Anda di halaman 1dari 7

GINJAL

Ginjal adalah sepasang organ saluran kemih yang terletak di rongga


retroperitoneal bagian atas. Bentuknya menyerupai kacang dengan sisi cekungnya
menghadap ke medial. Cekungan ini disebut sebagai hilus renalis, yang di dalamnya
terdapat apeks pelis renalis dan struktur lain yang mera!at ginjal, yakni pembuluh
darah, sistem lim"atik, dan sistem sara".
Besar dan berat ginjal sangat berariasi, hal ini tergantung pada jenis kelamin,
umur, serta ada tidaknya ginjal pada sisa yang lain. #alam hal ini, ginjal laki$laki relatie
lebih besar ukurannya daripada perempuan. %ada orang yang mempunyai ginjal tunggal
yang didapat sejak usia anak, ukurannya lebih besar daripada ginjal normal. %ada autopsi
klinik didapatkan bah!a ukuran rerata ginjal orang de!asa adalah &&,'cm (panjang) * +
cm (lebar) * ,,' cm (tebal). Beratnya berariasi antara &-.$&/. gram, atau kurang lebih
.,01 dari berat badan.
2truktur di sekitar ginjal
Ginjal dibungkus oleh jaringan "ibrus tipis dan mengkilat yang disebut kapsul
"ibrosa (true capsule) ginjal, yang melekat pada parenkim ginjal. #i luar kapsul "ibrosa
terdapat jaringan lemak yang di sebelah luarnya dibatasi oleh "asia Gerota. #i antara
kapsula "ibrosa ginjal dengan kapsula Gerota terdapat rongga perirenal.
#i sebelah kranial ginjal terdapat kelenjar anak ginjal atau glandula adrenal atau
disebut juga kelenjar suprarenal yang ber!arna kuning. 3elenjar adrenal bersama$sama
ginjal dan jaringan lemak perirenal dibungkus oleh "asia Gerota. 4asia ini ber"ungsi
sebagai barrier yang menghambat meluasnya perdarahan dari parenkim ginjal serta
mencegah ekstraasasi urine pada saat terjadi trauma ginjal. 2elain itu "asia Gerota dapat
pula ber"ungsi sebagai barrier dalam menghambat penyebaran in"eksi atau menghambat
metastasis tumor ginjal ke organ di sekitarnya. #i luar "asia Gerota terdapat jaringan
lemak retroperitoneal yang terbungkus oleh peritoneum posterior. 5ongga ini di antara
kapsula Gerota dan peritoneum ini disebut rongga pararenal. (Gambar -$-)
#i sebelah posterior, ginjal dilindungi oleh berbagai otot punggung yang tebal
serta tulang rusuk ke 6I dan 6II, sedangkan di sebelah anterior dilindungi oleh regio
intraperitoneal. Ginjal kanan dikelilingi oleh hepar, kolon, dan duodenum, sedangkan
ginjal kiri dikelilingi oleh lien, lambung, pancreas, jejunum, dan kolon.
2truktur Ginjal
2ecara anatomis ginjal terbagi menjadi - bagian, yaitu korteks dan medula ginjal.
3orteks ginjal terletak lebih super"isial dan di dalamnya terdapat berjuta$juta ne"ron.
Ne"ron merupakan unit "ungsional terkecil ginjal. 7edula ginjal yang terletak lebih
pro"undus banyak terdapat duktuli atau saluran kecil yang mengalirkan hasil ultra"iltrasi
berupa urine.
Ne"ron terdiri atas glomerulus, tubulus kontortus (8C) proksimalis, Loop o"
9enle, tubulus kontortus (8C) distalis, dan duktus kolegentes. #arah glomerulus dan
kemudian setelah sampai di tubulus ginjal, beberapa :at yang masih diperlukan tubuh
mengalami reabsorbsi dan :at sisa metabolism yang tidak diperlukan oleh tubuh
mengalami sekresi membentuk urine.
