Anda di halaman 1dari 55

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Kita harus senantiasa ingat kepada dinamika kehidupan masyarakat dan

Negara Indonesia. Masyarakat dan Negara Indonesia tumbuh, zaman berubah,

terutama pada zaman revolusi lahir batin sekarang ini. Oleh karena itu, kita

harus hidup secara dinamis, harus melihat segala gerak-gerik kehidupan

masyarakat dan Negara Indonesia.

Desa sebagai salah satu entitas pemerintahan paling rendah menjadi

arena paling tepat bagi masyarakat untuk mengaktualisasikan kepentingannya

guna menjawab kebutuhan kolektif masyarakat. Dengan beraneka ragam

bentuk dan corak desa-desa yang ada di masing-masing daerah dengan ciri-

ciri sendiri, tentu akan menimbulkan masalah dalam penyelenggaraan

kesatuan pemerintahan dalam negara kesatuan Republik Indonesia, disamping

itu dapat menimbulkan masalah yang menjadi hambatan dalam pembinaan

dan pengendalian yang intensip dalam rangka meningkatkan taraf hidup

masyarakat.

Di lain pihak Pemerintah Desa dituntut harus mampu merencanakan

pembangunan menggerakkan masyarakat untuk berpartisifasi serta

meningkatkan prakarsa dan swadaya gotong-royong dalam rangka

meningkatkan kwantitas maupun kwalitas pembangunan.

1
2

Hal tersebut sangat terkait dengan kepemimpinan Kepala Desa. Dimana

Kepemimpinan Kepala Desa adalah proses dalam mempengaruhi kegiatan-

kegiatan seseorang atau kelompok orang dalam usaha mencapai tujuan yang

sudah ditetapkan, sedangkan pelayanan adalah suatu cara melayani,

membantu, menyiapkan, mengurus, menyelesaikan keperluan dan kebutuhan

seseorang dan sekelompok orang. Artinya objek yang di layani adalah

masyarakat yang terdiri dari individu, golongan dan organisasi.

Dalam kepemimpinan dan pelayanan di atas terkandung suatu kondisi

yaitu seorang yang melayani masyarakat memiliki suatu keterampilan dan

keahlian dalam bidang tertentu. Berdasarkan keterampilan dan keahlian

tersebut pihak aparat yang melayani mempunyai posisi atau nilai lebih dalam

kecakapan tertentu, sehingga mampu memberikan bantuan dalam

menyelesaikan suatu keperluan dan kebutuhan individu atau organisasi.

Pelayanan masyarakat adalah segala bentuk pelayanan sektor publik yang

dilaksanakan aparatur Pemerintah Desa.

Bagaimana langkah dan terik Pemerintah Desa untuk melakukan

pendekatan terhadap para tokoh masyarakat dan lembaga-lembaga yang ada di

desa serta bagaimana pula mereka melakukan koordinasi dengan instansi

terkait dalam rangka pelaksanaan pembangunan yang ada di desanya.

Berkaitan dengan itu, semua rencana dan kegiatan Pembangunan Desa

hendaknya dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, dari hal tersebut akan

diketahui dapat atau tidaknya terselenggara Pemerintah dan Pembangunan


3

Desa secara teratur dan tertib yang ditentukan oleh kemampuan Pemerintah

Desa itu sendiri.

Setiap aktifitas yang telah ditentukan di bidang masing-masing sesuai

tugas pokok dan fungsinya harus dilaksanakan dengan cara yang benar dan

tepat waktu. Untuk itu setiap pegawai atau aparat desa harus memilih metode

kerja yang paling tepat digunakan dan mengusainya agar proses

pelaksanaanya berjalan dengan benar, tepat dan lancar sehingga dapat

terselesaikannya tepat pada waktunya.

Berdasarkan uraian diatas, maka peneliti merasa perlu untuk

mengadakan penelitian dengan mengangkat sebuah judul “PENGARUH

KEPEMIMPINAN KEPALA DESA TERHADAP PEMBANGUNAN DI

DESA SEMBALUN BUMBUNG KECAMATAN SEMBALUN

KABUPATEN LOMBOK TIMUR“.

