Anda di halaman 1dari 26

Sistem Kesehatan Nasional 2014

1


STEP 7

PROMOSI KESEHATAN
1. Apa tujuan promosi kesehatan?
i.
periode waktu tertentu yang berhubungan dengan status kesehatan.
ii. akan dicapai dapat
mengatasi masalah kesehatan yang ada.
iii.
(perilaku yang diinginkan). Oleh sebab itu, tujuan perilaku berhubungan dengan
pengetahuan dan sikap.
(Green, 1990)
2. Apa sasaran promosi kesehatan?
Sasaran dibagi dalam 3 kelompok sasaran yaitu :
1. Sasaran Primer (Primary Target)
Masyarakat pada umumnya menjadi sasaran langsung segala upaya pendidikan
atau promosi kesehatan. Sesuai dengan masalah kesehatan, maka sasaran ini dapat
dikelompokkan menjadi kepala keluarga untuk masalah kesehatan umum, ibu
hamil dan menyusui untuk masalah KIA, anak sekolah untuk kesehatan remaja
dan sebagainya. Upaya promosi yang dilakukan terhadap sasarn primer ini sejalan
dengan strategi pemberdayaan masyarakat.
2. Sasaran Sekunder (Secondary Target)
Sistem Kesehatan Nasional 2014

2


Para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan sebagainya. Disebut sasaran
sekunder karena dengan memberikan pendidikan kesehatan pada kelompok ini
diharapkan untuk selanjutnya kelompok ini akan memberikan pendidikan
kesehatan pada masyarakat sekitarnya. Disamping itu dengan perilaku sehat para
tokoh masyarakat sebagai hasil pendidikan kesehatan yang diterima, maka para
tokoh masyarakat ini akan memberikan contoh atau acuan perilaku sehat bagi
masyarakat sekitarnya. Upaya promosi kesehatan yang ditujuakan pada sasaran
sekunder ini adalah sejalan dengan strategi dukungan social (Social Suport).
3. Sasaran Tersier (Tertiary Target)
Para pembuat keputusan atau penentu kebijakan baik ditingkat pusat maupun
daerah adalah sasaran tersier pendidikan kesehatan. Dengan kebijakan-kebijakan
atau keputusan yang dikeluarkan oleh kelompok ini akan mempunyai dampak
terhadap perilaku para tokoh masyarakat (Sasaran Sekunder), dan juga kepada
masyarakat umum (Sasaran Primer). Upaya promosi kesehatan yang ditujuakan
kepada sasaran tersier ini sejalan dengan strategi advokasi.
( Sumber : Buku Pendidikan dan Perilaku Kesehatan, Prof. Dr. Soekidjo Notoatmodjo,
Rineka Cipta)
3. Apa saja strategi promosi kesehatan?
a) Strategi global menurut WHO 1984
1. Advokasi (Advocacy)
Kegiatan yang ditujukan kepada pembuat keputusan atau penentu kebijakan
baik dibidang kesehatan maupun sector lain diluar kesehatan, yang
mempunyai pengaruh terhadap public. Tujuannya adalah agar para pembuat
keputusan ini mengeluarkan kebijakan-kebijakan, atara lain dalam bentuk :
Sistem Kesehatan Nasional 2014

3


peraturan, undang-undang, instruksi, dan sebagainya yang menguntungkan
kesehatan publik.
2. Dukungan social (Social Suport)
Kegiatan yang ditujukan kepada para tokoh masyarakat, baik formal (Guru,
Lurah, Camat, Petugas kesehatan, dan sebagainya) maupun informal (Tokoh
agama dan sebagainya ) yang mempunyai pengaruh dimasyarakt. Tujuan
kegiatan ini adalah agar kegiatan dan program kesehatan tersebut
memperoleh dukungan dari tokoh masyarakat dan agama. Selanjutnya Toma
dan Toga ini dapat menjembatani antara pengelola program kesehatan dengan
masyarakat.
3. Pemberdayaan masyarakat (Empowerment)
Pemberdayaan ini ditujukan kepada masyarakat langsung, sebagai sasaran
primer promosi kesehatan. Tujuaannya adalah agar masyarakat memiliki
kemampuan dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka
sendiri. Pemberdayaan masyarakat ini dapat diwujutkan dalam berbagai
kegiatan antara lain penyuluhan kesehatan, pengorganisasian, dan
pembangunan masyarakat dalam bentuk misalnya koperasi dan pelatihan
ketrampilan dalam rangka peningkatan pendapatan keluarga (latihan
menjahit, pertukangan, peternakan dan sebagainnya). Melalui kegiatan-
kegiatan tersebut diharapkan masyarakat memiliki kemampuan untuk
memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri (self relince in
health).
b) Strategi promosi kesehatan berdasarkan piagam Ottawa (Ottawa Charter)
Sistem Kesehatan Nasional 2014

