Anda di halaman 1dari 12

SATUAN ACARA PENYULUHAN

KELUARGA DENGAN BALITA



A. JUDUL : Kesehatan Anak dan Balita
B. TUJUAN
1. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Setelah mengikuti penyuluhan tentang kesehatan anak dan balita selama 45
menit, Keluarga Bapak MB mengerti dan mampu memberikan penjelasan tentang
kesehatan anak dan balita secara mandiri
2. Tujuan Istruksional Khusus (TIK)
Setelah mengikuti penyuluhan tentang kesehatan anak dan balita selama 45
menit keluarga mampu:
a. Menjelaskan pengertian anak sehat
b. Menyebutkan tujuan sehat untuk anak
c. Menyebutkan ciri-ciri anak sehat
d. Mengetahui tanda-tanda perkembangan anak sehat
e. Menjelaskan pengertian makanan bergizi untuk anak
f. Menyebutkan kandungan zat gizi bagi anak
g. Menjelaskan dampak akibat kekurangan gizi
h. Menyebutkan kebersihan dan kesehatan
i. Menjelaskan dan menyebutkan tips kesehatan praktis
C. TEMPAT :
D. WAKTU :
E. SASARAN :
F. METODE : Ceramah + Diskusi
G. MEDIA :
1. Leaflet
2. Powerpoint







H. RENCANA PELAKSANAAN
No Waktu Rencana Kegiatan Penyuluhan Kegiatan keluarga
1 5 menit Persiapan
- Memberikan salam
- Perkenalan
- persepsi tentang kesehatan anak dan
balita
- Menyebutkan materi yang akan diberikan

Menjawab salam
Mendengarkan
& memperhatikan

2 25 menit Proses
Menjelaskan materi tentang :
1. Pengertian anak sehat
2. Tujuan sehat untuk anak
3. Cirri-ciri anak sehat
4. Tanda-tanda perkembangan anak sehat
5. Pengertian makanan bergizi untuk anak
6. Kandungan zat gizi bagi anak
7. Akibat kekurangan gizi
8. Kebersihan dan kesehatan
9. Tips kesehatan praktis

Menjawab pertanyaan
penyuluh
Mendengarkan dan
memperhatikan
Bertanya
Menjawab pertanyaan

3 10 menit Evaluasi
Meminta salah satu keluarga untuk
menjawab pertanyaan penyuluh

Menyebutkan dan
menjelaskan
4 5 menit Penutup
- Mengucapkan salam penutup

Memperhatikan
Menjawab salam

I. MATERI : Terlampir
J. EVALUASI
1. Evaluasi Struktur
a. Anggota keluarga hadir dalam penyuluhan di rumah Bapak MB
b. Penyelenggaraan dilaksanakan di rumah Keluarga Bapak MB
c. Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya.


2. Evaluasi Proses
a. Keluarga mendengarkan materi penyuluhan dengan baik dan ada respon
positif dari peserta.
b. Keluarga mengajukan pertanyaan dan mampu menjawab pertanyaan
secara benar.
c. Keluaraga mampu menjawab :
1) Pengertian anak sehat
2) Menyebutkan 3 dari 9 ciri-ciri anak sehat
3) Menyebutkan 3 dari 5 kandungan zat gizi
4) Mengebutkan 2 dari 5 kebersihan dan kesehatan
5) Menyebutkan dan menjelaskan beberapa tips kesehan praktis
6) Keluarga mengatakan paham tentang kesehatan anak dan balita
3. Evaluasi hasil
Keluarga yang mengikuti penyuluhan memahami pentingnya kesehatan anak
dan balita

