Anda di halaman 1dari 4

http://rumahdijual.com/surabaya/84966-rumah-minimalis-2-lantai-surabaya.

html
http://rumahdijual.com/surabaya/453956-rumah-bebas-banjir.html
ukuran tanah dan bangunan 5.75 x 22 m
- SHM
- 2 kamar tidur, 2 kamar mandi, garasi mobil
- 1 gudang dan jemuran di loteng atas
- jalan masuk lebar bisa 2 mobil
- bebas banjir karena dataran tinggi
- dekat rumah sakit RKZ, Darmo, William Booth
- dekat mall ciputra world, TP, Delta
- dekat pasar pakis
L L '/
B_
Alamat :
KEMBANG KUNING KRAMAT 1 No. 40, KEc. SAWAHAN, SURABAYA SELATAN
Berminat Hub :
081803202058
http://www.guitarpress.com/images/Llobet_CancioDelLladre.pdf
JUal rumah SHM + IMB
alamat. Jl.Kebalen Wetan 6 no 3 pabean catian surabaya utara surabaya
luas tanah 7 m x 19 m
kamar tidur 4 ( 3 dibawah 1 diatas )
kamar mandi 1 + 1 WC ( Closet duduk )
kiri kanan ada space (gang )
ada loteng dibelakang
082230008220
SEBELUM COMENT DI BACA SAMPAI SELESAI !!!!

S4 4,7 = 900 (Hitam, Putih, GoldPutih)
S4 5" 6572 = 950 (Putih Hitam)

Galaxy S5 6572 3G = 1100 (Putih, Hitam)
Galaxy S5 6582 = 1400 (Hitam, Putih)

Note 3 5,5 3G = 1150 (Hitam, Putih, GoldHitam, GoldPutih)
Note 3 5,7 6572 = 1370 (Putih, Hitam, GoldPutih)
Note 3 5,7 6582 = 1450 (Putih Hitam)

Galaxy Grand 2 7106 = 1150 (Putih, Hitam)

iPhone 5s = 1200 (Putih Hitam Gold)
iPhone 6s = 1350 (Putih Hitam Gold)

Z10 = 1050 (Putih, Gold, Hitam)
Z30 = 1250 (Putih)
Porsche 9982 = 1650 (Hitam)

Galaxy Tab 3 = 1000 (Putih, Hitam, Biru, Pink , Merah, Gold)
Galaxy Tab 4 = 1150 (Putih)

Note 8inci/5100 = 1350 (Hitam Putih)
Note 10inci/5200 = 1650 (Hitam Putih)

Xiaomi Mi3 3G = 1650 (HitamBiru, HitamPutih)

Sebelum beli BACA terlebih dahulu :
PERHATIKAN !!!!! SEBELUM BERTANYA DI BACA, TRIMSS

Garansi 1 bulan ( tidak lecet, segel dihp utuh ) accecoris No garansi.
Barang dikirim langsung dari JAMBI. Jadi uang di tranfer dahulu barang baru di k
irim.
COD wilayah surabaya sidoarjo dan gresik.
Harga belom termasuk ongkir .
Yang terakhhir Bedakan penjual yang musiman sama yang bener" penjual.
No refund
pin : 28882206
Sms : 082143456733
Ahli Waris Tanah 19 Ha Itu Tukang Tambal Ban
Ahli waris lahan seluas 19,4 hektare di kawasan strategis Dupak, Slamet Kusdiant
o (28) dan Ninik Supriatin (25), ternyata penjual pulsa dan tukang tambal ban di
Jakarta.
Lewat pengacaranya kini tengah meminta eksekusi ke Pengadilan Negeri (PN) Suraba
ya atas lahan yang kini telah menjadi kampung Dupak itu.
Melihat sepintas pasti bakal tidak pernah mengira kalau kakak adik tersebut adal
ah pemilik sah lahan yang membentang luas di kawasan Dupak. Gaya bicara yang lug
u dan penampilannya yang sederhana rasanya sulit dipercaya kalau mereka pemilik
lahan sengketa yang kini sudah memiliki kekuatan hukum tetap.
Saya sih biasa saja, Mas, ujar Slamet ditanya bagaimana perasaannya saat tahu diri
nya merupakan ahli waris sah lahan 19,4 hektare ditemui di rumah H Khoiri di Jl
Ketintang Madya, Selasa (26/7). H Khoiri merupakan penasihat hukum Ninik dan Sla
met.
Keluguan Slamet dan Ninik pun bisa ditilik saat diminta datang Khoiri ke Surabay
a dengan menggunakan pesawat. Keduanya malah meminta naik kereta saja. Lumayan Ma
s lebih irit, ujar Slamet yang mengaku meski biaya perjalanannya dibiayai.
Bagaimana kisah Slamet dan Ninik menjadi pewaris tanah yang nilai jualnya jelas
sangat tinggi ini? Slamet mengaku, tidak tahu secara detil. Pria yang masih mela
jang ini menceritakan diri sering diajak ayahnya almarhum Achmad Soeparto ke Dup
ak. Saat itu saya masih bersekolah di SMP Kepanjen I Jl Mundu sekitar tahun 1997
hingga 2000, ujar pria yang mengaku menganggur dan hanya sibuk berjualan pulsa el
ektrik ini.
Di lokasi yang sekarang ini padat dengan perkampungan penduduk, Slamet sering di
kenalkan ayahnya dengan para camat, lurah Dupak dan beberapa orang kenalan ayahn
ya. Salah satu kenalan yang maih diingat Slamet adalah Kardimun, salah satu RW d
i Kelurahan Dupak. Abah kan seorang pedagang jadi kenalannya banyak, ujar Slamet.
Tak pernah tinggal di kawasan Dupak, Slamet dapat cerita dari ayahnya kalau ibun
ya Kusmaniyah yang meninggal tahun 1985 saat melahirkan Ninik memiliki warisan t
anah sangat luas di Dupak.
Tak hanya itu, Slamet juga pernah mendapat cerita ayahnya kalau ibunya dapat gan
ti penjualan tanah karena pembangunan jalan tol Dupak. Kalau tidak salah saat itu
ibu saya almarhum dapat uang Rp 180 juta tapi uang nggak jelas ke mana, cerita S
lamet.
Sebagai anak laki-laki satu-satunya, Slamet juga sering diajak mengurus tanah ke
Kantor BPN Kota Surabaya di daerah Citraland. Waktu itu, Abah cerita mau memblok
ir pendaftaran sertifikat tanah di kawasan Dupak karena waktu itu ada kabar warg
a ramai menjual tanah.
Tapi waktu itu kita sudah putus asa karena hanya diputar-putar saja sama petugas
BPN, kenang Slamet. faz
Slamet Kusdianto (28) dan Ninik Supriatin (25) Achmad Soeparto