4


Dikelompokkan menjadi 5 butir yaitu :
a. Kebijakan berwawasan kesehatan (healthy public policy)
Kegiatan yang ditujukan kepada para pembuat keputusan atau penentu
kebijakan. Sehingga dikeluarkan atau dikembangkannya kebijakan-
kebijakan pembangunan yang berwawasan kesehatan. Hal ini berarti bahwa
setiap kebijakan pembangunan dibidang apa saja harus mempertimbangkan
dampak kesehatannya bagi masyarakat.
b. Lingkungan yang mendukung (supportive environment)
Kegiatan untuk mengembangkan ajringan kemitraan dan suasana yang
mendukung. Kegiatan ini ditujukan kepada para pemimpin organisasi
masyarakat serta pengelola tempat-tempat umum (public places). kegiatan
mereka diharapkan memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan, baik
lingkunagn fisik maupun lingkunagn non fisik yang mendukung atau
kondusif terhadap kesehatan masyarakat.
c. Reorientasi pelayanan kesehatan (reorient health service)
Kesehatan masyarakat bukan hanya masalah pihak pemberi pelayanan
(provider), baik pemerintah maupun swasta saja, melainkan juga masalah
masyarakat sendiri (consumer). Oleh sebab itu penyelenggaraan pelayanan
kesehatan juga merupakan tanggung jawab bersama antara pihak pemberi
pelayanan (provider) dan pihak penerima pelayanan (consumer). Dewasa ini
titik berat pelayanan kesehatan masih berada pada pihak pemerintah dan
swasta, dan kurang melibatkan masyarakat sebagai penerima pelayanan.
Sistem Kesehatan Nasional 2014

5


Melibatkan masyarakat dalam pelayanan kesehatan berarti memberdayakan
masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya sendiri.
d. Ketrampilan individu (personal skill)
Kesehatan masyarakat adalah kesehatan agregat, yang terdiri dari kelompok,
keluarga an individu. Oleh sebab itu kesehatan masyarakat terwujud apabila
kesehatan kelompok, kesehatan masing-masing keluarga, dan kesehatan
individu terwujud. Oleh sebab itu meningkatkan ketrampilan setiap anggota
masyarakat agar mampu memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka
sendiri adalah sangat penting.
e. Gerakan masyarakat (community action)
Kesehatan masyarakat adalah perwujudan kesehatan kelompok, keluarga
dan individu. Oleh sebab itu mewujudkan derajat kesehatan masyarakat
akan efektif apabila unsure-unsur yg ada dimasyrakat dalam mengupayakan
peningkatan kesehatan mereka sendiri adalah wujud dari gerakan
masyarakat (community action)
( Sumber : Buku Pendidikan dan Perilaku Kesehatan, Prof. Dr. Soekidjo Notoatmodjo,
Rineka Cipta)
4. Apa visi dan misi promosi kesehatan?
Visi Nasional Promosi kesehatan
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 2010 atau PHBS 2010, maksudnya
adalah keadaan dimana individu - individu dalam rumah tangga (keluarga)
Sistem Kesehatan Nasional 2014

6


masyarakat Indonesia telah melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat
(PHBS) dalam rangka :
1. Mencegah timbulnya penyakit dalam masalah - masalah kesehatan
lain,
2. Menanggulangi penyakit dan masalah - masalah kesehatan lain, dalam
rangka meningkatkan derajat kesehatan
3. Memanfaatkan pelayanan kesehatan, serta
4. Mengembangkan dan menyelenggarakan upaya kesehatan bersumber
masyarakat
Misi Nasional Promosi Kesehatan
Untuk mewujudakan Visi tersebut, maka Misi Nasional Promosi kesehatan
adalah :
1. Memberdayakan individu, keluarga, dan kelompok - kelompok dalam
masyarakat, baik melalui pendekatan individu dan keluarga, maupun
melalui pengorganisasian dan penggerakkan masyarakat.
2. Membina suasana atau lingkungan yang kondusif bagi terciptanya
perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat.
3. Mengadvokasi para pengambil keputusan dan penentu kebijakan serta
pihak - pihak lain yang berkepentingan (stakeholders) dalam rangka :
Mendorong diberlakukannya kebijakan dan peraturan perundang
- undangan yang berwawasan kesehatan
Sistem Kesehatan Nasional 2014

7


Mengintegrasikan promosi kesehatan, khususnya pemberdayaan
masyarakat, dalam program - program kesehatan.
Meningkatkan kemitraan sinergis antara pemerintah pusat dan
pemerintah daerah, serta antara pemerintah dengan masayarakat
(termasuk LSM) dan dunia usaha.
Meningkatkan investasi dalam bidang promosi kesehatan pada
khususnya dan bidang kesehatan pada umumnya.
Visi dan misi Promosi Kesehatan ditetapkan melalui Kepmenkes No.
1193/MENKES/SK/X/2004 tanggal 18 Oktober 2004 tentang Kebijakan Nasional Promosi
kesehatan
5. Apa saja ruang lingkup promosi kesehatan?
Ruang Lingkup Berdasarkan Tingkat Pelayanan
Berdasarkan dimensi tingkat pelayanan kesehatan, pendidikan kesehatan dapat
dilakukan berdasarkan 5 tingkat pencegahan dari Leavel and Clark
1. Promosi Kesehatan (Health Promotion)
Dalam tingkat ini pendidikan kesehatan diperlukan misalnya dalam peningkatan
gizi, kebiasaan hidup, perbaikan sanitasi lingkungan, kesehatan perorangan dan
sebagainya
2. Perlindungan Khusus (Spesific Protection)
Dlam program imunisasi sebagai bentuk pelayanan perlindungan khusus ini
pendidikan kesehatan sangat diperlukan terutama di negara-negara berkembang.
Hal ini karena kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi sebagai cara
Sistem Kesehatan Nasional 2014