B. PERUMUSAN MASALAH

Sesuai dengan judul yang penulis pilih yaitu “Pengaruh Kepemimpinan

Kepalah Desa Terhadap Pembangunan Masyarakat Desa Di Desa Sembalun

Bumbung Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur”. Maka dalam

penelitian ini rumusan masalahnya adalah: “Adakah pengaruh kepemimpinan

Kepala Desa terhadap Pembangunan Masyarakat Desa di Desa Sembalun

Bumbung Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur?’.


4

C. HIPOTESA

Menurut Suharsimi, “hipotesis diartikan sebagai suatu jawaban yang

bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti

melalui data yang terkumpul”.1 Hipotesis merupakanpan suatu pernyataan

yang penting kedudukannya dalam penelitian.2 Jadi dapat peneliti

simpulkan bahwa hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap fokus

masalah yang dirumuskan oleh peneliti berdasarkan fakta yang muncul

dan selanjutnya jawaban sementara ini akan disetujui kebenarannya

melalui penelitian yang peneliti lakukan. Berdasarkan data yang

terkumpul, peneliti akan menguji apakah hipotesis yang dirumuskan dapat

naik status menjadi tesa, atau sebaliknya tumbang sebagai hipotesis

apabila ternyata tidak terbukti.

Kemudian ada dua jenis hipotesis yang ada di dalam penelitian,

yakni Hipotesis Alternatif (Ha) dan Hipotesis Nol (Ho). Adapun hipotesis

yang diajukan dalam penelitian ini adalah hipotesis kerja atau alternatif

(Ha) yang berbunyi : Ada pengaruh kepemimpinan Kepala Desa terhadap

Pembangunan Desa di Desa Sembalun Bumbung Kecamatan Sembalun

Kabupaten Lombok Timur.

1
Suhasimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: Rineka Cipta,
2006), h. 71.
2
Ibid., h. 73.
5

D. PEMBATASAN MASALAH

Agar tidak terjadi perbedaan dan kekeliruan mengenai berbagai batasan

yang terdapat dalam skripsi ini, penulis perlu memberikan batasan istilah

oprasionalnya sebagai berikut:

. Pengaruh

Pengaruh adalah hasil sesuatu yang dilakukan, bisa berefek positif

dan bisa berefek negatif.3 Pengaruh ialah suatu usaha manusia maupun

kelompok yang memiliki tujuan tertentu, dimana dalam mencapai tujuan

ia akan melibatkan orang lain baik individu maupun kelompok.

Manusia baik perorangan ataupun kelompok yang punya tujuan

tersebut akan berupaya terhadap orang lain untuk bisa ikut serta dalam

mencapai tujuan yang diinginkan. Berkaitan dengan itulah, berbagai cara

dilakukan termasuk memberikan motivasi sekaligus mempengaruhi agar

tergerak hatinya untuk berbuat sesuatu sehingga maksudnya bisa tercapai.

. Kepemimpinan Kepala Desa

Kepemimpinan Kepala Desa adalah proses dalam mempengaruhi

kegiatan-kegiatan seseorang atau kelompok orang dalam usaha mencapai

tujuan yang sudah ditetapkan, sedangkan pelayanan adalah suatu cara

melayani, membantu, menyiapkan, mengurus, menyelesaikan keperluan

dan kebutuhan seseorang dan sekelompok orang. Artinya objek yang di

layani adalah masyarakat yang terdiri dari individu, golongan dan

organisasi.

. Pembangunan Desa
3
Poerwardarminta, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1999), h. 88.
6

Pembangunan Desa adalah merupakan bagian integral dari

Pembangunan Nasional, sehingga pembangunan desa telah diupayakan

untuk terus ditingkatkan secara berkelanjutan baik dari segi kwalitas

maupun kwantitasnya, karena Pembangunan Desa merupakan hal yang

sangat vital dan strategis, karena desa adalah merupakan mutu basis

kehidupan masyarakat dan Bangsa Indonesia.

E. TUJUAN PENELITIAN

Adapun tujuan penelitian yang ingin di capai dalam penelitian ini

adalah “Untuk mengetahui adakah pengaruh kepemimpinan Kepala Desa

terhadap Pembangunan di Desa Sembalun Bumbung Kecamatan Sembalun

Kabupaten Lombok Timur. Untuk mengetahui tingkat keberhasilan Kepala

Desa selaku administrator, motivator serta koordinator pembangunan

diwilayahnya.

