Anda di halaman 1dari 42

K K N K E B A N G S A A N 2 0 1 4 | 1

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Perguruan tinggi tidak hanya bertugas menerapkan pengetahuan yang ada
terhadap masalah-masalah. Namun juga bertugas untuk menambah cadangan
pengetahuan yang ada, mengembangkan struktur teoritis yang menjadikan
pengetahuan baru yang mempunyai makna, dan mampu menunjukkan arah-
arah penelitian lebih lanjut. Perguruan tinggi merupakan salah satu subsistem
pendidikan nasional yang tidak dapat dipisahkan dari subsistem lainnya baik
di dalam maupun di luar system pendidikan. Keberadaan perguruan tinggi
dalam keseluruhan kehidupan berbangsa dan bernegara, mempunyai peran
yang sangat besar. Peran tersebut terungkap dalam Undang-Undang Nomor 20
tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 20 ayat 2 yang
mengungkapkan bahwa Perguruan Tinggi berkewajiban menyelenggarakan
pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Ketiga kewajiban
tersebut terformulasikan menjadi konsep tri dharma perguruan tinggi. Peran
perguruan tinggi sangatlah diharapkan, perguruan tinggi harus menjalankan tri
darmanya untuk mewujudkan generasi pemimpin masa mendatang yang
cerdas dan bermoral.
Salah satu konsep dari tri dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian
kepada masyarakat. Nalarnya adalah keberhasilan melaksakan dua dari tiga
kategori Trilogi Kesuksesan maka semua itu harus diaplikasikan pada
masyarakat termasuk diri sendiri juga. Mahasiswa menempati lapisan kedua
dalam relasi kemasyarakatan, yaitu berperan sebagai penghubung antara
masyarakat dengan pemerintah. Mahasiswa adalah yang paling dekat dengan
rakyat dan memahami secara jelas kondisi masyarakat tersebut. Disini
mahasiswa juga berperan untuk membela kepentingan masyarakat, tentu tidak
dengan jalan kekerasan, namun menjunjung tinggi nilai-nilai luhur
pendidikan, kaji terlebih dahulu, pahami, dan sosialisasikan pada rakyat,
mahasiswa memiliki ilmu tentang permasalahan yang ada, mahasiswa juga
K K N K E B A N G S A A N 2 0 1 4 | 2

yang dapat membuka mata rakyat sebagai salah satu bentuk pengabdian
terhadap rakyat. Maka keberadaan perguruan tinggi harus dapat dirasakan
manfaatnya bagi kemajuan masyarakat.
Pengembangan kesadaran mahasiswa sebagai calon sarjana untuk dapat
memanfaatkan sebagian waktu belajar-nya menyumbangkan pengetahuan dan
ilmu yang telah diperolehnya secara langsung dalam membantu memecahkan
dan melaksanakan pembangunan di dalam kehidupan masyarakat melahirkan
konsep KKN (Kuliah Kerja Nyata). KKN pada awalnya di gerakkan oleh 3
universitas perintis yaitu Tiga Perguruan Tinggi pada tahun 1971, yaitu
Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Hasanuddin (Unhas),
dan Universitas Andalas (Unand). Pengalaman, pemikiran, dan berbagai
informasi yang ada, maupun berbagai hasil evaluasi yang selalu diadakan
terhadap pelaksanaan KKN di Perguruan Tinggi Negeri secara ilmiah
mengungkapkan bahwa KKN rnemberikan manfaat dalam proses belajar baik
bagi mahasiswa maupun masyarakat di dalam menangani dan memecahkan
masalah-masalah pembangunan kemasyarakatan. Sejarah mencatat bahwa
kegiatan KKN pernah mencapai prestasi nasional yang lahir dari partisipasi
mahasiswa dalam mendukung program pemerintah, diantaranya melalui
Program Nasional Pemberantasan Buta Huruf pada tahun 1950 dan, Program
Nasional Peningkatan Produksi Pertanian Nasional melalui pelaksanaan
Program Bimas pada tahun 1963. Sebagai puncak kejayaannya, pada tahun
1972, KKN telah menjadi bagian penting pada kurikulum pendidikan di
seluruh perguruan tinggi di Indonesia.
Pelaksanaan KKN sudah menjadi kegiatan nasional, dimana beberapa
perguruan tinggi tidak hanya melaksanakan KKN di wilayah lokasi perguruan
tingginya, tetapi juga ke berbagai daerah, provinsi dan kabupaten di Indonesia,
termasuk ke wilayah-wilayah daerah tertinggal, terpencil dan wilayah
perbatasan negara Indonesia. Antar perguruan tinggi juga sudah terjalin
kerjasama untuk melaksanakan KKN Bersama, pertukaran mahasiswa KKN,
dll. Semangat dalam pengembangan kegiatan KKN dan kolaborasi antar
perguruan tinggi tersebut, perlu didukung dan ditindaklanjuti dalam satu
K K N K E B A N G S A A N 2 0 1 4 | 3

wadah kegiatan yang lebih besar dan bersifat nasional, yaituKULIAH
KERJ A NYATA KEBANGSAAN (KKN KEBANGSAAN). Kuliah Kerja
Nyata Kebangsaan (KKN Kebangsaan) adalah KKN yang dilaksanakan
secara nasional oleh perguruan tinggi di Indonesia dengan pendekatan lintas
keilmuan pada suatu waktu dan daerah tertentu dengan mengangkat tema yang
bersifat strategis. KKN Kebangsaan akan melibatkan berbagai stakeholder
(Warga dan Pemerintah Daerah setempat, TNI, Polri, bahkan perusahaan-
perusahaan melalui program CSR).
Bagi masyarakat dan pemerintah, KKN bermanfaat sebagai sarana yang
efektif dalam sosialisasi dan pelaksanaan berbagai progam pembangunan.
Sementara bagi perguruan tinggi, KKN dapat menjadi sarana untuk
memperoleh feed back serta untuk menjalin kerjasama dengan instansi
pemerintah dan masyarakat setempat. Pelaksanaan KKN memberikan
kontribusi dalam peningkatan akreditasi kampus, hal ini didasarkan asas
kebermanfaatan pada masyarakat. KKN memberikan manfaat langsung pada
masyarakat dan juga berkontribusi dalam peningkatan akreditasi, karena setiap
perguruan tinggi yang tidak bersentuhan dengan masyarakat secara langsung,
maka perguruan tinggi tersebut akan ditinggalkan oleh masyarakat. KKN
bukan hanya sebagai implementasi pelajaran yang didapatkan dalam bangku
kuliah, akan tetapi pengalaman langsung menjadi bagian dalam masyarakat.
Dengan mengikuti kegiatan KKN Kebangsaan, mahasiswa diharapkan akan
memperoleh pengalaman hidup bermasyarakat dan dapat menerapkan
pengetahuan akademik. Keberhasilan program kegiatan diukur dari sejauh
mana mahasiswa mempunyai pemahaman permasalahan yang ada dalam
masyarakat, mencari alternatif solusinya, melakukan sosialisasi, komunikasi,
dan koordinasi dengan berbagai pihak, untuk merealisasikan solusi yang
dipilihnya.
Kalimantan Barat adalah salah satu provinsi tempat diadakannya KKN
Kebangsaan 2014 dengan dipilih 3 kabupaten yang memiliki wilayah
perbatasan yaitu Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Sambas dan Kabupaten
Sanggau. Tema KKN Kebangsaan 2014 yaitu PEMBERDAYAAN
K K N K E B A N G S A A N 2 0 1 4 | 4