8


perlindungan terhadap penyakit pada orang dewasa maupun pada anak-anaknya
masih rendah.
3. Diagnosis dini dan pengobatan segera (Early Diagnosis and Prompt Treatment)
Dikarenakan rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap
kesehatan dan penyakit, maka penyakit-penyakit yang terjadi di dalam masyarakat
sering sulit terdeteksi. Bahkan kadang-kadang masyarakat sulit atau tidak mau
diperiksa dan diobati penyakitnya. Hal ini akan menyebabkan masyarakat tidak
memperoleh pelayanan kesehatan yang layak. Oleh sebab itu pendidikan kesehatan
/ promosi kesehatan sangat diperlukan pada tahap ini.
4. Pembatasan Cacat (Disability Limitation)
Kurangnya pengertian dan kesadaran masyarakat tentang kesehatan dan penyakit,
seringkali mengakibatkan masyarakat tidak melanjutkan pengobatannya sampai
tuntas. Mereka tidak melakukan pemeriksaan dan pengobatan yang komplit
terhadap penyakitnya. Pengobatan yang tidak layak dan sempurna dapat
mengakibatkan orang yang bersangkutan menjadi cacat atau memiliki
ketidakmampuan untuk melakukan sesuatu. Oleh karena itu pendidikan kesehatan
juga diperlukan pada tahap ini.
5. Rehabilitas (Rehabilitation)
Setelah sembuh dari suatu penyakit tertentu, kadang-kadang orang menjadi cacat.
Untuk memulihkan cacatnya tersebut diperlukan latihan-latihan tertentu. Oleh
karena kurangnya pengertian dan kesadaran orang tersebut, ia tidak atau segan
melakukan latihan-latihan yang dianjurkan. Disamping itu orang yang cacat
setelah sembuh dari penyakit, kadang merasa malu untuk kembali ke masyarakat.
Sistem Kesehatan Nasional 2014

9


sering terjadi pula masyarakat tidak mau menerima mereka sebagai anggota
masyrakat yang normal. Oleh sebab itu jelas pendidikan kesehatan diperlukan
bukan saja untuk orang yang cacat tersebut, tetapi juga untuk masyarakat.
( Sumber : Buku Pendidikan dan Perilaku Kesehatan, Prof. Dr. Soekidjo Notoatmodjo, Rineka
Cipta)

6. Apa saja kendala dari promosi kesehatan?
- Kendala ada 2 : pendidikan & kesadaran
o Pendidikan : semakin rendah semakin susah untuk mendapatkna dampak
dari promosi kesehatan
o Kesadaran masy
7. Apa saja metode-metode promosi kesehatan?
- 3 metode :
o Individual : perorangan, dikasi penyuluhan interview
o Pendidikan berkelompok : ada kelompok besar (15 orang) dan kecil, grup
diskusi dan simulasi
o Pendidikan massa : pidato dan diskusi dan tulisan2 dimajalah
PEMBERDAYAAN MASY
8. Apa tujuan pemberdayaan masy?
Tujuan umum :
Meningkatnya kemandirian masyarakatarakat dan keluarga dalam
bidang kesehatan sehingga masyarakat dapat memberi andil dalam
meningkatkan derajat kesehatannya
Tujuan Khusus :
Meningkatnya pengetahuan masyarakat dalam bidang kes
Meningkatnya kemampuan masyarakat dalam pemeliharaan dan
peningkatan derajat kesehatannya sendiri
Sistem Kesehatan Nasional 2014

10


Meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan oleh masyarakat
Terwujudnya pelembagaan upaya kes masyarakat dilapangan
DINKES Makassar modul kesehatan 2007
i. Menetapkan suasana atau iklim yang memungkinkan
berkembangnya potensi yang dimilki masyarakat, baik sumber daya
alam maupun sistem nilai tradisional dalam menata kehidupan
masyarakat.
ii. Memperkuat potensi yang dimilki masyarakat, baik potensi lokal
yang telah membudaya dalam menata kehidupan masyarakat melalui
pemberian masukan berupa bantuan dana, pembangunan sarana
dan prasarana baik fisik (jalan, irigasi, listrik) maupun sosial
(pendidikan, kesehatan) serta pengembangan lembaga pendanaan,
penelitian dan pemasaran di daerah.
iii. Melindungi melalui pemihakan kepada masyarakat yang lemah
untuk mencegah persaingan yang tidak seimbang dan bukan berarti
mengisolasi atau menutupi dari interaksi.
(Sumber : Buku Sistem Kesehatan, Wiku adisasmito, Ph. D)
9. Apa unsur-unsur dari pemberdayaan masy?
1. Upaya pemberdayaan masyarakat perlu memperhatiakn sedikitnya empat
unsur pokok, yaitu :
2. Aksestabilitas informasi, karena informasi merupakan kekuasaan baru
kaitannya dengan : peluang, layanan, penegakkan hukum, efektivitas negosiasi, dan
akuntabilitas
3. Keterlibatan dan partisipasi, yang menyangkut siapa yang dilibatkan dan
bagaimana mereka terlibat dalam keseluruhan proses pembangunan
Sistem Kesehatan Nasional 2014