Lampiran
MATERI PENYULUHAN
KESEHATAN ANAK DAN BALITA

I. PENGERTIAN ANAK SEHAT
Anak yang sehat adalah anak yang sehat secara fisik dan psikis. Kesehatan seorang
anak dimulai dari pola hidup yang sehat. Pola hidup sehat dapat diterapkan dari yang terkecil
mulai dari menjaga kebersihan diri, lingkungan hingga pola makan yang sehat dan teratur
(Hidayat, 2007).
Menurut Departemen Kesehatan RI (1993) ciri anak sehat adalah tumbuh dengan
baik, tingkat perkembangannya sesuai dengan tingkat umurnya, tampak aktif/gesit dan
gembira, mata bersih dan bersinar, nafsu makan baik, bibir dan lidah tampak segar,
pernapasan tidak berbau, kulit dan rambut tampak bersih dan tidak kering, serta mudah
menyesuaikan diri dengan lingkungan.

II. TUJUAN SEHAT UNTUK ANAK
Tujuan dari kesehatan adalah mencapai keadaan kesehatan anak didik dan
lingkungan hidupnya sehingga dapat memberikan kesempatan belajar serta tumbuh
secara harmonis,efisien dan optimal dengan jalan :
a. Mempertinggi nilai kesehatan,
b. Mencegah dan memberantas penyakit,
c. Memperbaiki dan memulihkan kesehatan.
Anak yang sehat akan mengalami tumbuh kembang yang normal dan wajar,
sesuai standar pertumbuhan fisik anak umumnya dan memiliki kemampuan
perkembangan sesuai standar kemampuan anak seusianya. Selain itu anak sehat juga
nampak senang, mau bermain, berlari, berteriak, meloncat, memanjat, dan tidak
berdiam diri saja.
Menurut santrock (2007) pada umumnya masalah kesehatan yang sering
dialami anak-anak adalah kurang gizi, pola makan, kurang olah raga dan pelecehan.
Seperti yang dinyatakan dalam penelitian Pollitt dkk, bahwa gizi sangat
mempengaruhi perkembangan kognitif anak. Pola makan sangat berkaitan erat dengan
hal ini. Maraknya makanan cepat saji dengan berbagai variasi yang sangat menarik
untuk anak seperti hot dog, pizza, hamburger dsb, menjadi kendala tersendiri yang
mempersulit pemenuhan kebutuhan gizi yang sehat. Perlu kreatifitas yang tinggi bagi
guru dan orang tua untuk mengemas makanan sehat yang menarik bagi anak layaknya
makanan cepat saji (Mary E,2000).

III. CIRI-CIRI ANAK SEHAT
Menurut Departemen Kesehatan RI (1993), ciri anak sehat adalah:
a. Tumbuh dengan baik, dapat dilihat dari naiknya berat badan dan tinggi badan
secara teratur dan proporsional.
b. Tingkat perkembangannya sesuai dengan tingkat umurnya
c. Gesit, aktif dan gembira
d. Mata bersih dan bersinar
e. Nafsu makan baik
f. Bibir dan lidah tampak segar
g. Pernafasan tidak berbau
h. Kulit dan rambut tampak bersih dan tidak kering/kusam
i. Mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan.

IV. TANDA-TANDA PERKEMBANGAN ANAK SEHAT
Tanda-tanda umum perkembangan anak yang sehat
1. Pada umur 3 bulan bayi bisa :
a. Mengangkat kepala tegak ketika tengkurap
b. Tertawa
c. Menggerakkan kepala ke kiri dan ke kanan
d. Mengamati tangannya
2. Pada umur 6 bulan bayi bisa :
a. Meniru bunyi
b. Meraih benda yang didekatnya
c. Tengkurap sendiri
d. Menoleh kea rah sumber suara
3. Pada umur 9 bulan bayi bisa :
a. Duduk sendiri
b. Mengucapkan mama..papa
c. Senang bermain sendiri dan bertepuk tangan
d. Memegang biscuit