MASYARAKAT PERBATASAN UNTUK MENUMBUHKAN SEMANGAT
PERSATUAN DAN KESATUAN DALAM BI NGKAI NEGARA
KESATUAN REPUBLIK I NDONESI A. Tema KKN Kebangsaan diatas
sangat sesuai dengan keadaan wilayah Kalimantan Barat yang langsung
berbatasan dengan negara tetangga kita yaitu Malaysia dan Brunei
Darussalam. Perlu adanya tangan-tangan mahasiswa dalam penyebaran
informasi langung berupa sosialisasi dan pelaksanaan program pembangunan
diberbagai bidang terhadap masyarakat perbatasan.
Kabupaten Sanggau, Kecamatan Sekayam, Desa Balai Karangan
merupakan salah satu dari 10 desa yang berada pada kecamatan sekayam
sebagai pintu awal menuju perbatasan Indonesia dengan Malaysia Timur.
Desa Balai Karangan menjadi desa posko pelaksanaan KKN Kebangsaan
2014. Desa Balai Karangan sebagai sebuah desa yang memperoleh pengaruh
langsung diberbagai bidang sendi kehidupan terutama ekonomi, sosial dan
budaya yang mendapat pengaruh negara tetangga perlu mendapat uluran
pengubahan seperti adanya sosialisasi dan program pembangunan kepada
masyarakatnya secara langsung.
Latar Belakang ini menunjukkan peran mahasiswa KKN Kebangsan 2014
sangatlah besar bagi perubahan kecil berdampak luas bagi masyarakat
perbatasan desa Balai Karangan. Berbagai peran ilmu pengetahuan yang
berbeda dari para mahasiswa memampukan mahasiswa bekerja sama dan
menjalin hubungan dari masyarakat sampai kepada pemerintah Kecamatan
Sekayam, Kabupaten Sanggau. Kerjasama antar mahasiswa, masyarakat,
Kepala Desa beserta staf dan Camat Sekayam beserta staf dalam waktu kerja 1
bulan sangatlah dibutuhkan demi kesuksesan KKN Kebangsaan 2014.

1.2 RUMUSAN MASALAH
1.2.1 Bagaimanakah gambaran umum wilayah KKN Kebangsaan 2014?
1.2.2 Apa saja program kerja yang dilaksanakan dan permasalahannya?

K K N K E B A N G S A A N 2 0 1 4 | 5


1.3 TUJUAN KKN
1.3.1 Meningkatkan semangat NASIONALISME dan rasa persaudaraan
mahasiswa se Indonesia
1.3.2 Mendorong dan memacu pembangunan nasional dengan menumbuhkan
motivasi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan.
1.3.3 Meningkatkan peran dan kontribusi nyata perguruan tinggi dan mahasiswa
dalam pembangunan nasional
1.3.4 Mengembangkan wawasan, karakter dan soft skill mahasiswa
1.3.5 Menanamkan jiwa dan nilai-nilai kebersamaan, kemandirian, etos kerja
dan tanggung jawab

1.4 SASARAN
1.4.1 Mahasiswa
1.4.2 Perguruan Tinggi
1.4.3 Masyarakat
1.4.4 Pemerintah











K K N K E B A N G S A A N 2 0 1 4 | 6

BAB 2
GAMBARAN UMUM MENGENAI WILAYAH KKN KEBANGSAAN 2014
dan
URAIAN PROGRAM KERJA

2.1 Gambaran Umum Kabupaten Sanggau
Kabupaten Sanggau adalah salah satu Daerah Tingkat II di
provinsi Kalimantan Barat. Kabupaten Sanggau merupakan
salah satu daerah yang terletak di tengah-tengah dan berada di
bagian utara provinsi Kalimantan Barat dengan luas daerah
12.857,70 km dengan kepadatan 29 jiwa per km. Dilihat dari
letak geographisnya, Kabupaten Sanggau terletak diantara 1LU 0,6LS & 109,8
- 111,3 BT, dengan batas batas wilayah Kabupaten Sanggau sebagai berikut :
Sebelah utara :
Sarawak (Malaysia Timur) dan Kabupaten
Bengkayang.
Sebelah selatan : Kabupaten Ketapang.
Sebelah timur : Kabupaten Sekadau dan Kabupaten Sintang.
Sebelah barat : Kabupaten Landak
K K N K E B A N G S A A N 2 0 1 4 | 7



Kabupaten Sanggau memiliki 7 (tujuh) posisi strategis yaitu :
Secara geografis terletak di tengah-tengah Propinsi Kalimantan Barat.
Terletak pada jalur lalu lintas sektor timur menuju Kabupaten Sekadau,
Melawi, Sintang dan Kapuas Hulu.
Terletak pada jalur Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia.
Terletak pada jalur Trans Kalimantan (Kalteng, Kalsel, Kaltim).
Terletak pada jalur Trans Borneo (Sarawak dan Brunei Darussalam).
Berbatasan langsung dengan negara bagian Sarawak (Malaysia Timur).
Memiliki PPLB Entikong yang direncanakan sebagai pelabuhan darat
resmi.
Luas wilayah Kabupaten Sanggau adalah 12.857,70 Km
2
(12,47%) dari luas
wilayah Provinsi Kalimantan Barat, dengan kepadatan penduduk rata-rata 32 jiwa
per km
2
. Wilayah administratif pemerintahan Kabupaten Sanggau terdiri dari 15
K K N K E B A N G S A A N 2 0 1 4 | 8

