Anda di halaman 1dari 49

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Manusia sebagai makhluk sosial dan sebagai makhluk komunikasi,
tidak pernah terlepas dari simbol dan tanda- tanda dalam kehidupannya
yang diciptakan baik secara alamiah ataupun diciptakan oleh manusia itu
sendiri. Sebagai makluk yang dikaruniai daya pikir, manusia juga dikarunia
ketrampilan untuk berkomunikasi dengan indah dan modern, sehingga
manusia dapat melintasi rintangan jarak dan waktu untuk bekomunikasi.
Dengan ini terciptalah simbol- simbol maupun tanda yang memberikan
makna tersendiri pada gejala- gejala yang terjadi di dalam lingkungan di
mana manusia itu tinggal.
Hal ini membuktikan bahwa manusia sudah mampu mempunyai
kebudayaan tersendiri untuk membangun komunikasi yang lebih canggih
daripada peradaban sebelumnya. Kemampuan manusia membangun
komunikasi ini tidak terlepas dari peran bahasa, peran simbol dan peran
tanda yang membantu manusia untuk saling beruhubungan antara satu
dengan lainnya.
Manusia mempunyai kecakapan yang aktif dengan menggunakan
tanda dan simbol terlebih bahasa sebagai alat perantara untuk
menyampaikan maksud pikiran mereka. ahasa mempunyai definisi sistem
lambang atau arbiter, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk
bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasi diri.
!arry !. arker "dalam Deddy Mulyana,#$$%& bahasa berfungsi
sebagai penamaan atau penjulukan merujuk pada usaha mengidentifikasikan
objek, fungsi interaksi menekankan berbagi gagasan dan emosi, dan melalui
'
bahasa, informasi dapat disampaikan kepada orang lain, inilah yang disebut
fungsi transmisi dari bahasa. (ujuan bahasa pun sama mengikuti fungsinya
yaitu menghubungkan pesan atau informasi antar sesama manusia.
(anpa bahasa hakekatnya manusia mati secara sosial. ahasa
mempunyai kekuatan tersendiri untuk manusia dalam menunjukkan segala
bentuk ide, konsep, dan pengertian dari hasil pemikiran manusia, yang mana
sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan indikator perkembangan
intelektual dan sosial seseorang. Dari sudut aksiologi dan ontology, bahasa
merupakan alat penyampaian pesan yang berkonotasi emotif, afektif, dan
penalaran.
ahasa erat kaitannya dengan cara berpikir seseorang. )ola pikir
seseorang terlihat dari cara ia membahasakan segala sesuatu hal. Salah satu
bentuk dari proses pemaparan pikiran adalah pidato. )idato merupakan hasil
proses pemikiran seseorang yang mana dituangkan dengan berbicara kepada
khalayak umum dengan memberikan urutan pemaparan dalam bentuk
sistematis yang berupa sebuah topik informasi dengan tujuan khalayak
pendengar dapat mengetahui dan mengikuti maksud komunikator tersebut.
)roses pemikiran lain yang dapat dituangkan manusia lewat
berbahasa adalah dengan retorika dan propaganda. Sejatinya retorika
terkenal dengan seni berbicara. *ika dilihat dari asal kemunculannya,
retorika berasal dari bahasa +unani rhetor, bahasa ,nggris orator, yang
berarti mahir berbicara dihadapan umum "-ahyono, './.01$&. Sedangkan
di sisi lain menurut 2arl ,.Ho3land ")ropaganda0 #$$4& propaganda berarti
usaha untuk merumuskan secara tegas a5as- a5as penyebaran informasi serta
pembentukan opni dan sikap, yang sering kali propaganda dianggap sebagai
suatu usaha dalam melakukan komunikasi yang bersifat persuasif,
direncanakan untuk mempengaruhi pandangan dan tingkah laku indi3idu-
indi3idu agar sesuai dengan keinginan dari propagandis "orang yang
melakukan propaganda&.
#
)idato, retorika, dan propaganda sering kali dipakai sebagai alat
komunikasi politik, karena ketiga-tiganya mempunyai bentuk, tujuan dan
fungsi yang hampir sama yaitu untuk mempengaruhi orang lain agar dapat
mengikuti kemauan dari orang yang melakukan ketiga kegiatan seni
berbahasa tersebut. erbicara mengenai komunikasi politik tentulah yang
tergambar adalah unsur-unsur politik yang melingkupi dan mendasari
kegiatan pidato, retorika dan propaganda.
erbicara tentang politik, tidak terlepas dari pembicaraan mengenai
kebijakan. Kebijakan merupakan ide atau rencana yang telah disetujui
bersama oleh sekelompok orang tertentu, partai politik, ataupun pemerintah.
Kebijakan dikeluarkan oleh orang yang mempunyai kuasa atas suatu
pembuatan dan penentuan keputusan, yang salah satunya adalah presiden.
)residen di sini dititikberatkan bertugas sebagai pembuat kebijakan untuk
menentukan solusi dari suatu isu, permasalahan ataupun tujuan yang penting
yang ingin disampaikan kepada negaranya atau dalam bentuk kerja sama
terhadap negara lain.
6dapun kebijakan dalam bentuk kerja sama terhadap negara lain
yang bersifat politik disebut dengan kebijakan luar negeri. Suatu kebijakan,
khususnya kebijakan dalam bidang politik luar negeri identik dengan sikap
politik yang dimiliki seseorang atau suatu negara. Definisi kebijakan luar
negeri diberikan oleh Holsti "'..#0.#&, ia mengatakan, kebijakan luar negeri
adalah aksi-aksi atau ide -ide yang dibuat oleh para pembuat keputusan
untuk memecahkan masalah atau mengembangkan beberapa perubahan di
dalam lingkungan yaitu dalam kebijakan, sikap, tindakan, dan aksi negara.
*ika sikap politik ini diberlakukan terhadap kondisi negara lainnya,
maka politik luar negerilah yang menjadi acuannya. )olitik luar negeri
adalah wawasan internasional yang dimaknai sebagai sebuah identitas yang
menjadi karakteristik pembeda suatu negara dengan negara-negara lain di
dunia. )olitik luar negeri merupakan paradigma besar yang dianut sebuah
7
negara tentang cara pandang negara tersebut terhadap dunia. *ika melihat
konsep bahasa dan sikap politik, dapat diberikan kesimpulan, bahwa hasil
pertautan antara bahasa dan sikap politik suatu negara adalah kebijakan,
khususnya dalam bidang politik luar negeri.
erkaitan dengan hal komunikasi politik luar negeri yang dilakukan
oleh arrack 8bama, dalam penelitian ini penulis mengambil topik
komunikasi politik yang dilakukan oleh )residen 6merika arrack 8bama
ketika mengadakan kuliah umum di 9ni3ersitas ,ndonesia pada tanggal '$
:o3ember #$'$. Dalam melakukan komunikasi politik luar negerinya,
)residen 6merika arrack 8bama menggunakan teknik berpidato yang
didalamnya juga menggunakan unsur retorika sebagai pencitraan seorang
pemimpin kulit hitam muda pertama yang berhasil menjadi presiden
6merika Serikat yang ke- 11 dari kemampuan atas kekuatan berbahasanya
yang komunikatif.
Kedatangan )residen 8bama ke ,ndonesia tahun #$$. untuk pertama
kalinya merupakan tindak lanjut dari kunjungan yang telah diawali oleh
Hillary 2linton, Menteri !uar :egeri 6merika Serikat. Kunjungan tersebut
juga dilatarbelakangi oleh kenangan akan masa kecilnya yang dihabiskan
empat tahun di *akarta, namun dari sudut pandang politik, tujuan tersebut
memiliki makna upaya arrack 8bama dalam memperbaiki hubungan baik
dengan negara-negara ,slam. Salah satu negara ,slam dalam 6sia (enggara
adalah ,ndonesia, yang mana diketahui negara ,ndonesia adalah negara yang
mayoritas warga negaranya memeluk agama ,slam, dan juga berpengaruh
dalam organisasi islam ,nternasional seperti 8K, "8rganisasi Konfrensi
,slam&, 6S;6:, dan organisasi dunia lainnya.
Dalam memperbaiki hubungan bilateral 6merika Serikat dengan
negara- negara islam, diketahui bahwa sejak pemerintahan )residen <eorge
-. ush sebelum 8bama, 6merika Serikat sangat bersikukuh untuk
memerangi teroris yang terjadi di kawasan (imur (engah. ,ni ditunjukkan
1
dengan perang dingin melalui perang teluk antara 6S dan hubungan kubu
komunitas muslim yang terbagi atas kubu komunitas muslim garis keras
"Ma5rui, #$$1& dan kubu muslim 6sia (enggara yang melibatkan negara
Malaysia dan ,ndonesia.
Ditunjukkan dengan negara 6S banyak berkonflik secara terbuka
dengan berperang dan lewat embargo ekonomi maupun secara terselubung
melalui dukungan politik bagi pihak-pihak tertentu di negara kubu
komunitas muslim garis keras, sedangkan pada kubu muslim 6sia (enggara
membangun aliansi secara politik dengan pemerintahan-pemerintahan lokal
maupun ekonomi melalui bisnis multinasionalnya "Heller, #$$.&. anyak
yang dikemukakan lewat pidato 8bama mengenai kebijakan politik antara
6S dan ,ndonesia selain mengajak untuk memerangi terorisme.
)residen 8bama juga mengajak ,ndonesia memperkuat kerjasama
bilateral antar kedua belah negara yaitu antara bidang ekonomi,
pembangunan, in3estasi, isu perubahan iklim dan juga transfer teknologi
dari negara sebesar 6merika (Perspektif Online, % =ebruari #$'$& dan juga
menyangkut masa depan politik luar negeri ,ndonesia. Kedatangannya
mengindikasikan konfrensi yang mempromosikan demokrasi 6S dan
menekankan pada kontra terorisme selama kunjungannya ke ,ndonesia.
Seperti yang dikutip dalam situs whitehouse.go3 0
"Briefing by White House Press Secretary >obert <ibbs, #?'?'$&,
The President and the First ady !ill be tra"eling to #ndonesia and
$ustralia in the second half of %arch& This trip is an i'portant part of the
President(s continued effort to broaden and strengthen the partnerships that
are necessary to ad"ance our security and prosperity& #ndonesia is the
!orld(s fourth 'ost populous country, the third largest de'ocracy) is ho'e
to the largest %usli' population in the !orld) and an i'portant partner in
the *+,-&
+ang berarti )residen 8bama dan ,bu :egara akan melakukan
perjalanan ke ,ndonesia dan 6ustralia dalam pertengahan Maret. )erjalanan
ini merupakan bagian yang penting bagi usaha )residen untuk memperluas
%
dan memperkuat kerjasama yang perlu dalam kemajuan keamanan dan
kemakmuran negaranya. ,ndonesia adalah negara ke empat yang
mempunyai padat penduduk, negara ketiga terbesar dalam demokrasi@ dan
tempat tinggal populasi Muslim terbesar di dunia@ dan menjadi kerabat
penting dalam <#$@
Sekilas jika berbicara mengenai )residen arrack 8bama, ia adalah
keturunan 6frika-6merika pertama yang menjabat )residen 6merika Serikat
setelah sebelumnya merupakan keturunan 6frika-6merika pertama yang
dicalonkan oleh sebuah partai politik besar 6merika untuk menjadi
presiden. 8bama terkenal public speakingnya yang menyentuh dengan kata-
kata yang bermuatan propaganda yaitu, .es/ We 0an/-& Maksud
pernyataan dari kata tersebut adalah 8bama sebelum menjabat sebagai
presiden 6S, ia berupaya menunjukkan kepada warga masyarakat 6merika
tentang perubahan yang dibawanya.