11


4. Akuntabilitas, kaitannya dengan pertanggungjawaban publik atas segala
kegiatan yang dilakukan dengan mengatasnamakan rakyat
5. Kapasitas organisasi lokal, kaitannya dengan kemampuan bekerja sama,
mengorganisasi warga masyarakat, serta memobilisasi sumber daya untuk
memecahkan masalah-masalah yang mereka hadapi
(Sumber : Buku Sistem Kesehatan, Wiku adisasmito, Ph. D)
10. Apa manfaat pemberdayaan masy?
1) Menumbuhkembangkan potensi masyarakat.
2) Mengembangkan gotong-royong masyarakat.
3) Menggali kontribusi masyarakat.
4) Menjalin kemitraan.
5) Desentralisasi.
Sumber: Marasabessy, N.B,. (2007). Program pemberdayaan masyarakat dalam
perencanaan dan pelaksanaan pemberantasan malaria dikabupaten Maluku
tengah.pdf. Universitas Gadjah Mada.
1) Mereka mampu mengenali masalah kesehatan dan faktor-faktor yang
mempengaruhi masalah kesehatan terutama di lingkungan tempat tinggal mereka
sendiri. Pengetahuan tersebut meliputi pengetahuan tentang penyakit, gizi dan
makanan, perumahan dan sanitasi, serta bahaya merokok dan zat-zat yang
menimbulkan gangguan kesehatan.
2) Mereka mampu mengatasi masalah kesehatan secara mandiri dengan menggali
potensi-potensi masyarakat setempat.
3) Mampu memelihara dan melindungi diri mereka dari berbagai ancaman
kesehatan dengan melakukan tindakan pencegahan.
Sistem Kesehatan Nasional 2014

12


4) Mampu meningkatkan kesehatan secara dinamis dan terus-menerus melalui
berbagai macam kegiatan seperti kelompok kebugaran, olahraga, konsultasi dan
sebagainya.
Sumber: Wass, A. (1995). Promoting health: the primary health approach.Toronto:
W.B. Sanders.

ADVOKASI
11. Apa saja tahap-tahap advokasi?
Perlu disadari bahwa komitmen dan dukungan yang diupayakan melalui
advokasi jarang diperoleh dalam waktu singkat. Pada diri sasaran advokasi
umumnya berlangsung tahapan-tahapan, yaitu
(1) mengetahui atau menyadari adanya masalah,
(2) tertarik untuk ikut mengatasi masalah,
(3) peduli terhadap pemecahan masalah dengan mempertimbangkan berbagai
alternative pemecahan masalah,
(4) sepakat untuk memecahkan masalah dengan memilih salah satu alternatif
pemecahan masalah,
(5) memutuskan tindak lanjut kesepakatan.
Dengan demikian, maka advokasi harus dilakukan secara terencana, cermat, dan
tepat. Bahan-bahan advokasi harus disiapkan dengan matang, yaitu :
- Sesuai minat dan perhatian sasaran advokasi
- Memuat rumusan masalah dan alternatif pemecahan masalah
- Memuat peran si sasaran dalam pemecahan masalah
- Berdasarkan kepada fakta atau evidence-based
- Dikemas secara menarik dan jelas
Sistem Kesehatan Nasional 2014

13


- Sesuai dengan waktu yang tersedia.
Sumber : www.dinkes-sulsel.go.id
BINA SUASANA
12. Bagaimana proses bina suasana?
- Melalui 3 pendekatan
o ibu hamil, kepala keluarga,
o Kelompok
o Masy luas
TAMBAHAN
13. Apakah peran petugas kesehatan thdp pemeberdaan kesehatan
1) Memfasilitasi masyarakat melalui kegiatan-kegiatan maupun program-program
pemberdayaan masyarakat meliputi pertemuan dan pengorganisasian masyarakat.
2) Memberikan motivasi kepada masyarakat untuk bekerja sama dalam melaksanakan
kegiatan pemberdayaan agar masyarakat mau berkontribusi terhadap program
tersebut.
3) Mengalihkan pengetahuan, keterampilan, dan teknologi kepada masyarakat dengan
melakukan pelatihan-pelatihan yang bersifat vokasional.
Syahyuti, 2006 dalam www.suniscome.50webs.com