(lima belas) kecamatan, 163 desa/kelurahan dan 760 dusun. Dari 15 (lima belas)
kecamatan di Kabupaten Sanggau, kecamatan terluas adalah Kecamatan Jangkang
dengan luas 1.589,20 Km
2
sedangkan kecamatan terkecil adalah Kecamatan Balai
dengan luas 395,60 Km
2
.
Peta Kabupaten Sanggau dapat dilihat dibawah ini :
Untuk mengetahui luas wilayah setiap kecamatan dan jumlah desa di Kabupaten
Sanggau, dapat dilihat dalam tabel 1 dan 2 dibawah ini :
TABEL 1
NAMA IBUKOTA KECAMATAN DAN LUAS DAERAH
KABUPATEN SANGGAU
TAHUN 2010
No. Kecamatan
Ibukota
Kecamatan
Luas Daerah
(Km
2
)
(1) (2) (3) (4)
1 Toba Teraju 1.127,20
2 Meliau Meliau 1.495,70
3 Kapuas Sanggau 1.382,00
4 Mukok Kedukul 501,00
5 Jangkang Balai Sebut 1.589,20
6 Bonti Bonti 1.121,80
7 Parindu Pusat Damai 593,90
8 Tayan Hilir Tayan 1.050,50
9 Balai Batang Tarang 395,60
10 Tayan Hulu Sosok 719,20
11 Kembayan Kembayan 610,80
12 Beduwai Beduwai 435,00
13 Noyan Noyan 487,90
14 Sekayam Balai Karangan 841,01
15 Entikong Entikong 506,89
Jumlah 12.857,70
K K N K E B A N G S A A N 2 0 1 4 | 9


Sumber : Kabupaten Sanggau Dalam Angka, BPS Kab. Sanggau, 2010
TABEL 2
BANYAKNYA DESA/KELURAHAN, DUSUN DAN LINGKUNGAN
KABUPATEN SANGGAU
TAHUN 2012
No. Kecamatan
Desa /
Kelurahan
Dusun Lingkungan
(1) (2) (3) (4) (5)
1 Toba 7 26 -
2 Meliau 19 81 -
3 Kapuas 20 63 15
4 Mukok 9 44 -
5 Jangkang 11 60 -
6 Bonti 9 47 -
7 Parindu 14 59 -
8 Tayan Hilir 15 84 -
9 Balai 12 64 -
10 Tayan Hulu 11 44 -
11 Kembayan 11 58 -
12 Beduwai 5 21 -
13 Noyan 5 29 -
14 Sekayam 10 52 -
15 Entikong 5 28 -
Jumlah 163 760 15

Sumber : BPM-PEMDES, Kab. Sanggau, 2012


K K N K E B A N G S A A N 2 0 1 4 | 10

Visi dan Misi
Visi Pembangunan Kabupaten Sanggau :Sanggau Maju dan Terdepan.
Misi Pembangunan Kabupaten Sanggau adalah :
1. Memperkuat dan memperbaiki perencanaan daerah, database kabupaten
sanggau, rtrwk dan penataan lahan desa.
2. Mereposisi kebijakan daerah yang berorientasi kepada ekonomi
kerakyatan, harmonisasi investor, rakyat dan buruh/karyawan
3. Melakukan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan serta
infastruktur, struktur lainnya yang terencana dan terukur sesuai dengan
prioritas, pemerataan sampai pada tingkat kampung
4. Mereposisi kebijakan perkebunan berskala investasi dan melakukan
gerakan pengamanan investasi yang ada dengan prinsip kerakyatan dan
keadilan serta pengembangan perkebunan rakyat/ koperasi dengan
bersetara (karet, kakau, lada, sawit)
5. Mereposisi kebijakan pendidikan dan kesehatan melalui peningkatan
kesejahteraan guru/para medis untuk kesejahteraan masyarakat ,
pendidikan dan kesehatan yang dibiayai pemkab, perbaikan infrasrtuktur
dan mutu pendidikan/kesehatan.
6. Melakukan reformasi birokrasi publik dalam rangka menciptakan
organisasi pemerintahan yang kuat dan efektif
7. Pengembangan ketahanan pangan keluarga melalui diversifikasi usaha
pertanian perkebunan / peternakan yang berbasis rumah.
8. Pengembangan usaha mikro produktif dan investasi dalam rangka
meningkatkan pendapatan / keuangan masyarakat, memperkuat usaha
produktif secara partisipatif / kerakyatan.
9. Pengembangan keuangan daerah dalam rangka pembiayaan kegiatan sosial
ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.
K K N K E B A N G S A A N 2 0 1 4 | 11

10. Menggali sumber-sumber keuangan daerah dengan memetakan potensi
dan mendorong kegiatan perekonomian yang berdampak tidak langsung
(multiplayer effect) terhadap pencapaian hasil-hasil pembangunan.
11. Percepatan pembangunan wilayah perbatasan yang sinergis, terukur dan
berkelanjutan pada kawasan cepat tumbuh dan tertinggal.
12. Penataan ibukota kabupaten dan penanganan sampah perkotaan.
2.2 Gambaran Umum Kecamatan Sekayam

Kecamatan Sekayam merupakan salah satu dari 15 Kecamatan di
Kabupaten Sanggau yang berbatasan langsung dengan Negara Tetangga
Malysia bagian Timur. Secara defenitif Kecamatan Sekayam berdiri
berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 27 Tahun 1959 Tentang
Penetapan Undang-Undang Darurat Nomor : 3 Tahun 1953 Tentang
Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan.
Adapun Pejabat Pemerintah yang pernah menjabat sebagai Demang
(Sebutan Camat Tempo Dulu) adalah DEMANG GUNCU ( Tahun 1933
sampai Tahun 1937 ). Sedangkan Pejabat Definitif Kecamatan Sekayam yang
menjabat Camat Sekayam adalah sebagai berikut :
1. Gusti Ahmad (Tahun 1937 sampai Tahun 1940)
2. Gusti Muhamad Saleh ( Tahun 1940 sampai Tahun 1945)
3. Abang Abdullah (Tahun 1945 sampai Tahun 1950)
4. Gusti Saleh (Tahun 1950 sampai Tahun 1953)
5. Abang Maskur (Tahun 1953 sampai Tahun 1956)
6. Usman (Tahun 1956 sampai Tahun 1958)
7. Gusti Kasuma (Tahun 1958 sampai Tahun 1960)
8. Sulaiman (Tahun 1960 sampai Tahun 1960)
9. Jhon Lamid Niga (Tahun 1960 sampai Tahun 1963)
10. Gusti Muhammad Ali (Tahun 1963 sampai Tahun 1966)
11. Abdul Razak (Tahun 1966 sampai Tahun 1966)
12. Gusti Panji (Tahun 1966 sampai Tahun 1971)
K K N K E B A N G S A A N 2 0 1 4 | 12