2etiap hari tidak kurang &;. liter cairan tubuh di"iltrasi di glomerulus dan
menghasilkan urine sebanyak &$- liter. <rine yang terbentuk di dalam ne"ron disalurkan
melalui piramida ke sistem pelikalises ginjal untuk kemudian disalurkan ke dalam
ureter.
2istem pelikalises ginjal terdiri atas kaliks minor, in"undibulum, kaliks major,
dan pielum= pelis renalis. 7ukosa sistem pelikalises terdiri atas epitel transisional dan
dindingnya terdiri atas otot polos yang mampu berkontraksi untuk mengalirkan urine
sampai ke ureter.
>askularisasi Ginjal
2uplai darah ke ginjal diperankan oleh arteri dan ena renalis. Arteri renalis
merupakan cabang langsung dari aorta abdominalis dan ena renalis yang bermuara
langsung ke dalam ena kaa in"erior. >ena dan arteri renalis keduanya membentuk
pedikel ginjal. Arteri memasuki ginjal dan ena keluar dari ginjal di dalam area yang
disebut hilus renalis. %ada sisi kiri, ena renalis lebih panjang daripada arteri. #i
belakang dari kedua pedikel ini terdapat pelis renalis.
%ada sisi kiri, terdapat rangkaian sistem ena yang berbeda dengan sebelah kanan,
yakni ena yang mera!at gonad (ena spermatika pada lelaki atau oarika pada
perempuan), langsung bermuara pada ena renalis kiri. Lain halnya dengan sisi kanan,
ena tersebut bermuara secara oblik langsung ke ena kaa in"erior, di ba!ah
percabangan ena renalis dengan ena kaa.
Arteri renalis bercabang menjadi anterior dan posterior. Cabang posterior mera!at
segmen medius dan posterior. Cabang anterior mera!at kutub (pole) atas, ba!ah, dan
seluruh segmen anterior ginjal. Arteri renalis bercabang menjadi arteri interlobaris, yang
berjalan di dalam kolumna Bertini (di antara piramida renalis), kemudian membelok
membentuk busur mengikuti basis piramida sebagai arteri arkuata, dan selanjutnya
menuju korteks sebagai arteri lobularis. Arteri ini bercabang kecil menuju ke glomeruli
sebagai arteri a""erent, dan dari glomeruli keluar arteri e"eren yang menuju ke tubulus
ginjal. 2istem arteri ginjal adalah end arteries, yaitu arteri yang tidak mempunyai
anastomosis dengan cabang dari arteri lain, sehingga jika terdapat kerusakan pada salah
satu cabang arteri ini, berakibat timbulnya iskemia=nekrosis pada daerah yang
dilayaninya. 2istem cairan lim"e ginjal dialirkan ke dalam lim"onodi yang terletak di
dalam hilus ginjal. 2eperti halnya pada sistem pembuluh darah dan persara"an, sistem
lim"atik berada di dalam rongga retroperitoneum.
%ersara"an
Ginjal mendapatkan persara"an melalui pleksus renalis, yang seratnya berjalan
bersama dengan arteri renalis. Input dari sistem simpatetik menyebabkan asokonstriksi
yang menghambat aliran darah ke ginjal. Ginjal diduga tidak mendapat persara"an
parasimpatetik. Impuls sensorik dari ginjal berjalan menuju korda spinalis segmen 8&.$&&,
dan memberikan sinyal sesuai dengan leel dermatomnya. ?leh karena itu dapat
dimengerti bah!a nyeri di daerah pinggang (flank) bisa merupakan nyeri referal dari
ginjal.
4ungsi Ginjal
Ginjal memerankan berbagai "ungsi tubuh yang sangat penting bagi kehidupan,
yakni menyaring ("iltrasi) sisa hasil metabolism dan toksin dari darah, serta
mempertahankan homeostasis cairan dan elektrolit tubuh, yang kemudian dibuang
melalui urine. 4ungsi tersebut diantaranya (&) mengontrol sekresi hormone aldosterone
dan A#9 (anti diuretic hormone) yang berperan mengatur jumlah cairan tubuh, (-)
mengatur metabolism ion kalsium dan itamin #, (,) menghasilkan beberapa hormone,
antara lain@ eritropoetin yang berperan dalam pembentukan sel darah merah, renin yang
berperan dalam mengatur tekanan darah, serta hormon prostaglandin yang bergina dalam
berbagai mekanisme tubuh.
