Anda di halaman 1dari 26

Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas Rev 1.

0 / Oktober 2014

Terbatas 2011 - BFC Wikusama Business Intermediary
Hal 1 / 26




Pengolahan Limbah
Kertas

Rencana Bisnis - Penawaran Kerja Sama




Propose By:
Putra Anggara
Desa Semanding, Tuban
Indonesia
phone: +62 857 3045 4707
e-mail: putrabayu89@yahoo.com









Information, data and drawings embodied in this business plan are strictly confidential
and are supplied on the understanding that they will be held confidentially and not
disclosed to third parties without the prior written consent of BFC Business Intermediary.
Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas Rev 1.0 / Oktober 2014

Terbatas 2011 - BFC Wikusama Business Intermediary
Hal 2 / 26

RINGKASAN EKSEKUTIF

Putra Anggara adalah sebuah badan usaha di kota Tuban Jawa Timur yang
bergerak di bidang pengolahan limbah kertas semen, yang menghasilkan biji plastik
sebagai produk akhir. Saat ini, Putra Anggara berencana meningkatkan kapasitas
produksi untuk mencapai target produksi di tahun 2011 menjadi 36 Ton. Putra Anggara
membutuhkan tambahan modal kerja sebesar Rp 30.000.000,- untuk penambahan
mesin dan biaya operasional. Dengan proyeksi pangsa pasar yang dapat diraih sebesar
37,50% sebagai hasil peningkatan produksi, maka diperkirakan Putra Anggara dapat
meraih laba sebesar 7,49%-18,48% (proyeksi tahun 2011 2013 data terlampir).
Modal yang dibutuhkan direncanakan untuk diperoleh dengan mendapat pinjaman
melalui penawaran kemitraan terbatas. Pinjaman dengan masa waktu selama 3 tahun
tersebut diharapkan dapat memberikan imbal hasil hingga 126% dari nilai pokok
pinjaman.


Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas Rev 1.0 / Oktober 2014

Terbatas 2011 - BFC Wikusama Business Intermediary
Hal 3 / 26

Daftar Isi

RINGKASAN EKSEKUTIF .................................................................................................................... 2
1 RENCANA ORGANISASI ................................................................................................................. 4
1.1 Uraian Singkat Usaha ................................................................................................................ 4
1.1.1 Visi, Misi, dan Strategi ........................................................................................ 5
1.1.2 Analisa SWOT .................................................................................................... 5
1.2 Produk dan Jasa ........................................................................................................................ 6
1.3 Struktur Organisasi .................................................................................................................... 6
1.4 Perkiraan Risiko Bisnis .............................................................................................................. 7
1.4.1 Risiko Usaha ..................................................................................................... 7
1.4.2 Risiko Administrasi & Hukum ............................................................................... 7
2 RENCANA PEMASARAN................................................................................................................. 8
2.1 Peluang & Potensi Pasar ........................................................................................................... 8
2.1.1 Sasaran Pasar ................................................................................................... 8
2.1.2 Persaingan ........................................................................................................ 8
2.1.3 Proyeksi Peluang Pasar ....................................................................................... 9
2.2 Strategi Pemasaran ................................................................................................................... 9
2.2.1 Metode Penjualan .............................................................................................. 9
2.2.2 Strategi Harga .................................................................................................. 9
2.2.3 Jaringan Kerja Sama .......................................................................................... 9
2.3 Implementasi Strategi Pemasaran .......................................................................................... 10
2.4 Evaluasi Strategi Pemasaran .................................................................................................. 10
3 RENCANA PRODUKSI ................................................................................................................... 11
3.1 Pengadaan Bahan Baku .......................................................................................................... 11
3.2 Rencana Peningkatan Produksi .............................................................................................. 11
3.2.1 Pengadaan Mesin Baru ...................................................................................... 11
3.2.2 Proyeksi Produksi .............................................................................................. 11
4 DOKUMEN KEUANGAN ................................................................................................................ 13
4.1 Ringkasan Kebutuhan Keuangan & Penggunaan Dana Investasi .......................................... 13
4.1.1 Penawaran Kemitraan Terbatas .......................................................................... 13
4.1.2 Jadwal & Timeline ............................................................................................. 14
4.2 Proyeksi Keuangan .............................................................................................................. 14
4.2.1 Proyeksi Arus Kas ............................................................................................. 14
4.2.2 Proyeksi Rugi Laba ............................................................................................ 14
4.2.3 Proyeksi Neraca ................................................................................................ 15
4.2.4 Analisis Titik Impas ........................................................................................... 15
4.2.5 Analisis Kelayakan Usaha ................................................................................... 16
5 DOKUMEN PENDUKUNG .............................................................................................................. 18

Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas Rev 1.0 / Oktober 2014

Terbatas 2011 - BFC Wikusama Business Intermediary
Hal 4 / 26

1 Rencana Organisasi
1.1 Uraian Singkat Usaha
Putra Anggara adalah sebuah badan usaha yang bergerak di bidang pengolahan
limbah kertas. Bahan baku berupa kertas semen, diolah kembali dengan menggunakan
mesin pemisah, untuk diambil bijih plastik sebagai produk akhir utama. Hasil
pengolahan limbah tersebut berupa bijih plastik dan ampas kertas, yang masing-masing
tetap memiliki nilai ekonomis.

Gambar 1. Proses Produksi Pengolahan Limbah Kertas

Nama limbah plastik dari pabrik semen ini adalah streaming, yaitu potongan dari
sak semen import/antar pulau berupa kertas semen yang dilapisi plastik. Plastik yang
menempel tersebut mempunyai kualitas yang masih bagus, putih dan bersih serta
mempunyai nilai jual yang cukup lumayan, namun masih menempel di kertas semen
tersebut. Sehingga untuk mendapatkan plastik perlu proses pemisahan dari kertas
semen tersebut dengan menggunakan mesin pemanas dengan daya listrik 300 watt.

