Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN MAGANG UNHAS DINAS KESEHATAN KOTA MAKASSAR

DAHYAR MASUKU


KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Tuhan semesta alam atas berkat-Nya, sehingga kami dapat
menyelesaikan Laporan Hasil Kegiatan Magang Administrasi Kebijakan Kesehatan
sebagaimana yang diharapkan. Adapun penyusunan laporan hasil kegiatan magang ini adalah
salah satu syarat yang hraus dipenuhi dan merupakan rangkaian dari mata kuliah pada
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin.
Dalam penyusunan laporan hasil kegiatan ini kami menghadapi berbagai hambatan dan
tantangan namun hal itu tidak mengurangi semangat kami dalam melaksanakan rangkaian
kegiatan dalam mengamati kegiatan di Dinas Kesehatan Kota Makassar, dan akhirnya
menyusunnya dalam bentuk laoran akhir.
Sebagai manusia biasa, kami menyadari bahwa laporan yang kami susun ini masih jauh
dari kesempurnaan mengingat terbatasnya kemampuan yang kami miliki. Karena itu, saran,
bimbingan, serta kritikan yang sifatnya membangun sangat kami harapkan.
Tidak lupa kami sampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak Dr. Darmawansyah SE, Ms selaku Ketua Jurusan Administrasi Kebijakan
Kesehatan FKM UNHAS.
2. Ibu dr. Hj. A. Naisyah T. Azikin, M. Kes selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota
Makassar
3. Ibu Balqis, SKM. M.Kes. M.Sc.PH selaku Pembimbing Institusi
4. Ibu Hartaty, SKM, M. Kes selaku Pembimbing Lapangan Magang Administrasi
Kebijakan Kesehatan di Dinas Kota Makassar.
5. Secara khusus kami ucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang terlibat
secara langsung maupun tidak langsung selama kegiatan magang, sampai selesainya
penyusunan laporan magang ini.
Demikianlah laporan ini kami susun, semoga bermanfaat sebagai bahan masukan untuk
perbaikan dan peningkatan kinerja khususnya di Dinas Kesehatan Kota Makassar demi
tercapainya status kesehatan yang setinggi-tingginya.
Makassar, Januari 2013

Tim Magang Administrasi
Kebijakan Kesehatan Dinas
Kesehatan Kota Makassar







BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Keberhasilan pembangunan kesehatan dalam waktu suatu wilayah ditandai dengan
meningkatnya derajat kesehatan masyarakat secara umum. Empat pilar utama yang harus
diperkuat dalam rangka mencapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal adalah
Pelayanan Kesehatan, Sumber Daya Kesehatan, Manajemen Kesehatan dan Kontribusi
sector-sektor Terkait. Penguatan ke empat pilar tersebut akan memberikan pengaruh positif
terhadap kondisi lingkungan, Perilaku Hidup Masyarakat dan Akses serta Mutu Pelayanan
Kesehatan.
Pembangunan kesehatan merupakan bagian dari pembangunan nasional yang
dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan serta ditujukan untuk meningkatkan
kesejahteraan rakyat secara menyeluruh. Dalam upayanya meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat, Dinas Kesehatan Kota Makassar dituntut untuk mampu menyusun dan
melaksanakan program-program peningkatan kesehatan dengan menerapkan manajemen.
Program Magang Administrasi dan Kebijakan Kesehatan adalah suatu proses belajar
dalam bentuk kegiatan praktis di suatu instansi, sehingga diharapkan dapat memberikan nilai
tambah dan pengalaman kerja kepada mahasiswa pada saat menyelasaikan pendidikan, selain
itu Program Magang Mahasiswa dipandang perlu untuk lebih mendekatkan dunia Perguruan
Tinggi dengan dunia kerja serta adanya keterkaitan dan kesepadanan antara teori dan praktek
di lapangan. Untuk hal tersebut, Jurusan Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas
Kesehatan Masyarakat akan melakukan penyesuaian-penyesuaian materi perkuliahan dengan
perkembangan dunia kerja yang mendukung perluasan wawasan serta kemampuan individu
mahasiswa.
Berdasarkan latar belakang diatas maka Magang Administrasi dan Kebijakan
Kesehatan kali ini dilaksanakan pada tanggal 02 sampai dengan 16 Januari 2013di Dinas
Kesehatan Kota Makassar.
B. Tujuan Magang

