Anda di halaman 1dari 250

Perangkat Pembelajaran IPA-IX

Tahun Pelajaran 2014-2015


Kalender Pendidikan
Analisis Hari Efektif
Program Semester
Program Tahunan
Silabus
RPP
Analisis KKM
Pemetaan SK/KD dan Rencana Evaluasi
Kementerian Agama
MTs Negeri Subang
Jl. Arif Rahman Hakim No. 26 Subang
YANTOABDULAH, S.Si
NIP. 19810318 200604 1 001
KALENDER PENDIDIKAN
MTs NEGERI SUBANG
SEMESTER GANJILTAHUN PELAJARAN 2014-2015
JULI
Keterangan :
Keg. : Juli 2014
AGUSTUS
Keterangan : Keg. : Agustus
2014
M S S R K J S 1 - 13 Libur Madrasah/PPDB M S S R K J S 1 - 5 Libur Hari Raya
1 2 3 4 5 7 Pemb. Tugas Smt 1 1 2
6 7 8 9 10 11 12 14 Masuk Mad. Smt 1 3 4 5 6 7 8 9 IV
13 14 15 16 17 18 19 I 14 - 16 Kegiatan MOS 10 11 12 13 14 15 16 V 17 HUT RI
20 21 22 23 24 25 26 II 14 -19 Efektif Fakultatif 17 18 19 20 21 22 23 VI
27 28 29 30 31 III 28 - 31 Libur Menjelang Hari Raya 24 25 26 27 28 29 30 VII
Efektif : 6 hari/1 minggu Efektif : 22 hari/2 minggu
SEPTEMBER Keterangan :
Keg. Bulan : September 2014
OKTOBER Keterangan : Keg. Bulan :
Oktober 2014 M S S R K J S M S S R K J S 1 Upacara hari kesaktian pancasila
1 2 3 4 5 6 VIII 1 2 3 4 XII 5-6 Idhul Adha
7 8 9 10 11 12 13 IX 5 6 7 8 9 10 11 XIII 6-11 Ulangan Tengah Semester (UTS)
14 15 16 17 18 19 20 X 12 13 14 15 16 17 18 XIV 13-16 Jeda Tengah Semester
21 22 23 24 25 26 27 XI 19 20 21 22 23 24 25 XV 25 Tahun Baru Hijriyah 1436 H
28 29 30 26 27 28 29 30 XVI 28 Upacara Sumpah Pemuda
Efektif : 26 hari/4 minggu Efektif : 25 hari/5 minggu
NOVEMBER Keterangan :
Keg. Bulan : Nopember 2014
DESEMBER Keterangan : Keg. Bulan :
Desember 2014 M S S R K J S 10 Upacara hari pahlawan M S S R K J S 8-13 Ulangan Akhir Semester
1 1 2 3 4 5 6 XXI 15-19 Ulangan susulan, classmeeting,
2 3 4 5 6 7 8 XVII 7 8 9 10 11 12 13 XXII pengolahan nilai, LHB, dan
9 10 11 12 13 14 15 XVIII 14 15 16 17 18 19 20 XXIII
pengisian nilai LHB peserta didik
16 17 18 19 20 21 22 XIX 21 22 23 24 25 26 27 20 Pembagian buku LHB
23 24 25 26 27 28 29 XX 28 29 30 31 25-26 Libur Nasional-Cuti bersama
Efektif : 25 hari/4 minggu Efektif : 18 hari/3 minggu 22-31 Libur Akhir Semester Gasal
Subang, Agustus 2014
Kepala MTsN Subang
Drs. Wawan Sholeh Setiawan, M.Pd
NIP. 19651204 198503 1001
KALENDER PENDIDIKAN
MTs NEGERI SUBANG
SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2014-2015
JANUARI Keterangan :
Keg. Bulan : Januari 2015
PEBRUARI Keterangan : Keg. Bulan :
Pebrurari 2015 M S S R K J S 1 LHB = Tahun Baru M S S R K J S 19 Perkiraan libur IMLEK
1 2 3 1 - 4 Libur semester gasal 1 2 3 4 5 6 7 V
4 5 6 7 8 9 10 I 3 Upacara Hari Amal Bakti Kemenag 8 9 10 11 12 13 14 VII
11 12 13 14 15 16 17 II 5 Masuk Mad. Smt 2 15 16 17 18 19 20 21 VII
18 19 20 21 22 23 24 III 22 23 24 25 26 27 28 VIII
25 26 27 28 29 30 31 IV
Efektif :24 hari/4 minggu Efektif : 23 hari/4 minggu
MARET Keterangan :
Keg. Bulan : Maret 2015
APRIL Keterangan : Keg. Bulan :
April 2015 M S S R K J S 9-14 UTS M S S R K J S 3 Perkiraan libur wafat Isa Almasih
1 2 3 4 5 6 7 IX 16-19 Jeda Tengah Semester 1 2 3 4 XIII 21 Upacara Hari Kartini
8 9 10 11 12 13 14 X 21 Perkiraan Libur Hari Raya Nyepi 5 6 7 8 9 10 11 XIV 20-23 Perkiraan UN MTs
15 16 17 18 19 20 21 XI 23-25 Perkiraan UAMBN MTs 12 13 14 15 16 17 18 XV
22 23 24 25 26 27 28 XII 19 20 21 22 23 24 25 XVI
29 30 31 26 27 28 29 30 XVII
Efektif : 25 hari/5 minggu
Efektif :25 hari/4 minggu
MEI Keterangan :
Keg. Bulan : Mei 2015
JUNI Keterangan : Keg. Bulan :
Juni 2015 M S S R K J S 1 Libur Umum Hari Buruh M S S R K J S 2 Perkiraan Libur Hari Waisak
1 2 2 Hari Pendidikan Nasional 1 2 3 4 5 6 XXII 8-13 Ulangan Kenaikan Kelas (UKK)
3 4 5 6 7 8 9 XVIII 14 Perkiraan Libur Kenaikan 7 8 9 10 11 12 13 XXIII
15-19 Ulangan susulan, classmeeting,
10 11 12 13 14 15 16 XIX Isa Almasih 14 15 16 17 18 19 20 XXIV
pengolahan nilai, LHB, dan
17 18 19 20 21 22 23 XX 16 Perkiraan Libur Peringatan 21 22 23 24 25 26 27 XXV pengisian nilai LHB peserta didik
24 25 26 27 28 29 30 XXI Isra' dan Mi'raj 28 29 30 17-19 Perkiraan Libur Awal Ramadhan
31 Efektif : 24 hari/4 minggu 20 Hari Kebangkitan Nasional Efektif : 13 hari/4 minggu 20 Pembagian buku LHB
JULI Keterangan :
Keg. : Juli 2015 M S S R K J S 1-11 Libur Akhir Semester Genap
1 2 3 4 13 Persiapan Tahun Pelajaran
5 6 7 8 9 10 11 2015-2016
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25 Subang, Agustus 2014
26 27 28 29 30 Kepala MTsN Subang
Catatan:
Hari belajar efektif 1 tahun sekurang-kurangnya 200 - 250 hari atau
Minggu efektif 1 tahun 34 - 42 minggu Drs. Wawan Sholeh Setiawan, M.Pd
NIP. 19651204 198503 1001
Semester Ganjil (Juli -Desember 2014) = 130 hari/ 22 minggu
Semester Genap (Januari -Juni 2015) = 135 hari/ 23 minggu
Tahun Pelajaran 2014 - 2014 = 265 hari/ 44 minggu
KEMENTERIAN AGAMA
MTs NEGERI SUBANG
Alamat : JL. Arifrahman Hakim No. 26 Kel.Cigadung Kec. Subang
JUMLAH HARI EFEKTIF, EFEKTIF FAKULTATIF, LIBUR UMUM, LIBUR HARI BESAR
LIBUR UMUM, LIBUR PERMULAAN PUASA DAN LIBUR HARI RAYA
TAHUN PELAJARAN 2014/2015
SEMESTER BULAN HEM HEF LU LHB LM LPP LHR JML
G
a
n
j
i
l
JULI 2014 6 6 4 0 11 4 0 31
AGUSTUS 2014 22 0 3 1 0 0 4 30
SEPTEMBER 2014 26 0 4 0 0 0 0 30
OKTOBER 2014 21 4 4 1 0 0 0 30
NOPEMBER 2014 25 0 4 0 0 0 0 29
DESEMBER 2014 13 5 4 2 7 0 0 31
JUMLAH SELURUHNYA 113 15 23 4 18 4 4 181
SEMESTER BULAN HEM HEF LU LHB LM LPP LHR JML
G
e
n
a
p
JANUARI 2015 24 0 4 2 1 0 0 31
PEBRUARI 2015 24 0 4 0 0 0 0 28
MARET 2015 21 4 5 1 0 0 0 31
APRIL 2015 25 0 4 1 0 0 0 30
MEI 2015 24 0 5 2 0 0 0 31
JUNI 2015 11 2 4 1 8 3 0 29
JUMLAH SELURUHNYA 129 6 26 7 9 3 0 180
RINCIAN HARI EFEKTIF MADRASAH
MTs NEGERI SUBANG
TAHUN PELAJARAN 2014/2015
SEMESTER BULAN SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT SABTU JUMLAH
G
a
n
j
i
l
JULI 2014 2 2 2 2 2 2 12
AGUSTUS 2014 4 4 4 4 5 5 26
SEPTEMBER 2014 5 5 4 4 4 4 26
OKTOBER 2014 4 4 5 5 4 3 25
NOPEMBER 2014 4 4 4 4 4 5 25
DESEMBER 2014 3 3 3 3 3 3 18
JUMLAH SELURUHNYA 22 22 22 22 22 22 132
SEMESTER BULAN SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT SABTU JUMLAH
G
e
n
a
p
JANUARI 2015 4 4 4 4 5 4 25
PEBRUARI 2015 4 4 4 3 4 4 23
MARET 2015 5 5 4 4 4 3 25
APRIL 2015 4 4 4 4 3 4 23
MEI 2015 4 4 4 3 4 5 24
JUNI 2015 3 2 2 2 2 2 13
JUMLAH SELURUHNYA 24 23 22 20 22 22 133
LPP : Libur Permulaan Puasa
LM : Libur Madrasah Subang, Agustus 2014
Kepala MTsN Subang
Drs. Wawan Sholeh Setiawan, M.Pd
NIP. 19651204 198503 1001
Balance
181
180
361
132
133
265
KEMENTERIAN AGAMA
MTs NEGERI SUBANG
JL. Arifrahman Hakim No. 26 Kel.Cigadung Kec. Subang
DAFTAR HARI EFEKTIF SEMESTER GANJIL
TAHUN PELAJARAN 2014/2015
MATA PELAJARAN : IPA
NO
JUMLAH HARI EFEKTIF
BULAN DAN
S
E
N
I
N
S
E
L
A
S
A
R
A
B
U

K
A
M
I
S
J
U
M
'
A
T
S
A
B
T
U
J
U
M
L
A
H
TAHUN
1 JULI 2014 1 1 1 1 1 1 6
2 AGUSTUS 2014 3 3 4 4 5 5 24
3 SEPTEMBER 2014 5 5 4 4 4 4 26
4 OKTOBER 2014 4 4 5 5 4 3 25
5 NOPEMBER 2014 4 4 4 4 4 5 25
6 DESEMBER 2014 3 3 3 3 3 3 18
JUMLAH 20 20 21 21 21 21 124
DAFTAR HARI EFEKTIF SEMESTER GENAP
TAHUN PELAJARAN 2014/2015
MATA PELAJARAN : IPA
NO
JUMLAH HARI EFEKTIF
BULAN DAN
S
E
N
I
N
S
E
L
A
S
A
R
A
B
U

K
A
M
I
S
J
U
M
'
A
T
S
A
B
T
U
J
U
M
L
A
H
TAHUN
1 JANUARI 2015 4 4 4 4 4 4 24
2 FEBRUARI 2015 4 4 4 3 4 4 23
3 MARET 2015 5 5 4 4 4 3 25
4 APRIL 2015 4 4 5 5 3 4 25
5 MEI 2015 4 4 4 3 4 5 24
6 JUNI 2015 3 2 2 2 2 2 13
JUMLAH 24 23 23 21 21 22 134
Subang, Agustus 2014
Kepala MTsN Subang
Drs. Wawan Sholeh Setiawan, M.Pd
NIP. 19651204 198503 1001
JADWAL PELAJARAN MATA PELAJARAN IPA
TAHUN PELAJARAN : 2014/2014
WAKTU SENIN WAKTU SELASA RABU
1 07.00 - 07.40 Upacara 07.00 - 07.40 9H 8D
2 07.40 - 08.20 8D 07.40 - 08.20 9H 8D
3 08.20 - 09.00 8D 08.20 - 09.00 9F 7B
4 09.00 - 09.40 - 09.00 - 09.40 9F 7B
5 09.40 - 10.20 7B 09.40 - 10.10 ISTIRAHAT ISTIRAHAT
10.20 - 10.40 ISTIRAHAT 10.10 - 10.50 - -
6 10.40 - 11.20 7B 10.50 - 11.30 - -
7 11.20 - 12.00 7B 11.30 - 12.10 9G
8 12.00 - 12.40 7A 12.10 - 12.50 9G
9 12.40 - 13.20 7A 12.50 - 13.10
WAKTU KAMIS JUMAT SABTU
1 07.00 - 07.40 9G 7A
2 07.40 - 08.20 9G 7A
3 08.20 - 09.00 9H 7A
4 09.00 - 09.40 9H -
09.40 - 10.10 ISTIRAHAT -
5 10.10 - 10.50 - -
6 10.50 - 11.30 - -
7 11.30 - 12.10 9F -
8 12.10 - 12.50 9F -
Subang, Agustus 2014
Kepala MTsN Subang
Drs. Wawan Sholeh Setiawan, M.Pd
NIP. 19651204 198503 1001
KEMENTERIAN AGAMA
MTs NEGERI SUBANG
TERAKREDITASI A NSM : 121132130003
JL. Arifrahman Hakim No. 26 Kel.Cigadung Kec. Subang
RENCANA PEKAN EFEKTIF
MATA PELAJARAN : IPA
SEMESTER : GANJIL
TAHUN PELAJARAN : 2014/2015
A PERHITUNGAN ALOKASI WAKTU
1. Jumlah Pekan (Lihat Kalender Pendidikan) dalam Semester 1 Jumlah Pekan Efektif
NO BULAN BANYAK PEKAN BANYAKNYA JAM KETERANGAN
1 Juli 2014 1 4
2 Agustus 2014 4 16
3 September 2014 4 16
4 Oktober 2014 5 20
5 Nopember 2014 4 16
6 Desember 2014 3 12
JUMLAH (a) 21 84
2. Jumlah Pekan tidak Efektif 2 Jumlah Pekan Tidak Efektif
NO URAIAN PEKAN JAM
2,1 Kegiatan MOS 1 4
2,2 Kegiatan Halal bi Halal 0,5 2
2,3 Kegiatan Class Meeting 1 4
2,4 Kegiatan Idhul Adha 0,5 2
JUMLAH (b) 3 12
3 Jumlah Pekan Efektif - Jumlah Pekan Tidak Efektif
N0 PEKAN EFEKTIF PEKAN TDK EFEKTIF JUMLAH JAM PEL. EFEKTIF
1 22 3 19 76
B DISTRIBUSI ALOKASI WAKTU
NO URAIAN JUMLAH PEKAN JUMLAH JAM PELAJARAN
1 Tatap Muka 13 52
2 Ulangan Harian 3 12
3 UTS 1 4
4 UKK 1 4
5 Cadangan/REMEDIAL 1 4
JUMLAH (c) 19 76
Subang, Agustus 2014
Mengetahui;
Kepala MTsN Subang Guru Pengampu
.
Drs. Wawan Sholeh Setiawan, M.Pd YANTO ABDULAH, S.Si
NIP. 19651204 198503 1001 NIP. 19810318 200604 1001
KEMENTERIAN AGAMA
MTs NEGERI SUBANG
TERAKREDITASI A NSM : 121132130003
JL. Arifrahman Hakim No. 26 Kel.Cigadung Kec. Subang
RENCANA PEKAN EFEKTIF
MATA PELAJARAN : IPA
KELOMPOK / SEMESTER : / GENAP
TAHUN PELAJARAN : 2014/2015
A PERHITUNGAN ALOKASI WAKTU
1. Jumlah Pekan (Lihat Kalender Pendidikan) dalam Semester 1 Jumlah Pekan
NO BULAN BANYAK PEKAN BANYAKNYA JAM KETERANGAN
1 Januari 2015 4 16
2 Februari 2015 4 16
3 Maret 2015 4 16
4 April 2015 5 20
5 Mei 2015 4 16
6 Juni 2015 3 12
JUMLAH (a) 24 96
2. Jumlah Pekan tidak Efektif 2 Jumlah Pekan Tidak Efektif
NO URAIAN PEKAN JAM
2,1 Kegiatan Class Meeting 1 4
2,2 UAMBN MTs 1 4
2,3 Ujian Nasional 1 4
JUMLAH (b) 3 12
3 Jumlah Pekan Efektif - Jumlah Pekan Tidak Efektif
N0 PEKAN EFEKTIF PEKAN TDK EFEKTIF JUMLAH JAM PEL. EFEKTIF
1 24 3 21 84
B DISTRIBUSI ALOKASI WAKTU
NO URAIAN JUMLAH PEKAN JUMLAH JAM PELAJARAN
1 Tatap Muka 14 56
2 Ulangan Harian 3 12
3 UTS 1 4
4 UKK 1 4
5 Cadangan/REMEDIAL 2 8
JUMLAH (c) 21 84
Subang, Agustus 2014
Mengetahui;
Kepala MTsN Subang Guru Pengampu
.
Drs. Wawan Sholeh Setiawan, M.Pd YANTO ABDULAH, S.Si
NIP. 19651204 198503 1001 NIP. 19810318 200604 1001
Balance
84
12
76
Balance
96
12
84
PROGRAM TAHUNAN
Satuan Pendidikan : MTS NEGERI SUBANG
Mata Pelajaran : ILMU PENGETAHUAN ALAM
Kelas : IX
Tahun Pelajaran : 2014/2015
1. Jumlah Pekan Belajar Dalam 1 Tahun
No Nama Bulan Jumlah Pekan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
Juli
Agustus
September
Oktober
Nopember
Desember
Januari
Pebruari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
3
4
4
5
4
4
5
4
4
5
4
4
2
Jumlah 52 Pekan...................(a)
2. Jumlah Pekan Tidak Efektif
No Jenis Kegiatan Jumlah Pekan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
MOS Kelas VII Baru
Pesantren Kilat
Libur Idul Fitri 1434 H
UTS
Jeda Tengah Semester Ganjil / Wisata
Remedial / Pengayaan Persiapan UAS
UAS
UAS Susulan / Remedial
PKS
Libur Semester Ganjil
UTS
Jeda Tengah Semester Genap / Wisata
Pra Ujian Nasional
Ujian Nasional
Ujian Sekolah Tulis
Remedial / Pengayaan Persiapan UKK
Ulangan Kenaikan Kelas
UKK Susulan / Remedial
PKS
Libur Semester Genap
1
1
2
1
1
1
1
1
1
2
1
1
1
1
1
1
1
1
1
3
Jumlah 24 Pekan......................(b)
3. Jumlah Pekan Efektif Dalam 1 Tahun = (a) (b)= 52 24 = 28 Pekan.........................(c)
4. Jumlah Jam Efektif Dalam 1 Tahun = (c) x Jumlah Jam Pelajaran Dalam 1 Pekan
= 28 x 4 = 112 Jam Pelajaran
PROGRAM TAHUNAN
MATA PELAJARAN : ILMU PENGETAHUAN ALAM
SATUAN PENDIDIKAN : MTS NEGERI SUBANG
KELAS : IX
TAHUN PELAJARAN : 2014/2015
SEMESTER STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR
ALOKASI
WAKTU
(JP)
KET
5
1. Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia
1.1 Mendeskripsikan sistem ekskresi pada manusia dan hubungannya
dengan kesehatan
1.2 Mendeskripsikan sistem reproduksi dan penyakit yang
berhubungan dengan sistem reproduksi pada manusia
1.3 Mendeskripsikan sistem koordinasi dan alat indera pada manusia
dan hubungannya dengan kesehatan
4
4
4
Materi Biologi
2. Memahami kelangsungan hidup makhluk hidup
2.1 Mengidentifikasi kelangsungan hidup makhluk hidup melalui
adaptasi, seleksi alam, dan perkembangbiakan
2.2 Mendeskripsikan konsep pewarisan sifat pada makhluk hidup
2.3 Mendeskripsikan proses pewarisan dan hasil pewarisan sifat dan
penerapannya
2.4 Mendeskripsikan penerapan bioteknologi dalam mendukung
kelangsungan hidup manusia melalui produksi pangan
4
2
4
2
Materi Biologi
3. Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam
kehidupan sehari-hari
3.1 Mendeskripsikan muatan listrik untuk memahami gejala-gejala
listrik statis serta kaitannya dalam kehidupan sehari-hari
3.2 Menganalisis percobaan listrik dinamis dalam suatu rangkaian
serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
3.3 Mendeskripsikan prinsip kerja elemen dan arus listrik yang
ditimbulkannya serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
3.4 Mendeskripsikan hubungan energi dan daya listrik serta
pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari
6
10
4
4
Materi Fisika
6
4. Memahami konsep kemagnetan dan penerapannya dalam
kehidupan sehari-hari
4.1 Menyelidiki gejala kemagnetan dan cara membuat magnet
4.2 Mendeskripsikan pemanfaatan kemagnetan dalam produk
teknologi
4.3 Menerapkan konsep induksi elektromagnetik untuk menjelaskan
prinsip kerja beberapa alat yang memanfaatkan prinsip induksi
elektromagnetik
2
2
8
Materi Fisika
5. Memahami sistem tata surya dan proses yang terjadi di dalamnya
5.1 Mendeskripsikan karakteristik sistem tata surya
5.2 Mendeskripsikan matahari sebagai bintang dan bumi sebagai
salah satu planet
5.3 Mendeskripsikan gerak edar bumi, bulan, dan satelit buatan serta
pengaruh interaksinya
5.4 Mendeskripsikan proses-proses khusus yang terjadi di lapisan
lithosfer dan atmosfer yang terkait dengan perubahan zat dan
kalor
5.5 Menjelaskan hubungan antara proses yang terjadi di lapisan
lithosfer dan atmosfer dengan kesehatan dan permasalahan
lingkungan
2
2
2
4
2
Materi Fisika
PROGRAM SEMESTER
Mata Pelajaran : ILMU PENGETAHUAN ALAM
Satuan Pendidikan : MTS NEGERI SUBANG
Kelas / Semester : IX / V (Gasal)
Tahun Pelajaran : 2014/2015
A. Perhitungan Alokasi Waktu
1. Banyaknya Pekan Dalam Satu Semester
No Nama Bulan Banyaknya Pekan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Juli
Agustus
September
Oktober
Nopember
Desember
Januari
3
4
4
5
4
4
1
Jumlah 25 Pekan ..............(a)
2. Jumlah Pekan Tidak Efektif
MOS Kelas VII Baru = 1 Pekan
Pesantren Kilat = 1 Pekan
Libur Idul Fitri 1434 H = 2 Pekan
UTS = 1 Pekan
Jeda Tengah Semester Ganjil / Wisata = 1 Pekan
Remedial / Pengayaan Persiapan UAS = 1 Pekan
UAS = 1 Pekan
UAS Susulan / Remedial = 1 Pekan
PKS = 1 Pekan
Libur Semester Ganjil = 2 Pekan
Jumlah = 12 Pekan...............(b)
3. Jumlah Pekan Efektif
(a) (b) = 25 12 = 13 Pekan.................(c)
4. Jumlah Jam Pelajaran Efektif
x Jumlah Jam Pelajaran/Pekan
13 x 4 = 52 Jam Pelajaran
B. Distribusi Alokasi Waktu
No. Ilmu Pengetahuan Alam
Alokasi
Waktu
1.
2.
Biologi
Fisika
24 jp
24 jp
Jumlah 48 jp
1.
2.
Ulangan Harian Biologi
Ulangan Harian Fisika
2 jp
2 jp
Jumlah 4 jp
Jumlah Total 52 jp
Cadangan waktu digunakan pemantapan materi/pembahasan soal-soal ulangan yang belum dipahami benar oleh siswa.
PROGRAM SEMESTER
MATA PELAJARAN : ILMU PENGETAHUAN ALAM
SATUAN PENDIDIKAN : MTS NEGERI SUBANG
KELAS /SEMESTER : IX/V (Gasal)
TAHUN PELAJARAN : 2014/2015
SEMESTER STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR
ALOKASI
WAKTU
(JP)
KET
v
1. Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia
1.1 Mendeskripsikan sistem ekskresi pada manusia dan
hubungannya dengan kesehatan
1.2 Mendeskripsikan sistem reproduksi dan penyakit yang
berhubungan dengan sistem reproduksi pada manusia
1.3 Mendeskripsikan sistem koordinasi dan alat indera pada
manusia dan hubungannya dengan kesehatan
4
4
4
2. Memahami kelangsungan hidup makhluk hidup
2.1 Mengidentifikasi kelangsungan hidup makhluk hidup melalui
adaptasi, seleksi alam, dan perkembangbiakan
2.2 Mendeskripsikan konsep pewarisan sifat pada makhluk hidup
2.3 Mendeskripsikan proses pewarisan dan hasil pewarisan sifat dan
penerapannya
2.4 Mendeskripsikan penerapan bioteknologi dalam mendukung
kelangsungan hidup manusia melalui produksi pangan
4
2
4
2
3. Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam
kehidupan sehari-hari
3.1 Mendeskripsikan muatan listrik untuk memahami gejala-gejala
listrik statis serta kaitannya dalam kehidupan sehari-hari
3.2 Menganalisis percobaan listrik dinamis dalam suatu rangkaian
serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
3.3 Mendeskripsikan prinsip kerja elemen dan arus listrik yang
ditimbulkannya serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
3.4 Mendeskripsikan hubungan energi dan daya listrik serta
pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari
6
10
4
4
PROGRAM SEMESTER
Mata Pelajaran : ILMU PENGETAHUAN ALAM
Satuan Pendidikan : MTS NEGERI SUBANG
Kelas / Semester : IX / VI (Genap)
Tahun Pelajaran : 2014/2015
A. Perhitungan Alokasi Waktu
1. Banyaknya Pekan Dalam Satu Semester
No Nama Bulan Banyaknya Pekan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
4
4
4
5
4
4
2
Jumlah 27 Pekan ..............(a)
2. Jumlah Pekan Tidak Efektif
UTS = 1 Pekan
Jeda Tengah Semester Genap / Wisata = 1 Pekan
Pra Ujian Nasional = 1 Pekan
Ujian Nasional = 1 Pekan
Ujian Sekolah Tulis = 1 Pekan
Remedial / Pengayaan Persiapan UKK = 1 Pekan
Ulangan Kenaikan Kelas = 1 Pekan
UKK Susulan / Remedial = 1 Pekan
Porak / Porseni = 1 Pekan
Libur Semester Genap = 3 Pekan
Jumlah = 12 Pekan...............(b)
3. Jumlah Pekan Efektif
(a) (b) = 27 12 = 15 Pekan.................(c)
4. Jumlah Jam Pelajaran Efektif
@ x Jumlah Jam Pelajaran/Pekan
15 x 4 = 60 Jam Pelajaran
B. Distribusi Alokasi Waktu
No. Ilmu Pengetahuan Alam
Alokasi
Waktu
1.
2.
Kemagnetan
Sistem Tata Surya
12 jp
12 jp
Jumlah 24 jp
1.
2.
3.
4.
Ulangan Harian Magnet
Ulangan Harian Tata Surya
Cadangan 1
Cadangan 2
2 jp
2 jp
16 jp
16 jp
Jumlah 36 jp
Jumlah Total 60 jp
PROGRAM SEMESTER
MATA PELAJARAN : ILMU PENGETAHUAN ALAM
SATUAN PENDIDIKAN : MTS NEGERI SUBANG
KELAS /SEMESTER : IX/VI (Genap)
TAHUN PELAJARAN : 2014/2015
SEMESTER STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR
ALOKASI
WAKTU
(JP)
KET
VI
4. Memahami konsep kemagnetan dan penerapannya dalam
kehidupan sehari-hari
4.1 Menyelidiki gejala kemagnetan dan cara membuat magnet
4.2 Mendeskripsikan pemanfaatan kemagnetan dalam produk
teknologi
4.3 Menerapkan konsep induksi elektromagnetik untuk
menjelaskan prinsip kerja beberapa alat yang memanfaatkan
prinsip induksi elektromagnetik
2
2
8
5. Memahami sistem tata surya dan proses yang terjadi di
dalamnya
5.1 Mendeskripsikan karakteristik sistem tata surya
5.2 Mendeskripsikan matahari sebagai bintang dan bumi
sebagai salah satu planet
5.3 Mendeskripsikan gerak edar bumi, bulan, dan satelit buatan
serta pengaruh interaksinya
5.4 Mendeskripsikan proses-proses khusus yang terjadi di
lapisan lithosfer dan atmosfer yang terkait dengan
perubahan zat dan kalor
5.5 Menjelaskan hubungan antara proses yang terjadi di lapisan
lithosfer dan atmosfer dengan kesehatan dan permasalahan
lingkungan
2
2
2
4
2
Mengetahui,
Kepala Mts Negeri Subang
Drs. Wawan Sholeh Setiawan, M.Pd
NIP. 19651204 198503 1001
Subang, Agustus 2014
Guru Mata Pelajaran,
Yanto Abdulah, S.Si
NIP.19810318 200604 1 001
PROGRAM TAHUNAN
Satuan Pendidikan : MTS NEGERI SUBANG
Mata Pelajaran : ILMU PENGETAHUAN ALAM
Kelas : IX
Tahun Pelajaran : 2014/2015
SEMESTER STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR
ALOKASI
WAKTU
(JP)
KET
1
1. Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia
1.1 Mendeskripsikan sistem ekskresi pada manusia dan
hubungannya dengan kesehatan
1.2 Mendeskripsikan sistem reproduksi dan penyakit yang
berhubungan dengan sistem reproduksi pada manusia
1.3 Mendeskripsikan sistem koordinasi dan alat indera pada
manusia dan hubungannya dengan kesehatan
6
6
6
Materi Biologi
2. Memahami kelangsungan hidup makhluk hidup
2.1 Mengidentifikasi kelangsungan hidup makhluk hidup
melalui adaptasi, seleksi alam, dan perkembangbiakan
2.2 Mendeskripsikan konsep pewarisan sifat pada makhluk
hidup
2.3 Mendeskripsikan proses pewarisan dan hasil pewarisan sifat
dan penerapannya
2.4 Mendeskripsikan penerapan bioteknologi dalam
mendukung kelangsungan hidup manusia melalui produksi
pangan
6
4
4
8
Materi Biologi
3. Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam
kehidupan sehari-hari
3.1 Mendeskripsikan muatan listrik untuk memahami gejala-
gejala listrik statis serta kaitannya dalam kehidupan sehari-
hari
3.2 Menganalisis percobaan listrik dinamis dalam suatu
rangkaian serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
3.3 Mendeskripsikan prinsip kerja elemen dan arus listrik yang
ditimbulkannya serta penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari
3.4 Mendeskripsikan hubungan energi dan daya listrik serta
pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari
10
10
4
6
Materi Fisika
JUMLAH 70
2
4. Memahami konsep kemagnetan dan penerapannya dalam
kehidupan sehari-hari
4.1 Menyelidiki gejala kemagnetan dan cara membuat magnet
4.2 Mendeskripsikan pemanfaatan kemagnetan dalam produk
teknologi
4.3 Menerapkan konsep induksi elektromagnetik untuk
menjelaskan prinsip kerja beberapa alat yang
memanfaatkan prinsip induksi elektromagnetik
6
6
6
Materi Fisika
5. Memahami sistem tata surya dan proses yang terjadi di
dalamnya
5.1 Mendeskripsikan karakteristik sistem tata surya
5.2 Mendeskripsikan matahari sebagai bintang dan bumi
sebagai salah satu planet
5.3 Mendeskripsikan gerak edar bumi, bulan, dan satelit buatan
serta pengaruh interaksinya
5.4 Mendeskripsikan proses-proses khusus yang terjadi di
lapisan lithosfer dan atmosfer yang terkait dengan
perubahan zat dan kalor
5.5 Menjelaskan hubungan antara proses yang terjadi di lapisan
lithosfer dan atmosfer dengan kesehatan dan permasalahan
lingkungan
4
4
2
2
4
Materi Fisika
JUMLAH
34
Mengetahui,
Kepala Mts Negeri Subang
Drs. Wawan Sholeh Setiawan, M.Pd
NIP. 19651204 198503 1001
Subang, Agustus 2014
Guru Mata Pelajaran,
Yanto Abdulah, S.Si
NIP.19810318 200604 1 001
PROGRAM SEMESTER
Nama Sekolah : MTs Negeri Subang
Kelas/Semester : IX/Ganjil
Tahun Pelajaran : 2014/2015
No Standar Kompetensi/Kompetensi Dasar MATERI
Bulan / Minggu Ke
JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOPEMBER DESEMBER JANUARI
1 Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
1.1 Mendeskripsikan sistem ekskresi pada manusia dan hubungannya Sistem
M
O
P
D
B
K
E
G
I
A
T
A
N

R
A
M
A
D
H
A
N
4 2
U
L
A
N
G
A
N

T
E
N
G
A
H

S
E
M
E
S
T
E
R

I
U
L
A
N
G
A
N

A
K
H
I
R

S
E
M
E
S
T
E
R

1
P
E
M
B
A
G
I
A
N

R
A
P
O
R
T
dengan kesehatan Ekskresi
1.2 Mendeskripsikan sistem reproduksi dan penyakit yang berhubungan Sistem 2 4
dengan sistem reproduksi pada manusia Reproduksi
1.3 Mendeskripsikan sistem koordinasi dan alat indra pada manusia Sistem 4 2
dan hubungannya dengan kesehatan. Koordinasi
2 Memahami kelangsungan hidup manusia
2.1 Mengidentifikasi kelangsungan hidup makhluk hidup melalui Kelangsungan 4 2
adaptasi, seleksi alam dan perkembangbiakan Hidup M.H
2.2 Mendeskripsikan konsep pewarisan sifat pada makhluk hidup Genetika 2 2
2.3 Mendeskripsikan proses pewarisan dan hasil pewarisan sifat Hukum 2 2
dan penerapannya Mendel
2.4 Mendeskripsikan penerapan bioteknologi dalam mendukung Bioteknologi 2 4 2
kelangsungan hidup manusia melalui produksi pangan.
3 Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam
kehidupan sehari-hari
3.1 Mendeskripsikan muatan listrik untuk memahami gejala-gejala Listrik 4 4 2
listrik statis serta kaitannya dalam kehidupan sehari-hari Statis
3.2 Menganalisis percobaan listrik dinamis dalam suatu rangkaian Listrik 2 4 4
serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari Dinamis
3.3 Mendeskripsikan prinsip kerja elemen dan arus listrik yang Sumber Arus 4
ditimbulkannya serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari Listrik
3.4 Mendeskripsikan hubungan energi dan daya listrik serta Energi dan 4 2
pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari Daya Listrik
Mengetahui,
Kepala MTsN Subang Subang, Agustus 2014
Guru Mata Pelajaran
Drs. Wawan Sholeh Setiawan, M.Pd YANTO ABDULAH, S.Si
NIP. 19651204 198503 1001 NIP.198103182006041001
PROGRAM SEMESTER
Nama Sekolah : MTs Negeri Subang
Kelas/Semester : IX/Genap
Tahun Pelajaran : 2014/2015
No Standar Kompetensi/Kompetensi Dasar
Bulan / Minggu Ke
JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI
4
Memahami konsep kemagnetan dan penerapannya dalam kehidupan
L
I
B
U
R