)encitraan masyarakat muda 6merika yang menyukai perubahan
dapat ditunjukkan dengan sepenggal kata tersebut. Dengan memenggal
kalimat .es/ We 0an/- ada pesan yang ingin ia sampaikan yaitu dengan
kemampuannya sebagai pemimpin muda, ia mampu untuk membangun
negara adidaya tersebut menuju pembaharuan. Kata ini sangat kuat makna
sehingga mempunyai bias sampai terkenal di seluruh dunia. Selain .es/ We
0an/-, 8bama juga sangat terkenal dengan sosok kepemimpinannya yang
sangat karismatik yang cocok sebagai kepala negara adidaya yaitu negara
6merika Serikat
Dalam pidato kemenangannya yang disampaikan di depan ratusan
ribu pendukungnya di (aman <rant di 2hicago, 8bama menyatakan bahwa
Aperubahan telah tiba di 6merika.B !ahir di Hawaii, 8bama akan menjadi
)residen 6S pertama yang lahir di luar Daratan 6merika Serikat. ,a juga
akan menjadi )residen termuda kelima ketika menjabat dan yang kedua
sejak !incoln yang basis politik utamanya terletak di ,llinois. )residen
C
terpilih 8bama disumpah sebagai )residen 6merika Serikat ke-11 pada
tanggal #$ *anuari #$$..
Ketika melakukan komunikasi poilitik, 8bama terkenal sangat
komunikatif dengan audience-nya. (erdapat banyak penggunaan kode dan
simbol-simbol komunikasi politik dalam pidatonya tersebut melakukan
kontak mata atau tatapan langsung terhadap pendengarnya, adapun gesture
yang dicitrakan untuk memperkuat dan mempertegas kalimat yang
diucapkannya, juga penekanan kalimat yang dalam intonasi ketika
membacakan pidatonya tersebut.
(idak hanya terkenal dengan penggunaan kode 3erbal dan non3erbal
yang dipakai dalam menjalankan fungsi komunikasi politik, 8bama juga
terkenal dengan citra seorang pemimpin muda yang sangat berpengaruh di
negerinya sendiri dan hampir seluruh pelosok dunia dengan perawakannya
yang mendukung citranya tersebut. Dengan latar belakang budayanya yang
meliputi setengah 6frika-6merika, 8bama dapat merepresentasikan ras-nya
"warna kulit hitam& dalam melakukan perubahan di negaranya sendiri.
)eneliti juga mengkaitkan penulisan penelitian ini dengan bidang
studi yang berkaitan yaitu Hu'an 1elation yang mana terdapat banyak
unsur, salah satunya Public Speaking dan khususnya pencitraan terlebih
komunikasi interpersonal bedasarkan hubungan bedasarkan komponen
"ochner, '.4/& yang terjadi selama kegiatan komunikasi politik yang
dilakukan antara )residen arrack 8bama dan khalayak pendengar.
edasarkan permasalahan yang telah dijabarkan di atas, maka
peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai, Representasi
Pesan Komunikasi Politik Pidato Barrak !"ama # Analisis $emiotika
$aussare% Pesan &er"al dan Non'er"al Pidato Barrak !"ama di
Uni'ersitas Indonesia(. Sepengetahuan dari penulis dengan melihat
contoh kasus mengenai pidato arrack 8bama yang dilakukan di
9ni3ersitas ,ndonesia pada '$ :o3ember #$'$, belum ada yang memuat
4
penelitian dengan judul yang sama. Hal ini dapat dibuktikan dengan
pencarian judul penelitian pada internet dan sumber- sumber lainnya.
)eneliti memakai analisis retorika =erdinand De Saussure, yang mana
terkenal dengan ahli penanda dan pertanda makna dalam linguistik.
Sehingga, dalam penelitian ini penulis mencoba untuk menganalisa pidato
yang dilakukan oleh )residen arrack 8bama dengan mengartikan apa
makna dari pesan 3erbal dan non3erbal yang terkandung di balik
komunikasi politiknya tersebut.
1.) Rumusan *asala+
>umusan masalah yang sesuai dengan penulisan bedasarkan latar
belakang masalah di atas adalah, A6pa makna dari pesan representasi
komunikasi politik Derbal dan :on3erbal yang terdapat dalam pidato
)residen arrack 8bama ketika mengadakan kuliah umum di 9ni3ersitas
,ndonesia pada '$ :o3ember #$'$E
1., -u.uan Penelitian
(ujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan
mendeskripsikan makna pesan representasi komunikasi politik 3erbal dan
non3erbal yang terkandung pada pidato )residen arrack 8bama di 9,
tanggal '$ :o3ember #$'$.
1./ 0okus Penelitian
9ntuk menghindari lingkup penulisan yang terlalu luas, sehingga
dapat mengaburkan tujuan penulisan, maka peneliti membatasi masalah
pada mencari dan mendeskripsikan makna pesan reprensentasi komunikasi
politik 3erbal dan non3erbal yang terkandung pada pidato )residen arrack
8bama di 9ni3ersitas ,ndonesia pada tanggal '$ :o3ember #$'$ dengan
menggunakan studi analisis semiotika pertanda dan penandaan =erdinand
De Saussure.
/
1.1 *an2aat Penelitian
1.1.1 *an2aat Akademis
Secara akademis, penulisan ini menambah khasanah ilmu
pengetahuan di bidang Hu'an 1elation kepada mahasiswa *urusan ,lmu
Komunikasi dalam rangka menumbuh-kembangkan wawasan tentang studi
semiotika yang terkandung dalam sebuah pidato, pencitraan dan bagaimana
penerapan Hu'an 1elation yaitu public speaking dapat tercapai dengan
baik dalam berpidato, beretorika, dan aksi propaganda lewat komunikasi
politik yang dilakukan oleh )residen 6merika arrack 8bama.
1.1.) *an2aat -eoritik
Secara teoritis, penulisan ini dapat menjadi masukan dan
pemahaman analisis dalam pengembangan teori-teori komunikasi
khususnya Hu'an 1elation yaitu memperluas aplikasi kajian teori
semiotika =erdinand De Saussure terhadap analisis teks dalam petanda dan
penandaan, memberikan pemahaman analisis semiotika Saussure khususnya
pada teks pidato berdasarkan perspektif penulis pada semiotika Saussure,
memberikan sumbangan pemikiran Saussure terhadap teks pidato arrack
8bama, dan dapat menjadi rujukan yang diperluas untuk mengkaji berbagai
teks lainnya.
1.1., *an2aat Praktis
Secara praktis, penulisan ini dapat menjadi masukan bagi pihak-
pihak yang berkompeten, menambah pengetahuan berkenaan dengan hasil
penelitian ini dan dapat memberikan sumbangsih pemahaman mengenai
perilaku politik 3erbal dan non3erbal semiotik )residen arrack 8bama
dalam merepresentasikan seorang pemimpin yang mempunyai kekuatan
retorika lewat komunikasi politik dalam menyampaikan pidatonya. Dan
dapat menjadi tempat bagi penulis untuk menerapkan ilmu yang diperoleh
.
selama masa kuliah serta memperluas cakrawala pengetahuan, memperluas
kajian analisis pesan dan tanda semiotika terhadap teks pidato.
'$
BAB II
-IN3AUAN PU$-AKA DAN LANDA$AN -E!RI
).1 Ka.ian Empirik
6da beberapa penulisan sebelumnya yang peneliti gunakan untuk di
lihat sebagai studi pustaka dari penelitian sebelumnya yang berjudul,
4ANALI$I$ 5A6ANA KRI-I$ -ERHADAP RE-!RIKA
HUBUN7AN I$LA* DAN A*ERIKA $ERIKA- DALA* PIDA-!
!BA*A DI KAIR!% *E$IR yang diambil dari judul skripsi mahasiswi
=akultas ,lmu )engetahuan udaya )rogram Studi ,nggris, 9ni3ersitas
,ndonesia, *uli #$'$, =ebrianisa Mutiara.
Dalam penulisannya tersebut, =ebrianisa Mutiara mengkaji )idato
)residen arrack 8bama ketika berada di Kairo Mesir dalam kunjungannya
membahas hubungan bilateral 6merika dan negara- negara ,slam yang salah
satunya adalah Mesir. )enelitian dilihat dari sebuah struktur retorika teks
dengan menggunakan (eori Struktur >etorika yang dikembangkan oleh
!inguis -illiam 2. Mann dan Sandra 6. (hompson. Metode yang
digunakan dalam penelitiannya adalah 6nalisis -acana Kritis dengan
menggunakan metode penelitian kualitatif secara eksplanatif yang
dikembangkan oleh :orman =airclough.
Dengan tujuan dapat menghasilkan pemaparan yang komperhensif
tanpa melepaskan teks tersebut dari konteksnya dan berharap pembaca dapat
melihat kompleksitas dan kedalaman struktur hierarkis dalam tataran tekstua
pidato tentang sebuah retorika.
)enelitian ini diambil oleh penulis sebagai perbandingan
pengamatan penelitian yang menitikberatkan pada penelitian tekstual pada
pidato. +ang memedakan antara penulisan =ebrianisa Mutiara dengan
''
penulis adalah =ebrianisa Mutiara menggunakan metode 6nalisis -acana
Kritis, sedangkan penulis menggunakan metode analisis studi semiotika
=erdinand De Saussure dan menambah komponen sasaran penelitian yaitu
pesan 3erbal dan non3erbal komunikasi yang digunakan dan melihat
kekuatan retorika pada pidato )residen arrack 8bama.
).) Ka.ian -eoritik
).).1 $emiotika
Semiotika berasal dari kata +unani, yaitu0 se'eion yang berarti
tanda. Dalam pandangan )iliang, penjelajahan semiotika sebagai metode
kajian ke dalam berbagai cabang keilmuan ini dimungkinkan karena ada
kecenderungan untuk memandang berbagai wacana sosial sebagai fenomena
bahasa. Dengan kata lain, bahasa dijadikan model dalam berbagai wacana
sosial. erdasarkan pandangan semiotika, bila seluruh praktek sosial dapat
dianggap sebagai fenomena bahasa, maka semuanya dapat juga dipandang
sebagai tanda. Hal ini dimungkinkan karena luasnya pengertian tanda itu
sendiri ")iliang,'../0#C#&. Semiotika adalah ilmu yang mempelajari tentang
suatu tanda "sign&.
Dalam ilmu komunikasi BtandaB merupakan sebuah interaksi makna
yang disampaikan kepada orang lain melalui tanda-tanda. Dalam
berkomunikasi tidak hanya dengan bahasa lisan saja namun dengan tanda
tersebut juga dapat berkomunikasi. 6da atau tidaknya peristiwa, struktur
yang ditemukan dalan sesuatu, suatu kebiasaan semua itu dapat disebut
tanda. Sebuah bendera, sebuah isyarat tangan, sebuah kata, suatu
keheningan, gerak syaraf, peristiwa memerahnya wajah, rambut uban,
lirikan mata dan banyak lainnya, semua itu dianggap suatu tanda "Foe5t,
'..70'/&.
