Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Teori evolusi menerangkan bahwa keragaman kehidupan semua species di
muka bumi masa kini berasal dari nenek moyang yang bersama. Catatan fosil
menerangkan bahwa pada masa-masa terdahulu, di bumi ini terdapat lebih sedikit
species dan bahwa species tidak begitu kompleks seperti kebanyakan species
modern seperti saat ini. Evolusi menuntun kita kepada bentuk pertama kehidupan
yang menjadi asal-usul semuanya.
Perkembangan zaman menjadikan makhluk hidup khususnya manusia telah
banyak mempelajari bahkan melakukan penelitian dan pengembangan terhadap
alam kehidupan ini. Hal ini dilakukan karena banyak faktor, yang kemudian
mendapatkan masalah dan perbedaan pendapat mengenai sesuatu yang ditelitinya
terutama mengenai asal usul kehidupan. Kajian ini diuraikan melalui beberapa
peneliti dengan berbagai teorinya, yang kemudian diikutsertakan beberapa
bantahan dengan analisis yang bersifat ilmiah.
Oleh karena itu, makalah ini akan menjelaskan dan menyempaikan beberapa
pendapat para ahli menegenai asal usul kehidupan itu sendiri, yang kemudian
akan diperdalam dengan pembahasan mengenai pengertian biologi, ciri-ciri
kehidupan serta letak perbedaan pendapat para peneliti, dan tentunya tidak
terlepas dari sumber-sumber atau referensi yang aktual dan tidak terlepas dari segi
keilmiahannya.

1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah teori awal tentang asal-usul kehidupan ?
2. Bagaimanakah ciri-ciri makhluk hidup ?
3. Bagaimanakah proses aliran energy melalui biosfer ?
4. Bagaimanakah peranan Biologi sebagai Sains ?

1.3 Tujuan
Adapaun tujuan pembuatan makalah ini adalah :
1. Untuk mengetahui teori awal tentang asal-usul kehidupan
2. Untuk mengetahui ciri-ciri makhluk hidup
3. Untuk mengetahui proses aliran energy melalui biosfer
4. Untuk mengetahui peranan biologi sebagai sains