4. Pada umur 12 bulan bayi bisa :
a. Bermain ci luk ba
b. Menjepit benda kecil
c. Meniru kata sederhana papa, dada
d. Berdiri dan jalan berpegangan
5. Pada umur 2 tahun anak bisa :
a. Menunjukkan dan menyebutkan nama bagian tubuh
b. Naik tangga dan berlari-lari
c. Meniru pekerjaan rumah tangga seperti menyapu dan menelap
d. Mencoret-coret kertas
6. Pada umur 3 tahun anak bisa :
a. Berdiri diatas satu kaki tanpa berpengangan
b. Berbicara dengan kata-kata yang bias dimengerti
c. Menyebut warna dan angka
d. Memeluk dan mencium orang terdekat
e. Melempar bola
7. Pada umur 5 tahun anak bias :
a. Melompat-lompat
b. Menggambar orang tiga bagian (kepala, badan, tangan,kaki)
c. Menceritakan pengalamannya
d. Mengerti lawan kata seperti panas dingin, tinggi rendah
e. Bermain bersama anak lain
f. Menjawab pertanyaan sederhana
g. Menghitung sampai sepuluh
h. Mencuci dan mengeringkan tangannya sendiri
i. Memakai pakaian sendiri
j. Menyebutkan nama teman bermainnya

V. PENGERTIAN MAKANAN BERGIZI UNTUK ANAK SEHAT
Gizi yang baik adalah salah satu unsur penting untuk mewujudkan manusia
yang berkualitas.Pemenuhan gizi anak harus diperhatikan sedini mungkin yaitu sejak
mereka masih dalam kandungan melalui makanan ibu hamil. Kebiasaan makan sudah
dimulai sejak dari masa kanak-kanak.
Gizi adalah suatu zat yang berguna dan dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan
dan perkembangan (Hidayat,2007).

VI. KANDUNGAN ZAT GIZI BAGI ANAK
A. Protein
Dua jenis protein yaitu: protein hewani, yang didapat dari daging hewan
(telur, susu ,daging) dan protein nabati (tempe, tahu) yang didapat dari tumbuh-
tumbuhan. Nilai gizi protein hewani lebih besar dari protein nabati dan lebih
mudah diserap oleh tubuh.Walaupun demikian, kombinasi penggunaan protein
nabati dan hewani sangat dianjurkan.
1. Fungsi Protein:
a. Penunjang Pertumbuhan
Protein merupakan bahan padat utama dari otot organ dan glandula
endoterm. Merupakan unsure utama dari matriks tulang dan
gigi,kulit,kuku,rambut,sel darah dan serum.
b. Energi
Protein merupakan sumber energi potensial, setiap gram menghasilkan
sekitar 4 kkal. Jika protein digunakan untuk energi maka tidak akan
dipakai untuk kebutuhan sintesis.
2. Sumber Protein : ASI, susu formula, sereal/gandum, telur, tahu, tempe, ikan,
daging.

B. Karbohidrat
Karbohidrat adalah sumber tenaga bagi anak, Bayi yang baru mendapat
asupan makanan dari ASI. Pada anak yang lebih besar yang sudah mendapat
makanan tambahan pendamping ASI, karbohidrat dapat diperoleh dari makanan
yang mengandung tepung seperti: bubur susu, sereal, roti, nasi tim atau nasi.
Apabila tidak mendapatkan asupan karbohidrat yang memadai untuk
menghasilkan energi, tubuh akan memecah protein dan lemak cadangan dalam
tubuh (Soetjiningsih,2011)
1. Fungsi Karbohidrat :
Hampir semua karbohidrat pada akhirnya digunakan untuk memenuhi
kebutuhan energi tubuh. Beberapa karbohidrat yang ada digunakan untuk
sintesis dari sejumlah senyawa pengatur.
2. Energi
Glukose merupakan satu-satunya untuk otak dan jaringan saraf dan
harus tersedia dengan mudah. Setiap kegagalan untuk menyatukan glukosa
dan oksigen untuk oksidasi dengan cepat akan menimbulkan kerusakan otak,
terutama pada masa neonatus. Pertumbuhan otak terjadi sangat cepat dalam
minggu terakhir kehidupan intrauterine. Karena itu penting diusahakan agar
bayi yang dilahirkan sebelum aterm tidak kekurangan glucose sehingga
pertumbuhan otak dapat berlanjut, bayi yang kecil secara umur cenderung
mengalami hipoglikemia.
3. Aksi Pencadangan Protein
Tubuh akan menggunakan karbohidrat sebagai protein utama energi,
karena itu jika terdapat defisiensi kalor dalam diit, maka akan digunakan
jaringan adipose dan protein.
3. Sumber Karbohidrat : ASI, produk susu, beras, jagung, singkong, buncis,
tomat, sayur hijau, buah segar.