S
E
M
E
S
T
E
R

G
A
S
A
L
U
L
A
N
G
A
N

T
E
N
G
A
H

S
E
M
E
S
T
E
R
U
J
I
A
N

A
K
H
I
R

M
A
D
R
A
S
A
H

B
E
R
S
T
A
N
D
A
R

N
A
S
I
O
N
A
L
P
E
N
G
A
Y
A
A
N
P
E
R
K
I
R
A
A
N

U
J
I
A
N

N
A
S
I
O
N
A
L
sehari-hari
4.1 Menyelidiki gejala kemagnetan dan cara membuat magnet Kemagnetan 4 2
4.2 Mendeskripsikan pemanfaatan kemagnetan dalam produk teknologi 2 4
4.3 Menerapkan konsep induksi elektromagnetik untuk menjelaskan prinsip induksi 4 2
kerja beberapa alat yang memanfaatkan prinsip induksi elektromagnetik Elektromagnetik
5
Memahami sistem tata surya dan proses yang terjadi di dalamnya
5.1 Mendeskripsikan karakteristik sistem tata surya Tata Surya 4
5.2 Mendeskripsikan matahari sebagai bintang dan bumi sebagai planet 4
5.3 Mendeskripsikan gerak edar bumi, bulan, dan satelit buatan serta 2
pengaruh interaksinya
5.4 Mendekripsikan proses-proses khusus yang terjadi di lapisan lithosfer Bumi sebagai 2
dan amosfer yang terkait dengan perubahan zat dan kalor Planet
5.5 Menjelaskan hubungan antara proses yang terjadi di lithosfer dan Permasalahan 4
atmosfer dengan kesehatan dan permasalahan lingkungan Lingkungan
Mengetahui,
Kepala MTsN Subang Subang, Agustus 2014
Guru Mata Pelajaran
Drs. Wawan Sholeh Setiawan, M.Pd YANTO ABDULAH, S.Si
NIP. 19651204 198503 1001 NIP.198103182006041001
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
SILABUS BIOLOGI IX
SILABUS PEMBELAJARAN
Sekolah : MTs Negeri Subang
Mata Pelajaran : IPA Biologi
Kelas : IX (Sembilan)
Semester : V (lima)/Ganjil
Standar Kompetensi : Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia
Kompetensi
Dasar
Materi Pokok/
Pembelajaran
Kegiatan
Pembelajaran
Indikator
Pencapaian
Kompetensi
Karakter siswa
yang diharapkan
Penilaian
Alokasi
Waktu
Sumber
Belajar
Teknik
Bentuk
Instrumen
Contoh
Instrumen
1.1 Mendeskripsi-
kan sistem
ekskresi pada
manusia dan
hubungannya
dengan
kesehatan
Sistem ekskresi
pada manusia dan
hubungannya
dengan kesehatan
o Mencari
informasi
tentang
karakteristik
struktur dan
fungsi organ
penyusun
sistem ekskresi
pada manusia
melalui studi
pustaka
o Mengamati
torso/gambar
karakteristik
struktur organ
penyusun
sistem ekskresi
pada manusia
o Mencari
informasi
tentang
kelainan dan
penyakit pada
sistem ekskresi
pada manusia
beserta cara
Mendeskripsikan
bentuk/bangun
organ-organ
penyusun sistem
ekskresi pada
manusia
Mendeskripsikan
fungsi sistem
ekskresi
Mendata contoh
kelainan dan
penyakit pada
sistem ekskresi
yang biasa
dijumpai dalam
kehidupan sehari-
hari dan upaya
mengatasinya
Disiplin
(Discipline )
Rasa hormat
dan perhatian
(respect )
Tekun
( diligence )
Tanggung
jawab
(responsibility
)
Ketelitian
( carefulness)
Tes tertulis
Tes tertulis
Penugasan
PG
Uraian
Proyek
Organ yang
bentuknya
mirip kacang
dan berwarna
merah maron
adalah ....
a. Jantung
b. paru-paru
c. ginjal
d. hati
Kemukakan
fungsi sistem
ekskresi yang
dimiliki oleh
tubuh manusia!
Buatlah tulisan
tentang salah
satu contoh
penyakit pada
sistem ekskresi
yang dijumpai
dalam
kehidupan
sehari-hari!
6 x 40 Buku
siswa,
buku
referen
si,
torso,
gambar
, LKS,
lingkun
gan
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
SILABUS BIOLOGI IX
mengatasinya
melalui studi
pustaka dan
dari pusat
kesehatan
(klinik/puskesm
as/rumah sakit)
Menyadari
pentingnya
menjaga
kesehatan organ
sistem reproduksi
Pemberiana
ngket
Angket
Lembar
penilaian antar
teman untuk
menilai tingkat
keterlibatan
siswa dalam
penyelesaian
proyek)
Angket model
skala Likert
1.2
Mendeskripsi
kan sistem
reproduksi
dan penyakit
yang
berhubungan
dengan
sistem
reproduksi
pada manusia
Sistem
reproduksi dan
penyakit yang
berhubungan
dengan sistem
reproduksi pada
manusia
o Mencari
informasi
tentang
karakteristik
struktur dan
fungsi organ
penyusun
sistem
reproduksi pada
manusia melalui
studi pustaka
o Mengamati
torso/gambar
karakteristik
struktur organ
penyusun
sistem
reproduksi pada
manusia
o Mencari
informasi
tentang
kelainan dan
penyakit pada
sistem
reproduksi pada
manusia beserta
Menyebutkan
macam organ
penyusun sistem
reproduksi pada
manusia
Mendeskripsikan
fungsi sistem
reproduksi
Menulis artikel
tentang cara
penularan dan
pencegahan
penyakit yang
berhubungan
dengan sistem
reproduksi
Tes
tertulis
Tes
tertulis
Penugas
-an
PG
Uraian
Tugas
rumah
Salah satu
organ yang
menyusun
sistem
reproduksi
pada laki-laki
adalah...
a. testes
b. ovarium
c. oviduct
d. uterus
Jelaskan fungsi
uterus yang
terdapat dalam
sistem
reproduksi
wanita!
Buatlah tulisan
tentang
penularan dan
pencegahan
penyakit yang
berhubungan
dengan sistem
reproduksi!
6 x 40 Buku
siswa,
buku
referen
si,
torso,
gambar
, LKS,
lingkun
gan
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
SILABUS BIOLOGI IX
cara
mengatasinya
melalui studi
pustaka dan
dari pusat
kesehatan
(klinik/puskesm
as/rumah sakit)
Menyadari
pentingnya
menjaga
kesehatan organ
sistem reproduksi
Penugasan
Angket
Angket skala
perbedaan
semantik
1.3
Mendeskripsi
kan sistem
koordinasi
dan alat
indera pada
manusia dan
hubungannya
dengan
kesehatan
Sistem
koordinasi dan
alat indera pada
manusia dan
hubungannya
dengan
kesehatan
o Mencari
informasi
tentang
karakteristik
struktur dan
fungsi organ
penyusun
sistem kordinasi
alat indera pada
manusia melalui
studi pustaka
o Mengamati
torso/gambar
karakteristik
struktur organ
penyusun
sistem
koordinasi dan
alat indera pada
manusia
o Mencari
informasi
tentang
kelainan dan
penyakit pada
sistem
koordinasi dan
alat indera pada
manusia beserta
cara
Membandingkan
bentuk/bangun
bagian organ
dan/atau organ
penyusun sistem
syaraf pada
manusia
Mendeskripsikan
fungsi otak, fungsi
sumsum tulang
belakang, dan sel
saraf dalam sistem
koordinasi
Menunjukkan
bagian-bagian
alat indra dan
fungsinya
Tes
tertulis
Tes
tertulis
Tes unjuk
kerja
PG
Uraian
Uji petik
kerja
Perhatikan
gambar sistem
saraf berikut ini.
Bagian otak
kecil dan
sumsum
lanjutan
ditandai dengan
nomor ....
a. 1 dan 2
b. 2 dan 3
c. 3 dan 4
d. 4 dan 1
Deskripsikan
fungsi otak
besar!
Dengan
menggunakan
model mata,
6 x 40 Buku
siswa,
buku
referen
si,
torso,
gambar
, LKS,
lingkun
gan
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
SILABUS BIOLOGI IX
mengatasinya
melalui studi
pustaka dan
dari pusat
kesehatan
(klinik/puskesm
as/rumah sakit)
Mendata contoh
kelainan dan
penyakit pada alat
indera yang biasa
dijumpai dalam
kehidupan sehari-
hari dan upaya
mengatasinya
Penugasan
Tugas
rumah
tunjukkan dan
deskripsikan
fungsi bagian
pupil dan retina
Buatlah kliping
tentang
penyakit pada
alat indra yang
biasa dijumpai
dalam
kehidupan
sehari-hari
SILABUS PEMBELAJARAN
Sekolah : MTs Negeri Subang
Mata Pelajaran : IPA Biologi
Kelas : IX (Sembilan)
Semester : 1 (Satu)
Standar Kompetensi : 2. Memahami kelangsungan hidup makhluk hidup
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
SILABUS BIOLOGI IX
Kompetensi
Dasar
Materi
Pokok/Pembelajaran
Kegiatan
Pembelajaran
Indikator
Pencapaian
Kompetensi
Karakter
siswa yang
diharapkan
Penilaian
Alokasi
Waktu
Sumber
Belajar
Teknik
Bentuk
Instrumen
Contoh
Instrumen
2.1
Mengidentifik
asi
kelangsungan
hidup
makhluk
hidup melalui
adaptasi,
seleski alam,
dan
perkembangbi
akan
Kelangsungan hidup
makhluk hidup
melalui adaptasi,
seleski alam, dan
perkembangbiakan
o Mencari
informasi melalui
studi pustaka
tentang peran
adaptasi, seleksi
alam, dan
perkembangbiak
an hubungannya
dengan
kelangsungan
hidup mahluk
hidup
o Melihat peristiwa
mekanisme
adaptasi, seleksi
alam, dan
perkembangbiak
an hubungannya
dengan
kelangsungan
hidup mahluk
hidup melalui
video/film
o Mencari
informasi melalui
studi pustaka
dan
merumuskan
cara-cara
perkembangbiak
an tumbuhan
dan hewan
sebagai
mekanisme
untuk
mendukung
kelangsungan
Mengaitkan
perilaku
adaptasi hewan
tertentu
dilingkungannya
dengan
kelangsungan
hidup
Memprediksikan
punahnya
beberapa jenis
makhluk hidup
akibat seleksi
alam
hubungannya
dengan
kemampuan
yang dimiliki
Mendeskripsikan
hubungan
interspesifik
(antar populasi)
dengan seleksi
alam
Menjelaskan
peran
perkembangbiak
an bagi
kelangsungan
hidup
Mendiskripsikan
cara
perkembangbiak
Disiplin
( Discipline )
Rasa hormat
dan
perhatian
( respect )
Tekun
( diligence )
Tanggung
jawab
Ketelitian
(carefulness)
Tes
tertulis
Tes
tertulis
Tes
tertulis
Tes
tertulis
Penugas
an
PG
Isian
Uraian
Isian
Tugas
rumah
Untuk menjaga
kelangsungan
hidupnya,
banyak hewan
kutub di musim
dingin
melakukan .....
a. hibernasi
b. reproduksi
c. adaptasi
d. toleransi
Badak bercula
satu hampir
punah karena
selain habitatnya
rusak juga
disebabkan ....
Hubungan
interspesifik
yang
bagimanakah
yang berkaitan
erat dengan
seleksi alam?
Berikan
contohnya!
Untuk
melestarikan
jenisnya,
makhluk hidup
memiliki
kemampuan
untuk ....
Buatlah tabel
6 x 40 Buku
siswa,
buku
referensi,
video,
gambar
LKS,
lingkungan
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
SILABUS BIOLOGI IX
hidup an pada
tumbuhan dan
hewan
cara
perkembangbiak
an pada beberap
jenis tumbuhan
dan hewan
2.2
Mendeskripsik
an konsep
pewarisan
sifat pada
makhluk
hidup
o Mencari
informasi melalui
studi pustaka
tentang deskripsi
dari materi
genetis baik gen
maupun
kromosom
dilihat dari sifat-
sifatnya
o Merumuskan
sifat gen dan
kromosom
Mendiskripsikan
materi genetis
yang
bertanggung
jawab dalam
pewarisan sifat
(gen,
kromosom)
Membedakan
pengertian sifat
resesif dominan
dan intermediat
Tes
tertulis
Tes
tertulis
Isian
Uraian
Materi genetis
yang
bertanggung
jawab dalam
penurunan sifat
adalah ....
Kemukakan
perbedaan
pengertian
resesif. Dominan
dan intermediat!
Buku siswa,
buku
referensi,
gambar
LKS,
lingkungan
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
SILABUS BIOLOGI IX
SILABUS PEMBELAJARAN
Sekolah : MTs Negeri Subang
Mata Pelajaran : IPA Biologi
Kelas : IX (Sembilan)
Semester : 2 (dua)
Standar Kompetensi: 2. Memahami Kelangsungan Hidup Makhluk Hidup
Kompetensi
Dasar
Materi Pokok/
Pembelajaran
Kegiatan
Pembelajara
n
Indikator
Pencapaian
Kompetensi
Karakter
siswa yang
diharapkan
Penilaian
Alokasi
Waktu
Sumber
Belajar Teknik
Bentuk
Instrumen
Contoh
Instrumen
2.3
Mendeskri
psikan
proses
pewarisan
dan hasil
pewarisan
sifat
beserta
penerapan
nya
Proses
pewarisan
dan hasil
pewarisan
sifat beserta
penerapan-
nya
o Mencari
informasi
melalui
studi
pustaka
tentang
deskripsi
proses
pewarisan
sifat pada
mahluk
hidup
o Mencari
informasi
melalui
studi
pustaka
tentang
besarnya
peluang
yang terjadi
dalam
pewarisan
sifat pada
mahluk
hidup
Menentukan
gamet dari
genotip
tetua/induk
menentukan
rasio hasil
persilangan
persilangan
monohibrid
a dan
dihibrida
melalui
bagan
Disiplin
( Discipline )
Rasa hormat
dan perhatian
( respect )
Tekun
( diligence )
Tanggung
jawab
( responsibility
)
Ketelitian
( carefulness)
Tes tertulis
Tes tertulis
Isian
Uraian
Bila induk
bergenotif
Mm maka
gamet yang
bersifat
dominan
adalah ....
Organisme
yang
bergenotif
BB di
silangkan
dengan
sesamanya
yang
bergenotif
bb. Buatlah
bagan
persilangan
nya hingga
F2!
4 x 40 Buku siswa,
buku referensi,
video, gambar
LKS,
lingkungan
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
SILABUS BIOLOGI IX
2.4
Mendeskr
ipsikan
penerapa
n
bioteknol
ogi dalam
menduku
ng
kelangsu
ngan
hidup
manusia
melalui
produksi
pangan
Penerapan
bioteknologi
dalam
mendukung
kelangsungan
hidup
manusia
melalui
produksi
pangan
o Mencari
informasi
melalui
studi
pustaka
tentang
pengertian,
macam, dan
manfaat
bioteknolog
i yang
mendukung
kelangsung
an hidup
manusia
o Mencari
informasi
melalui
studi
pustaka
tentang
contoh-
contoh
penerapan
bioteknolog
i dalam
produksi
pangan
untuk
mendukung
kelangsung
an hidup
manusia
o Mencari
informasi
melalui
studi
pustaka
tentang
Mendefinisi
kan
pengetian
bioteknolog
i
Mendeskrip
sikan
keuntungan
pemanfaata
n
bioteknolog
i dalam
produksi
pangan
Mendata
produk-
produk
bioteknolog
i
konvension
al dan
modern di
lingkungan
sekitarnya
Membuat
produk
bioteknolog
i sederhana
yang dapat
dimanfaatka
n dalam
kehidupan
sehari-hari
Tes tertulis
Tes tertulis
Penugasan
Penugasan
Uraian
Uraian
Tugas
proyek
Tugas
rumah
Definisikan
pengertian
bioteknolog
i!
Kemukakan
minimal
dua
keuntungan
pemanfaata
n
bioteknolog
i dalam
produksi
pangan!
Lakukanlah
survey
dilingkunga
n sekitar
yang
berhubunga
n dengan
pemanfaat-
an
biotekno-
logi
konvension-
al dan
laporkan
hasilnya
Rencanakan
dan lakukan
pembuatan
tape (ketan
atau
singkong)
laporkan
hasilnya
4 x 40 Buku siswa,
buku referensi,
video, gambar
LKS,
lingkungan
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
SILABUS BIOLOGI IX
contoh
produk
bioteknolog
i baik yang
konvensio-
nal maupun
yang
modern
yang biasa
dimanfaatk
an sebagai
bahan
pangan
(membuat
tempe,
fermentasi
sari buah,
penanaman
secara
hidroponik
dan
aeroponik)
Subang, Agustus 2014
Mengetahui, Guru Mata Pelajaran,
Kepala Madrasah,
Drs. Wawan Sholeh Setiawan, M.Pd Yanto Abdulah, S.Si
NIP. 19651204 198503 1001 NIP. 198103182006041001
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
SILABUS FISIKA IX
SILABUS
Sekolah : MTs Negeri Subang
Mata Pelajaran : IPA (Fisika)
Kelas/Semester : IX/Semester Gasal
Tahun Pelajaran : 2013-2014
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
SILABUS FISIKA IX
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
SILABUS FISIKA IX
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
SILABUS FISIKA IX
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
SILABUS FISIKA IX
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
SILABUS FISIKA IX
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
SILABUS FISIKA IX
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
SILABUS FISIKA IX
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
SILABUS FISIKA IX
Subang, Agustus 2014
Mengetahui, Guru Mata Pelajaran,
Kepala Madrasah,
Drs. Wawan Sholeh Setiawan, M.Pd Yanto Abdulah, S.Si
NIP. 19651204 198503 1001 NIP. 198103182006041001
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
SILABUS FISIKA IX
SILABUS
Sekolah : MTs Negeri Subang
Mata Pelajaran : IPA (Fisika)
Kelas/Semester : IX/Semester Genap
Tahun Pelajaran : 2013-2014
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
SILABUS FISIKA IX
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
SILABUS FISIKA IX
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
SILABUS FISIKA IX
Standar Kompetensi 5 : Memahami sistem tata surya dan proses yang terjadi di dalamnya
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
SILABUS FISIKA IX
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
SILABUS FISIKA IX
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
SILABUS FISIKA IX
Mengetahui, Guru Mata Pelajaran,
Kepala Madrasah,
Drs. H. Cecep Fachrurozi Yanto Abdulah, S.Si
NIP. 195407281985031002 NIP. 198103182006041001
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(SISTEM EKSKRESI MANUSIA)
Satuan Tingkat Penddikan : MTs Negeri Subang
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas : IX
Semester : 5
Alokasi/waktu : 6 x 40 menit
I. Standar Kompetensi
1. Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia
II. Kompetensi Dasar
1.1. Mendeskripsikan sistem ekskresi dan penyakit yang berhubungan dengan sistem ekskresi
pada manusia
III. Indikator
Kognitif
A. Produk
1. Menjelaskan pengertian ekskresi.
2. Menyebutkan bagian organ dan hasil yang di ekskresikan oleh sistem ekskresi pada
manusia.
3. Menjelaskan urutan proses pembentukan urine
4. Menyebutkan beberapa macam penyakit yang berhubungan dengan sistem ekskresi
5. Menjelaskan gejala dan cara penularan penyakit yang berhubungan dengan sistem
ekskresi
6. Menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan organ sistem ekskresi
B. Proses
7. Mendeskripsikan bagian dan fungsi sistem ekskresi pada manusia
A. Psikomotor
-
B. Afektif
Karakter
Menunjukkan perilaku berkarakter meliputi jujur, tanggung jawab, bekerja
sama dan menghargai pendapat orang lain
Keterampilan Sosial
Menunjukkan kemampuan keterampilan sosial, meliputi menyumbangkan
ide pendapat, menjadi pendengar yang baik dan komunikatif
IV. Tujuan Pembelajaran
Kognitif
A. Produk
1. Diberikan tes uraian tanpa membuka catatan siswa dapat Menjelaskan pengertian
ekskresi sesuai dengan kunci LP 1
2. Diberikan tes uraian tanpa membuka catatan siswa dapat Menyebutkan bagian organ
ginjal dan hasil yang di ekskresikan oleh sistem ekskresi pada manusia sesuai dengan
kunci LP 1
3. Diberikan tes uraian tanpa membuka catatan siswa dapat Menjelaskan urutan proses
pembentukan urine sesuai dengan kunci LP 1
4. Diberikan tes uraian tanpa membuka catatan siswa dapat Menyebutkan beberapa
macam penyakit yang berhubungan dengan organ ginjal pada sistem ekskresi sesuai
dengan kunci LP 1
5. Diberikan tes uraian tanpa membuka catatan siswa dapat Menjelaskan gejala dan cara
penularan penyakit yang berhubungan dengan organ ginjal pada sistem ekskresi
sesuai dengan kunci LP 1
6. Diberikan tes uraian tanpa membuka catatan siswa dapat Menjelaskan pentingnya
menjaga kesehatan organ ginjal pada sistem ekskresi sesuai dengan kunci LP 1
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
B. Proses
7. Diberikan animasi sesuai dengan alamat web pada LKS 1 siswa mampu mendeskripsi
kan dengan teliti bagian dan fungsi organ ginjal pada sistem ekskresi sesuai dengan
RTK (rincian tugas kinerja )
8. Diberikan animasi sesuai dengan alamat web pada LKS 2 siswa mampu
mendeskripsikan dengan teliti proses pembentukan urine pada sistem ekskresi dengan
RTK (rincian tugas kinerja )
Psikomotor
- Siswa trampil mengunakan perangkat TIK dalam perilaku berkarakter meliputi : teliti
dalam mengunakan perangkat TIK
Afektif
Karakter
Selama proses pembelajaran siswa terlibat dan dapat menunjukkan kemajuan dalam perilaku
berkarakter, meliputi: jujur, tanggung jawab, bekerja sama dan menghargai pendapat
orang lain
Keterampilan Sosial
Selama proses pembelajaran siswa terlibat dan dapat menunjukkan kemajuan dalam perilaku
keterampilan sosial, meliputi: menyumbangkan ide pendapat, menjadi pendengar yang
baik dan komunikatif
V. Materi Pembelajar
Fungsi organ ekskresi pada Manusia ( www. ......)
Bagian organ ginjal pada sistem ekskresi Manusia
Proses pembentukan urine pada organ ginjal
Gejala dan cara penularan penyakit sistem ekskresi manusia
Pentingnya menjaga kesehataan sistem ekskresi
VI. Alokasi Waktu
6 x 40 menit
VII. Metode Pembelajaran
Model : pembelajaran kooperatif (MPK)
Metode : diskusi, tanya jawab, ceramah
VIII. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Untuk tujuan pembelajaran No: 1, 7 dan tujuan afektif
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu
Pendahuluan
Memotivasi siswa dengan menampilkan contoh bagian
organ ekskresi manusia melalui gambar organ ekskresi
manusia melalui slide power point. Ketika guru
menampilkan slide power point guru mulai diskusi
dengan menanyakan siapa yang tahu, gambar apa
ini ?. Diharapkan selama diskusi dan tanya jawab
tersebut siswa menyumbang ide atau pendapat
sementara siswa lain mendengarkan pendapat
temannya.
Tanya jawab dan diskusi digunakan untuk mengarahkan
siswa kepada tujuan pembelajaran yang meliputi
kognitif, psikomotor dan afektif
(Fase 1 MPK: menyampaikan tujuan dan memotivasi
siswa)
+ 5 menit
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
Tahap Deskripsi Kegiatan Waktu
Inti
Menyampaikan informasi dengan tanya jawab dan diskusi
menggunakan gambar organ-organ ekskresi (slide 1) dan
gambar irisan organ ginjal (slide 2) yang disampaikan oleh guru
memfasilitasi siswa memahami bagian dan fungsi sistem ekskresi
pada manusia. (Fase 2 MPK: menyampaikan informasi)
+ 65 menit
Mengkoordinasikan siswa dalam kelompok dengan anggota 3-5
siswa. Selanjutnya membagikan LKS 1, ketika mendistribusikan
LKS 1 guru membimbing siswa untuk kerja sama dengan
membantu guru membagikan LKS 1.
(Fase 3 MPK: mengorganisasikan siswa dalam kelompok-
kelompok belajar)
Membimbing siswa untuk menyelesaikan LKS 1 secara kelompok
diharapkan siswa dapat menyumbangkan ide pendapat,
menjadi pendengar yang baik dan komunikatif Guru perlu
menekankan perlunya siswa secara jujur dengan mengatakan
apa adanya ketika mereka belum memahami. Selain itu, perlu
juga untuk memberikan pengalaman belajar agar dapat bekerja
sama membantu temannya yang memerlukan bantuan
(Fase 4 MPK: membimbing kelompok belajar bekerja dan
belajar)
Melakukan evaluasi formatif dengan cara meminta kelompok
mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya dengan penuh
tanggung jawab secara bergantian di depan kelas dan
ditanggapi kelompok lain untuk menyumbangkan ide dan
pendapat dan menjadi pendengar yang baik.
(Fase 5 MPK: evaluasi)
Siswa yang memberikan pendapat segera diberikan umpan balik
agar karakter ini diikuti oleh siswa lain. Apabila ada siswa
mencela secara tidak langsung segera diingatkan agar tidak
ditiru temannya
(Fase 6 MPK: memberikan penghargaan)
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Waktu
Penutup
Membimbing siswa merangkum materi sistem ekskresi dengan
bantuan gambar slide power point
+ 5 menit
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
Pertemuan Kedua
Untuk tujuan pembelajaran No: 2, 3, 4 dan tujuan afektif
Deskripsi Kegiatan
Pembukaan
Memotivasi siswa dengan menampilkan gambar proses
pembentukan urine melalui slide power point. Ketika guru
menampilkan slide power point guru mulai diskusi dengan
menanyakan gambar apa yang kalian lihat ini?. Diharapkan
selama diskusi dan tanya jawab tersebut siswa menyumbang
ide atau pendapat sementara siswa lain mendengarkan
pendapat temannya.
Tanya jawab dan diskusi digunakan untuk mengarahkan siswa
kepada tujuan pembelajaran yang meliputi kognitif, psikomotor
dan afektif
(Fase 1 MPK: menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa)
(+ 5 menit)
Inti
Menyampaikan informasi dengan tanya jawab dan diskusi
menggunakan gambar proses pembentukan urine (slide 3) yang
disampaikan oleh guru memfasilitasi siswa memahami proses
pembentukan urine pada organ ginjal manusia, (Fase 2 MPK:
menyampaikan informasi)
+ 65 menit
Mengkoordinasikan siswa dalam kelompok dengan anggota 3-5
siswa. Selanjutnya membagikan LKS 2, ketika mendistribusikan
LKS 2 guru membimbing siswa untuk kerja sama dengan
membantu guru membagikan LKS 2.
(Fase 3 MPK: mengorganisasikan siswa dalam kelompok-
kelompok belajar)
Membimbing siswa untuk menyelesaikan LKS 2 secara kelompok
diharapkan siswa dapat menyumbangkan ide pendapat,
menjadi pendengar yang baik dan komunikatif Guru perlu
menekankan perlunya siswa secara jujur dengan mengatakan
apa adanya ketika mereka belum memahami. Selain itu, perlu
juga untuk memberikan pengalaman belajar agar dapat bekerja
sama membantu temannya yang memerlukan bantuan
(Fase 4 MPK: membimbing kelompok belajar bekerja dan
belajar)
Melakukan evaluasi formatif dengan cara meminta kelompok
mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya dengan penuh
tanggung jawab secara bergantian di depan kelas dan
ditanggapi kelompok lain untuk menyumbangkan ide dan
pendapat dan menjadi pendengar yang baik.
(Fase 5 MPK: evaluasi)
Siswa yang memberikan pendapat segera diberikan umpan balik
agar karakter ini diikuti oleh siswa lain. Apabila ada siswa
mencela secara tidak langsung segera diingatkan agar tidak
ditiru temannya
(Fase 6 MPK: memberikan penghargaan)
Penutup
Membimbing siswa merangkum materi proses pembentukan
urine dengan bantuan gambar slide power point
+ 5 menit
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
Pertemuan Ketiga
Untuk tujuan pembelajaran: 5, 6 dan tujuan afektif
()
Kegiatan
Pembukaan Memotivasi siswa dengan menampilkan contoh berbagai penyakit
pada organ ginjal manusia dengan gambar melalui slide power
point. Ketika guru menampilkan slide power point guru mulai
diskusi dengan menanyakan tahukah kalian gambar apakah
ini?bagaimanakah cara pencegahan dan penularan penyakit
tersebut?. Diharapkan selama diskusi dan tanya jawab tersebut
siswa menyumbang ide atau pendapat sementara siswa lain
mendengarkan pendapat temannya.
Tanya jawab dan diskusi digunakan untuk mengarahkan siswa
kepada tujuan pembelajaran yang meliputi kognitif, psikomotor
dan afektif
(Fase 1 MPK dan : menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa)
+ 5 menit
Inti
Menyampaikan informasi dengan tanya jawab dan diskusi
menggunakan gambar-gambar penyakit pada organ ginjal (slide
4) yang disampaikan oleh guru memfasilitasi siswa memahami
gejala dan cara pencegahan penyakit sistem ekskresi pada
manusia.
(Fase 2 MPK dan : menyampaikan informasi)
+ 65 menit
Mengkoordinasikan siswa dalam kelompok dengan anggota 3-5
siswa. Selanjutnya membagikan LKS 3, ketika mendistribusikan
LKS 3 guru membimbing siswa untuk kerja sama dengan
membantu guru membagikan LKS 3.
(Fase 3 MPK dan : mengorganisasikan siswa dalam kelompok-
kelompok belajar)
Membimbing siswa untuk menyelesaikan LKS 3 secara kelompok
diharapkan siswa dapat menyumbangkan ide pendapat,
menjadi pendengar yang baik dan komunikatif Guru perlu
menekankan perlunya siswa secara jujur dengan mengatakan apa
adanya ketika mereka belum memahami. Selain itu, perlu juga
untuk memberikan pengalaman belajar agar dapat bekerja sama
membantu temannya yang memerlukan bantuan
(Fase 4 MPK dan : membimbing kelompok belajar bekerja dan
belajar)
Melakukan evaluasi formatif dengan cara meminta kelompok
mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya dengan penuh
tanggung jawab secara bergantian di depan kelas dan
ditanggapi kelompok lain untuk menyumbangkan ide dan
pendapat dan menjadi pendengar yang baik.
(Fase 5 MPK dan : Evaluasi)
Siswa yang memberikan pendapat segera diberikan umpan balik
agar karakter ini diikuti oleh siswa lain. Apabila ada siswa
mencela secara tidak langsung segera diingatkan agar tidak ditiru
temannya
(Fase 6 MPK dan : memberikan penghargaan)
Penutup Membimbing siswa merangkum materi penyakit pada organ ginjal
sistem ekskresi manusia dengan bantuan gambar slide power
point
+ 5 menit
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
IX. Sumber Belajar
1. Buku Siswa, IPA terpadu untuk SMP/MTs. Windarsih, Intan Pariwara, halaman 01-10
2. LKS 1 : organ dan fungsi sistem ekskresi pada manusia
3. LKS 2 : proses pembentukan urine pada organ ginjal
4. LKS 3 : Penyakit Sistem ekskresi Manusia
5. Kunci LKS 1, kunci LKS 2, kunci LKS 3
6. LP 1 : Produk
7. LP 2 : Proses
8. LP 3 : Pengamatan Perilaku Karakter
9. LP 4 : Pengamatan Keterampilan Sosial
10. Kunci LP 1, kunci LP 2, kunci LP 3, kunci LP 3, kunci LP 4
11. Silabus
DAFTAR PUSTAKA
Abadi, Rinawan dan Gut Windarsih, 2010. Buku Panduan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/Mts,
halaman13-16. JP Books : Surabaya.
Windarsih, 2010. IPA Terpadu untuk SMP/MTs, halaman 01-10. Intan Pariwara: Kalten.
Mengetahui,
Kepala Madrasah,
Drs. Wawan Sholeh Setiawan, M.Pd
NIP. 19651204 198503 1001
Subang, Agustus 2014
Yanto Abdullah, S.Si
NIP. 19810318 200604 1001
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
LKS 1: SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA
Tujuan:
1. Mendeskripsikan bagian organ dan fungsi sistem ekskresi pada manusia
Alat dan Bahan
Gambar organ sistem ekskresi pada manusia
Langkah kerja:
1. Perhatikan gambar bagian organ sistem ekskresi pada manusia berikut:
A B
2. Tentukan fungsi dari masing-masing bagian organ sistem ekskresi tersebut
Hasil Pengamatan : pada gambar A
No Nama Fungsi
1.
2.
3.
4.
Hasil Pengamatan : pada gambar B
No Nama Fungsi
1.
2.
3.
4.
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
KUNCI LKS 1: SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA
Tujuan:
Mendeskripsikan dengan teliti organ dan fungsi sistem ekskresi pada manusia
Alat dan Bahan
Gambar organ sistem ekskresi pada manusia
Langkah kerja:
1. Perhatikan gambar bagian organ sistem ekskresi pada manusia berikut:
2. Tentukan fungsi dari masing-masing bagian organ sistem ekskresi tersebut
Kunci
Hasil Pengamatan : pada gambar A sistem ekskresi manusia
Hasil Pengamatan : pada gambar B Bagian ginjal
No Nama Fungsi
1. kapsul Merupakan selaput tipis yang menyelubungi ginjal
2. Korteks Merupakan lapisan bagian luar pada ginjal. Pada bagian korteks terdapat jutaan badan
Malpighi dan tubulus (saluran). Badan Malphigi terdiri atas glomerulus yang
diselubungi kapsul Bowman. Tubulus terbagi menjadi tubulus kontortus proksimal
(dekat dengan Malphigi) tubulus kontortus distal (menjauhi Malphigi) dan tubulus
kolektivus.
3. Medula
(sumsum Ginjal)
Merupakan lapisan dalam ginjal. Medula ini terdiri atas beberapa badan berbentuk
piramida (kerucut). Di sini terdapat lengkung henle ascenden (naik) dan lengkung
henle descenden (turun). Lengkung ini menghubungkan antara tubulus kontortus
proksimal dan tubulus kontortus distal.
4. Rongga Ginjal Merupakan tempat penampungan urine yang kemudian mengalirnya ke ureter. Jadi
rongga ginjal ini sebagai tempat bermuaranya tubulus.
No Nama Fungsi
1. Ginjal Mengeluarkan sisa-sisa metabolisme yaitu urine
2. Kulit Mengeluarkan sisa-sisa metabolisme yaitu keringat dan garam
3. Paru-paru Mengeluarkan sisa-sisa metabolisme yaitu CO2 dan uap air
4. Hati Mengeluarkan sisa-sisa metabolisme yaitu empedu dan urea
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
LKS 2: PROSES PEMBENTUKAN URINE PADA ORGAN GINJAL MANUSIA
Tujuan:
Menjelaskan proses pembentukan urine pada organ ginjal manusia
Alat dan Bahan
Gambar proses pembentukan urine
Langkah kerja:
1. Perhatikan gambar proses pembentukan urine berikut ini:
2. Jelaskan proses pembentukan urine pada organ ginjal manusia! (pada gambar 1 )
3. Jelaskan sistem urinaria pada manusia ! ( pada gambar 2 )
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
KUNCI LKS 2:
PROSES PEMBENTUKAN URINE PADA ORGAN GINJAL MANUSIA
Tujuan:
Menjelaskan proses pembentukan urine pada organ ginjal manusia
Alat dan Bahan
Gambar proses pembentukan urine
Alat dan Bahan
Gambar proses pembentukan urine
Langkah kerja:
1. Siswa mengamati gambar Proses pembentukan urine dan menyebutkan bagian-bagian ginjal
yang berperan dalam proses pembentukan urine.
2. Proses pembentukan urine melalui tiga tahap yaitu :
a. Filtrasi ( penyaringan )
Darah dari aorta melalui ginjal menuju ke badan Malpighi. Di bagian glomerulus darah
disaring. Zat berupa air, garam, glukosa dan urea mengalami penyaringan kemudian masuk
ke kapsul Bowman. Zat yang bermolekul besar dan molekul protein tetap berada di
pembuluh darah. Hasil penyaringan itu disebut filtrat glomerulus ( urine primer ).
b. Reabsorpsi ( penyerapan kembali )
Dari kapsul Bowman urine primer menuju ke tubulus kontortus proksimal. Dalam
perjalanannya terjadi reabsorpsi zat-zat yang masih berguna bagi tubuh, seperti glukosa,
garam dan asam amino. Setelah direabsorpsi kadar urea dalam tubulus semakin tinggi
sehingga terbentuklah filtrat tubulus (urine sekunder).
c. Augmentasi ( pengeluaran zat )
Urine sekunder dari tubulus kontortus proksimal menuju tubulus kontortus distal. Di sini
melalui pembuluh kapiler darah melepaskan zat-zat yang tidak berguna bagi tubuh ke dalam
urine sekunder. Selain itu juga terjadi penyerapan air. Selanjutnya, terbentuklah urine
sesungguhnya. Urine ini selanjutnya menuju ke tubulus kolektivus dan akhirnya bermuara ke
rongga ginjal.
3. sistem urinaria pada manusia
Dari rongga ginjal, urine dialirkan melalui ureter menuju kandung kemih. Jika kandung kemih
sudah cukup mengandung urine, maka dinding kandung kemih menjadi tertekan. Tekanan
inilah yang menimbulkan rasa akan buang air kecil. Selanjutnya urine dikeluarkan dari tubuh
melalui saluran pembuangan yang disebut uretra.
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
LKS 3: PENYAKIT PADA ORGAN GINJAL MANUSIA
Tujuan:
Menyebutkan macam-macam penyakit pada organ ginjal manusia, penyebab dan
pencegahannya.
Isilah tabel berikut dengan macam-macam penyakit pada organ ginjal manusia
dengan gejala dan penyebabnya!
No Nama Gejala Penyebab
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Jelaskan pentingnya menjaga kesehatan organ ginjal pada sistem ekskresi
manusia!
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
KUNCI LKS 3: PENYAKIT PADA ORGAN GINJAL MANUSIA
Tujuan:
Menyebutkan macam-macam penyakit pada organ ginjal manusia, penyebab dan pencegahannya.
Isilah tabel berikut dengan macam-macam penyakit pada organ ginjal manusia dengan gejala dan
penyebabnya !
No Nama Gejala /cirri Penyebab
1. Uremia keracunan dalam darah Tertimbunnya urea dalam darah
2. Anuria Urine tidak bisa keluar Gangguan tidak dapat
mengeluarkan urine
3. Albuminuria Urine mengandung albumin (protein
darah)
Adanya kerusakan glomerulus
kapsul Bowman sehinga pada
proses filtrasi tidak sempurna.
4. Deabetes Insipidus Hilangnya kemampuan
mereabsorpsi, maka penderita
mengeluarkan urine berlimpah (bisa
mencapai 20 liter)
Kekurangan hormon vasopresin
atau antidiuretik Hormon (ADH)
5. Nefritis Urine masuk ke dalam darah Gangguan pada ginjal karena
infeksi bakteri
6. Gagal Ginjal Mengakibatkan pendarahan dan
fungsi jantung terhenti secara tiba-
tiba
Ginjal tidak dapat berfungsi lagi
sebagai organ ekskresi
7. Batu ginjal Kesulitan pengeluaran urine. Terbentuknya endapan dari
garam kalsium dan penimbunan
asam urat sehinga membentuk
CaCO3 (kalsium karbonat) pada
ginjal maupun pada saluran
ginjal atau kandung kemih.
Pentingnya menjaga kesehatan organ ginjal pada sistem ekskresi manusia, karena penyakit
ginjal adalah termasuk penyakit yang sulit disembuhkan agar kita dapat terhindar dari
penyakit yang berbahaya bahkan mematikan perlu adanya hidup teratur disiplin dengan
menjaga kebersihan, berusaha berhenti merokok dan berolah raga secara teratur serta banyak
mengkonsumsi air putih.
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
LEMBAR PENILAIAN 1: PRODUK
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jelas dan benar!
1. Jelaskan pengertian ekskresi !
2. Sebutkan hasil yang di ekskresikan oleh sistem ekskresi pada manusia !
3. Sebutkan bagian organ ginjal pada sistem ekskresi manusia !
4. Jelaskan proses pembentukan urine !
5. Jelaskan proses sistem urinaria !
6. Sebutkan 7 macam penyakit pada organ ginjal manusia!
7. Jelaskan gejala dan penyebab penyakit pada organ ginjal manusia!
8. Jelaskan pentingnya menjaga kesehatan sistem organ ginjal pada manusia!
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
KUNCI LEMBAR PENILAIAN 1: PRODUK
1. Pengertian ekskresi merupakan proses pengeluaran zat sisa metabolisme baik berupa zat cair
dan zat gas yang tidak diperlukan tubuh dikeluarkan melalui sistem ekskresi.
2. Hasil yang di ekskresikan oleh sistem ekskresi pada manusia adalah
a. Ginjal berfungsi mengeluarkan sisa-sisa metabolisme yaitu urine
b. Kulit berfungsi mengeluarkan sisa-sisa metabolisme yaitu keringat
c. Paru paru berfungsi mengeluarkan sisa-sisa metabolisme yaitu CO2
d. Hati berfungsi mengeluarkan sisa-sisa metabolisme yaitu empedu
3. bagian organ ginjal pada sistem ekskresi manusia yaitu :
a. kapsul merupakan selaput tipis yang menyelubungi ginjal.
b. Korteks merupakan lapisan bagian luar pada ginjal. Pada bagian korteks terdapat jutaan
badan Malpighi dan tubulus (saluran). Badan Malphigi terdiri atas glomerulus yang
diselubungi kapsul Bowman. Tubulus terbagi menjadi tubulus kontortus proksimal (dekat
dengan Malphigi) tubulus kontortus distal (menjauhi Malphigi) dan tubulus kolektivus.
c. Medula (sumsum Ginjal) merupakan lapisan dalam ginjal. Medula ini terdiri atas beberapa
badan berbentuk piramida (kerucut). Di sini terdapat lengkung henle ascenden (naik) dan
lengkung henle descenden (turun). Lengkung ini menghubungkan antara tubulus kontortus
proksimal dan tubulus kontortus distal.
d. Rongga Ginjal merupakan tempat penampungan urine yang kemudian mengalirnya ke ureter.
Jadi rongga ginjal ini sebagai tempat bermuaranya tubulus.
4. Proses pembentukan urine melalui tiga tahap yaitu :
a. Filtrasi ( penyaringan )
Darah dari aorta melalui ginjal menuju ke badan Malpighi. Di bagian glomerulus darah
disaring. Zat berupa air, garam, glukosa dan urea mengalami penyaringan kemudian masuk
ke kapsul Bowman. Zat yang bermolekul besar dan molekul protein tetap berada di
pembuluh darah. Hasil penyaringan itu disebut filtrat glomerulus ( urine primer ).
b. Reabsorpsi ( penyerapan kembali )
Dari kapsul Bowman urine primer menuju ke tubulus kontortus proksimal. Dalam
perjalanannya terjadi reabsorpsi zat-zat yang masih berguna bagi tubuh, seperti glukosa,
garam dan asam amino. Setelah direabsorpsi kadar urea dalam tubulus semakin tinggi
sehingga terbentuklah filtrat tubulus (urine sekunder).
c. Augmentasi ( pengeluaran zat )
Urine sekunder dari tubulus kontortus proksimal menuju tubulus kontortus distal. Di sini
melalui pembuluh kapiler darah melepaskan zat-zat yang tidak berguna bagi tubuh ke dalam
urine sekunder. Selain itu juga terjadi penyerapan air. Selanjutnya, terbentuklah urine
sesungguhnya. Urine ini selanjutnya menuju ke tubulus kolektivus dan akhirnya bermuara ke
rongga ginjal.
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
5. proses sistem urinaria pada manusia yaitu :
Dari rongga ginjal, urine dialirkan melalui ureter menuju kandung kemih. Jika kandung kemih
sudah cukup mengandung urine, maka dinding kandung kemih menjadi tertekan. Tekanan inilah
yang menimbulkan rasa akan buang air kecil. Selanjutnya urine dikeluarkan dari tubuh melalui
saluran pembuangan yang disebut uretra
6. 7 macam penyakit pada organ ginjal manusia, yaitu Uremia, Anuria, Albuminuria, Deabetes
Insipidus, Nefritis, Gagal Ginjal dan Batu ginjal.
7. Jelaskan gejala dan penyebab penyakit pada organ ginjal manusia, yaitu :
No Nama Gejala /ciri Penyebab
1. Uremia keracunan dalam darah Tertimbunnya urea dalam darah
2. Anuria Urine tidak bisa keluar Gangguan tidak dapat
mengeluarkan urine
3. Albuminuria Urine mengandung albumin
(protein darah)
Adanya kerusakan glomerulus
kapsul Bowman sehinga pada
proses filtrasi tidak sempurna.
4. Deabetes
Insipidus
Hilangnya kemampuan
mereabsorpsi, maka penderita
mengeluarkan urine berlimpah (bisa
mencapai 20 liter)
Kekurangan hormon vasopresin
atau antidiuretik Hormon (ADH)
5. Nefritis Urine masuk ke dalam darah Gangguan pada ginjal karena
infeksi bakteri
6. Gagal Ginjal Mengakibatkan pendarahan dan
fungsi jantung terhenti secara tiba-
tiba
Ginjal tidak dapat berfungsi lagi
sebagai organ ekskresi
7. Batu ginjal Kesulitan pengeluaran urine. Terbentuknya endapan dari
garam kalsium dan penimbunan
asam urat sehinga membentuk
CaCO3 (kalsium karbonat) pada
ginjal maupun pada saluran
ginjal atau kandung kemih.
8. Pentingnya menjaga kesehatan organ ginjal pada sistem ekskresi manusia, karena penyakit ginjal
adalah termasuk penyakit yang sulit disembuhkan agar kita dapat terhindar dari penyakit yang
berbahaya bahkan mematikan perlu adanya hidup teratur disiplin dengan menjaga kebersihan,
berusaha berhenti merokok dan berolah raga secara teratur serta banyak mengkonsumsi air
putih.
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
LEMBAR PENILAIAN 2: PROSES
Perhatikan gambar dalam LKS 1 dan 2, Mendeskripsikan dengan teliti bagian dan fungsi
organ ginjal serta proses pembentukan urine pada sistem ekskresi berikut :
Gambar proses pembentukan urine
Gambar bagian dan fungsi organ ginjal
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
KUNCI LEMBAR PENILAIAN 2: PROSES
Perhatikan gambar dalam LKS 1, deskripsikan bagian dan fungsi sistem reproduksi
Bagian organ ginjal pada sistem ekskresi manusia yaitu :
A. Rongga Ginjal merupakan tempat penampungan urine yang kemudian mengalirnya ke
ureter. Jadi rongga ginjal ini sebagai tempat bermuaranya tubulus.
B. Ureter
C. Medula (sumsum Ginjal) merupakan lapisan dalam ginjal. Medula ini terdiri atas
beberapa badan berbentuk piramida (kerucut). Di sini terdapat lengkung henle
ascenden (naik) dan lengkung henle descenden (turun). Lengkung ini menghubungkan
antara tubulus kontortus proksimal dan tubulus kontortus distal.
D. Korteks merupakan lapisan bagian luar pada ginjal. Pada bagian korteks terdapat jutaan
badan Malpighi dan tubulus (saluran). Badan Malphigi terdiri atas glomerulus yang
diselubungi kapsul Bowman. Tubulus terbagi menjadi tubulus kontortus proksimal
(dekat dengan Malphigi) tubulus kontortus distal (menjauhi Malphigi) dan tubulus
kolektivus.
E. kapsul merupakan selaput tipis yang menyelubungi ginjal.
Gambar bagian dan fungsi organ ginjal
E
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
Gambar proses pembentukan urine
Proses pembentukan urine melalui tiga tahap yaitu :
a. Filtrasi ( penyaringan )
Darah dari aorta melalui ginjal menuju ke badan Malpighi. Di bagian glomerulus
darah disaring. Zat berupa air, garam, glukosa dan urea mengalami penyaringan
kemudian masuk ke kapsul Bowman. Zat yang bermolekul besar dan molekul protein
tetap berada di pembuluh darah. Hasil penyaringan itu disebut filtrat glomerulus
( urine primer ).
b. Reabsorpsi ( penyerapan kembali )
Dari kapsul Bowman urine primer menuju ke tubulus kontortus proksimal. Dalam
perjalanannya terjadi reabsorpsi zat-zat yang masih berguna bagi tubuh, seperti
glukosa, garam dan asam amino. Setelah direabsorpsi kadar urea dalam tubulus
semakin tinggi sehingga terbentuklah filtrat tubulus (urine sekunder).
c. Augmentasi ( pengeluaran zat )
Urine sekunder dari tubulus kontortus proksimal menuju tubulus kontortus distal. Di
sini melalui pembuluh kapiler darah melepaskan zat-zat yang tidak berguna bagi
tubuh ke dalam urine sekunder. Selain itu juga terjadi penyerapan air. Selanjutnya,
terbentuklah urine sesungguhnya. Urine ini selanjutnya menuju ke tubulus kolektivus
dan akhirnya bermuara ke rongga ginjal.
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
LEMBAR PENILAIAN 3: PERILAKU KARAKTER
Petunjuk:
Untuk setiap perilaku berkarakter siswa diberi nilai dengan skala berikut ini:
A = sangat baik
B = memuaskan
C = menunjukan kemajuan
D = memerlukan perbaikan
No Nama Siswa
Perilaku Berkarakter
Kejujuran
Tanggung
jawab
Kerja sama
Menghargai
pendapat
, .. 2014
Pengamat
( )
Sumber: Johnson, D.W dan Jhonson, R.T. 2002. Meaning Assesment A Manageable and
Cooperatitive Process. Boston: Allyn dan Bacon.
LEMBAR PENILAIAN 4: KETERAMPILAN SOSIAL
Petunjuk:
Untuk setiap keterampilan sosial siswa diberi nilai dengan skala berikut ini:
A = sangat baik
B = memuaskan
C = menunjukan kemajuan
D = memerlukan perbaikan
No
Nama Siswa NIS
Perilaku Berkarakter
Menyumbangkan ide
atau pendapat
Menjadi pedengar
yang baik
Komunikatif
, 2014
Pengamat
( )
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
MATERI AJAR
SISTEM EKSKRESI MANUSIA
Di dalam tubuh setiap makhluk hidup terjadi proses metabolisme. Dari proses ini dihasilkan
energi dan zat yang berguna bagi tubuh. Selain itu, proses metabolisme juga menghasilkan zat sisa.
Zat sisa ini harus dikeluarkan dari tubuh melalui sistem ekskresi. Jika tidak dikeluarkan, zat sisa
tersebut dapat meracuni tubuh. Ekskresi merupakan proses pengeluaran zat sisa yang tidak
diperlukan tubuh dikeluarkan melalui sistem ekskresi.
.
Organ Ekskresi pada Manusia
Organ Ginjal Manusia
Bagian organ ginjal pada sistem ekskresi manusia yaitu :
a. kapsul merupakan selaput tipis yang
menyelubungi ginjal.
b. Korteks merupakan lapisan bagian
luar pada ginjal. Pada bagian korteks
terdapat jutaan badan Malpighi dan
tubulus (saluran). Badan Malphigi
terdiri atas glomerulus yang
diselubungi kapsul Bowman. Tubulus
terbagi menjadi tubulus kontortus
proksimal (dekat dengan Malphigi)
tubulus kontortus distal (menjauhi
Malphigi) dan tubulus kolektivus.
c. Medula (sumsum Ginjal) merupakan
lapisan dalam ginjal. Medula ini terdiri
atas beberapa badan berbentuk
piramida (kerucut). Di sini terdapat
lengkung henle ascenden (naik) dan
lengkung henle descenden (turun).
Lengkung ini menghubungkan antara
tubulus kontortus proksimal dan
tubulus kontortus distal.
d. Rongga Ginjal merupakan tempat penampungan urine yang kemudian mengalirnya ke ureter.
Jadi rongga ginjal ini sebagai tempat bermuaranya tubulus.
Hasil yang di ekskresikan oleh sistem ekskresi pada
manusia adalah:
1. Ginjal berfungsi mengeluarkan sisa-sisa
metabolisme yaitu urine.
2. Kulit berfungsi mengeluarkan sisa-sisa metabolisme
yaitu keringat.
3. Paru paru berfungsi mengeluarkan sisa-sisa
metabolisme yaitu CO2.
4. Hati berfungsi mengeluarkan sisa-sisa metabolisme
yaitu empedu.
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
PROSES PEMBENTUKAN URINE
Proses pembentukan urine melalui tiga tahap yaitu :
a. Filtrasi ( penyaringan )
Darah dari aorta melalui ginjal menuju ke badan Malpighi. Di bagian glomerulus darah
disaring. Zat berupa air, garam, glukosa dan urea mengalami penyaringan kemudian masuk
ke kapsul Bowman. Zat yang bermolekul besar dan molekul protein tetap berada di
pembuluh darah. Hasil penyaringan itu disebut filtrat glomerulus ( urine primer ).
b. Reabsorpsi ( penyerapan kembali )
Dari kapsul Bowman urine primer menuju ke tubulus kontortus proksimal. Dalam
perjalanannya terjadi reabsorpsi zat-zat yang masih berguna bagi tubuh, seperti glukosa,
garam dan asam amino. Setelah direabsorpsi kadar urea dalam tubulus semakin tinggi
sehingga terbentuklah filtrat tubulus (urine sekunder).
c. Augmentasi ( pengeluaran zat )
Urine sekunder dari tubulus kontortus proksimal menuju tubulus kontortus distal. Di sini
melalui pembuluh kapiler darah melepaskan zat-zat yang tidak berguna bagi tubuh ke dalam
urine sekunder. Selain itu juga terjadi penyerapan air. Selanjutnya, terbentuklah urine
sesungguhnya. Urine ini selanjutnya menuju ke tubulus kolektivus dan akhirnya bermuara ke
rongga ginjal.
PROSES SISTEM URINARIA PADA MANUSIA
Sistem urinaria pada manusia
Dari rongga ginjal, urine dialirkan melalui
ureter menuju kandung kemih. Jika
kandung kemih sudah cukup mengandung
urine, maka dinding kandung kemih
menjadi tertekan. Tekanan inilah yang
menimbulkan rasa akan buang air kecil.
Selanjutnya urine dikeluarkan dari tubuh
melalui saluran pembuangan yang disebut
uretra.
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
PENYAKIT PADA SISTEM ORGAN GINJAL MANUSIA
No Nama Gejala /ciri Penyebab
1. Uremia keracunan dalam darah Tertimbunnya urea dalam darah
2. Anuria Urine tidak bisa keluar Gangguan tidak dapat mengeluarkan urine
3. Albuminuria Urine mengandung albumin
(protein darah)
Adanya kerusakan glomerulus kapsul
Bowman sehinga pada proses filtrasi tidak
sempurna.
4. Deabetes
Insipidus
Hilangnya kemampuan
mereabsorpsi, maka
penderita mengeluarkan
urine berlimpah (bisa
mencapai 20 liter)
Kekurangan hormon vasopresin atau
antidiuretik Hormon (ADH)
5. Nefritis Urine masuk ke dalam darah Gangguan pada ginjal karena infeksi bakteri
6. Gagal Ginjal Mengakibatkan pendarahan
dan fungsi jantung terhenti
secara tiba-tiba
Ginjal tidak dapat berfungsi lagi sebagai
organ ekskresi
7. Batu ginjal Kesulitan pengeluaran urine. Terbentuknya endapan dari garam kalsium
dan penimbunan asam urat sehinga
membentuk CaCO3 (kalsium karbonat) pada
ginjal maupun pada saluran ginjal atau
kandung kemih.
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( SISTEM REPRODUKSI PADA MANUSIA )
Sekolah : MTs Negeri Subang
Kelas/Semester : IX/1 (satu)
Mata Pelajaran : IPA
Standar Kompetensi : Memahami berbagai sistem dalam kehidupan sehari-hari.
Kompetensi Dasar :
Indikator :
Alokasi Waktu : 4 x 40 ( 4 jampel )
A. Tujuan Pembelajaran
1. Dengan mengamati gambar organ reproduksi manusia peserta didik dapat
menyebutkan macam-macam organ penyusun sistem reproduksi pada pria dan wanita
2. Melalui studi literatur dan diskusi peserta didik mampu mendiskripsikan fungsi organ
penyusun sistem reproduksi pada manusia.
3. Melalui tugas proyek peserta didik mampu menulis artikel tentang cara penularan dan
pencegahan penyakit yang berhubungan dengan sistem reproduksi melalui surat kabar/
media masa/madding sekolah.
4. Melalui studi literatur bahaya penyakit kelamin menular dan bahaya zina, peserta didik
menyadari pentingnya menjaga kesehatan organ reproduksi.
B. Materi Pembelajaran
Organ penyusun sistem reproduksi pada manusia (terlampir)
C. Metode Pembelajaran
1. Model : Direc instruction (DI)
Kooperatif learning
2. Metode : Diskusi kelompok
D. Langkah-langkah Kegiatan
Pertemuan Pertama
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu
Pendahuluan Motivasi dan apresiasi
Mengajukan pertanyaan : Mengapa makhluk hidup dapat
menghasilkan keturunan (arahkan jawaban siswa pada : karena
memiliki kemampuan untuk berkembangbiak).
Prasarat pengetahuan
Apakah yang di maksud reproduksi ?
Apakah tujuan makhluk hidup melakukan reproduksi
10 menit
Kegiatan Inti Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan
kelompok dan anggota masing-masing kelompok
mengkomunikasikan hasil pengamatan dari charta.(alat
reproduksi pria dan wanita)
Guru menanggapi jawaban siswa dan memberikan informasi
60 menit
1.2. Mendiskripsikan sistem reproduksi dan penyakit yang berhubungan dengan sistem reproduksi
pada manusia.
1. Menyebutkan macam-macam organ penyusun, sistem reproduksi pada manusia
2. Mendiskripsikan fungsi sistem reproduksi pada manusia
3. Menuliskan artikel tentang cara penularan dan pencegahan penyakit yang berhubungan dengan
sistem reproduksi melalui surat kabar/media masa/madding sekolah
4. Menyadari pentingnya menjaga kesehatan organ sistem reproduksi
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
yang benar.
Penutup Guru bersama siswa melakukan diskusi kelas dari hasil
pengamatan pada charta
Guru bersama siswa membuat kesimpulan dari hasil
pengamatan
10 menit
Pertemuan kedua
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu
Pendahuluan Motivasi dan Apresiasi
Secara klasikal guru memberikan pertanyaan pada siswa fungsi
dari organ tersebut.
Prasarat pengetahuan
Guru menunjukkan gambar / charta organ reproduksi, siswa di
minta untuk menyebutkan nama organ tersebut.
10 menit
Kegiatan Inti Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan
kelompok dan anggota masing-masing kelompok
Peserta didik melakukan diskusi kelas tentang fungsi dari
bagian-bagian organ reproduksi pria dan wanita dan
kelainan sistem reproduksi.
Guru menanggapi jawaban siswa dan memberikan informasi
yang benar.
60 menit
Penutup Guru menugaskan siswa berdiskusi untuk mencari informasi
tentang cara penularan dan pencegahan penyakit organ
reproduksi dari media cetak / surat kabar atau melalui
informasi dari puskesmas atau rumah sakit.
Guru memberikan latihan soal tentang reproduksi
10 menit
E. Sumber Belajar
a. Buku Paket Biologi
b. Buku Referensi
c. Alat peraga/ charta / Turso
F. Penialaian Hasil Belajar
Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Tugas Proyek
Tes tertulis
Penugasan
Isian dan PG
Tugas Rumah (membuat
kliping)
Menyusun makalah tentang
macam-macam penyakit
yang berkaitan dengan
sistem reproduksi
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
A. Tes isian
1. Sel sperma di produksi di
2. Ovarium merupakan tempat di bentuknya
3. Sel sperma dari testis disalurkan ke penis melalui..
4. Tempat pertemuan antara sel telur dengan sel sperma..
5. Embrio tumbuh dan berkembang di dalam
B. Tes Identifikasi
1. Perhatikan alat kelamin wanita di bawah ini :
Dari gambar tersebut jawablah pertanyaan berikut :
a. Berilah keterangan pada gambar tersebut sesuai dengan nomor !
b. Jelaskan fungsi dari nomor 2 dan 3 ?
2. Sebutkan empat contoh penyakit yang menyerang alat reproduksi pada
manusia !
3. Jelaskan bagaimana cara mencegah penyakit AIDS !
NO Kunci Jawaban Skor
A
1
testis 1
2
Sel telur / ovum 1
3
Vas deverens / saluran sperma 1
4
Oviduk / tuba palofi 1
5
Uterus / rahim 1
2
3
5
1
6 4
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
B
1a.
1. ovarium 2. Oviduk 3.Uterus 4. Vagina 4
1b.
2. tempat terjadinya pembuahan, 3. Tempat tumbuh
dan berkembangnya embrio
3
2
Aids, sifilis, herpes, kencing nanah 4
3
Mencegah penggunaan jarum suntik secara berulang-
ulang dan bergantian, tidak melakukan hubungan seks
selain dengan pasangan yang sah
4
Mengetahui,
Kepala Madrasah,
Drs. Wawan Sholeh Setiawan, M.Pd
NIP. 19651204 198503 1001
Subang, Agustus 2014
Yanto Abdullah, S.Si
NIP. 19810318 200604 1001
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
Bahan Ajar
Charta 1
ORGAN REPRODUKSI WANITA BAGIAN DALAM
Organ reproduksi
wanita
Organ reproduksi
seorang wanita terdiri
atas ovarium (indung
telur), oviduk/tuba
fallopi(saluran telur),
dan vagina.
a. Ovarium
Ovarium berjumlah
sepasang dan berfungsi
menghasilkan sel telur
(ovum). Ovarium terletak
di rongga perut tepatnya di daerah pinggang kiri dan kanan. Ovarium diselubungi oleh kapsul
pelindung dan mengandung beberapa folikel. Setiap folikel mengandung satu sel telur. Folikel
merupakan struktur, seperti bulatan-bulatan yang mengelilingi oosit dan berfungsi menyediakan
makanan dan melindungi perkembangan sel telur. Sel telur yang telah masak akan lepas dari
ovarium. Peristiwa itu disebut ovulasi. Selain menghasilkan sel telur, ovarium juga berfungsi
menghasilkan hormon estrogen dan progesteron.
b. Oviduk
Oviduk berjumlah sepasang dan berfungsi menggerakkan ovum ke arah rahim dengan gerakan
peristaltik. Ujungnya berbentuk corong berjumbai-jumbai (fimbrae). Fimbrae berfungsi untuk
menangkap ovum yang dilepaskan oleh ovarium. Pembuahan sel telur oleh sperma terjadi pada
oviduk, selanjutnya ovum yang telah dibuahi bergerak ke rahim (uterus).
c. Rahim (Uterus)
Merupakan tempat pertumbuhan dan
perkembangan embrio hingga dilahirkan.
Rahim bagian bawah mengecil dan
dinamakan serviks uteri,sedangkan
bagian yang besar disebut corpus
uteri(badan rahim). Dinding rahim terdiri
atas tiga lapisan, yaitu
perimetrium,miometrium, dan
endometrium. Endometrium
menghasilkan banyak lendir dan
mengandung banyak pembuluh darah.