Secara umum tujuan dari program Magang Mahasiswa adalah memberikan pengalaman
kerja praktis di suatu instansi kepada mahasiswa dengan melibatkan berbagai aktifitas
sebagai bagian integral organisasi Dinas Kesehatan Kota Makassar.
Tujuan yang lebih rinci dapat dipaparkan sebagai berikut:
1. Meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang dunia kerja, bak dalam hal konsep
keilmuannya maupun aplikasi praktisnya.
2. Mengembangkan wawasan dunia kerja bagi mahasiswa, agar dapat meningkatkan
adaptasi kepribadian dan sosial kemasyarakatan.
3. Meningkatkan kemampuan analisa mahasiswa, khususnya terhadap masalah kesehatan
masyarakat.
4. Menggali hubungan keterkaitan dan kesepadanan antara perguruan tinggi dengan dunia
kerja.
Adapun secara khusus, magang yang dilaksanakan di bagian Administrasi Kebijakan
Kesehatan ini terbagai dalam tujuan umum dan tujuan khusus sebagai berikut:
1. Tujuan Umum
Secara umum tujuan dari magang ini adalah memberikan pengalaman praktis mahasiswa
Untuk mendapat informasi tentang visi, misi, struktur organisasi di Dinas Kesehatan
Kota Makassar
2. Tujuan Khusus
a. Mengetahui gambaran pelaksanaan manajemen sumber daya manusia Dinas
Kesehatan Kota Makassar
b. Mengetahui gambaran pelaksanaan manajemen perencanaan di Dinas Kesehatan
Kota Makassar
c. Mengetahui gambaran pelaksanaan manajemen program kesehatan di Dinas
Kesehatan Kota Makassar

C. Manfaat Magang

1. Bagi Mahasiswa
Mahasiswa dapat menimba pelajaran praktis dari lapangan dan membandingkan
ilmu yang diperoleh dengan dunia kerja yang sesungguhnya. Sehingga dapat
mempersiapkan diri dalam menghadapi kompetisi pendidikan.

2. Bagi Perguruan Tinggi
Perguruan Tinggi dalam hal ini Jurusan Administrasi Kebijakan Kesehatan
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin dapat memperkaya khasanah
dunia kerja melalui informasi yang diperoleh dari lapangan. Sehingga dapat melakukan
penyesuaian materi perkuliahan terhadap tuntutan dunia kerja yang pada akhirnya dapat
menghasilkan sarjana yang lebih kompetitif.

3. Bagi Tempat Magang
Di tempat magang mendapatkan bantuan mahasiswa yang masih memiliki idealism
dan penuh dengan ilmu-ilmu segar yang belum lama dipelajari dari bangku perkuliahan


BAB II
GAMBARAN UMUM LOKASI MAGANG
A. Keadaan Geografis

1. Letak Geografis

Dinas Kesehatan Kota Makassar terletak di ibukota provinsi Sulawesi Selatan
yaitu kota Makassar. Lokasi gedung Dinas Kesehatan Kota Makassar bertempat di
Kecamatan Rappocini. Gedung tersebut tepatnya berada bagian timur Dinas
Kependudukan dan Catatan Sipil, bagian selatan Jl. Teduh Bersinar, bagian Utara
rumah penduduk dan bagian barat Jl. Teduh Bersinar, Makassar. Kode pos : 900222

2. Keadaan Demografis
Jumlah penduduk Kota Makassar sampai dengan Tahun 2011 tercatat sebesar
1.352.136 jiwa (BPS Makassar). Tingginya tingkat pertumbuhan penduduk Kota
Makassar dimungkinkan akibat terjadinya arus urbanisasi karena faktor ekonomi,
melanjutkan pendidikan, disamping karena daerah ini merupakan pusat pemerintahan
dan pusat perdagangan di Kawasan Timur Indonesia. Adapun jumlah penduduk Kota
Makassar dari tahun 2009 2011 dapat dilihat pada Tabel II.1.
Tabel II.1
Jumlah dan Laju Pertumbuhan Penduduk Kota Makassar Tahun 2009-2011





Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Makassar
B. Keadaan Lingkungan Kerja Organisasi

1. Tugas Pokok dan Fungsi
Dinas Kesehatan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di Bidang
Kesehatan berdasarkan asas desentralisasi, dekonsentrasi, dan tugas pembantuan.
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Dinas Kesehatan
menyelenggarakan fungsi :
a. Penyusunan rumusan kebijaksanaan teknis di bidang pelayanan kesehatan,
pembinaan rumah sakit dan puskesmas, pemberantasan dan pencegahan penyakit,
kesehatan lingkungan dan peran serta masyarakat.