13. Gon Gonan Nasution (Tahun 1971 sampai Tahun 1972)
14. Alek Karlim (Tahun 1972 sampai Tahun 1983)
15. Idrus Suud,BA (Tahun 1983 sampai Tahun 1990)
16. Drs. Hamdi (Tahun 1990 sampai Tahun 1995)
17. Drs. Abdullah (Tahun 1995 sampai Tahun 2000)
18. Alianto, S.Sos (Tahun 2000 sampai Tahun 2002)
19. Rusli M.S.Sos (Tahun 2002 sampai Tahun 2005)
20. Sumadi Haryoko,S.Sos (Tahun 2005 sampai Tahun 2006)
21. Petrus David N.BA (Tahun 2006 sampai Tahun 2007)
22. Drs. Markus (Tahun 2007 sampai Tahun 2008)
23. Ramlan Maringga, BA (Tahun 2008 sampai Tahun 2011)
24. Niriu, S.Sos (Tahun 2012 sampai sekarang)

Administrasi Pemerintah
Luas Wilayah : 841,01 KM
Jumlah Desa : 10 Desa
Jumlah Dusun : 51 Dusun
Jumlah RT : 123 RT

Daftar Desa di Kecamatan Sekayam
Desa Kode Pos Kecamatan Kabupaten Provinsi
Desa Balai Karangan 78556 Sekayam Sanggau Kalimantan Barat
Desa Bungkang 78556 Sekayam Sanggau Kalimantan Barat
Desa Engkahan 78556 Sekayam Sanggau Kalimantan Barat
Desa Kenaman 78556 Sekayam Sanggau Kalimantan Barat
Desa Lubuk Sabuk 78556 Sekayam Sanggau Kalimantan Barat
Desa Malenggang 78556 Sekayam Sanggau Kalimantan Barat
Desa Pengadang 78556 Sekayam Sanggau Kalimantan Barat
Desa Raut Muara 78556 Sekayam Sanggau Kalimantan Barat
Desa Sei/Sungai Tekam 78556 Sekayam Sanggau Kalimantan Barat
K K N K E B A N G S A A N 2 0 1 4 | 13

Desa Sotok 78556 Sekayam Sanggau Kalimantan Barat
Total desa di Kecamatan Sekayam = 10


Batas Wilayah Kecamatan Sekayam:
Sebelah Utara berbatasan dengan Malaysia Timur
Sebelah Timur berbatsan dengan Kabupaten Sintang
Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Noyan dan Beduai
Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Landak.

Visi dan Misi
Visi :
Terwujudnya Pelayanan Prima dalam penyelanggaraan Pemerintah,
Pembangunan dan Sosial Kemasyarakatan yang harmonis di Kecamatan
Sekayam.

Misi :
Meningkatkan kualitas Sumber Daya Aparatur Kecamatan yang handal
dari Profesional yang dilandasi dengan ilmu Pengetahuan, Iman kepada
Tuhan yang Maha Esa.
K K N K E B A N G S A A N 2 0 1 4 | 14

Meningkatkan kinerja dengan melaksanakan Tugas dan Fungsi serta
pembagian tugas yang jelas sehingga terciptanya Pemerintahan yang baik
serta bebas KKN.
Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sehingga mendorong
partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Mengembangkan budaya sebagai jati diri khususnya di Kecamatan
Sekayam.

2.3 Gambaran Umum Desa Balai Karangan
Balai karangan adalah nama sebuah desa di kecamatan Sekayam kabupaten
Sanggau. Balai Karangan ini bertatap langsung dengan Negara tetangga yakni
Malaysia yang hanya dibatasi dengan pegunungan. Balai Karangan memiliki
batas wilayah yaitu:
Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Bungkang
Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Kenaman
Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Pengadang
Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Engkahan
Desa Balai Karangan memiliki 7 dusun yaitu:
Dusun Paus dengan kepala dusunnya ialah bpk. M. Josmis
Dusun BalKar 1 dengan kepala dusunnya ialah bpk. Sabli
Dusun Balkar 2 dengan kepala dusunya ialah bpk. Suherman
Dusun Balkar 3 dengan kepala dusunnya ialah bpk. M. Sirajuddin.
ABD
Dusun Balkar 4 dengan kepala dusunnya ialah bpk. Abang Asdarudin
Dusun Bakai 1 dengan kepala dusunnya ialah bpk. Ismail
Dusun Bakai 2 dengan kepala dusunnya ialah bpk. Deni Erwin
Potensi dari Desa Balai Karangan sendiri yaitu:
Tanah Perkebunan dengan spesifikasi tanah perkebunan yang paling
banyak yaitu tanah perkebunan rakyat dan swasta yaitu sebanyak 19,8
Ha dan sisanya tanah pperkebunan milik perorangan sebesar 5,6 Ha.
K K N K E B A N G S A A N 2 0 1 4 | 15

Peternakan dengan spesifikasi jenis populasi ternak yang paling
banyak sampai kepada yang paling sedikit yaitu ayam kampung,
bebek, sapi, kambing dan babi.
Bahan Galian yang menjadi potensi di Desa Balai Karangan yaitu
produksi Pasir dan Batu dengan skala produksi yang sedang dan lebih
dimiliki oleh usaha perorangan.
Mata pencaharian pokok masyarakat Desa Balai Karangan sebagian besar
menjadi karyawan perusahaan swasta, sisanya sebagai petani, buruh tani,
PNS, karyawan perusahaan pemerintah, peternak, dokter, bidan, TNI,dan
POLRI.
Kekurangan Desa Balai Karangan yang maju seperti sekarang ini adalah
masih banyaknya kualitas penduduk usia 18-56 tahun yang buta aksara dan
huruf yaitu sebanyak 3100 orang laki-laki dan 3085 orang perempuan.
Lembaga pendidikan Formal yang terdapat di Desa Balai Karangan yaitu:
SD Negeri 1, SD Negeri 2, SD Negeri 3, SD 22 PAUS, MIS, SMP Negeri 1,
MAN, SMA Negeri 1 Sekayam.