Lapisan inilah yang mengalami
penebalan dan akan mengelupas setiap
bulannya, jika tidak ada zigot yang
menempel, yaitu saat terjadi menstruasi.
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
d. Vagina
Vagina berfungsi sebagai organ persetubuhan dan untuk melahirkan bayi. Organ tersebut
mempunyai banyak lipatan sehingga pada saat melahirkan dapat mengembang. Dalam vagina
terdapat lendir yang dihasilkan oleh dinding vagina dan oleh suatu kelenjar, yaitu kelenjar
bartholini.
ORGAN REPRODUKSI LAKI-LAKI
Charta 2
a. Testis
Testis berjumlah sepasang dan berbentuk bulat telur. Testis tersimpan dalam suatu kantong
yang disebut skrotum atau kantong buah zakar. Testis berfungsi sebagai tempat pembentukan
sel sperma dan hormon kelamin (testosteron).
b. Epididimis
Tempat menyimpan sementara dan mematangkan sperma.
c. Vas defferens
Vas deferens merupakan saluran yang menghubungkan testis dan kantong sperma. Vas
deferens berjumlah sepasang. Bagian ujungnya terletak di dalam kelenjar prostat.
c. Kantong sperma
Kantong sperma berjumlah sepasang dan berfungsi untuk menampung sperma sebelum
dikeluarkan dari tubuh seorang pria.
d. Penis
Di dalam penis terdapat uretra yang berfungsi sebagai saluran urine dan saluran sperma.
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
BERBAGAI PENYAKIT PADA ORGAN REPRODUKSI DAN PENYAKIT KELAMIN
Kanker Rahim dari Stadium 1 sampai dengan Stadium 4
Beberapa contoh Penyakit Kelamin
1. Spilis :
Pada Payudara Pada kelamin wanita Pada kelamin pria
2. Herves :
Herves pada penis Herves pada vagina Herves pada penis
3. Gonorhea
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( SISTEM KOORDINASI )
Sekolah : MTs NEGERI SUBANG
Kelas / Semester : IX / 1
Mata Pelajaran : IPA BIOLOGI
Standar
Kompetensi
: 1. Memahami berbagai sistemdalamkehidupan manusia
Kompetensi Dasar : 1.3 Mendeskripsikan sistemkoordinasi dan alat indera pada manusia
serta hubungannya dengan kesehatan.
Alokasi Waktu : 6 x JP
Indikator Pencapaian Kompetensi
1.3.1 Mendeskripsikan struktur dan fungsi jenis-jenis neuron pada manusia.
1.3.2 Mendeskripsikan jenis-jenis neuron berdasarkan bentuknya
1.3.3 Mendeskripsikan struktur dan fungsi otak beserta bagian-bagiannya.
1.3.3b Membedakan jalur impuls saraf normal dan jalur refleks.
1.3.4 Membedakan sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi.
1.3.5 Mendeskripsikan bermacam-macam kelenjar endokrin beserta hormon yang dihasilkan..
1.3.6 Mendeskripsikan struktur dan fungsi macam-macam indera manusia.
1.3.7 Mendeskripsikan mekanisme kerja alat indera pada manusia.
1.3.8 Mengidentifikasi gangguan dan kelainan pada sistem saraf dan indera untuk menjaga kesehatan
manusia.
A. Tujuan Pembelajaran
1. Melalui observasi dan diskusi peserta didik dapat mendeskripsikan struktur, jenis, dan fungsi
neouron pada manusia.
2. Melalui observasi dan diskusi peserta didik dapat mendeskripsikan struktur dan fungsi otak
manusia.
3. Melalui diskusi peserta didik dapat membedakan:
- jalur impuls saraf normal dan jalur redleks.
- sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi
4. Melalui studi literatur dan diskusi peserta didik mampu mendeskripsikan macam-macam
kelenjar endokrin beserta hormon yang dihasilkannya.
5. Melalui observasi dan diskusi peserta didik dapat mendeskripsikan struktur, fungsi dan
mekanisme kerja alat indera pada manusia.
6. Diberikan tugas proyek membuat kliping, peserta didik dapat mengidentifikasi kelainan pada
sistem saraf dan indera manusia.
B. Materi Pembelajaran
Sistem Koordinasi (Terlampir)
C. Metode Pembelajaran
1. Model
- Direct Instruction (DI)
- Cooperative Learning
2. Metode
- Diskusi kelompok
- Ceramah
- Observasi
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
D. Langkah-langkah Kegiatan
Pertemuan ke-1
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu
Pendahuluan Motivasi dan Apresiasi
Kenapa tatkala kaki kita terantuk batu kita merasa sakit, mulut
mengucap aduh, dan mata kita keluar air ?
Apa yang akan terjadi jika sistem saraf manusia rusak ?
Prasarat pengetahuan
Sistem koordinasi tersusun atas sistem apa saja kah ?
10 menit
Kegiatan Inti Guru mengawali mengawali kegiatan pembelajaran dengan
ceramah tentang pengertian sistem koordinasi, penyusun
sistem koordinasi, dan fungsi sistem koordinasi.
Guru membagi peserta didik menjadi 5 kelompok.
Guru membagikan LKS kemudian menginformasikan
kegiatan yang akan dilakukan oleh masing-masing
kelompok
Peserta didik melakukan pengamatan charta : Sel saraf,
sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi, dan otak manusia
dalam kelompok dilanjutkan berdiskusi tentang :
Neuron, struktur dan fungsi neuron, neuroglia
neuron sensorik, neuron motorik, dan neuron asosiasi.
neuron unipolar, neuron bipolar, dan neuron multipolar
mekanisme penghantaran impuls.
bagian-bagian sistem saraf manusia.
sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi.
struktur dan fungsi sistem saraf pusat.
struktur dan fungsi otak dan sumsum tulang belakang
beserta bagian-bagiannya,
Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok di
kelas dan anggota kelompok lain menanggapi, sebagai salah
satu wujud pembangunan karakter bangsa
bertanggungjawab, percaya diri, demokratis, obyektif dan
terbuka.
Guru memberikan penguatan hasil diskusi kelompok peserta
didik dengan menjelaskan sel saraf, struktur dan fungsi sel
saraf, aliran impuls saraf, sistem saraf pusat dan sistem saraf
tepi, otak dan sumsum tulang belakang manusia dengan
menggunakan slide powerpoint.
Guru membuka sesi tanya jawab
Guru menanggapi jawaban siswa dan memberikan
informasi yang benar.
60 menit
Penutup Guru memberi tes formatif tentang macam-maca neuron,
bagian-bagian neuron, SSP dan SST, otak dan sumsum
tulang belakang manusia.
Guru membimbing peserta didik membuat simpulan.
Guru memberikan tugas rumah membuat peta konsep
tentang sistem koordinasi manusia.
10 menit
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
Pertemuan ke-2
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu
Pendahuluan Motivasi dan Apresiasi
Kenapa kita bisa mengendalikan tangan kita untuk bekerja,
tetapi tidak bisa mengendalikan kerja jantung dan sistem
pencernaan makanan kita ?
Prasarat pengetahuan
Apa perbedaan SISTEM SARAF PUSAT dan SISTEM SARAF
TEPI ?
10 menit
Kegiatan Inti Guru mengawali mengawali kegiatan pembelajaran dengan
ceramah tentang pengertian sistem koordinasi, penyusun
sistem koordinasi, dan fungsi sistem koordinasi.
Guru membagi peserta didik menjadi 5 kelompok.
Guru membagikan LKS kemudian menginformasikan
kegiatan yang akan dilakukan oleh masing-masing
kelompok
Peserta didik melakukan pengamatan charta : Sistem saraf
tepi, sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik,
gerak biasa dan gerak refleks, dan sistem endokrin manusia
dalam kelompok dilanjutkan berdiskusi tentang :
1. struktur dan fungsi sistem saraf tepi.
2. sistem saraf sadar dan sistem saraf tak sadar.
3. gerak biasa dan gerak refleks.
4. Sistem endokrin , macam-macam kelenjar endokrin dan
hormon yang dihasilkan besera fungsinya pada manusia,
sebagai salah satu wujud membangun karakter bangsa
menghargai keberagaman, kerja sama, demokratis, rasa
ingin tahu, cinta ilmu, obyektif dan terbuka, cermat dan
teliti.Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok
di kelas dan anggota kelompok lain menanggapi, sebagai
salah satu wujud pembangunan karakter bangsa
bertanggungjawab, percaya diri, demokratis, obyektif dan
terbuka.
Guru memberikan penguatan hasil diskusi kelompok peserta
didik dengan menjelaskan SST, sistem saraf simpatik dan
sistem saraf parasimpatik, gerak biasa dan gerak refleks, dan
sistem endokrin manusia dengan menggunakan slide
powerpoint.
Guru membuka sesi tanya jawab
Guru menanggapi jawaban siswa dan memberikan
informasi yang benar.
60 menit
Penutup Guru memberi tes formatif tentang SST, sistem saraf
simpatik dan sistem saraf parasimpatik, gerak biasa dan
gerak refleks, dan sistem endokrin manusia.
Guru membimbing peserta didik membuat simpulan.
10 menit
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
Pertemuan ke-3
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu
Pendahuluan Motivasi dan Apresiasi
Bagaimana kita dapat melihat suatu benda?
Prasarat pengetahuan
Apakah fungsi dari SISTEM SARAF TEPI ?
10 menit
Kegiatan Inti Guru membagi peserta didik menjadi 5 kelompok.
Guru membimbing siswa membentuk 5 kelompok ahli :
1. Mata, bertugas untuk mendeskripsikan struktur,
mekanisme, dan fungsi indera penglihat.
2. Telinga dan kulit, bertugas untuk mendeskripsikan
struktur, mekanisme, dan fungsi indera pendengar dan
peraba.
3. Hidung dan lidah, bertugas untuk mendeskripsikan
struktur, mekanisme, dan fungsi indera pembau dan
pengecap.
4. Kulit bertugas untuk mendeskripsikan struktur,
mekanisme dan fungsi kulit sebagai bagian sistem saraf
5. Kelainan dan penyakit pada sistem koordinasi, bertugas
untuk mencari tahu tentang berbagai macam kelainan
dan penyakit pada sistem koordinasi manusia.
Guru membagikan LKS kemudian menginformasikan
kegiatan yang akan dilakukan oleh masing-masing
kelompok.
Ketua kelompok menugaskan anggotanya untuk pergi
berdiskusi di kelompok ahli, dan ada yang tinggal di
kelompok induk untuk memimpin diskusi kelompok ahli
tertentu, sebagai salah satu wujud membangun karakter
bangsa menghargai keberagaman, kerja sama, demokratis,
rasa ingin tahu, cinta ilmu, obyektif dan terbuka, cermat dan
teliti.
Setelah diskusi di kelompok ahli selesai, para utusan
kelompok kembali ke kelompok induknya masing-masing.
Di kelompok induk para utusan mempresentasikan hasil
diskusi dari kelompok ahli. Anggota kelompok yang lain
mencatat di buku catatan, sebagai salah satu wujud
pembangunan karakter bangsa disiplin, bertanggungjawab,
jujur, demokratis, terbuka, bekerjasama, menghargai orang
lain, dan percaya diri.
Guru memberikan penguatan hasil diskusi kelompok peserta
didik dengan menjelaskan struktur, mekanisme, dan fungsi
alat indera dan kelainan dan penyakit pada sistem
koordinasi manusia dengan menggunakan slide powerpoint.
Guru membuka sesi tanya jawab
Guru menanggapi jawaban siswa dan memberikan
informasi yang benar.
60 menit
Penutup Guru memberi tes formatif tentang panca indera, kelainan
dan penyakit pada sistem koordinasi manusia.
Guru membimbing peserta didik membuat simpulan.
10 menit
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
E. Sumber Belajar
1. Buku IPA Biologi
2. Buku referensi yang relevan
3. Lingkungan
F. Penilaian Hasil Belajar
a. Teknik Penilaian:
Tes tertulis
Penugasan
b. Bentuk Instrumen:
Tes PG
Tugas rumah membuat Peta
konsep
Membuat Kliping Kelainan Sistem
Saraf
Mengetahui,
Kepala Madrasah,
Drs. Wawan Sholeh Setiawan, M.Pd
NIP. 19651204 198503 1001
Subang, Agustus 2014
Yanto Abdullah, S.Si
NIP. 19810318 200604 1001
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
Tes Tulis
Sistem Koordinasi
Indikator
No Soal Skor Kunci
1.3.1 Mendeskripsikan
struktur dan fungsi
jenis-jenis neuron
pada manusia.
1. Sel-sel yang menyusun sistemsaraf disebut .
A. glial
B. neurons
C. myelins
D. terminals
1 B
2. Berikut ini bukan bagian dari neuron?
A. dendrite
B. axon
C. myelin
D. pons
1 D
3. Axons.
A. Menerima pesan
B. Mengirimpesan
C. Memproses informasi
D. menyekat neurons
1 B
4. Apakah fungsi dari oligodendrocytes?
A. Membuat lapisan myelin
B. Membersihkan sisa aktivitas seluler
C. supply darah dan nutrisi
D. menjaga tubuh dari infeksi
1 A
5. Celah antara lapisan myelin yang menyelubungi akson
disebut .
A. dendrites
B. chromatophilic substance
C. astrocytes
D. nodes of ranvier
1 D
6. Manakah sel yang menghubungkan neuron ke pembuluh
darah?
A. astrocyte
B. oligodendrocyte
C. glial
D. myelin
1 A
7. Ion-ion apakah yang diperlukan bagi sebuah impuls saraf
agar terjadi?
A. carbon &sodium
B. oxygen &carbon
C. potassium&sodium
D. hydrogen &potassium
1 C
1.3.2 Mendeskripsikan
jenis-jenis neuron
berdasarkan
bentuknya.
8. Saraf sensoris mempunyai fungsi ....
A. meneruskan impuls dari sel saraf yang satu ke sel
saraf yang lain
B. membawa impuls saraf dari otak ke kelenjar
C. membawa impuls saraf dari otak ke otot
D. meneruskan rangsang dari reseptor ke saraf pusa
1.3.3 Mendeskripsikan
struktur dan fungsi
otak beserta bagian-
bagiannya.
9. For problem numbers 11 and 12 notice the picture
below !
1 B
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
Indikator
No Soal Skor Kunci
corpus collosumditunjukkan oleh huruf...
A. A
B. B
C. C
D. D
10. Huruf pada gambar yang merupakan cerebellum?
A. A
B. B
C. C
D. D
1 D
11. Bagian dari otak yang bertanggung jawab pada proses
pendengaran and memory?
A. occipital lobe
B. cerebellum
C. temporal lobe
D. frontal lobe
1 C
12. Bagian otak yang bertanggung jawab untuk memproses
informasi visual?
A. temporal lobe
B. occipital lobe
C. parietal lobe
D. medulla
1 B
13. Bagian manakah dari sistemsaraf yang mengontrol
gerakan refleks?
A. autonomic
B. sympathetic
C. parasympathetic
D. somatic
1 D
14. The central nervous systemconsists of the .
A. brain and peripheral nerves
B. autonomic and somatic nervous system
C. brain and spinal cord
D. pons and frontal lobe
1 C
15. Berikut ini yang BUKANbagian dari the limbic system.
A. amygdala
B. hippocampus
C. hypothalamus
D. cerebellum
1 D
16. Pons, otak tengah, dan medulla oblongata ketiganya
membentuk .
A. white matter
B. corpus callosum
C. brain stem
D. cerebrum
1 C
17. Bagian dari otak yang mengontrol pengalaman
emosional .
A. limbic system
B. medulla oblongata
1 A
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
Indikator
No Soal Skor Kunci
C. hypothalamus
D. pia mater
1.3.4 Membedakan
sistemsaraf pusat
dan sistemsaraf tepi.
18. The lobe at the back of the head that controls vision and
visual processing is the lobe.
A. parietal
B. temporal
C. frontal
D. occipital
1 D
19. Bagian dari otak yang mengontrol koordinasi and
keseimbangan adalah .
A. cerebellum
B. pons
C. hypothalamus
D. temporal lobe
1 A
1.3.3b Membedakan
jalur impuls saraf
normal dan jalur
refleks.
20. Reflexes (such as the knee-jerk reflex) terjadi ketika
impuls berjalan dari otot ke and kemudian kembali
ke otot.
A. brain
B. sumsumtulang belakang
C. dendrite
D. axon
1 B
21. Parathyroid hormone meregulasi .
A. calciumlevel of the blood.
B. kecepatan metabolism.
C. Jumlah cadangan lemak
D. Produksi sex hormone
1 A
22. Sistemsaraf dan sistemendokrin berinteraksi dalam.
A. pituitary gland and adrenal cortex.
B. adrenal cortex and thyroid gland.
C. thyroid gland and hypothalamus.
D. hypothalamus and pituitary gland.
1 D
23. Hormon yang menstimulasi hati, otot lurik, and dan sel-
sel lemak untuk menguraikan glikogen adalah .
A. insulin.
B. oxytocin.
C. glucagon.
D. thyroxine.
1 C
24. The thyroid gland is most important in regulating the ..
A. glucose level in the blood.
B. rate of metabolism.
C. activities of other glands.
D. production of sex hormones.
1 B
25. The levels of hormones in the body are regulated by .
A. homeostasis.
B. feedback mechanisms.
C. the nervous system.
D. the excretory system.
1 B
26. Testosterone affects cells that are found .
A. only in the testes.
B. all over the body.
C. only in the penis.
D. only in the scrotum.
1 B
1.3.5 Mendeskripsikan
macam-macamindera
dan fungsinya.
27. Lapisan bola mata yang berwarna putih dan keras
disebut .
A.sklera C.lensa
B.retina D.pupil
1.3.6 Mendeskripsikan
anatomi alat indera
28. Membran timpani yang menangkap getaran suara
terdapat di bagian .
1 B
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
Indikator
No Soal Skor Kunci
pada manusia. a. telinga luar
b. telinga tengah
c. telinga dalam
d. saluran eustachius
1.3.7 Mendeskripsikan
mekanisme kerja alat
indera pada manusia.
29. Letak indera pembau adalah di ....
A. langit-langit rongga hidung
B. dalamrongga hidung
C. bagian depan rongga hidun
D. bagian belakang rongga hidung
1
1.3.8 Mengidentifikasi
gangguan dan
kelainan pada sistem
saraf dan indera
untuk menjaga
kesehatan manusia.
30. Gangguan mata karena bayangan jatuh dibelakang retina
disebut
. . . .
a. miopi
b. emetropi
c. presbiopi
d. hypermetropi
1
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
Lampiran :
ISTILAH PENTING
IMPULS yaitu rangsangan atau pesan . Disampaikan melalui senyawa kimia dalam tubuh yaitu asetilkolin.
RESEPTOR yaitu struktur yang dapat menerima impuls.Dapat berupa sel, jaringan atau organ, alat gerak,
otot.
EFEKTOR yaitu struktur yang dapat menanggapi impuls. Dapat berupaa sel, jaringan atau organ, alat gerak,
otot.
Neruon atau sel saraf yaitu merupakan sel yang terpanjang yang dimilki oleh tubuh manusia dan bertugas
untuk menerima dan menghantarkan impuls ke tempat yang dituju.
Organel penyusun sel saraf/Neuron
1. Dendrit merupakan penjuluran pendek yang keluar dari badan sel. Berfungsi untuk menghantarkan
impuls dari luar sel neuron ke dalam badan sel.
2. Badan sel merupakan bagian neuron yang banyak mengandung cairan sel (sitoplasma) dan terdapatnya
nucleus (inti sel). Berfungsi sebagai penerima impuls dari dendrti dan menghantarkannya menuju axon
dengan perantaraan sitoplasma.
3. Sitoplasma merupakan cairan pengisi badan sel.
Berfungsi untuk mempercepat penyampaian/
penghantaran impuls dalam sel.
4. Nucleus merupakan bagian terpenting dari
sel.benetuknya akan menyesuaikan bentuk sel.
Berfungsi untuk mengatur seluruh kegiatan sel
dan pembelahan sel.
5. Axon/neurit merupakan poenjukluran yang
panjang yang keluar dari badan sel. Berfungsi
untuk menerima impuls dari badan sel dan
menghantarkannya ke percabangan axon.
6. Percabangan axon merupakan bagian dari axon
yang bercabang-cabang. Berfungsi menerima
impuls dari axon.
7. Selubung neurolema/neurilema merupakan
selaput tipis yang berda paling luar dari axon.
Berfungsi untuk melindungi axon serta
memberikan nutrisi pada axon serta regenrasi
pada selubung mielin.
8. Selubung myelin merupakan selaput tipis yang
berhubungan langsung dengan axon dan
terletak setelah selubung neurilema. Berfungsi
untuk melindungi axon dan memberikan nutrisi
pada axon.
9. Sel Schwann merupakan sel-sel yangterdapat di
dalam selubung myelin. Berfungsi untuk
memperbaiki sel axon yang rusak/regenerasi.
10. Nodus Ranvier merupakan celah diantara
axonyang tidak tertutup oleh selubung
neurilema. Berfungsi untuk mempercepat
penyampaian impuls ke neuron.
Pembagian sel neuron
a. Berdasarkan fungsinya
1. Saraf sensorik/aferen yaitu neuron yang
berfungsi untuk menghantarkan impuls dari
reseptor ke sistem saraf pusat (SSP).
2. Saraf motorik/eferen yaitu neuron yang berfungsi untuk menghantarkan impuls dari SSP ke
efektor.
3. Saraf asosiasi/interneuron yaitu neuron yang menghubungkan saraf sensorik dengan sarf motorik
di dalam SSP.
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
b. Berdasarkan strukturnya
1. Neuron unipolar yaitu neuron yang memiliki satu buah axon yang bercabang.
2. Neuron bipolar yaitu neuron yang memiliki satu axon dan satu dendrite.
3. Neuron multipolar yaitu neuron yang memiliki satu axon dan sejumlah dendrite.
Sinapsis
Merupakan hubungan penyampaian impuls dari satu neuron ke neuron yang lain. biasanya terjadi dari
ujung percabangan axon dengan ujung dendrite neuron yang lain.
Celah antara satu neuron dengan neuron yang lain disebut dengan celah sinapsis. Di dalam celah
sinapsis inilah terjadi loncatan-loncatan listrik yang bermuatan ion,baik ion positif dan ion negatif. Di
dalam celah sinapsis ini juga terjadi pergantian antara impuls yang satu dengan yang lain, sehingga
diperlukan enzim kolinetarase untuk menetralkan asetilkolin pembawa impuls yang ada. Dalam celah
sinapsis juga terdapat penyampaian impuls dengan bantuan zat kimia berupa asetilkolin yang
berperan sebagai pengirim (transmitter).
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
Muatan listrik dalam neuron
Muatan listrik yang terjadi dalam satu axon akan memiliki muatan listrik yang berbeda antara lapisan
luar dan lapisan dalam axon.
Polarisasi yaitu keadaan istirahat pada sel neuron yang memperlihatkan muatan listrik positif dibagian
luar dan muatan listrik negative di bagian dalam.
Depolarisasi yaitu keadaan bekerjanya sel neuron yang memperlihatkan muatan listrik positif di
bagian dalam dan muatan listrik negative di bagian luar.
Gerakan berdasarkan tanggapan impuls
1. Gerak biasa merupakan gerakan yang disadari dan impuls akan diolah oleh SSP (otak dan medulla
spinalis) terbeih dahulu sebelum terjadi gerakan.
Skema/bagan gerakan biasa
Impuls reseptor neuron sensorik medulla spinalis otak Medulla spinalis
interneuron neuron motorik Efektor gerakan
2. Gerak refleks merupakan gerakan yang tanpa disadari karena menanggapi impuls secara langsung.
Sehingga sifat gerakan ini tidak diolah terlebih dahulu oleh otak. Jarak terpendek efektor dalam
menanggapi impuls disebut dengan lengkung refleks.
Skema/bagan gerak refleks
Impuls reseptor neuron sensorik medulla spinalis interneuron Neuron
motorik efektor gerakan.
3. Macam gerakan refleks tergantung dari tanggapan efektor terhadap impuls yang ada. Bila
tanggapan terhadap impuls melibatkan satu efektor saja, maka disebut dengan refleks tunggal. Jika
tanggapan terhadap impuls melibatkan lebih dari 1 efektor maka disebut dengan refleks kompleks.
SSP (Sistem Saraf Pusat)
1. Otak
Diselimuti oleh selaput otak yang disebut selaput meninges. Selaput meninges terdiri dari 3 lapisan :
a. Lapisan durameter yaitu lapisan yang terdapat di paling luar dari otak dan bersifat tidak kenyal.
Lapisan ini melekat langsung dengan tulang tengkorak. Berfungsi untuk melindungi jaringan-
jaringan yang halus dari otak dan medula spinalis.
b. Lapisan araknoid yaitu lapisan yang berada dibagian tengah dan terdiri dari lapisan yang berbentuk
jaring laba-laba. Ruangan dalam lapisan ini disebut dengan ruang subaraknoid dan memiliki cairan
yang disebut cairan serebrospinal. Lapisan ini berfungsi untuk melindungi otak dan medulla spinalis
dari guncangan.
c. Lapisan piameter yaitu lapisan yang terdapat paling dalam dari otak dan melekat langsung pada
otak. Lapisan ini banyak memiliki pembuluh darah. Berfungsi untuk melindungi otak secara
langsung.
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
Otak dibagi menjadi beberapa bagian :
a. Cerebrum
Merupakan bagian otak yang memenuhi sebagian besar dari otak kita yaitu 7/8 dari otak.
Mempunyai 2 bagian belahan otak yaitu otak besar belahan kiri yang berfungsi mengatur
kegaiatan organ tubuh bagian kanan. Kemudian otak besar belahan kanan yang berfungsi
mengatur kegiatan organ tubuh bagian kiri.
Bagian kortex cerebrum berwarna kelabu yang banyak mengandung badan sel saraf. Sedangkan bagian
medulla berwarna putih yang bayak mengandung dendrit dan neurit. Bagian kortex dibagi menjadi 3 area
yaitu area sensorik yang menerjemahkan impuls menjadi sensasi. Kedua adalah area motorik yang berfungsi
mengendalikan koordinasi kegiatan otot rangka. Ketiga adalah area asosiasi yang berkaitan dengan
ingatan, memori, kecedasan, nalar/logika, kemauan.
Mempunyai 4 macam lobus yaitu :
Lobus frontal berfungsi sebagai pusat penciuman, indera peraba.
Lobus temporal berungsi sebagai pusat pendengaran
Lobus oksipetal berfungsi sebagai pusat pengliihatan.
Lobus parietal berfungsi sebagai pusat ingatan, kecerdasan, memori, kemauan, nalar, sikap.
b. Mesencephalon
Merupakan bagian otak yang terletak di depan cerebellum dan jembatan varol.
Berfungsi sebagai pusat pengaturanan refleks mata, refleks penyempitan pupil mata dan
pendengaran.
c. Diencephalaon
Merupakan bagia otak yang terletak dibagian atas dari batang otak dan di depan
mesencephalon.
Terdiri dari talamus yang berfungsi untuk stasiun pemancar bagi impuls yang sampai di otak dan
medulla spinalis.
Bagian yang kedua adalah hipotalamus yang berfungsi sebagai pusat pengaturan suhu tubuh,
selera makan dan keseimbangan cairan tubuh, rasalapar, sexualitas, watak, emosi.
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
d. Cerebellum
Merupakan bagian otak yang terletak di bagian belakang otak besar. Berfungsi sebagai pusat
pengaturan koordinasi gerakan yang disadari dan keseimbangan tubuh serta posisi tubuh.
Terdapat 2 bagian belahan yaitu belahan cerebellum bagian kiri dan belahan cerebellum bagian
kanan yang dihubungkan dengan jembatan varoli yang berfungsi untuk menghantarkan impuls dari
otot-otot belahan kiri dan kanan.
2. Medula
a. Medulla oblongata
Disebut juga dengan sumsum lanjutan atau penghubung
atau batang otak.
Terletak langsung setelah otak dan menghubungkana
dengan medulla spinalis, di depan cerebellum.
Susunan kortexmya terdiri dari neeurit dan dendrite
dengan warna putih dan bagian medulla terdiri dari bdan
sel saraf dengan warna kelabu.
Berfungsi sebagai pusat pengaturan ritme respirasi,
denyut jantung, penyempitan dan pelebaran pembuluh
darah, tekanan darah, gerak alat pencernaan, menelan,
batuk, bersin,sendawa.
b. Medulla spinalis
Disebut denga sumsum tulang belakang dan terletak di
dalam ruas-ruas tulang belakang yaitu ruas tulang leher
sampaia dengan tulang pinggang yang kedua.
Berfungsi sebagai pusat gerak refleks dan menghantarkan
impuls dari organ ke otak dan dari otak ke organ tubuh.
SST (Susunan Saraf Tepi/Perifer)
Merupakan system saraf yang menghubungkan semua bagian
tubuh dengan system saraf pusat.
1. Sistem saraf sadar/somatik
Merupakan system saraf yang kerjanya berlangsung secara
sadar/diperintah oleh otak. Bedakan menjadi dua yaitu :
a. Sistem saraf pada otak
Merupakan sistem saraf yang berpusat pada otak dan
dibedakan menjadi 12 pasang saraf yaitu :
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
No Nama saraf
Jenis
saraf
Menuju Fungsi
I Olfaktori Sensorik Pusat pembau Berkaitan dengan penciuman
II Optik Sensorik Retina mata Berkaitan dengan penglihatan
III Okulomotor Motorik Otot bola mata dan otot kelopak
mata
Menggerakan bola mata (kiri dan
kanan)
Untuk akomodasi dan kontraksi
iris
IV Troklear Motorik Oto bola mata Untuk memutar bola mata
V Trigeminus
a. Oftalmik
b. Maksilar
c. Mandibular
Motorik Kelopak mata atsa, bola mata,
kelenjar lakrimal
Mukosa hidung, langit-langit
rongga mulut, taring, gigi atas,
pipi dan kelopak mata bawah.
Lidah bagian atas (bukan
pengecap), gigi bawah dan
rahang bawah.
Membawa impuls yang berkaitan
dengan sensai rasa, nyeri, raba
dan suhu.
VI Abdusen Motorik Otot penggerak bola-mata Pergerakan rektus lateral
VII Facial Motorik Lidah bagian pengecap anterior Mempengaruhi pergerakan otot-
otot rahang, wajah, kepala serta
ekskresi kelenjar ludah dan air
mata.
VIII Vestibulo
koklear
Sensorik Koklea telinga, vestibula dan
kanal semisirkularis
Berkaitana dengan pendengaran
dan keseimbangan.
IX Glosofaring Motorik Lidah pengecap, tonsil langit-
langit mulut, kulit telinga
Mempengaruhi pergerakan otot
faring dan lidah.
X Vagus Motorik Faring, laring, trakea, bronkus,
pulmo, lengkung aorta
Mempengaruhi pergerakan
menelan, stimulasi kelenjar
lambung, usus, hati dan
pankreas.
XI Asesori spinal Motorik Otot sternokleidomastoid dan
otot trapezius
Mengkoordinasi gerakan bahu
dan leher.
XII Hipoglosus Motorik Otot lidah Berkaitan dengan kegiatan
menelan dan berbicara.
b. Sistem saraf sumsum spinalis
Merupakan sistem saraf yang berpusat pada medula spinali (sumsum tulang belakang) yang
berjumlah 31 pasang saraf yang terbagi sepanjang medula spinalis.
31 pasang saraf medula spinalis yaitu :
Jumlah Medula spinalis daerah Menuju
8 pasang Servix Kulit kepala, leher dan otot tangan
12 pasang Punggung Organ-organ dalam
5 pasang Lumbal/pinggang Paha
5 pasang Sakral/kelangkang Otot betis, kaki dan jari kaki
1 pasang koksigeal Sekitar tulang ekor
2. Sistem saraf Otonom
Merupakan sistem saraf yang cara kerjanya secara tidak sadar/diluar kehendak/tanpa perintah
oleh otak.
Sistem saraf yang mensarafi seluruh otot polos, otot jantung, kelenjar endokrin dan kelenjar
eksokrin.
Dibedakan menjadi 2 bagian yaitu saraf simpatik dan saraf parasimpatik yang keduanya bekerja
secara antagonis/berlawanan.
a. Sistem saraf simpatik
Merupakan 25 pasang simpul saraf (ganglion) yang terdapat di medulal spinalis.
Disebut juga dengan sistem saraf thorakolumbar karena saraf ini keluar dari vertebrae
thorak ke-1 sampai ke-12 dan vertebrae kolumbar ke-1 sampai dengan ke-3.
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
Beberapa fungsi sistem saraf simpatik yaitu :
Mempercepat denyut jantung dan Memperlebar pembuluh darah
Menghambat pengeluaran air mata
Memperluas/memperlebar pupil
Menghambat sekresi air ludah
Memperbesar bronkus
Mengurangi aktivitas kerja usus
Menghambat pembentukan urin
b. Sistem saraf parasimpatik
Merupakan sistemsaraf yang keluar dari daerah otak.
Terdiri dari 4 saraf otak yaitu saraf nomor III (okulomotorik), nomor VII (Facial), nomor IX
(glosofaring), nomor X (vagus).
Disebut juga dengan sistem saraf craniosakral karena saraf ini keluar dari daerah cranial dan
juga dearah sakral.
Beberapa fungsi sistem saraf parasimpatik yaitu :
Memperlambat denyut jantung dan mempersempit pembuluh darah
Memperlancar pengeluaran air mata dan Memperkecil pupil
Memperlancar sekresi air ludah
Menyempitkan bronkus
Menambah aktivitas kerja usus
Merangsang pembentukan urine
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
Special Senses
- Smell and Taste
Chemical Senses: Taste and Smell
Both senses use chemoreceptors
Stimulated by chemicals in solution
Taste has four types of receptors
Smell can differentiate a large range of chemicals
Both senses complement each other and respond to many of the same stimuli
OlfactionThe Sense of Smell
Olfactory receptors are in the roof of the nasal cavity
Neurons with long cilia
Chemicals must be dissolved in mucus for detection
Impulses are transmitted via the olfactory nerve
Interpretation of smells is made in the cortex
The Sense of Taste
Taste buds house the receptor organs
Location of taste buds
Most are on the tongue
Soft palate
Cheeks
The tongue is covered with projections called papillae
Filiformpapillaesharp with no taste buds
Fungifiormpapillaerounded with taste buds
Circumvallate papillaelarge papillae with taste buds
Taste buds are found on the sides of papillae
Gustatory cells are the receptors
Have gustatory hairs (long microvilli)
Hairs are stimulated by chemicals dissolved in saliva
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
Taste Buds
Taste Sensations
Sweet receptors
(sugars)
Saccharine
Some amino acids
Sour receptors
Acids
Bitter receptors
Alkaloids
Salty receptors
Metal ions
Umami
Elicited by the amino
acid glutamate and
related compounds
The Eye and Vision
70%of all sensory receptors are in the
eyes
Each eye has over a million nerve fibers
Protection for the eye
Most of the eye is enclosed in a bony orbit
A cushion of fat surrounds most of the eye
Accessory Structures of the Eye
Eyelids and eyelashes
Conjunctiva
Lacrimal apparatus
Extrinsic eye muscles
Accessory Structures of the Eye
Eyelids and eyelashes
Tarsal glands lubricate the eye
Ciliary glands are located between the
eyelashes
Conjunctiva
Membrane that lines the eyelids
Connects to the surface of the eye
Secretes mucus to lubricate the eye
Lacrimal apparatus
Lacrimal glandproduces lacrimal fluid
Lacrimal canalsdrain lacrimal fluid from
eyes
Lacrimal sacprovides passage of lacrimal
fluid towards nasal cavity
Nasolacrimal ductempties lacrimal fluid
into the nasal cavity
Accessory Structures of the Eye
Function of the lacrimal apparatus
Protects, moistens, and lubricates the eye
Empties into the nasal cavity
Properties of lacrimal fluid
Dilute salt solution (tears)
Contains antibodies and lysozyme
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
Extrinsic eye muscles
Six muscles attach to the outer surface of the eye
Produce eye movements
Structure of the Eye
Layers forming the wall of the eyeball
Fibrous layer
Outside layer
Vascular layer
Middle layer
Sensory layer
Inside layer
Structure of the Eye: The Fibrous Layer
Sclera
White connective tissue layer
Seen anteriorly as the white of the eye
Cornea
Transparent, central anterior portion
Allows for light to pass through
Repairs itself easily
The only human tissue that can be transplanted
without fear of rejection
Structure of the Eye: Vascular Layer
Choroid is a blood-rich nutritive layer in the
posterior of the eye
Pigment prevents light fromscattering
Modified anteriorly into two structures
Ciliary bodysmooth muscle attached to lens
Irisregulates amount of light entering eye
Pigmented layer that gives eye color
Pupilrounded opening in the iris
Structure of the Eye: Sensory Layer
Retina
Fovea centralis highest concentration of photoreceptors
Optic disc (blind spot) is where the optic nerve leaves the eyeball
Cannot see images focused on the optic disc
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
Structure of the Eye: Sensory Layer
Retina contains two layers
Outer pigmented layer
Inner neural layer
Contains receptor cells (photoreceptors)
Signals pass fromphotoreceptors via a two-neuron chain
Signals leave the retina toward the brain through the optic nerve
Structure of the Eye: Sensory Layer
Discs contain rhodopsin
A purple pigment consisting of the protein opsin covalently bound to a yellowphotosensitive pigment
called retinal (derived fromVit. A)
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
Exposure to light activates rhodopsin
Rhodopsin is split by light into retinal and opsin, eventually resulting in an action potential
Light adaptation is caused by a reduction of rhodopsin
Dark adaptation is caused by rhodopsin production
Lens
Biconvex crystallike structure
Held in place by a suspensory ligament attached to the ciliary body
Cataracts result when the lens becomes hard and opaque with age
Vision becomes hazy and distorted
Eventually causes blindness in affected eye
Lens
Aqueous and Vitreous Humor
Aqueous humor
Watery fluid found between lens and cornea
Similar to blood plasma
Helps maintain intraocular pressure
Provides nutrients for the lens and cornea
Reabsorbed into venous blood through the scleral venous sinus, or canal of Schlemm
Vitreous humor
Gellike substance posterior to the lens
Prevents the eye fromcollapsing
Helps maintain intraocular pressure
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
Pathway of Light Through the Eye
Light must be focused to a point on the retina for optimal vision
The eye is set for distance vision (over 20 feet away)
Accommodationthe lens must change shape to focus on closer objects (less than 20 feet away)
Sensory Layer
Rods
Most are found towards the edges of the retina
Allowdimlight vision and peripheral vision
All perception is in gray tones
Cones
Allowfor detailed color vision
Densest in the center of the retina
Fovea centralisarea of the retina with only cones
Cone sensitivity
Three types of cones
Different cones are sensitive to different
wavelengths
Color blindness is the result of the lack of one cone
type
Pathway of Light Through the Eye
Image formed on the retina is a real image
Real images are
Reversed fromleft to right
Upside down
Smaller than the object
A Closer Look
Emmetropiaeye focuses images correctly on the retina
Myopia (nearsighted)
Distant objects appear blurry
Light fromthose objects fails to reach the retina and are focused in front of it
Results froman eyeball that is too long
Hyperopia (farsighted)
Near objects are blurry while distant objects are clear
Distant objects are focused behind the retina
Results froman eyeball that is too short or froma lazy lens
Astigmatism
Images are blurry
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
Results fromlight focusing as lines, not points, on the retina due to unequal curvatures of the cornea
or lens
Visual Disorders
Homeostatic Imbalances of the Eyes
Night blindnessinhibited rod function that hinders the ability to see at night
Color blindnessgenetic conditions that result in the inability to see certain colors
Due to the lack of one type of cone (partial color blindness)
Cataractswhen lens becomes hard and opaque, our vision becomes hazy and distorted
Glaucomacan cause blindness due to increasing pressure within the eye
Hearing and Balance
The Ear
Houses two senses
Hearing
Equilibrium(balance)
Receptors are mechanoreceptors
Different organs house receptors for each
sense
Anatomy of the Ear
The ear is divided into three areas
External (outer) ear
Middle ear (tympanic cavity)
Inner ear (bony labyrinth)
The External Ear
Involved in hearing only
Structures of the external ear
Auricle
External acoustic meatus (auditory canal)
Narrowchamber in the temporal bone
Lined with skin and ceruminous (wax)
glands
Ends at the tympanic membrane
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
The Middle Ear (Tympanic Cavity)
Airfilled cavity within the temporal bone
Oval windowand round windowconnect
to the inner ear
Three bones (ossicles) span the cavity
Malleus (hammer)
Incus (anvil)
Stapes (stirrip)
Two tubes are associated with the inner
ear
Mastoid air cells
The auditory tube connecting the middle
ear with the throat
Allows for equalizing pressure during
yawning or swallowing
This tube is otherwise collapsed
Inner Ear or Bony Labyrinth
Includes sense organs for hearing and balance
Filled with perilymph
A maze of bony chambers within the temporal
bone
Cochlea
Vestibule
Semicircular canals
Anatomy of the Ear
Organs of Equilibrium
Equilibriumreceptors of the inner ear are
called the vestibular apparatus
Vestibular apparatus has two functional parts
Static equilibrium
Dynamic equilibrium
Static Equilibrium
Maculaereceptors in the vestibule
Report on the position of the head
Hair cells are embedded in the otolithic membrane
Otoliths (tiny stones) float in a gel around the hair cells
Movements cause otoliths to bend the hair cells
Dynamic Equilibrium
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP BIOLOGI IX
Crista ampullarisreceptors in the semicircular canals
Tuft of hair cells
Cupula (gelatinous cap) covers the hair cells
Action of angular head movements
The cupula stimulates the hair cells
An impulse is sent via the vestibular nerve to the cerebellum
Action of angular head movements
The cupula stimulates the hair cells
An impulse is sent via the vestibular nerve to the cerebellum
Organs of Hearing
Organ of Corti
Located within the cochlea
Receptors =hair cells on the basilar membrane
Gel-like tectorial membrane is capable of bending
hair cells
Cochlear nerve attached to hair cells transmits nerve
impulses to auditory cortex on temporal lobe
Mechanism of Hearing
Vibrations fromsound waves move tectorial
membrane
Hair cells are bent by the membrane
An action potential starts in the cochlear nerve
Continued stimulation can lead to adaptation
RENCANA PELAKSANAAN PELAJARAN
Sekolah : MTs Negeri Subang
Kelas/Semester : IX/5 (lima)
Mata Pelajaran : IPA
Standar Kompetensi : Memahami kelangsungan hidup makhluk hidup.
Kompetensi Dasar :
2.1. Mengidentifikasi kelangsungan hidup makhluk hidup melalui adaptasi, seleksi alam, dan
perkembangbiakan.
Indikator :
1. Mengaitkan perilaku adaptasi hewan tertentu dilingkungannya dengan kelangsungan
hidup.
2. Memprediksikan punahnya beberapa jenis makhluk hidup akibat seleksi alam
hubungannya dengan kemampuan yang dimiliki. .
3. Mendiskripsikan hubungan interspesifik (antar populasi dengan seleksi alam.
4. Menjelaskan peran perkembangbiakan bagi kelangsungan hidup.
5. Mendiskripsikan cara perkembangbiakan pada tumbuhan dan hewan.
Alokasi Waktu : 6 x 40 menit ( 6 jampel)
A. Tujuan Pembelajaran :
1. Melalui observasi peserta didik dapat mengidentifikasi macam-macam adaptasi
pada makhluk hidup
2. Dengan mengamati video adaptasi peserta didik dapat menjelaskan cara makhluk
hidup beradaptasi terhadap lingkungannya.
3. Melalui percobaan sederhana perserta didik mampu menjelaskan hubungan antara
adaptasi dengan seleksi alam
4. Melalui diskusi perserta didik dapat menjelaskan peran perkembangbiakan bagi
kelangsungan hidup makhluk hidup
5. Diberikan video macam-macam perkembangbiakan pada tumbuhan dan hewan, pesrta didik
dapat mendiskripsikan cara perkembangbiakan pada tumbuhan dan hewan.
B. Materi Pembelajaran :
1. Adaptasi
Kemampuan untuk menanggapi adanya perubahan lingkungan luar organisme agar terus
hidup disebut dengan adaptasi
Semakin besar kemampuan adaptasi suatu makhluk hidup, semakin besar pula peluang
kelangsungan makhluk hidup tersebut.
Berdasarkan cara-cara makhluk hidup menyesuaikan diri terhadap lingkungan tempat
hidupnya, adaptasi dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu adaptasi morfologi,
adaptasi fisiologi, dan adaptasi tingkah laku
Adaptasi morfologi dalah penyesuaian struktur alat tubuh luar terhadap lingkungan tempat
hidupnya.
Adaptasi fisiologi adalah adaptasi fungsi organ tubuh terhadap lingkungan.
Adaptasi Morfologi Tumbuhan
Xerofit
Hygrofit (Hidup di daerah lembab)
Hydrofit
Terapung di atas air
Mempunyai rongga antar sel yang berisi udara untuk
memudahkan mengapung di air, daun lebar dan
tangkai daun menggembung berisi udara.
Contoh: Eceng gondok
Terendam di dalam air
Mempunyai dinding sel yang kuat dan tebal untuk
mengurangi osmosis ke dalam sel.
Contoh : Hydrilla,Vallisneria
Terapung sebagian
Mempunyai rongga udara dalam batang atau tangkai
daun sehingga tidak tenggelam dalam air dan daun
muncul ke permukaan air.
Teratai dan kangkung
Adaptasi Morfologi Hewan
Adaptasi morfologi mulut serangga
Adaptasi morfologi pada paruh burung
Adaptasi morfologi kaki burung
Adaptasi Fisiologi
Hewan ruminantia dan Teredo navalis
saluran pencernaannya menghasilkan enzim selulase.
Adaptasi terhadap kadar oksigen
Ketika orang yang berada di dataran rendah berpindah ke daerah dataran tinggi (yang kadar
oksigennya lebih rendah), maka tubuhnya akan meningkatkan produksi hemoglobin atau
eritrosit agar tetap dapat mengambil oksigen yang cukup.
Adaptasi ikan terhadap salinitas.
Ikan yang hidup di air laut, mengandung kadar garam lebih rendah dbanding lingkungannya.
Agar cairan tubuhnya tetap seimbang, maka ikan air laut akan banyak minum dan sedikit
mengeluarkan urine.
Sebaliknya, ikan air tawar memiliki tekanan osmosis dalam tubuh yang lebih besar dari
lingkungannya karena kadar garam ikan air tawar lebih tinggi daripada lingkungannya,.
Menurut teori osmosis maka air akan lebih banyak mengalir ke dalam tubuh , oleh karena itu
untuk menjaga cairan tubuhnya tetap seimbang, ikan air tawar lebih banyak minum dan
sedikit mengeluarkan urin.
Adaptasi Tingkah Laku
a) Mimikri pada bunglon
b) Autotomi pada cicak atau kadal
c) Hibernasi (tidur panjang pada musim dingin) Ciriciri hewan yang melakukan hibernasi,
yaitu suhu tubuh rendah serta detak jantung dan pernapasan sangat lambat. Tujuannya
untuk menghindari cuaca yang sangat dingin, kekurangan makanan, dan menghemat
energi. Contoh hewan yang melakukan hibernasi antara lain ular, kura-kura.
d) Estivasi (Tidur pada musim panas)
Contoh kelelawar dan tupai.
Pada tumbuhan jahe-jahean dan pohon jati, estivasi dilakukan dengan mengeringkan
atau menggugurkan daunnya.
2. Seleksi alam
Seleksi alam adalah pemilihan makhluk hidup yang dapat hidup terus dan tidak dapat hidup
terus yang dilakukan oleh lingkungan sekitar dan terjadi secara alamiah. Faktor yang
mempengaruhi seleksi alam, di antaranya suhu lingkungan, makanan dan cahaya matahari.
3. Perkembangbiakan
C. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Pembelajaran Kontekstual.
2. Metode : Diskusi Informasi, Percobaan
3. Model Pembelajaran : Pembelajaran langsung dan pembelajaran kooperatif
D. Langkah Kegiatan :
Pertemuan 1 ( 2 x 40 )
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
waktu
Pendahuluan a. Motivasi :
Mengapa dinosaurus punah?
Bagaimana makhluk hidup dapat bertahan hidup?
Apa yang dimaksud dengan adaptasi?
Ada berapa macamkah adaptasi makhluk hidup itu ?
b. Prasyarat Pengetahuan :
Siswa telah memahami ciri-ciri makhluk hidup.
10 menit
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
waktu
Inti Guru membagi peserta didik dalam kelompok-kelompok
dengan anggota antara 4 5 siswa.
Guru memberikan penjelasan tentang tugas yang harus
dikerjakan setiap kelompok.
Guru membagikan lembar kerja.
Peserta didik diminta mengamati Lembar kerja adaptasi
dan mengisi lembar kerja sesuai petunjuk.
Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya.
Guru memberi kesempatan bertanya jawab dan
memberikan informasi yang sebenarnya.
50 menit
Penutup Guru bersama peserta didik menyimpulkan jenis adaptasi
dan contohnya.
Guru meberikan soal kuis.
Guru menginformasikan materi berikutnya, yaitu tentang
seleksi alam. Peserta didik diminta untuk mempersiapkan
alat dan bahan untuk pertemuan ke-2.
Pertemuan ke-2
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
waktu
Pendahuluan b. Motivasi :
Memperlihatkan tempelan kupu-kupu dari kertas Koran dan
kupu-kupu dari kertas warna lain di atas kertas koran.
Guru mengajukan pertanyaan :
Kupu-kupu manakah yang lebih dulu dimangsa oleh
pemangsanya. Mengapa ?
b. Prasyarat Pengetahuan :
Apa yang akan terjadi pada kupu-kupu koran jika keadaan itu
berlangsung terus (kupu-kupu tersebut akan punah)
10 menit
Inti Guru memberikan informasi tentang pengertian seleksi
alam, faktor-faktor yang menjadi penyeleksi.
Guru membagi peserta didik dalam kelompok-kelompok
dengan anggota antara 4 5 siswa.
Guru memberikan penjelasan tentang tugas yang harus
dikerjakan setiap kelompok.
Guru membagikan lembar kerja.
Peserta didik melakukan percobaan seleksi alam
50 menit
Penutup Guru bersama peserta didik menyimpulkan jenis adaptasi
dan contohnya.
Guru meberikan soal kuis.
Guru menginformasikan materi berikutnya
20 menit
Pertemuan ke-3
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
waktu
Pendahuluan Motivasi
Mengapa manusia dari zaman dahulu sampai saat ini tetap ada ?
(Arahkan jawaban siswa pada : berkembangbiak)
Prasarat Pengetahuan :
Apakah tujuan makhluk hidup berkembangbiak
10 menit
Inti Guru membagi peserta didik dalam kelompok-kelompok
dengan anggota antara 4 5 siswa.
Guru memberikan penjelasan tentang tugas yang harus
dikerjakan setiap kelompok.
Guru membagikan lembar kerja kepada tiap kelompok.
Setiap kelompok bermusyawarah untuk membagi tugas.
Setiap anggota kelompok berkewajiban mendalami 1
materi yang berbeda satu dengan lainnya. Materi yang
ditugaskan:
1) Perkembangbiakan tingkat sel
2) Perkembangbiakan tumbuhan (vegetatif alami)
3) Perkembangbiakan tumbuhan (vegetatif buatan)
4) Perkembangbiakan Generatif (Bagian-bagian bunga)
5) Perkembangbiakan generatif (Penyerbukan)
6) Perkembangbiakan aseksual pada hewan.
7) Perkembangbiakan seksual pada hewan
Peserta didik dengan materi yang sama berkumpul dalam
satu kelompok ahli.
Selanjutnya, setiap peserta didik dari kelompok ahli kembali
kepada kelompok semula, untuk menjelaskan hasil
kajiannya di dalam kelompok.
Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi
dengan cara diundi.
Guru memberi kesempatan tanya jawab dan memberikan
informasi yang sebenarnya
60 menit
Penutup Guru bersama peserta didik menyimpulkan pentingnya
perkembanbiakan bagi hewan dan tumbuhan untuk
kelestariannya..
Guru menginformasikan materi berikutnya
10 menit
E. Sumber Belajar :
1. Buku Paket Biologi
2. Buku Referensi lainnya
F. Penilaian
Pertemuan 1
1. Metode dan bentuk instrumen
Metode Bentuk
Penilaian Keaktifan
Penilaian Produk
Tes Tertulis
Lembar pengamatan keaktifan
Lembar penilaian produk
Pilihan ganda
2. Instrumen
Rubrik penilaian sikap
Keterangan deskriptor:
1 = mau mengajukan pertanyaan tentang materi/konsep yang belum dimengerti
2 = mau berdiskusi dan bekerja sama
3 = mau menjawab pertanyaan guru/teman
4 = mau mengemukakan ide-ide
5 = mau melaporkan hasil kerja kelompok tanpa ditunjuk
Kategori deskriptor: 5: sangat baik, 4: baik, 3: cukup, 2: kurang, 1: sangat kurang
Tes Tertulis
Indikator Mengaitkan perilaku adaptasi hewan tertentu dilingkungannya dengan kelangsungan hidup.
No Instrumen
1
Setiap makhluk hidup perlu menyesuaikan diri dengan lingkungannya agar dapat
A. memperoleh makanan yang lebih banyak
B. menghasilkan keturunan yang lebih baik
C. bersaing dengan makhluk hidup yang lainnya
D. bertahan hidup dan tetap lestari
2
3
4
5
6
7
8
9
Untuk menjaga kelangsungan hidupnya, banyak hewan kutub di musim dingin melakukan
A. hibernasi B. reproduksi C. adaptasi D. estivasi
10
Pertemuan ke-2
1. Metode dan bentuk instrumen
Metode Bentuk
Penilaian Keaktifan
Tes Tertulis
Lembar pengamatan keaktifan
Uraian
2. Instrumen
Rubrik penilaian sikap (sama dengan di atas)
Tes Tertulis
1. Apa yang dimaksud dengan seleksi alam?
2. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya seleksi alam!
3. Badak bercula satu hamper punah karena selain hanitatnya rusak juga disebabkan
4. Apa ada hubungan antara banyaknya belalang hijau yang hidup di sawah dengan warna
daun padi yang hijau?
Pertemuan ke-3
1. Metode dan bentuk instrumen
Metode Bentuk
Penilaian Keaktifan
Penilaian Produk
Tes Tertulis
Lembar pengamatan keaktifan
Lembar penilaian produk
Uraian
2. Instrumen
Rubrik penilaian produk
No Aspek yang dinilai Penilaian
3 2 1
1 Menulis laporan / resume
2 Materi sesuai dengan referensi
3 Tepat waktu dalam mengumpulkan tugas
4 Presentasi hasil diskusi
Tes tertulis
Indikator Penilaian
Teknik
Penilaian
Bentuk
Intrumen Intrumen
Siswa dapat menyebutkan cara
perkembangbikan arbei
Siswa dapat menyebutkan jenis
perkembangbiakan
Tertulis
Tertulis
Isian
Isian
Pegagan dan arbei berkembang biak
dengan.
Perkembangbiakan yang tidak
melibatkan sel-sel kelamin disebut .
Mengetahui,
Kepala Madrasah,
Drs. Wawan Sholeh Setiawan, M.Pd
NIP. 19651204 198503 1001
Subang, Agustus 2014
Yanto Abdulah, S.Si
NIP. 19810318 200604 1001
LEMBAR KERJA SELEKSI ALAM
Tujuan
Mengetahui dan memahami hubungan antara seleksi alam dan proses adaptasi.
Alat dan Bahan :
1. Potongan kertas berbentuk lingkaran atau kotak 2 X 2 cm.
a. Warna hijau : 100 buah
b. Warna kuning : 100 buah
c. Warna hitam : 100 buah
d. Warna putih : 100 buah
2. Kotak kertas atau kantong plastic.
3. Tali raffia 2 meter.
4. Arloji atau stopwatch.
5. Lapangan rumput atau halaman sekolah.
Cara Kerja :
1. Buatlah batas ploting pada lapangan rumuput dengan ukuran 1 m
2
dengan pembatas tali
raffia.
2. Campurkan dengan rata keempat warna, kemudian taburkan secara rata pada petak plating.
3. Kemudian ambil kertas tadi dengan waktu satu menit, sebelumnya tentukan siapa pengambil,
siapa pencatat waktu, dan tabulasi data.
4. Ulangi langkah nomor 3 dan nomor 5 kali ulangan lalu memasukan data pengambilan pada
table berikut ini yang anda salin di buku tugas.
5. Buatlah grafik polygon atau diagram dari hasil pengamatan tersebut.
6. Presentasikan hasil percobaan di depan kelas dengan metode diskusi kelompok.
7.
Tabel Pengamatan
Urutan
Jumlah kertas warna
Hijau Kuning Hitam Putih
Awal Hasil Sisa Awal Hasil Sisa Awal Hasil Sisa Awal Hasil Sisa
1
2
3
4
Total
Bahan Diskusi :
1. Kertas warna apa yang paling banyak terambil? Beri penjelasan mengapa demikian!
Jawab :
2. Kertas waran apa yang paling sedikit terambil? Beri penjelasan yang tepat !
Jawab :
3. Warna apa yang paling sedikit tersisa? Beri penjelasan yang tepat !
Jawab :
4. Warna apa yang paling banyak tersisa? Beri penjelasan yang tepat !
Jawab : Putih, karena paling banyak terambil.
5. Bagaimana perbandingan jumlah kertas yang terambil maupun yang tersisa untuk setiap
urutan makin banyak atau sedikit ? Mengapa terjadi demikian?
Jawab :
6. Dalam percobaan ini kertas menggambarkan apa ? Pengambilan kertas menggambarkan apa ?
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SEKOLAH : MTs NEGERI SUBANG
MATA PELAJARAN : ILMU PENGETAHUAN ALAM
KELAS / SEMESTER : 9 / 1
WAKTU : 2 x 40 MENIT
A. Standar Kompetensi :
2. Memahami kelangsungan hidup makhluk hidup
B. Kompetensi Dasar :
2.2. Mendeskripsikan konsep pewarisan sifat pada makhluk hidup.
C. Indikator :
Mendeskripsikan materi genetis yang bertanggungjawab dalam pewarisan sifat (gen, kromosom )
Membedakan pengertian sifat dominan, resesif dan sifat intermediet
D. Tujuan Pembelajaran
1. Melalui studi litertur dan tanya jawab peserta didik mendeskripsikan materi genetis yang
bertanggung jawab dalam pewarisan sifat.
2. Dengan mengamati video dan studi literatur peserta didika dapat menjelaskan pengertian gen,
DNA dan kromosom
3. Melalui tanya jawab dan penyelesaian masalah peserta didik dapat membedakan tentang sifat
dominan, resesif dan intermediet
E. Materi Pembelajaran :
1. Pewarisan sifat pada organisme
Materi genetis yang bertanggung jawab dalam
pewarisan sifat kepada keturunannya adalah gen dan
kromosom. Ilmu yang mempelajari cara-cara
perwarisan sifat seperti ini disebut genetika.
Gen ialah suatu substansi kimia dalam kromosom yang
bertanggung jawab terhadap pewarisan sifat organisme.
Istilah gen pertama kali dikemukakan oleh W. Johansen.
Fungsi gen antara lain sebagai berikut.
1. Mengatur perkembangan dan metabolisme individu.
2. Menyampaikan informasi genetik ke generasi brktnya.
3. Sebagai zarah tersendiri dalam kromosom.
Gen berperan untuk menentukan pewarisan sifat seperti
rasa, warna, dan bentuk.
Setiap gen menduduki tempat tertentu dalam
kromosom yang dinamakan lokus gen.
Gen dominan (yang mengalahkan gen lain) dinyatakan
dengan huruf besar dan resesif (gen yang dikalahkan
gen yang lain) dinyatakan dengan huruf kecil.
Sebagai contoh, pada tanaman ercis dapat dinyatakan
T = simbol untuk gen yang menentukan batang tinggi;
t = simbol untuk gen yang menentukan batang rendah
Fenotif : sifat yang tampak.
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015