C. Lemak
Seperti karbohidrat lemak merupakan senyawa karbon ,hydrogen dan
oksigen. tetapi proporsi oksigen lebih rendah. Lemak termsuk senyawa
minyak-minyakan dan bahan mirip lemak yang mempunyai rasa minyak dan
tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organik tertentu seperti
eter,alcohol dan benzen.
Terdapat banyak asam lemak yang ditemukan dalam alam yang berbeda
dalam jumlah atom karbon dan ikatan ganda yang dikandungnya. Mereka
adalah asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh. Asam lemak jenuh lebih
stabil dan tidak memiliki ikatan rangkap, contoh asam palmitat, stearat yang
merupakan unsur utama mentega coklat. Asam lemak tak jenuh yang memiliki
dua atau lebih ikatan rangkap yang bereaksi secara berangsur-angsur dengan
udara menjadikannya tengik.
Fungsi Lemak :
Fungsi utama lemak adalah untuk memberikan energi setiap gram lemak
jika dioksidasi menghasilkan sekitar sembilan kalori. Energi ini secara terus
menerus ada dalam simpanan jaringan subkutan dan dalam kavum abdomen.
Juga mengelilingi organ dan menyusur sepanjang jaringan adipose.
D. Vitamin
Vitamin adalah sejumlah zat yang terdapat dalam makanan, yang
berfungsi untuk mempertahankan fungsi tubuh (Marlow, D.R.dan Reeding BA,
1988) Kekurangan vitamin akan menyebabkan tubuh cepat merasa lelah, kurang
nafsu makan, kerusakan pembuluh darah dan sel saraf serta dapat mengurangi
ketajaman penglihatan.
Vitamin C penting untuk tubuh untuk pembentukan substansi antar sel,
meningkatkan daya tahan tubuh dan meningkatkan absorbsi zat besi dalam
usus.Vitamin D penting untuk penyerapan dan metabolisme kalsium dan posfor,
pembentukan tulang dan gigi.
Sumber-sumber vitamin :
a. Vit A : tomat, wortel, sayur-sayuran hijau
b. Vit B : beras merah
c. Vit C : jeruk, jambu biji
d. Vit D : buah dan sayur
e. Vit K : jambu biji
E. Mineral
1. Mengaktifkan metabolisme tubuh
2. ASI, susu formula, garam dapur, hati

VII. AKIBAT KEKURANGAN GIZI
A. Penyebab kekurangan gizi
Penyebab kekurangan gizi adalah asupan makanan sehari-hari yang tidak mencukupi
kebutuhan dan diperparah dengan adanya penyakit infeksi. Asupan makanan tidak
mencukupi dapat terjadi karena jumlahnya tidak mencukupi dan kualitas makanan yang tidak
memadai atau tidak keduanya.
B. Dampak kekurangan gizi
Dampak kekurangan gizi adalah anak menjadi kurang cerdas, lemas, tidak
aktif, prestasi belajar menurun
C. Penyakit yang dapat ditimbulkan akibat kekurangan gizi
Penyakit yang timbul akibat kekurangan gizi mikro adalah
1. Kekurangan vitamin A : buta senja, bercak bitot dan bila berlajut anak
menjadi buta
2. Kekurangan zat besi : anemia (kurang darah)
3. Kekurangan yodium : gondok, kerdil (cebol), perkembangan otak terhambat
4. Daya tahan tubuh rendah : lebih mudah terserang penyakit seperti diare,
ISPA, campak