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Teori Awal Asal-Usul Kehidupan
Semua makhluk hidup tersusun atas sel. Berdasarkan bukti fosil yang
ditemukan, sel telah ada milyaran tahun yang lalu. Namun kapan dan bagaimana awal
kehidupan dimulai?
Para ilmuwan berusaha mencoba mencari jawaban dari asal-usul kehidupan.
Dari percobaan-percobaan dihasilkan beberapa teori, diantaranya adalah sebagai
berikut :
a. Teori Abiogenesis Klasik
Teori abiogenesis klasik disebut juga teori generatio spontanea. Teori
tersebut menerangkan bahwa asal mula makhluk hidup adalah benda mati,
sebab para ilmuwan melihat cacing keuar dari tanah. Ulat-ulat dianggap
terjadi dari daging yang busuk. Teori generatio spontanea dianut oleh
ilmuwan terdahulu yaitu antara lan Aristoteles. Teori ini diteguhkan pula oleh
Antony van Leewenhoek. Ia memperhatikan makhuk renik yang tumbuh dari
jerami yang direndam, kuman berasal dari udara dan makanan basi. Penemuan
ini memperkuat teori abiogenesis. ()
b. Teori Biogenesis
Pada abad ke 19 muncullah seorang Italia bernama Fransisco Redi
mengadakan percobaan yang pertama, bahwa generatio spontanea tidak benar.
Percobaan Redi sangat sederhana, sepotong danging yang bersih ditutup
dengan kain yang tipis dan sepotong daging yang lain dibiarkan terbuka.
Hasilnya adalah bahwa hanyalah daging yang tidak tertutup dan didatangi
lalat yang kemudian menghasilkan ulat yang lalu menjadi lalat lagi. Diketahui
oleh Redi bahwa ulat di daging itu semula berasal dari telur yang diletakkan
lalat yang mendatangi daging.
Spallazani (1729-1799) teman senegara Redi, melanjutkan pembuktian
bahwa generatio spontanea juga tidak benar bagi mikroorganisme dan bahwa
kuman-kuman berasal dari induknya juga. Sebagai bahan percobaannya,
Spallanzani menggunakan air kaldu atau air rebusan daging dan dua buah
labu. Adapun percoban yang yang dilakukan Spallanzani selengkapnya adalah
sebagai berikut :
Labu I : diisi air 70 cc air kaldu, kemudian dipanaskan 15
o
C selama
beberapa menit dan dibiarkan dalam keadaan terbuka.
Labu II : diisi 70 cc air kaldu, ditutup rapat-rapat dengan sumbat
gabus. Pada daerah pertemuan antara gabus dengan mulut labu diolesi paraffin
cair agar rapat benar. Selanjutnya, labu dipanaskan.selanjutnay, labu I dan II
didinginkan. Setelah dingin keduanya diletakkan pada tempat terbuka yang
bebas dari gangguan hewan dan orang. Setelah lebih kurang satu minggu,
diadakan pengamatan terhadap keadaan air kaldu pada kedua labu tersebut.
Hasil percobaannya adalah sebagai berikut:
Labu I: air kaldu menjadi keruh dan setelah diteliti ternyata air kaldu
pada labu terxebut mengandung banyak mikroba
Labu II: air kaldu labu ini tidak mengalami perubahan, artinya tetap
jernih seperti semula, baunya juga tetap serta tidak mengandung mikroba.
Tetapi, apabila labu ini dibiarkan terbuka lebih lama lagi, ternyata juga
banyak mengandung mikroba, airnya berubah menjadi lebih keruh dan baunya
lebih busuk.
Berdasarkan hasil percobaan tersebut, dapat disimpulkan bahwa
mikroba yang ada didalam kaldu tersebut bukan berasal dari air kaldu (benda
mati), tetapi berasal dari kehidupan diudara. Jadi, adanya pembusukan karena
telah terjadi kontaminasi mikroba darimudara ke dalam air kaldu tersebut.
Pembuktian tentang tidak mungkinnya mikroorganisme terjadi secara
spontan dengan jitu kemudian diperlihatkan oleh Louis Pasteur (1822-1895).
Ia menggunakan labu yang berhubungan dengan pipa bentuk leher angsa,
yaitu melengkung dua kali sehingga kalau ditegakkan akan menyebabkan
mikroorganisme dari udara tidak dapat mencapai kaldu meskipun udara dapat
tetap masuk, karena terperangkap di lengkungan pipa. Labu itu diisi kaldu
daging dan dipanaskan hingga steril kemudian dibiarkan beberapa hari.