%embentukan urine
%embentukan urine adalah "ungsi ginjal yang paling esensial dalam
mempertahankan homeostasis tubuh. %ada orang de!asa sehat, lebih kurang &-.. ml
darah, atau -'1 cardiac output, mengalir ke kedua ginjal. %ada keadaan tertentu aliran
darah ke ginjal dapat meningkat hingga ,.1 (pada saat latihan "isik), dan menurun
hingga &-1 dari cardiac output.
3apiler glomeruli berdinding porous (berlubang$ lubang) yang memungkinkan
terjadinya "iltrasi ceiran dalam jumlah besar (A=$ &;. L=hari). 7olekul yang berukuran
kecil (air, elektrolit, dan sisa metabolism tubuh, diantaranya kreatinin dan ureum) akan
di"iltrasi dari darah, sedangkan molekul berukuran lebih besar (protein dan sel darah)
tetap bertahan di dalam darah. ?leh karena itu komposisi cairan "iltrate yang berada di
kapsul Bo!man, mirip dengan yang ada di dalam plasma, hanya saja cairan ini tidak
mengandung protein dan sel darah.
>olume cairan yang di"iltrasi oleh glomerulus setiap satuan !aktu disebut sebagai
rerata "iltrasi glomerulus atau glomerular filtration rate (G45). 2elanjutnya cairan "iltrat
akan direabsorbsi dan beberapa elektrolit akan mengalami sekresi di tubulus ginjal, yang
kemudian menghasilkan urine yang akan disalurkan melalui duktus kolegentes. Cairan
urine tersebut disalurkan ke dalam sistem kalises hingga pelis ginjal.
3eseimbangan asam basa
3eseimbangan asam basa tubuh dikontrol oleh kompleks sistem bu"er pada
tubulus proksimal dan distalis, yang melibatkan pengaturan ion "os"at, bikarbonat, dan
ammoniumB sedangkan sekresi ion hidrogen terutama terjadi di tubulus distalis.
%enghasil hormone eritropoietin, renin, dan prostaglandin
5enin. %ada saat darah mengalir ke ginjal, sensor did alam ginjal menentukan
jumlah kebutuhan cairan yang akan diekskresikan melalui urine, dengan
mempertimbangkan konsentrasi elektrolit yang terkandung di dalamnya. 2ebagai contoh,
jika pasien mengalami dehidrasi, ginjal akan menahan cairan tubuh tetap beredar melalui
darah, sehingga urine sangat kental. Jika tubuh telah ter$rehidrasi, dan cairan yang
beredar telah cukup, urine kembali encer dan !arnanya menjadi lebih jernih. 2istem
pengaturan tadi dikontrol oleh hormon renin, yakni hormone yang diproduksi di dalam
ginjal, yang berperan dalam meregulasi cairan dan tekanan darah. 9ormon ini diproduksi
di dalam sel ju*ta$glomerulus sebagai respon dari penurunan "ungsi jaringan. 5enin
merubah angiotensin (dari lier) menjadi angiotensin I, (A8 I) yang kemudian dirubah
oleh en:im ACC (angiotensin converting enzyme) menjadi angiotensin II (A8 II), yang
menyebabkan asokonstriksi dan reabsorbsi natrium, untuk mengembalikan "ungsi
per"usi jaringan.
Critropoietin (Cpo). Ginjal juga menghasilkan eritropoietin, yakni hormone yang
merangsang jaringan hemopoietik (sumsung tulang) membuat sel darah merah. 8erdapat
sel khusus yang memantau konsentrasi oksigen di dalam darah, yaitu jika kadar oksigen
turun, kadar eritropoietin meningkat dan tubuh memulai memproduksi sel darah merah.