Gambar 2. Foto Produksi Pengolahan Limbah Kertas
Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas Rev 1.0 / Oktober 2014

Terbatas 2011 - BFC Wikusama Business Intermediary
Hal 5 / 26

Proses pemisahan tersebut akan menghasilkan kertas semen dan plastik putihani
yang masing-masing memiliki nilai ekonomis. Plastik ini selanjutnya akan dijadikan biji
plastik dengan kualitas PET, sebagai bahan baku pembuatan gelas dan botol
minuman/air mineral. Sedangkan kertas semen hasil sisa pemisahan adalah jenis kertas
duplex, dapat didaur ulang sebagai bahan baku kertas koran. Rentang nilai jual saat ini
untuk plastik putihan adalah Rp 7.500,00 s/d Rp 8.500,00, sedangkan nilai jual untuk
kertas semen hasil pemisahan adalah Rp 2.200,00 s/d Rp 3.500,00.
Saat ini, Putra Anggara merupakan mitra dari PT.Kilung Plastik sebagai mitra
penyedia jasa pengolahan limbah kertas, sedangkan PT.Kilung Plastik merupakan
pemasok bahan baku dan sekaligus konsumen dari hasil pengolahan limbah.
1.1.1 Visi, Misi, dan Strategi
Putra Anggara bukan merupakan satu-satunya badan usaha uang bergerak di
bidang pengolahan limbah kertas. Dengan menentukan sebuah visi, misi, dan strategi
yang jelas, Putra Anggara berketetapan untuk dapat meraih peluang pasar yang ada dan
menjadi pemimpin regional dalam usaha pengolahan limbah kertas ini.
Visi
Menumbuhkan usaha usaha home industry lewat usaha ini.
Membuka berbagai cabang perusahaan pengolahan limbah kertas di kota tuban
Misi
Penambahan dan pengembangan sumber daya manusia.
Pengembangan produksi dengan penambahan kapasitas produksi
Strategi
Penambahan produk.
Pemanfaatan teknologi
Mencari bahan baku langsung dari pabrik semen untuk memperoleh harga yang
lebih rendah
1.1.2 Analisa SWOT
Kami menyediakan analisa SWOT (Strong Weakness Opportunity Threat) supaya
anda dapat memahami usaha pengolahan limbah kertas ini. Kami ingin menunjukkan
bahwa kami telah mengidentifikasi faktor-faktor yang mungkin dapat mempengaruhi
jalan usaha ini dan telah menyusun peta strategi untuk menghadapi faktor-faktor
tersebut.
Table 1-1. SWOT Identification
KEKUATAN (S) KELEMAHAN (W)
1. Proses produksi yang sederhana
2. Sudah terdaftar dalam kemitraan
sehingga bahan baku dan pasar sudah
ada
1. Mesin yang digunkan masih manual
2. Kurangya modal untuk melakukan
produktivitas yang lebih tinggi

PELUANG (O) ANCAMAN (T)
1. Adanya industri semen yang bisa
membantu dalam suplai bahan baku
2. Jumlah permintaan relatif stabil dan
cenderung naik terus

1. Naiknya upah tenaga kerja
2. Nilai jual produk plastik putih yang
tidak stabil

Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas Rev 1.0 / Oktober 2014

Terbatas 2011 - BFC Wikusama Business Intermediary
Hal 6 / 26

Table 1-2. SWOT Map Strategy

PELUANG (O) ANCAMAN (T)
K
E
K
U
A
T
A
N

(
S
)
Strategi S-O:
1. Memanfaatkan industri industri
semen yang ada di Tuban untuk
menyuplai bahan baku
2. Pengembangan pasar dan
diversifikasi produk
Strategi S-T:
1. Pengembangan pasar untuk
memperoleh harga produk yang
lebih tinggi
2. Pengembangan cabang cabang
usaha diberbagai daerah
K
E
L
E
M
A
H
A
N

(
W
)

Strategi W-O:
1. Melakukan kerja sama secara
langsung dengan industri industri
semen yang ada Tuban untuk
menyuplai bahan baku secara
continue
2. Pengembangan teknologi tepat guna
untuk menghasilkan produktivitas
yang lebih tinggi
Strategi W-T:
1. Pembentukan kelompok usaha
bersama disetiap cabang usaha
dengan masyarakat sekitar
2. Merubah manajemen upah tenaga
kerja menjadi sistem borongan

1.2 Produk dan Jasa
Putra Anggara memiliki dua jenis komoditas hasil dari pengolahan limbah kertas
sebagai berikut:
Plastik Putih, sebagai bahan baku biji plastik.
Sisa Kertas, sebagai bahan baku kertas daur ulang.
1.3 Struktur Organisasi
Kami telah memulai usaha ini sejak tahun 2011 dan hingga kini, kami menjalankan
usaha ini masih dalam bentuk perseorangan. Kami menilai dengan bentuk usaha dan
lokasi yang ada saat ini, sudah cukup untuk menjalankan usaha pengolahan limbah
kertas ini.