Ternyata kaldu tetap jernih steril. Bila labu yang diberi pipa bentuk leher
angsa itu dimiringkan sampai kaldu keluar dari ujung pipa, lalu dibiarkan
tegak, ternyata kaldu menjadi keruh yang berarti ada mikroorganisme dari
udara sewaktu labu miring.
Bukti-bukti eksperimental ketiga ilmuwan tersebut cukup kuat untuk
menyanggah teori abiogenesis. Dengan demikian Louis Pasteur mengakhiri
anggapan generatio spontanea, dan membangun teori bau yang dnamakan
teori biogenesis. Teori biogenesis menyatakan bahwa makhluk hidup berasal
dari makhluk hidup. Teori ini memiliki tiga semboyan, yaitu :
1) Omne vivum ex ovo yang berarti semua makhluk hidup berasal dari
telur
2) Omne ovum ex vivo yang berarti semua telur berasal dari makhluk
hidup
3) Omne vivum ex vivo yang berarti semua makhluk hidup berasal
dari makhluk hidup
Anggapan omne vivum ex vivo ini dibenarkan sampai sekarang, sebab sesuai
dengan kenyataan sehari-hari. Makhluk- makhluk hidup yang kecil tidak
pernah muncul spontan dari makanan dan minuman kita jika di situ memang
tidak ada makhluk hidup yang menjadi induknya, atau jika tidak ada telur-
telurnya. Tetapi bagaimana terjadinya makhluk hidup yang pertama kali
menjadi induk dari setiap jenis makhluk yang lain.
Teori evolusi biologis mengemukakan bahwa setiap jenis makhluk
berasal dari jenis makhluk hidup lain yang lebih sederhana. Bagaimana bentuk
dan macam benda hidup atau makhluk yang pertama itu tidak seorang pun
yang dapat memastikannya. Pada tahun 1936 ahli bio kimia Rusia A.I Oparin
memiliki jawaban untuk mengatasi dilema itu.
c. Teori Abiogenesis Modern: Evolusi Kimia
Pada tahun 1920-an dua orang ahli (Oparin dari Rusia dan Haldane
dari Inggris) mengemukakan hipotesis bahwa benda hidup pertama kali di
bumi berasal dari benda mati yang terbentuk melewati proses perubahan
pelan-pelan yang berlangsung di bumi dalam waktu sangat lama. Dalam
hipotesisnya dijelaskan bahwa keadaan lingkungan di bumi yang masih
primitif. Atmosfir bumi tidak cocok bagi makhluk-makhluk hidup pada masa
sekarang, tersusun atas molekul anorganik gas methane, ammonia, hydrogen,
dan uap air yang tidak lagi merupakan komponen utama dari atmosfer bumi
masa kini. Oparin dan Haldane hanya mengemukakan postulat (hipotesis yang
tidak didukung adanya bukti-bukti). Alasannya karena sulit meniru kondisi
atmosfer purba. Peristiwa pembentukan senyawa organik dari senyawa
anorganik ini bersifat tidak dapat kembali (irreversible) karena bumi sekarang
sudah banyak mengandung oksigen dari fotosintesis.
Pada tahun 1953 Stanley miller murid Harold Urey melakukan
eksperimen untuk menguji hipotesis Oparin. Miller mengkonstruksi suatu
atmosfer yang mengandung metana, ammonia, hidrogen, dan uap air dalam
tabung khusus yang sebelumnya disterilkan dengan pemanasan 121 derajat
celcius selama 24 jam untuk meniadakan kontaminasi mikroorganisme.
Dalam eksperimen ini Miller berhasil membuktikan bahwa apabila bunga api
listrik yang ke dalam saluran yang di dalamnya mengalir atmosfer tiruan yang
mengandung metana, ammonia, hidrogen, dan uap air, maka selang satu
minggu Miller dapat menampung suatu larutan berisi sejumlah molekul,
antara lain 4 macam asam amino yang berbeda dan urea. Asam amino ini
merupakan komponen dasar yang penting untuk protoplasma, suatu substansi
kehidupan.
d. Teori Kosmozoa
Teori ini menerangkan adanya kehidupan di bumi dengan
mengandaikan bahwa kehidupan dibawa kemari dari tempat lain di alam
semesta, boleh jadi tergabung dalam meterorit yang jatuh. Beberapa meteorit
memang mengandung molekul-molekul organik. Tetapi datangnya molekul-
molekul organik itu dari angkasa luar tidak sama dengan datangnya
kehidupan. Dan sekalipun kehidupan itu dapat menahan kekerasan ruangan