K K N K E B A N G S A A N 2 0 1 4 | 16



2.4 Program Kerja
Adapun program kerja yang kami rencanakan selama di Desa Balai Karangan
adalah:
a. Gotong Royong membersihkan makam pahlawan
b. Gotong Royong membersihkan pekarangan rumah dan menjadikan
halaman depan sebagai kebun kecil
c. Mengadakan bimbingan belajar TK, SD, SMP, dan SMA di POSKO
KKN Kebangsaan 2014
d. Sosialisasi Narkoba di SMP 1 Sekayam
e. Diskusi umum mengenai masalah pertanian di Desa Balai Karangan
f. Sosialisasi Narkoba di SD 1, 2, 3 dan 22 PAUS
g. Gotong Royong membersihkan tugu
h. Penyuluhan pertanian di SMA 1 Sekayam
i. Penyuluhan narkoba di SMA 1 Sekayam
j. Pembuatan Tong Sampah
K K N K E B A N G S A A N 2 0 1 4 | 17

k. Mengajar di Sekolah Dasar
l. Perbaikan dan Pembersihan tempat ibadah
m. Sosialisasi Jurnalistik
n. Pembersihan selokan dan Pengecatan Sekolah
o. Membuat apotik Hidup di Sekolah
p. Membuat plang batas desa dan dusun juga penomoran rumah
q. Pemberantasan Buta Aksara
r. Pembentukan kelompok PKK dan Pelatihan Kerajinan
s. Pembentukan Karang Taruna


















K K N K E B A N G S A A N 2 0 1 4 | 18

BAB 3
IDENTIFIKASI PROGRAM KERJA
Program Kerja Mahasiswa KKN Kebangsaan untuk desa Balai Karangan terlepas
dari dilaksanakan atau tidaknya terdiri dari:
1. Gotong Royong
Gotong Royong merupakan istilah asli Indonesia yang berarti bersama-
sama mengerjakan sesuatu atau membuat sesuatu untuk mencapai suatu
hasil budaya gotong royong di landasi oleh hal-hal berikut:
Manusia terikat dengan lingkupan sosialnya
Pada dasarnya manusia sebagai makhluk sosial
Manusia perlu menjaga hubungan baik dan selaras dengan
sesamanya
Manusia perlu menyesuaikan dirinya dengan anggota masyarakat
Oleh sebab-sebab di atas maka mahasiswa KKN Kebangsaan 2014 posko
Desa Balai Karangan, Kecamatan Sekayam mengikuti beberapa gotong
royong yang terdiri dari Gotong Royong membersihkan taman makam
pahlawan, Gotong Royong membersihkan pekarangan dan menjadikan
halaman depan sebagai kebun kecil, dan Gotong Royong membersihkan
tugu.
Pada hari Senin, 11 Agustus 2014 , kami memperoleh kabar dari Sekertaris
Camat bahwa pada hari Selasa, 12 Agustus 2014 akan diadakan Gotong
Royong membersihkan taman makam pahlawan untuk menyambut
kemerdekaan Indonesia 17 Agustus. Gotong Royong ini diikuti oleh
Aparat Pemerintah Desa, TNI, dan siswa-siswa SD, SMP, SMA dan SMK.
Masalah yang dihadapi adalah mahasiswa KKN Kebangsaan posko Desa
Balai Karangan terlambat datang dalam Gotong Royong tersebut yang
seharusnya dimulai pada pukul 08.00 pagi, para mahasiswa datang ke TKP
K K N K E B A N G S A A N 2 0 1 4 | 19

pada pukul 08.30. Meskipun kami terlambat, kami masih membantu
membersihkan taman makam pahlawan ini sampai pukul 10.00 pagi.
Pada hari Kamis, 14 Agustus 2014, kami bergotong royong membersihkan
lingkungan posko kami yang beralamatkan di Jl. Alex Karlim (Mess
Camat Lama). Posko kami merupakan rumah yang telah lama tidak dihuni
sehingga di tumbuhi rumput-rumput liar. Halaman umah yang awalnya
ditumbuhi oleh rumput liar kami sulap menjadi kebun kecil dengan
berbagai tanaman sayur-sayuran seperti sawi, dan cabai. Masalah yang
dihadapi adalah tidak semua mahasiswa terlibat langsung pada Gotong
Royong ini.
Pada hari Sabtu, 23 Agustus 2014, kami mengikuti Gotong Royong
dengan dipimpin oleh Bapak Dusun Balai Karangan III yaitu Bapak
M.Sirajuddin. ABD dan warga Dusun Balai Karangan III. Masalah yang
dihadapi adalah kurangnya antusias dari warga Dusun Balai Karangan III.
Alternatif pemecahan masalah yaitu sebaiknya warga Dusun Balai
Karangan III terjalin hubungan yang baik dengan Kepala Dusunnya
sehingga bila terdapat gotong royong bersama kembali seluruh warga
Dusun Balai Karangan III dapat turun mengikuti gotong royong
membersihkan Dusun mereka demi melestarikan lingkungan.
2. Pengadaan Bimbingan Belajar
Bimbingan adalah proses bantuan terhadap individu mendapat pemahaman
dan pengarahan diri yang yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian
diri secara maksimum kepada sekolah, keluarga serta masyarakat.
Bimbingan Belajar diperlukan untuk membimbing dan mengarahkan anak-
anak supaya menjadikan anak-anak mengerti dan mencapai penyesuaian
akademis secara optimal.
Pada Desa Balai Karangan ini, kami mahasiswa KKN Kebangsaan 2014
membuka bimbingan belajar di posko kami kepada setiap siswa dari SD-
SMA yang ingin belajar dan menambah ilmu pengetahuan mereka.
K K N K E B A N G S A A N 2 0 1 4 | 20

Bimbingan belajar ini kami laksanakan setiap hari kecuali hari minggu
dari pukul 15.00-17.00 WIB.

3. Sosialisasi Narkoba
Sosialisasi adalah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai atau
peran-peran yang harus di jalankan oleh individu. Sementara menurut
Wikipedia Bahasa Indonesia, Narkoba adalah zat atau obat yang berasal
dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang
dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa
nyeri dan dapat menimbulkan ketergntungan. Ngelem adalah istilah untuk
menhirup aroma dari bahan lem biasanya lem kambing untuk
menempelkan ban sepeda atau melekatkan bahan kayu.
Pada Hari Kamis, 21 Agustus 2014, Sosialisasi pertama dimulai untuk
SMPN 1 Sekayam. Para siswa antusias mengikuti sosialisasi ini dengan
memberikan pertanyaan mengenai apa yang telah di sosialisasikan.
Pada tgl 23, 25, 26, 28, dilakukan Sosialisasi narkoba dengan tema bahaya
mengelem kepada siswa-siswa SD dari SDN 1, SDN 2, SDN 3, SD 22
PAUS. Sama seperti sosialisasi di SMP, sosialisasi dengan anak-anak SD
juga antusias mengikuti sosialisasi yang diberikan. Masalah yang dihadapi
adalah pada anak-anak SD ketika diberikan materi tidak semua
mendengarkan karena ribut sendiri karena pengawasan guru di ruangan
kurang. Pemecahan Masalahnya adalah seharusnya keikutsertaan guru
seharusnya lebih banyak diberikan sehingga anak-anak dapat dengan
tenang mendengarkan setiap materi yang diberikan.