%rostaglandin (%G). %rostaglandin disintesis di dalam ginjal, tetapi peranannya
belum diketahui secara pasti. >asodilatasi dan asokonstriksi yang diinduksi oleh %G
adalah sebagai respon dari berbagai stimulus, di antaranya adalah peningkatan tekanan
kapsula Bo!man.
&,-'$dihidroksi cholekalsi"erol. &,-'$dihidroksi cholekalsi"erol adalah metabolit
akti" itamin #, diproduksi oleh ginjal dan membantu mempertahankan kadar kalsium
darah. Ginjal juga memproduksi kinin, takni kalikrein dan bradikininB yang biasanya
menyebabkan asodilatasi sehingga berakibat meningkatnya produksi urine dan ekskresi
natrium.
<5C8C5
<reter adalah organ berbentuk tabung kecil yang ber"ungsi mengalirkan urine dari
pielum (pelis) ginjal ke dalam buli$buli. %ada orang de!asa panjangnya lebih kurang
-'$,. cm, dan diameternya ,$0 mm. #indingnya terdiri atas (&) mukosa yang dilapisi
oleh sel transisional, (-) otot polos sirkuler, dan (,) otot polos longitudinal. 3ontraksi dan
relaksasi kedua otot polos itulah yang memungkinkan terjadinya gerakan peristaltic ureter
guna mengalirkan urine ke dalam buli$buli. Jika karena sesuatu sebab terdapat sumbatan
pada lumen ureter sehingga menyumbat aliran urine, otot polos ureter akan berkontraksi
secara berlebihan, yang bertujuan untuk mendorong= mengeluarkan sumbatan itu dari
saluran kemih. 3ontraksi itu dirasakan sebagai nyeri kolik yang datang secara berkala,
sesuai dengan irama peristaltic ureter.
<reter membentang dari pielum hingga buli$buli, dan secara anatomis terdapat
beberapa tempat yang ukuran diameternya relati" lebih sempit daripada di tempat lain.
8empat penyempitan itu antara lain adalah (&) pada perbatasan antara pelis renalis dan
ureter atau peli$ureter junction, (-) tempat pada saat ureter menyilang arteri iliaka di
rongga pelis, dan (,) pada saat ureter masuk ke buli$buli. #i ketiga tempat penyempitan
itu batu atau benda lain yang berasal dari ginjal sering tersangkut. <reter masuk ke buli$
buli dalam posisi miring dan berada di dalam otot buli$buli (intramural)B keadaan ini
dapat mencegah terjadinya aliran balik urine dari buli$buli ke ureter atau refluks vesiko-
ureter pada saat buli$buli berkontraksi.
<ntuk kepentingan pembedahan, ureter dibagi menjadi dua bagian, yakni ureter
pars abdominalis, yang membentang mulai dari pelis renalis sampai menyilang asa
iliaka, dan ureter pars pelika, yang membentang dari persilangannya dengan asa iliaka
sampai muaranya di dalam buli$buli. #i samping itu secara radiologis ureter dibagi dalam
tiga bagian, yaitu (&) ureter &=, proksimal mulai dari pelis renalis sampai batas atas
sakrum, (-) ureter &=, medial mulai dari batas atas sakrum sampai pada batas ba!ah
sakrum, dan (,) ureter &=, distal mulai batas ba!ah sakrum sampai masuk ke buli$buli.
GA7BA5 <5C8C5
%ersara"an
<reter mendapatkan persara"an otonomik simpatetik dan parasimpatetik.
2impatetik@ serabut preganglionic dari segmen spinal 8&.$L-B serabut post$
ganglionic berasal dari coeliac, aortikorenal, mesenterika superior, dan pleksus
otonomik hipogastrik in"erior.
%arasimpatetik@ serabut agal melalui coeliac ke ureter sebelah atasB sedangkan
serabut dari 2-$0 ke ureter ba!ah.
%eranan persara"an otonomik belum jelas, dan tidak berperan pada peristaltik ureter
(meskipun ada kemungkinan memodulasi gerakan tersebut). Gelombang peristaltik
berasal dari pacemaker yang berada di dalam intrinsik sel otot polos yang terletak di
kaliks minor sistem pelikalises.