Gambar 3. Struktur Organisasi

Putra Anggara memiliki struktur organisasi sederhana yang memiliki tugas dan
tanggung jawab masing-masing sebagai berikut:
Pemasaran
Menambah dan memperluas jaringan dan channel pemasaran
Menetapkan strategi pasar dan perluasan pasar
SDM
Mengolah bahan baku dari proses awal sampai dengan akhir
Menyiapkan peralatan
Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas Rev 1.0 / Oktober 2014

Terbatas 2011 - BFC Wikusama Business Intermediary
Hal 7 / 26

Keuangan
Mencatat seluruh transaksi keuangan perusahaan
Mencatat, mendata, dan mengarsipkan segala hal yang berhubungan
dengan administrasi perusahaan.
1.4 Perkiraan Risiko Bisnis
Perkiraan risiko atas usaha ini dibagi menjadi 2 kategori, yaitu: Risiko Usaha, dan
Risiko Administrasi & Hukum. Risiko Usaha adalah risiko-risiko yang terjadi dikarenakan
faktor usaha dan ekonomi. Risiko Administrasi & Hukum adalah risiko-risiko yang terjadi
karena kesalahan administrasi (perjanjian, pembukuan, dsb) dan hukum.
1.4.1 Risiko Usaha
1. Kenaikan upah tenaga Kerja
2. Kenaikan bahan baku
3. Kenaikan ongkos operasional (listrik, sewa tempat, dsb)
1.4.2 Risiko Administrasi & Hukum
1. Risiko tuntutan hukum akibat kesalahan pajak
2. Risiko tuntutan hukum perdata pihak ketiga
Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas Rev 1.0 / Oktober 2014

Terbatas 2011 - BFC Wikusama Business Intermediary
Hal 8 / 26

2 Rencana Pemasaran
2.1 Peluang & Potensi Pasar
Saya akan menjabarkan peluang dan potensi pasar yang ada terkait Pengolahan
Limbah Kertas Semen berdasarkan data dan pengalaman kami beberapa waktu yang
lalu. Berdasarkan data tersebut, kami mencoba membuat proyeksi potensi pasar yang
ada. Kami menilai potensi pasar yang tersedia sangat besar, atau dengan kata lain
kemampuan produksi total yang ada belum mampu memenuhi kebutuhan pasar yang
ada.
2.1.1 Sasaran Pasar
Target konsumen utama kami adalah pabrik pabrik yang bergerak dalam bidang
pengolahan bijih plastik, yang membutuhkan plastik putih sebagai bahan baku utama
bijih plastik. Selain itu, kami juga menyasar kepada pabrik/industri pengolahan kertas
daur ulang dengan menjual sisa kertas hasil pengolahan limbah sebagai bahan baku
kertas.
2.1.2 Persaingan
Bisnis pengolahan limbah kertas, terutama berbahan baku kertas semen bukanlah
sebuah usaha baru. Secara umum, Putra Anggara berhasil memposisikan diri menjadi
pemain nomor tiga, dengan market share 37%. Berikut ini adalah 3 pesaing utama
kami, supaya dapat menjelaskan kompetisi yang terjadi dalam usaha ini:
NAMA PESAING
Nama : Sali
Produk & Jasa : plastik putih
Rentang Harga : Rp. 7500,-/kg
Market Share : 20%
Kapasitas produksi : 24 ton/tahun
NAMA PESAING
Nama : Darmuji
Produk & Jasa : plastik putih
Rentang Harga : Rp. 7500,-/kg
Market Share : 15%
Kapasitas produksi : 12 ton/tahun
NAMA PESAING
Nama :Agus
Produk & Jasa : plastik putih
Rentang Harga : Rp. 7500,-/kg
Market Share : 35%
Kapasitas produksi : 36 ton/tahun

Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas Rev 1.0 / Oktober 2014

Terbatas 2011 - BFC Wikusama Business Intermediary
Hal 9 / 26

2.1.3 Proyeksi Peluang Pasar
Berikut merupakan hasil proyeksi permintaan untuk 3 tahun ke depan. Proyeksi
permintaan mengalami kenaikan tiap tahun sebanyak 10% sesuai dengan kenaikan
jumlah pertumbuhan Industri. Kami menargetkan pada tahun 2014, kami dapat meraih
40% pangsa pasar yang ada melalui peningkatan kapasitas produksi.
Table 2-1. Proyeksi Pangsa Pasar
Tahun
Industry
Demand (Ton)
Penawaran Total
Kompetitor Utama (Ton)*
Penawaran Putra
Anggara (Ton)
Market Share Putra
Anggara (%)
2012 12.000 60 36 37,50%
2013 13.200 64 42 39,62%
2014 14.520 68 48 41,38%
* Penawaran total kompetitor utama merupakan jumlah proyeksi penawaran dari 3 kompetitor utama.
2.2 Strategi Pemasaran
Putra Anggara saat ini merupakan mitra dari PT. Kilung Plastik, sebuah perusahaan
yang bergerak di bidang pengolahan biji plastik di Tuban. Kerjasama ini memberikan
jaminan kepada Putra Anggara berupa penyerapan seluruh hasil produksi yang ada
sesuai dengan kesepakatan harga yang telah dibuat.
2.2.1 Metode Penjualan
Saat ini, Putra Anggara melakukan metode penjualan langsung hanya kepada PT.
Kilung Plastik. Pembayaran barang dilakukan secara tunai saat barang terkirim ke
PT.Kilung Plastik.
2.2.2 Strategi Harga
Putra Anggara hingga saat ini belum bisa menetapkan harga komoditas secara
mandiri, terkait kesepakatan kerjasama kemitraan dengan PT. Kilung Plastik. Namun,
kami memastikan bahwa harga yang diberikan oleh mitra merupakan nilai jual yang
wajar, sehingga Putra Anggara masih memiliki kesempatan untuk bertumbuh.
2.2.3 Jaringan Kerja Sama
Saya telah menyinggung di awal proposal ini, bahwa pada dasarnya Putra Anggara
menjalankan usaha ini sebagai Mitra PT.Kilung Plastik. Bentuk kesepakatan program
kemitraan ini dapat dilihat pada tabel berikut:
Table 2-2. Daftar Kerjasama
No Nama Instansi Bentuk Kerjasama
Status
Kesepakatan
1 PT. Kilung Plastik Kerjasama kemitraan dengan garis
besar kesepakatan sbb:
PT.Kilung Plastik bertindak
sebagai pemasok bahan baku,
dan menyerap hasil pengolahan
limbah kertas berupa plastik
putih dan kertas sisa.
Mitra (Putra Anggara) wajib
membeli mesih elemen /
pemisah.
Kemitraan
Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas Rev 1.0 / Oktober 2014