F. Langkah-Langkah Pembelajaran :
1. Model Pembelajaran : Cooperative Learning
2. Metode Pembalajaran : Ceramah, diskusi kelompok
3. Langkah-langkah
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu
Pendahuluan
Motivasi
Mengapa wajah manusia berbeda-beda bentuknya walaupun
berasal dari satu keluarga?
Guru menyampaikan indikator yang harus dicapai
10 menit
Kegiatan inti
a. Eksplorasi
Secara klasikal Guru menjelaskan tentang materi genetis yang
bertanggung jawab dalam pewarisan sifat .
b. Elaborasi
- Guru membimbing siswa dalam pembentukan kelompok
- Peserta didik diminta melakukan kegiatan 3.1 pada Buku
IPA-Wasis hal. 63
- Peserta didik melaksanakan diskusi tentang
kromosom,gen,dominan, resesif dan intermediet
- Guru membimbing peserta didik dalam melaksanakan
diskusi kelas
c. Konfirmasi
- Siswa membuat kesimpulan dari diskusi
- Guru memberikan kesempatan tanya jawab.
- Guru memberikan kuis
60 menit
Penutup
Guru menginformasikan materi berikutnya tentang persilangan
monohibrid
10 menit
G. Sumber Pembelajaran :
1. Wasis, Irianto Sugeng. 2009. IPA Jilid 3 untuk SMP dan MTs kelas IX. Jakarta: Pusat Perbukuan
Departemen Pendidikan Nasional.
2. Wariyono, Sukis. 2008. Mari Belajar Ilmu Alam Sekitar Panduan Belajar IPA Terpadu untuk
SMP/Mts. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
H. Penilaian
1. Metode dan bentuk instrumen
Metode Bentuk
Penilaian Keaktifan
Tes Tertulis
Lembar pengamatan keaktifan
Pilihan ganda
2. Instrumen
Rubrik penilaian sikap
Keterangan deskriptor:
1 = mau mengajukan pertanyaan tentang materi/konsep yang belum dimengerti
2 = mau berdiskusi dan bekerja sama
3 = mau menjawab pertanyaan guru/teman
4 = mau mengemukakan ide-ide
5 = mau melaporkan hasil kerja kelompok tanpa ditunjuk
Kategori deskriptor: 5: sangat baik, 4: baik, 3: cukup, 2: kurang, 1: sangat kurang
Tes Tulis
Indikator Penilaian
Teknik
Penilaian
Bentuk
Intrumen Intrumen
Siswa dapat menyebutkan
pengertian heterozigot
Siswa dapat menyebutkan
pengertian intermediet
Tertulis
Tertulis
Pilihan
Ganda
Pilihan
Ganda
Genotip yang memiliki pasangan
alel yang berbeda sama disebut
a. Zigot
b. Heterozigot
c. Homozigot
d. Polizigot
Pada persilangan Mirabilis jalapa
merah dengan putih dihasilkan
Mirabilis jalapa merah muda. Sifat
campuran ini disebut .
a. Intermediet
b. Dominan
c. Resesif
d. Fenotipe
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
Siswa dapat menyebutkan
pengertian fenotipe
Siswa dapat menyebutkan
contoh fenotipe
Siswa dapat menyebutkan
pengertian resesif
Tertulis
Tertulis
Tertulis
Pilihan
Ganda
Pilihan
Ganda
Pilihan
Ganda
Fenotipe merupakan hasil
perpaduan dari .
a. Faktor-faktor yang sulit
diamati
b. Faktor umur dan
lingkungan
c. Genotype dan faktor umur
d. Genotype dan faktor
lingkungan
Berikut ini yang bukan merupakan
contoh fenotipe adalah
a. bentuk tubuh
b. jumlah hormon
c. warna kulit
d. bentuk hidung
Dalam suatu pembastaran sifat
resesif tidak muncul pada fenotipe
keturunannya,sebab.
a. Sifat resesif berkurang
pengaruhnya
b. Sifat resesif adalah susunan
homozigot
c. Sifat dominan mematikan
sifat resesif
d. Sifat resesif alel dengan
sifat dominan
Kunci Jawaban
No Jawaban
Skor
Nilai
1 B 1
2 A 1
3 D 1
4 B 1
5 C 1
Jumlah skor maksimum 5
Mengetahui,
Kepala Madrasah,
Drs. Wawan Sholeh Setiawan, M.Pd
NIP. 19651204 198503 1001
Subang, Agustus 2014
Yanto Abdulah, S.Si
NIP. 19810318 200604 1001
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SEKOLAH : MTs NEGERI SUBANG
MATA PELAJARAN : ILMU PENGETAHUAN ALAM
KELAS / SEMESTER : 9 / 1
WAKTU : 2 x 40 MENIT
A. Standar Kompetensi :
2. Memahami kelangsungan hidup makhluk hidup
B. Kompetensi Dasar :
2.3. Mendeskripsikan proses pewarisan dan hasil pewarisan sifat beserta penetapannya
C. Indikator :
Menentukan gamet dari genotip tetua/induk
Menentukan rasio hasil persilangan monohibrida dan dihibrid melalui bagan
D. Tujuan Pembelajaran
1. Melalui observasi peserta didik dapat menyebutkan genotip induk
2. Melalui diskusi peserta didik Menyebutkan rasio persilangan monohibrid dan dihibrid melalui
bagan
E. Materi Pembelajaran :
1. Persilangan Monohibrid
2. Persilangan Dihibrid
F. Langkah-Langkah Pembelajaran :
1. Model Pembelajaran : Cooperative Learning
2. Metode Pembalajaran : Ceramah, diskusi kelompok,Eksperimen
3. Langkah-langkah
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu Metode
Pendahuluan - Guru memberi salam
- Guru memberi motivasi kepada siswa
- Guru menyampaikan indikator yang akan
dicapai
10 menit Ceramah
Kegiatan Inti a. Eksplorasi
Secara klasikal Guru menjelaskan persilangan
monohibrid.
b. Elaborasi
- Guru membimbing siswa dalam pembentukan
kelompok
- Guru membagikan lembar kerja
- Peserta didik melaksanakan diskusi dan
menyelesaikan lembar kerja
- Guru membimbing peserta didik dalam
melaksanakan diskusi kelas
c. Konfirmasi
- Guru bersama peserta didik membuat
kesimpulan tentang rasio persilangan
monohibrid.
60 menit Eksperimen
Diskusi
Penutup - Guru menanyakan kepada siswa materi mana
yang belum dipahami
- Guru meberikan soal kuis persilangan
monohibrid
- Guru memberi tugas peserta didik untuk
mempelajari persilangan dihibrid dikerjakan di
rumah
10 menit Tanya jawab
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
G. Sumber Pembelajaran :
Wasis, Irianto Sugeng. 2009. IPA Jilid 3 untuk SMP dan MTs kelas IX. Jakarta: Pusat Perbukuan
Departemen Pendidikan Nasional.
Wariyono, Sukis. 2008. Mari Belajar Ilmu Alam Sekitar Panduan Belajar IPA Terpadu untuk SMP/Mts.
Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
H. Penilaian
Indikator Penilaian
Teknik
Penilaian
Bentuk
Intrumen Instrumen
Siswa dapat menyebutkan
perbandingan fenotip
pada persilangan
monohybrid
Siswa dapat menyebutkan
perbandingan genotip
pada persilangan dihibrid
Tertulis
Tertulis
Uraian
Uraian
Perhatikan diagram persilangan antara
individu bergenotip Bb dengan Bb
berikut
B b
B BB Bb
b Bb bb
Sifat B (bulat) dominan dan sifat b
(keriput). Berdasarkan diagram di
atas,perbandingan fenotip pada
persilangan tersebut adalah .
Perhatikan bagan persilangan berikut!
P : BbKk ><
bbkk
Gamet : BK, Bk, bk bk
Hasil perbandingan genotip pada
persilangan tersebut adalah.
Kunci Jawaban
No Jawaban
Skor
Nilai
1 Bulat : keriput = 3 : 1 5
2 BbKk : Bbkk : bbKk : bbkk = 1 : 1 : 1 : 1 5
Jumlah skor maksimum 10
Mengetahui,
Kepala Madrasah,
Drs. Wawan Sholeh Setiawan, M.Pd
NIP. 19651204 198503 1001
Subang, Agustus 2014
Yanto Abdulah, S.Si
NIP. 19810318 200604 1001
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SEKOLAH : MTs NEGERI SUBANG
MATA PELAJARAN : ILMU PENGETAHUAN ALAM
KELAS / SEMESTER : 9 / 2
WAKTU : 2 x 40 MENIT
A. Standar Kompetensi :
2. Memahami kelangsungan hidup makhlukhidup
B. Kompetensi Dasar :
2.3. Mendeskripsikan proses pewarisan dan hasil pewarisan sifat beserta penerapannya
C. Indikator :
Menentukan macam fenotif pada F2 hasil suatu persilangan dengan monohibrid dan dihibrid
D. Tujuan Pembelajaran
Menyebutkan macam fenotif pada F2
E. Materi Pembelajaran :
Persilangan Monohibrid dan dihibrid
F. Langkah-Langkah Pembelajaran :
1. Model Pembelajaran : Cooperative Learning
2. Metode Pembalajaran : Ceramah, diskusi kelompok
3. Langkah-langkah
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu Metode
Pendahuluan - Guru memberi salam
- Guru memeriksa dan membahas PR
- Guru menyampaikan indikator yang akan
dicapai
10 menit Ceramah
Kegiatan Inti Eksplorasi
Secara klasikal Guru menjelaskan persilangan
dihibrid.
Elaborasi
- Guru membimbing siswa dalam pembentukan
kelompok
- Guru membagikan lembar kerja kegiatan 5.1
percobaan dihibrid
- Peserta didik melaksanakan diskusi dan
melakukan percobaan persilangan dihibrid
- Guru membimbing peserta didik dalam
melaksanakan diskusi kelas
Konfirmasi
- Guru bersama peserta didik membuat
kesimpulan tentang rasio persilangan dihibrid.
60 menit Eksperimen
Diskusi
Penutup - Guru menanyakan kepada siswa materi mana
yang belum dipahami
- Guru meberikan soal kuis persilangan dihibrid
10 menit Tanya jawab
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
G. Sumber Pembelajaran :
Wasis, Irianto Sugeng. 2009. IPA Jilid 3 untuk SMP dan MTs kelas IX. Jakarta: Pusat Perbukuan
Departemen Pendidikan Nasional.
Wariyono, Sukis. 2008. Mari Belajar Ilmu Alam Sekitar Panduan Belajar IPA Terpadu untuk SMP/Mts.
Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
H. Penilaian
Indikator Penilaian
Teknik
Penilaian
Bentuk
Intrumen Instrumen
Siswa dapat menentukan
perbandingan Fenotif F2
pada persilangan dihibrid
Tes
Tertulis
Uraian Tentukan Fenotif F2 dari persilangan
antara kacang ercis biji bulat kuning
dengan kacang ercis biji keriput hijau
Kunci Jawaban
No Jawaban
Skor
Nilai
P1 : ercis biji bulat kuning >< ercis biji keriput hijau
BBKK
bbkk
Gamet : BK, BK bk, bk
F1 : BbKk ( Bulat Kuning )
P2 : BbKk >< BbKk
Gamet : BK, Bk, bK, bk BK, Bk, bK, bk
F2 :
Gamet BK Bk bK bk
BK
Bk
bK
bk
BBKK
BBKk
BbKK
BbKk
BBKk
BBkk
BbKk
Bbkk
BbKK
BbKk
bbKK
bbKk
BbKk
Bbkk
bbKk
bbkk
BBKK, BBKk, BbKK, BbKk, BBKk ,BbKk, BbKK, BbKk, BbKk = bulat kuning
BBkk, Bbkk, Bbkk = bulat hijau
bbKK, bbKk,bbKk = keriput kuning
bbkk = keriput hijau
Perbandingan fenotipe = bulat kuning : bulat hijau : keriput kuning :
keriput hijau = 9: 3 : 3 : 1
Jumlah skor maksimum
Mengetahui,
Kepala Madrasah,
Drs. Wawan Sholeh Setiawan, M.Pd
NIP. 19651204 198503 1001
Subang, Agustus 2014
Yanto Abdulah, S.Si
NIP. 19810318 200604 1001
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SEKOLAH : MTs NEGERI SUBANG
MATA PELAJARAN : ILMU PENGETAHUAN ALAM
KELAS / SEMESTER : 9 / 2
WAKTU : 2 x 40 MENIT
A. Standar Kompetensi :
4. Memahami kelangsungan hidup makhluk hidup
B. Kompetensi Dasar :
2.4 Mendeskripsikan peran bioteknologi dalam mendukung kelangsungan hidup manusia melalui
peningkatan produksi pangan
C. Indikator :
Mendefinisikan pengertian bioteknologi
Mendeskripsikan keuntungan pemanfaatan bioteknologi dalam produksi pangan
D. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menjelaskan pengertian bioteknologi
2. Siswa dapat menyebutkan keuntungan pemanfaatan bioteknologi dalam produksi pangan
E. Materi Pembelajaran
1. Bioteknologi
2. Pemanfaatan bioteknologi
F. Langkah-Langkah Pembelajaran
1. Model Pembelajaran : Cooperative Learning
2. Metode Pembalajaran : Ceramah, diskusi kelompok,tanya jawab
3. Langkah-langkah
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu
Pendahuluan
- Guru memberi salam
- Guru memberi pertanyaan awal untuk siswa memotivasi
siswa mulai aktif dalam pembelajaran
- Guru menyampaikan indikator yang akan dicapai
10 menit
Kegiatan Inti
a. Eksplorasi
- Guru menjelaskan pengertian bioteknologi
b. Elaborasi
- Siswa secara berkelompok untuk mendiskusikan
pemanfaatan bioteknologi
- Meminta siswa salah satu kelompok diskusi untuk
mempresentasikan hasilnya ditanggapi kelompok
diskusi lain
- Membimbing diskusi kelas dan memberi penjelasan
- Memberikan penghargaan pada kelompok dengan
kinerja baik
c. Konfirmasi
- Membimbing siswa merangkum pelajaran
- Uji Kompetnsi lisan
60 menit
Penutup
a. Guru menanyakan pada siswa tentang materi yang
belum dipahami kemudian guru menjelaskannya
b. Guru memberi PR
10 menit
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
G. Sumber Pembelajaran :
Wasis, Irianto Sugeng. 2009. IPA Jilid 3 untuk SMP dan MTs kelas IX. Jakarta: Pusat Perbukuan
Departemen Pendidikan Nasional.
Wariyono, Sukis. 2008. Mari Belajar Ilmu Alam Sekitar Panduan Belajar IPA Terpadu untuk SMP/Mts.
Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
H. Penilaian
Indikator Penilaian
Teknik
Penilaian
Bentuk
Intrumen Instrumen
Siswa dapat menjelaskan
pengertian bioteknologi
Siswa dapat menyebutkan
keuntungan bioteknologi
dalam produksi pangan
Tes
tertulis
Tes
Tertulis
Uraian
Uraian
Jelaskan pengertian bioteknologi !
Sebutkan keuntungan
bioteknologi dalam produksi
pangan
Kunci Jawaban
No Jawaban
Skor
Nilai
1 Bioteknologi adalah pemanfaatan organisme dana agen-agen biologi
untuk menghasilkan barang atau jasa untuk kepentingan manusia
5
2 Dalampembuatan keju, mentega,yoghurt, tape, tauco,roti Nata de
coco,kecap
5
Jumlah skor maksimum 10
Mengetahui,
Kepala Madrasah,
Drs. Wawan Sholeh Setiawan, M.Pd
NIP. 19651204 198503 1001
Subang, Agustus 2014
Yanto Abdulah, S.Si
NIP. 19810318 200604 1001
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SEKOLAH : MTs NEGERI SUBANG
MATA PELAJARAN : ILMU PENGETAHUAN ALAM
KELAS / SEMESTER : 9 / 1
WAKTU : 2 x 40 MENIT
A. Standar Kompetensi :
2. Memahami kelangsungan hidup makhluk hidup
B. Kompetensi Dasar :
2.4 Mendeskripsikan peran bioteknologi dalam mendukung kelangsungan hidup manusia melalui
peningkatan produksi pangan
C. Indikator :
Mendata produk-produk bioteknologi konvensional dan modern dilingkungan sekitarnya
Membuat produk bioteknologi sederhana yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari
(membuat tempe,fermentasi sari buah, penanaman secara hidroponik dan aeroponik)
D. Tujuan Pembelajaran
1. Melalui studi literatur dan tanya jawab siswa dapat menyebutkan produk-produk bioteknologi
konvensional dan modern dilingkungan sekitarnya
2. Melalui percobaan siswa dapat membuat tempe/tape
E. Materi Pembelajaran
1. Produk Bioteknologi
2. Cara membuat tape/tempe
F. Langkah-Langkah Pembelajaran
1. Model Pembelajaran : Cooperative Learning
2. Metode Pembalajaran : Ceramah, diskusi kelompok,tanya jawab,eksperimen
3. Langkah-langkah
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu
Pendahuluan
- Guru memberi salam
- Guru memberi pertanyaan awal untuk siswa memotivasi siswa
mulai aktif dalam pembelajaran
- Guru menyampaikan indikator yang akan dicapai
5 menit
Kegiatan Inti
a. Eksplorasi
- Guru bertanya kepada siswa pernahkah melihat caran pembuatan
tempe/tape
- Menjelaskan proses pembuatan tempe dan tape
b. Elaborasi
- Siswa berkelompok untuk berdiskusi bagaimana cara membuat
tempe/tape
- Guru meminta kelompok siswa untuk memaparkan hasil
diskusinya masing-masing
- Guru memberi penghargaan kepada kelompok yang hasil
diskusinya paling bagus
c. Konfirmasi
- Guru bersama siswa membuat rangkuman tentang cara
pembuatan tape/tempe
- Guru bersama siswa membuat rangkuman produk-produk
konvensional dan moderndari lingkungan sekitar
- Guru mengevaluasi dengan pertanyaan lisan
70 menit
Penutup - Gurumemberi tugas pada setiap kelompok untuk membuat tape
5 menit
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
G. Sumber Pembelajaran :
Wasis, Irianto Sugeng. 2009. IPA Jilid 3 untuk SMP dan MTs kelas IX. Jakarta: Pusat Perbukuan
Departemen Pendidikan Nasional.
Wariyono, Sukis. 2008. Mari Belajar Ilmu Alam Sekitar Panduan Belajar IPA Terpadu untuk SMP/Mts.
Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
H. Penilaian
Indikator Penilaian
Teknik
Penilaian
Bentuk
Instrumen Instrumen
Siswa dapat membuat tapai Tes
Praktek
Tes Uji petik
Kerja
Buatlah tapai dari ketan !
Kunci Jawaban
No Jawaban
Skor
Nilai
A. Alat dan Bahan
1. Beras Ketan
4. Panci
2. Ragi Tapai ( Saccharomyces cerevisiae ) 5. Kompor
3. daun / daun
6. Nampan
B. Cara kerja
1. Beras ketan dikukus hingga matang
2. Bila sudah dingin,taburkan ragi secara merata
3. Masukkan dalam wadah yang tertutup rapat
4. Biarkan selama 2 3 hari
10
Jumlah skor maksimum 10
Mengetahui,
Kepala Madrasah,
Drs. Wawan Sholeh Setiawan, M.Pd
NIP. 19651204 198503 1001
Subang, Agustus 2014
Yanto Abdulah, S.Si
NIP. 19810318 200604 1001
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : MTs Negeri Subang
Mata Pelajaran : IPA-Fisika
Kelas/Semester : IX / 5
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit
Konsep : Listrik Statis
Standar Kompetensi : 3. Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam
kehidupan sehari-hari.
Kompetensi Dasar : 3.1 Mendeskripsikan muatan listrik untuk memahami gejala-gejala
listrik statis serta kaitannya dalam kehidupan sehari-hari
Indikator : Kognitif
Produk
Mendeskripsikan pengertian listrik statis
Memformulasikan Hukum Coulomb
Melakukan percobaan untuk menyelidiki interaksi antar
benda-benda bermuatan.
Mengaplikasikan gejala listrik statis dalam kehidupan sehari-
hari
Proses
Melakukan percobaan untuk menyelidiki interaksi antar
benda-benda bermuatan, meliputi: Merumuskan masalah,
merumuskan hipotesis, mengidentifikasi variabel-variabel,
menyusun data percobaan, menganalisis data dan
menyimpulkan.
Psikomotor
Melakukan percobaan interaksi antar benda-benda
bermuatan
Melakukan observasi dengan baik
Afektif
a
.
Karakter : berpikir kreatif, kritis, dan logis; bekerja
teliti, jujur, dan bertanggung jawab, peduli,
serta berperilaku santun.
b
.
Keterampi
lan sosial
: bekerjasama, menyampaikan pendapat,
menjadi pendengar yang baik, dan
menanggapi pendapat orang lain.
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Kognitif
a. Produk
a. Melalui observasi peserta didik dapat menjelaskan pengertian listrik statis
dengan benar
b. Melalui diskusi dan tanya jawab peserta didik dapat memformulasikan
Hukum Columb
c. Dengan melakukan percobaan peserta didik mampu menyelidiki interaksi
antar benda-benda bermuatan dan mengaplikasikan gejala listrik statis
dalam kehidupan sehari-hari
b. Proses
Disediakan seperangkat alat percobaan listrik statis, siswa dapat melakukan
percobaan untuk menyelidiki interaksi antar benda-benda bermuatan sesuai
dengan rincian tugas yang ditentukan di LKS meliputi:Merumuskan masalah,
merumuskan hipotesis, mengidentifikasi variabel-variabel, menyusun data
percobaan, menganalisis data dan menyimpulkan.
2. Psikomotor
a. Peserta didik terampil melakukan percobaan listrik statis
b. Pserta didik dapat mengobservasi dengan baik
3. Afektif
a. Terlibat aktif dalam pembelajaran dan menunjukkan karakter berpikir kreatif,
kritis, dan logis; bekerja teliti, jujur, dan berperilaku santun.
b. Bekerjasama dalam kegiatan praktik dan aktif menyampaikan pendapat, menjadi
pendengar yang baik, dan menanggapi pendapat orang lain dalam diskusi.
B. MATERI PEMBELAJARAN
Listrik statis terjadi karena adanya loncatan atau perpindahan muatan. Loncatan
muatan listrik terjadi pada saat muatan listrik bergerak secara bersama-sama.
Kejadian inilah yang disebut pengosongan listrik statis. Petir merupakan salah satu
contoh proses pengosongan. Pengosongan terjadi apabila tersedia suatu jalan bagi
elektron-elektron untuk mengalir dari suatu benda bermuatan ke benda lain.
Perpindahan muatan listrik statis dari suatu benda ke benda lain disebut penetralan
atau pengosongan muatan statis. Pengosongan itu lazim juga disebut pentanahan,
karena muatan itu sering dikosongkan dengan cara menyalurkan ke tanah.
Benda tidak bermuatan, dapat menjadi bermuatan dengan cara digosok. Perhatikan tabel:
Bahan Muatan setelah digosok Penyebab
Plastik dan Wol Plastik (-) Wol (+) Elektron dari wol berpindah ke plastik,
sehingga plastik menjadi kelebihan
elektron
Kaca dan Sutra Kaca (+) Sutra (-) Elektron dari kaca berpindah ke sutra,
sehingga kaca menjadi kekurangan
elektron
ELEKTROSKOP
Elektroskop adalah suatu piranti yang dapat
digunakan untuk mendeteksi muatan. Apabila
benda yang bermuatan positif didekatkan
ke bola logam, maka pemisahan muatan
terjadi melalui induksi, elektron-elektron ditarik menuju bola, sehingga kedua daun
elektroskop bermuatan positif dan saling tolak-menolak. (gambar 6.7a). proses
demikian disebut memuati dengan cara induksi. Sedangkan jika bola dimuati dengan
cara konduksi, maka bola logam konduktor, dan kedua daun elektroskopmemperoleh
muatan positif karena ditinggalkan elektron-elektron yang bergerak menuju benda
bermuatan positif tersebut, sebagaimana ditunjukkan oleh (gambar 6.7b). Pada setiap
kasus, makin besar muatan, maka makin lebar pemisahan daun-daun elektron.
C. MODEL DAN METODE PERCOBAAN
Model Pembelajaran : PBI (Problem Based Instuction)
Metode Pembelajaran : Diskusi, tanya jawab.
D. SUMBER BELAJAR
1. Buku siswa
2. LKS
E. ALAT/BAHAN
1. Kain wol
2. Kain sutera
3. Penggaris plastik
4. Kaca
5. Benang
F. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
1. Pendahuluan ( 5 menit)
a. Guru memotivasi siswa dengan menggosokkan sisir ke rambut. Kemudian
mendekatkan sisir ke kertas tisu. Dari kegiatan di atas guru bertanya, Apa yang
terjadi? Mengapa potongan kertas tisu dapat menempel pada sisir?
b. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran listrik statis dan diharap siswa dapat
memahami pengertian listrik statis, dapat memformulasikan hukum Coloumb,
dapat menyelidiki interaksi antar benda-benda bermuatan dan mengaplikasikan
listrik statis dalam kehidupan sehari-hari.
2. Kegiatan Inti
Tahap Deskripsi Kegiatan Waktu
Orientasi Guru mengorientasikan siswa pada masalah:
Listrik memiliki muatan-muatan positif dan
negatif dan merupakan sesuatu yang abstrak.
Namun keberadaannya dapat kita rasakan.
Sungguh sangat menarik jika kita dapat
melakukan kegiatan mendeteksi muatan listrik.
5 menit
Salah satu alat yang digunakan untuk mendeteksi
suatu muatan adalah elektroskop. Bagaimana
cara
membuat alat elektroskop sederhana dan apa
yang terjadi pada daun elektroskop jika
didekatkan dengan benda positif dan negatif?
Megorganisasikan
siswa
Guru membagi siswa menjadi tiga kelompok
dan membagikan materi berupa handout
tentang listrik statis dan LKS.
Guru meminta siswa merumuskan masalah
dan hipotesis sesuai dengan LKS pada
masing-masing kolompok.
Masalah: Bagaimana cara membuat alat
elektroskop sederhana dan apa yang terjadi
pada daun elektroskop jika didekatkan
dengan benda positif dan negatif?
Hipotesis: jika didekatkan dengan benda
bermuatan positif pada elektrokop negatif,
maka daun elektroskop semakin menyempit.
Sedangkan jika didekatkan dengan benda
bermuatan negatif, maka daun elektroskop
semakin melebar.
15
menit
Observasi Guru membimbing siswa merencankan
percobaan merancang dan menguji hipotesis
40 menit
sesuai LKS.
Menganalisis dan
mengevaluasi
Guru membimbing siswa menjawab masalah
dan menyajikan hasil hipotesis percobaan
sesuai rencana masing-masing kelompok.
Jawaban masalah: ketika didekatkan dengan
benda bermuatan positif, elektroskop yang
bermuatan negatif, daunnya semakin menyempit.
Sedangkan ketika didekatkan dengan benda
bermuatan negatif, daun elektroskop semakin
melebar.
Guru membimbing siswa menganalisis
proses dan hasil percobaan serta
mengevaluasi keberhasilan percobaan siswa
secara menyeluruh.
10 menit
3. Penutup (15 menit)
1. Siswa bersama guru bersama-sama merumuskan hasil pembelajaran listrik statis
2. Guru memberikan evaluasi kepada siswa sebagai pemantapan pemahaman.
G. PENILAIAN
1. Penilaian Psikomotor
2. Penilaian Afektif
I. PENILAIAN AFEKTIF
No. Keterampilan
Penilaian
1 2 3 4
1. Mengutarakan pendapat
2. Menjawab pertanyaan dengan benar
3. Menyikapi pendapat orang lain
4. Kerjasama kelompok
5. Menyimpulkan hasil percobaan
Skor Total
Rubrik Penilaian
Aspek yang diamati
Skor
Mengutarakan
pendapat
1. Tidak berpendapat sama sekali
2. Mencoba mengutarakan pendapat tetapi belum mendapat
kesempatan.
3. Mengutarakan pendapat tidak begitu jelas.
4. Mengutarakan pendapat dengan baik dan jelas
Menjawab pertanyaan
dengan benar
1. Tidak menjawab sama sekali
2. Sudah menjawab, tetapi salah, dan mengikuti aturan.
3. Sudah menjawab, hampir benar / kurang tepat, dan mengikuti
aturan.
4. Menjawab dengan benar dan jelas serta mengikuti aturan.
Menyikapi pendapat
orang lain
1. Mendengarkan tetapi mencela pendapat teman.
2. Memotong pembicaraan teman yang mengeluarkan pendapat.
3. Mendengarkan pendapat teman dan menghargainya.
4. Mendengarkan dan dapat menanggapi dengan sopan.
Kerja sama 1. Tidak kompak dan saling menyalahkan teman jika jawaban salah.
2. Tidak kompak dan tidak menyalahkan teman jika jawaban salah.
3. Kurang kompak dan tidak menyalahkan teman jika jawaban salah.
4. Sangat kompak dan tidak menyalahkan teman jika jawaban salah.
Menyimpulkan hasil
diskusi
1. Tidak jelas apa yang disampaikan, terlalu panjang lebar dan
menyimpang dan menyimpang dari yang didiskusikan.
2. Tidak jelas apa yang disampaikan, terlalu panjang lebar tetapi tidak
menyimpang dari yang didiskusikan
3. Jelas terlalu panjang lebar tetapi tidak menyimpang dari yang
didiskusikan
4. Padat dan jelas tidak menyimpang dari yang didiskusikan
II. PENILAIAN PSIKOMOTOR
No. Keterampilan
Penilaian
1 2 3 4
1. Persiapan alat untu percobaan
2. Merangkai alat
3. Melakukan percobaan
4. Mengamati percobaan
5. Merapikan peralatan percobaan
Skor Total
Rubrik Penilaian
Aspek yang diamati
Skor
Persiapan alat untuk
percobaan
1. alat tidak lengkap dan tidak sesuai dengan percobaan yang akan
dilakukan
2. alat kurang lengkap dan tidak sesuai dengan percobaan yang akan
dilakukan.
3. alat tertinggal satu dan sesuai dengan percobaan yang akan
dilakukan
4. alat lengkap dan sesuai dengan percobaan yang akan dilakukan
Merangkai Alat 1. Tidak sesuai dengan prosedur dalam percobaan
2. Kurang sesuai dengan prosedur dalam percobaan
3. Tepat sesuai dengan prosedur dalam percobaan
4. Tepat sesuai dengan prosedur dalam percobaan dan terampil, rapi
Melakukan Percobaan
1. Tidak mengikuti percobaan dan membuaat gaduh
2. Kurang aktif, kurang serius, dan ramai
3. Aktif, kurang serius dan tidak ramai
4. Aktif, serius dan tidak ramai
Mengamati
1. Tidak teliti dan tidak disertakan alasan dalam penyampaian hasilnya
2. kurang teliti dan penyampain hasilnya panjang lebar alasan kurang
tepat
3. Teliti dan penyampain hasilnya panjang lebar tetapi alasannya tepat
4. Sangat teliti dan penyampain hasilnya jelas, padat dengan alasan
yang tepat
Merapikan peralatan
percobaan
1. Tidak dikembalikan pada tempatnya,tidak lengkap dan ada
alat yang rusak
2. Tidak dikembalikan pada tempatnya, lengkap tetapi ada alat
yang rusak
3. Dikembalikan pada tempatnya, lengkap dan kurang rapi
4. Dikembalikan pada tempatnya, lengkap dan rapi
H. Sumber Pustaka
Wariyono, Sukis dan Yani Muharomah.2008. Mari Belajar Ilmu Alam 3 kelas IX.
Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
Ganawati, Dewi dkk. 2008. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Terpadu dan
Kontekstual kelas IX. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
Mengetahui,
Kepala Madrasah,
Drs. Wawan Sholeh Setiawan, M.Pd
NIP. 19651204 198503 1001
Subang, Agustus 2014
Yanto Abdulah, S.Si
NIP. 19810318 200604 1001
LEMBAR KERJA SISWA(LKS)
A. TUJUAN PERCOBAAN
1. Siswa dapat trampil merangkai alat
2. Siswa dapat trampil dalam kerja sama kelompok
B. RANCANGAN PERCOBAAN
C. ALAT DAN BAHAN
1. Penggaris
2. Kaca
3. Benang
4. Kain Wol
5. Kain Sutera
D. LANGKAH KERJA
1. Gantungkan salah satu penggaris plastik melalui seutas benang, kemudian gosoklah
salah satu ujung penggaris tersebut keras-keras dengan kain wol.
2. Sesaat kemudian, gosoklah penggaris yang lain pada salah satu ujungnya secara
secara keras dengan kain wol, dekatkan pada ujung penggaris pertama yang telah
digosok. Amati dan catatlah hasilnya pada tabel data.
3. Dengan cara yang sama, lakukanlah untuk batang kaca yang digosok dengan kain
sutera.
4. Sekarang gosoklah kembali salah satu ujung penggaris plastik yang telah digantung
tersebut dengan kain wol, kemudian gosoklah salah satu ujung batang kaca dengan
kain sutera dan dekatkan pada ujung penggaris bermuatan tersebut. Amati dan
catatlah hasilnya pada tabel data.
E. VARIABEL PERCOBAAN
1. Variabel manipulasi : bahan yang digantung dan jenis kain penggosok
2. Variabel kontrol : bahan yang didekatkan
3. Variabel respon : gerak dan arah penggaris dan kaca
F. HIPOTESIS
Semakin besar muatan, maka semakin lebar atau besar perpisahan (jarak) antara bahan
yang digantung dan yang didekatkan.
G. TABEL PERCOBAAN
No. Bahan yang digantung Jenis kain Arah gerak
1 Penggaris Wol
Sutera
2. Kaca Wol
Sutera
H. KESIMPULAN
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
LEMBAR EVALUASI SISWA (LES)
1. Apakah yang disebut listrik statis itu?
2. Muatan listrik statis terjadi di alam. Muatan itu juga dapat dibuat oleh manusia. Berikan
satu contoh listrik statis alamiah dan satu contoh listrik statis buatan.
3. Misalkan kamu baru saja mengisi sebuah sebuah elektroskop dengan batang gelas
bermuatan positif. Hipotesiskan apa yang akan terjadi jika kamu menyentuh lagi
elektroskop tersebut dengan benda lain bermuatan positif.
4. Berpikir Kritis. Seandainya Anda mengetes hukum Coulomb mengunakan bola plastik
bermuatan kecil, bola logam bermuatan besar 1/r
2
, kedua bola tersebut bermuatan
positif. Sesuai dengan hukum Coulomb, gaya bergantung pada r dengan jarak antara
kedua pusat bola. Ketika kedua bola didekatkan satu dengan yang lain, maka gaya
listrik akan semaki?
KUNCI JAWABAN
1. Listrik statis adalah adanya muataN listrik yang berpindah dari suatu benda ke
benda lain yang memiliki beda muatan.
2. Contoh listrik statis alamiah adalah terjadinya kilatan petir. Dan contoh listrik statis
buatan manusia adalah sisir yang dapat menarik potongan kertas tisu setelah
digosok-gosokkan ke rambut.
3. Maka daun elektroskop semakin menjauh (jarak antar keduanya semakin lebar)
4. Jika kedua bola didekatkan, maka gaya listrik yang dihasilkan akan menjadi lebih
besar
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : MTs Negeri Subang
Mata Pelajaran : IPA-Fisika
Kelas/Semester : IX / 5
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit
Konsep : Listrik Statis
Standar Kompetensi : 3. Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari.
Kompetensi Dasar : 3.2 Mendeskripsikan muatan listrik untuk memahami gejala-gejala
listrik statis serta kaitannya dalam kehidupan sehari-hari
Indikator : 1. Menentukan jenis muatan listrik.
2. Menjelaskan benda dapat bermuatan listrik bila dilakukan dengan
cara tertentu.
3. Memberi contoh peristiwa yang menghasilkan benda bermuatan
listrik.
4. Melakukan percobaan sederhana untuk menunjukkan sifat
muatan listrik.
5. Menjelaskan secara kwalitatif hubungan antara besar gaya
listrikNdan besar muatan listrik serta jarak antara benda
bermuatan listrik.
6. Menerapkan persamaan
r
q q
k F
2
2 1
.