F. KEGUNAAN PENELITIAN

Dalam penelitian ini ada dua macam manfaat yang diperoleh yaitu

kegunaan teoritis dan praktis.

. Kegunaan Teoritis

a. Hasil penelitian ini diharapkan dapat

memberikan sumbangan yang berharga dalam memperkaya khazanah

ilmu pengetahuan dalam bidang pemerintahan.


7

b. Hasil penelitian ini diharapkan dapat

merangsang peneliti lain untuk meneliti aspek-aspek yang belum

terjangkau dalam penelitian ini.

. Kegunaan Praktis

Informasi penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi:

a. Peneliti, sebagai calon pegawai di pemerintahan diharapkan agar hasil

penelitian ini dapat memperkaya dan menambah wawasan mengenai

ilmu kepemimpinan dalam pemerintahan.

b. Kepala Desa, dapat meningkatkan kepemimpinan Kepala Desa terhadap

pembangunan di Desa Sembalun Kecamatan Sembalun Kabupaten

Lombok Timur dan dapat juga dimanfaatkan sebagai bahan masukan

bagi Kepala Desa dalam meningkatkan kinerjanya.

G. METODELOGI PENELITIAN

. Desain Penelitian

Desain penelitian merupakan rencana tentang persiapan

mengumpulkan data, menganalisis data agar dapat dilaksanakan secara

ekonomis serta serasi dengan tujuan penelitian.4 Jadi desain penelitian

adalah suatu rencana tentang bagaimana mengumpulkan dan

menganalisis data agar dapat dilaksanakan secara ekonomis serta serasi

dengan tujuan peneliti.

Sesuai dengan masalah yang di uji dalam skripsi ini serta

memperhatikan tujuan dan manfaatnya, maka penelitian ini dilakukan


4
Ibid., h. 56
8

dengan penelitian survey yaitu dengan mengambil sampel dari populasi

dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Hasil

penelitian survey yang akan dilakukan kemudian dijelaskan (exsplonatori

atau confinmatory) yaitu penjelasan terhadap hubungan antar variabel

melalui penelitian dan pengujian yang dirumuskan sebelumnya. Dari

ketiga pendapat tersebut maka peneliti menggunakan jenis penelitian

survey untuk mengetahui keberhasilan kepemimpinan Kepala Desa

dalam rangka meningkatkan pelaksanaan Pembangunan Desa di Desa

Sembalun Bumbung Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur.

. Populasi dan Sampel

Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas

obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang

ditetapkan oleh peneliti untuk mempelajari dan kemudian ditarik

kesimpulannya.5 Menurut Suharsimi, populasi adalah keseluruhan

subjek penelitian.6

Jadi dapat disimpulkan bahwa populasi merupakan keseluruhan

individu yang diteliti atau seluruh individu yang mendukung setiap

gejala yang timbul. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian

ini adalah seluruh dusun yang ada di desa Sembalun Bumbung

Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur.

5
Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R & D, (Bandung: Alfabeta, 2009),
h. 8.
6
Ibid., h. 80.
9

Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki

oleh populasi.7 Sedangkan menurut Suharsimi, sampel adalah sebagian

atau wakil dari populasi.8 Jadi sampel merupakan bagian dari populasi

yang berfungsi sebagai contoh untuk menggambarkan keadaan

populasi yang sebenarnya.

. Instrumen Pengumpulan Data

Mengingat bahwa dengan di adakannya suatu penelitian di dalam

mengumpulkan data-data, maka peneliti membutuhkan jenis-jenis

instrumen penelitian supaya dalam mendapatkan data-data itu secara

cepat, tepat dan baik. Menurut Sugiono, instrumen penelitian adalah

suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun

sosial yang diamati secara spesifik semua penomena ini disebut variabel

penelitian.9 Sedangkan menurut Suharsimi, instrumen penelitian adalah

alat pada waktu penelitian menggunakan suatu metode.10 Pada umumnya

penelitian akan berhasil apabila banyak menggunakan instrumen, sebuah

data digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian (masalah) dan

menguji hipotesis diperoleh melalui instrumen.