Dalam semiologi, penerima atau pembaca pesan, dipandang
memiliki peran yang aktif, dibandingkan dalam paradigma transmisi di
'#
mana mereka dianggap pasif. Semiologi lebih suka memilih istilah
ApembacaB untuk komunikan, karena ApembacaB pada dasarnya aktif dalam
menciptakan pemaknaan teks atau tanda "sign& dengan membawa
pengalaman, sikap, emosi terhadap teks atau tanda tersebut "=iske0'..$&.
Semiotika menurut erger memiliki dua tokoh, yakni =erdinand de
Saussure "'/%4-'.'7& dan 2harles Sander )eirce "'/7.-'.'1&. Kedua tokoh
tersebut mengembangkan ilmu semiotika secara terpisah dan tidak
mengenal satu sama lain. Saussure di ;ropa dan )eirce di 6merika Serikat.
!atar belakang keilmuan adalah linguistik, sedangkan )eirce filsafat.
Saussure menyebut ilmu yang dikembangkannya semiologi (se'iology&.
).).) *aam8 *aam $emiotika
Menurut )atenda dalam Sobur "#$$C0'$$&, ada sembilan macam
semiotika yang dikenal sekarang, yaitu0
'. Semiotik 6nalitik
Semiotik analitik adalah semiotik yang menganalisis sistem tanda.
Menurut )ierce, semiotik berobjekkan tanda dan menganalisisnya menjadi
ide, objek, dan makna. ,de dapat dikatakan sebagai lambang, sedangkan
makna adalah beban yang terdapat dalam lambang yang mengacu pada
objek tertentu.
#. Semiotik Deskriptif
Semiotik deskriptif adalah semiotik yang memperhatikan sistem tanda
yang dapat kita alami sekarang, meskipun ada tanda yang sejak dahulu tetap
seperti yang disaksikan sekarang.
'7
7. Semiotik =aunal "2oo se'iotic&
Semiotik =aunal adalah semiotik yang khusus memperhatikan sistem
tanda yang dihasilkan oleh hewan.
misalnya aungan srigala menandakan adanya serigala di tempat aungan
terdengar.
1. Semiotik Kultural
Semiotik kultural adalah semiotik yang khusus menelaah sistem tanda
yang berlaku dalam kebudayaan masyarakat tertentu.
%. Semiotik :aratif
Semiotik :aratif adalah semiotik yang menelaah sistem tanda dalam
narasi yang berwujud mitos dan cerita lisan "=olkkore&
C. Semiotik :atural
Semiotik natural adalah semiotik yang khusus menelaah sistem tanda
yang dihasilkan oleh alam. Misalnya cuaca yang mendung menandakan
akan terjadinya hujan.
4. Semiotik :ormatif
Semiotik normatif adalah semiotik yang khusus menelaah sistem tanda
yang di buat oleh manusia yang berwujud norma-norma, misalnya rambu-
rambu lalu lintas.
/. Semiotik Sosial
Semiotik sosial adalah semiotik yang khusus menelaah sistem tanda
yang dihasilkan oleh manusia yang berupa lambang.
'1
.. Semiotik Struktural
Semiotik struktural adalah semiotik yang khusus menelaah sistem tanda
yang dimanifestasikan melalui struktur bahasa.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan semiotik struktural yang
mana menjelaskan sistem tanda yang terdapat dalam teks pidato )residen
arrack 8bama dan juga pesan 3erbal komunikasi politik yang dicitrakan
dengan intonasi suara )residen arrack 8bama.
).)., $emiotika Dalam Perspekti2 0erdinand De $aussure
(eori Semiotik ini dikemukakan oleh =erdinand De Saussure "'/%4-
'.'7&. Dalam teori ini semiotik dibagi menjadi dua bagian "dikotomi& yaitu
penanda "signifier3 dan petanda "signified3. tanda mempunyai dua entitas,
yaitu signifier (signifiant?wahana tanda?penanda? mengutarakan?simbol& dan
signified (signifie?makna?petanda?yang diutarakan?thought of reference&.
(anda menurut Saussure adalah kombinasi dari sebuah konsep dan sebuah
sound4i'age yang tidak dapat dipisahkan.
)emikiran De Saussure ini dapat di jelaskan melalui bagan elemen
pengertian pada gambar kerangka berikut0
7am"ar 1.1 Bagan Elemen Pengertian 0erdinand De $aussure
$um"er 9 Lili:eri% Komunikasi $er"a Ada $er"a *akna% );11
'%
SIGNFIED
SIGNIFIER
Hubungan antara signifier dan signified adalah arbitrary "mana
suka&. (idak ada hubungan logis yang pasti diantara keduanya, yang mana
membuat teks atau tanda menjadi menarik dan juga problematik pada saat
yang bersamaan "erger, '../0 4-/&. )enanda dilihat sebagai bentuk atau
wujud fisik dapat dikenal melalui wujud karya arsitektur, sedang petanda
dilihat sebagai makna yang terungkap melalui konsep, fungsi dan?atau nilai-
nlai yang terkandung didalam karya arsitektur.
;ksistensi semiotika Saussure adalah relasi antara penanda dan
petanda berdasarkan kon3ensi, biasa disebut dengan signifikasi. Semiotika
signifikasi adalah sistem tanda yang mempelajari relasi elemen tanda dalam
sebuah sistem berdasarkan aturan atau kon3ensi tertentu. Kesepakatan sosial
diperlukan untuk dapat memaknai tanda tersebut. Menurut Saussure, tanda
terdiri dari0 unyi-bunyian dan gambar, disebut signifier atau penanda, dan
konsep-konsep dari bunyi-bunyian dan gambar, disebut signified&
Dalam berkomunikasi, seseorang menggunakan tanda untuk
mengirim makna tentang objek dan orang lain akan menginterpretasikan
tanda tersebut. 8bjek bagi Saussure disebut AreferentB. Hampir serupa
dengan )eirce yang mengistilahkan interpretant untuk signified dan ob5ect
untuk signifier, bedanya Saussure memaknai AobjekB sebagai referent dan
menyebutkannya sebagai unsur tambahan dalam proses penandaan. 2ontoh0
ketika orang menyebut kata AanjingB "signifier3 dengan nada mengumpat
maka hal tersebut merupakan tanda kesialan "signified&. egitulah, menurut
Saussure, Signifier dan signified merupakan kesatuan, tak dapat
dipisahkan, seperti dua sisi dari sehelai kertas.B "Sobur0 #$$C&.
Saussure mengembangkan bahasa sebagai suatu sistim tanda.
Semiotik dikenal sebagai disiplin yang mengkaji tanda, proses menanda dan
proses menandai. ahasa adalah sebuah jenis tanda tertentu. Dengan
demikian dapat dipahami jika ada hubungan antara linguistik dan semiotik.
Saussure menggunakan kata GsemiologiH yang mempunyai pengertian sama
dengan semiotika pada aliran )ierce.
'C
Kata se'iotics memiliki ri3al utama, kata se'iology. Kedua kata ini
kemudian digunakan untuk mengidentifikasikan adanya dua tradisi dari
semiotik. (radisi linguistik menunjukkan tradisi-tradisi yang berhubungan
dengan nama-nama Saussure sampai Hjelmsle3 dan arthes yang
menggunakan istilah semiologi. Sedang yang menggunakan teori umum
tentang tanda-tanda dalam tradisi yang dikaitkan dengan nama-nama )ierce
dan Morris menggunakan istilah se'iotics.
Kata Semiotika kemudian diterima sebagai sinonim dari kata
semiologi ",stanto0#$$$&. Saussure kemudian merumuskan dua cara
pengorganisasian tanda kedalam kode, yaitu0
'. )aradigmatik
Merupakan sekumpulan tanda yang dari dalamnya dipilih satu
untuk digunakan.. dalam semiotic, paradigmatik digunakan
untuk mencari oposisi- oposisi "simbol- simbol& yang ditemukan
di dalam teks "tanda& yang bias membantu memberikan makna.
Dengan kata lain, bagaimana oposisi- oposisi yang tersembunyi
dalam teks menggeneralisasi makna.
#. Syntagmatik
Merupakan pesan yang dibangun dari paduan tanda- tanda yang
dipilh. 2ontohnya, rambu lalu lintas adalah sintagma, yakni
paduan dari bentuk- bentuk pilihan dengan simbol pilihan.
Dalam bahasanya, misalnya, kosakata adalah paradigm dan
kalimat adalah sintagma. Dalam semiotic, sintagmadigunakan
untuk menginterpretasikan teks "tanda& bedasarkan urutan
kejdian atau peristiwa atau kejadia yang memberikan makna atau
bagaimana urutan peristiwa atau kejadia menggeneralisasi
makna.
enny H. Hoed dalam bukunya Semiotik I Dinamika Sosial
udaya membahas empat konsep penting dari Saussure yang perlu
'4
dipahami.
'. (eori Sosial tentang ahasa dan (anda ahasa0 Signifiant4
Signifier
ahasa adalah alat komunikasi dalam masyarakat yang
menggunakan sistem tanda yang maknanya dipahami secara kon3ensional
oleh anggota masyarakat bahasa yang bersangkutan. (anda bahasa terdiri
dari dua unsur yang tak terpisahkan yakni unsur citra akustik "bentuk&
"signifiant6penanda& dan unsur konsep "signifie?petanda&. Kedua unsur itu
tak terpisahkan seperti dua sisi selembar kertas. Hubungan antara pendanda
dan pertanda, yakni antara bentuk dan makna, didasari kon3ensi dalam
kehidupan sosial. Kedua unsur itu terdapat dalam kognisi para pemakai
bahasa.
#. Hubungan 6ntartanda
Menurut Saussure, bahasa menggunakan tanda yang dimaknai secara
kon3ensional. (anda-tanda bahasa itu tersusun dalam rangkaian yang
disebutnya rangkaian JsintagmatikJ. Dalam hal ini, tanda bahasa berada
dalam relasi sintagmatik, yakni rangkaian tanda yang berada dalam ruang
dan waktu yang sama atau relasi in praesentia. 2ontoh yang dapat kita
berikan dari bahasa ,ndonesia adalah0
6li --K makan --K nasi.
9rutan ketiga kata itu tidak bersifat sebarang, tetapi dipedomani oleh
kaidah (langue& bahasa ,ndonesia. *adi, arah panah pada contoh di atas tidak
hanya memperlihatkan urutan "karena bahasa bersifat linear&, tetapi juga
hubunga fungsi sintaktis0
Subjek --K )redikat --K 8bjek.
Kata-kata "baca0 unsur bahasa& yang berada dalam relasi sintag
gmatik tersusun dalam sebuah struktur. Kita dapat melihat pada kalimat di
atas adanya struktur, yakni unsur-unsur "6li, makan, nasi& yang masing-
'/
masing menempati Jtempat kosongJ yang kita sebut JgatraJ. Sesuai dengan
kaidah (langue& ahasa ,ndonesia, gatra dapat diisi oleh unsur bahasa
tertentu. *adi, gatra adalah Jtempat kosongJ yang terdapat sebelum, di antara
dan sesudah panah, dalam contoh di atas, yang dapat kita sebut gatra0
"'& --K "#& --K "7&.
Dalam sintaksis "'&, "#&, dan "7& masing-masing disebut fungsi
sintaksis dan dalam hal ini setiap fungsi itu dapat diisi kata tertentu sesuai
kaidah bahasa ,ndonesia. Dalam contoh yang pertama 6li --K makan --K
nasi, gatra "'& dapat diisi oleh kata seperti 6mat, ,da, ia, mereka atau kucing
saya. :amun, kata-kata itu tidak dapat berada di ruang "dan waktu& yang
sama. Hubungan antara kata-kata itu bersifat asosiatif.