Terbatas 2011 - BFC Wikusama Business Intermediary
Hal 10 / 26

2.3 Implementasi Strategi Pemasaran
Staff pemasaran Putra Anggara bertanggung jawab penuh dalam pengembangan
dan implementasi strategi pemasaran yang telah disetujui oleh saya selaku pelaku
usaha. Kegiatan promosi dan penjalinan kerja-sama akan dilakukan sendiri oleh staff
marketing.
Berikut ini adalah beberapa kegiatan yang menjadi tanggung jawab internal Putra
Anggara:
Menentukan dan melaksanakan tujuan, sasaran, dan rencana pemasaran.
Menjalin kerjasama dengan pihak industri
2.4 Evaluasi Strategi Pemasaran
Putra Anggara akan mengevaluasi hasil usaha pemasarannya atas basis bulanan.
Pada saat itu, berdasarkan hasil evaluasi, keputusan akan dibuat dan perubahan yang
perlu akan diterapkan pada peningkatan keefektifan pemasaran.




Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas Rev 1.0 / Oktober 2014

Terbatas 2011 - BFC Wikusama Business Intermediary
Hal 11 / 26

3 Rencana Produksi
3.1 Pengadaan Bahan Baku
Saat ini Putra Anggara membeli bahan baku dari area surabaya melalui program
kemitraan dengan PT.Kilung Plastik, sehingga bahan baku bisa dikirim atau diambil
sendiri, dengan harga sebagai berikut :
- Bahan baku dikirim : Rp. 3.500,-/kg
- Bahan baku diambil sendiri : Rp. 3.000,-/kg
Sistem pembayaran pembelian bahan baku dilakukan secara tunai saat
pengambilan bahan baku atau saat pengantaran bahan baku sampai di lokasi usaha.
Saya melihat sistem pembayaran ini tidak akan menjadi masalah karena metode
pembayaran hasil penjualan produksi juga dilaksanakan dengan metode yang sama,
sehingga aliran kas usaha tidak akan terganggu.
Kuantitas dan kepastian pasokan bahan baku juga terjamin dalam program ini,
sehingga saya memastikan bahwa dengan asumsi tidak ada halangan operasional, maka
usaha ini dapat mencapai target produksi yang telah saya rancang.
3.2 Rencana Peningkatan Produksi
Putra Anggara menargetkan peningkatan produksi pada tahun 2012 menjadi
sebesar 42 ton. Demi mencapai target tersebut, saya telah menjalin program kemitraan
dengan masyarakat lokal untuk membantu rencana ini. Selain itu, saya juga
memerlukan pengadaan mesin baru sebanyak 5 unit.
3.2.1 Pengadaan Mesin Baru
Mesin yang akan digunakan adalah mesin pemisah plastik dari kertas/ mesin
elemen, berikut spesifikasinya:
Negara asal : Indonesia
Harga : Rp. 5.000.000,-(harga kemitraan)
Harga : Rp. 3.500.000,-(harga mandiri)
Pembayaran : tunai-langsung
Kapasitas : 40kg/hari
Keterangan : Daya listrik 300 Watt

3.2.2 Proyeksi Produksi
Proses pengolahan limbah kertas ini sangat efisien, sehingga seluruh bahan baku
yang digunakan dapat diserap 100% menjadi barang produksi dengan komposisi 65%
merupakan barang jadi berupa plastik putih, dan 35% merupakan barang sisa berupa
kertas semen.
Rencana saya, dalam 3 tahun ke depan, kami dapat meningkatkan kapasitas
produksi hingga 48 ton per tahun. Tabel berikut merupakan proyeksi produksi yang saya
rencanakan untuk 3 tahun kedepan.
Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas Rev 1.0 / Oktober 2014

Terbatas 2011 - BFC Wikusama Business Intermediary
Hal 12 / 26

Table 3-1. Proyeksi Produksi 3 tahun
Tahun Bahan Baku (Ton)
Kapasitas Produksi (Ton)
Barang Jadi Barang Sisa Total
2012 36 23,4 12,6 36
2013 42 27,3 14,7 42
2014 48 31,2 16,8 48


Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas Rev 1.0 / Oktober 2014

Terbatas 2011 - BFC Wikusama Business Intermediary
Hal 13 / 26

4 Dokumen Keuangan
4.1 Ringkasan Kebutuhan Keuangan & Penggunaan Dana Investasi
Kebutuhan dana untuk peningkatan kapasitas produksi Putra Anggara adalah
sebesar sebesar Rp 30.000.000,- yang akan digunakan untuk pembelian asset berupa
mesin sebanyak 6 unit, dan modal kerja. Seluruh dana direncanakan bersumber pada
pembiayaan sendiri dan pinjaman modal melalui kemitraan terbatas.
Table 4-1. Rencana Penggunaan Dana
Rencana Penggunaan Dana Kebutuhan Dana (Rp)
Asset
1 unit Mesin Elemen (mitra) @ Rp 5.000.000,- Rp. 5.000.000,-
5 unit Mesin Elemen (mandiri) @ 3.500.000,- Rp. 17.500.000,-
2 unit Timbangan Rak Kayu @ Rp 50.000,- Rp. 100.000,-
Modal Awal Kerja Rp. 7.400.000,-
Total: Rp. 30.000.000,-
4.1.1 Penawaran Kemitraan Terbatas
Melalui proposal ini, kami membutuhkan pinjaman modal sebesar Rp 30.000.000,-
dengan masa pinjaman selama 3 tahun. Selama 3 tahun tersebut kami akan membayar
angsuran hutang sebesar Rp 10.000.000,- per tahun, dan memberikan bagi hasil usaha
sebesar 40% dari laba bersih.
Prinsip pinjaman ini menggunakan prinsip syariah, yang memastikan bahwa pokok
pinjaman merupakan kewajiban usaha yang harus dibayar, sedangkan bagi hasil usaha
akan dibagi selama usaha memberikan keuntungan melalui pembuktian pembukuan
yang akan selalu kami laporkan setiap 6 bulan sekali.
Poin-poin penawaran kemitraan terbatas secara lengkap dapat dilihat melalui
kontrak kerjasama yang akan kami kirimkan kepada para investor yang mengirimkan
formulir pendaftaran yang kami lampirkan dalam proposal ini.
Table 4-2. Proyeksi Pengembalian Pinjaman & Bagi Hasil Usaha
Keterangan
Periode Pra-
Operasi
Periode Operasional (Akhir Tahun)
Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3
1. Jumlah Pokok Pinjaman 30,000,000 30,000,000 30,000,000 30,000,000