Jadi dapat dipastikan bahwa instrumen penelitian merupakan alat

yang digunakan sebagai pengumpul data yang harus dirancang dan dibuat

sehingga mendapatkan data empiris sebagaimana adanya.

7
Sugiono, Statistika Untuk Penelitian, (Bandung: Alfabeta, 2008), h. 62.
8
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian, h. 108.
9
Sugiono, Metode Penelitian, h. 102.
10
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian, h. 126.
10

Untuk memudahkan dan memperlancar kegiatan penelitian,

peneliti menggunakan beberapa instrumen dalam mengumpulkan data,

yaitu:

Pedoman Observasi

Observasi merupakan pengamatan secara sistematis terhadap

gejala yang tampak pada objek peneliti dengan menggunakan seluruh

alat indera secara langsung.11 Dalam penelitian ini, penelitian tidak

melakukan observasi secara berstruktur, dimana segala kegiatan

dalam observasi ini tidak dibatasi oleh suatu kerangka kerja yang

pasti.

Pedoman Wawancara

Wawancara adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh

pewawancara (interviewer) untuk memperoleh informasi dari

terwawancara (interviewer).12 Jadi dapat dinyatakan bahwa pedoman

wawancara adalah pedoman yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang

diajukan peneliti kepada terwawancara untuk memperoleh informasi

sesuai dengan kebutuhan penelitian.

Adapun jenis intervie atau wawancara yang digunakan peneliti

dalam penelitian ini adalah intervie bebas terpimpin, sesuai dengan

pandangan Suharsimi bahwa, intervie bebas terpimpin yaitu

kombinasi antara intervie bebas dan intervie terpimpin.13 Dalam

11
Ibid., h. 133.
12
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta: Rineka Cipta,
2006), h. 155.
13
Ibid., h. 156.
11

melaksanakan intervie ini, peneliti membawa pedoman yang hanya

merupakan garis besar tentang hal-hal yang akan ditanyakan.

Informasi yang ingin di dapat meliputi: bagaimana pengaruh

kepemimpinan Kepala Desa terhadap pembangunan masyarakat desa

di desa Sembalun Bumbung Kecamatan Sembalun Kabupaten

Lombok Timur.

Pedoman Dokumentasi

Dokumentasi adalah pengambilan data yang berupa transkrip,

buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda dan

sebagainya.14

Di dalam melakukan metode dokumentasi ini peneliti menyelidiki

apa yang berkaitan dengan variabel yang akan diteliti berupa data melalui

catatan yang menunjukkan keadaan Kepala Desa, pegawai atau stap desa

dan masyarakat yang sesuai dengan subyek penelitian, peneliti hanya akan

memberikan tanda atau tally yang diinginkan. Selain subyek peneliti yang

meneliti obyek yang berupa data tentang keadaan lokasi

penelitian/gambaran umum mengenai prasarana dan sarana dan serta infra

struktur organisasi dan lainnya yang ada di desa Sembalun Bumbung

Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur.

. Tehnik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data adalah cara-cara yang dapat digunakan

untuk mengumpulkan data-data.15 Dalam melakukan penelitian metode

14
Ibid., h. 135.
15
Ibid., h. 128.
12

pengumpulan data sangat diperlukan guna memperoleh data yang

diperlukan ataupun dibutuhkan. Metode yang di pakai dalam tehnik

pengumpulan data adalah metode wawancara, metode observasi dan

metode dokumentasi.

Berdasarkan metode-metode yang penulis kemukakan diatas, maka

dapat digolongkan jenis data yang dipergunakan atau dicari yaitu data

primer dan data skunder.