Kata-kata yang dapat masuk ke dalam suatu gatra itu tergolong
dalam kategori yang sejenis, biasanya dianggap masuk dalam paradigma
yang sama. Hal yang sama juga terjadi pada makan yang memunyai relasi
asosiatif dengan kata seperti menanak, menyendok dan membungkus nasi.
egitu seterusnya, setiap gatra hanya dapat diisi unsur bahasa yang
memenuhi syarat tertentu. 8leh karena itu relasi asosiatif kemudian disebut
juga sebagai relasi paradigmatik.
)ada tataran langue, setiap penutur bahasa menguasai semacam
jejaring unsur-unsur bahasa yang terolong-golong dalam paradigma. *adik,
sekaligus semua unsur itu dapat saling membedakan diri. *ejaring ini disebut
sistem.
7. (eori tentang JangueJ dan JParole7
Dalam memahami bahasa sebagai alat komunikasi dan sebagai
gejala sosial, De Saussure melihat ada dua tataran yang berkaitan satu sama
lain. ahasa sebagai gejala sosial disebut JlanggageJ yang terdiri atas dua
tataran. (ataran pertama--pada tataran sosial atau lintas indi3idu--adalah
yang disebut Jlangue7, yakni tataran konsep dan kaidah. (ataran
dibawahnya adalah yang disebutnya 7paroleJ, yakni tataran praktik
berbahasa dalam masyarakat.
'.
Menurut De Saussure langue "kaidah& menguasai parole "praktik
berbahasa&. (anpa menguasai langue seorang tidak dapat ikut serta
mempraktikkan langage dalam sebuah masyarakat bahasa. *adi, kita tidak
akan dapat mempraktikan parole bahasa 9rdu kalau kita tidak menguasai
dulu langue dari langage 9rdu. Konsep ini dapat diterapkan pada gejala
non3erbal. De Saussure memberi contoh yang sangat terkenal yaitu
Jpermainan caturJ.
)ara pemain sebagai Jkomunitas pecatruJ menguasai kaidah
permainan tersebut, yakni langue, antara lain aturan tentang cara
menjalankan setiap jenis bidak catur, misalnya JkudaJ mengikuti gerakan
Jhuruf !J, JrajaJ hanya bisa bergerak satu kotak demi satu kota, JratuJ dapat
bergerak melewati semua kotak kecuali berjalan secara diagonal, dan
seterusnya. Kaidah itu mengarahkan bagaimana pecatur harus menjalankan
bidaknya, yaitu parole.
1. ahasa yang 9tama adalah yang !isan
ertentangan dengan pandangan Derrida "yang juga akan dibahas
dalam artikel lain&, Saussure meyakini bahwa bahasa tulis merupakan
JturunanJ dari bahasa lisan. *adi bahasa yang utama adalah bahasa lisan.
ahasa yang sebenarnya adalah bahasa lisan. ,ni merupakan kritik terhadap
para peneliti bahasa yang terlampau terfokus pada bahasa tulis yang oleh de
Saussure dipandang sebagai Jtidak alamiahJ.
Setelah berbicara tentang Jlangue7 dan Jparole7 sebagai baian dari
JlangageJ, Saussure membicarakan pentingnya bahasa lisan. J!angageJ
yang utama adalah bahasa lisan, yang merupakan objek kajian utama
linguistik. Menurut Saussure, tulisan sering dianggap bahasa yang
@menurunkan bahasa lisan karena penelitian bahasa-bahasa kuno "seperti
+unani, !atin dan Sansekerta& memberikan citra bahwa bahasa tertulis lebih
berprestise. )adahal tulisan adalah turunan dari bahasa lisan yang menurut
de Saussure diatur oleh Jlangue7, sedangkan tulisan merupakan sistem yang
berbeda. ahasa lisan juga dianggap yang utama karena menurut Saussure
#$
makna lebih dekat pada yang lisan daripada yang tertulis. 8bjek kajian
utama linguistik adalah bahasa lisan.
Karena hubungan antara penanda dan petanda secara bersamaan
membentuk tanda, keduanya tidak terlepas satu sama lain. Dengan
demikian, keduanya membentuk satu kesatuan--yakni tanda--yang
seringkali "konsep seperti ini& disebut struktur. egitu pula hubungan antara
7langueJ dan Jparole7 "sebagai bagian dari Jlangage73, keduanya berkaitan
satu sama lain secara tak terpisahkan, sehingga membentuk sebuah struktur,
yakni Jlangage-.
)emikiran Saussure juga mempunyai gaung yang kuat dalam
rumpun ilmu-ilmu sosial budaya secara umum dan akhirnya menjadi sumber
ilham bagi sebuah paham pemikiran yang dinamakan strukturalisme.
)rinsip-prinsip linguistik Saussure dapat disederhanakan kedalam butir-butir
pemahaman sebagai sebagai berikut 0
'. ahasa adalah sebuah fakta sosial.
#. Sebagai fakta sosial, bahasa bersifat laten, bahasa bukanlah
gejala-gejala permukaan melainkan sebagai kaidah-kaidah yang
menentukan gejala-gejala permukaan, yang disebut sengai
langue& angue tersebut termanifestasikan sebagai parole, yakni
tindakan berbahasa atau tuturan secara indi3idual.
7. ahasa adalah suatu sistem atau struktul tanda-tanda. Karena itu,
bahasa mempunyai satuan-satuan yang bertingkat-tingkat, mulai
dari fonem, morfem, klimat, hingga wacana.
1. 9nsur-unsur dalam setiap tingkatan tersebut saling menjalin
melalui cara tertentu yang disebut dengan hubungan
paradigmatik dan sintakmatik.
%. >elasi atau hubungan-hubungan antara unsur dan tingkatan
itulah yang sesungguhnya membangun suatu bahasa. >elasi
menentukan nilai, makna, pengertian dari setiap unsur dalam
bangunan bahasa secara keseluruhan.
C. 9ntuk memperoleh pengetahuan tentang bahasa yang prinsip-
#'
prinsipnya yang telah disebut di atas, bahasa dapat dikaji
melalui suatu pendekatan sinkronik, yakni pengkajian bahasa
yang membatasi fenomena bahasa pada satu waktu tertentu,
tidak meninjau bahasa dalam perkembangan dari waktu ke
waktu "diakronis&.
)., Batasan Konsep
).,.1 Konsep Komunikasi
Komunikasi menurut De Dito "'..4& mengacu pada tindakan, oleh
satu orang atau lebih, yang mengirim dan menerima pesan yang terdistorsi
gangguan, terjadi dalam konteks tertentu, mempunyai pengaruh tertentu, da
nada kesempatan untuk melakukan umpan balik. Menurut Harold D.
!aswell, cara tepat untuk menerangkan komunikasi dengan menjawab
pertanyaan, ASiapa yang menyampaikan, apa yang disampaikan, melalui
saluran apa, kepada siapa dan apa pengaruhnyaEB.
Sedangkan menurut Hafied 2angara "#$$/& istilah komunikasi
berpangkal pada perkataan latin 0o''unis yang artinya membuat
kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih.
Singkatnya definisi komunikasi merujuk pada suatu proses bertukar pesan
antara orang yang mengirim pesan "komunikator& kepada pihak yang
menerima pesan "komunikan& dengan menggunakan media sebagai
perantaranya dan kemudian mempunyai feedback yaitu tangapan balik dari
komunikan atas penyamaan makna yang sudah diterima.
Komunikasi menjadi hal yang penting bagi manusia untuk saling
berhubungan dengan sesamanya. Harold D. !aswell menyebutkan ada tiga
fungsi dasar yang menjadi penyebab komunikasi menjadi sangat penting
bagi manusia yaitu adalah hasrat manusia untuk menggontrol
lingkungannya, adalah upaya manusia untuk dapat beradaptasi dengan
##
lingkungannya, yang ketiga adalah upaya untuk melakukan transformasi
warisan sosialisai.
)rofesor Da3id K. erlo dari Michigan State 9ni3ersity menyebut
secara ringkas bahwa komunikasi sebagai instrument dari interaksi sosial
berguna untuk mengetahui dan memprediksi orang lain, juga untuk
mengetahui keberadaan diri sendiri dalam menciptakan keseimbangan
dengan masyarakat "yrnes,'.C%&.
6da empat tujuan atau motif komunikasi yang dikemukakan secara
sadar atau tidak, dikenal dan sebaliknya, juga tidak perlu mereka yang
terlibat "komunikator dan komunikan& meyepakati tujuan komunikasi antara
lain, yaitu menemukan yang dalam pengertiannya yaitu penemuan akan diri@
berhubungan dengan orang lain sebagai moti3asi yang kuat@ untuk
meyakinkan untuk mengubah sikap dan perilaku@ dan untuk menghibur diri
"De Dito, '..407'-77&. Memang ada tujuan-tujuan lain menurut para ahli,
tetapi penulis menjabarkan empat tujuan sebagai yang utama dalam proses
berkomunikasi.
Dalam ruang lingkupnya, komunikasi menggambarkan bagaimana
seseorang menyampaikan sesuatu lewat bahasa atau simbol-simbol tertentu
kepada orang lain dimana manusia sebagai pelaku komunikasi baik terjadi
secara tatap muka langsung atau dengan menggunakan media komunikasi
sebagai perantara pesan.
6dapun unsur-unsur yang terdapat dalam komunikasi yaitu sumber
yang membuat dan mengirim pesan@ pesan yaitu informasi yang dibawa@
media yaitu alat yang digunakan untuk memindahkan pesan dari tempat
yang satu ketempat yang lain@ penerima yaitu pihak yang menjadi pihak
penerima pesan@ pengaruh atau efek adalah perbedaan yang terjadi sebelum
dan sesudah penerima menerima pesan@ tanggapan balik sebagai bentuk
pengaruh yang berasal dari penerima@ dan lingkungan dimana faktor- faktor
atau situasi dapat mempengaruhi proses pengiriman pesan.
#7
Menurut pakar komunikasi bukan hanya definisi komunikasi yang
berhak untuk di klasifikasi atas pembagiannya tetapi juga dalam bentuk
komunikasi yang dapat diklasifikasi. Klasifikasi dibagi bedasarkan atas
sudut pandang masing- masing pakar menurut pengalaman dan bidang studi
yang dialami. *oseph De Dito "0o''unicology0 './#& membagi komunikasi
kedalam empat macam, yakni komunikasi intrapribadi@ komunikasi
antarpribadi@ komunikasi kelompok kecil@ komunikasi publik@ dan
komunikasi massa.
).,.) Pesan &er"al dan Non'er"al
Dalam proses komunikasi yang dilakukan antara manusia, salah satu
unsur yang terpenting dalam melakukan proses komunikasi adalah pesan
"'essage&. )esan, komunikator, dan komunikan tidak dapat terlepas antara
satu dengan yang lain, tetapi menjadi keterkaitan didalamnya. (ujuan dari
komunikasi itu sendiri adalah mencoba membawa pesan atau informasi
yang hendak disampaikan antara manusia kepada sesamanya.