- Masa Kredit
3 tahun 3 tahun 3 tahun

- Angsuran Pokok Pinjaman 10,000,000 10,000,000 10,000,000
2. Sisa Pokok Pinjaman 30,000,000 20,000,000 10,000,000

-
3 Laba Bersih Usaha 11,792,667 28,636,167 54,276,667
4 Deviden (40% Dari Laba Bersih) 4,717,067 11,454,467 21,710,667
Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas Rev 1.0 / Oktober 2014

Terbatas 2011 - BFC Wikusama Business Intermediary
Hal 14 / 26

4.1.2 Jadwal & Timeline
Berikut ini adalah rencana pelaksanaan kegiatan secara garis besar untuk
penyertaan modal dan pembagian hasil usaha untuk investor.
Table 4-3. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan Rencana Pelaksanaan
Penyertaan Modal 29 Agustus 2011
Pra-Operasional
Pembelian Aset 5 September 2011
Persiapan produksi (SDM, Infrastruktur, dsb) 12 September 2011
Operasional
Mulai Produksi 1 Oktober 2011
Pembagian Dividen & Angsuran Pinjaman 1 1 November 2012
Pembagian Dividen & Angsuran Pinjaman 2 1 November 2013
Pembagian Dividen & Angsuran Pinjaman 3 1 November 2014
4.2 Proyeksi Keuangan
Analisis proyeksi keuangan dilakukan untuk mengetahui kelayakan usaha serta
prospek perkembangan usaha pengolahan limbah kertas. Proyeksi keuangan yang
dilakukan terdiri dari analisis arus kas, proyeksi laba rugi, dan neraca usaha.
4.2.1 Proyeksi Arus Kas
Di dalam proyeksi arus kas yang saya telah buat, arus kas keluar dihitung dari
beberapa pos biaya yaitu biaya pokok produksi, biaya pra operasi dan biaya lainnya,
serta pembayaran angsuran pokok pinjaman. Sementara untuk arus kas masuk
merupakan nilai hasil penjualan selama satu tahun. Pada arus kas Putra Anggara saldo
akhir pada periode pra operasi tercatat sebesar Rp 15.450.000,- dan terus mengalami
peningkatan dari tahun ke tahun. Secara umum pencatatan saldo akhir Putra Anggara
tercantum dalam ilustrasi tabel dibawah ini, sedangkan untuk perincian proyeksi arus
kas dapat dilihat di bagian lampiran.
Table 4-4. Ringkasan Proyeksi Arus Kas 3 tahun
Tahun-0 Tahun-1 Tahun-2 Tahun-3
Arus Kas Masuk 42.150.000 218.670.000 277.799.333 358.932.167
Arus Kas Keluar 26.700.000 186.020.667 221.107.167 252.556.667
Angsuran Pokok
Pinjaman
10.000.000 10.000.000 10.000.000
Saldo Akhir 15.450.000 22.649.333 46.692.167 96.375.500
4.2.2 Proyeksi Rugi Laba
Saya memproyeksikan usaha pengolahan limbah kertas ini memperoleh laba
sebesar 5,80% pada tahun pertama, dan meingkat pada tahun-tahun berikutnya. Laba
di tahun pertama memang diproyeksikan tidak cukup besar karena pengeluaran untuk
pembelian asset. Namun didalam proyeksi yang saya buat, terjadi peningkatan laba
hampir 2 kali lipat untuk tahun kedua, dan seterusnya. Rincian proyeksi laba-rugi dapat
dilihat didalam lampiran.
Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas Rev 1.0 / Oktober 2014

Terbatas 2011 - BFC Wikusama Business Intermediary
Hal 15 / 26

Table 4-5. Ringkasan Proyeksi Laba-Rugi 3 tahun
Tahun Perolehan Laba/Rugi (Rp) (%) Laba/Rugi
1 11.792.667 5,80%
2 28.636.167 11,22%
3 54.276.667 17,38%
4.2.3 Proyeksi Neraca
Neraca merupakan laporan keuangan yang menunjukkan posisi keuangan sebuah
usaha pada akhir periode pembukuan. Neraca memuat pencatatan tentang harta dan
kewajiban yang harus diselesaikan oleh perusahaan terkait keuangannya. Ringkasan
proyeksi neraca untuk 3 tahun operasio pertama dapat anda lihat pada tabel dibawah
ini. Sedangkan perincian proyeksi neraca dapat anda temukan pada lampiran proposal.