14. Pengertian tujuan dan sasaran program partisipasi masy
Pengertian
Peran serta masyarakat adalah suatu bentuk bantuan masyarakat dalam hal
pelaksanaan upaya kesehatan preventif, promotif, kuratif dan rehabilitattif dalam
bentuk bantuan tenaga, dana, sarana, prasarana serta bantuan moralitas sehingga
tercapai tingkat kesehatan yang optimal.
Sistem Kesehatan Nasional 2014

14


Peran serta masyarakat adalah proses untuk :
1. Menumbuhkan dan meningkatkan tanggung jawab individu, keluarga
terhadap kesehatan / kesejahteraan dirinya, keluarganya dan masyarakat
2. Mengembangkan kemampuan untuk berkontribusi dalam pembangunan
kesehatan, sehingga individu / keluarga tumbuh menjadi perintis pembangunan
(agent of development) yang dilandasi semangat gotong royong.
Tujuan
Tujuan Umum
Meningkatnya jumlah dan mutu upaya masyarakat dalam bidang kesehatan
Tujuan Khusus
a. Meningkatnya kemampuan pemimpin, pemuda, dan tokoh masyarakat dalam
merintis dan menggerakkan upaya kesehatan di masyarakat
b. Meningkatnya kemampuan organisasi masyarakat dalam penyelenggaraan
upaya kesehatan
c. Meningkatnya kemampuan masyarakat dan organisasi masyarakat dalam
menggali, menghimpun dan mengelola dana / sarana masyarakat untuk upaya
kesehatan
Sasaran
1. Tokoh masyarakat (tokoh formal, tokoh adat, tokoh agama dan sebagainya)
2. Keluarga dan dasa wisma (persepuluhan keluarga)
3. Kelompok masyarakat dengan kebutuhan khusus kesehatan (generasi muda,
wanita, angkatan kerja dan lain-lain)
Sistem Kesehatan Nasional 2014

15


4. Organisasi masyarakat yang secara langsung maupun tidak langsung dapat
menyelenggarakan upaya kesehatan, antara lain : organisasi profesi,
pengobatan tradisional, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan sebagainya
Masyarakat umum di desa, di kota dan di pemukiman khusus (tarnsmigran dan
sebagainya)
Syahyuti, 2006 dalam www.suniscome.50webs.com
15. Bagaimakah kebijakan pokok dan strategi peningkatan program dalam pasrtisipasi
masy
1. Kebijaksanaan pokok
a. Dilakukan melalui berbagai jalur :
mengutamakan organisasi kemasyarakatan yang ada
menerapkan teknologi komunikasi, informasi, motivasi (KIM)
b. Pembentukan dan pembinaan kepemimpinan yang berorientasi kesehatan
terhadap pemimpin/pemuda/tokoh dalam organisasi kemasyarakatan.
c. Pemberian kemampuan, kekuatan dan kesempatan yang lebih banyak kepada
organisasi kemasyarakatan untuk berkiprah dalam pembangunan kesehatan
dengan mendaya gunakan sumberdaya masyarakat sendiri
d. Peningkatan para penyelenggara upaya kesehatan dalam menerapkan (KIM) dan
menggalang (PSM) untuk pembangunan kesehatan
2. Strategi Peningkatan PSM
a. mematangkan kesiapan masyarakat untuk berperan serta dalam pembangunan
kesehatan dengan menerapkan Komunikasi Informasi dan Motivasi (KIM) dalam
rangka menumbuhkan public opinion yang positif yang dilakukan melalui
pendekatan kepada :
- individu
- keluarga (diberikan dengan pendekatan perorangan)
Sistem Kesehatan Nasional 2014

16


- kelompok persepuluhan
- organisasi / kelembagaan masyarakat, dan
- masyarakat umum (dilakukan melalui penggunaan media elektronik, media
cetak dan tradisional)
b. mewujudkan pemimpin dan perintis pembangunan kesehatan dalam masyarakat
dengan pendekatan :
- formal : melalui LKMD / PKK dan perangkatnya
- informal : melalui organisasi kemasyarakatan
- kelompok masyarakat : (organisasi / kelompok keagamaan, kewanitaan,
kepemudaan, ketenaga kerjaan, ekonomi, pendidikan, peminatan, profesi)
c. mengenal, mengajak, memberi kesempatan dan melibatkan berbagai organisasi
kemasyarakatan untuk berkiprah dalam pembangunan kesehatan sesuai dengan
kemampuan dan kewenangannya di semua tingkat
d. menyelenggarakan pendidikan dan latihan kelanjutan bagi para penyelenggara
upaya kesehatan guna mendalami dan mengamalkan pendekatan masyarakat yang
berhasil guna dan berdaya guna.
Syahyuti, 2006 dalam www.suniscome.50webs.com
16. Bagaimakah langkah dan kegiatan pengembangan partisipasi masy
a. Penggalangan dukungan penentu kebijaksanaan, pemimpin wilayah, lintas sektor
dan berbagai organisasi kesehatan yang dilaksanakan melalui dialog, seminar,
lokakarya dalam rangka KIM, dengan memnfaatkan media masa dan sistem
informasi kesehatan.
b. Persiapan petugas penyelenggara melalui pelatihan, orientasi atau sarasehan
kepemimpinan di bidang kesehatan
c. Persiapan masyarakat melalui rangkaian kegiatan untuk meningkatkan
kemampuan masyarakat dalam mengenal dan memecahkan masalah kesehatan,
dengan menggali dan menggerakkan sumber daya yang dimilikinya.
Sistem Kesehatan Nasional 2014