)esan dapat disampaikan dengan cara melakukan tatap muka atau
jika tidak dapat berlangsung dapat juga diperbantukan dengan menggunakan
media komunikasi. Ha3ied 2hangara "#$$%& menyebutkan bahwa isi pesan
dapat berupa ilmu pengetahuan, hiburan, informasi, nasihat, bahkan
propaganda. Dalam bahasa ,nggris pesan diterjemahkan dengan kata
'essage, content, atau infor'ation. )esan kemudian dalam
penyampaiannya dibagi menjadi pesan 3erbal dan pesan non3erbal.
).,.).1 Pesan &er"al
)esan 3erbal dalam penggunaanya sering memakai bahasa. 6loliliweri
"'%0'..1& mengatakan bahasa sebagai alat komunikasi "lisan maupun
tulisan& yang mempunyai fungsi- fungsi yang dapat dipahami penuturnya
atau untuk dipahami para penuturnya. =ungsi- fungsi tersebut dikelompokan
kedalam empat fungsi utama yaitu menjadi identitas, sebagai wahana
#1
interaksi sosial, sebagai wahana kartasis atau dengan kata lainnya sebagai
konsep yang dalam psikologi menjelaskan mengenai proses pembebasan
manusia dari setiap tekanan, dan sebagai manipulasi "6rnold dan Hirsch0
'..4&.
Komunikasi 3erbal merupakan pesan- pesan lisan yang dikirimkan
melalui suara. Komunikasi lisan biasanya melibatkan simbol- simbol 3erbal
dan non3erbal sedangkan komunikasi tertulis merupakan komunikasi
melalui kata- kata yang ditulis atau dicetak. Komunikasi 3erbal-tertulis
berurusan dengan penciptaan dan pengiriman pesan. )esan lisan diucapkan
terus-menerus dengan suara yang menghubungkan kata demi kata,
sedangkan dalam komunikasi tertulis, kata- kata tampak berbeda satu sama
lain karena dikelilingi oleh spasi, koma, titik koma, dan titik "!iliweri, 74/0
#$''&.
)esan 3erbal terbagi atas bahasa lisan dan tertulis. ;fekti3itas bahasa
lisan dilihat dari pengucapan dalam berbicara, kejelasan kata yang
diucapkan, kosakata, rasa percaya diri, suara nada dan gaya. Sedangkan
pada bahasa tertulis terdapat Bperangkat penulisanB yang merujuk pada
factor yang mempenagruhi kapasitas seseorang seperti mendengar,
membaca, kemampuan berpikir, memori, kekuatan pengamatan dan
kekuatan belajar, kemampuan mengumpulkan dan menganalisa informasi,
daya imajinasi, satuan bahasa, kemampuan menulis, dan kemampuan
mendayagunakan medium "!iliweri, 7/'0 #$''&.
).,.).) Pesan Non'er"al
Komunikasi non3erbal adalah komunikasi yang menggunakan
pesan-pesan non3erbal. ,stilah non3erbal biasanya digunakan untuk
melukiskan semua peristiwa komunikasi di luar kata-kata terucap dan
tertulis. Secara teoritis komunikasi non3erbal dan komunikasi 3erbal dapat
dipisahkan. :amun dalam kenyataannya, kedua jenis komunikasi ini saling
jalin menjalin, saling melengkapi dalam komunikasi yang kita lakukan
#%
sehari-hari.
Sobur "#$$.& mendefenisikan pesan non3erbal kedalam komunikasi
tanpa bahasa, tanpa kata makan pesan non3erbal berarti tanda minus bahasa
atau tanda minus kata. erbeda dengan De Dito, mengungkapkan pesan
non3erbal adalah pesan yang dikomunikasikan oleh gerakan tubuh, gerakan
mata, ekspresi wajah, sosok tubuh, penggunaan jarak "ruang&, kecepatan,
dan 3olume bicara bahkan juga keheningan "'..40'44&. Menurutnya dengan
sikap- sikap seperti ini kita dapat melihat apa yang ada di balik pesan- pesan
3erbal yang AjelasB.
*ika dirangkum kedua pengertian ahli, definisi mengenai pesan non
3erbal berupaya untuk menjadi subtitut atau pengganti pesan 3erbal ketika
bahasa tidak mampu bekerja dan diolah menjadi pesan dan peran dari tiap-
tiap anggota tubuh bekerja untuk menarik sehingga terciptanya sebuah
pencapaian pesan pada komunikan.
(erdapat enam ciri umum dari pesan- pesan non3erbal seperti
bersifat komunikatif, kontekstual, paket, dapat dipercaya, dikendalikan oleh
aturan, dan seringkali bersifat metakomunikasi. Semuanya ini dinamakan
uni"ersal. 6da enam fungsi utama dari pesan non3erbal menurut para
periset non3erbal ";kman, '.C%@ Knapp, '.4/& seperti untuk menekankan
beberapa bagian dari pesan 3erbal, untuk melengkapi dan memperkuat
makna dari pesan 3erbal, untuk menujukkan kontradiksi, mengatur dalam
hal ini mengendalikan dan mengisaratkan pesan, untuk mengulangi atau
menegaskan sebuah pesan dan untuk menggantikan pesan 3erbal.
!iliweri "#$''& mengkategorikan pesan-pesan non3erbal sebagai
berikut0
a. )esan Kinesik. idang komunikasi 3isual :on3erbal dapat diperinci
dalam beberapa komponen0 "'& bahasa isyarat "gestures&,
menunjukkan gerakan sebagian anggota badan seperti mata dan
#C
tangan untuk mengkomunikasi berbagai makna@ "#& ekspresi wajah
menggunakan air muka untuk menyampaikan makna tertentu.
erbagai penelitian menunjukkan bahwa wajah dapat
menyampaikan paling tidak ada 7$.$$$ lebih ekspresi wajah yang
maknanya berbeda satu dengan yang lain seperti0 kebagiaan, rasa
terkejut, ketakutan, kemarahan, kesedihan, kemuakan, pengecaman,
minat, ketakjuban, tekad, dan senyuman. Senyuman dalam budaya
6sia (enggara pada umumnya, berungsi menutupi kemarahan,
perasaan malu, perasaan marah@ "7& bersalaman "handshake&
merupakan sesuatu yang patut diperhatikan dalam komunikasi antar
budaya. 6da perbedaan tafsiran antarbudaya terhadap makna
bersalaman@ "1& kontak mata adalah koneksi 3isual yang
menggambarkan salah satu pihak menatap kedalam mata pihak lain.
(atapan mata merupakan pesan yang paling intens untuk
memunjukkan emosional@ "%& tampilan fisik tubuh "*alaludin
>akhmat, '..1& berkenaan dengan keseluruhan anggota badan,
makna yang dapat disampaikan adalah0 a. #''ediacy yaitu ungkapan
kesukaan dan ketidak sukaan terhadap indi3idu yang lain. )ostur
yang condong ke arah yang diajak bicara menunjukkan kesukaan
dan penilaian positif@ b. Po!er mengungkapkan status yang tinggi
pada diri komunikator. 6nda dapat membayangkan postur orang
yang tinggi hati di depan anda, dan postur orang yang merendah@ c.
1esponsi"eness, indi3idu dapat bereaksi secara emosional pada
lingkungan secara positif dan negatif. ila postur anda tidak
berubah, anda mengungkapkan sikap yang tidak responsif.
b. )esan )rosemik. 6dalah bahasa non3erbal yang ditampilkan melaui
AruangB dan AjarakB antara indi3idu dan orang lain waktu
komunikasi atau antara indi3idu dan objek. )rosemik dibagi atas
prosemik jarak, prosemik ruang, dan prosemik waktu. )rosemik
jarak merupakan bahasa jarak sebagai simbol komunikasi yang
paling sensiti3e. *arak dapat digolongkan sebagai 5ona intim"$- 1%
#4
cm&, 5ona pribadi "1%- '## cm&, 5ona sosial "'##- 7$$ cm&, dan 5ona
public " K7$$ cm&. )rosemik ruang dibagi kedalamenam aspek yang
meliputi ukuran ruang, hawa atau udara dalam ruang, warna,
pencahayaan, jangkauan ruang, dan bentuk dan tata letak ruang.
Sedangkan prosemik waktu menentukan kedekatan sosial dan
personal antara dua orang dalam komunikasi personal, karena itu
waktu dapat menggambarkan sebuah peristiwa yang dapat
memberikan makna, maksud, dan tujuan tertentu. 6da dua konsep
yang menjelaskan prosemik waktu yaitu monokrik "pandangan
bahwa waktu selalu bergerak secara liner, waktu akan bergerak
seperti deret hitung, pergantian waktu merupakan sesuatu yang tidak
terlalu luar biasa& dan polikronik "pandangan terhadap waktu waktu
yang sangat berharga&.
c. )esan )aralinguistik adalah pesan non3erbal yang berhubungan
dengan dengan cara mengucapkan pesan 3erbal. Satu pesan 3erbal
yang sama dapat menyampaikan arti yang berbeda bila diucapkan
secara berbeda. )esan ini oleh Dedy Mulyana "#$$%& disebutnya
sebagai parabahasa. Seperti 3olume suara yang dapat menentukan
derajat sopan santun kepada siapa kita berbicara.
d. )esan 6rtefak dalam komunikasi non3erbal dengan berbagai benda
disekitar kita. enda digunakan untuk menampilkan pesan saat
digunakan. Dalam situasi sosial, benda memberikan pesan kepada
orang lain.
).,., Konsep -eks% Ba+asa% dam *akna
(eks merupakan kata- kata, klausa atau kalimat yang diucapkan dan
dapat berupa tulisan yang membentuk suatu makna. 9ntuk memahami
makna dalam teks, tidak hanya satu sisi, tetapi harus mempunyai banyak
sudut pandang yang harus dilihat untuk mengartikan sebuah makna dalam
teks. )enulis mengkaitkan konsep yang dikemukana oleh Halliday, yaitu
conte8t of situation, maksudnya Jmelalui sebuah hubungan yang sistematik
#/
antara lingkungan sosial pada satu sisi dan organisasi bahasa yang
fungsional pada sisi lainnyaJ "Halliday, './%0''& yang diartikan dalam
memahami suatu makna dalam teks juga harus dilihat dari konteksnya.
(eks membentuk suatu kalimat yang tertata dalam bahasa. ahasa
adalah simbol yang dipakai untuk mewakili suara manusia yang ketika
disatukan membentuk frasa, kata, dan kalimat@ bahasa adalah sitem tanda,
simbol, isyarat, atau aturan yang digunakan dalam komunikasi. ahasa oleh
manusia diciptakan sebagai alat berkomunikasi untuk dapat memenuhi
kebutuhan dan keinginan dalam kehidupan sosial dan kultural "6lo !iliweri,
71$-71'0 #$''&
ahasa sebagai alat komunikasi "lisan maupun tulisan& yang
mempunyai fungsi- fungsi yang dapat dipahami penuturnya atau untuk
dipahami para penuturnya "6lo liliweri, '%0'..1&. =ungsi- fungsi tersebut
dikelompokan kedalam lima fungsi dasar yaitu0
"'& ahasa deskriptif yang mana melalui bahasa manusia
menggambarkan pikiran dan perasaanya melalui ungkapan kata- kata atau
kalimat kepada orang lain. 9mumnya bahasa deskriptif menampilkan pesan-
pesan berupa data, fakta- fakta sebagaimana Aapa adanyaB pada pihak lain@
"#& ahasa ekspresif merupakan penggunaan bahasa untuk
AmengekspresifkanB pikiran, perasaan, dan perbuatan dengan
mengungkapkan kata- kata secara 3erbal ditambah 3isual dan 3okal
"paralinguistik&. =okus dari fungsi bahasa ini adalah bagaimana cara untuk
menyampaikan pesan berbasis pada emosi@
"7& ahasa langsung, yang mana diucapkan atau ditulis secara
langsung dari sumber kepada penerima. 9mumnya, pada bahasa langsung
pesan berisi perintah atau anjuran dari pengirim kepada penerima untuk
melakukan atau tidak melakukan sesuatu@
#.