4. Diskusi Umum Masalah Pertanian
Masalah pertanian merupakan masalah yang sering terjadi di setiap desa
dan kebanyakan tidak memberikan penyelesaian yang signifikan dan
berkelanjutan. Sehingga, kami memberikan ruang kepada bapak sekretaris
Kecamatan Sekayam, Kepala Desa yang diwakili oleh Kepala Dusun,
Ketua BP3K, para penyuluh, kepala dusun dari desa dan mahasiswa
K K N K E B A N G S A A N 2 0 1 4 | 21

peserta KKN Kebangsaan 2014 dari desa tetangga pada hari Kamis, 21
Agustus 2014 di posko KKN Kebangsaan 2014 desa Balai Karangan ini.
Hasil Diskusi ditemukan beberapa permasalahan yaitu:
a. Maraknya alih fungsi lahan
b. Peraturan yang belum jelas membuat beberapa hal yang berkaitan
dengan pertanian mengalami masalah yang cukup mendesak
c. Adanya pengeringan lahan
d. Penjualan komoditi hasil pertanian ke Malaysia akibat dari
rumitnya penjualan di dalam negeri sendiri
Rencananya kegiatan ini akan diteruskan ke dusun-dusun di bawah
pemerintahan Desa Balai Karangan, tujuannya agar diperoleh
permasalahan lebih mendalam dari para petani yang nanti akan ditemukan
penyelesaiannya melalui pemikiran bersama.
5. Penyuluhan Pertanian
Tujuan dari penyuluhan pertanian yang diharapkan adalah untuk
memberikan informasi kepada setiap orang mengenai KRPL Kawasan
Rumah Pangan Lestari. Supaya terwujudnya perbaikan teknis bertani,
perbaikan usaha tani, dan perbaikan kehidupan petani dan masyarakatnya.
Pada hari Rabu 27 Agustus 2014, diadakan penyuluhan pertanian pada
siswa SMAN 1 Sekayam. Penyuluhan ini bertujuan supaya para siswa
mendapatkan ilmu mengenai teknis bertani yaitu dengan materi cangkok,
grafting dan okulasi.

6. Mengajar di Sekolah
Salah satu Program Kerja mahasiswa KKN Kebangsaan 2014 adalah
mengajar di sekolah-sekolah dasar. Hal ini di berikan kepada kami dengan
atas keinginan para guru dan kepala sekolah. Kami mengajar selama 1
minggu di sekolah dasar pada minggu ke III dan minggu ke IV. Masalah
yang kami hadapi ketika mengajar disekolah adalah kurangnya fasilitas
mengajar yang terdapat di sekolah, guru yang seharusnya mengajar tidak
K K N K E B A N G S A A N 2 0 1 4 | 22

mengajar dengan jam yang seharusnya karena terdapat urusan pribadi
masing-masing guru, jam masuk sekolah, istirahat dan jam pulang sekolah
tidak sesuai dengan jadwal yang seharusmya, sudah sampai bulan
september masih belum terdapat buku yang dapat digunakan untuk belajar,
padahal pada bulan september akan diadakan ulangan mid tengah
semester, masih terdapat anak-anak yang telah kelas 3, 4, 5, dan 6 yang
belum dapat membaca dengan baik dan benar (masih mengeja), yang
terpenting adalah kebanyakan siswa-siswa SD kurang mendapatkan
pelajaran moral, sopan-santun, dan menghargai orang lain. Penyelesaian
masalah yang dapat kami berikan seharusnya dari dinas pendidikan cabang
dapat mengawasi dan menegur para kepala sekolah yang kurang disiplin
pada jam sekolah, maupun guru-guru yang tidak mengajar dengan
semestinya. Begitu juga dengan Kepala sekolah dan guru dapat
mengungkapkan keluh kesah karena ketiadaan buku yang menjadi fasilitas
penting sebuah sekolah apalagi saat ini telah memasuki sistem pendidikan
baru. Untuk para guru, seharusnya mengajar dengan lebih konsisten
dengan memberikan ilmu yang dibutuhkan oleh anak-anak. Seharusnya
sudah tidak ada lagi kasus anak-anak kelaas 3, 4,5,dan 6 yang belum dapat
membaca, dengan masih adanya anak yang belum dapat membaca dengan
lancar sangatlah jelas terlihat kekurangan guru dalam mengajar. Kemudian
bagi semua pihaka yang terkait dengan pendidikan, seharusnya pelajaran
mengenai moral, sopan-santun, dan menghargai orang lain akan sangat
mudah terbentuk dari kecil sehingga sudah sepatutnya ini diajarkan dan
diterapkan di sekolah dasar untuk membentuk karakter siswa yang baik.

7. Perbaikan dan Pembersihan Tempat Ibadah
Membersihkan / menata lingkungan rehap rumah ibadah merupakan salah
satu kegiatan corporate social responsibility, dilaksanakan dalam sebuah
bentuk komunitas secara berkelanjutan, sedangkan maksud kegiatan ini
salah satunya untuk meningkatkan kesadaran umat akan pentingnya
kebersihan rumah ibadah, sebab, dengan bersihnya rumah ibadah akan
K K N K E B A N G S A A N 2 0 1 4 | 23

berdampak kepada kebersihan hati serta ketulusan umat dalam menjalani
ibadahnya.
Ini adalah program kerja yang tidak terselenggara dengan baik dan
seharusnya. Kendala yang terdapat disini adalah kekurangan biaya untuk
melakukan perbaikan tempat ibadah. Desa Balai Karangan khususnya
Bakai II merupakan tempat yang seharusnya mendapat bantuan dalam segi
rohani. Pada Bakai II hanya memiliki 1 buah masjid yang kurang sarana
dan prasarana peribadahannya.

8. Sosialisasi Jurnalistik
Sosialisasi adalah proses belajar mengajar mengenai pola-pola tindakan
interaksi dalam masyarakat sesuai dengna peran dan status sosial yang
dijalankan masing-masing. Jurnalistik adalah suatu kegiatan yang
berhubungan dengan pencatatan atau pelaporan sehari-hari dalam
bahasannya yaitu membuat berita dan ulasan mengenai berita sampai pada
kelompok pemerhati berita.
Ini juga merupakan program kerja mahasiswa KKN Kebangsaan yang
berada di desa Balai karangan yang tidak terlangsana seperti seharusnya.
Kendala yang kami hadapi adalah kekurangan waktu yan tersedia karena
koordinasi dengan sekolah mengenai tanggal sosialisasi jurnalistik kurang.
Pemecahan masalah yang dapat kami berikan yaitu seharusnya koordinasi
dan pemberitahuan dari sekolah dapat diberikan lebih cepat sehingga kami
dapat mengatur jadwal dan disesuaikan dengan kesempatan program kerja
yang lain untuk bergerak.