Tahun
Jumlah Penduduk
Kota Makassar
Laju Pertumbuhan
2009
2010
2011
1,272,349
1.339.374
1.352.136
1,65
1,65
1,65
b. Penyusunan rencana dan program di bidang pelayanan kesehatan, pembinaan
rumah sakit dan puskesmas, pemberantasan dan pencegahan penyakit, kesehatan
lingkungan dan peran serta masyarakat.
c. Pelaksanaan pengendalian dan penanganan teknis operasional pelayanan
kesehatan, pembinaan rumah sakit dan puskesmas, pemberantasan dan
pencegahan penyakit, kesehatan lingkungan dan peran serta masyarakat.
d. Pemberian perizinan dan pelayanan umum di bidang kesehatan meliputi
pelayanan kesehatan, pembinaan rumah sakit dan puskesmas, pemberantasan dan
pencegahan penyakit, kesehatan lingkungan dan peran serta masyarakat.
e. Penyelenggaraan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan bidang
tugas dan fungsinya.

Dalam melaksanakan tugas tersebut Kepala Dinas didukung oleh unsur organisasi
yang terdiri dari :
1. Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris yang mempunyai tugas melakukan
urusan perencanaan umum dan program, penyediaan data dan informasi
kesehatan, monitoring dan evaluasi program, kepegawaian, keuangan,
perlengkapan surat-menyurat , humas dan protokol, perpustakaan serta hukum
kesehatan.
2. Bidang Bina Pelayanan Kesehatan, dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang
mempunyai tugas melaksanakan pengaturan, pembinaan, dan pengawasan
kegiatan pelayanan kesehatan dasar, pelayanan kesehatan rujukan, dan pelayanan
kesehatan pengembangan dan penunjang.
3. Bidang Bina Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, dipimpin oleh
seorang Kepala Bidang yang mempunyai tugas melaksanakan pengaturan,
pembinaan, dan pengawasan pengendalian penyakit dan kejadian luar biasa,
pengamatan penyakit menular dan tidak menular, penanganan korban bencana
dan situasi khusus serta kegiatan penyehatan lingkungan.
4. Bidang Bina Kesehatan Masyarakat, dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang
mempunyai tugas melaksanakan pengaturan, pembinaan dan pengawasan upaya
pelayanan gizi masyarakat serta pelaksanaan promosi kesehatan dan
pemberdayaan masyarakat (individu dan kelompok)
5. Bidang Bina Pengembangan Sumber Daya Kesehatan dipimpin oleh seorang
Kepala Bidang yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pengaturan,
pembinaan dan pengawasan upaya pembiayaan dan jaminan kesehatan, upaya
pengembangan tenaga kesehatan dan pelaksanaan upaya farmasi dan perbekalan
kesehatan.

2. Struktur Organisasi

Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 20 Tahun 2005 tentang
Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Kesehatan Kota Makassar
dalam daerah Kota Makassar, mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian
kewenangan yang dilimpahkan oleh Walikota yaitu merumuskan, membina dan
mengendalikan kebijakan di bidang kesehatan meliputi pelayanan kesehatan,
pembinaan rumah sakit dan puskesmas, pemberantasan dan pencegahan penyakit,
kesehatan lingkungan dan peran serta masyarakat.
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Dinas Kesehatan di dukung
oleh organisasi dengan tugas Pembinaan Unit Pelaksana Teknis
Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, maka sesuai dengan PP 41 Tahun
2007 yang dituangkan dalam Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor : 03 tahun
2009, Dinas Kesehatan Kota Makassar mempunyai struktur organisasi sebagai berikut:
a. Kepala Dinas
b. Sekretariat :
Sub bagian Umum dan Kepegawaian.
Sub bagian Keuangan.
Sub bagian Perlengkapan
c. Bidang Pelayanan Kesehatan :
Seksi Kesehatan Dasar dan Rujukan
Seksi Kesehatan Khusus
Seksi Farmasi,Perbekalan Kesehatan, dan Pengawasan Obat dan Makanan
d. Bidang Bina Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan :
Seksi Pengendalian Penyakit.
Seksi Pengamatan Penyakit, Imunisasi dan Kesehatan Matra
Seksi Penyehatan Lingkungan
e. Bidang Bina Pengembangan Sumber Daya Kesehatan :
Seksi Perencanaan dan Pendayagunaan Program
Seksi Pengembangan Sarana, Tenaga Kesehatan dan Jaminan Kesehatan
Seksi Registrasi Dan Akreditasi
f. Bidang Bina Kesehatan Masyarakat :
Seksi Kesehatan Keluarga
Seksi Gizi Masyarakat
Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat
g. Unit Pelaksanan Teknis Dinas ( UPTD )