"1& ahasa seremonial artinya bahasa yang terstruktur bedasarkan tata
aturan dan kebiasaan atau etika komunikasi yang berlaku. 6spek seremonial
bahasa terletak pada akti3itas mengomunikasikan pesan secara terprogram,
dengan tujuan dan fungsi tertentu, dengan struktur sesuai etika
berkomunikasi dengan mengharapkan sesuatu yang akan terjadi@
"%& ahasa khusus, merupakan bahasa spesial yang dipakai untuk
mengirimkan informasi, mengekspresikan perasaan, berkomunikasi secara
langsung atau mengarahkan penerima dengan ungkapan atau kata-kata atau
pepatah khusus yang hanya dimengerti dalam konteks penerima.
Sebagaimana telah dijelaskan di atas, bahasa merupakan syarat bagi
manusia untuk melakukan proses komunikasi. Disebutkan bahwa dalam
bahasa terdapat simbol- simbol, tanda, isyarat, atau aturan yang dipakai
untuk berkomunikasi. (iap pencitraan simbol, tanda, dan isyarat dalam
bahasa mempunyai pengertian makna berbeda-beda yang digunakan dalam
konteks atau situasi yang sudah, sementara, dan yang akan terjadi.
)emberian makna merupakan proses yang aktif. Makna diciptakan
dengan kerja sama di antara sumber dan penerima, pembicara dan
pendengar, penulis dan pembaca "-endell *ohnson, '.%'&. Menurut
*ohnson "'.%'&, makna tidak terletak pada kata- kata melainkan manusia.
Kita menggunakan kata- kata untuk mendekati makna yang ingin kota
komunikasikan. (etapi kata- kata ini tidak secara sempurna dan lengkap
menggambarkan makna yang kita maksudkan.
Demikian pula, makna yang di dapat pendengardari pesan- pesan kita
akan sangat berbeda dengan makna yang kita ingin komunikasikan.
Komunikasi hanya adalah sebuah proses yang kita gunakan untuk
mereproduksi , di benak pendengar apa yang ada di dalam benak kita.
>eproduksi ini hanyalah sebuah proses parsial dan selalu bias salah.
7$
).,./ Konsep $ituasi Dalam -eks
Situasi adalah lingkungan tempat teks beroperasi. Konteks situasi
adalah keseluruhan lingkungan, baik lingkungan tutur "3erbal& maupun
lingkungan tempat teks itu di produksi "diucapkan atau ditulis&. 9ntuk
memahami teks dengan sebaik- baiknya, diperlukan pemahaman terhadap
konteks situasi dan konteks budayanya. Dalam pandangan Halliday "'.4/0
''$&, konteks situa terdiri dari tiga unsur, yakni medan teks, pelibat teks,
dan modus teks.
).,.1 Konsep -anda% $im"ol dan Kode
(anda, simbol dan kode dalam kehidupan sehari- hari tidak dapat
dipisahkan dari pengertian yang sama. Manusia tidak dapat membedakan
konsep antara simbol dan kode karena keduanya mempunyai persepsi yang
hampir sama. Kedua konsep ini dipakai dalam ilmu semiotika untuk
menjelaskan sistem kognitif manusia ketika berhadapan dengan tanda.
(anda "sign& merupakan ApengidentifikasiB atau merupakan AsesuatuB
yang mewakili AdirinyaB dan tidak mewakili AsesuatuB yang lain. (anda
memberikan makna yang sama untuk semua orang yang menggunakannya.
Setiap tanda berhubungan langsung dengan objeknya. Dalam pengertiannya
tanda secara langsung mewakili suatu. (anda adalah dasar dari semua
komunikasi karena tanda menjelaskan sestuatu tentang dirinya sendiri,
apalagi makna suatu tanda ditentukan oleh penanda "signifier3 dan pertanda
(signified&.
Sedangkan simbol merujuk pada definisi tanda untuk mengartikan
sesuatu yang diambil dari bahasa !atin sy'bolicu' yang semula dari bahasa
+unani yaitu su'bolon. Derdeber "'./C& menyatakan simbol selalu diwakili
oleh kata- kata yang dapat saja memiliki pengertian yang berbeda- beda
maka menurutnya, komunikasi 3erbal lisan maupun tertulis tergantung pada
penguasaan dan tata bahasa. "!iliweri, 714-7%'0 #$''&.
7'
Dan kode merupakan system yang mengorganisasikan tanda- tanda@
merupakan aturan atau kon3ensi tentang bagaimana kita mengkombinasikan
tanda yang berkaitan satu dengan yang lainnya. Kode mengatur sebuah
tanda sehingga tanda tersebut mempunyai makna "!iliweri, 71C0 #$''&.
).,.1 Konsep Representasi
6hli perilaku "beha3ioris& mencoba untuk mengamati dan mengukur
dunia nyata secara langsung. =enomenologis secara eksklusif tertarik pada
pengalaman mawas diri seseorang. 6hli semiotika dan retorika mencoba
untuk memahami hubungan antara dunia internal kita dan dunia luar, dan
hubungan yang diperlukan, mereka percaya, karena dunia luar selalu
dimediasi oleh indera kita dan pikiran kita. Sementara ahli retorika telah
menyelidiki bagaimana manusia membuat dan memanipulasi simbol dalam
rangka untuk mempengaruhi manusia lain, ahli semiotik telah lebih tertarik
pada bagaimana manusia "dan hewan lainnya& menerjemahkan setiap jenis
tanda, termasuk simbol, yang diciptakan oleh orang lain, serta tanda-tanda
alami yang mungkin dihasilkan dari tanaman, hewan, atau bahan anorganik.
Kedua ahli retorika dan ahli semiotika prihatin dengan bagaimana tanda-
tanda JmediasiJ antara dunia eksternal dan JduniaJ internal kami, atau
bagaimana sebuah tanda JberartiJ atau Jmengambil tempatJ sesuatu dari
dunia nyata dalam pikiran seseorang. 6pa yang bersangkutan dengan para
ahli disebut representasi. ab ini menjelaskan kekuatan dan kelemahan dari
empat jenis teori tentang bagaimana merepresentasikan gambar.
Konsep representasi telah dianggap sebagai hubungan dengan dua,
tiga, dan empat bagian. Dua bagian model yang dikaitkan dengan Saussure
"di antara banyak lainnya&, yang mendefinisikan tanda linguistik sebagai
Jentitas dua sisi psikologisJ yang terdiri dari sarana sebuah tanda dan
maknanya. ,a menggunakan penanda kata sebagai sarana penanda
"pengalaman antecedent, atau kata, atau ungkapan, atau suara bicara& dan
kata tersebut menunjuk kepada makna dari tanda tersebut "dengan
7#
pengalaman sebagai akibat, atau sesuatu, atau konten, atau respon
pendengarnya&.
Ketiga bagian model dikaitkan dengan )ierce "di antara banyak
lainnya&, yang didefinisikan sebagai representasi hubungan antara tanda,
objek, dan penafsir.
9ntuk )eirce, semiosis terjadi ketika tanda yang ada dihubungkan
dengan objek yang ditandai untuk menghasilkan makna dalam benak
penafsir.
Keempat bagian model terkait dengan Mitchell "'..$&. Dimensi
tambahan adalah pembuat representasi. Mitchell membayangkan
representasi sebagai sebuah segiempat dengan dua sumbu diagonal, yang
menghubungkan objek presentasional dengan yang merepresentasikan
"seperti model dyadic Saussure&, dan lainnya menghubungkan pembuat
representasi ke penampil. <aris yang menghubungkan antara penanda dan
objek disebut sumbu representasi. <aris yang menghubungkan antara
pembuat dan pemirsa disebut sumbu komunikasi. Model triadic )eirce
menghilangkan dimensi keempat "pembuat& karena membolehkan
kemungkinan terjadinya gejala alamiah, yang tidak memiliki pembuat yang
hendak untuk berkomunikasi. Salah satu keuntungan dari model Mitchell,
oleh karena itu, adalah bahwa ia menekankan komunikasi, yang sesuai
untuk studi gambar, yang mungkin diciptakan dengan tujuan untuk
berkomunikasi, atau untuk mengekspresikan perasaan pencipta, atau untuk
mendapatkan respon "dimaksudkan& emosional si pemirsa.
Sebuah pertimbangan penting untuk analisis representasi adalah
hubungan antara tanda dan objek. 6hli semiotika membedakan tiga jenis
hubungan0 ikon suatu relasi yang menekankan kemiripan, hubungan
simbolis yang terutama sewenang-wenang, dan hubungan indeLical yang
didasarkan pada sebab dan akibat, atau hubungan seperti kedekatan fisik
atau keterkaitan. Sebagian besar representasi menggunakan lebih dari satu
77
jenis hubungan antara objek tanda.
;mpat jenis teori representasi piktorial secara langsung terhubung ke
tiga jenis hubungan antara gejala dan objek mereka. (eori hubungan sebab
akibat "termasuk teori transparansi dan teori pengakuan& menekankan
hubungan indeksikal dan ikonik. Kemiripan teori "termasuk nonperceptual
dan persepsi& menekankan hubungan ikonik. (eori Kon3ensi menekankan
hubungan simbolik. (eori konstruksi mental "termasuk ilusi, membuat
percaya, dan Jmelihat di dalamJ& menekankan hubungan ikonik dan
simbolik "Handbook Of 9isual 0o''unication& Theory, %ethods, $nd
%edia B$B C0 '##&.
).,.< Konsep Komunikasi Politik
Sebelum berbicara lebih jauh mengenai komunikasi politik, dalam
konsep penulisan ini, akan dijelaskan terlebih dahulu mengenai komunikasi
dan politik. Komunikasi adalah proses kegiatan pertukaran makna yang
terjadi dengan komunikator membawa pesan lewat media pada komunikan
kemudia komunikan membalas pesan tersebut dengan memberikan umpan
balik seperti tanggapan.
Sedangkan politik merujuk pada ilmu tentang kekuasaan "Harold D.
!aswell&. 6dapun meyebutkan bahwa ilmu politik sebagai ilmu :egara
bukan lagi dalam skope intitutsional yang statis, tetapi lebih maju dengan
melihat :egara sebagai lembaga politik yang mempengaruhi kehidupan
masyarakat. Sehingga digabungkan komunikasi dan politik menjadi sebuah
studi intersisiplin yang dibangun atas berbagai macam disiplin ilmu
terutama dalam hubungannya, antara proses komunikasi dan proses politik.
Dahlan "Hafied 2angara, #$$.07%& mendefenisikan komunikasi politik
merupakan suatu proses pengoperan lambang- lambang atau simbol- simbol
komunikasi yang berisi pesan- pesan politik dari seseorang atau kelompok
kepada orang lain dengan tujuan untuk membuka wawasan atau cara
71
berpikir, serta mempegaruhi sikpa dan tingkah laku khalayak yang menjadi
target politik. Hafied 2angara menjelaskan bahwa komunikasi politik
adalah suatu proses komunikasi yang memiliki implikasi atau konsekuensi
terhadap aktifitas politik yang artinya komunikasi politik memiliki pesan
bermuatan politik. Dari kedua pengertian ahli ini jelaslah bahwa komunikasi
politik adalah studi yang menjelaskan proses komunikasi yang didalamnya
terdapat lambang- lambang atau simbol- simbol komunikasi yang berisi
pesan- pesan politik yang memiliki implikasi atau konsekuensi terhadap
aktifitas politik yang ditujukan komunikator politik pada komunikan.