17


Kegiatan Mengembangkan PSM Umum :
a. Pendekatan kepada tokoh masyarakat
b. Survey mawas diri masyarakat untuk mengenali masalah kesehatan (diagnosa
masalah kesehatan)
c. Musyawarah masyarakat desa untuk penentuan pemecahan masalah kesehatan
yang dihadapi (penetapan resep pemecahan masalah oleh masyarakat dan
latihan kader)
d. Pelaksanaan kegiatan kesehatan oleh dan untuk masyarakat melalui kadernya
yang telah terlatih (tindakan terapi oleh masyarakat)
e. Pengembangan dan pelestarian kegiatan kesehatan oleh masyarakat
Syahyuti, 2006 dalam www.suniscome.50webs.com
17. Sebutkan faktor yang mempengaruhi partisipasi masy
a. Perilaku individu
Perilaku individu dipengaruhi oleh berbagai hal seperti : tingkat
pengetahuan, sikap mental, tingkat kebutuhan individu, tingkat keterikatan
dalam kelompok, tingkat kemampuan sumber daya yang ada.
1) Tingkat pengetahuan
Tingkat pengetahuan seseorang mempengaruhi perilaku individu. Makin
tinggi pendidikan / pengetahuan kesehatan seseorang, makin tinggi kesadaran
untuk berperan serta. Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan langsung
antar tingkat pendidikan ibu dan kesehatan keluarganya.
Sistem Kesehatan Nasional 2014

18


Dalam permasalahan kesehatan, sering dijumpai bahwa persepsi masyarakat
tidak selalu sama dengan persepsi dengan persepsi pihak provider kesehatan
(tenaga kesehatan).
Untuk mencapai kesepakatan atau kesamaan persepsi sehingga tumbuh
keyakinan dalam hal masalah kesehatan yang dihadapi diperlukan suatu proses
(KIM) yang mantap.
Dalam proses ini diharapkan terjadi perubahan perilaku seseorang, yang
tahap-tahapnya adalah :
- pengenalan (awarenes)
- peminatan (interest)
- penilaian (evaluation)
- percobaan (trial)
- penerimaan (adoption)
2) Sikap mental
Sikap mental pada hakekatnya merupakan kondisi kejiwaan, perasaan dan
keinginan (mind, feeling and mood) seseorang sehingga hal tersebut
berpengaruh pada perilaku serta pada akhinya perbuatan yang diwujudkannya.
Kondisi ini didapatkan dari proses tumbuh kembang individu sejak masa
bayi/anak dan berkembang pula dari pendidikan serta pengalaman hidupnya
dalam berinteraksi dengan lingkungan/masyarakatnya.
Sistem Kesehatan Nasional 2014

19


Dengan memahami sikap mental masyarakat (norma), maka para pemberi
pelayanan sebagai Prime Mover akan dapat membentuk strategi perekayasaan
manusia dan sosial..
3) Tingkat kebutuhan individu
Berkaitan dengan sistem kebutuhan yang terdapat dalam diri individu,
MASLOW mengatakan bahwa pada diri manusia terdapat sejumlah kebutuhan
dasar yang menggerakkannya untuk berperilaku.
Kelima kebutuhan menurut MASLOW tersebut terikat dalam suatu hirarki
tertentu berdasarkan kuat lemahnya MOTIVASI. Motivasi adalah penggerak
batin yang mendorong seseorang dari dalam untuk menggunakan tenaga yang
ada pada dirinya sebaik mungkin demi tercapainya sasaran.
Implikasi dari uraian diatas adalah bahwa sepanjang perilaku berperan serta
yang dikehendaki dapat memenuhi kebutuhan poko anggota masyarakat dan
sejalan dengan norma dan nilai yang dianut, maka peran serta tersebut dapat
berkembang.
Sebaliknya, perilaku yang lain (baru ataupun berlawanan) tidak akan muncul
dengan mudah apabila kebutuhan pokok anggota masyarakat tersebut tidak
dipenuhi.
4) Tingkat keterikatan kelompok
Suatu masyarakat terdiri dari individu/keluarga yang hidup bersama,
terorganisi dalam suatu sistem sosial atau ikatan. Sesuai dengan kepentingan
Sistem Kesehatan Nasional 2014