Table 4-6. Ringkasan Proyeksi Neraca 3 tahun

Pra-Operasi Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3
AKTIVA
Aktiva Lancar 15.450.000 22.649.333 46.692.167 96.375.500
Aktiva Tetap 26.700.000 21.293.333 15.886.667
10.480.000
Total Aktiva 42.150.000 43.942.667 62.578.833 106.855.500
PASSIVA
Kewajiban 30.000.000 20.000.000 10.000.000 -
Ekuitas 12.150.000 23.942.667 52.578.833 106.855.500
Total Passiva 42.150.000 43.942.667 62.578.833 106.855.500
4.2.4 Analisis Titik Impas
Untuk mengetahui produksi minimal supaya perusahaan mencapai keuntungan
maka perlu dilakukan analisa titik impas (BEP). Hasil ringkasan perhitungan analisa titik
impas dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Table 4-7. Analisa Titik Impas terhadap proyeksi penjualan
Analisa Titik Impas Tahun-1 Tahun-2 Tahun-3
BEP Penjualan (Rp)
20.144.095 17.160.831 14.907.623
(%) BEP
72,67% 37,14% 25,23%

Pada tahun pertama operasi kondisi BEP dicapai pada produksi senilai
Rp20.144.095,- atau jika dibuat dalam bentuk persentase yaitu sebesar 72,67% dari
hasil laba bersih dibagi penjualan. Di tahun selanjutnya, terlihat penurunan prosentase
BEP, yang berarti mengindikasikan terdapat peningkatan efisiensi produksi. Kesimpulan
dari hasil analisa BEP ini adalah usaha pengolahan pengolahan limbah kertas
mempunyai prospek yang baik dan layak untuk di kembangkan.
Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas Rev 1.0 / Oktober 2014

Terbatas 2011 - BFC Wikusama Business Intermediary
Hal 16 / 26

4.2.5 Analisis Kelayakan Usaha
Kelayakan usaha dapat diketahui dengan menghitung rasio-rasio keuangan yang
terdiri dari analisa NPV (Net Present Value), PBP, dan ROI. perhtungan-perhitungan
rasio tersebut adalah sebagai berikut :
4.2.5.1 Net Present Value (NPV)
Analisa NPV dilakukan dengan mengasumsikan Discount Factor (DF) sebesar tingkat
bunga kredit bank saat ini yaitu 14% per tahun. Untuk mengetahui nilai DF dari periode
pra operasi hingga tahun operasi ke 3 maka digunakan formula berikut :
DF = (1 + d) - t
dimana DF = discount factor
d = tingkat bunga simpanan (asumsi 14%)
t = tahun
Sedangkan penghitungan NPV dilakukan dengan mengurangkan total pendapatan
setelah didiskon dengan total biaya setelah didiskon. Hasil penghitungan NPV dapat
dilihat pada Tabel berikut ini :
Table 4-8. Tabel Perhitungan NPV
Tahun DF Biaya (B) Pendapatan (E) PV
B
PV
E

0 1 26.700.000 0 26.700.000 0
1 0,877 196,020,667 203.220.000 171,947,953 178.263.158
2 0,769 231,107,167 255.150.000 177,829,460 196.329.640
3 0,675 262,556,667 312.240.000 177,218,271 210.753.106
Total 553,695,685 585.345.904
NPV = PV
B
- PV
E
31.650.219
Dari perhitungan-perhitungan di atas dapat disimpulkan bahwa usaha ini layak, hal
ini dapat dibuktikan dengan nilai NPV yang lebih besar dari nol.
4.2.5.2 Return on Investment (ROI)
Perhitungan ROI dilakukan untuk mengetahui seberapa besar tingkat pengembalian
laba per periode atas investasi yang dilakukan perusahaan. Tabel berikut menampilkan
hasil ringkasan perhitungan ROI dari usaha ini.

Table 4-9. Analisa ROI terhadap proyeksi usaha
Tahun ROI (Return On Invesment)
1 26,84%
2
45,76%
3
50,79%

4.2.5.3 Pay Back Periode (PBP)
Penghitungan Payback Periode dilakukan untuk mengetahui jangka waktu tertentu
yang menunjukkan terjadinya arus penerimaan secara kumulatif sama dengan jumlah
investasi dalam bentuk present value. PBP akan menampilkan berapa lama usaha yang
dijalankan baru dapat mengembalikan investasi. Penghitungan PBP perusahaan adalah
sebagai berikut :
Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas Rev 1.0 / Oktober 2014

Terbatas 2011 - BFC Wikusama Business Intermediary
Hal 17 / 26

Modal investasi = Rp 26.700.000,00
Laba bersih tahun 1 = Rp 11,792.667,00 (-)
Sisa modal investasi = Rp 14.907.333,00
Laba bersi tahun 2 = Rp 28.636.167,00

PBP tahun 2 = SisaModal Investasi x 12 bulan
Penerimaan bersih
= 14.907.333 x12 bulan
28.636.167
= 6 bulan, 8 hari

PBP total = 1 tahun, 6 bulan 8 hari
Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas Rev 1.0 / Oktober 2014

Terbatas 2011 - BFC Wikusama Business Intermediary
Hal 18 / 26

5 Dokumen Pendukung
Berikut ini saya lampirkan beberapa lembar dokumen sebagai berikut:
Formulir Pendaftaran Pemodalan
Proyeksi Keuangan Usaha (Neraca, Arus Kas, Laba Rugi, dsb)

Apabila anda merasa terdapat kekurangan / kesalahan informasi ataupun terkait
dengan kesepakatan kerjasama, silakan mengirimkan pertanyaan langsung ke saya atau
melalui moderator BFC-Wikusama Business Intermediary.





























Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas Rev 1.0 / Oktober 2014

Terbatas 2011 - BFC Wikusama Business Intermediary
Hal 19 / 26

FORMULIR PENDAFTARAN

Dengan ini saya,

Nama :
Alamat :
Lembaga/Instansi :
Jabatan :
Alamat Lembaga :
Telepon Rumah :
Telepon Kantor :
HP :
e-mail :
Investor : Pribadi / Perseorangan Kelompok

Menyatakan tertarik terhadap proposal Rencana Bisnis Pengolahan Limbah Kertas,
dan bersedia menyertakan pinjaman / investasi ke dalam usaha ini. Mohon kirimkan Draft
Perjanjian Kerjasama untuk proses selanjutnya.