antar planet dan perjalanan kasar melalui atmosfer bumi.
2.2 Ciri-Ciri Makhluk Hidup
Makhluk hidup merupakan benda hidup yang mempunyai ciri-ciri yang
membedakan dengan benda tak hidup. Ciri-ciri tersebut seperti halnya memerlukan
makan, bernapas, tumbuh dan berkembang, mampu berkembang biak, peka terhadap
rangsang serta bergerak. Selain itu, ciri-ciri makhluk hidup yang membedakan
dengan benda tak hidup adalah mengeluarkan zat sisa. Berikut ini merupakan ciri-ciri
yang dimiliki oleh makhluk hidup :
a. Makhluk hidup mempunyai susunan kimia yang kompleks
Di dalam tubuh makhluk hidup terdapat susunan kimia yang sangat
rumit. Makhluk hidup tersusun oleh satuan terkecil yang dikenal sebagai sel.
Sel tersusun atas molekul-molekul serta atom. Kemudian sel yang sama
bentuk dan fungsinya membentuk jaringan, selanjutnya membentuk organ dan
system organ hingga menjadi suatu individu.
b. Makhluk hidup memerlukan energi (makan)
Semua aktivitas kimia dari suatu makhluk hidup memerlukan energi.
Pada dasarnya kehidupan ini merupakan suatu rangkaian aktivitas kimia. Oleh
karena itu setiap makhluk hidup memerlukan energi.
Menurut cara makan, mahkluk hidup dibagi atas 2 golongan besar :
1. Autotrof
Makhluk hidup mendapat bahan makanan dengan mensintesa sendiri dari
bahan alam (anorganik), umumnya terjadi pada tumbuhan melalui proses
fotosintesis.
2. Heterotrof
Makhluk hidup mendapat makanan (bahan organis) dari makhluk hidup
lain. Umumnya makhluk hidup heterotroph ini adalah hewan, beberapa
bakteri dan semua jamur.
c. Makhluk hidup melakukan pertumbuhan dan perkembangan
Pertumbuhan dan perkembangan dapat terlihat adanya perubahan
ukuran seperti tinggi, berat dan jumlah dari suatu makhluk hidup.
Pertumbuhan dapat terukur secara langsung namun perkembangan bersifat
fisiologi. Berkembang adalah proses menuju kedewasaan yang dipengaruhi
oleh hormon, nutrisi dan lingkungan.
d. Makhluk hidup mempunyai kemampuan memperbanyak diri
(reproduksi)
Berkembang biak adalah memperbanyak diri untuk mempertahankan
kelestarian jenisnya. Ada makhluk hidup yang berkembang biak secara
seksual da nada yang secara aseksual. Secara seksual dihasilkan gamet (sel
telur dan sel benih) oleh gonad, dibuahi dan tumbuh menjadi embrio. Secara
aseksual dihasilkan anak tanpa melalui pembuahan, tanpa kawin. Ada yang
dengan membelah diri atau dengan spora.
e. Bergerak
Bergerak merupakan perubahan posisi, baik seluruh tubuh atau
sebagian. Hal ini disebabkan oleh adanya tanggapan terhadap rangsang.
f. Peka terhadap rangsang (iritabilitas)
Iritabilitas ialah kemampuan untuk mengetahui perubahan suasana
lingkungan dan berespons terhadap perubahan itu. yang membuat makhluk
memiliki sifat rangsang karena adanya saraf dan hormon. Saraf untuk
rangsang cepat, hormon untuk rangsang yang lambat.
g. Bernafas (respirasi)
Bernafas merupakan proses mengisap gas oksigen dari luar tubuh
kemudian dipakai untuk mengoksider bahan organis bermolekul kecil yang
ada dalam sel-sel tubuh sehingga timbul energi (ATP). Bahan organis yang
dioksider sebagai sumber energy aialah karbohidrat (glukosa), lemak, dan
kadang-kadang juga protein (asam amino).
h. Beradaptasi
Beradaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan
diri terhadap lingkungan dan untuk mempertahankan diri. Adaptasi ada yang
bersifat adaptasi morfologi, adaptasi fisiologi, dan adaptasi tingkah laku.
i. Regulasi
Regulasi adalah proses pengaturan keserasian di dalam tubuh
organisme yang diatur oleh syaraf dan hormon.
j. Ekskresi
Ekskresi adalah proses pengeluaran sisa-sisa metabolisme tubuh.
Dalam proses oksidasi makanan selain menghasilkan energi, tubuh organisme
juga menghasilkan zat sisa yang harus dikeluarkan dari tubuh.