20


dan aspirasi anggotanya sistem sosial tersebut dapat berupa organisasi/ikatan :
politik, ekonomi, sosbud, agama, profesi, pendidikan, hukum, dll. Organisasi /
institusi bentukan dari sistem sosial tersebut bervariasi besarnya dan profil sosial
ekonominya, serta tingkatannya, mulai dari paguyuban atau bahkan kelompok
terisolir pada tingkat desa, kota dan nasional.
5) Tingkat kemampuan sumber daya
perilaku individu juga diepengaruhi oleh tersedianya sumber daya terutama
sarana untuk pemenuhan kebutuhan baik yang dimiliki olehnya maupun yang
tersedia dimasyarakat
b. Perilaku masyarakat
Perilaku masyarakat dipengaruhi terutama oleh keadaan politik, ekonomi, sosial
budaya, pendidikan dan agama
1) Keadaan dan struktur politik ; sangat penting peranannya dalam mempengaruhi
derajat perilaku masyarakat yang selanjutnya akan mewujudkan peran serta
masyarakat. Kestabilan dan kesepakatan politik, perangkat-perangkat lunak juga
hukum yang ada serta wadah yang jelas merupakan hal penting dalam
menunjang perwujudan kearah itu.
2) Keadaan ekonomi ; sangat penting pula pengaruhnya terhadap perwujudan
peran serta masyarakat, mengingat kemajuan yang dicapai dibidang ekonomi
lebih memungkinkan kemampuan masyarakat untuk berperan serta dalam
berbagai aspek pembangunan
Sistem Kesehatan Nasional 2014

21


3) Aspek sosial-budaya ; turut menentukan pula pengaruhnya terhadap
perwujudan peran serta masyarakat. Dalam berbagai hal masih sering dijumpai
situasi dimana tata nilai budaya masyarakat indonesia tertentu belum lagi
memungkinkan terwujudnya perilaku hidup sehat, apalagi untuk berperan serta
dalam pembangunan kesehatan seperti yang diharapkan.
4) Aspek pendidikan ; tingkat pendidikan suatu bangsa akan mempengaruhi
perilaku rakyatnya. Makin tinggi pendidikan masyarakat makin tinggi
kesadaran kesehatannya.
5) Aspek Agama ; ketentuan atau ajaran-ajaran yang berlaku dalam berbagai agama
mempengaruhi perilaku masyarakat. Agama dapat merupakan jembatan
ataupun hambatan bagi terwujudnya perilaku positif masyarakat dalam
kesehatan.
Syahyuti, 2006 dalam www.suniscome.50webs.com
18. Sebutkan bentuk/tingkat pastrisipasi masy
Mengembangkan dan membina partisipasi masyarakat bukan pekerjaan
mudah. Partisipasi masyarakat memerlukan kemampuan, kesempatan dan motivasi.
Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dapat terjadi
dalam berbagai tingkatan, yaitu :
1) Tingkat partisipasi masyarakat karena perintah atau karena paksaan
2) Tingkat partisipasi masyarakat karena imbalan atau karena insentif
3) Tingkat partisipasi masyarakat karena identifikasi atau karena ingin meniru
Sistem Kesehatan Nasional 2014

22


4) Tingkat partisipasi masyarakat karena kesadaran
5) Tingkat partisipasi masyarakat karena tuntutan akan hak azasi dan tanggung
jawab
Tingkat partisipasi masyarakat nomor 5 biasanya muncul di negara-negara
maju yang berpaham demokrasi. Sedangkan partisipasi yang muncul di negara-
negara sedang berkembang yang pola budayanya umumnya paternalistik, tingkat
partisipasi masyarakatnya adalah nomor 1 s/d nomor 4 (terutama nomor 1 s/d 3).
Umumnya orang berpendapat bahwa partisipasi masyarakat erat kaitannya dengan
sifat gotong-royong masyarakat yang sudah membudaya, namun itu bukan satu-
satunya faktor penentu yang mempengaruhi partisipasi, akan tetapi partisipasi
masyarakat itu merupakan hal yang kompleks dan sering sulit diperhitungkan karena
terlalu banyak faktor yang mempengaruhinya.
Syahyuti, 2006 dalam www.suniscome.50webs.com
19. Sebutkan faktor pendorong dan penghambat pastrisipasi masy
Faktor Pendorong Partisipasi Masyarakat
Dalam upaya mengembangkan dan membina partisipasi masyarakat ada beberapa
faktor yang bisa membantu atau mendorong upaya tersebut, yang antara lain
adalah :
a. Faktor pendorong di masyarakat
Konsep partisipasi masyarakat sebenarnya bukan hal yang baru bagi kita di
Indonesia. Dari sejak nenek moyang kita, telah dikenal adanya semangat gotong-
royong dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan di masyarakat. Semangat gotong-
royong ini bertolak dari nilai-nilai budaya yang menyangkut hubungan antar
manusia. Semangat ini mendorong timbulnya partisipasi masyarakat
b. Faktor pendorong di pihak provider
Sistem Kesehatan Nasional 2014