Penyandang dana / Investor


( )











Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas Rev 1.0 / Oktober 2014

Terbatas 2011 - BFC Wikusama Business Intermediary
Hal 20 / 26

Biaya Per Total Biaya
Satuan (Rp) (Rp)
A. INVESTASI HARTA TETAP
1. Mesin dan Peralatan
a. Mesin Elemen ( Harga Kemitraan ) Buah 1 5,000,000 5,000,000
b. Mesin Elemen ( Harga Mandiri ) Buah 5 3,500,000 17,500,000
c. Timbangan dari Rak Kayu Buah 2 50,000 100,000
Total Biaya Mesin & Peralatan 22,600,000
2. Inventaris Kantor
a. Laptop unit 1 2,500,000 2,500,000
b. Meja & Kursi unit 1 800,000 800,000
c. ATK unit 1 300,000 300,000
Total Biaya Inventaris Kantor 3,600,000
Total Harta Tetap 26,200,000
B. INVESTASI HARTA TAK BERWUJUD
Biaya Pra Operasional
1. Biaya Survey dan Pendirian - 1 300,000 300,000
2. Biaya Perijinan - 1 200,000 200,000
Total Harta Tak Berwujud 500,000
C. TOTAL BIAYA INVESTASI ( A + B ) 26,700,000
BIAYA INVESTASI
KETERANGAN SATUAN JUMLAH


















Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas Rev 1.0 / Oktober 2014

Terbatas 2011 - BFC Wikusama Business Intermediary
Hal 21 / 26

MODAL SENDIRI KREDIT
A. INVESTASI HARTA TETAP
1. Mesin dan Peralatan 22,600,000 22,600,000
2. Inventaris Kantor 3,600,000 3,600,000
Total Harta Tetap 26,200,000 3,600,000
B. INVESTASI HARTA TAK BERWUJUD
1. Biaya Survey dan Pendirian 300,000 300,000
2. Biaya Perijinan 200,000 200,000
Total Harta Tak Berwujud 500,000 500,000
C. TOTAL BIAYA INVESTASI ( A + B ) 26,700,000 4,100,000
D. MODAL KERJA 15,450,000 8,050,000 7,400,000
( Lihat Formulir K - 1A )
TOTAL BIAYA PROYEK
( C + D ) 42,150,000 12,150,000 30,000,000
Prosentase 100% 28.83% 71.17%
SUMBER PEMBIAYAAN
PEMBIAYAAN PROYEK
PERIODE PRA OPERASIONAL
( Dalam Rp. )
KETERANGAN TOTAL



















Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas Rev 1.0 / Oktober 2014

Terbatas 2011 - BFC Wikusama Business Intermediary
Hal 22 / 26

JUMLAH BIAYA TOTAL BIAYA TOTAL BIAYA
SATUAN SATUAN PER SATUAN PER BULAN PER TAHUN
(Rp) (Rp) (Rp)
A. BAHAN BAKU & PENOLONG
Limbah Kertas kg 3,000 3,500 10,500,000 126,000,000
Total Biaya Bahan 10,500,000 126,000,000
B. UPAH TENAGA KERJA
Produksi 6 350,000 2,100,000 25,200,000
Total Biaya Tenaga Kerja 2,100,000 25,200,000
C. BIAYA OVERHEAD PABRIK
1. Listrik 1 300,000 300,000 3,600,000
2. Telpon - 1 100,000 100,000 1,200,000
3. Operasional dan Maintanance - 1 150,000 1,800,000
Total Biaya Overhead Pabrik 6,600,000
TOTAL HARGA POKOK PRODUKSI 157,800,000
2,011 2,012 2,013
Harga Pokok Produksi Per Tahun 168,600,000 198,600,000 228,600,000
Rencana Produksi 36,000 42,000 48,000
Harga Pokok Produksi Per Kg 4,683 4,729 4,763
URAIAN
T A H U N
Keterangan
Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas Rev 1.0 / Oktober 2014

Terbatas 2011 - BFC Wikusama Business Intermediary
Hal 23 / 26


KEBUTUHAN
BIAYA
PER TAHUN
A. BIAYA POKOK PRODUKSI
1. Bahan Baku dan Penolong 126,000,000 126,000,000
2. Upah Tenaga Produksi 25,200,000 25,200,000
3. Biaya Overhead Pabrik 6,600,000 6,600,000
Total Biaya Pokok Produksi 157,800,000
B. BIAYA USAHA
1. Honor Pimpinan 6,000,000
2. Honor Bagian Pemasaran 4,800,000
3. Honor Bagian SDM 4,800,000
4. Honor Bagian Keuangan 4,800,000
5. Biaya Alat Tulis Kantor 7,200,000
Total Biaya Usaha 27,600,000 27,600,000
TOTAL BIAYA OPERASI ( A+B ) 185,400,000
KEBUTUHAN MODAL KERJA (1/4) 15,450,000
BIAYA OPERASI
DAN KEBUTUHAN MODAL KERJA
( Dalam Rp. )
KETERANGAN TOTAL












Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas Rev 1.0 / Oktober 2014

Terbatas 2011 - BFC Wikusama Business Intermediary
Hal 24 / 26

2011 2012 2013
Harga /Kg Barang Jadi 7,500 8,000 8,500
Harga /Kg Barang Sisa 2,200 2,500 2,800
Penjualan Barang Jadi 23,400 27,300 31,200
Penjualan Barang Sisa 12,600 14,700 16,800
HASIL PENJUALAN BARANG JADI 175,500,000 218,400,000 265,200,000
HASIL PENJUALAN BARANG SISA 27,720,000 36,750,000 47,040,000
A. TOTAL PENJUALAN 203,220,000 255,150,000 312,240,000
B. HARGA POKOK PRODUKSI 157,800,000 198,600,000 228,600,000
C. LABA KOTOR ( A - B) 45,420,000 56,550,000 83,640,000
D. BIAYA USAHA
1. Honor Pimpinan 6,000,000 6,000,000 6,000,000
2. Honor Bagian Pemasaran 4,800,000 4,800,000 4,800,000
3. Honor Bagian SDM 4,800,000 4,800,000 4,800,000
4. Honor Bagian Keuangan 4,800,000 4,800,000 4,800,000
5. Biaya Alat Tulis Kantor 7,200,000 600,000 700,000
Total Biaya Usaha Sblm Pnyustan & Amortisasi 27,600,000 21,000,000 21,100,000
1. Penyusutan 5,240,000 5,240,000 5,240,000
2. Amortisasi 166,667 166,667 166,667
E. Total Biaya Usaha Stlh Pnyustn & Amortisasi 33,006,667 26,406,667 26,506,667
F. LABA BERSIH SEBELUM PAJAK ( C - E ) 12,413,333 30,143,333 57,133,333
G. PAJAK 5% 620,667 1,507,167 2,856,667
H. LABA BERSIH SETELAH PAJAK 11,792,667 28,636,167 54,276,667
I. DEVIDEN INVESTOR 40% 4,717,067 11,454,467 21,710,667
Prosentase Laba Bersih
( Laba Bersih / Penjualan ) X 100 % 5.80% 11.22% 17.38%
BEP %
( Biaya Usaha / Laba Kotor) X 100% 72.67% 37.14% 25.23%
BEP Rupiah
( Biaya Usaha / Laba Kotor X Hasil Penjualan) 20,144,095 17,160,831 14,907,623
BEP Unit
PROYEKSI
LABA - RUGI
( Dalam Rp. )
KETERANGAN
PERIODE OPERASI
Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas Rev 1.0 / Oktober 2014

Terbatas 2011 - BFC Wikusama Business Intermediary
Hal 25 / 26

PERIODE
PRA OPERASI 2011 2012 2013
Rencana Dagang ( dalam Unit)
A. ARUS KAS MASUK
1. Saldo Kas Awal 15,450,000 22,649,333 46,692,167
2. Hasil Penjualan 203,220,000 255,150,000 312,240,000
3. Pelunasan Piutang
4. Modal Sendiri 12,150,000
5. Kredit Modal Kerja 30,000,000
TOTAL ARUS KAS MASUK 42,150,000 218,670,000 277,799,333 358,932,167
B. ARUS KAS KELUAR
1. Inventaris Kantor 3,600,000
2. Biaya Pokok Produksi 157,800,000 198,600,000 228,600,000
3. Biaya Usaha Sebelum Penyusutan & Amortisasi 27,600,000 21,000,000 21,100,000
4. Pajak 5 % 620,667 1,507,167 2,856,667
5. Biaya Pra Operasi 500,000
6. Mesin dan peralatan 22,600,000
TOTAL ARUS KAS KELUAR 26,700,000 186,020,667 221,107,167 252,556,667
C. KAS NETTO ( A - B ) 15,450,000 32,649,333 56,692,167 106,375,500
D. KEWAJIBAN INVESTASI
1. Kewajiban Pokok Pinjaman Investasi 10,000,000 10,000,000 10,000,000
TOTAL KEWAJIBAN BANK 10,000,000 10,000,000 10,000,000
E. SALDO KAS AKHIR ( C - D ) 15,450,000 22,649,333 46,692,167 96,375,500
P R O Y E K S I
A R U S K A S
( Dalam Rp. )
KETERANGAN
PERIODE OPERASI

















Rencana Bisnis - Pengolahan Limbah Kertas Rev 1.0 / Oktober 2014

Terbatas 2011 - BFC Wikusama Business Intermediary
Hal 26 / 26

PERIODE
PRA OPERASI 2011 2012 2013
I. KELOMPOK HARTA
A. HARTA LANCAR
1. Kas 15,450,000 22,649,333 46,692,167 96,375,500
TOTAL HARTA LANCAR 15,450,000 22,649,333 46,692,167 96,375,500
B. HARGA TETAP
1. Mesin & Peralatan 22,600,000 22,600,000 22,600,000 22,600,000
2. Inventaris kantor 3,600,000 3,600,000 3,600,000 3,600,000
TOTAL HARTA TETAP 26,200,000 26,200,000 26,200,000 26,200,000
Akumulasi Penyusutan 5,240,000 10,480,000 15,720,000
NILAI BUKU HARTA TETAP 26,200,000 20,960,000 15,720,000 10,480,000
C. HARTA TAK BERWUJUD
1. Biaya praoperasi 500,000 500,000 500,000 500,000
2. Akumulasi amortisasi 166,667 333,333 500,000
NILAI BUKU HARTA TAK BERWUJUD 500,000 333,333 166,667 -
TOTAL HARTA ( A+B+C ) 42,150,000 43,942,667 62,578,833 106,855,500
26,700,000 21,293,333 15,886,667 10,480,000
II. KELOMPOK HUTANG DAN MODAL
A. HUTANG LANCAR
1. Hutang Dagang
2. Kredit Modal Kerja 30,000,000 20,000,000 10,000,000 -
TOTAL HUTANG LANCAR 30,000,000 20,000,000 10,000,000 -
B. MODAL
1. Modal Sendiri 12,150,000 12,150,000 12,150,000 12,150,000
2. Laba Ditahan ( periode lalu ) 11,792,667 40,428,833
3. Laba Periode Berjalan 11,792,667 28,636,167 54,276,667
4. Total Laba Ditahan ( 2 + 3 ) 11,792,667 40,428,833 94,705,500
TOTAL MODAL ( 1 + 4 ) 12,150,000 23,942,667 52,578,833 106,855,500
TOTAL HUTANG DAN MODAL ( A+B ) 42,150,000 43,942,667 62,578,833 106,855,500
Return of Investment (ROI)
(Laba Bersih / Total Asset) x 100% 26.84% 45.76% 50.79%
P R O Y E K S I
N E R A C A
( Dalam Rp. )
KETERANGAN
PERIODE OPERASI