H. SISTEMATIKA

Untuk mempermudah pembaca dalam menelaah dan mengkaji isi

skripsi ini, maka penulis memandang perlu untuk mengemukakan

sistematika pembahasan menurut pola dan aturan yang telah di tentukan

sebagai berikut:

BAB I Membahas Masalah:

Latar Belakang Penulisan Skripsi

Perumusan Masalah

Hipotesis

Pembatasan Masalah

Tujuan Penelitian

Kegunaan Penelitian

Metodelogi Penelitian

Sistematika

BAB II Menguraikan Tentang:


13

A. Kepemimpinan Dalam Organisasi

B. Desa dan Kepala Desa

C. Peran Kepala Desa Dalam Pembangunan

D. Pembangunan Masyarakat Desa

BAB III Dalam Bab ini Dikemukakan Gambaran Umum Wilayah Desa

Sembalun Bumbung dan Uraian Tentang Pembangunan

Masyarakat Desa yang terdiri dari:.

A. Tinjauan Umum Wilayah Desa Sembalun Bumbung

Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur

1. Keadaan Geografis

2. Keadaan Demografis

3. Keadaan Penduduk

4. Keadaan Sosial Budaya

5. Keadaan Sosial Ekonomi

6. Keadaan Pemerintahan

B. Kondisi Pembangunan di Desa Sembalun Bumbung

Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur

Pembangunan Prasarana dan Sarana Pendidikan

Pembangunan Prasarana dan Sarana Kesehatan

Prasarana dan Sarana Sosial

Prasarana dan Sarana Ekonomi

Komunikasi dan Penerangan

Prasarana dan sarana Tranportasi


14

7. Pengairan

BAB IV Membahas Masalah Sebagai Berikut:

A. Analisis Pelaksanaan Kepemimpinan

B. Analisis Peran Kepala Desa Dalam Pemerintahan

C. Analisis Pembangunan Masyarakat Desa

D. Pengaruh Kepemimpinan Kepala Desa Terhadap

Pembangunan Desa

BAB V Merupakan Bab Akhir dari Penulisan Skripsi ini terdiri dari:

A. Kesimpulan

B. Saran

BAB II
DAFTAR PUSTAKA
15

A. KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI

Menurut Hemphill dan Coons mengatakan bahwa “kepemimpinan

adalah perilaku individu ketika dia mengarahkan kegiatan kelompok untuk

mencapai tujuan bersama kelompok tersebut”. Sedangkan menurut

Pannenbaum, Weshler dan Massarik mengatakan bahwa “kepemimpinan

merupakan pengaruh antar personal, dilakukan dalam situasi dan di arahkan

melalui proses komunikasi untuk mencapai suatu tujuan atau lebih”. Dan

menurut Stogdill, mengatakan bahwa “kepemimpinan merupakan bentuk

inisiatif serta kelangsungan dari struktur penghargaan serta interaksi“.

Dari ketiga pendapat para ahli diatas maka dapat di simpulkan bahwa

kepemimpinan adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk

mempengaruhi atau menggerakkan perilaku orang lain, serta mampu bekerja

secara epektif dan efisien untuk mencapai tujuan organisasi, ini berarti

seorang pemimpin dituntut memahami perilaku orang lain yang menjadi

wewenangnya dan menggerakkan sesuai dengan visi dan misi organisasi.

Ada beberapa pengaruh kepemimpinan terhadap Pembangunan Desa

yaitu sebagai berikut:

1. Kepemimpinan lebih memberikan motivasi dari pada memberikan

pengawasan terhadap bawahan

2. Kepemimpinan melibatkan bawahan dalam mengambil keputusan


16

3. Kepemimpinan lebih bersikap penuh kekeluargaan, percaya dengan

hubungan kerjasama dan saling hormat menghormati di antara semua anggota

kelompok masyarakat.

Dari pendapat di atas maka dapat di simpulkan bahwa pengaruh

kepemimpinan terhadap Pembagunan Desa yaitu memberikan informasi

kepada masyarakat, pengawasan dan memberikan informasi kepada

masyarakat yang di pimpinya.

B. DESA DAN KEPALA DESA

Desa merupakan entitas pemerintahan paling rendah menjadi arena

paling tepat bagi masyarakat untuk mengaktualisasikan kepentingan guna

menjawab kebutuhan kolektif masyarakat.

Dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang


Perubahan atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintahan Daerah disebutkan bahwa Desa atau yang disebut
dengan nama lain selanjutnya disebut Desa adalah kesatuan
masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang
berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat
setempat berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui
dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik
Indonesia.16

Mengacu pada UU No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah

Pasal 206 di sebutkan bahwa Kewenangan Desa mencakup:

1. Urusan pemerintahan yang sudah ada berdasarkan hak asal usul desa

2. Urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan kabupaten atau kota yang

di serahkan pengaturannya kepada desa urusan pemerintahan yang menjadi

16
Undang-Undang RI No. 8 Tahun 2005, Deperteman Dalam Negeri RI 2006, (Jakarta, 2006),
h. 2.
17

kewenangan Kabupaten atau kuota yang di serahkan pengaturannya kepada

desa adalah urusan pemerintah yang secara langsung dapat meningkatkan

pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.

3. Pembantuan dari Pemerintah Propensi dan Pemerintah Kabupaten atau

Kota, tugas pembantuan dari pemerintah Propensi atau perintah Kabupaten

atau kota Kepada Desa di sertai dengan pembiayaan prasarana dan sarana

serta Sumber Daya Manusia (SDM).

4. Urusan pemerintah lainnya yang oleh peraturan perundangan di serahkan

kepada desa.

Menurut UU di atas Kepala Desa di pilih langsung oleh rakyat untuk

memiliki kewenangan dan legitimasi yang cukup kuat untuk membawa desa

tersebut ke arah yang di kehendakinya, secara umum desa merupakan basis

desentralisasi dan mampu menjalankan peran sebagai Self Governing

Comonity.

Desa merupakan kesatuan wilayah yang di huni oleh sejumlah keluarga

dan merupakan kesatuan wilayah dan merupakan lembaga pemerintahan

paling bawah di negara kita sebuah desa di kepalai oleh Kepala Desa (PKN

2004).

Berdasarkan pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa desa

adalah suatu wilayah yang merupakan lembaga pemerintahan paling bawah di

Negara Indonesia yang di kepalai oleh Kepala Desa. Desa di kepalai oleh

Kepala Desa yang syarat dan tata cara pemilihannya di atur dengan perda

yang berpedoman pada peraturan pemerintah.


18

Adapun hak, tugas dan fungsi Kepala Desa adalah sebagai berikut:

1. Hak Kepala Desa

a. Mengajukan pencalonan perangkat desa kepada yang berwenang

b. Mewakili desa di dalam dan di luar pengadilan

c. Menunjuk seorang kuasa/lebih untuk mewakili desanya

d. Mewakili desanya dalam rangka kerjasama

2. Tugas Kepala Desa

a. Menjalankan urusan pemerintah dan pembinaan masyarakat

b. Menumbuhkan dan mengembangkan semangat siswa gotong royong

3. Fungsi Kepala Desa

a. Menggerakkan partisipasi rakyat dalam pembangunan

b. Melaksanakan tugas dari pemerintah di atasnya

c. Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat

d. Melaksanakan pembinaan dan pengembangan adat istiadat

Dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya Kepala Desa bertanggung

jawab kepada:

1. Masyarakat melalui Badan Permusyawaratan Desa (BPD)

2. Bupati dengan cara menyampaikan laporan mengenai pelaksanaan

tugasnya.
19

C. PERAN KEPALA DESA DALAM PEMERINTAHAN

Sebagaimana yang penulis uraikan diatas, bahwa Kepala Desa sebagai

pimpinan tertinggi yang ada di desa adalah merupakan tanggung jawab utama

dibidang pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan,

memiliki peranan dalam Pemerintahan Desa sesuai dengan pasal (101)

Undang-Undang No 22/1999 sebagai berikut:

1. Memimpin penyelenggaraan Pemerintahan Desa

2. Membina kehidupan masyarakat desa

3. Membina perekonomian desa

4. Memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat desa

5. Mendamaikan perselisihan dan ketertiban masyarakat desa

6. Mendamaikan perselisihan masyarakat di desa

7. Mewakili desanya di dalam dan di luar pengadilan dan dapat

menunjuk kuasa hukum.

Disamping itu Kepala Desa mewakili kewenangan antara lain sebagai

berikut:

1. Kewenangan yang sudah ada berdasarkan hak atas asal-usul desa

2. Kewenangan yang oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku

belum dilaksanakan oleh daerah dan pemerintahan.