9. Pembersihan Drainase dan Pengecatan Sekolah
Drainase merupakan salah satu bagian penting dalam tata kota karena
menjadi saluran yang menjadi pembuangan segala limbah rumah tangga,
toko, pabrik dan tempat-tempat lainnya. Begitu juga pada lingkungan
sekolah drainase mencegah terjadinya banjir yang akan menganggu
aktivitas belajar mengajar di waktu hujan. Oleh karena itu, maka kami
K K N K E B A N G S A A N 2 0 1 4 | 24

mahasiswa KKN Kebangsaan 2014 dengan para siswa di tiap sekolah
dasar membersihkan drainase di sekolah dan juga memunggut sampah
bersama demi menciptakan sekolah yang bersih dan sehat bebas dari
sarang penyakit.
Salah satu kegiatan yang tidak terlaksana adalah program pengecatan
sekolah, karena ketidakadaan biaya dari sekolah maupun kami
memperhatikan sekolah masih dalam keadaan yang baik, kondisi cat masih
bagus dan belum terjadi pengelupasan.

10. Membuat Apotik Hidup di Sekolah
Apotik hidup adalah mempergunakan atau memanfaatkan sebagian tanah
untuk ditanami tanaman obat-obatan untuk keperluan sehari-hari. Banyak
tanaman obat-obatan tradisional yang dapat kita tanam di tanah perumahan
kitaa yang mempunyai lahan sedikit. Sekolah sharusnya memberikan
pengajaran kepada para siswa untuk mempergunakan sedikit lahan di
sekolah untuk menjadikannya sebagai apotik hidup. Hal ni supaya para
siswa belajar mengenal tanaman obat-obatan yang dapat menyembuhkan
penyakit secara alami. Tetapi program kerja ini tidak terlakana dengan
baik karena adanya kendala yaitu tidak adanya lahan tempat dijadikan
apoti hidup di sekolah, tidak adanya kerja sama yang baik antara
mahasiswa KKN Kebangsaan 2014 dengaan guru-guru untuk membuat
apotik hidup di sekolah. Sekolah lebih senan bila di sekolah ditanami
tumbuh-tumbuhan seperti bunga-bunga hias atau pohon peneduh.

11. Pembuatan plang batas desa dan dusun juga penomoran rumah
Plang batas desa dan dusun serta penomoran rumah adalah salah satu
perbaikan infrastruktur desa. Dengan adanya semua ini mempermudah
setiap masyarakat yang telah lama tinggal di desa Balai Karangan ataupun
yang baru tinggal di Balai Karangan untuk mengetahui wilayah tempat
tinggalnya. Seperti itu pula penomoran setiap rumah supaya
mempermudah mengurus perlengkapan-perlengkapan surat menyurat atau
K K N K E B A N G S A A N 2 0 1 4 | 25

hal lainnya yang berhubungan dengan pemerintah desa atau dengan
masyarakat lainnya, sangat berguna untuk mengambil data pasti mengenai
jumlah penduduk dan kepala keluarga dalam satu RT, satu Dusun
kemudian berkembang menjadi satu Desa. Tetapi sangat disayangkan
sekali bahwa program kerja ini tidak terlaksana di karenakan adanya
kendala yaitu tidak adanya dana yang disiapkan oleh desa untuk membuat
ini semua, dan menurut keterangan ibu kepala desa Balai Karangan bahwa
untuk plang batas desa adalah merupakan programnya sebagai ibu kepala
desa yang tidak dapat di ganggu gugat karena terdapat dana yang
diberikan pemerintah untuk itu sehingga ibu Kepala Desa Balai Karangan
mengatakan akan membut plang batas desa yang terbuat dari semen
sehingga tidak akan mudah dirusak orang lain.

12. Pemberantasan Buta Aksara
Buta Aksara adalah ketidakmampuan seseorang untuk membaca atau
menulis kalimat sederhana dalam bahasa apapun. Desa Balai Karangan
adalah Desa yang memiliki jumlah penduduk sebanyak +- 10.000 orang
dan setengah diantaranya masih belum dapat mengenal huruf seperti
menulis dan membaca. Kami sebagai mahasiswa KKN Kebangsaan 2014
merencanakan ingin memberikan pembelajaran terhadap para orang-orang
yang kurang dapat menulis dan membaca. Tetapi terdapat kendala yaitu
kami hanya memiliki waktu yang sedikit sementara program ini
seharusnya menjadi program yang berkelanjutan, dikarenakan kami juga
mengalami kesulitan berhubungan dengan kepa desa jadi kami tidak bisa
menjalankan program kerja ini.

13. Pembentukan kelompok PKK dan Pelatihan Kerajinan
PKK desa adalah sebagai salah satu organisasi masyarakat yang tumbuh
dari bawah dengan wanita sebagai penggeraknya mempunyai peranan
strategis dalam pencapaian tujuan pembangunan Nasional. Sejak
dicanangkan Tahun 1984 berdasarka keputusan Menteri dalam negeri No
K K N K E B A N G S A A N 2 0 1 4 | 26

28 Tahun 1984 hingga kini Pembinaan PKK telah memberikan konstribusi
yang nyata sehingga program angka pertumbuhan penduduk dapat
tercapai.
Suatu desa diharapkan memiliki PKK di dalamnya begitu juga pada Desa
Balaia Karangan yang sampai saat ini belum memiliki kejelasan mengenai
PKK. Para ibu-ibu di setiap dusun pada desa Balai Karangan ini
menginginkan suatu pelatihan kerajinan untuk mengisi waktu luang
mereka di kala siang atau saat tidak ada hal yang dilakukan. Kendalanya
adalah pembentukan kelompok PKK bukan lah kewenangan kami,
seharusnya terdapat peran serta dari aparatur desa mengenai pembentukan
PKK maupun mengajarkan beberapa pelatihan-pelatihan kerajinan bagi
mereka dari barang-barang yang mudah di peroleh (baranag-baran daur
ulang) sehingga dapat meniptakan suatu daerah yang kreatif dan inovatif.