:
A. Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat :
1. Melalui demontrasi dan observasi peserta didik dapat menjelaskan benda dapat bermuatan
listrik dan menentukan jenis muatan listrik
2. Melalui studi literatur dan tanya jawab peserta didik dapat memberi contoh peristiwa yang
menghasilkan benda bermuatan listrik.
3. Dengan melakukan percobaan sederhana peserta didik dapat menujukan sifat muatan
listrik.
4. Melalui diskusi dan tanya jawab peserta didik dapat menjelaskan secara kwalitatif
hubungan antara besar gaya listrikdan besar muatan listrik serta jarak antara benda
bermuatan listrik.
5. Melalui latihan soal peserta didik dapat Menerapkan persamaan
r
q q
k F
2
2 1
.

B. Materi Pembelajaran
Listrik statis
Benda bermuatan listrik
Partikel terkecil dari suatu benda disebut atom. Atom memiliki partikel subatom, terdiri atas
proton (+), elektron (-) dan neutron (tidak bermuata.
Benda bermuatan positif jika kekurangan elektron, bermuatan negatif jika kelebihan elektron,
dan bersifat netral apabila jumlah proton sama dengan jumlah elektron.
Membuat benda tidak bermuatan menjadi bermuatan listrik
Benda tidak bermuatan, dapat menjadi bermuatan dengan cara digosok. Perhatikan tabel:
Bahan Muatan setelah digosok Penyebab
Plastik dan Wol Plastik (-) Wol (+) Elektron dari wol berpindah ke plastik,
sehingga plastik menjadi kelebihan
elektron
Kaca dan Sutra Kaca (+) Sutra (-) Elektron dari kaca berpindah ke sutra,
sehingga kaca menjadi kekurangan
elektron
Dua benda dengan bermuatan sejenis tolak menolak dan berlawanan jenis tarik menarik.
Hukum Coulomb berbunyi: besar gaya tolak-menolak atau gaya tarik-menarik antara dua benda
bermuatan listrik, berbanding lurus dengan besar masing-masing muatan listrik dan berbanding
terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua benda bermuatan.
C. Metode Pembelajaran
1. Model : DI
2. Metode : Diskusi informasi dan demonstrasi
D. Langkah-langkah
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Motivasi / apersepsi
Apakah kamu pernah melihat kilat
.
2. Kegiatan Inti
a. Guru menyapaikan tujuan pembelajaran.
b. Guru membimbing siswa untuk membentuk kelompok
c. Secara berkelompok peserta didik mendiskusikan pengertian muatan listrik
d. Guru mendemontrasikan tentang terjadinya muatan listrik
e. Guru meminta siswa untuk mencoba medemontrasikan tentang terjadinya muatan listrik.
f. Siswa mengamati dan menuliskan hasil pengamatan ke dalam tabel pengamatan
g. Peserta didik menjawab pertanyaan.
h. Guru menginformasikan hubungan antara besar gaya listrik dan besar muatan listrik sertab
jarak antara benda bermuatan listrik.
i. Guru menginformasikan tentang rumus
r
q q
k F
2
2 1
.