2.3 Aliran Energi dalam Ekosistem
Pengertian aliran energi dalam ekosistem adalah proses berpindahnya
energi dari suatu tingkat trofik ke tingkat trofik berikutnya yang dapat
digambarkan dengan rantai makanan atau dengan piramida biomasa.
Ekosistem mempertahankan diri dengan siklus energi dan nutrisi yang
diperoleh dari sumber eksternal. Pada tingkat trofik pertama, produsen primer
(tumbuhan, alga, dan beberapa bakteri) menggunakan energi matahari untuk
menghasilkan bahan tanaman organik melalui fotosintesis. Hewan Herbivora
yang makan hanya pada tanaman membuat tingkat trofik kedua. Predator yang
memakan herbivora terdiri dari tingkat trofik ketiga, jika predator yang lebih
besar hadir, mereka mewakili tingkat trofik lebih tinggi lagi. Organisme yang
makanan pada beberapa tingkat trofik (misalnya, beruang grizzly yang
memakan buah dan salmon) diklasifikasikan pada tingkat trofik tertinggi di
mana mereka makan. Dekomposer, yang meliputi bakteri, jamur, jamur,
cacing, dan serangga, memecah limbah dan organisme mati dan
mengembalikan nutrisi ke dalam tanah.
Rata-rata sekitar 10 persen dari produksi energi bersih pada satu
tingkat trofik diteruskan ke tingkat berikutnya. Proses yang pengurangan
energi yang ditransfer antara tingkat trofik termasuk respirasi, pertumbuhan
dan reproduksi, buang air besar, dan kematian nonpredatory (organisme yang
mati tetapi tidak dimakan oleh konsumen). Kualitas gizi bahan yang
dikonsumsi juga mempengaruhi seberapa efisien energi ditransfer, karena
konsumen dapat mengkonversi sumber makanan berkualitas tinggi ke jaringan
hidup baru yang lebih efisien daripada sumber makanan berkualitas rendah.
Rendahnya transfer energi antara tingkat trofik membuat pengurai
umumnya lebih penting dari pada produsen dalam hal aliran energi.
Dekomposer memproses sejumlah besar bahan organik dan mengembalikan
nutrisi ke ekosistem dalam bentuk anorganik, yang kemudian diambil lagi
oleh produsen primer. Energi tidak didaur ulang selama proses dekomposisi,
melainkan dilepaskan, sebagian besar sebagai panas (ini adalah apa yang
membuat tumpukan kompos terasa hangat).
Produktivitas primer bruto Sebuah ekosistem (GPP) adalah jumlah
total bahan organik yang dihasilkannya melalui fotosintesis. Produktivitas
primer bersih (NPP) menggambarkan jumlah energi yang masih tersedia
untuk pertumbuhan tanaman setelah dikurangi fraksi yang tanaman digunakan
untuk respirasi. Produktivitas dalam ekosistem tanah umumnya naik pada
suhu sampai sekitar 30 C, setelah itu menurun, dan berkorelasi positif
dengan kelembaban. Di darat produktivitas primer demikian tertinggi pada
daerah yang hangat, zona basah di daerah tropis di mana bioma hutan tropis
berada. Sebaliknya, ekosistem padang pasir semak belukar memiliki
produktivitas terendah karena iklim mereka sangat panas dan kering.
Di lautan, cahaya dan nutrisi merupakan faktor penting untuk
mengendalikan produktivitas. Cahaya menembus hanya ke tingkat paling atas
lautan, sehingga fotosintesis terjadi di perairan permukaan dan dekat
permukaan. Produktivitas primer laut yang tinggi di dekat pantai dan daerah
lain di mana upwelling membawa nutrisi ke permukaan, mendukung plankton
untuk mekar. Limpasan dari tanah juga merupakan sumber nutrisi di muara
dan sepanjang ambalan kontinental. Di antara ekosistem perairan, tempat
kediaman alga, dan terumbu karang memiliki produksi primer bersih tertinggi,
sedangkan harga terendah terjadi di tempat terbuka karena kurangnya nutrisi
di lapisan permukaan yang diterangi.
a. Rantai Makanan
Para ilmuan ekologi mengenal tiga macam rantai pokok yaitu rantai pemangsa,
rantai parasit dan rantai saprofit.