14. Pembentukan Karang Taruna
Karang Taruna adalah organisasi kepemudaan di Indonesia. Karang
Taruna merupakan wadah pengembangan generasi muda nonpartisan,
yang tumbuh atas dasar kesadaraan dan rasa tanggung jawab sosial dari,
oleh dan untuk masyarakat khussusnya generasi muda di wilayah Desa/
Kelurahan atau komunitas sosial sederajat, yang terutama bergerak
dibidang kesejahteraan sosial.
Desa Balai Karangan adalah desa yang memiliki banyak pemuda, tetapi
tidak ada terbentuknya karang taruna di desa ini. Karena wilayah yang
angat luas dan kehidupan pemuda-pemudi telah banyak mengikuti
kehidupan kota membuat karang taruna tidak bisa dibentuk secepat itu.
Harus terdapat peran pemerintah yang sekali lagi sangat sulit untuk kami
bawa berdialog sampai saat kepulangan kami. Seharusnya setiap desa
memiliki karang taruna untuk mengembangkan setiap pemuda di suatu
desa. Dengan terbentuknya karang taruna di suatu desa maka
mengubahkan pola pikir pemuda-pemudi untuk mengembangkan desa
menjadi lebih maju dan dikenal masyarakat luar secara positif.
K K N K E B A N G S A A N 2 0 1 4 | 27

BAB 4
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan pelaksanaan dan pengamatan yang telah kami
lakukan dalam kegiatan KULIAH KERJA NYATA KEBANGSAAN
2014 yang berlokasikan di daerah di desa Balai Karangan Kecamatan
Sekayam Kabupaten Sanggau yang dilaksanakan dari tanggal 11 Agustus
sampai dengan 13 September 2014 dapat diambil kesimpulan antara lain :

1. Program kerja yang dilaksanakan di Desa Balai Karangan dapat
dilaksanakan dengan baik serta mendapatkan respon yang baik juga
oleh masyarakat setempat.
2. Secara umum Fakto-faktor pendukung jalannya program kerja
KULIAH KERJA NYATA KEBANGSAAN 2014 di Desa Balai
Karangan antara lain :
a. Kerja sama dengan pihak pemerintah Kecamatan Sekayam yang
sangat mendukung terlaksananya program kerja kami.
b. Pihak Kepala Desa beserta jajarannya,Kepala Dusun Balai
Karangan, aketua RT dan RW Desa Balai Karangan, yang
senantiasa memberikan masukan dan dukungan terhadap
terlaksananya program kerja KULIAH KERJA NYATA
KEBANGSAAN 2014 di Desa Balai Karangan .
c. Seluruh masyarakat desa balai karangan yang sangat mendukung
dengan adanya program kerja KULIAH KERJA NYATA
KEBANGSAAN 2014 yang akan kami laksanakan di desa balai
karangan.
d. Kegiatan KULIAH KERJA NYATA KEBANGSAAN 2014 di
Desa Balai Karangan Kecamatan Sekayam Kabupaten sanggau
mendapat sambutan baik dari masyarakat setempat dan memberi
dukungan moril, dan bantuan seperti kendaraan dan makanan
K K N K E B A N G S A A N 2 0 1 4 | 28

demi kelancaran pelaksanaan kegiatan KULIAH KERJA NYATA
KEBANGSAAN 2014 di Desa Balai Karangan.

4.2 Saran
Dalam pelaksanaan kegiatan KULIAH KERJA NYATA
KEBANGSAAN 2014 yang telah dilaksanakan selama 1 bulan,
sebaiknya haruslah didukung dari pihak Pemerintah, Universitas, dan
Masyarakat dalam kelancaran setiap program kerja yang dilaksanakan
yang berupa dukungan secara moril serta materil. Terkait dengan dana
yang diberikan baik dari pihak pemerintah atau Universitas lebih
ditingkatkan lagi, karena dana akan digunakan untuk mengembangkan
potensi-potensi yang ada di masyarakat tersebut.

1. Pemerintah
sebaiknya lebih memperhatikan pembangunan didaerah perbatasan
baik dalam infrakstruktur, ekonomi, serta kinerja dari setiap pegawai
intansi pemerintah didaerah perbatasan. Selain itu pemerintah pusat
juga harus memperhatikan setiap program kerja yang dilakukan oleh
pemerintah daerah terutama aparatur-aparatur desa, hal ini
dikarenakan masih ditemukannya beberapa masalah seperti kurangnya
komunikasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah,
kurangnya perhatian pemerintah daerah terhadap pelaksanaan
program kerja yang dibuat oleh mahasiswa dan minimnya dana yang
diberikan oleh pihak pemerintah dalam kerja sama untuk menjalankan
beberapa program kerja yang akan dilaksanakan oleh mahasiswa
dalam kepentingan masyarakat.

2. Universitas
sasaran kegiatan serta program-program kerja yang dilaksanakan oleh
Universitas penyelanggara seharusnya terstruktur, dan penempatan
K K N K E B A N G S A A N 2 0 1 4 | 29

lokasi KULIAH KERJA NYATA KEBANGSAAN seharusnya pada
desa yang benar-benar desa tertinggal.

3. Mahasiswa
sebaiknya lebih beradaptasi kepada masyarakat setempat sehingga
mampu menganalisis dan mampu memecahkan semua masalah yang
terdapat dikalangan masyarakat atau di tempat melaksanakan
KULIAH KERJA NYATA KEBANGSAAN.























K K N K E B A N G S A A N 2 0 1 4 | 30

LAMPIRAN
Keberangkatan dan kedatangan peserta KKN Kab.Sanggau







K K N K E B A N G S A A N 2 0 1 4 | 31

Program pembersihan taman makan pahlawan








K K N K E B A N G S A A N 2 0 1 4 | 32

Pembersihan tugu simpang Balai Karangan







K K N K E B A N G S A A N 2 0 1 4 | 33

Penyuluhan pendidikan dan narkoba di SMP Negeri 1 Sekayam






K K N K E B A N G S A A N 2 0 1 4 | 34

Diksusi pertanian antara BP3K dan penyuluh pertanian bersama dengan petani dan
kepala dusun








K K N K E B A N G S A A N 2 0 1 4 | 35

Penyuluhan mengenai bahaya ngelem dan penghijauan halaman sekolah di SD Negeri 1
Balai Karangan








K K N K E B A N G S A A N 2 0 1 4 | 36

Penyuluhan pertanian dan bahaya narkoba di SMA Negeri 1 Sekayam








K K N K E B A N G S A A N 2 0 1 4 | 37

Pembinaan Pramuka di SD Negeri 22 Paus








K K N K E B A N G S A A N 2 0 1 4 | 38

Penyuluhan mengenai bahaya ngeLem dan penghijauan halaman sekolah di SD Negeri 2
Balai Karangan








K K N K E B A N G S A A N 2 0 1 4 | 39

Penyuluhan mengenai bahaya ngeLem di SD 3 Balai Karangan







K K N K E B A N G S A A N 2 0 1 4 | 40

Penyuluhan mengenai bahaya ngeLem dan penghijauan halaman sekolah di SD Negeri
22 Paus









K K N K E B A N G S A A N 2 0 1 4 | 41

Upacara kemerdekaan RI di lapangan komando Kec. Sekayam








K K N K E B A N G S A A N 2 0 1 4 | 42

Mengajar Bimbingan Belajar