3. Kegiatan Penutup
a. Guru bersama siswa membuat kesimpulan / rangkuman hasil belajar.
b. Guru memberikan tes untuk mengetahui daya serap materi yang baru saja dipelajari.
c. Guru memberikan tugas rumah.
E. Sumber Belajar
1. Buku siswa
Wariyono Sukis, dan Muharomah, Yani. 2008. Mari belajar ilmu alam sekitar 3: panduan belajar
IPA terpadu /untuk kelas IX SMP/MTs. Hal 247. Jakarta: Pusat Perbukuan Nasional
Departemen Pendidikan Nasional.
2. LKS
3. Alat praktikum.
F. Penilaian Hasil Belajar
3. Teknik Penilaian
Tes tertulis.
4. Bentuk Instrumen
Pilihan Ganda, test unjuk kerja
a. Instrumen tes Pilihan ganda
Soal
1. (Soal UN 2013)
2. Perhatikan gambar!
Setelah penggaris plastik digosok dengan kain wol maka aliran elektron dan muatan yang terjadi
pada penggaris plastik adalah.....
A. elektron mengalir dari penggaris plastik ke wol, penggaris plastik bermuatan negative
B. elektron mengalir dari penggaris plastik ke wol, penggaris plastik bermuatan positif
C. elektron mengalir dari wol ke penggaris plastik, penggaris plastik bermuatan positif
D. elektron mengalir dari wol ke penggaris plastik, penggaris plastik bermuatan negative
3. Apabila kedua benda di atas saling
digosokkan, maka batang kaca akan
bermuatan listrik positif, karena ....
A. elektron pindah dari kain sutra ke kaca
B. elektron pindah dari kaca ke kain sutra
C. proton pindah dari kain sutra ke kaca
D. proton pindah dari kaca ke kain sutra
4. Dua muatan masing-masing sebesar 6 10
-6
C terpisah pada jarak 3 mm. Gaya interaksi
yang timbul sebesar ... (k = 9 10
9
Nm
2
/C
2
)
A. 36 N C. 3,6 10
4
N
B. 108 N D. 1,08 10
5
N
b. Uji Petik Kerja Prosedur dan Produk
Lakukan kegiatan untuk mengetahuim suatu benda bermuatan atau tidak dengan alat- Batu
baterai
1) Elektroskop
2) Kain wool
3) Ebonit
4) Batang kaca
5) Penggaris plastik.
6) Sobekan kertas
Rubrik
No Aspek Skor
1.
2.
3.
4.
Menggunakan alat dengan benar
Melakukan kegiatan dengan prosedur yang benar
Memperoleh data dari pecahan
Membuat kesimpulan dengan benar
2
4
2
2
Jumlah Skor 10
Mengetahui,
Kepala Madrasah,
Drs. Wawan Sholeh Setiawan, M.Pd
NIP. 19651204 198503 1001
Subang, Agustus 2014
Yanto Abdulah, S.Si
NIP. 19810318 200604 1001
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP FISIKA-IX
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Sekolah : MTs Negeri Subang
Kelas / Semester : IX / I
Mata Pelajaran : IPA (FISIKA)
Standar Kompetensi : 3. Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya
dalam kehidupan sehari-hari.
Kompetensi Dasar :3.2 Menganalisis percobaan listrik dinamis dalam
suatau rangkaian serta penerapanya dalam
kehidupan sehari-hari
Waktu : 2 Jam Pelajaran (@ 40 menit)
Indikator :
a. Kognitif
1. Produk:
a) Mendeskribsikan pengaruh perubahan tegangan terhadap arus
b) Menjelaskan pengertian Hukum Ohm
c) Menerapkan Hukum Ohm
2. Proses:
Merencanakan dan melaksanakan eksperimen untuk menyelidiki hubungan antara beda
potensial, arus listrik, dan hambatan (Hukum Ohm) meliputi: merumuskan masalah,
merumuskan hipotesis, mengidentifikasi variabel manipulasi, mengidentifikasi variabel respon,
mengidentifikasi variabel kontrol, melaksanakan eksperimen, membuat tabel pengamatan,
membuat grafik, melakukan analisis data, dan merumuskan kesimpulan
b. Psikomotor:
1. Merakit rangkaian sederhana dengan menggunakan KIT.
2. Mengukur besaran listrik dalam rangkaian tertutup dengan menggunakan KIT.
3. Merakit rangkaian DC sederhana menggunakan software PhET
4. Mengukur besaran listrik dalam rangkaian tertutup menggunakan software PhET
c. Afektif
1. Mengembangkan perilaku berkarakter, meliputi:
a) jujur,
b) peduli,
c) tanggung jawab,
2. Mengembangkan keterampilan sosial, meliputi:
a) bertanya,
b) menyumbang ide atau berpendapat,
c) menjadi pendengar yang baik,
d) ber komunikasi
e)
A. Tujuan Pembelajaran
a. Kognitif
1. Produk:
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP FISIKA-IX
a) Secara mandiri dan tanpa membuka bahan ajar, siswa dapat mendeskribsikan pengaruh
perubahan tegangan terhadap arus dengan mengerjakan soal terkait di LP 1: Produk sesuai
kunci jawaban.
b) Secara mandiri dan tanpa membuka bahan ajar Siswa, mampu menjelaskan pengertian
Hukum Ohm dengan mengerjakan soal terkait di LP 1: Produk sesuai kunci jawaban.
c) Secara mandiri siswa dapat menerapkan Hukum Ohm dengan mengerjakan soal-soal
penerapan Hukum Ohm di LP 1: Produk sesuai kunci jawaban.
2. Proses:
a) Diberikan LKS SMP yang telah dimodifikasi dengan mengubah tegangan baterainya, siswa
dapat melakukan eksperimen untuk menyelidiki hubungan antara tegangan, arus, dan
hambatan sesuai rincian tugas kinerja yang ditentukan di LP 2: Proses, meliputi: merumusan
masalah, merumuskan hipotesis, mengidentifikasi variabel manipulasi, mengidentifikasi
variabel respon, mengidentifikasi variabel kontrol, melaksanakan eksperimen, membuat
tabel pengamatan, membuat grafik, melakuakn analisis data, dan merumuskan
kesimpulan.
b. Psikomotor:
1. Disediakan KIT rangkaian listrik DC sederhana, siswa dapat merakitnya sesuai dengan prosedur
yang ditentukan.
2. Disediakan KIT rangkaian listrik DC sederhana, siswa dapat mengukur besar tegangan sesuai
dengan prosedur yang ditentukan.
3. Disediakan KIT rangkaian listrik DC sederhana, siswa dapat mengukur besar arus sesuai dengan
prosedur yang ditentukan.
4. Disediakan software PhET dan komputer siswa dapat merakit rangkaian DC sederhana
menggunakan software PhET sesuai rincian tugas kinerja yang ditentukan pada LP Psikomotor.
5. Disediakan software PhET dan komputer siswa dapat mengukur besaran listrik dalam rangkaian
tertutup sesuai rincian tugas kinerja di LP 3: Psikomotor.
c. Afektif
1. Karakter
Terlibat dalam proses belajar mengajar berpusat pada siswa, paling tidak siswa dinilai pengamat
Membuat kemajuan dalam menunjukkan perilaku berkarakter meliputi: kejujuran, peduli, dan
tanggung jawab sesuai LP 4: Pengamatan Perilaku Berkarakter.
2. Keterampilan sosial:
Terlibat dalam proses belajar mengajar berpusat pada siswa, paling tidak siswa dinilai pengamat
Membuat kemajuan dalam menunjukkan keterampilan sosial bertanya, menyumbang ide atau
berpendapat, menjadi pendengar yang baik, berkomunikasi sesuai LP 5: Keterampilan Sosial.
B. Model dan Metode Pembelajaran:
Model Pembelajaran: Model Pembelajaran Kooperatif
Metode Pembelajaran: Diskusi dan pemberian tugas
C. Bahan:
Program simulasi PhET, Flashdisk, Kertas HVS
D. Alat :
Komputer, KIT Listrik DC sederhana, lampu senter.
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP FISIKA-IX
E. Berbasis ICT/Internet:
Free Download PhET Software Interactive Simulations dari University of Colorado at Boulder alamat
situs http://phet.colorado.edu Simulation: Circuit Construction Kit (DC Only)
F. Proses Belajar Mengajar
A. Pendahuluan
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Pendahuluan
1. Disediakan lampu senter, siswa diminta untuk menebak bagaimana
lampu bisa menyala?.(Fase 1 MPK)
2. Untuk memperjelas proses kerja lampu senter disediakan baterai, kabel
dan bola lampu, Siswa diminta untuk merakit sehingga bola lampu bisa
menyala. (Fase 1 MPK)
Kegiatan Inti
Penggalan 1
1. Menghubungkan antara motivasi awal dengan rumusan masalah,
jika rangkaian sederhana ditambahkan baterai, maka apa yang
terjadi?. (Fase 2 MPK).
2. Menyajikan informasi berupa rumusan masalah tentang
bagaimanakah hubungan antara tegangan dan arus dengan
mengacu pada LKS SMP: Hubungan Antara Tegangan, Arus, dan
Hambatan. (Fase 2 MPK).
3. Mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok kooperatif
dan membagikan LKS SMP itu satu LKS tiap kelompok. Satu
kelompok terdiri dari 2 3 siswa. (Fase 3 MPK)
4. Membimbing siswa merumuskan hipotesis atas rumusan
masalah yang telah diberikan di LKS tersebut sambil memberi
kesempatan siswa dengan jujur melakukan evalusi-diri dengan
LP 2: Proses yang dibagikan. (Fase 4 MPK)
5. Membimbing siswa mengidentifikasi variabel manipulasi, variabel
respon, dan variabel kontrol, dengan cara menunjuk satu-dua
siswa untuk aktif menyumbang ide dan meminta siswa lain
mengulang ide temannya untuk mengecek apakah ia menjadi
pendengar yang baik. (Fase 4 MPK)
Penggalan 2
6. Membimbing kelompok melaksanakan eksperimen
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP FISIKA-IX
menggunakan KIT sesuai prosedur yang tertulis di LKS SMP itu
dan mengisikan nilai tegangan dan arus itu pada kolom yang
sesuai padaTabel 1. Bila ada siswa yang menunjukkan perilaku
tidak peduli atau menunjukkan perilaku tidak bertanggung
jawab segera diingatkan. (Fase 4 MPK)
7. Membimbing siswa mengisi kolom Tegangan/Arus. Tekankan
perlunya jujur dalam melakukan pengamatan dan mencatat hasil
pengamatan itu di dalam tabel. (Fase 4 MPK).
8. Satu-dua kelompok diminta mengisi Tabel 1 itu di papan tulis
dan mengkomunikasikan pekerjaannya kepada kelas untuk
memberi kemudahan guru melakukan evaluasi formatif dan
memberi kesempatan siswa lain untuk belajar menjadi
pendengar yang baik . (Fase 5 MPK)
Penggalan 3
9. Membimbing siswa membuat grafik hubungan antara tegangan
dan arus pada tempat yang disediakan pada Gambar 2 LKS SMP
tersebut. Seluruh anggota kelompok didorong untuk ikut
bertanggung jawab dengan aktif menyumbang ide. (Fase 4 MPK).
10. Melakukan evaluasi formatif dengan cara meminta satu-dua
kelompok mempresentasikan grafiknya dan meminta kelas
menjadi pendengar yang baik dengan cara menunjuk satu-dua
siswa menanggapi presentasi itu dan dinilai. (Fase 5 MPK)
Penggalan 4
11. Membimbing kelompok melakukan analisis dengan mengacu
pada LKS SMP itu. Ditekankan perlunya ikut bertanggung jawab
dan mendengarkan ide teman dalam tugas analisis ini. (Fase 4
MPK).
12. Melakukan evaluasi formatif dengan cara meminta satu-dua
kelompok mengkomunikasikan kinerjanya dan kelompok lain
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP FISIKA-IX
menjadi pendengar yang baik agar dapat memberi pendapat
saat diminta guru. (Fase 5 MPK)
13. Membimbing kelompok menarik kesimpulan dengan mengacu
pada LKS SMP. Diingatkan agar aktif menyumbang ide atau
berpendapat, dan belajar menjadi pendengar yang baik. (Fase 4
MPK)
14. Melakukan evaluasi formatif dengan cara meminta satu-dua
kelompok mengkomunikasikan kinerjanya dan kelompok lain
diberi kesempatan menyumbang ide dan memberi pendapat.
(Fase 5 MPK)
15. Memberikan penghargaan kepada individu dan kelompok yang
berkinerja baik dan amat baik dalam kegiatan belajar mengajar
tersebut. (Fase 6 MPK)
Penggalan 5
16. Melakukan langkah no. 6-15 dengan menggunakan software
PhET. Jika waktu tidak mencukupi maka langkah ini bias
dijadikan PR.
Penutup
Dengan melibatkan siswa menutup pelajaran dan memberi PR
mencari tahu bagaimana hubungan antara besar hambatan dan
besar arus.
X. Sumber Pembelajaran
1. LKS SMP: Hubungan Antara Tegangan, Arus, dan Hambatan
2. Kunci LKS SMP: Hubungan Antara Tegangan, Arus, dan Hambatan
3. LP 1: Produk dilengkapi Kunci LP 1
4. LP 2: Proses
5. LP 3: Psikomotor
6. LP 4: Pengamatan Perilaku Berkarakter
7. LP 5: Pengamatan Keterampilan Sosial
8. Tabel Spesifikasi Lembar Penilaian
Daftar Pustaka
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP FISIKA-IX
BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan). 2007. Model Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Mata
Pelajaran: Ilmu Pengetahuan Alam. SMP/MTS. Digandakan oleh Kegiatan Penyelenggaraan
Sosialisasi/Diseminasi/Seminar/Workshop/Publikasi Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan
Menengah.
Free Download PhET Software Interactive Simulations dari University of Colorado at Boulder
Simulation: Circuit Construction Kit (DC Only). Didownload pada 5 April 2009 dari
http://phet.colorado.edu.
Mengetahui,
Kepala Madrasah,
Drs. Wawan Sholeh Setiawan, M.Pd
NIP. 19651204 198503 1001
Subang, Agustus 2014
Yanto Abdullah, S.Si
NIP. 19810318 200604 1001
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP FISIKA-IX
LKS SMP: Hubungan Antara Tegangan, Arus, dan Hambatan
Ekeperimen Tidak Dibimbing INQUIRI PENEMUAN
Hubungan Antara Tegangan, Arus, dan Hambatan
Arus listrik yang mengalir melalui sebuah rangkaian akan meningkat dengan meningkatnya tegangan.
Besar arus tersebut dapat dihitung dengan Hukum Ohm,
Di mana R = hambatan (), V = tegangan (V), I = arus (A)
Tujuan : Menyelidiki hubungan antara tegangan, arus, dan hambatan
Bahan: 4 baterai 1.5 V atau catu daya 0 12 V, 2 lampu 4,5 V, 10 kabel dengan klip buaya atau kit
rangkaian DC
Alat:Catu daya 0 12 V, amperemeter 1, voltmeter 1, soket lampu 2, soket baterai 4, sakelar 1, atau kit
rangkain DC
ICT/Internet Based
Free Download PhET Software Interactive Simulations dari University of Colorado at Boulder alamat
situs http://phet.colorado.edu Simulation: Circuit Construction Kit (DC Only)
Rumusan Masalah : Apakah hubungan antara tegangan, arus, dan hambatan?
Hipotesis : ___________________________________________________________________
Variabel : (a) yang dijaga konstan : ______________________________________
(b) yang dimanipulasi : ______________________________________
(c) yang merespon : ______________________________________
Gambar 1
Langkah-langkah:
1. Buka PhET Interactive Simulations.
2. Pilih dan jalankan Circuit Construction Kit (DC only).
3. Pada papan rangkaian siapkan seluruh alat dan bahan yang dibutuhkan seperti yang
ditunjukkan pada Gambar 1.
4. Hubungkan seluruh alat dan bahan seperti ditunjukkan pada Gambar 1.
5. Catat pembacaan voltmeter dan amperemeter pada Tabel 1 sementara sakelar masih
terbuka.
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP FISIKA-IX
6. Dengan sebuah baterai 1,5 V berada di rangkaian, aktifkan atau tutup sakelar. Catat
pembacaan voltmeter dan amperemeter pada Tabel 1.
7. Lakukan lagi langkah 6 dengan menggunakan dua baterai 1.5 V, dan kemudian tiga
baterai 1.5 V, dan terakhir empat baterai 1.5 V dalam hubungan seri.
8. Lukis grafik yang menunjukkan hubungan antara tegangan dan arus pada tempat yang
disediakan pada Ganbar 2.
Tabel 1. Pengamatan:
Tegangan (V) Arus (A) Tegangan/Arus
Gambar 2. Grafik tegangan versus arus
Analisis : 1. Apa hubungan antara tegangan dan arus?
Semakin ____________ tinggi tegangan, semakin ______________ arus mengalir.
2. (a) Tulis hubungan antara tegangan dan arus.
_____________________________________________________________
(b) Berdasarkan pada Hukum Ohm, ratio menyatakan apa dalam eksperimen ini?
___________________________________________________
3. (a) Hitunglah kecuramaan grafik yang diperoleh tersebut.
_________________________________________________________________
(b) Berdasarkan Hukum Ohm kecuraman itu menyatakan apa?
Kecuraman grafik tersebut merupakan ______________ dari rangkaian listrik
tersebut.
(c) Berapakah hambatan dari rangkaian tersebut?
____________________________________________________________
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP FISIKA-IX
4. Rumuskan definisi operasional untuk hambatan itu berdasarkan eksperimen
tersebut .
_____________________________________________________________
Hambatan merupakan ratio dari ________________________________
Kesimpulan : 1. Apakah hipotesismu diterima?
_____________________________________________________________
2. Kesimpulan apa yang dapat dibuat?
___________________________________________________________________
Penerapan : Hukum Ohm memungkinkan kita untuk menghitung _________________, _____________, dan
_________________________
JIka ratio tegangan terhadap arus untuk dua konduktor logam sama, maka hambatan untuk
kedua logam itu adalah __________________________ .
Daftar Pustaka
Free Download PhET Software Interactive Simulations dari University of Colorado at Boulder
Simulation: Circuit Construction Kit (DC Only). Didownload pada 5 April 2009 dari
http://phet.colorado.edu.
Yeap Tok Kheng. 2008. Science Process Skills Form 3. Rawang, Selangor Darul Ehsan: Vivar Printing Sdn.
Bhd., Pearson, Longman
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP FISIKA-IX
Kunci LKS SMP: Hubungan Antara Tegangan, Arus, dan Hambatan
Ekeperimen Tidak Dibimbing INQUIRI PENEMUAN
Hubungan Antara Tegangan, Arus, dan Hambatan
Arus listrik yang mengalir melalui sebuah rangkaian akan meningkat dengan meningkatnya tegangan.
Besar arus tersebut dapat dihitung dengan Hukum Ohm,
Di mana R = hambatan (), V = tegangan (V), I = arus (A)
Tujuan : Menyelidiki hubungan antara tegangan, arus, dan hambatan
Bahan:
4 baterai 1.5 V atau catu daya 0 12 V, 2 lampu 4,5 V, 10 kabel dengan klip buaya
Alat:
Catu daya 0 12 V, amperemeter 1, voltmeter 1, soket lampu 2, soket baterai 4, sakelar 1
ICT/Internet Based
Free Download PhET Software Interactive Simulations dari University of Colorado at Boulder alamat
situs http://phet.colorado.edu Simulation: Circuit Construction Kit (DC Only)
Rumusan Masalah : Apakah hubungan antara tegangan, arus, dan hambatan?
Hipotesis : JIka hambatan dijaga konstan, semakin tinggi tegangan, semakin besar arus yang
mengalir.
Variabel : (a) yang dijaga konstan : jenis dan kondisi setiap baterai, lampu, voltmeter,
amperemeter, kabel penghubung
(b) yang dimanipulasi : tegangan
(c) yang merespon : arus
Gambar 1
Langkah-langkah:
1. Buka PhET Interactive Simulations.
2. Pilih dan jalankan Circuit Construction Kit (DC only).
3. Pada papan rangkaian siapkan seluruh alat dan bahan yang dibutuhkan seperti yang
ditunjukkan pada Gambar 1.
4. Hubungkan seluruh alat dan bahan seperti ditunjukkan pada Gambar 1.
5. Catat pembacaan voltmeter dan amperemeter pada Tabel 1 sementara sakelar masih
terbuka.
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP FISIKA-IX
6. Dengan sebuah baterai 1,5 V berada di rangkaian, aktifkan atau tutup sakelar. Catat
pembacaan voltmeter dan amperemeter pada Tabel 1.
7. Lakukan lagi langkah 6 dengan menggunakan dua baterai 1.5 V, dan kemudian tiga
baterai 1.5 V, dan terakhir empat baterai 1.5 V dalam hubungan seri..
8. Lukis grafik yang menunjukkan hubungan antara tegangan dan arus pada tempat yang
disediakan pada Ganbar 2.
Tabel 1 Hubungan Antara Tegangan, Arus, dan Hambatan
Pengamatan:
Tegangan (V) Arus (A) Tegangan/Arus
0 0 0
1,5 0,30 5
3,0 0,60 5
4,5 0,90 5
6,0 1,2 5
Gambar 2. Grafik tegangan versus arus
Analisis : 1. Apa hubungan antara tegangan dan arus?
Semakin tinggi tegangan, semakin besar arus mengalir.
2. (a) Tulis hubungan antara tegangan dan arus.
I = V/R known as Ohm Law.
(b) Berdasarkan pada Hukum Ohm, ratio menyatakan apa dalam eksperimen ini?
hambatan
3. (a) Hitunglah kecuramaan grafik yang diperoleh tersebut.
R =
R =
(b) Berdasarkan Hukum Ohm kecuraman itu menyatakan apa?
Kecuraman grafik tersebut merupakan hambatan dari rangkaian listrik
tersebut.
(c) Berapakah hambatan dari rangkaian tersebut?
5 ohm
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP FISIKA-IX
4. Rumuskan definisi operasional untuk hambatan itu berdasarkan eksperimen
tersebut .
Hambatan merupakan ratio dari tegangan dan arus.
Kesimpulan : 1. Apakah hipotesismu diterima?
diterima
2. Kesimpulan apa yang dapat dibuat?
Hipotesis diterima, yaitu jika hambatan dipertahankan konstan, semakin tinggi
tegangan, semakin besar arus yang mengalir.
Penerapan : Hukum Ohm memungkinkan kita untuk menghitung tegangan, arus, dan hambatan.
JIka ratio tegangan terhadap arus untuk dua konduktor logam sama, maka hambatan untuk
kedua logam itu adalah sama.
Daftar Pustaka
Free Download PhET Software Interactive Simulations dari University of Colorado at Boulder
Simulation: Circuit Construction Kit (DC Only). Didownload pada 5 April 2009 dari
http://phet.colorado.edu.
Yeap Tok Kheng. 2008. Science Process Skills Form 3. Rawang, Selangor Darul Ehsan: Vivar Printing Sdn.
Bhd., Pearson, Longman
Tabel Spesifikasi Lembar Penilaian
Indikator LP dan Butir Soal Kunci LP dan Butir Soal
Produk:
1. Mendeskribsikan pengaruh
perubahan tegangan terhadap
arus
2. Menguasai Hukum Ohm
3. Menerapkan Hukum Ohm
LP 1 Produk
Butir 1
Butir 2
Butir 3, 4, 5, 6
Kunci LP 1 Produk
Butir 1
Butir 2
Butir 3, 4, 5, 6
Proses:
1. Merancang dan melaksanakan
eksperimen untuk menyelidiki
hubungan antara tegangan, arus,
dan hambatan
LP 2 Proses: RTK 1, 2, 3, 4, 5,
6, 7, 8, 9
Dipercayakan kepada
judgement Penilai/Guru
Psikomotor:
1. Merakit rangkaian DC sederhana
menggunakan software PhET
LP 3 Psikomotor: RTK 1, 2, 3,
dan 4
Dipercayakan kepada
judgement Penilai/Guru
Karakter:
1. Jujur, peduli, tanggung jawab,
toleransi, selalu melakukan yang
terbaik, kreatif, terbuka dan
mendengarkan pendapat teman,
tidak mencela teman dengan
kasar, membantu teman yang
membutuhkan
LP 4 Karakter: RTK 1, 2, 3, 4,
5, 6, 7, 8 dan 9
Seluruh RTK itu minimal
memperoleh penilaian
Menunjukkan kemajuan
dan dipercayakan kepada
judgement Penilai/Guru.
Keterampilan Sosial
1. Bertanya, menyumbang ide atau
berpendapat, menjadi pendengar
yang baik, komunikasi.
LP 5 Keterampilan Sosial:
RTK 1, 2, 3, 4
Seluruh RTK itu minimal
memperoleh penilaian
Menunjukkan kemajuan
dan dipercayakan kepada
judgement Penilai/Guru.
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP FISIKA-IX
Nama: NIM: Tanggal:
_____________________________________________________________________________________
LP 1: Produk
1. Perhatikan dua rangkaian di bawah ini. Bila spesifikasi dan kondisi lima baterai dan dua lampu itu
identik, di rangkaian manakah akan mengalir arus lebih besar? Jelaskan jawabanmu!
Rangkaian A Rangkaian B
2. Perhatikan dua rangkaian di bawah ini. Bila spesifikasi dan kondisi dua baterai dan tiga lampu itu
sama, di rangkaian manakah akan mengalir arus lebih besar? Jelaskan jawabanmu!
Rangkaian A Rangkaian B
3. Sebuah baterai 30,0 V dihubungkan kepada suatu resistor 10,0 . Berapakah besar arus di dalam
rangkaian tersebut?
4. Sebuah lampu mobil dengan hambatan 30 dihubungkan pada baterai 12-V. Berapakah besar
arus yang melalui lampu tersebut?
5. Sebuah motor dengan hambatan 32 dihubungkan pada suatu sumber tegangan. Arus dalam
rangkaian tersebut 3,8 A. Berapakah besar tegangan sumber tersebut?
6. Sebuah lampu memakai arus 0,50 A pada saat dihubungkan ke sumber 120-V. Berapakah
hambatan lampu tersebut?
Daftar Pustaka
Zitzewitz, Paul W. 1999. Glencoe Physics: Principles & Problems. New York: Glencoe /McGraw-Hill.
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP FISIKA-IX
Nama: NIM: Tanggal:
_____________________________________________________________________________________
Kunci LP 1: Produk
1. Perhatikan dua rangkaian di bawah ini. Bila spesifikasi dan kondisi lima baterai dan dua lampu itu
identik, di rangkaian manakah akan mengalir arus lebih besar? Jelaskan jawabanmu!
Di rangkaian B akan mengalir arus lebih besar. Hal itu dikarenakan dirangkaian A hanya
ada dua baterai yang dihubungkan seri, sedangkan di rangkaian B ada tiga baterai
dihubungkan seri, sehingga tegangan total di rangkaian B lebih besar. Karena tegangan di
rangkaian B lebih besar, maka arusnya juga lebih besar.
Rangkaian A Rangkaian B
2. Perhatikan dua rangkaian di bawah ini. Bila spesifikasi dan kondisi dua baterai dan tiga lampu itu
sama, di rangkaian manakah akan mengalir arus lebih besar? Jelaskan jawabanmu!
Di Rangkaian A ada satu lampu dan di Rangkaian B ada dua lampu yang dihubungkan seri,
sehingga hambatan total Rangkaian B lebih besar daripada hambatan di Rangkaian A.
Karena sumber tegangan kedua rangkaian itu sama-sama terdiri dari satu baterai, maka
Rangkaian A yang dibebani dengan hambatan lebih kecil akan mengalir arus lebih besar.
Rangkaian A Rangkaian B
3. Sebuah baterai 30,0 V dihubungkan kepada suatu resistor 10,0 . Berapakah besar arus di dalam
rangkaian tersebut?
Diketahui: Strategi: Perhitungan:
V = 30,0 V Gunakan I = V/R untuk I = = = 3,00 A
R = 10,0 menentukan arus
4. Sebuah lampu mobil dengan hambatan 30 dihubungkan pada baterai 12-V. Berapakah besar
arus yang melalui lampu tersebut?
Diketahui: Strategi: Perhitungan:
R = 30,0 V Gunakan I = V/R untuk I = = = 0,40 A
V = 12 V menentukan arus
5. Sebuah motor dengan hambatan 32 dihubungkan pada suatu sumber tegangan. Arus dalam
rangkaian tersebut 3,8 A. Berapakah besar tegangan sumber tersebut?
Diketahui: Strategi: Perhitungan:
R = 32 Gunakan V = I x R untuk V = 3,8 A x 32 = 121,6 V
I = 3,8 A menentukan tegangan
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP FISIKA-IX
6. Sebuah lampu memakai arus 0,50 A pada saat dihubungkan ke sumber 120-V. Berapakah
hambatan lampu tersebut?
Diketahui: Strategi: Perhitungan:
I = 0,50 A Gunakan R = V/I untuk R = = = 240
V = 120 V menentukan hambatan
Prosedur:
1. Siapkan sebuah komputer dan Software PhET.
2. Tugasi siswa menguji sebuah hipotesis: Jika hambatan dipertahankan konstan, semakin tinggi
tegangan, semakin besar arus yang mengalir.
3. Siswa diminta untuk mengubah hambatan lampu menjadi 5 ohm.
4. Penentuan skor kinerja siswa mengacu pada Format Asesmen Kinerja di bawah ini.
5. Berikan format ini kepada siswa sebelum asesmen dilakukan.
6. Siswa diijinkan mengases kinerja mereka sendiri dengan menggunakan format ini.
Format Asesmen Kinerja Proses
No Rincian Tugas Kinerja
Skor
Maksimum
Skor Asesmen
Oleh siswa
sendiri
Oleh
Guru
1 Mengidentifikasi variabel control 10
2 Mengidentifikasi variabel manipulasi 10
3 Mengidentifikasi variabel respon 10
4 Mencatat pembacaan voltmeter dan amperemeter
pada Tabel 1 LKS SMP sementara sakelar masih
terbuka
10
5 Dengan baterai 2,0 volt berada di rangkaian,
mengaktifkan atau tutup sakelar. Mencatat
pembacaan voltmeter dan amperemeter pada Tabel
1 LKS SMA.
10
6 Melakukan lagi langkah 5 dengan menggunakan dua
baterai 2.0 V, dan kemudian tiga baterai 2,0 V, dan
terakhir empat baterai 2,0 V yang dihubungkan seri.
15
7 Mencatat seluruh pengamatan pada Tabel 1 LKS
SMP.
10
8 Menggambar sebuah grafik yang menunjukkan
hubungan antara tegangan dan arus pada tempat
yang disediakan pada Gambar 2 di LKS SMP.
15
9 Menarik kesimpulan berdasarkan data pada Tabel 1. 10
Skor Total 100
Mengetahui,
Kepala Madrasah,
Drs. Wawan Sholeh Setiawan, M.Pd
NIP. 19651204 198503 1001
Subang, Agustus 2014
Yanto Abdullah, S.Si
NIP. 19810318 200604 1001
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP FISIKA-IX
LP 3: Psikomotor
Prosedur:
1. Siapkan sebuah komputer dan Software PhET.
2. Tugasi siswa merakit rangkaian sesuai Gambar 1 LKS SMP.
3. Penentuan skor kinerja siswa mengacu pada Format Asesmen Kinerja di bawah ini.
4. Berikan format ini kepada siswa sebelum asesmen dilakukan.
5. Siswa diijinkan mengases kinerja mereka sendiri dengan menggunakan format ini.
Format Asesmen Kinerja Psikomotor
No Rincian Tugas Kinerja
Skor
Maksimum
Skor Asesmen
Oleh siswa
sendiri
Oleh
Guru
1 Membuka program Simulasi Interaktif PhET 25
2 Memilih dan menjalankan Circuit Construction Kit
(DC only)
25
3 Pada papan rangkaian menyiapkan seluruh alat dan
bahan yang dibutuhkan seperti ditunjukkan pada
Gambar 1 LKS SMP
25
4 Menghubungkan seluruh alat dan bahan seperti
ditunjukkan pada Gambar 1 LKS SMP sampai
rangkaian bekerja
25
Skor Total 100
Mengetahui,
Kepala Madrasah,
Drs. Wawan Sholeh Setiawan, M.Pd
NIP. 19651204 198503 1001
Subang, Agustus 2014
Yanto Abdullah, S.Si
NIP. 19810318 200604 1001
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP FISIKA-IX
LP 4 : Format Pengamatan Perilaku Berkarakter
Siswa: Kelas: Tanggal:
Petunjuk:
Untuk setiap perilaku berkarakter berikut ini, beri penilaian atas perilaku berkarakter siswa menggunakan
skala berikut ini:
D = Memerlukan C = Menunjukkan B = Memuaskan A = Sangat
perbaikan kemajuan baik
Format Pengamatan Perilaku Berkarakter
No
Rincian Tugas Kinerja
(RTK)
Memerlukan
perbaikan
(D)
Menunjukkan
kemajuan (C)
Memuaskan
(B)
Sangat baik
(A)
1
Jujur
2 Peduli
3 Tanggungjawab
Subang, 2013
Pengamat
( )
Sumber: Johnson, DavidW. & Johnson, Roger T. 2002. Meaningful Assessment. A Manageable and
Cooperative Process. Boston: Allyn & Bacon.
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP FISIKA-IX
LP 5: Format Pengamatan Keterampilan Sosial
Siswa: Kelas: Tanggal:
Petunjuk:
Untuk setiap keterampilan sosial berikut ini, beri penilaian atas keterampilan sosial siswa itu
menggunakan skala berikut ini:
D = Memerlukan C = Menunjukkan B = Memuaskan A = Sangat
perbaikan kemajuan baik
Format Pengamatan Keterampilan Sosial
No
Rincian Tugas Kinerja
(RTK)
Memerlukan
perbaikan
(D)
Menunjukkan
kemajuan (C)
Memuaskan
(B)
Sangat baik
(A)
1 Bertanya
2 Menyumbang ide atau
pendapat
3 Menjadi pendengar yang
baik
4 Berkomunikasi
Subang, 2014
Pengamat
( )
Sumber: Johnson, DavidW. & Johnson, Roger T. 2002. Meaningful Assessment. A Manageable
and Cooperative Process. Boston: Allyn & Bacon.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : MTs Negeri Subang
Mata Pelajaran : IPA-Fisika
Kelas/Semester : IX / 5
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit
Konsep : Listrik Dinamis
Standar Kompetensi : 3. Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam
kehidupan sehari-hari.
Kompetensi Dasar : 3.2 Menganalisis percobaan listrik dinamis dalam suatu rangkaian
serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Indikator : Menjelaskan pengertian listrik, arus listrik dan beda potensial
listrik.
Menjelaskan prinsip rangkaian listrik dengan variasi terbuka
maupun tertutup.
Mengukur Kuat Arus
Mengukur Tegangan Listrik
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Melalui observasi dan diskusi peserta didik dapat menjelaskan arus listrik dan beda
potensial
2. Melalui obsevasi peserta didik mampu Menjelaskan prinsip rangkaian listrik dengan
variasi terbuka maupun tertutup
3. Melalui praktikum peserta didik terampil mengukur kuat arus dan tegangan listrik.
B. METODE PEMBELAJARAN
Model:
Cooperative Teaching and Learning ( CTL )
Metode:
1. Penjelasan Langsung
2. Penugasan
C. MATERI PEMBELAJARAN
Listrik adalah segala hal yang berkaitan dengan muatan listrik.
Listrik dinamis adalah listrik yang berupa aliran muatan listrik.
Arus listrik adalah aliran muatan listrik pada suatu rangkaian listrik, sedangkan besaran
yang menyatakan nilai dari laju aliran muatan listrik dinyatakan sebagai kuat arus listrik.
Tegangan listrik secara tidak langsung menyatakan besarnya gaya yang dihasilkan oleh
suatu sumber tegangan listrik, gaya inilah yang nantinya akan menggerakkan muatan
listrik untuk dapat mengalir pada suatu rangkaian listrik. Hambatan listrik adalah
kemampuan dari suatu bahan untuk menghambat laju aliran listrik.
Syarat terjadinya arus listrik harus terdapat sumber tegangan listrik, dan rangkaian listrik
harus bersifat tertutup.
Rangkaian listrik adalah jalan untuk mengalirkan muatan listrik, sehingga
menghasilkan arus listrik.
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Kegiatan Pembelajaran Waktu
Kegiatan
Pendahuluan
Salam, berdoa, dan cek kehadiran siswa
10 menit
Motivasi dan Apersepsi
Mengapa memegang kabel listrik telanjang dapat
membahayakan jiwa?
Prasyarat pengetahuan:
- Apakah yang dimaksud dengan kuat arus listrik?
- Apa yang dimaksud dengan beda potensial?
Kegiatan Inti
Eksplorasi
Secara klaiskal Guru menyampaikan Materi Listrik
Dinamis
15 menit
Elaborasi
Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan
kelompok.
Guru mempresentasikan langkah kerja untuk
melakukan eksperimen pengukuran kuat arus listrik
dan beda potensial listrik
30 menit
Peserta didik mengisi tabel pada Lembar Kerja Siswa
mengenai pengukuran kuat arus dan beda potensial
listrik.
Guru memeriksa kerja yang dilakukan peserta didik
apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum.
Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang
belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat
langsung memberikan bimbingan.