23


Faktor pendorong terpenting yang ada di pihak provider adalah adanya
kesadaran di lingkungan provider, bahwa perilaku merupakan faktor penting dan
besar pengaruhnya terhadap derajat kesehatan. Kesadaran ini melandasi pemikiran
pentingnya partisipasi masyarakat. Selain itu keterbatasan sumber daya dipihak
provider juga merupakan faktor yang sangat mendorong pihak provider untuk
mengembangkan dan membina partisipasi masyarakat.
Faktor Penghambat Partisipasi Masyarakat
a. Faktor penghambat yang terdapat di masyarakat
1) persepsi masyarakat yang sangat berbeda dengan persepsi provider tentang
masalah kesehatan yang dihadapi
2) susunan masyarakat yang sangat heterogen dengan kondisi sosial budaya yang
sangat berbeda-beda pula
3) pengalaman pahit masyarakat tentang program sebelumnya
4) adanya kepentingan tetap (vested interest) dari beberapa pihak dimasyarakat
5) sistim pengambilan keputusan dari atas kebawah
6) adanya berbagai macam kesenjangan sosial
7) kemiskinan
b. Faktor penghambat yang terdapat di pihak provider
1) terlalu mengejar target sehingga terjerumus dalam pendekatan yang tidak
partisipatif
2) pelaporan yang tidak obyektif (ABS) hingga provider keliru mentafsirkan
situasi
3) birokrasi yang sering memperlambat kecepatan dan ketepatan respons pihak
provider terhadap perkembangan masyarakat
4) persepsi yang berbeda antara provider dan masyarakat
Sistem Kesehatan Nasional 2014

24


Syahyuti, 2006 dalam www.suniscome.50webs.com
20. Sebutkan Keuntungan patrisipasi masy bagi peningkatan derajat kesehatan
Bagi masyarakat
Dengan berpartisipasinya masyarakat dibidang kesehatan maka :
1) Upaya kesehatan yang dilaksanakan benar-benar sesuai dengan masalah yang
dihadapi masyarakat, tidak hanya bertolak dari asumsi para penyelenggara semata.
2) Upaya kesehatan bisa diterima dan terjangkau oleh masyarakat, baik secara fisik,
sosial maupun secara ekonomis. Ini karena mesyarakat berpartisipasi dalam
merumuskan masalahnya dan dalam merencanakan pemecahannya
3) Masyarakat merasa puas, karena mempunyai andil pula dalam menilai
pelaksanaan daripada upaya kesehatan yang sudah direncanakan dan dilaksanakan
bersama.
4) Dengan berpartisipasinya masyarakat dalam proses pemecahan masalah
dibidang kesehatan akan mengembangkan kemampuan dan sikap positif serta
motivasi mereka untuk hidup sehat atas dasar swadaya.
Bagi pihak penyelenggara pelayanan (provider)
1) dengan adanya partisipasi masyarakat, berarti adanya penemuan dan
pengerahan potensi masyarakat untuk pembangunan di bidang kesehatan, dan
membantu memecahkan masalah keterbatasan sumber daya yang dimiliki
pemerintah, baik sumber daya tenaga, biaya, maupun fasilitas.
2) Partisipasi masyarakat membantu upaya perluasan jangkauan pelayanan
kesehatan
3) Partisipasi masyarakat menciptakan adanya rasa ikut memiliki dan rasa ikut
bertanggungjawab dipihak masyarakat terhadap masalah dan program kesehatan,
hingga hal ini memperlancar munculnya aspirasi-aspirasi dari bawah.
4) Partisipasi masyarakat dapat pula merupakan wadah dan jalur untuk kontrol
terhadap pelayanan kesehatan yang dilaksanakan pemerintah
Sistem Kesehatan Nasional 2014

25


5) Partisipasi masyarakat dibidang kesehatan dapat menjadi pintu masuk (entry
point) bagi partisipasi masyarakat dalam pembangunan di bidang lain
6) Partisipasi masyarakat merupakan mekanisme berkembangnya dialog antara
masyarakat dan pihak penyelenggaraan pelayanan (provider) dan antara
masyarakat denganmasyarakat sendiri, hingga tercipta kesamaan berbagai
pengertian dan pandangan tentang masalah dan cara pendekatannya.
Syahyuti, 2006 dalam www.suniscome.50webs.com
21. Bagaimanakah kedudukan pemberdyaan sebagai dasar pembangunan kesehatan
22. Bagaimanakah pemberdayaan kesehatan sebagai sub sistem SKN
Subsistem pemberdayaan masyarakat adalah bentuk dan cara
penyelenggaraan berbagai upaya kesehatan, baik perorangan, kelompok, maupun
masyarakat secara terencana, terpadu, dan berkesinambungan guna tercapainya
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.
Pemberdayaan masyarakat dalam definisi kesehatan adalah proses yang
dilakukan oleh masyarakat (dengan atau tanpa campur tangan pihak luar) untuk
memperbaiki kondisi lingkungan, sanitasi, dan aspek lainnya yang secara langsung
maupun tidak langsung berpengaruh dalam kesehatan masyarakat.
Syahyuti, 2006 dalam www.suniscome.50webs.com







Sistem Kesehatan Nasional 2014

26



STEP 4


PROMOSI KESEHATAN
BINA SUASANA
STRATEGI
ADVOKASI PEMBERDAYAAN
MASY
MISI
VISI
TUJUAN
PHBS
PARTISIPASI
MASY
PROGRAM PEM- KESEHATAN
PRIMER
SEKUNDER
TERSIER