Komunikasi politik memiliki lima fungsi dasar menurut Mc:air
"#$$70#'& sebagai berikut.
a. Memberikan informasi kepada masyarakat apa yang terjadi
disekitarnya.
b. Mendidik masyarakat terhadap arti dan signifikansi fakta yang
ada.
c. Menyediakan diri sebagai platform untuk menampung masalah-
masala politik, sehingga dapat menjadi wacana dalam
membentuk opini public, dan mengembalikan hasil opini
tersebut kepada masyarakat.
d. Membuat publikasi yang ditujukan pada pemerintah dan
lembaga- lembaga politik.
e. Dalam masyarakat yang demokratis, media politik berfungsi
sebagai sarana ad3okasi yang bias membantu agar kebijakan dan
program- program lembaga politik dapat disalurkan kepada
media massa.
Dalam pembahasan masalah dalam penelitian ini adalah isi dari teks
pidato yang dibawakan oleh )residen arrack 8bama termasuk salah satu
7%
bentuk dari komunikasi politik. Dalam penyampaian pidatonya terdapat
lambang- lambang atau simbol- simbol komunikasi yang berisi pesan- pesan
muatan politik yang terkandung didalamnya.
Hal ini dipersepsikan dengan kalimat- kalimat politis yang dibiaskan
dengan kalimat sederhana sehingga khalayak pendengar tidak tersadar
dengan pesan 3erbal- non3erbal politik. agaimana disini pengertian makna
pesan 3erbal- non3erbal dapat diartikan dengan teori =erdinand Saussure
yaitu mengindikasikan tanda dalam pesan komunikasi politik yang hendak
dibangun dengan cara melihat unsur paradigmatik dan sintagmatik.
).,.< Retorika% Pidato% dan Propaganda $e"agai Alat Komunikasi
Politik
6ristotoles ahli retorika mendefinisikan retorika sebagai kemampuan
untuk mengemukakan suatu suatu kasus tertentu secara menyeluruh melalui
persuasi. Sedangkan menurut Sonja dan Karen =oss menyebutkan retirka
sebagai aksi manusia untuk tampil ketika mereka menggunakan simbol-
simbol dalam berkomunikasi dengan orang orang lain@ >etorika juga
merupakan perspektif yang difokuskan pada proses simbolik "!iliweri, '70
#$''&.
Dengan kata lain, manusia mesti berbicara berdasarkan seni
berbicara yang dikenal dengan istilah retorika. >etorika adalah seni
berkomunikasi secara lisan yang dilakukan oleh seseorang kepada sejumlah
orang secara langsung bertatap muka. 8leh karena itu, istilah retorika
seringkali disamakan dengan istilah pidato. =okus retorika mencakup segala
cara manusia dalam meggunakan simbol untuk mempengaruhi lingkungan
di sekitarnya dan untuk mengembangkan dunia dimana manusia tinggal.
-iyanto "#$$C0#7& mengatakan berpidato sebenarnya kegiatan
berkomunikasi di depan umum antara pembicara dan pendengar. Salah
seorang pakar pidato, Siregar "'./107'& berpendapat bahwa pidato adalah
salah satu cara dari sekian banyak cara komunikasi antara si pembicara
7C
"komunikator& dengan sejumlah orang "audience&. Sedangkan >endra
"'.4.0 /C& berpendapat bahwa berpidato adalah cara menyampaikan isi
perasaan, buah pikiran, atau cerita kepada hadirin dan hadir di depan hadirin
itu. *adi dengan membuat kesimpulan pada definisi diatas menurut para ahli,
pidato merupakan sebuah kegiatan berkomunikasi atau sebuah seni
berbicara yang dilakukan antar komunikator dengan sejumlah komunikan di
depan umum dengan menyampaikan isi perasaan, buah pikiran, atau cerita.
Dari isi pidato yang disampaikan dapat berupa pesan, ide "butir pikiran&, isi
hati atau perasaan, sebuah program atau rencana, dan lain sebagainya.
)idato berarti kegiatan berbicara di depan orang banyak yang dilakukan di
atas sebuah mimbar atau podium dengan mengarahkan maksud dan tujuan
langsung dengan secara lisan tepat pada sasaran pendengar yaitu
komunikan. 8leh sebab itu, ketika menyampaikan pidato bukan saja
pemaparan pesan yang diperhatikan tetapi ada bebrapa aspek lain yang
sebenarnya penting juga dalam menyampaikan sebuah pidato, yaitu
penampilan, ekspresi atau mimik muka, perilaku, dan intonasi. 6pabila
dalam penyampaian, aspek- aspek ini tidak diperhatikan, maka sebaik
apapun pidatonya tidak akan efektif pada sasaran yaitu komunikan. )idato
merupakan seni berbicara di depan orang banyak.
Harorl D. !aswell "'.4#& mendefinisikan propaganda sebagai
keinginan yang sistematis untuk memastikan sejauh mana tingkat 3aliditas
dan realibilitas dari suatu fenomena. )ropaganda merupakan control
terhadap pendapat umum melalui simbol- simbol pesan yang signifikan
yang telah dikemas dalam kecakapan berbicara secara lebih konkret, namun
terkadang dengan argumentasi yang kurang akurat, terkadang diselipi
dengan cerita-cerita humor, laporan, gambar, dan bentuk-bentuk komunikasi
sosial "!iliweri, 4470 #$''&.
)ropaganda seringkali dianggap sebagai suatu usaha dalam
melakukan komunikasi yang bersifat persuasif, direncanakan untuk
mempengaruhi pandangan dan tingkah laku indi3idu agar sesuai dengan
74
keinginan komunikator atau propagandis. (ujuan dari propaganda dapat
bersifat AterbukaB atau AtersembunyiB bagi audience-nya. )ropaganda
menjadi senjata ampuh bagi seorang komunikator untuk memuluskan
jalannya agar maksud dan tujuannya diikuti oleh komunikan.
Dengan cara menyebarluaskan tujuan berupa informasi yang
dilakukan secara sitematis dan berulang-ulang, komunikator mengharapkan
informasi yang yang mengandung pesan tersebut dapat mengubah pendapat
komunikan mejadi mengikuti komunikator sebagai hasil proses propaganda.
)idato, retorika, dan propaganda tidak dapat dipisahkan karena dalam
penggunaanynya ketiganya merupakan seni komunikasi yang sama
tujuannya untuk mempengaruhi khalayak pendengar.
Didalam sebuah pidato selalu mempunyai unsur retorika. Keindahan
bahasa yang mengikat di telinga pendengar menjadi kekuatan tersendiri oleh
komunikator untuk membuat topik pembicaraan tetap hidup. (idak saja
secara lisan tetapi kekuatan retorika dan pidato terletak pada teks yang
digunakan. 8leh karenanya, dalam menyampaikan pidato, seorang
komunikator harus memahami dengan benar teks pidato yang telah
dipersiapkannya, kemudian bagaimana ia membahasakan teksnya tersebut
dengan sebuah retorika yang indah.
Dalam sebuah pidato dan retorika pun terdapat unsur propoaganda.
Hal ini yang dipahami benar oleh )residen arrack 8bama ketika berpidato.
8bama banyak menggunakan kalimat- kalimat retoris yang menggugah
pendengarnya. Salah satu penggunaan retorika dalam pidatonya terdapat
pada bahan penelitian yang akan penulis teliti. agaimana dengan kekuatan
retorika dalam teksnya dapat menyampaikan maksud dan tujuannya sampai
pada pendengar dengan penggunaan tanda 3erbal dan non3erbal komunikasi
politik.
7/
)./ Kerangka Berpikir
)idato merupakan seni berbicara di depan orang banyak, sama
halnya dengan retorika dan propaganda. >etorika, pidato, dan propaganda
adalah seni berkomunikasi secara lisan yang dilakukan oleh seseorang
kepada sejumlah orang secara langsung dengan bertatap muka. (idak ada
perbedaan yang signifikan untuk membedakan pidato, propaganda, dan
retorika karena bertujuan sama yaitu mempengaruhi khalayaknya untuk
mengikuti keinginan dari komunikator atau orang yang menyampaikan
pesan.
Dalam pidato mempunyai unsur retorika dan propaganda,
sebaliknya di dalam propaganda mempunyai unsur retorika dalam bentuk
sebuah pidato. +ang paling terpenting dalam kegiatan berpidato adalah
proses pemaparan pesan. )esan sebelum dipaparkan, harus disusun terlebih
dahulu dengan mempertimbangkan apa poin-poin yang akan dipaparkan
dengan penyusunan bahasa
Dalam penelitian ini, penulis mencoba untuk menghubungkan
bagaimana kekuatan retorika dapat berhasil dengan menganalisis teks pidato
menggunakan analisis semiotika. (ujuan analisis semiotika berupaya untuk
menemukan makna tanda termasuk hal-hal yang tersembunyi di balik
sebuah tanda seperti teks, iklan, dan berita disebabkan sistem tanda sifatnya
amat kontekstual dan bergantung pada pengguna tanda tersebut. Karena
pemikiran pengguna tanda merupakan hasil pengaruh dari berbagai
konstruksi sosial dimana pengguna tanda tersebut berada ">achmat
Kriyanto, #$'$0 #CC&.
(eks pidato sebagai sistem tanda mempunyai makna yang harus dapat
diartikan dengan menggunakan teori dan analisa tanda yang jelas. Sebab
dalam teks pidato mempunyai banyak makna yang terkandung entah
disampaikan secara AtampakB atau tidak. Dalam teori analisis semiotika,
disebutkan bahwa tanda- tanda mempunyai arti yang luas. (iap teks
7.
mempunyai banyak makna, ini yang memungkinkan khalayak pendengar
harus menganalisis tiap teks dengan melihat dan memahami sesuai dengan
konteks dan tanda- tanda yang ada.
)enulis mengambil pemikiran =erdinand De Saussure yang
menggunakan penanda "signifier3 dan pertanda "signified3 untuk
menjelaskan tanda dan makna dalam sebuah teks pidato. Dalam konsep
pemikiran De Saussure teks pidato merupakan tanda-tanda yang mempunyai
makna bagi si komunikator untuk dinyatakan pada khalayak pendengar.
(iap-tiap kata yang diucapkan dengan memuat unsur komunikasi politik
dengan tambahan kode non3erbal seperti gerakan tubuh, mimik wajah, dan
lirikan mempunyai tanda yang mempunyai makna berbeda-beda, sehingga
penanda dan pertanda tersebut harus dapat diinterpretasi secara subjektif
agar dapat membentuk suatu makna yang sama antara 8bama dan khalayak
pendengar.
:amun, dalam konsep Saussare mempunyai syarat yaitu antara
komunikator dan komunikan harus mempunyai bahasa atau pengetahuan
yang sama terhadap system tanda tersebut agar komunikasi dapat berjalan
dengan lancar ">achmat Kritanto, #$'$0 #4$&.
