Anda di halaman 1dari 2

Mekanisme Kerja Calcineurine Inhibitor

Antigen akan dikenali oleh APC yang kemudian akan mempresentasikannya ke sel limfosit T melalui
MHC class II yang kemudian akan berikatan pada TCR sel T. Hal ini akan menyebabkan peningkatan
kadar kalsium intraseluler. Kalsium ini akan berikatan dengan calmodulin (protein intraseluler).
Kompleks ini akan berikatan dengan calcineurine yang kemudian akan mengaktivkan NFAT (Nuclear
Factor of Activated T Cells). NFAT kemudian akan bertranslokasi ke dalam inti sel dan mengaktifkan
gen-gen yang meregulasi produksi siokin sehingga dihasilkanlah sitokin-sitokin seperti IL-2, IL-3, IL-4,
TNF gamma, INF gamma, granulocyte macrophage colony stimulating factor.
Dengan adanya siklosporin dan takrolimus, dimana Siklosporin akan berikatan dengan siklofilin
(protein intraselular) dan takrolimus akan berikatan dengan FK506 binding protein atau disebut FKBP
(protein intraselular, akan berikatan dengan calcineurin bersama dengan kompleks calmodulin
kalsium. Kompleks ini mengakibatkan NFAT tidak mengalami defosforilasi sehingga menjadi tidak
aktif dan tidak dapat menstimulasi gen yang meregulasi produksi sitokin proinflamasi.


Mekanisme Kerja Imiquimod


Aplikasi topikal dari Imiquimod akan mengaktivkan keratinosit untuk menghasilkan sitokin.
Imiquimod juga merupakan agonist terhadap TLR 7 dan 8 yang akan menstimulasi diproduksinya
sitokin proinflamasi :
- IFN gamma dan IFN alfa
- TNF gamma
- IL-1, IL-6, IL-8, IL-10, IL12
- Granulocyte colony stimulating factor
- Granulocyte monocyte colony stimulating factor
- Macrophage inflamatory protein 1 alfa
- Monocyte Chemotactic protein 1

Selain itu Imiquimod juga menstimulasi respon imun innate :
- Meningkatkan aktivitas NK cells
- Meningkatkan aktivitas makrofag dan sel langerhans
- Menginduksi proliferasi dan maturasi sel B
- Merupakan direct proapoptotic activity pada sel tumor