Melanesia di Pasifik dan
data praktikum yang didapat yaitu 24 orang.
Dalam populasi rata-rata, terdapat pola Arch sebanyak 5%, pola Loop
65 75%, dan pola Wohrl sebanyak 25 30%. Frekuensi pola sulur antara
laki-laki dan perempuan juga berbeda. Jumlah rigi rata-rata pada perempuan
sebanyak 127, sedangkan laki-laki memiliki jumlah yang lebih banyak yaitu
sebanyak 144.
Dalam praktikum ini nampak ada perbedaan pola sidik jari pada tiap-
tiap individu yang dujikan. Timbulnya berbagai variasi di dalam suatu kelas
fenotip ini disebabkan karena pengaruh gen ganda ( poligen atau multiple
gen). Poligen merupakan suatu seri gen ganda yang menentukan sifat secara
kuantitatif. Dalam hal ini, pewarisan sifat dikendalikan oleh lebih dari satu
gen pada lokus yang berbeda dalam kromosom yang sama atau berlainan.

VII. KESIMPULAN
Dari pembahasaan diatas dapat disimpulkan bahwa:
Jika

hitung

tabel maka praktikum diterima


Jika

hitung

tabel maka praktikum ditolak


Dan hasil praktikum kami diterima karena jumlah sampel yang
digunakan lebih banyak jika dibandingkan dengan jumlah taraf
signifikan pada

tabel.
Variasi fenotip yang didapatkan yang pada tiap individu dipengaruhi
oleh gen ganda (multiple gen).
Poligen merupakan suatu seri gen yang yang menentukan sifat secara
kuantitatif seperti pada pola sidik jari.
Pola Arch memiliki persentase paling sedikit dari populasi di dunia,
yaitu sekitar 5%. (sesuai hasil praktikum)
Pola memilki jumlah persentase yang sedang dari populasi di dunia,
yaitu sekitar 25%-30%. (sesuai hasil praktikum)
Pola Loop memiliki persentase paling banyak dari populasi di dunia,
yaitu sekitar 65%-75%. (sesuai hasil praktikum)





DAFTAR PUSTAKA

Henuhili, Victoria dan Suratsih. 2003. Common Textbook Genetika. Universitas
Negeri Yogyakarta.
Suryo. 2008. Genetika Strata-1. 12
th
ed. Gadjah Mada University Press.
Yogyakarta.
Sulistyoningsih, Mei, Dra. 2008. Petunjuk Pratikum Genetika. FPMIPA IKIP
PGRI SEMARANG
Yatim, wildan. 1986. Genetika. Bandung: Penerbit Tarsito.
Wolpoff, M.H. (1999) Paleoanthropology. USA: McGraw-Hill Companies, Inc.
Campbell, A. Neil , Jane B. Reece, Lawrance G. Mitchell.2002. Biology. Jakarta :
Erlangga