3. Visi

Pembangunan kesehatan di Kota Makassar diselenggarakan dalam upaya
mencapai Visi Makassar Kota Dunia Berlandas Kearifan Lokal. Sebagai salah satu
pelaku pembangunan kesehatan, maka dalam penyelenggaraan pembangunan
kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Makassar mengacu kepada dasar-dasar Pembangunan
Kesehatan yaitu : (1) Perikemanusiaan; (2) Pemberdayaan dan Kemandirian; (3) Adil
dan Merata; (4) Pengutamaan dan Manfaat, maka ditetapkan Visi Dinas Kesehatan
Kota Makassar yaitu :

MAKASSAR SEHAT MENUJU KOTA DUNIA
Masyarakat Sehat Menuju Kota Dunia adalah suatu kondisi dimana masyarakat
Kota Makassar menyadari, mau dan mampu untuk mengenali, mencegah dan mengatasi
permasalahan kesehatan yang dihadapi, sehingga dapat bebas dari gangguan kesehatan,
baik yang disebabkan oleh penyakit termasuk gangguan kesehatan akibat bencana,
maupun lingkungan dan perilaku yang tidak mendukung untuk hidup sehat.



4. Misi

Dalam rangka
mewujudkan Visi Dinas Kesehatan Kota Makassar yaitu Makassar Sehat Menuju Kota
Dunia,maka misi Dinas Kesehatan Kota Makassar adalah :
MEWUJ UDKAN WARGA KOTA YANG SEHAT
Dimana Dinas Kesehatan Kota Makassar harus mampu sebagai penggerak dan
fasilitator pembangunan kesehatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah bersama
masyarakat termasuk swasta, untuk mewujudkan rakyat sehat, baik fisik, sosial,
maupun mental/ jasmaninya