1. Rantai Pemangsa
Dalam rantai pemangsa , adlah tumbuhan hijau sebagai produsen ,
kemudian hewan herbivore sebagai konumen tingkat 1 dan hewan
karnivor sebagai konsumen tingkat 2, dan berakhir pada pemangsa
karnivor sebagai konsumen 3 atau 4.
2. Rantai Parasit
Rantai parasit di mulai dari organism besar dan berakhir pada
organism yang yang hidup sebagai parasit. Contohnya adalah cacing,
bakteri dan benalu.
3. Rantai Saprofit
Di mulai dari organism mati ke jasad pengurai, misalnya jamur dan
bakteri.

b. Tingkat Trofik

Organisme dalam kelompok ekologi yang terlibat dalam rantai makanan
di golongkan dalam tingkatan tingkatan trofik. Tingkatan trofik tersusun dari
tersusun dari seluruh organisme pada rantai makanan yang bernomor sama
dengan tingkat makan memakan. Sumber energy terbesar di bumi adalah
matahari. Tumbuhan yang menghasilkan gula lewat fotosintesis hanya memakai
energy matahari dan CO2 dari udara, oleh karena itu tumbuhan tersebut di
golongkan dalam tingkat trofik pertamaSelanjutnya berurutan, hewan herbivore,
karnovor 1, karnovor 2 sebagai tingkat trofik ke 2, 3, dan 4.
Cara termudah untuk menggambarkan aliran energi melalui ekosistem
adalah dengan rantai makanan di mana energi berpindah dari satu tingkat trofik
ke depan, tanpa anjak dalam hubungan yang lebih kompleks antara spesies
individu. Beberapa ekosistem yang sangat sederhana dapat terdiri dari rantai
makanan dengan hanya beberapa tingkat trofik. Misalnya, ekosistem terpencil
angin yang menyapu Taylor di Lembah Antartika sebagian besar terdiri dari
bakteri dan ganggang yang umunya dimakan oleh cacing nematoda,
bagaimanapun, produsen dan konsumen yang terhubung dalam jaring makanan
yang rumit pada beberapa konsumen makan di beberapa tingkat trofik.

a. Sebuah konsekuensi penting dari kehilangan energi antara
tingkat trofik adalah bahwa kontaminan mengumpulkan pada
hewan jaringan-proses yang disebut bioakumulasi. Saat
kontaminan bioakumulasi berada pada jaring makanan,
organisme di tingkat trofik yang lebih tinggi dapat terancam
bahkan jika polutan dimasukkan ke lingkungan dalam jumlah
yang sangat kecil.
b. Piramida Ekologi

Struktur trofik pada ekosistem dapat disajikan dalam bentuk piramida ekologi. Ada 3
jenis piramida ekologi yaitu:
1. Piramida Jumlah
Organisme di tingkat pertama biasanya oaling melimpah. Sedangkan di tingkat
selanjutnya makin berkurang.
2. Piramida Biomassa
Piramida jumlah yang sederhana biasanya sering kali kurang membantu dalam
memperagakan aliran energy dalam ekosistem. Penggambaran yang loebih
realistic dapat disajikan dalam piramida biomassa, yang berfungsi
menggambarkan perpaduan masa seluruh organism di habitat tertentu dan
dinyatakan dalam gram.
3. Piramida energy
Piramida ini dibuat berdasarkan observasi yang dilakukan dalam waktu yang
lama. Piramida ini mampu memberikan gambaran paloing akurat tentang aliran
energy dalam ekosistem.

2.4 Biologi sebagai Sains
Biologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata bios dan logos. Bios
berarti hidup dan logos berarti ilmu atau belajar tentang sesuatu. Jadi biologi
adalah ilmu yang mempelajari tentang sesuatu yang hidup serta masalah-masalah
yang menyangkut hidupnya. Biologi adalah suatu disiplin ilmu sebagai bagian
dari ilmu pengetahuan alam (IPA), yakni kajian tentang materi dan energi yang
berhubungan dengan makhluk hidup serta proses kehidupannya. Biologi mengkaji
semua makhluk hidup, tidak hanya tumbuhan dan hewan yang hidup di muka
bumi ini, akan tetapi tumbuhan dan hewan yang hidup di masa lampau bahkan di
tempat-tempat lain jika mungkin ada kehidupan.