Konfrimasi
Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk
membedakan rangkaian terbuka dan rangkaian tertutup.
Guru menanggapi hasil diskusi dan memberikna infornasi
yang sebenarnya
20 menit
Kegiatan Penutup Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang
memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk
membuat rangkuman.
Guru memberikan evaluasi berupa latihan soal.
5 menit
E. Sumber Belajar
a. Buku IPA Terpadu untuk SMP Kelas IX. Erlangga hal. 91 - 94
b. Buku referensi yang relevan
c. Alat dan bahan praktikum
F. Penilaian
Teknik Penilaian Bentuk Instrumen
Tes unjuk kerja
Tes tertulis
Lembar penilaian praktikum
Uraian
I. Penilaian Unjuk Kerja
Aspek yang diamati Skor
1 2 3
II. Tes Tertulis
1. Jelaskan pengertian dari istilah-istilah berikut?
a. Listrik
b. Arus listrik
c. Beda Potensial Listrik
2. Perbedaan mendasar yang membedakan suatu rangkaian apakah rangkaian tersebut
terbuka atau tertutup adalah .
3. Jika pada skala yang ditunjukkan pada Basic meter 90 adalah 20 dengan menggunakan
skala atas, dan kabel merah dipasang pada skala ukur 1 A, maka berapakah kuat arus
yang mengalir?
4. Dengan menggunakan skala besar, angka yang ditunjukkan adalah 50 berapakah beda
potensial listrik yang terjadi jika kabel merah dipasang pada skala ukur 10 V?
Kunci jawaban :
Soal isian :
1. Yang dimaksud dengan :
Listrik adalah segala hal yang berkaitan dengan muatan listrik
Arus Listrik adalah aliran muatan listrik pada suatu rangkaian listrik
Beda Potensial listrik adalah besarnya gaya yang dihasilkan oleh suatu sumber
tegangan listrik
2. Yang membedakan suatu rangkaian dikatakan terbuka dan tertutup adalah :
terhubung atau tidaknya sumber tegangan listrik yang memiliki beda potensial
tinggi ke potensial yang lebih rendah.
3. Diketahui : Skala terukur = 20
Skala maksimal = 50
Ketepatan menggunakan rumus
Melakukan perhitungan dengan benar
Memperoleh data dari kegiatan
Membuat kesimpulan
Skala ukur = 1 A
Ditanyakan : kuat arus yang mengalir?
Rumus = xskalaukur
skalamaks
ur skalateruk
Maka I = 1
50
20
x
= 0,4 A
4. Diketahui :
Skala terukur = 50
Skala maksimal = 100
Skala ukur = 10 V
Ditanyakan : berapakah beda potensial listrik yang mengalir?
Rumus =
xskalaukur
skalamaks
ur skalateruk
Maka V = 10
100
50
x
= 5 V
Mengetahui,
Kepala Madrasah,
Drs. Wawan Sholeh Setiawan, M.Pd
NIP. 19651204 198503 1001
Subang, Agustus 2014
Yanto Abdullah, S.Si
NIP. 19810318 200604 1001
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : MTs Negeri Subang
Mata Pelajaran : IPA-Fisika
Kelas/Semester : IX / 5
Alokasi Waktu : 4 x 40 menit
Konsep : Sumber Arus Listrik
Standar Kompetensi : 3. Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari.
Kompetensi Dasar : 3.3 Mendeskripsikan prinsip kerja elemen dan arus listrik yang
ditimbulkannya serta penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari.
Indikator : Menjelaskan konsep gaya gerak listrik (GGL) sumber arus listrik.
Menjelaskan susunan dan cara kerja elemen listrik primer dan sekunder.
Mengukur tegangan antara kutub-kutub sumber tegangan dan tegangan
jepit (tegangan terpakai).
A. Tujuan Pembelajaran
1. Melalui observasi peserta didik dapat menjelaskan konsep gaya gerak listrik
(GGL) sumber arus listrik
2. Melalui observasi dan tanya jawab peserta didika dapat menjelaskan susunan dan
mekanisme kerja elemen listrik primer dan elemen listrik sekunder.
3. Melalui perobaan peserta didik dapat mengukur tegangan antara kutub sumber
tegangan dan mengukur tegangan jepit.
B. Materi Pembelajaran
1. Arus listrik
Arus listrik adalah aliran muatan listrik. Arus listrik terjadi karena adanya beda
potensial listrik antara kutub-kutub sumber tegangan. Muatan listrik ini
mengalir dari kutub positif menuju kutub negatif..
GGL adalah beda potensial antara kutub-kutub sumber
tegangan sebelum dipasang pada rangkaian listrik. GGL
dapat pula didefinisikan sebagai energi yang diperlukan
untuk memindah elektron di dalam sumber arus.
Besarnya GGL diukur ketika sumber tegangan belum
digunakan. Pada Gambar 9.1 tegangan terukur pada titik AB (misalnya
menggunakan voltmeter) ketika sakelar terbuka merupakan GGL baterai.
Adapun tegangan terukur ketika sakelar tertutup merupakan tegangan jepit.
2. Bagaimana mengukur kuat arus listrik dan beda potensial listrik?
Besar kuat arus lstrik diukur menggunakan amperemeter .
Besarnya beda potensial diukur menggunakan voltmeter
Disusun secara
seri
Disusun secara
Pararel
3. Apa saja sumber arus listrik?
Ada 2 sumber arus listrik:
(1) sumber arus listrik bolak-balik (AC)--> Dinamo dan Genarator.
(2) Sumber arus listrik searah (DC)--> Elemen volta, elemen kering, dan
akumulutor. Ketiganya sering disebut elektro kimia karena kemampuannya
mengubah energi kimia menjadi energi listrik.
4. Macam elemen listrik
Elemen dibedakan menjadi dua, yaitu elemen primer dan elemen sekunder.
Elemen primer adalah elemen yang setelah habis muatannya tidak dapat diisi
kembali. Contohnya elemen volta dan batu baterai.
Elemen sekunder adalah elemen yang setelah habis muatannya dapat diisi
kembali. Contohnya akumulator (aki).
5. Cara kerja elemen listrik
Elemen Volta
Elemen Kering
Arus listrik mengalir dalam
elemen volta sehingga lampu
menyala berdasarkan:
Adanya bahan dispolarisator pada batu baterai, menyebabkan
arus listrik yang mengalir lebih lama
Akumulator
Susunan akumulator adalah sebagai berikut.
a) Kutub positif (anode) terbuat dari timbal dioksida (PbO
2
).
b) Kutub negatif (katode) terbuat dari timbal murni (Pb).
c) Larutan elektrolit terbuat dari asam sulfat (H
2
SO4) 30%.
Ketika akumulator digunakan terjadi reaksi:
Jadi Pada saat akumulator digunakan, baik anode maupun katode perlahan-lahan akan
berubah menjadi timbal sulfat (PbSO
4
). Jika hal itu terjadi, maka kedua kutubnya memiliki
potensial sama dan arus listrik berhenti mengalir.
C. Metode Pembelajaran
1. Model Pembelajaran : Cooperating Learning (CL)
2. Metode : Tanya jawab, Demonstrasi, percobaan.
3. Pendekatan : Konstektual Learning
D. Langkah-Langkah Kegiatan
KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN WAKTU
Pendahuluan Motivasi /apersepsi
Guru menanyakan kepada peserta didik tentang
pengalaman sehari-hari yang berkaitan dengan listrik.
Misal:
Setiap waktu kamu menghidupkan lampu, radio, televisi,
kendaraan bermotor, atau menyalakan lampu senter, ini
semua memanfaatkan listrik. Bagaimana listrik dapat
mengalir?
Prasyarat Pengetahuan
Siswa mengetahui pengertian tegangan, arus dan energi.
10
menit
Kegiatan Inti Eksplorasi
Secara klasikal guru menjelaskan tentang konsep arus
listrik dan penyebab timbulnya arus listrik serta gaya
gerak listrik.
Elaborasi
Guru membagi peserta didik menjadi 6 kelompok.
Secara berkelompok peserta didik mengerjakan
percobaan sesuai LK yang disediakan.
Secara berkelompok peserta didik mendiskusikan
sumber -sumber arus listrik dan mekanisme kerjanya.
1) Kelompok 1dan 3 : Elemen Volta
2) Kelompok 2 dan 4 : Elemen Kering
3) Kelompok 5 dan 6 : Akumulator.
Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil
diskusinya
Konfirmasi
Guru meluruskan konsep dan memberikan
informasinya yang sebenarnya.
Guru memberikan kuis.
70
menit
Penutup Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan /
rangkuman hasil belajar.
Guru menginformasikan mteri berikutnya
10
menit
E. Sumber Belajar
1. Alat demonstrasi
2. LKS
3. Buku sumber
Sudibyo, Elok dkk. 2008. Mari Belajar IPA 3. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs kelas
IX. Jakarta: Pusat Perbukuan Nasional Departemen Pendidikan Nasional.
Wariyono Sukis, dan Muharomah, Yani. 2008. Mari belajar ilmu alam sekitar 3: panduan
belajar IPA terpadu /untuk kelas IX SMP/MTs. Hal 247. Jakarta: Pusat Perbukuan
Nasional Departemen Pendidikan Nasional.
F. Penilaian Hasil Belajar
1. Teknik Penilaian
a. Tes tertulis
b. Tes unjuk kerja
c. Penilain Keaktifan
2. Bentuk Instrumen
a. Isian Singkat
b. Lembar penilaian sikap
3. Instrumen
Soal Tes Tertulis
1. Berdasarkan gambar, besaran yang diukur oleh
volmeter adalah............
2. Sebutkan 3 sumber arus listrik searah!
3. Perhatikan gambar!
Jika batas ukur amperemeter 10 A. Berapakah
kuat arus yg terukur pada gambar!
4. Sebutkan bagian-bagian elemen kering berdasarkan gambar berikut!
Kunci Jawaban
No Jawaban Skor
1 Tegangan jepit 1
2 Elemen volta, elemen kering dan akumulator 3
3 5 A 2
4 1. Carbon
2. Mangandioksida
3. Amonimum Klorida
4. Zink
4
Jumlah 10
Uji Petik Kerja dan produk
Lakukan kegiatan untuk membuat rangkaian listrik sederhana dengan menggunakan alat-alat
sebagai berikut :
a. Batu baterai
b. Lampu
c. Kabel
d. Volt meter
Rubrik
No Aspek Skor
1.
2.
3.
4.
Merangkai alat dengan benar
Melakukan kegiatan dengan prosedur yang benar
Memperoleh data
Membuat kesimpulan dengan benar
2
4
2
2
Jumlah Skor 10
Rubrik penilaian sikap
Keterangan deskriptor:
1 = mau mengajukan pertanyaan tentang materi/konsep yang belum dimengerti
2 = mau berdiskusi dan bekerja sama
3 = mau menjawab pertanyaan guru/teman
4 = mau mengemukakan ide-ide
5 = mau melaporkan hasil kerja kelompok tanpa ditunjuk
Kategori deskriptor: 5: sangat baik, 4: baik, 3: cukup, 2: kurang, 1: sangat kurang
Mengetahui,
Kepala Madrasah,
Drs. Wawan Sholeh Setiawan, M.Pd
NIP. 19651204 198503 1001
Subang, Agustus 2014
Yanto Abdullah, S.Si
NIP. 19810318 200604 1001
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : MTs Negeri Subang
Mata Pelajaran : IPA-Fisika
Kelas/Semester : IX / 5
Alokasi Waktu : 4 x 40 menit
Konsep : Energi dan Daya Listrik
Standar Kompetensi : 3. Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari.
Kompetensi Dasar : 3.4 Mendeskripsikan hubungan energi dan daya listrik serta
pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.
Indikator : Menjelaskan hubungan antara V, I dan Energi Listrik yang
digunakan.
Menjelaskan hubungan antara daya listrik, energi listrik dan
satuannya.
Menerapkan konsep energi dan daya listrik dalam perhitungan
penggunaan energi listrik di rumah.
Menunjukkan perubahan energi listrik menjadi bentuk energi
lain.
Memberikan contoh penghematan energi dalam kehidupan
sehari-hari.
A. Tujuan Pembelajaran
1. Melalui demonstrasi pengukuran energi listrik peserta didik dapat menjelaskan
hubungan antara V, I dan Energi Listrik yang digunakan.
2. Melalui demonstrasi, siswa dapat menjelaskan hubungan antara daya listrik,
energi listrik dan satuannya.
3. Dengan diskusi informasi, siswa dapat menerapkan konsep energi dan daya listrik
dalam perhitungan penggunaan energi listrik.
4. Melalui demonstrasi, siswa dapat menunjukkan perubahan energi listrik menjadi
bentuk lain.
5. Dengan diskusi dan penugasan, siswa dapat memberikan contoh penghematan
energi dalam kehidupan sehari-hari.
B. Materi Pembelajaran
Energi dan Daya Listrik
Energi listrik bergantung oleh tegangan listrik, kuat arus listrik, dan waktu listrik
mengalir. Energi listrik akan makin besar, jika tegangan (V) dan kuat arus (I) makin
besar serta selang waktu (t) makin lama.
Karena menurut Hukum Ohm V = IR, maka persamaan tersebut dapat diturunkan
menjadi persamaan berikut:
Satuan energi listrik dalam SI adalah joule (J). Adapun, satuan energi listrik yang
sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah kWh (kilowatt hour atau
kilowatt jam).
Contoh Soal:
Daya listrik adalah jumlah energi listrik yang digunakan tiap detik. Besar daya listrik
dirumuskan:
t
W
P
Karena W = VIt, maka persamaan daya listrik dapat ditulis sebagai P = V.I
Adapun, menurut Hukum Ohm V = IR sehingga persamaan daya juga dapat ditulis
sebagai berikut.
Contoh Soal:
Daya listrik dalam Alat listrik. Misal ada lampu bertuliskan 60 W / 220 V. Artinya,
lampu akan menyala dengan baik, jika dipasang pada tegangan 220 volt dan selama 1
detik banyaknya energi listrik yang diubah menjadi energi cahaya 60 joule. Contoh
lain motor listrik bertuliskan 220 V- 0,5 A. Artinya motor akan bekerja dengan baik
jika dipasang pada tegangan 220 volt dan akan mengalir arus listrik 0,5 ampere.
Bagaimana menghitung biaya listrik Rumah Tangga dalam Kehidupan sehari-hari?
C. Metode Pembelajaran
1. Model Pembelajaran : Cooperating Learning (CL)
2. Metode : Diskusi, Informasi, Demonstrasi.
D. Langkah-Langkah
1. Pertemuan Pertama
KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN WAKTU
Pendahuluan Motivasi /apersepsi
Guru menanyakan kepada peserta didik tentang
pengalaman sehari-hari yang berkaitan dengan listrik.
10
menit
Contoh : Pernahkan kalian mengamati nyala lampu yang
ada di rumah kalian. Bandingkanlah antara lampu yang satu
dengan yang lain! Apakah yang membedakan nyala lampu
tidak sama terangnya?
Prasyarat Pengetahuan
Siswa mengetahui pengertian tegangan, arus dan energi.
Kegiatan Inti Eksplorasi
Guru memberikan arahan kepada siswa untuk
mengulang kembali pengertian tegangan (V), arus
listrik (I), dan Energi Listrik.
Guru mendemonstrasikan kegiatan 10.1 pada BSE Sukis
hal. 169-170.
Elaborasi
Guru memberikan contoh soal energi dan daya listrik.
Secara berkelompok peserta didik mendiskusikan dan
menyelesaikan contoh soal.
Perwakilan kelompok menuliskan jawaban di apapan
tulis.
Guru bersama peserta didik membahas soal.
Guru memberikan kesempatan kepada pserta didik
untuk bertanya bgian materi yang belum difahami.
Konfirmasi
Guru memberikan latihan soal energi dan daya listrik
70
menit
Penutup Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan / 10
rangkuman hasil belajar.
Guru menginformasikan mteri berikutnya
menit
Pertemuan ke-2
KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN WAKTU
Pendahuluan Motivasi /apersepsi
Apakah yang terjadi jika sebuah lampu dihubungkan
dengan batu baterai?
Prasyarat Pengetahuan
Perubahan energi yang terjadi pada lampu yang
dihubungkan dengan batu baterai.
Guru mengetahui macam-macam bentuk energi.
Pra Demonstrasi
Guru memberikan arahan agar anak memperhatikan
demonstrasi yang akan dilakukan guru.
10
menit
Kegiatan Inti Eksplorasi
Guru mendemonstrasikan perubahan bentuk energi
Siswa mengamati dan menyimpulkan peristiwa yang
terjadi
Elaborasi
Guru menggali pendapat peserta didik mengenai cara
70
menit
penghematan energi.
Guru memberikan kesempatan kepada pserta didik
untuk bertanya bgian materi yang belum difahami.
Konfirmasi
Guru memberikan latihan soal energi listrik
Penutup Guru bersama siswa berdiskusi tentang perubahan
bentuk-bentuk energi.
Guru bersama siswa membuat kesimpulan hasil belajar.
Guru memberikan tes untuk mengetahui daya serap
yang baru saja dipelajari.
10
menit
E. Sumber Belajar
1. Buku siswa
Wariyono Sukis, dan Muharomah, Yani. 2008. Mari belajar ilmu alam sekitar 3: panduan
belajar IPA terpadu /untuk kelas IX SMP/MTs. Hal 247. Jakarta: Pusat Perbukuan
Nasional Departemen Pendidikan Nasional.
2. LKS
3. Alat demonstrasi
F. Penilaian Hasil Belajar
1. Teknik Penilaian
a. Tes tertulis
b. Tugas rumah
2. Bentuk Instrumen
Uraian
3. Instrumen
Pertemuan ke-1
Tes Tertulis
1) Solder dihubungkan dengan tegangan istrik 220 V, sehingga mengalir arus
listrik pada elemen pemanas 2 A. Berapakah energi listrik yang
digunakansolder apabila dipakai selama:
a. 10 detik,
b. 5 menit
2) Sebuah rumah tangga setiap hari menggunakan alat-alat listrik sebagai
berikut.
4 buah lampu masing-masing 10 watt menyala 10 jam,
sebuah setrika 300 watt dipakai 1 jam,
sebuah TV 100 watt hidup selama 6 jam,
sebuah tape recorder 60 watt berbunyi selama 2 jam.
Jika harga per kWh Rp1500,00 hitunglah:
a. energi listrik yang digunakan selama 1 hari,
b. energi listrik yang digunakan selama 1 bulan (30 hari),
d. rekening listrik yang harus dibayar.
Kunci Jawaban:
No Jawaban Skor
1. Diketahui: V=220 Volt; I = 2 A ; t
a
= 10 s ; tb = 5 menit = 300 s
Ditanya: W=...?
a. W = V.I.t = 220 V. 2 A. 10 s = 4400 Joule
b. W = V.I.t = 220 V. 2A. 300 s= 132000 J = 132 KJ
10
10
10
2. Diketahui :
W
1
= n(P
1
.t) = 4.(10 watt. 10 jam) = 400 wh/hari
W
2
= n(P
2
.t) = 1. (300 watt. 1 jam)= 300 wh/hari
W
3
= n(P
3
.t) = 1. (100 watt. 6 jam)= 600 wh/hari
W
4
= n(P
4
.t) = 1. ( 60 watt. 2 jam) = 120 wh/hari
Jadi energi total per hari:
W = W
1
+ W
2
+ W
3
+ W
4
=( 400 + 300 + 600 + 120 ) J = 1420 wh
Maka dalam 1 bulan W = 1420 wh x 30 hari = 42600 wh
>>> 42600 wh = 42,6 KWh
Karena biaya per KWh = Rp. 1000,- maka,
Biaya listrik sebulan = Rp. 1500 x 42,6 KWh = Rp. 63.900,-
5
5
5
5
10
10
10
20
Jumlah 100
Pertemuan ke-2
1) Sebutkan alat-alat yang dapat mengubah energi listrik menjadi energi gerak.
2) Sebutkan 4 usaha untuk menghemat energi listrik!
Kunci Jawaban:
1). Kipas angin, motor listrik, penyedot debu, Lift
2). Cara menghemat energi listrik antara lain:
a. matikan lampu saat pergi,
b. nyalakan lampu saat gelap,
c. gunakan alat-alat rumah tangga yang daya listriknya rendah.
d. Mencari sumber-sumber energi alternatif yang dapat diperbarui
Mengetahui,
Kepala Madrasah,
Drs. Wawan Sholeh Setiawan, M.Pd
NIP. 19651204 198503 1001
Subang, Agustus 2014
Yanto Abdullah, S.Si
NIP. 19810318 200604 1001
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : MTs Negeri Subang
Mata Pelajaran : IPA-Fisika
Kelas/Semester : IX / 6
Alokasi Waktu : 3 x 40 menit
Konsep : Kemagnetan
Standar Kompetensi : 4.Memahami konsep kemagnetan dan penerapannya dalam
kehidupan sehari-hari.
Kompetensi Dasar : 4.1 Menyelidiki gejala kemagnetan dengan cara membuat magnet
Indikator : Menunjukkan bagian-bagian magnet.
Menunjukkan sifat kutub magnet
Menggambarkan garis gaya magnet
Mendiskripsikan sudut inklinasi dan deklinasi
Mendemonstrasikan cara membuat magnet dan cara menghilangkan
sifat kemagnetan
Memaparkan teori kemagnetan bumi
Menjelaskan arah medan magnet disekitar kawat berarus listrik
Menggambarkan garis gaya magnet disekitar kawat berarus listrik
A. Tujuan Pembelajaran
1. Melalui observasi peserta didik mampu menunjukkan bagian - bagian dan sifat
kutub magnet
2. Melalui observasi dan dsikusi peserta didik dapat menggambarkan garis gaya
magnet
3. Melalui kajian pustaka peserta didik mampu mendiskripsikan sudut inklinasi dan
deklinasi
4. Dengan melakukan percobaan peserta didik dapat mendemonstrasikan cara
membuat magnet dan cara menghilangkan sifat kemagnetan
5. Melalui kajian pustaka peserta didika mampu memaparkan teori kemagnetan
bumi
6. Melalui observasi peserta didik dapat menjelaskan arah medan magnet disekitar
kawat berarus listrik dan menggambarkan garis gaya magnet disekitar kawat
berarus listrik
B. Materi Pembelajaran
Kemampuan suatu benda menarik benda lain yang berada di dekatnya disebut
kemagnetan.
Benda yang dapat ditarik magnet disebut benda magnetik. Benda yang tidak
dapat ditarik magnet disebut benda non magnetik.
Benda dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
1) Benda feromagnetik, : benda yang ditarik kuat oleh magnet, contoh: besi,
baja, nikel, dan kobalt.
2) Benda paramagnetik : Benda yang ditarik lemah oleh magnet Contohnya
platina, tembaga, dan garam.
3) Benda Diamagnetik : Benda yang ditolak oleh magnet dengan lemah
Contohnya timah, aluminium, emas, dan bismuth
Benda magnetik yang bukan magnet dapat dijadikan magnet. Besi mudah dijadikan
magnet, tetapi sifat magnetnya mudah hilang (magnet sementara). Baja sulit dijadikan
magnet, tetapi setelah jadi magnet sifat kemagnetannya tidak mudah hilang.
Setiap benda magnetik pada dasarnya terdiri magnet-magnet kecil yang disebut magnet
elementer. Benda yang bukan magnet arah magnet elementernya tidak beraturan.
Adapun, benda magnet arah magnet elementernya teratur.

Cara-cara membuat magnet


1) Cara menggosok
2) Cara Induksi
3) Meangalirkan arus listrik searah
Cara-cara menghilangkan sifat kemagnetan : dipukul, dibakar, dan dialiri arus AC
Kutub magnet terdiri atas Kutub Utara dan Kutub Selatan. Daerah sekitar magnet yang
masih merasakan gaya magnet disebut medan magnet. Arah garis gaya magnet selalu
dari Utara menuju Selatan.
Teori kemagnetan bumi.
Bumi dipandang sebagai magnet batang besar. Kutub utara magnet bumi terletak di
sekitar kutub selatan bumi. Adapun kutub selatan magnet bumi terletak di sekitar kutub
utara bumi.
Magnet bumi memiliki medan magnet yang dapat memengaruhi jarum kompas
dan magnet batang yang tergantung bebas.
Sudut yang dibentuk oleh kutub utara jarum kompas dengan arah utara-selatan
geografis disebut deklinasi
Sudut yang dibentuk oleh kutub utara jarum kompas dengan bidang datar
disebut inklinasi
Medan magnet oleh arus listrik
1) Oersted menemukan bahwa di sekitar kawat berarus listrik magnet.
2) Arah medan magnet yang ditimbulkan arus listrik dapat diterangkan melalui
aturan atau kaidah tangan kanan.Jika arus listrik searah ibu jari, arah medan
magnet yang timbul searah keempat jari yang menggenggam. Perhatikan
gambar!
C. Metode Pembelajaran
1. Model : Pendekatan CTL
2. Metode : Eksperimen, diskusi dan demonstrasi.
D. Langkah-Langkah
1. Pertemuan Pertama
KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN WAKTU
Pendahuluan Motivasi /apersepsi
Guru menanyakan kepada peserta didik tentang magnet.
Misal:
Apa yang terjadi jika sebuah logam didekatkan dengan
magnet?
bagaimana manfaat magnet dalam kehidupan sehari-hari?
10
menit
Kegiatan Inti Eksplorasi
Guru mendemonstrasikan kegiatan 1 hal. 203 dalam
buku BSE elok Sudibyo.
Melalui tanya jawab guru menjelaskan kutub magnet,
medan magnet dan arah garis gaya magnet dan teori
70
menit
magnet elementer.
Elaborasi
Guru meminta perwakilan peserta didik untuk
mendemonstrasikan cara pembuatan magnet.
Guru menjelaskan cara menentukan kutub-kutub
magnet ketika membuat magnet.
Konfirmasi
Guru memberikan latihan soal tentang cara pembuatan
magnet dan menentukan kutub-kutub magnet yang
terbentuk.
Penutup Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan /
rangkuman hasil belajar.
Guru menginformasikan materi berikutnya
10
menit
2. Pertemuan Kedua
KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN WAKTU
Pendahuluan Motivasi /apersepsi
Guru menanyakan kepada peserta didik:
Apakah ada yang belum difahami pada meteri sebelumnya,
tentang cara pembuatan magnet?
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran petemuan ke-2,
yaitu:
1. Memahami teori kemagnetan bumi
2. Memahami medan magnet yang ditimbulkan aliran arus
10
menit
listrik dan kaidah tangan kanan
Kegiatan Inti Eksplorasi
Peserta didik diminta untuk mengkaji teori kemagnetan
bumi dan penmuan Oersted mengenai medan magnet
di sekitar arus listrik
Elaborasi
Guru meminta perwakilan peserta didik untuk
menjelaskan teori kemagnetan bumi dan kaidah tangan
kanan.
Guru memberikan penghargaan bagi peserta didik yang
maju.
Guru menjelaskan informasi yang sebnarnya.
Konfirmasi
Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik
untuk menanyakan materi yang belum difahami
Guru memberikan latihan soal dan membahasnya.
70
menit
Penutup Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan /
rangkuman hasil belajar.
Guru menginformasikan materi berikutnya
10
menit
E. Sumber Belajar
1. Buku Paket
2. LKS
3. Alat-alat Demonstrasi dan Praktikum (kemagnetan)
F. Penilaian Hasil Belajar
1. Teknik Penilaian
a. Tes tertulis
b. Tes Keaktifan
2. Bentuk Instrumen
a. Uraian
b. Lembar penilaian keaktifan siswa.
Tes Tertulis
1. Perhatikan gambar berikut.
Benda A dapat menarik benda B dan tidak dapat menarik benda C. Pernyataan berikut
benar, kecuali ....
A. benda A sebuah magnet
B. benda B merupakan benda magnetik
C. benda C merupakan benda nonmagnetik
D. benda C merupakan benda feromagnetik
2. Gambar garis gaya magnet pada magnet batang yang benar ditunjukkan gambar
3. Perhatikan gambar berikut ini.
Sebuah baja dibuat menjadi magnet sebagaimana
ditunjukkan pada gambar, pernyataan berikut yang
benar adalah ....
A. A kutub utara, magnet bersifat sementara
B. A kutub selatan, magnet bersifat sementara
C. A kutub selatan, magnet bersifat permanen
D. A kutub utara, magnet bersifat permanen
4. Dua batang baja dililiti kawat yang
dialiri arus dengan arah arus seperti
pada gambar.
Kutub-kutub magnet yang benar adalah
A. E kutub utara, G kutub selatan
B. E kutub selatan, H kutub utara
C. F kutub selatan, G kutub utara
D. F kutub utara, H kutub selatan
5. Berikut ini cara membuat magnet, kecuali....
A. cara alami
B. cara induksi
C. cara menggosok
D. cara arus listrik
Rubrik penilaian sikap
Baja
Keterangan deskriptor:
1 = mau mengajukan pertanyaan tentang materi/konsep yang belum dimengerti
2 = mau berdiskusi dan bekerja sama
3 = mau menjawab pertanyaan guru/teman
4 = mau mengemukakan ide-ide
5 = mau melaporkan hasil kerja kelompok tanpa ditunjuk
Kategori deskriptor: 5: sangat baik, 4: baik, 3: cukup, 2: kurang, 1: sangat kurang
Sumber Pustaka
Wariyono Sukis, dan Muharomah, Yani. 2008. Mari belajar ilmu alam sekitar 3: panduan belajar IPA
terpadu /untuk kelas IX SMP/MTs. Hal 247. Jakarta: Pusat Perbukuan Nasional Departemen
Pendidikan Nasional.
Mengetahui,
Kepala Madrasah,
Drs. Wawan Sholeh Setiawan, M.Pd
NIP. 19651204 198503 1001
Subang, Agustus 2014
Yanto Abdullah, S.Si
NIP. 19810318 200604 1001
Kegiatan 1.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : MTs Negeri Subang
Mata Pelajaran : IPA-Fisika
Kelas/Semester : IX / 6
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit
Konsep : Sistem Tata Surya
Standar Kompetensi : 4. Memahami konsep kemagnetan dan penerapannya dalam
kehidupan sehari-hari
Kompetensi Dasar : 4.3 Menerapkan konsep indukasi elektromagnetik untuk menjelaskan
prinsip kerja beberapa alat yang memanfaatkan prinsip indukasi
elektromagnetik
Indikator : Menunjukkan terjadinya gaya gerak listrik induksi.
Menjelaskan prinsip kerja generator listrik sederhana.
Menjelaskan prinsip kerja transformator.
Mendeskripsikan karakteristik transformator dan penerapannya.
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi dalam bab ini, diharapkan siswa dapat
1.menjelaskan hubungan antara pergerakan garis medan magnetik dengan terjadinya
gaya gerak listrik induksi melalui percobaan;
2. menjelaskan prinsip kerja dinamo/generator secara sederhana;
3. menjelaskan secara kualitatif prinsip sederhana cara kerja transformator;
4. mendeskripsikan karakteristik transformator dan penerapannya.
B. Materi Pembelajaran
Induksi Elektromagnetik
Peristiwa timbulnya GGL induksi dan arus induksi akibat adanya perubahan jumlah garis-garis
gaya magnet disebut induksi elektromagnetik.
tiga faktor yang memengaruhi GGL induksi, yaitu
1. kecepatan gerakan magnet atau kecepatan perubahan jumlah garis-garis gaya
magnet (fluks magnetik),
2. jumlah lilitan,
3. medan magnet.
Pada induksi elektromagnetik terjadi perubahan bentuk energi gerak menjadi energi listrik.
Induksi elektromagnetik digunakan pada pembangkit energi listrik. Pembangkit energi listrik
yang menerapkan induksi elektromagnetik adalah generator dan dinamo.
Macam-Macam Transformator
Trafo step up adalah transformator yang berfungsi untuk
menaikkan tegangan AC. Trafo ini memiliki ciri-ciri:
a) jumlah lilitan primer lebih sedikit daripada jumlah lilitan
sekunder,
b) tegangan primer lebih kecil daripada tegangan sekunder,
c) kuat arus primer lebih besar daripada kuat arus sekunder.
Trafo step down adalah transformator yang berfungsi untuk
menurunkan tegangan AC. Trafo ini memiliki ciri-ciri:
a) jumlah lilitan primer > daripada jumlah lilitan sekunder,
b) tegangan primer lebih besar daripada tegangan sekunder,
c) kuat arus primer lebih kecil daripada kuat arus sekunder.
Transformator ideal
C. Metode Pembelajaran
- Informasi/ceramah - Demonstrasi
- Tanya jawab/diskusi - Eksperimen
D. Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan ke- 1
Kegiatan pembelajaran Waktu
Pendahuluan
Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan tanya jawab untuk
mengungkap kembali pelajaran sebelumnya dan keterkaitannya dengan
materi pelajaran yang akan dipelajarai.
10 menit
Kegiatan Iti 65 menit
Menayangkan dengan LCD tentang induksi elektromagnetik beserta
implikasinya dari jaringan internet (rekaman dari inter- net).
Melakukan tanya jawab untuk mengungkap kembali tingkat
pemahaman siswa tentang kemagnetan dan manfaatnya.
Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan timbulnya gaya gerak
listrik induksi pada kumparan.
Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan besar GGL terkait dengan
banyaknya lilitan kumparan dan kecepatan perubahan fluks garis
medan magnet.
Melakukan tanya jawab dan menyimpulkan serta memberi penekanan
hasil proses pembelajaran yang telah dilaksanakan.
Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan atau tertulis.
Kegiatan Akhir 5 menit
Memberi tugas mandiri, tugas dari internet, tugas membaca, dan
memahami materi berikutnya serta diteruskan dengan menutup
proses pembelajaran.
Pertemuan ke-2
Pertemuan ke-3
E. Alat/Bahan/Sumber Belajar
Alat-Alat/Bahan:
Kumparan, magnet batang, galvanometer, voltmeter, model generator, model
dinamo, dinamo sepeda, bohlam, transformator, sumber listrik bolak-balik, dan
Multimeter
Sumber Belajar:
Buku: Semesta Fenomena Fisika 3 karangan Budi Purwanto
sarana/Media:
LCD, komputer, dan jaringan internet
F. Penilaian
- Kuis
- Pengamatan keaktifan siswa saat diskusi dan tanya jawab
- Pengamatan sikap, minat, dan kelakuan siswa
- Pengamatan kinerja keterampilan dalam peragaan dan percobaan
Soal Kuis
1. Transformator akan berfungsi apabila menggunakan sumber listrik .
2. Energi keluaran dari transformator akan lebih besar dibanding energi masukan
transformator. Benar atau salahkah pernyataan itu?
3. Sebuah transformator dengan jumlah lilitan primer sebanyak 1.000 lilitan dan sekunder
500 lilitan. Apabila tegangan primer 200 volt, tegangan sekundernya adalah .
4. Daya masukan dan daya keluaran pada transformator adalah sama. Benar atau salahkah
pernyataan itu?
Jawaban Kuis
1. bolak-balik
2. salah
3. 100 volt
4. benar
Mengetahui,
Kepala Madrasah,
Drs. Wawan Sholeh Setiawan, M.Pd
NIP. 19651204 198503 1001
Subang, Agustus 2014
Yanto Abdullah, S.Si
NIP. 19810318 200604 1001
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Sekolah : SMP
Kelas / Semester : IX / 2
Mata Pelajaran : FISIKA
Standar Kompetensi : 4 Memahami konsep kemagnetan dan penerapannya
dalam kehidupan sehari-hari.
Kompetensi Dasar : 4.2 Mendeskrepsikan pemanfaatan kemagnetan dalam
produk teknologi
Waktu : 3 jam pelajaran (@ 40 menit)
Indikator :
1. Menjelaskan cara kerja elektromagnet dan penerapannya dalam beberapa
produk teknologi.
2. Memaparkan hukum Lorenz
3. Menemukan penggunaan gaya Lorentz pada beberapa alat listrik sehari-hari.
4. Menyadari pentingnya pemanfaatan kemagnetan dalam produk teknologi
A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menjelaskan cara kerja elektromagnet.
2. Siswa dapat memaparkan hukum Lorentz
3. Siswa dapat menjelaskan penerapan konsep elektromagnet dalam beberapa produk teknologi.
4. Siswa dapat menemukan penggunaan gaya Lorentz pada beberapa alat listrik sehari-hari.
B. Materi Pembelajaran
Kemagnetan
C. Metode Pembelajaran
1. Model : D1, CL
2. Metode : Pendekatan CTL
D. Langkah-Langkah
1. Pertemuan Pertama
a. Pendahuluan
1) Guru memberi pertanyaan tentang cara-cara menimbulkan sifat kemagnetan.
2) Guru menuliskan tujuan pembelajaran
b. Kegiatan Inti
1) Guru menunjukkan kepada siswa bagian-bagian dari bel listrik.
2) Guru menunjuk siswa untuk membunyikan bel listrik.
3) Guru memasang charta bel listrik.
4) Siswa diminta untuk menjelaskan cara kerja bel listrik dengan menggunakan charta bel.
c. Penutup
Guru memberi tugas kepada siswa untuk mendata beberapa produk teknologi yang
menggunakan prinsip kerja induksi electromagnet.
2. Pertemuan Kedua
a. Pendahuluan
Guru menulis tujuan pembelajaran hari itu.
b. Kegiatan Inti
1) Mengelompokkan siswa menjadi beberapa kelompok
2) Guru membagikan LKS dan alat-alat yang telah dipersiapkan
3) Guru meminta siswa untuk melakukan percobaan sesuai dengan LKS
4) Meminta siswa untuk menyusun laporan.
5) Meminta beberapa kelompok untuk mempresentasikan hasil percobaan.
6) Guru memberi penghargaan kepada kelompok yang kinerjanya bagus.
c. Penutup
Guru memberi tugas untuk mendata alat-alat listrik yang ada di rumah dan mengelompokkan
alat yang prinsip kerjanya menggunakan gaya Lorentz.
E. Sumber Belajar
1. Buku-buku referensi
2. LKS
3. Alat-alat
a. Alat peraga bel listrik
b. Charta / gambar bel listrik
c. Baterai
d. Magnet U
e. Alumunium foil.
F. Penilaian
Teknik :
1. Tes Tertulis
2. Penugasan
Bentuk :
1. Uraian
Tugas rumah
Mengetahui,
Kepala Madrasah,
Drs. Wawan Sholeh Setiawan, M.Pd
NIP. 19651204 198503 1001
Subang, Agustus 2014
Yanto Abdullah, S.Si
NIP. 19810318 200604 1001
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : MTs Negeri Subang
Mata Pelajaran : IPA-Fisika
Kelas/Semester : IX / 6
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit
Konsep : Sistem Tata Surya
Standar Kompetensi : 5. Memahami sistem tata surya dan proses yang terjadi didalamnya
Kompetensi Dasar : 5.1 Mendeskripsikan karakteristik sistem tata surya
Indikator : Menjelaskan gravitasi sebagai gaya tarik antara matahari dan bumi
sehubungan dengan jaraknya
Mendeskripsikan orbit planet mengitari matahari berdasarkan model
tata surya
Mendeskripsikan perbandingan antara planet ditinjau massa, jari-jari,
jarak rata-rata ke matahari dan sebagainya dengan menggunakan tabel
.
A. Tujuan Pembelajaran
1. Melalui observasi peserta didk dapat menunjukkan gravitasi sebagai gaya tarik antara matahari
dan bumi dengan jaraknya
2. Melalui kajian pustaka dan seni peran siswa dapat menunjukkan orbit planet mengitari matahari.
3. Melalui kajian pustaka siswa dapat Mendeskripsikan perbandingan antara planet ditinjau massa,
jari-jari, jarak rata-rata ke matahari dan sebagainya dengan menggunakan tabel
B. Materi Pembelajaran :
Tata surya
C. Langkah-Langkah Pembelajaran :
1. Model Pembelajaran : Cooperative Learning, Direct Instruksional (DI)
2. Metode Pembalajaran : Ceramah,Tanya Jawab, seni peran, dan diskusi kelompok
3. Langkah-langkah :
No Langkah-langkah Waktu Karakter
Pendahuluan Guru memberi salam
Motivasi dan Apersepsi
Apakah matahari dan bumi termasuk
bintang?
Guru menyampaikan indikator yang harus
10 menit Disiplin
Ingin tahu
dicapai peserta didik
Kegiatan Inti Eksplorasi
Guru memutar video sistem tata surya.
Peserta didik memperhatikan video secara
seksama dan mencatat informasi penting.
Elaborasi
Guru meminta peserta didik untuk
memainkan peran sebagai planet untuk
memahai orbit orbit planit mengelilingi
matahari.
Guru meminta peserta didik untuk mengkaji
materi karakteristik setiap planet dalam
sistem tata surya.
Konfirmasi
Guru Membimbing siswa merangkum
pelajaran dan memberikan informasi yang
sebenarnya.
Guru memberikan kesempatan bertanya
kepada siswa.
Guru memberikan soal kuis
60 menit
Rasa ingin
tahu
Cinta ilmu
Mandiri
Percaya diri,
Saling
menghargai
Penutup Guru memberi PR
10 menit Ingin tahu
D. Sumber Pembelajaran:
1. Buku Paket
2. LKS
3. Model Tata Surya
E. Penilaian
Indikator Penilaian
Bentuk
Intrumen Intrumen
1. Siswa dapat menyebutkan anggota tata
surya yang memiliki orbit paling panjang
Pilihan
Ganda
Anggota tata surya yang
memiliki orbit paling lonjong
adalah..
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Siswa dapat menyebutkan pusat tata
surya berdasarkan teori heliosentris
Siswa dapat menyebutkan planet yang
kala rotasinya tercepat
Siswa dapat menyebutkan nama planet
yangmemiliki satelit alami terbanyak
Siswa dapat menyebutkan tentang
revolusi bumi dengan tepat
Siswa dapat menyebutkan bidang edar
bumi dalam mengelilingi matahahari
Siswa dapat menyebutkan planet yang
memiliki periode revolusi terlama
Pilihan
Ganda
Pilihan
Ganda
Pilihan
Ganda
Pilihan
Ganda
Isian
Singkat
Isian
Singkat
a. Bumi c. asteroid
b. Komet d. meteorid
Pusat tata surya berdasarkan
teori heliosentris adalah.
a. bumi c. galaksi
b. bulan d. matahari
Di antara semua planet
penyusun tata surya, planet
dengan kala rotasi tercepat
adalah
a. Jupiter c. merkurius
b. Bumi d. neptunus
Planet anggota tata surya yang
memiliki satelit alami terbanyak
adalah .
a. Bumi c. saturnus
b. Jupiter d. Uranus
Pernyataan yang berkenaan
dengan revolusi bumi berikut
ini yang benar adalah
a. Titik perihelium bumi lebih
jauh dari titik aphelium
bumi
b. Titik perihelium bumi sama
dengan titik aphelium
bumi
c. Titik perihelium bumi lebih
dekat dari titik aphelium
bumi
d. Bumi hanya memiliki titik
perihelium
Bidang edar bumi dalam
mengelilingi matahari disebut
Planet yang memiliki periode
revolusi terlama adalah.
8.
9.
Siswa dapat menyebutkan planet yang
tidak memiliki satelit
Siswa dapat menyebutkan nama-nama
planet secara urut
Isian
Singkat
Isian
Singkat
Planet penyusun tata surya
tanpa adanya satelit yang
mengiringinyaa dalah.
Sebutkan nama-nama planet
secara urut !
Kunci Jawaban
No Jawaban
Skor
Nilai
1 B 1
2 D 1
3 A 1
4 C 1
5 C 1
6 Bidang Eleptika 1
7 Neptunus 1
8 Merkurius dan venus 1
9 Merkurius,Venus, Bumi, Mars,Jupiter, Saturnus,Uranus, neptunus 2
Jumlah skor maksimum 10
Mengetahui,
Kepala Madrasah,
Drs. Wawan Sholeh Setiawan, M.Pd
NIP. 19651204 198503 1001
Subang, Agustus 2014
Yanto Abdullah, S.Si
NIP. 19810318 200604 1001
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : MTs Negeri Subang
Mata Pelajaran : IPA-Fisika
Kelas/Semester : IX / 5
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit
Konsep : Tata Surya
Standar Kompetensi : 5. Memahami sistem tata surya dan proses yang terjadi didalamnya.
Kompetensi Dasar : 5.3 Mendeskripsikan gerak edar bumi, bulan dan satelit buatan
serta pengaruh interaksinya
Indikator : o Menjelaskan periode rotasi bulan dan posisinya terhadap bumi
o Menjelaskan akibat rotasi bumi dan revolusi bumi
A. Tujuan Pembelajaran
1. Melalui kajian pustaka dan diskusi peserta didik dapat menunjukkan periode rotasi bulan
dan posisinya terhadap bumi
2. Melalui observasi peserta didik dapat menjelaskan akibat rotasi bumi dan revolusi bumi
B. Materi Pembelajaran
Rotasi dan revolusi bumi.
Rotasi bumi adalah perputaran bumi pada porosnya. Rotasi bumi memerlukan waktu 23
jam 56 menit. Arah rotasi bumi dari barat ke timur.
Rotasi bumi menyebabkan hal-hal berikut.
1) Gerak semu harian matahari
2) Terjadinya siang dan malam serta perbedaan waktu.
3) Pembelokkan arah mata angin
Pembelokan arah angin berdasarkan hukum Buys Ballot yang berbunyi:
1) udara bergerak dari tempat yang bertekanan tinggi ke tempat yang bertekanan
rendah,
2) di belahan bumi selatan, angin membelok ke kiri, sedangkan di belahan bumi utara
angin membelok ke kanan.
4) Pembelokkan arah arus laut
Gerak pembelokan arah angin dan arus laut disebut efek Coriolis. Arus laut memang.
Di belahan bumi utara, arus laut membelok searah jarum jam, sedangkan di belahan
bumi selatan, arus laut membelok berlawanan arah jarum jam.
5) Bentuk bumi elips.
Revolusi bumi adalah peredaran bumi mengelilingi matahari. Revolusi bumi memerlukan
waktu 365,25 hari atau 1 tahun.
Akibat Revolusi bumi adalah:
1) Gerak semu tahunan matahari
2) Perbedaan lamanya siang dan malam.
3) Pergantian musim
Rotasi dan revolusi bulan.
Bulan melakukan tiga gerakan sekaligus, yaitu gerak berputar pada sumbunya (rotasi),
gerak mengelilingi bumi dan gerak bersama-sama bumi mengelilingi matahari.
Kala rotasi bulan sama dengan kala revolusi terhadap bumi. Akibatnya, permukaan bulan
yang menghadap ke bumi selalu sama.
Adanya gerakan bulan, akan menimbulkan hal-hal sebagai berikut.
1) Pembagian Bulan Sideris dan Sinodis
2) Fase-fase Bulan
3) Terjadinya gerhana
4) terjadinya pasang surut air laut
C. Model dan Media Pembelajaran
1. Model Pembelajaran : Cooperative Learning, Direct Instruksional (DI)
2. Metode Pembalajaran : Penugasan, observasi, dan diskusi kelompok
3. Media : Laptop. Infokus, Charta, Model Tata Surya
D. Langkah-Langkah Pembelajaran
No Langkah-langkah Waktu Karakter
Pendahuluan Guru memberi salam
Motivasi dan Apersepsi
Apakah waktu di Indonesia selalu sama
dengan di negara-negara lain?Mengapa?
mengapa matahari selalu tampak bergerak
dari ufuk timur ke ufuk barat?
Guru menyampaikan indikator yang harus
dicapai peserta didik
10 menit Disiplin
Ingin tahu
Kegiatan Inti Eksplorasi
Secara klasikal guru menjelaskansecara
sigkat materi rotasi bumi dan bulan serta
akibat yang ditimbulkan, dengan dibantu
menggunakan multimedia.
Elaborasi
Guru membagi peserta didik ke dalam
kelompok-kelompok.
Setiap Kelompok membahas satu sub pokok
bahasan detail penjelasandari akibat rotasi
dan revolusi bumi dan bulan.
Guru mempresentasikan pengetahuan
deklaratif tentang rotasi dan revolusi bumi
serta karakteristik perilakunya.
Perwakilan kelompok mempresentasikan
hasil dsikusi mereka.
Konfirmasi
Guru Membimbing siswa merangkum
pelajaran dan memberikan informasi yang
sebenarnya.
Guru memberikan kesempatan bertanya
kepada siswa.
60 menit
Rasa ingin
tahu
Cinta ilmu
Mandiri
Percaya diri,
Saling
menghargai
Penutup Guru memberi PR
10 menit Ingin tahu
E. Sumber Pembelajaran
Kuswanti, Nur dkk. 2008. Contextual Teaching and Learning Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas
IX Edisi 4. Jakarta: Pusat Perbukuan Nasional Departemen Pendidikan Nasional.
Wariyono Sukis, dan Muharomah, Yani. 2008. Mari belajar ilmu alam sekitar 3: panduan belajar IPA
terpadu /untuk kelas IX SMP/MTs. Hal 247. Jakarta: Pusat Perbukuan Nasional Departemen
Pendidikan Nasional.
C. Penilaian
1. Metode dan bentuk instrumen
Metode Bentuk
Penilaian Keaktifan Lembar pengamatan keaktifan
Tes Tertulis Uraian
2. Instrumen
Rubrik penilaian sikap
Keterangan deskriptor:
1 = mau mengajukan pertanyaan tentang materi/konsep yang belum dimengerti
2 = mau berdiskusi dan bekerja sama
3 = mau menjawab pertanyaan guru/teman
4 = mau mengemukakan ide-ide
5 = mau melaporkan hasil kerja kelompok tanpa ditunjuk
Kategori deskriptor: 5: sangat baik, 4: baik, 3: cukup, 2: kurang, 1: sangat kurang
Tes Tulis
NO Indikator Penilaian Intrumen
1.
2.
3.
Siswa dapat menjelaskan
gerak semu harian
matahari
Siswa dapat menyebutkan
4 akibat revolusi bumi
Siswa dapat menyebutkan
4 akibat rotasi bumi
Matahari tampak terbit di sebelah timur dan tenggelam
di sebelah barat. Mengapa demikian ?
Sebutkan akibat revolusi bumi !(4)
Sebutkan akibat rotasi bumi !(4)
Kunci Jawaban
No Jawaban
Skor
Nilai
Bumi selalu berotasi,arah rotasi bumi adalah dari barat ke timur. Rotasi
bumi ini menyebabkan adanyagerak semu harian matahari yang
seolah-olah bergerak dari timur ke barat
2
Akibat Revolusi Bumi :
1. Terjadinya pergantian musim
2. Terjadinya gerak semu tahunan maatahari
3. Adanya perubahan lamanya siang danmalam
4. Adanya perubahan kenampakan rasi bintang
4
Akibat Rotasi bumi :
1. Adanya gerak semu harian matahari
2. Adanya perbedaan waktu
3. Adanya pergantian siang dan malam
4. Penggelembugan di khatulistiwa dan pemepatan di kedua kutub
4
Jumlah skor maksimum 10
Mengetahui,
Kepala Madrasah,
Drs. Wawan Sholeh Setiawan, M.Pd
NIP. 19651204 198503 1001
Subang, Agustus 2014
Yanto Abdullah, S.Si
NIP. 19810318 200604 1001
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : MTs Negeri Subang
Mata Pelajaran : IPA-Fisika
Kelas/Semester : IX / 5
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit
Konsep : Tata Surya
Standar Kompetensi : 5. Memahami sistem tata surya dan proses yang terjadi didalamnya.
Kompetensi Dasar : 5.3 Mendeskripsikan gerak edar bumi, bulan dan satelit buatan
serta pengaruh interaksinya
Indikator : Mendeskripsikan terjadinya gerhana bulan,gerhana matahari,dan
menghubungkannya dengan peristiwa pasang surut air laut
A. Tujuan Pembelajaran
1. Melalui observasi dan tanya jawab peserta didik dapat menjelaskan terjadinya gerhana
bulan dan gerhana matahari
2. Melaui kajian pustaka dan tanya jawab peserta didik dapat menjelaskan hubungan
peristiwa gerhana dengan pasang surut air laut.
B. Materi Pembelajaran
Gerhana adalah peristiwa terhalangnya sinar matahari oleh bumi atau bulan sehingga
bumi atau bulan tidak mendapatkan sinar matahari. Gerhana disebabkan adanya
bayangan yang dibentuk bumi atau bulan yang terletak dalam satu garis.
Gerhana bulan
Gerhana Matahari
Pasang surut air laut
Pasang adalah peristiwa naiknya permukaan air laut, sedangkan surut adalah peristiwa
turunnya permukaan air laut. Pasang surut air laut terjadi akibat pengaruh gravitasi
matahari dan gravitasi bulan. Akibat bumi berotasi pada sumbunya, makandaerah yang
mengalami pasang surut bergantian sebanyak dua kali.
Pasang air laut dibedakan menjadi dua, yaitu pasang purnama dan pasang perbani.
a) Pasang Purnama
Pasang ini terjadi karena pengaruh gravitasi bulan dan terjadi pada malam
hari pada saat bulan baru (bulan purnama). Pasang ini akan menjadi maksimum
apabila terjadi gerhana matahari karena air laut dipengaruhi oleh gravitasi bulan
dan matahari dengan arah yang sama (searah).
b) Pasang Perbani
Pasang perbani terjadi karena pengaruh gravitasi bulan dan matahari paling
kecil. Pada pasang perbani, permukaan air laut turun serendah-rendahnya. Pasang
ini terjadi pada saat bulan kuartir pertama dan kuartir ke tiga. Pasang perbani
dipengaruhi oleh gravitasi bulan dan matahari saling tegak lurus.
C. Model Pembelajaran
1. Model Pembelajaran : Cooperative Learning, Direct Instruksional (DI)
2. Metode Pembalajaran : Penugasan, observasi, dan diskusi kelompok
D. Langkah-Langkah Pembelajaran :
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu Metode
Pendahuluan Guru memberi salam
Guru memberi pertanyaan awal: Siapa di
antara kalian yang pernah menyaksikan
gerhana?
Guru menyampaikan indikator yang akan
dicapai
5 menit Ceramah
Kegiatan Inti Eksplorasi
Secara klasikal guru menjelaskanpenyebab
terjadinya gerhana.
Guru bertanya jawab dengan peserta didik
kapan air laut pasang dan kapan air laut
surut
Elaborasi
Guru membagi peserta didik ke dalam
kelompok-kelompok.
Guru mengarahkan jawaban pertanyaan
60 menit Diskusi
observasi
dengan meminta peserta didik untuk
membuka dan membaca buku siswa.
Guru mempresentasikan pengetahuan
deklaratif tentang pasang surut air laut
serta karakteristik perilakunya.
Guru meminta peserta didik dalam
kelompok untuk mendeskripsikan
hubungan pasang surut air laut dengan
peristiwa gerhana matahari dan gerhana
bulan.
Guru membimbing kegiatan tiap-tiap
kelompok.
Guru meminta salah satu untuk
mempresentasikan hasil diskusi.
Konfirmasi
Membimbing siswa merangkum pelajaran.
Uji kompetensi
Penutup Guru bertanya tentang materi yang belum
dipahami
Guru memberi tugas siswa untuk mencari
informasi urgensi satelit bagi suatu negara
10 menit Tanya
jawab
Penugasan
E. Sumber Pembelajaran
1. Buku Paket
Kuswanti, Nur dkk. 2008. Contextual Teaching and Learning Ilmu Pengetahuan Alam
SMP/MTs Kelas IX Edisi 4. Jakarta: Pusat Perbukuan Nasional Departemen
Pendidikan Nasional.
Wariyono Sukis, dan Muharomah, Yani. 2008. Mari belajar ilmu alam sekitar 3: panduan
belajar IPA terpadu /untuk kelas IX SMP/MTs. Hal 247. Jakarta: Pusat Perbukuan
Nasional Departemen Pendidikan Nasional.
2. Model Tata Surya
F. Penilaian
Indikator Penilaian
Teknik
Penilaian
Bentuk
Intrumen Intrumen
Siswa dapat menjelaskan dan
menggambarkan gerhana bulan
Tes
Tertulis
Uraian Jelaskan terjadinya
gerhana bulan dan
gambarkan !
Siswa dapat menjelaskan dan
menggambarkan gerhana
matahari
Siswa dapat menjelaskan
pengertian pasang surut
Siswa dapat menyebutkan 2
macam pasang air laut
Tes
Tertulis
Tes
tertulis
Tes
tertulis
Uraian
Uraian
Uraian
Jelaskan terjadinya
gerhana matahari dan
gambarkan !
Jelaskan yang
dimaksud pasang
surut air laut !
Sebutkan 2 macam
pasang air laut
Kunci Jawaban
No Jawaban
Skor
Nilai
1
Gerhana bulan
Gerhana bulan terjadi bila Matahari, Bumi dan Bulan berada pada
satu garis lurus
1
2
2
Gerhana Matahari
Gerhana Matahari terjadi apabila posisi Matahari,Bulan dan Bumi
berada pada satu garis lurus
1
2
3
Pasang surut air laut adalah peristiwa naik dan turunnya air laut
karena posisi Bulan terhadap bumi.Pasang surut terjadi karena
adanya gravitasi bulan dan gravitasi matahari terhadap bumi
2
4
Pasang air laut ada 2macam :
Pasang purnama
Pasang perbani
2
Jumlah skor maksimum 10
Mengetahui,
Kepala Madrasah,
Drs. Wawan Sholeh Setiawan, M.Pd
NIP. 19651204 198503 1001
Subang, Agustus 2014
Yanto Abdullah, S.Si
NIP. 19810318 200604 1001
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : MTs Negeri Subang
Mata Pelajaran : IPA-Fisika
Kelas/Semester : IX / 5
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit
Konsep : Tata Surya
Standar Kompetensi : 5. Memahami sistem tata surya dan proses yang terjadi didalamnya.
Kompetensi Dasar : 5.3 Mendeskripsikan gerak edar bumi, bulan dan satelit buatan
serta pengaruh interaksinya
Indikator : Mendeskripsikan fungsi satelit buatan
A. Tujuan Pembelajaran
Melalui kajian pustaka dan diskusi peserta didik dapat menyebutkan fungsi satelit buatan
B. Materi Pembelajaran
Satelit Buatan
Satelit merupakan benda langit kecil yang gerakannya mengelilingi benda langit yang
lebih besar (planet). Keduanya bersamaan mengelilingi matahari.
Satelit dibedakan menjadi dua, yaitu satelit alamiah dan satelit buatan. Contoh satelit
alamiah yaitu bulan. Bersama bumi, bulan berputar mengelilingi matahari. Menurut
penelitian, planet dalam tata surya yang tidak mempunyai satelit yaitu Merkurius dan
Venus.
Satelit buatan adalah satelit yang sengaja dibuat manusia untuk tujuan tertentu, antara
lain penelitian, komunikasi, mengetahui cuaca, dan militer. Satelit tersebut diluncurkan
dan diatur pada orbit tertentu terhadap bumi.
Berikut ini merupakan contoh beberapa satelit yang pernah diluncurkan ke angkasa luar.
a. Satelit Explorer I, II, dan III. Tujuannya untuk mempelajari radiasi sinar matahari dan
medan magnet bumi.
b. Satelit Sputnik III. Tujuannya untuk juga mempelajari radiasi sinar matahari dan medan
magnet bumi.
c. Satelit PAPALA milik Indonesia
C. Model dan Metode Pembelajaran
1. Model Pembelajaran : Cooperative Learning, Direct Instruksional (DI)
2. Metode Pembalajaran : Penugasan, Kajian Pustaka,diskusi kelompok
D. Langkah-Langkah Pembelajaran
No Langkah-langkah Waktu Karakter
Pendahuluan Guru memberi salam
Motvasi
Bagaimana kalian bisa menonton
siaran langsung sepak bola
dengan kualitas gambar yang
bagus?
Guru menyampaikan indikator
yang akan dicapai
10 menit
Disiplin
Ingin tahu
Kegiatan Inti Eksplorasi
Tanya jawab tentang satelit,
untuk mengetahui pemahaman
awal peserta didik.
Siswa diminta memberi contoh
satelit yang telah diketahui
Elaborasi
Guru membagi peserta didik ke
dalam kelompok-kelompok.
Guru mengarahkan jawaban
pertanyaan dengan meminta
peserta didik untuk membuka dan
membaca buku siswa.
Guru memberikan informasi
tentang satelit.
60 menit
Berpikir logis
Cinta ilmu
Kerjasama
Kreatif,
Inovatif
Cinta ilmu
Guru meminta perwakilan
kelompok untuk
mempresentasikanmasalah
urgensi satelit.
Memberikan penghargaan pada
kelompok dengan kinerja baik.
Konfirmasi
Membimbing siswa merangkum
pelajaran.
Uji kompetensi
Mandiri
Saling
menghargai
Ingin tahu
Penutup Guru bertanya pada siswa tentang
materi yang belum dipahami
Guru memberi PR
10 menit
E. Sumber Pembelajaran
Kuswanti, Nur dkk. 2008. Contextual Teaching and Learning Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas
IX Edisi 4. Jakarta: Pusat Perbukuan Nasional Departemen Pendidikan Nasional.
Wariyono Sukis, dan Muharomah, Yani. 2008. Mari belajar ilmu alam sekitar 3: panduan belajar IPA
terpadu /untuk kelas IX SMP/MTs. Hal 247. Jakarta: Pusat Perbukuan Nasional Departemen
Pendidikan Nasional
F. Penilaian
Indikator Penilaian
Teknik
Penilaian
Bentuk
Intrumen Intrumen
Siswa dapat menjelaskan
pengertian satelit
Siswa dapat menyebutkan
jenis-jenis satelit
Siswa dapatmemberikan 2
Tertulis
Tertulis
Tertulis
Uraian
Uraian
Uraian
Jelaskan pengertian satelit !
Sebutkan jenis-jenis satelit !
Sebutkan 2 contoh satelit buatan
contoh satelit buatan
Siswa dapat menyebutkan
fungsi satelit buatan
Siswa dapat menyebutkan
tujuan peluncuran satelit
meteorologi
Tertulis
Tertulis
Uraian
Pilihan
Ganda
Sebutkan fungsi satelit buatan!
Peluncuran satelit meteorologi
bertujuan untuk.
A. Membantu menentukan
posisi pesawat atau kapal
pada bidang penerbangan
dan pelayaran akibat adanya
cuaca buruk
B. Mencari informasi tentang
cuaca dan musim
C. Melakukan pemetaaan bumi
dan mencari informasi
mengenai medan gravitasi
bumi
D. Menyelidiki tata surya dan
alam semesta
Kunci Jawaban
No Jawaban
Skor
Nilai
1 Satelit adalah benda yang mengorbit atau bergerak mengitari benda
langit yang lebih besar
1
2 Jenis Satelit : satelit alam dan satelit buatan 2
3 Contoh satelit buatan : Sputnik 1, Palapa 2
4 Fungsi satelit buatan :
Komunikasi
Meteorologi
Astronomi
Navigasi
4
5 B 1
Jumlah skor maksimum 10
Mengetahui,
Kepala Madrasah,
Drs. Wawan Sholeh Setiawan, M.Pd
NIP. 19651204 198503 1001
Subang, Agustus 2014
Yanto Abdullah, S.Si
NIP. 19810318 200604 1001
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : MTs Negeri Subang
Mata Pelajaran : IPA-Fisika
Kelas/Semester : IX / 5
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit
Konsep : Tata Surya
Standar Kompetensi : 5. Memahami sistem tata surya dan proses yang terjadi didalamnya.
Kompetensi Dasar : 5.4 Mendeskripsikan proses-proses khusus yang terjadi di lapisan
lithosfer dan atmosfer yang terkait dengan perubahan zat dan kalor
Indikator : Menjelaskan pengaruh proses-proses yang terjadi di lapisan
lithosfer terhadap perubahan zat dan kalor
Menjelaskan jenis batu-batuan
A. Tujuan Pembelajaran
1. Melalui observasi dan tanya jawab peserta didik dapat menjelaskan pengaruh
proses-proses yang terjadi di lapisan lithosfer terhadap perubahan zat dan kalor
2. Melalui kaijan pustaka peserta didik dapat menjelaskan jenis batu-batuan
B. Materi Pembelajaran
Lapisan lithosfer
Kerak bumi atau litosfer merupakan bagian permukaan bumi yang tersusun atas
batu-batuan. Litosfer berasal dari bahasa Yunani, lithos artinya batuan dan sphere artinya
lapisan.
Ketebalannya di bawah laut sekitar 3 km, tetapi di benua dapat mencapai sekitar 35 km.
Adapun batu-batuan di inti bumi berbentuk padat, tetapi dapat bergerak pelan.
Di inti bumi, tekanannya jutaan kali lebih besar daripada tekanan atmosfer. Adapun suhunya
diperkirakan sekitar 4.500
o
C.
Panas dari inti bumi tersebut berusaha meloloskan diri keluar bumi. Dalam prosesnya, panas
tersebut terhalang oleh lapisan batu-batuan. Di daerah dekat permukaan bumi (litosfer),
panas itu dapat merapuhkan batuan. Akibatnya, terjadi gerakan lapisan batu-batuannyang
menyebabkan gempa bumi. Gempa itu disebut gempa tektonik.
Menurut penelitian, di bagian mantel bumi ada saluran yang dapat mengarahkan material
panas keluar ke permukaan bumi. Material panas dari dalam bumi dikenal sebagai magma.
Saluran magma di permukaan bumi berupa gunung berapi. Peristiwa naiknya magma ke
permukaan bumi disebut vulkanisme. Adapun gejala munculnya magma di atas permukaan
bumi disebut erupsi. Magma yang mengalir di permukaan bumi disebut lava.
Batuan.
Batuan adalah zat padat yang tersusun dari satu atau lebih mineral. Mineral merupakan zat
alami yang tidak dibentuk oleh tumbuhan, hewan, atau manusia. Mineral yang kita kenal
antara lain: besi, tembaga, aluminium, kuarsa, dan silikon. Mineral-mineral ini dapat
bergabung dengan berbagai cara sehingga membentuk berbagai macam batuan. Di bawah
ini kita akan membahas tiga jenis batuan, yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan
malihan.
Batuan Beku: (1) Batuan Beku korok yang berasal dari magma yang membeku di saluran
gunung berapi. (2) Batuan beku dalam beraasal dari magma yang mendingin di dalam kerak
bumi. Contohnya Granit. (3) Batuan beku luar berasa dari lava yang mendingin di permukaan
bumi. Contohnya Basalt dan obsidian.
Batuan Sedimen berasal dari bahan hasil pelapukan (pecahan batuan, mineral, sisa
tumbuhan dan hewan) yang disatukan melalui proses alami yang berlangsung selama jutaan
tahun. Contohnya batu pasir, batu konglomerat , dan batu kapur
Batuan Malihan, yaitu batuan yang terbentuk dari proses perubahan struktur batuan dan
komposisi kimianya yang disebabkan oleh perubahan tekanan dan suhu yang tinggi.
Contohnya Mrmer, batu tulis, dan batu permata.
C. Model dan Metode Pembelajaran
1. Model Pembelajaran : Cooperative Learning, Direct Instruksional (DI)
2. Metode Pembalajaran : Penugasan, diskusi kelompok
D. Langkah-Langkah Pembelajaran
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu Karakter
Pendahuluan Guru memberi salam
Motivasi dan Apersepsi
Apakah kalian pernah menyaksikan
dhsyatnya letusan gunung berapi?
Pernahkan kalian melihat berbagai jenis
batuan yang indah di daerah subang atau
jawa barat?
Guru memperlihatkan video dan power
point berbgai macam batuan.
Guru menyampaikan indikator yang akan
dicapai
15 menit
Disiplin
Ingin tahu
Kegiatan Inti Eksplorasi
Tanya jawab terjadinya pegunungan
Elaborasi
Guru membagi peserta didik ke dalam
kelompok-kelompok.
Guru mengarahkan peserta didik untuk
60 menit
Berpikir logis
Cinta ilmu
Kerjasama
membuka dan membaca buku siswa serta
mebuat resume tentang:
1. Litosfer (kelompok Ganjil)
2. Batuan (kelompok genap)
Dengan cara diundi guru meminta
perwakilan kelompok untuk
mempresentasikan hasil diskusi.