BAB III
MANAJEMEN INSTANSI

A. Manajemen Sumber Daya Kesehatan

Bidang Bina Pengembangan Sumber Daya Kesehatan dipimpin oleh seorng Kepala
Bidang yang mempunyai tugas pokok melaksanakan kebijakan pembangunan kesehatan,
pengaturan, pebinaan dan pengawasan, pembiayaan dan jaminan kesehatan, upaya
pengembangan sarana, tenaga kesehatan dan pelaksanaan upaya farmasi, makanan, minuman
serta alat kesehatan.
Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut diatas, Bidang bina pengembangan Sumber
Daya kesehatan mempunyai fungsi sebagai berikut :
1. Penyiapan bahan pelaksanaan upaya pembiayaan dan jaminan kesehatan, upaya
pengembangan tenaga kesehatan dan pelaksanaan upaya farmasi serta alat kesehatan
2. Pembinaan dan pengendalian upaya pembiayaan dan jaminan kesehatan,
pengembangan saranan, tenaga kesehatan, farmasi, makanan minuman, serta alat
kesehatan;
3. Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai bidang tugasnyauntuk melaksanakan tugas
pokok dan fungsi tersebut diatas, bidang bina Pengembangan Sumber Daya Kesehatan
mempunyai rncian tugas: Menyusun rencana kegiatan bidang bina pengembangan
sumber daya kesehatan sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas
4. Mendistribusikan tugas-tugas tertentu dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas kepada
bawahan sehingga pelaksanaan tugas verjalan lancar
5. Memantau, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dan kegiatan bawahan
untuk mengetahiu tugas-tugas yang telah dilaksanakan dan belum dilksanakan
6. Membuat konsep, mengoreksi, memaraf dan mendatangani naskah dinas
7. Mengikuti rapat-rapat sesuai bidang tugasnya
8. Merencanakan program tahunan dan lima tahunan upaya pembiayaan dan jaminan
kesehatan, upaya pengembangan saranan dan tenaga kesehatan dan upaya farmasi,
makanan minuman dan alat kesehatan
9. Melaksanakan bimbingan teknis dan pengendalian upaya peningkatan pembiayaan dan
jaminanan kesehatan
10. Melaksanakan kepesertaan, pemeliharaan kesehatan dan pembiayaan jaminanan
pemeliharaan kesehatan Renstra Dinkes Kota Makassar
11. Meningkatkan kapasitas peaku jaminan pemeliharaan kesehatan
12. Melaksanakan registrasi, akreditasi dan sertifikasi sarana pendidikan dan tenaga
kesehatan serta sarana dan prasarana kefarmasian sesuai dengan peraturan prundang-
undangan
13. Melaksanakan pemberian rekomendasi izin sarana pendidikan kesehatan
14. Melaksanakan monitoring da evaluasi institusi pendidikan tenaga dan sarana kesehatan
Skala Kota Makassar
15. Melaksanakan koordinasi dengan organisasi profesi
16. Melaksakan pra akreditasi diklat dan akreditasi pelatihan
17. Memfasilitasi, kerjasama dan mengordinir tenaga kesehatan keluar negeri
18. Melaksakan bimbingan dan pengendalian pelaksanaan pengembangan sarana dan
tenaga kesehatan dengan mengacu pada standar/ praturan perundang-undangan yang
terkait
19. Meningkatkan pengawasan pelaksanaan kebijakan dan standar program pendidikan dan
pelatihan sarana dan tenaga kesehatan
20. Meningkatkan ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan yang bermutu, aman,
bermanfaat dan terjangkau
21. Meningkatkan pemerataan obat obat dan perbekalan kesehatan
22. Meningkatkan pengawasan mutu,khasiat, keamanan, kosmetika dan alat perbekalan
kesehatan rumah tangga
23. Meningkatkan pengendalian dan pengawasan penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika,
Zat Adiktif dan bahan berbahaya lainnya
24. Meningkatkan bimbingan dan pengendalian mutu pelayanan kefarmasian
25. Meningkatkan mutu farmasi komunitas dan farmasi klinik dalam rangka pelayanan
kesehatan komprehensif dan didukung oleh tenaga yang profesional
26. Melaksanakan koordinasi lintas sektor dan program dalam upaya pelayanan farmasi
dan peralatan kesehatan Renstra Dinkes Kota Makasar
27. Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas bidang bina pengembangan sumber daya
kesehatan dan memberikan sarana pertimbangan kepada atasan sebagai bahan
perumusan kebijakan
28. Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas bidang bina pengembangan sumber daya
kesehatan dan memberikan sarana pertimbangan kepada atasan sebagai bahan
perumusan kebijakan
29. Melakukan tugas kedinasan lainyang diperintahkan oleh atasan sesuai bidang tugasnya
untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas.