1) Ciri Dan Sifat Dari Ilmu Pengetahuan Alam
Ilmu pengetahuan merupakan kumpulan konsep, prinsip, hukum, dan
teori yang dibentuk melalui serangkaian kegiatan ilmiah. Ilmu
pengetahuan lahir dari suatu rangkaian aktivitas akal manusia yang
disusun secara sistematis. Semua yang dinamakan ilmu pengetahuan
selalu memiliki syarat-syarat atau ciri-ciri tertentu.
Identifikasi dari sifat dan ciri dari ilmu pengetahuan atau ilmu yang
dihasilkan oleh manusia antatra lain adalah sebagai berikut :
a) Memiliki Objek Kajian
Suatu ilmu harus memiliki objek kajian. Misalnya ilmu
matematika memiliki objek kajian berupa angka-angka, ilmu kimia
memiliki objek kajian berupa zat-zat beserta sifatnya. Sedangkan
Biologi merupakan ilmu tentang makhluk hidup.
b) Memiliki metode
Metode artinya pengetahuan itu diperoleh dengan
menggunakan cara-cara tertentu yang teratur dan terkontrol.
Pengembangan ilmu pengetahuan tidak dapat dilakukan secara
asal-asalan, tetapi menggunakan cara atau metode tertentu. Metode
yang digunakan itu bersifat baku dan dapat dilakukan oleh
siapapun.
c) Bersifat Sistematis
Sistimatis artinya pengetahuan ilmiah itu tersusun dalam
suatu sistem, tidak berdiri sendiri, satu dengan yang lain saling
berkaitan, saling berkaitan, saling menjelaskan, sehingga
seluruhnya merupakan satu kesatuan yang utuh. Contohnya dalam
biologi, jika kita akan mempelajari tentang sel, maka materi yang
akan kita pelajari perlu mendapat dukungan materi lain, misalnya
tentang jaringan, organ, sistem organ, dan individu. Demikian pula
sebaliknya, sehingga pengetahuan-pengetahuan itu tidak bertolak
belakang. Sehingga ilmu pengetahuan bersifat sistematis adalah
bahwa sebuah pengetahuan harus memiliki hubungan
ketergantungan dan teratur, tidak boleh ada unsur-unsur yang
saling bertolak belakang.
d) Bersifat Universal
Universal berlaku umum artinya pengetahuan ilmiah itu
tidak hanya berlaku atau dapat diamati oleh seorang atau oleh
beberapa orang saja, tetapi semua orang dengan cara
eksperimentasi yang sama akan memperoleh hasil yang sama atau
konsisten.
e) Bersifat Objektif
Objektif artinya pengetahuan itu sesuai dengan objeknya,
kesesuaian itu dapat dibuktikan dengan pengindraan atas dasar
empiris (pengalaman). Bagaimana jika ilmu bersifat tidak objektif?
Dapatkah ilmu itu dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia?
Sebuah ilmu harus menggambarkan keadaan secara apa adanya,
yaitu mengandung data dan pernyataan yang sebenarnya (bersifat
jujur), bebas dari prasangka, kepentingan, atau kesukaan pribadi.
f) Bersifat Analitis
Analitis jika ingin mempelajari struktur dan fungsi
tumbuhan, maka perlu mempelajari bagian-bagian yang lebih rinci,
yaitu akar, batang, daun, dan sebagainya. Itulah sebabnya kajian
suatu ilmu dapat terbagi-bagi menjadi bagian yang lebih rinci guna
memahami berbagai hubungan, sifat, serta peranan dari bagian-
bagian tersebut.
g) Bersifat Verifikatif
Verifikatif suatu ilmu mengarah pada tercapainya suatu
kebenaran. Misalnya, teori tentang Generatio Spontanea,
menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati yang
sudah diyakini kebenarannya, tetapi akhirnya teori itu digugurkan
dengan teori Biogenesis, menyatakan bahwa makhluk hidup
berasal dari makhluk hidup juga. Akhirnya teori ini diyakini
kebenarannya sampai sekarang.












BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Kehidupan di bumi dengan mengandaikan bahwa kehidupan dibawa
kemari dari tempat lain di alam semesta, boleh jadi tergabung dalam meterorit
yang jatuh. Hal ini dijelaskan dalam teori Kosmozoa.
3.2 Saran
















DAFTAR PUSTAKA