1$
edasarkan permasalahan di atas, maka penulis akan membuat
kerangka kerja penelitian sebagai berikut0
1'
BAB III
*E-!DEL!7I PENELI-IAN
,.1 3enis Penelitian
)enulis dalam melakukan penelitian ini menggunakan penelitian
studi pendekatan kritis khususnya metodologi riset kualitatif dimana metode
risetnya diambil dari studi semiotika =erdinand De Saussare dengan
menggunakan analisis deskriptif. Kirk dan Miller "'./C0.& mendefinisikan
bahwa penelitin kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan
sosial yang secara fundamental bergantung dari pengamatan pada manusia
baik dalam kawasannya maupun dalam peristilahannya.
>achmat Kriyanto "#$'$& menyebutkan bedasarkan tataran atau
cara menganalisis data, dikenal beberapa jenis atau tipe riset salah satunya
adalah jenis deskriptif. *enis riset ini bertujuan membuat deskripsi secara
sistematis, faktul dan akurat tentang fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau
objek tertentu. )enelitian dengan menggunakan studi analisis semiotika
dilihat dari tujuannya ">achmat Kriyanto, #$'$0#CC& berupaya untuk
menemukan makna tanda termasuk hal-hal yang tersembunyi di balik tanda
baik itu teks, iklan, dan berita.
Karena sistem tanda sifatnya amat kontekstual dan bergantung pada
penggunaan tanda tersebut. )emikiran penggunaan tanda merupakan hasil
pengaruh dari berbagai konstruksi sosial di mana pengguna tanda tersebut
berada. Dalam penelitian ini, penulis mencoba untuk menjelaskan makna
pesan 3erbal dan non3erbal dari pidato )residen 8bama ketika mengadakan
kuliah umum di 9ni3ersitas ,ndonesia pada '$ :o3ember #$'$ pdi
hadapan pendengarnya.
1#
,.) !".ek Penelitian
+ang menjadi objek penelitian dalam penulisan ini yaitu berupa teks
serta 3isualisali pidato )residen 8bama ketika berpidato.
,., Unit Analisis Data
Dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis studi semiotik
=erdinand De Saussare. 6da lima pandangan menurutnya yang menjadi
penggorganisasian tanda yaitu Signifier dan Signified "penanda dan
pertanda&@ For' dan :onteks@ angue dan Parole) Sinkronik dan
;iakronik@ Sintag'a dan $ssosiatif@ yang akan dipakai dalam menganalisis
data. +ang menjadi unit untuk di analisis adalah teks pidato serta 3isualisali
8bama ketika berpidato.
,./ $um"er Data
Menurut !ofland dan !ofland "'./1014& sumber data utama dalam
penelitian kualitatif adalah kata- kata dan tindakan, selebihnya adalah data
tambahan seperti dokumen dan lain-lain.
Sumber data diperoleh dari0
,./.1 Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh dari sumber data pertma
atau tangan pertama dilapangan ">ackmat Kriyantono0 #$'$&. Dalam
penelitian ini, data primer yang digunaka diambil dari penelitian kepustakan
"library research3 dengan mengumpulkan literature dan bacaan yang rele3an
untuk mendukung penelitian. Data primer yang diambil berupa 3ideo
dokumentasi rekaman )idato )residen yang diambil dari media sosial
.outube, dan teks pidato yang berasal dari !ebsite yang di ambil dari
internet yaitu situs www.whitehouse.go3. jadi dapat dikatakan data yang
dipakai bersifet primer karena diperoleh langsung dari dari hasil unduhan,
17
bukan hasil analisis yang sudah digunakan sebelumnya "penjelasan
dijabarkan pada latar belakang&.
,./.) Data $ekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber kedua. Data
sekunder dapat diperoleh dari data primer penelitian sebelumnnya yang
telah diolah lebih lanjut menjadi informati3e bagi pihak yang memerlukan
">ackmat Kriyantono0 #$'$&. Data sekunder bersumber dari kumpulan
studi pustaka yang memuat isi penelitian yaitu makalah penelitian terdahulu,
catatan para ahli, surat kabar, opini pengamat, dan buku-buku yang
berkaitan dengan penelitian.
,.1 -eknik Pengumpulan Data
(eknik pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi
yaitu penulis mengumpulkan data dari rekaman berupa 3ideo sewaktu
)residen arrack 8bama berpidato di 9ni3ersitas ,ndonesia tanggal '$
:o3ember #$'$ serta teks pidato sebanyak C halaman yang terdiri dari %'
paragraf yang diambil pada transkip pidato resminya
"http<66!!!&!hitehouse&go"&
Selanjutnya dilakukan metode obser3asi yang mana instrumennya
digunakan dari panduan pengamatan yang diambil dari pembatasan
masalah, tujuan penelitian, dan ditinjau dari kajian teoritik dan konsep
sebagai pedoman dan tentunya lembar pengamatan untuk menulis hasil
pengamatan. 6dapun proses pengumpulan data dilakukan dengan langkah-
langkah berikut ini.
'. (eks pidato dibaca secara keseluruhan.
#. agian dari teks pidato dipilah dan dicatat, kemudian dipilah
dalam kategori proses, partisipan, dan sirkumstan.
7. 9ntuk data lisan, dilakukan pencatatan pada bagian-bagian yang
11
mendukung analisis retorika dan diberikan penandaan untuk
memperjelas maksud dari data.
erbeda dengan teks pidato yang diteliti, meneliti data 3isual
dilakukan dengan beberapa cara seperti0
'. Dideo yang sudah di ambil dari website kemudian di tonton
secara keseluruhan
#. )ada bagian yang dituju, gambar akan di potong dan dianalisa
dengan menggunakan teori yang digunakan.
,.< -eknik Analisis Data
Dalam hal ini, data yang digunakan adalah data tertulis dan lisan
yang berupa pidato pelantikan )residen 6merika Serikat, arack 8bama.
erikut ini adalah prosedur analisisnya, yaitu0
"'& Data dipilah menjadi teks dan 3isualisasi berupa rekaman pidato
"#& Data yang sudah dipilah, kemudian diidentifikasi dalam teori De
Saussure
"#& erdasarkan hasil identifikasi, data dianalisis dan dituliskan
hasil analisisnya .
"7& Data kemudian diidentifikasikan dan dianalisis ke dalam
konteks situasinya.
"1& Hasil dari analisis "'&, "#&, dan "7&, kemudian dideskripsikan
untuk menemukan jawaban kekuatan retorika dalam teks pidato
pelantikan )residen 6merika Serikat , arack 8bama.
"C& Menginterpretasikan hasil analisis.
1%
,.= Korpus Data
Korpus data yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah
teks dan pesan non3erbal pidato )residen arrack 8bama.
,.> Rinian Bia?a
>incian biaya yang digunakan dalam proposal penelitian ini
sebanyak >p 4%C.%$$.$$
,.@ !rganisasi
'. )embimbing , 0 )rof. Dr. 6loysius !iliweri, M.S
:,). '.%4$C'. './'$7 ' $$'
#. )embimbing ,, 0 Drs. 9mrah Kamahi, M.Si
:,). '.C#$.7$ './.$' ' $$'
7. :ama )eneliti 0 6ngaela ,3ania Kanapau
:,M $.$7$%'C7C
1. *urusan 0 ,lmu Komunikasi
%. Konsentrasi 0 Human >elations
,.1; 3ad:al Penelitian
)roposal penelitian dibuat selama dua minggu dan penelitian akan
dilaksanakan selama dua minggu.
1C
DA0-AR PU$-AKA
arthes, >olend. #$'#. =le'en =le'en Sen'iologi. +ogyakarka0 *alasutra.
2angara, Ha3ied. #$$/. Pengantar #l'u :o'unikasi& *akarta0 >aja <rafindo
)ersada.
2angara, Ha3ied. #$$.. :o'unikasi Politik. *akarta0 >aja <rafindo )ersada.
DeDito, *oseph. '..4. :o'unikasi $ntar'anusia& *akarta0 )rofessional
ooks.
;ffendy, 8nong 9chjana. '..7. #l'u Teori dan Filsafat :o'unikasi,
andung0 2itra 6ditya akti.
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM. '..1. #l'u :o'unikasi< Teori dan Praktek,
andung 0 >emaja >osdakarya.
Herrick, *. 6. #$$'. The Hisrtory and The Theory of 1hetoric,
Massachussest0 6llyn and acon
Hoed, enny H. #$''. Se'iotik dan ;ina'ika Sosial Budaya, *akarta0
Komunitas ambu.
King, !arry. #$'$. Seni Berbicara :epada Siapa Sa5a ;i'ana Sa5a,
1ahasia :o'unikasi .ang Baik, *akarta0 <ramedia )ustaka.
Kridalaksana, Harimurti. '..7. Kamus !inguistik. *akarta0 )( <ramedia
)ustaka9tama.
Kriyanto, >achmat. #$'$. Teknik Praktis 1iset :o'unikasi, *akarta0
Kencana )renada Media <roup.
!eanne, Shell. #$$.. Berbicara dan %enang Seperti Oba'a. *akarta0
<ramedia )ustaka.
!iliweri, 6lo. '..1. :o'unikasi 9erbal dan >on"erbal, andung0 2itra
6ditya akti.
14
MMMMMMMMMM. #$''. :o'unikasi Seba $da Serba %akna, *akarta0 Kencana
)renada Media <roup.
!ittle*hon, - Stephen. #$''. Teori :o'unikasi& *akarta0 Salemba
Humanika.
Moleong, !eLy. #$$#. %etodelogi Penelitian :ualitatif& andung0 >emaja
>osda Karya.
Mulyana, Deddy. #$$%. #l'u :o'unikasi< Suatu Pengantar, andung 0
>emaja >osdakarya.
>ahardjo, (urnomo. #$$.. 0etak Biru Teori :o'unikasi dan Studi
:o'unikasi di #ndonesia, *akarta0 9ni3ersitas Diponegoro
>akhamat, *alaludin. '..1. Psikologi :o'unikasi, andung 0 >emaja
>osdakarya.
Sobur, 6leL. #$$.. $nalisis Teks %edia Suatu Pengantar ?ntuk $nalisis
Wacana, $nalisis Se'iotik dan $nalisis Fra'ing, andung0 >emaja >osda
Karya.
Sobur, 6leL. #$$.. Se'iotika :o'unikasi, andung0 >emaja >osda Karya
)enelitian Sebelumnya0
Mutiara, =ebrianisa. #$'$. $nalisis Wacana :ritis Terhadap 1etorika
Hubungan #sla' dan $'erika S=rikat ;ala' Pidato Barrack Oba'a di
%esir, *akarta0 9ni3ersitas ,ndonesia.
1/
,nternet0
http0??www.whitehouse.go3
http0??www.youtube.com?resultsE
searchMNueryOpidatoPpresidenPobamaPdiPuiIoNOpidatoPpresidenPobama
PdiPuiIgsMlOyoutube.
http0??ndahindah.wordpress.com?#$'#?$%?'4?semiotika-makna-dalam-
komunikasi? http0??organisasi.org?pidato?)engertian )idato?
(ujuan?Sifat?Metode?Susunan Dan )ersiapan )idato Sambutan?
http0??fahri...wordpress.com?#$$C?'$?'1?semiotika-tanda-dan-makna?
http0??archaeologyofknowledge.blogspot.com
http0??kolom-biografi.blogspot.com?
http0??www.kompasiana.com?channel?polhukam
http0??raaratiara.blogspot.com?#$'#?'#?teori-representasi.html
1.

Anda mungkin juga menyukai