B. Manajemen Perencanaan, Monitoring dan Evaluasi
Monitoring, rencana program umum, dan evaluasi merupakan salah satu tugas pokok
dari sekretariat.
1. Sub Bagian Program adalah salah satu sub bagian dari kesekretariatan, sub ini
dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang mempunyai tugas melaksanakan
urusan perencanaan umum dan program, penyediaan data dan informasi kesehatan
serta penyusunan laporan kinerja dan evaluasi program. Tugas dimaksud di atas dapat
dirinci sebagai berikut :
Memfasilitasi, mengkoordinir dan menyampaikan laporan hasil penyusunan
perencanaan umum dan program tahunan dan lima tahunan tingkat Dinas
Kesehatan Kota Makassar.
Bimbingan dan pengendalian norma, standar, prosedur dan kriteria bidang
kesehatan.
Melaksanankan dan melaporkan hasil monitoring dan evaluasi program
berdasarkan sumber pembiayaan (Dekonsentrasi Pinjaman/Hibah Luar Negri,
Tugas Pembantuan, DAK dan Desentralisasi).
Melakukan evaluasi kerja Dinas Kesehatan Kota Makassar .
Menyelenggarakan dan Mengkordinir kajian / penelitian dan pengembangan
kesehat yang mendukung perumusan kebijakan Kota Makassar.
Mengelola pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) kesehatan
skala Kota Makassar.
Mengelola dan mengkordinir pelaksanaan sistem informasi kesehatan (SIK).
Menyusun dan melaporkan Laporan tahunan Dinas Kesehatan dan Profil
Kesehatan Tahunan.
Menyelenggarakan administrasi umum dan perlengkapan dalam sub bagiannya.
Menyelenggarakan pembelanjaran organisasi (Learning Organization) dalam sub
bagiannya, baik dalam bentuk rapat-rapat bulanan maupun yang bersifat
pendidikan dalam jabatan/on the job training.
Melaksanakan koordinasi lintas program dan sektor sesuai dengan bidang
tugasnya
Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh sekretaris sesuai dengan bidang
tugasnya.
2. Sub bidang keuangan, bidang ini mempunyai tugas sebagai berikut:
Menyususn perencanaan tahunan dan lima tahunan yang berkaitan dengan
urusan umum dan keuangan
Menginventarisasi, mengelola dan melaporkan hasil pemungutan sumber-
sumber pendapatan kota
Melaksanakan verifikasi pertanggung jawaban keuangan
Mengelola, dan melaporkan pertanggung jawaban anggaran dan belanja Dinas
sesuai dengan peraturan yang berlaku
Mengklarifikasi dan menindaklanjuti Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP)
Melaksanakan dan melaporkan tugas-tugas kebendaharakan: Gaji, Barang,
Pengeluaran dan lain-lain sesuai dengan bidang tugasnya.
Mengelola LP2P dan KP-4
Menyelenggarakan pembelajaran organisasi (Learning Organization) dalam sub
bagiannya, baik dalam, bentuk rapat-rapat bulanan maupun yang bersifat
pendidikan dalam jabatan/on the job training.
Menyusun pertanggungjawaban dengan menggunakan SAI
Melaksanakan koordinasi lintas program dan sektor sesuai dengan bidang
tugasnya.
Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh sekretaris seusia dengan bidang
tugasnya
3. Sub bagian umumdan kepegawaian memiliki tugas pokok sebagai berikut:
Menyusun kebutuhan pegawai tahunan dan lima tahunan, sesuai kebijakan dan
kebutuhan yang ada
Melaksanakan pembinaan pegawai negeri sipil, baik pembinaan karier maupun
pembinaan kompetensi
Memfasilitasi pendidikan dan pelatihan SDM Aparatur Kesehatan termasuk
Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS)
Menyelenggarakan upaya kesejahteraan pegawai negeri sipil serta mengelola
pemberian penghargaan Satya Lencana Karya Satya, Manggala Bakti Husada dan
Pegawai Kesehatan Teladan
Menyelenggarakan administrasi umum dan administrasi kepegawaian, sesuai
dengan bidang tugasnya dan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku
Melaksanakan, memantapkan dan mengembanhkan Sistem Informasi
Manajemen Kepegawaian (SIMKA) dan sejenisnya
Mengkoordinir dan mengelola penempatan dan pendayagunaan dokter spesialis
dan tenaga stratejik lainnya serta Pegawai Tidak Tetap (PTT)
Melaksanakan bimbingan teknis dan operasional, monitoring dan evaluasi
pelaksanaan kegiatan administrasi umum dan perlengkapan serta administrasi
kepegawaian yang menjadi tanggung jawabnya
Mengelola dan memantapkan Sistem Akuntansi Barang Milik Kota / Milik
Negara
Menyelenggarakan pembelajaran organisasi (Learning Organization) dalam sub
bagiannya, baik dalam bentuk rapat-raoat bulanan maupun yang bersifat
pendidikan dalam jabatan / on the job training
Menyelenggarakan kehumasan dan keprotokoleran tingkat dinas
Menyelenggarakan perpustakaan kesehatan dan kearsipan
Menyelenggarakan hukum kesehatan sesuai dnegan tingkat perkembangan
pembangunan kesehatan
Melaksanakan urusan rumah tangga dinas
Melaksanaakn koordinasi lintas program dan lintas sektor sesuai dengan bidang
tugasnya
Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris sesuai dengan bidang
tugasnya.