VIII. KEBERSIHAN DAN KESEHATAN
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menjaga kesehatan ialah:
1. Mencuci tangan dengan air bersih sebelum makan
2. Menggunakan air minum yang sudah dimasak
3. Buang air besar dan kotoran di jamban yang bersih dan sehat
4. Membuang sampah pada tempatnya
5. Melindungi makanan dari lalat dan serangga lain
6. Pembuangan kotoran atau tinja sembarangan, tidak menjaga kesehatan dengan
baik atau kekurangan air minum yang bersih dapat menyebabkan timbulnya
penyakit diare.

IX. TIPS KESEHATAN PRAKTIS
Ada beberapa penyakit yang sering menyerang anak/balita seperti batuk,
demam, dan diare, oleh sebab itu ada beberapa tips kesehatan praktis yang bisa
diterapkan dirumah yang nantinya berguna untuk anak/balita saat sakit menyerang.
Tips-tipsnya antara lain :
1. Cara mengatasi penyakit batuk pada anak/balita
a. Jika anak masih minum ASI, beri anak ASI lebih banyak dan sesering
mungkin
b. Beri anak air matang/air hangat sesering mungkin, untuk anak >6 bulan
c. Pada umur 1 tahun ke atas, beri kecap manis dicampur madu dan air jeruk
d. Jauhkan anak dari asap rokok dan asap dapur
2. Cara mengatasi penyakit diare pada anak/balita
a. Jika anak masih minum ASI, beri anak ASI lebih banyak dan sesering
mungkin
b. Beri anak oralit, air matang, air teh, kuah sup setiap kali diare, sampai
diarenya berhenti, ini penting untuk menghentikan diare dan mengurangi anak
kekurangan cairan/dehidrasi
c. Bantu anak tetap makan seperti biasa
d. Cegah diare dengan cara : minum air matang, cuci tangan sebelum makan, dan
sesudah buang air besar
e. Cara pembuatan oralit : satu sendok teh penuh gula dan seperempat teh garam
dicampur dengan 200 ml atau satu gelas kecil air matang.
3. Cara mengatasi penyakit demam pada anak/balita
a. Jika anak masih minum ASI, beri anak ASI lebih banyak dan sesering
mungkin
b. Beri anak cairan lebih banyak dari biasa seperti air matang, air teh, kuah sup
c. Jangan diberi pakaian tebal atau selimut tebal
d. Kompres dengan air hangat, jangan dikompres dengan air dingin karena anak
bias menggigil, kompreslah pada bagian pembuluh darah besar seperti leher,
ketiak dan lipatan paha, ini efektif untuk menurunkan panas anak saat
mengalami demam.
e. Pada demam tinggi, beri obat penurun panas sesuai dengan anjuran petugas
kesehatan.













DAFTAR PUSTAKA

Bobak.2005.Buku Ajar Keperawatan Maternitas.Jakarta:EGC
Mary E. Beck.. 2000. Ilmu Gizi dan Diet (Nutrition and Dietetics for nurses). Yogyakarta :
Yayasan Essentia Medica
Paath,Erna Francin.2005.Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. Jakarta : EGC
Soetjiningsih.2011.Seri Gizi Klinis ASI.Jakarta:EGC
Soenardi, Tuti.2006. Makanan Untuk Tumbuh Kembang Bayi. Jakarta : PT Gramedia
Pustaka Utama
Hidayat,Azis A.2007.Siapa Bilang Anak Sehat Pasti Cerdas 6 kunci sukses mempersiapkan
anak tumbuh sehat dan cerdas. Jakarta : PT Elex Media Komputindo