Guru memberikan informasi yang


sebenrnya.
Memberikan penghargaan pada kelompok
dengan kinerja baik.
Konfirmasi
Membimbing siswa merangkum pelajaran.
Mandiri
Percaya diri
Saling
menghargai
Penutup Guru memberi PR 10 menit
E. Sumber Pembelajaran
Kuswanti, Nur dkk. 2008. Contextual Teaching and Learning Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas
IX Edisi 4. Jakarta: Pusat Perbukuan Nasional Departemen Pendidikan Nasional.
Wariyono Sukis, dan Muharomah, Yani. 2008. Mari belajar ilmu alam sekitar 3: panduan belajar IPA
terpadu /untuk kelas IX SMP/MTs. Hal 247. Jakarta: Pusat Perbukuan Nasional Departemen
Pendidikan Nasional.
F. Penilaian
Teknik Penilaian Bentuk Instrumen
Tes unjuk kerja
Tes tertulis
Lembar penilaian keaktifan siswa
Uraian
1. Instrumen
Rubrik penilaian sikap
Keterangan deskriptor:
1 = mau mengajukan pertanyaan tentang materi/konsep yang belum dimengerti
2 = mau berdiskusi dan bekerja sama
3 = mau menjawab pertanyaan guru/teman
4 = mau mengemukakan ide-ide
5 = mau melaporkan hasil kerja kelompok tanpa ditunjuk
Kategori deskriptor: 5: sangat baik, 4: baik, 3: cukup, 2: kurang, 1: sangat kurang
2. Tes Tertulis
No Indikator Penilaian Intrumen
1.
2.
Siswa dapat menjelaskan pengaruh proses
yang terjadi pada lapisan lithosfer
Siswa dapat menyebutkan 3 macam batuan
Jelaskan pengaruh proses yang terjadi
pada lapisan lithosfer
Sebutkan macam-macam batuan!
Kunci Jawaban
No Jawaban Skor
1
Lapisan lithosfer yang ada pada permukaan bumi berupa
pegunungan,perbukitan, dataran dan cekungan terjadi karena
adanya tenaga endogen ( gunung meletus) dan eksogen (erosi,
abrasi dan pelapukan)
2
2
Macam-macam batuan :
Batuan beku
Batuan sedimen (endapan)
Batuan malihan (metamorf)
3
Jumlah skor maksimum 5
Mengetahui,
Kepala Madrasah,
Drs. Wawan Sholeh Setiawan, M.Pd
NIP. 19651204 198503 1001
Subang, Agustus 2014
Yanto Abdullah, S.Si
NIP. 19810318 200604 1001
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP FISIKA-IX
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : MTs Negeri Subang
Mata Pelajaran : IPA-Fisika
Kelas/Semester : IX / 5
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit
Konsep : Tata Surya
Standar Kompetensi : 5. Memahami sistem tata surya dan proses yang terjadi didalamnya.
Kompetensi Dasar :
5.4 Mendeskripsikan proses-proses khusus yang terjadi di lapisan lithosfer
dan atmosfer yang terkait dengan perubahan zat dan kalor
Indikator : Menjelaskan pengaruh proses-proses yang terjadi di lapisan atmosfer
terhadap perubahan zat dan kalor
A. Tujuan Pembelajaran
Melalui studi literatur dan tanya jawab peserta didik dapat meyebutkan pengaruh proses-proses
yang terjadi di lapisan latmosfer terhadap perubahan zat dan kalor
B. Materi Pembelajaran :
1. Komposisi penyusun atmosfer
Nama Unsur Deskripsi
Nitrogen (N) Merupakan unsur gas yang paling besar prosentasenya di atmosfer. Gas nitrogen
sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan tanaman. Gas nitrogen sering juga digunakan
sebagai bahan dasar industri pupuk
Oksigen Oksigen merupakan unsur gas yang sangat diperlukan untuk pernafasan manusia dan
mahluk hidup lainnya seperti hewan dan tumbuhan. Komposisi oksigen dalam atmosfer
mencapai 21%. Semakin tinggi tempat suatu wilayah dari permukaan air laut, lapisan
oksigennya semakin tipis. Karena ada oksigen kita dapat bernafas, menyalakan lilin dll.
Argon (Ar) Argon digunakan bersama dengan gas Neon dalam industri listrik untuk mengisi lampu
neon. Gas Argon berwarna biru.
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP FISIKA-IX
Karbondioksida Karbondioksida merupakan gas tidak berwarna, tidak berbau dan gas asam yang
ringan.
Digunakan untuk produksi Sodium Carbonat Na2CO3, sodium bikarbonat NaHC03
dan bahan kimia lainnya yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia.
Bersifat tidak mudah terbakar dan dapat melokalisir panas, itu sebabnya
digunakan sebagai pengisi tabung pemadam kebakaran.
Gas Karbondioksida dibutuhkan dalam pernafasan dan fotosintesis tumbuhan.
Neon Neon adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan non reaktif.
Methan Gas Methan terdiri dari Carbon dan Hidrogen. Methan adalah gas yang tidak
berwarna berbau, mudah terbakar dan lebih ringan dari udara. Di beberapa planet
seperti Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus, methan merupakan komponen
besar di dalam atmosfernya.
Methan digunakan sebagai bahan bakar karena Gas Alam yang digunakan sebagai
bahan bakar mengandung 85% Gas Methan (CH4), 10% Etane (C2H6) dan
selebihnya adalah Propane (C3H8), Butane (C4H10), Pantene (C5H2) dan Alkane
Helium Helium berasal dari bahasa Yunani Helios, yang artinya Matahari.
Helium termasuk gas mulia, lebih ringan dari udara, sehingga dimanfaatkan untuk
pengisi balon gas dan balon udara. Helium juga digunakan untuk bahan bakar
yang dapat menggerakan mesin roket.
Hidrogen Hidrogen digunakan pada industri kimia, untuk membuat amonia (NH3),
kegunaan amonia antara lain untuk membuat pupuk.
Para ahli metalurgi menggunakan hidrogen untuk memisahkan logam murni
dengan oksida, contohnya digunakan untuk menghasilkan lembaran tembaga.
Xenon Xenon berasal dari bahasa Yunani, Xenon yang artinya asing.
Xenon merupakan gas mulia, tidak berwarna dan tidak berbau, Gas Xenon tidak
ber-reaksi dengan elemen lain, sehingga banyak digunakan untuk pekerjaan yang
berhubungan dengan lingkungan pada industri kimia dan indusri elektronik.
2. Lapisan atmosfer.
3. Tekanan dan suhu atmosfer.
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP FISIKA-IX
C. Model dan Metode Pembeajaran
1. Model Pembelajaran : Cooperative Learning, Direct Instruksional (DI)
2. Metode Pembalajaran : Penugasan, Kajian Pustaka,diskusi kelompok
D. Langkah-Langkah Pembelajaran
No Langkah-langkah Waktu Metode Karakter
1 Pendahuluan
Guru memberi salam
Guru memberi pertanyaan awal:
Apa jadinya kalau bumi tidak dikelilingi
oleh atmosfer?
Guru menyampaikan indikator yang
akan dicapai
10 menit
Disiplin
Ingin tahu
2 Kegiatan Inti
a. Eksplorasi
Tanya jawab mengapa permukaan
bumi kadang tersa panas kadang
tersa dingin
b. Elaborasi
Guru membagi peserta didik ke dalam
kelompok-kelompok.
Guru mengarahkan jawaban
pertanyaan dengan meminta peserta
didik untuk membuka dan membaca
buku siswa.
Guru mempresentasikan pengetahuan
deklaratif tentang atmosfer serta
karakteristik perilakunya.
Guru meminta peserta didik dalam
kelompok untuk mengidentifikasi
lapisan-lapisan atmosfer.
Guru membimbing kegiatan tiap-tiap
kelompok.
Guru meminta salah satu untuk
mempresentasikan hasil kerja.
Memberikan penghargaan pada
kelompok dengan kinerja baik.
c. Konfirmasi
- Membimbing siswa merangkum
pelajaran
- Guru memberi evaluasi materi yang
telah dipelajari
60 menit
Diskusi
Kajian Pustaka
Berpikir logis
Cinta ilmu
Kerjasama
Kreatif
Cinta ilmu
Mandiri
Percaya diri
Saling
menghargai
Ingin tahu
3 Penutup
Guru bertanya pada siswa tentang materi
yang belum dipahami
Guru memberi PR
10 menit ceramah Ingin tahu
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP FISIKA-IX
E. Sumber Pembelajaran:
1. Buku Paket :
Kuswanti, Nur dkk. 2008. Contextual Teaching and Learning Ilmu Pengetahuan Alam
SMP/MTs Kelas IX Edisi 4. Jakarta: Pusat Perbukuan Nasional Departemen Pendidikan
Nasional.
Wariyono Sukis, dan Muharomah, Yani. 2008. Mari belajar ilmu alam sekitar 3: panduan
belajar IPA terpadu /untuk kelas IX SMP/MTs. Hal 247. Jakarta: Pusat Perbukuan
Nasional Departemen Pendidikan Nasional.
2. LKS
F. Penilaian
Indikator Penilaian
Teknik
Penilaian
Bentuk
Intrumen Intrumen
Siswa dapat menjelaskan
pengaruh proses yang
terjadi pada lapisan
atmosfer
Siswa dapat menyebutkan
manfaat atmosfer
Siswa dapat menyebutkan
susunan lapisan atmosfer
Tes
Tertulis
Uraian Jelaskan pengaruh proses
yang terjadi pada lapisan
atmosfer!
Sebutkan manfaat
atmosfer!
Sebutkan susunan lapisan
atmosfer !
Kunci Jawaban
No Jawaban
Skor
Nilai
1 Atmosfer merupakan lapisan udara yang meyelimuti bumi. Udara sangat
penting bagi kehidupan di bumi, terutama untuk pernapasan.pada saat
3
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP FISIKA-IX
ini di bumi terjadi pemanasan global sehingga terjadi peningkatan
konsentrasi gas sisa di lapisan atmosfer,maka energy tersebut akan
terperangkap di atmosfer yang mengakibatkan terjadinya pergeseran
iklim,cuaca dan ekosistem di muka bumi
2 Manfaat atmosfer
1. Melindungi bumi dari benturan meteor
2. Perisai radiasi ultraviolet
3. Penunjang komunikasi radio
4. Pengendalian suhu bumi
2
3 Lapisan atmosfer
1. Troposfer
2. Stratosfer
3. Mesosfer
4. Termosfer
5. Eksosfer
5
Jumlah skor maksimum 10
Mengetahui,
Kepala Madrasah,
Drs. Wawan Sholeh Setiawan, M.Pd
NIP. 19651204 198503 1001
Subang, Agustus 2014
Yanto Abdullah, S.Si
NIP. 19810318 200604 1001
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP FISIKA-IX
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : MTs Negeri Subang
Mata Pelajaran : IPA-Fisika
Kelas/Semester : IX / 5
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit
Konsep : Listrik Dinamis
Standar Kompetensi : 5. Memahami sistem tata surya dan proses yang terjadi didalamnya.
Kompetensi Dasar : 5.5 Menjelaskan hubungan antara proses yang terjadi di lapisan
lithosfer dan atmosfer dengan kesehatan dan permasalahan
lingkungan
Indikator : Menjelaskan proses pelapukan di lapisan bumi yang berkaitan
dengan masalah lingkungan
Menjelaskan proses pemanasan global dan pengaruhnya pada
lingkungan di bumi
Menjelaskan pengaruh proses-proses di lingkungan terhadap
kesehatan manusia
A. Tujuan Pembelajaran
1. Melalui observasi peserta didika dapat menjelaskan proses pelapukan
2. Melalui observasi dan kajian pustaka peserta didik dapat menjelaskan proses
pemanasan global dan pengaruhnya pada bumi
3. Melalui observasi dan diskusi peserta didik dapat menjelaskan pengaruh proses di
lingkungan terhadap kesehatan manusia
B. Materi Pembelajaran :
1. Pelapukan dan pengikisan.
2. Pemanasan global.
3. Pencemaran lingkungan
C. Langkah-Langkah PembelajaranPembelajaran :
1. Model Pembelajaran : Cooperative Learning, Direct Instructional (DI)
2. Metode Pembalajaran : Penugasan, Kajian Pustaka dan diskusi kelompok
3. Langkah-langkah :
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP FISIKA-IX
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu Karakter
Pendahuluan Guru memberi salam
Guru memberi pertanyaan awal untuk siswa
memotivasi siswa mulai aktif :
Apakah kalian pernah mendengar istilah
pemanasan global? Bagaimana pendapat kalian?
Guru menyampaikan indikator yang akan dicapai
10 menit Disiplin
Ingin tahu
Kegiatan Inti
a. Eksplorasi
Tanya jawab apakah mengetahui kejadian
tanah longsor dan erosi
Siswa menjelaskan penyebab terjadinya tanah
longsor dan erosi
Tanya jawab tentang pelapukan dan pengikisan
Elaborasi
Guru membagi peserta didik ke dalam
kelompok-kelompok.
Guru mengarahkan jawaban pertanyaan
dengan meminta peserta didik untuk membuka
dan membaca buku siswa.
Guru mempresentasikan pengetahuan
deklaratif tentang pelapukan dan pengikisan
serta karakteristik perilakunya.
Guru menunjukkan proses terjadinya
pemanasan global melalui pemodelan.
Guru mempresentasikan pengetahuan
deklaratif tentang pencemaran lingkungan.
Guru meminta peserta didik dalam kelompok
untuk mendeskripsikan tentang efek rumah
kaca dan hujan asam.
Guru membimbing kegiatan tiap-tiap
kelompok.
Guru meminta salah satu untuk
mempresentasikan hasil kerja.
Memberikan penghargaan pada kelompok
dengan kinerja baik.
Konfirmasi
Membimbing siswa merangkum pelajaran
Guru memberi evaluasi materi yang telah
60 menit
Berpikir
logis
Cinta ilmu
Mengharg
ai
Kerjasama
Cinta ilmu
Mandiri
Percaya
diri
Percaya
diri
Saling
mengharg
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP FISIKA-IX
dipelajari ai
Ingin tahu
Penutup Guru bertanya pada siswa tentang materi yang
belum dipahami
Guru memberi PR
D. Sumber Pembelajaran :
1. Buku paket
Kuswanti, Nur dkk. 2008. Contextual Teaching and Learning Ilmu Pengetahuan Alam
SMP/MTs Kelas IX Edisi 4. Jakarta: Pusat Perbukuan Nasional Departemen Pendidikan
Nasional.
Wariyono Sukis, dan Muharomah, Yani. 2008. Mari belajar ilmu alam sekitar 3: panduan
belajar IPA terpadu /untuk kelas IX SMP/MTs. Hal 247. Jakarta: Pusat Perbukuan
Nasional Departemen Pendidikan Nasional.
2. LKS
E. Penilaian
Indikator Penilaian
Teknik
Penilaian
Bentuk
Intrumen Intrumen
Siswa dapat menjelaskan
proses pelapukan dimuka
bumi
Siswa dapat menjelaskan
pemanasan global dan
pengaruhnya pada
lingkungan
Siswa dapat menjelaskan
pengaruh pencemaran
lingkungan terhadap tubuh
manusia
Tes
Tertulis
Tes
Tertulis
Tes
Tertulis
Uraian
Uraian
Uraian
Jelaskan proses pelapukan
dimuka bumi!
Jelaskan pemanasan global
dan pengaruhnya pada
lingkungan di muka bumi!
Jelaskan pengaruh
pencemaran lingkungan
terhadap tubuh manusia!
Kunci Jawaban
No Jawaban
Skor
Nilai
1 Pelapukan terjadi karena rusak/hancurnya batuan yang asalnya 5
PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA
KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2014-2015
RPP FISIKA-IX
berukuran besar menjadi butiran yang berukuran kecil bahkan halus
2 Proses pemanasan global : adanya gas rumah kaca menyebabkan
energi panas yang terpancar darimatahari tertahan dan
terperangkap dalam atmosfer bumi. Akibatnya suhu global di bumi
menjadi meningkat.
Pengaruh pemanasan global : menyebabkan perubahan iklim,
perubahan lahan produktif menjadi gurun pasir, mengubah habitat,
hewan dan tumbuhan melebihi kemampuan
adaptasinya,mencairkan es di benua antartika
5
5
3 Limbah yang disebabkan oleh pencemaran air,udara dan tanah
mengandung berbagai macam zat yang berbahaya bagi kesehatan
manusia
5
Jumlah skor maksimum 20
Mengetahui,
Kepala Madrasah,
Drs. Wawan Sholeh Setiawan, M.Pd
NIP. 19651204 198503 1001
Subang, Agustus 2014
Yanto Abdullah, S.Si
NIP. 19810318 200604 1001
PEMETAAN SK-KD
DAN RENCANA PENILAIAN
PEMETAAN STANDAR KOMPETENSI, KOMPETENSI DASAR, INDIKATOR, KRITERIA KETUNTASAN
UNTUK PENILAIAN
Sekolah : MTsN SUBANG
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) - BIOLOGI
Kelas : IX
Tahun Pelajaran : 2014/2015
Standar
Kompetensi
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
KK Aspek
Penilaian
Teknik Penilaian
Tes
Tertulis
Unjuk
Kerja
Produk Proyek Portofolio Penilaian
Diri
Sikap
Memahami
berbagai
sistem dalam
kehidupan
manusia
1.1 Mendeskripsikan
sistem ekskresi pada
manusia dan
hubungannya dengan
kesehatan
Mendeskripsikan bentuk/bangun
organ-organ penyusun sistem ekskresi
pada manusia
Mendeskripsikan fungsi sistem ekskresi
Mendata contoh kelainan dan penyakit
pada sistem ekskresi yang biasa
dijumpai dalam kehidupan sehari-hari
dan upaya mengatasinya
Menyadari pentingnya menjaga
kesehatan organ sistem reproduksi
76%
76%
80%
80%

1.2 Mendeskripsikan
sistem reproduksi
dan penyakit yang
berhubungan
dengan sistem
reproduksi pada
manusia
Menyebutkan macam organ penyusun
sistem reproduksi pada manusia
Mendeskripsikan fungsi sistem
reproduksi
Menulis artikel tentang cara penularan
dan pencegahan penyakit yang
berhubungan dengan sistem
reproduksi
Menyadari pentingnya menjaga
kesehatan organ sistem reproduksi
80%
80%
76%
80%
1.3 Mendeskripsikan
sistem koordinasi
dan alat indera pada
manusia dan
hubungannya
dengan kesehatan
Membandingkan bentuk/bangun
bagian organ dan/atau organ penyusun
sistem syaraf pada manusia
Mendeskripsikan fungsi otak, fungsi
sumsum tulang belakang, dan sel saraf
dalam sistem koordinasi
Menunjukkan bagian-bagian alat indra
dan fungsinya
Mendata contoh kelainan dan penyakit
pada alat indera yang biasa dijumpai
dalam kehidupan sehari-hari dan upaya
mengatasinya
76%
76%
88%
77%
PEMETAAN SK-KD
DAN RENCANA PENILAIAN
Standar
Kompetensi
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
KK Aspek
Penilaian
Teknik Penilaian
Tes
Tertulis
Unjuk
Kerja
Produk Proyek Portofolio Penilaian
Diri
Sikap
2. Memahami
kelangsungan
hidup makhluk
hidup
2.1 Mengidentifikasi
kelangsungan hidup
makhluk hidup
melalui adaptasi,
seleski alam, dan
perkembangbiakan
Mengaitkan perilaku adaptasi hewan
tertentu dilingkungannya dengan
kelangsungan hidup
Memprediksikan punahnya beberapa
jenis makhluk hidup akibat seleksi alam
hubungannya dengan kemampuan
yang dimiliki
Mendeskripsikan hubungan
interspesifik (antar populasi) dengan
seleksi alam
Menjelaskan peran perkembangbiakan
bagi kelangsungan hidup
Mendiskripsikan cara
perkembangbiakan pada tumbuhan
dan hewan
77%
77%
77%
88%
77%
2.2 Mendeskripsikan
konsep pewarisan sifat
pada makhluk hidup
Mendiskripsikan materi genetis yang
bertanggung jawab dalam pewarisan
sifat (gen, kromosom)
Membedakan pengertian sifat resesif
dominan dan intermediet
77%
77%
2.3 Mendeskripsikan
proses
pewarisan dan
hasil pewarisan
sifat beserta
penerapannya
Menentukan gamet dari genotip
tetua/induk
menentukan rasio hasil persilangan
persilangan monohibrida dan dihibrida
melalui bagan
77%
77%
2.4 Mendeskripsikan
penerapan
bioteknologi
dalam mendukung
kelangsungan
hidup manusia
melalui produksi
pangan
Mendefinisikan pengetian bioteknologi
Mendeskripsikan keuntungan
pemanfaatan bioteknologi dalam
produksi pangan
Mendata produk-produk bioteknologi
konvensional dan modern di lingkungan
sekitarnya
Membuat produk bioteknologi
sederhana yang dapat dimanfaatkan
dalam kehidupan sehari-hari (membuat
tempe, fermentasi sari buah, penanaman
secara hidroponik dan aeroponik)
88%
77%
77%
80%
PEMETAAN SK-KD
DAN RENCANA PENILAIAN
Subang, Agustus 2014
Mengetahui, Guru Mata Pelajaran,
Kepala MTsN Subang
Drs. Wawan Sholeh Setiawan, S.Pd Yanto Abdulah, S.Si
NIP. 19651204 198503 1001 NIP. 198103182006041001
PEMETAAN SK-KD
DAN RENCANA PENILAIAN
PEMETAAN STANDAR KOMPETENSI (SK) DAN KOMPETENSI DASAR (KD) UNTUK PENILAIAN
Sekolah : MTsN SUBANG
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) - FISIKA
Kelas : IX
Tahun Pelajaran : 2014/2015
Subang, Agustus 2014
Mengetahui, Guru Mata Pelajaran,
Kepala Madrasah,
Drs. Wawan Sholeh Setiawan, M.Pd Yanto Abdulah, S.Si
NIP. 19651204 198503 1001 NIP. 198103182006041001
STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
TEKNIK DAN BENTUK PENILAIAN
TES
OBSERVASI
PENUGASAN
TERTULIS LISAN PRAKTIK INDIVIDUKELOMPOK
3. Memahami konsep
kelistrikan dan
penerapanna
dal am kehidupan
sehari-hari
3.1 Mendeskri psi kan muatan li stri k untuk memahami gejala-gejala listri k statis
serta kaitannya dal am kehidupan sehari-hari

3.2 Menganali sis percobaan listrik di nami s dal am suatu rangkai an serta
penerapannya dal am kehidupan sehari-hari

3.3 Mendeskri psi kan pri nsi p kerja elemen dan arus li stri k yang ditimbulkannya
serta penerapannya dal am kehidupan sehari-hari

3.4 Mendeskri psi kan hubungan energi dan daya listri k serta pemanfaatannya
dal am kehidupan sehari-hari

4. Memahami konsep
kemagnetan
dan penerapannya
dal am kehidupan
sehari-hari
4.1 Menyelidiki gejala kemagnetan dan cara membuat magnet
4.2 Mendeskri psi kan pemanfaatan kemagnetan dal am produk teknologi
4.3 Menerapkan konsep induksi elektromagnetik untuk menjelaskan pri nsi p kerj
a beberapa al at yang memanfaatkan pri nsi p induksi elektromagnetik

5. Memahami sistem
tata surya dan proses yang
terjadi di dalamnya
5.1 Mendeskri psi kan karakteristik sistem tata surya
5.2 Mendeskripsikan matahari sebagai bintang dan bumi sebagai sal ah satu
Planet

5.3 Mendeskripsikan gerak edar bumi, bulan, dan satelit buatan serta pengaruh interaksinya
5.4 Mendeskripsikan proses-proses khusus yang terjadi di lapi san lithosfer dan
atmosfer yang terkait dengan perubahan zat dan kalor

5.5 Menjelaskan hubungan antara proses yang terjadi di lapi san lithosfer dan
atmosfer dengan kesehatan dan permasal ahan lingkungan

PEMETAAN SK-KD
DAN RENCANA PENILAIAN
PENGALAMAN KERJA
PENGALAMAN ORGANISASI
HOBBY & INTEREST
IPB
SMAN 2 Subang
BEM-FMIPA IPB
Badan Kerohanian
Islam (BKIM)-IPB
Ikatan Mahasiswa
Kimia (IMASIKA)-IPB
Wakil Ketua OSIS
Ketua IRMA
Address : Sukahurip 18/7 Kalijati
D-o-B : Subang, 18
st
Maret 1981
Phone : 0877 6080 1001
Email : yantoabuhafshoh@gmail.com
Motto : Berilmu sebelum beramal
Guru IPA MTsN Subang
2006 - 2009 MTsN Pusakanagara [Laboran dan Guru IPA]
2005 - 2006 SMPN 1 Cipeundeuy [Guru IPA dan Matematika]
2005 - 2006 SMP Al-Wustho Pabuaran
2003 - 2005 MTs At-Tawazun [Guru IPA dan Matematika]
Membaca
Ingin Mengembangkan Boarding School dengan
Manhaj Ahlus Sunnah Wal Jamaah
PENDIDIKAN FORMAL
S1 Biokimia
IPB
1996 - 1999 SMAN 2 Subang
1993 - 1996 MTs Yakpi Kalijati
1987 - 1993 SDN Alun-Alun Kalijati
Des 1999 Jan 2004
Juli 2009 Sekarang
@payantoxjati
Yanto Abdullah Yanto Abdullah abuhafshoh
Yanto Abdulah, S.Si