C. Manajemen Bina Kesehatan Masyarakat

Nomenklastur jabatan non struktural pada seksi rumah sakit dan puskesmas terdiri dari
a. Pengelola laporan rumah sakit
b. Pengelola laporan pembinaan puskesmas

1. Pengelola laporan rumah sakit sebagaimana dimaksud mempunyai tugas mengelola laporan
rumah sakit serta mengumpulkan, menganalisa data, dan mengevaluasi untuk tercapainya
pelayanan kesehatan rumah sakit sesuai yang direncanakan
Uraian tugas yang dimaksud adalah :
Mengelola tugas dan petunjuk kerja yang diberikan atasan
Mengelola laporan R.L I
Mengelola laporan R.L II
Mengelola laporan R.L III
Mengelola laporan R.L IV
Mengelola laporan triwulan rumah sakit
Melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada atasan
Melaksanakan tugas kedinasan lain sesuai bidangnya masing-masing
2. Pengelola laporan pembinaan puskesmas memiliki tugas mengelola laporan dan
membimbing serta mengevaluasi kegiatan/pelayananuntuk mencapai kinerja puskesmas dan
target sesuai rencana program
Uraian tugas yang dimaksud adalah :
Mempelajari tugas dan petunjuk kerja yang diberikan atasan
Mengelola laporan LB I, LB II, LB III, dan LB IV
Mengelola laporan puskesmas
Mengelola laporan puskel, laboratorium
Mengelola laporan kinerja (kegiatan puskesmas)
Mengelola laporan kegiatan gigi
Mengelola laporan RSP/RBP
Mengelola kegiatan ektra korikuler (P3K) dan pengobatan Cuma-Cuma
penyunatan
Melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada atasan
Melaksanakan tugas kedinasan lain sesuai bidangnya




BAB IV
HASIL KEGIATAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Kegiatan

Pelaksanaan kegiatan magang di Dinas Kesehatan Kota Makassar mulai dari tanggal 02
Januari 2013 sampai dengan 16 Januari 2013, dari Jam 08.00 16.00 WITA. Selama
Pelaksanaan kegiatan magang kami ditugaskan pada tiga bagian yaitu Bidang Bina
Pengembangan Sumberdaya Manusia, Bidang Bina Pelayanan Kesehatan dan Seksi
Perencanaan dan Pendayagunaan Program Kesehatan. Berikut hasil kegiatan selama
pelaksanaan kegiatan magang.

1. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia
a. Membantu petugas memproses Surat Izin Praktek Dokter Umum, Dokter Gigi,
Dokter Spesialis dan Surat Izin Apoteker
b. Mengimput data permohonan Surat Izin Praktek ke dalam data base petugas
penanggung jawab
c. Menyusun berkas Surat Izin Praktek Dokter Umum, Dokter Gigi, Dokter
Spesialis dan Surat Izin Apoteker
d. Membuat Format Permohonan Izin
e. Melaksanakan tugas tugas lain yang diberikan oleh pegawai
2. Bidang Bina Kesehatan Masyarakat


3. Seksi Perencanaan dan Pendayagunaan Program Kesehatan

B. Pembahasan Hasil Kegiatan

Berdasarkan hasil kegiatan diatas maka dapat diuraikan Pelaksanaan kegiatan magang
di Dinas Kesehatan Kota Makassar sebagai berikut :

1. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia
a. Proses Surat Izin Praktek Dokter Umum, Dokter Gigi, Dokter Spesialis dan Surat
Izin Apoteker yang meliputi langkah-langkah berikut :
Pemohon (dokter umum/gigi/spesialis) datang dengan membawa beberapa
kelengkapan administrasi berikut :
- Foto copy Surat Tanda Registrasi (STR) dokter, dokter gigi/dokter
spesialis yang telah dilegalisir oleh Konsil Kedokteran Indonesia
- Rekomendasi dari Organisasi Profesi
- Foto Copy KTP yang masi berlaku
- Surat keterangan dari koligium bagi dokter spesialis
- Surat Keterangan dari sarana pelayanan kesehatan sebagai tempat
praktek
- Surat persetujuan dari pimpinan instasi/sarana pelayanan kesehatan
tempat bekerja, khusus bagi dokter yang bekerja di sarana pelayanan
kesehatan pemerintah
- Pas Photo ukuran 3 x 4 (3) lembar dan 4 x 1 (1)
- Map plastik tertutup warna merah untuk dokter umum, warna kuning
untuk dokter gigi dan warna hijau untuk dokter spesialis
Pemohon (dokter umum/gigi/spesialis) diwajibkan mengisi formolir
Permohonan Surat Izin Praktek yang telah di siapkan oleh Dinas Kesehatan
Petugas Dinas Kesehatan memeriksa kelengkapan administrasi permohonan
Surat Izin Praktek, jika semua persyaratan administrasi tersebut diatas
lengkap maka Surat Izin Praktek di proses dalam jangka waktu 1 hari kerja,
akan tetapi bila ada persayaratan administrasi yang tidak lengkap maka
pemohon di arahkan untuk melengkapi administrasi yang kurang
Petugas memproses Surat Izin, kemudian di copy 1 lembar untuk paraf hirarkis
oleh kepala bidang dan kepala seksi sebelum di tandatangani kepala dinas
kesehatan
Setelah diparaf maka Surat Izin Praktek di ajukan ke Kepala Dinas Kesehatan
untuk ditanda tangani.
b. Mengimput data permohonan Surat Izin Praktek ke dalam data base petugas
penanggung jawab yang meliputi, Nama, Tempat tanggal lahir, Alamat, Nomor
Surat Izin Praktek, Nomor Surat Rekomendasi profesi, alamat tempat praktek
c. Menyusun berkas Surat Izin Praktek Dokter Umum, Dokter Gigi, Dokter Spesialis
dan Surat Izin Apoteker berdasarkan Abjad dan klasifikasi Sub Spesialis
d. Membuat Format Permohonan Izin sebagai berikut
Membuat Format Berita Acara Peninjauan Laboratorium,
Membuat Format Permohonan mendapatkan sertifikat Industri Rumah Tangga
(IRT)
Membuat Format Permohonan Baik Hygiene Sanitasi Depot Air Minum Isi
Ulang
Membuat Format Permohonan Rekomendasi Pest Control Untuk Pengguna
Pestisida
Membuat Format Permohonan Sertifikat Laik Restoran Rumah Makan
Membuat Format Permohonan Surat Terdaftar Pengobatan Tradisional (STPT)
e. Melaksanakan tugas tugas lain yang diberikan oleh pegawai seperti foto copy
berkas dll

2. Bidang Bina Kesehatan Masyarakat

a. Membuat format tabel untuk laporan LB I dari seluruh puskesmas di Kota
Makassar
b. Menginput data jumlah kunjungan pasien kesehatan gigi dan mulut dari seluruh
puskesmas di Kota Makassar. Data bulan November dan Desember 2011.
c. Menginput dan mengkategorikan data pada seksi kesehatan dasar bagian olahraga
d. Membuat tabel untuk laporan jumlah kunjungan pasien berdasarkan cara
pembayaran seperti askes, jamkesmas, jamkesda, umum, dll
e. Mengumpulkan dan mengklasifikasi data jumlah kunjungan pasien berdasarkan
cara pembayaran askes, umum, jamkesmas, jamkesda, dll dari puskesmas di Kota
Makassar
f. Menginput data hasil pemeriksaan gizi dari seluruh puskesmas di kota makassar
tahun 2012
g. Membuat dokumentasi hasil kegiatan baksos
h. Melaksanakan tugas lain-lain dari pegawai seperti memasukkan file-file di lemari
dll

3. Seksi Perencanaan dan Pendayagunaan Program Kesehatan
a. Membuat daftar isi dan sampul berkas-berkas
b. Input data jumlah kunjungan rawat jalan, rawat inap, dan kunjungan gangguan
jiwa di sarana pelayanan kesehatan Kota Makassar tahun 2012
c. Membuat daftar rumah sakit berdasarkan klasifikasinya
d. Membuat daftar rumah sakit berdasarkan statusnya
e. Mencari dan merangkumkan beberapa materi untuk website Dinkes
f. Pengurusan No. Surat keluar pengambilan data profil kesehatan
g. Penginputan data matriks Renja 2013
h. Penginputan data jumlah kasus DBD menurut jenis kelaminnya, kecamatan dan
puskesmas kota Makassar Tahun 2012
i. Menginput data persentase rumah / bangunan bebas jentik nyamuk AEDES
Menurut Kecamatan dan Puskesmas kota Makassar 2012
j. Menginput data jumlah kasus DBD menurut jenis kelamin, kecamatan, dan
puskesmas kota Makassar 2012
k. Mempelajari LAKIP Dinkes Tahun 2011 (Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah)
l. Kerja laporan (sampul, kata pengantar, dan daftar isi)
m. Mempelajari RENJA (Rencana Kerja)
n. Mempelajari profil kota Makassar Tahun 2012
o. Mengkonfirmasi data profil jumlah tenaga medis, keperawatan, kesehatan
masyarakat, dan teknisi medis serta fisioterapis