D. PEMBAGUNAN MASYARAKAT DESA

Pembangunan Desa adalah merupakan bagian integral dari

Pembangunan Nasional, sehingga Pembangunan Desa telah diupayakan untuk


20

terus ditingkatkan secara berkelanjutan baik dari segi kwalitas maupun

kwantitasnya, karena Pembangunan Desa merupakan hal yang sangat vital dan

strategis, karena desa adalah merupakan mutu basis kehidupan masyarakat

dan Bangsa Indonesia.

Oleh karena itu Pembangunan Desa pada dasarnya merupakan suatu

pembangunan sosial yang menyangkut berbagai aspek hidup dan kehidupan

masyarakat, melalui Pembangunan Desa diusahakan agar masyarakat desa

bisa memiliki kemampuan untuk mengatasi segala tantangan dan hambatan

dalam rangka mewujudkan stabilitas dan pembinaan wilayah.

Dengan pendekatan suatu azas dimana pembangunan dilaksanakan

dari, oleh dan untuk masyarakat dengan bantuan dari pemerintah, maka

pembangunan yang dimaksud adalah dilaksanakannya oleh masyarakat dan

pemerintah secara berimbang. Dalam hubungan inilah Pembangunan Desa

mengutamakan perinsip-perinsip hak dan kewajiban yang berimbang, dimana

pemerintah memberikan bimbingan dan pembinaan serta bantuan dan fasilitas

yang diperlukan, sedangkan masyarakat memberikan partisipasinya dalam

bentuk prakarsa dan swadaya gotong-royong.

Begitu strategis dan vitalnya Pembangunan Desa, dimana

keberhasilannya sangat tergantung kepada kemampuan Pemerintah Desa

seperti yang ditegaskan dalam pasal 18 UUD 1945 sebagai berikut:

Pembagian daerah Indonesia atas daerah besar dan kecil, dengan


bentuk susunan pemerintahannya ditetapkan dengan Undang-Undang
dengan memandang dan mengingat dasar permusyawaratan dan Sistem
Pemerintahan Negara dan hak asal usul dalam daerah yang bersifat
istimewa.
21

Dengan beraneka ragamnya bentuk dan corak desa-desa yang ada di

masing-masing daerah dengan ciri-ciri sendiri, tentu akan menimbulkan

masalah dalam penyelenggaraan kesatuan pemerintah dalam negara. Kesatuan

Republik Indonesia, disamping itu dapat menimbulkan masalah yang menjadi

hambatan dalam pembinaan dan pengendalian yang intensip dalam rangka

meningkatkan tarap hidup masyarakat.


22

BAB III
HASIL PENELITIAN

A. TINJAUAN UMUM WILAYAH DESA SEMBALUN

BUMBUNG KECAMATAN SEMBALUN KABUPATEN LOMBOK

TIMUR

1. Keadaan Geografis

a. Letak, Luas dan Batas Wilayah

Wilayah desa Sembalun Bumbung adalah merupakan salah satu

desa yang ada di Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur,

Propinsi Nusa Tenggara Barat dengan luas wilayah ± 1.125 Ha dengan

batas-batas sebagai berikut:

Sebelah Utara : Obel-obel

Sebelah Timur : Sembelia

Sebelah Selatan : Sapit

Sebelah Barat : Beriri Jarak

b. Iklim dan Curah Hujan

Pada umumnya wilayah Desa Sembalun Bumbung memiliki iklim

tropis dan musim hujan biasanya terjadi pada bulan November sampai

bulan April, sedangkan musim kemarau biasanya terjadi pada bulan Mei

sampai dengan bulan Oktober.

2. Keadaan Demografis
23

Wilayah Desa Sembalun Bumbung Kecamatan Sembalun

Kabupaten Lombok Timur, menurut data yang ada di Kantor Desa

Sembalun Bumbung, dimana jarak Pemerintahan Kecamatan ke pusat

Pemerintahan Kecamatan: 3 KM jarak ke Ibu Kota Kabupaten adalah: 35

KM sedangkan jarak ke Ibu Kota Propinsi adalah: 87 KM

3. Keadaan Penduduk

Kondisi penduduk Desa Sembalun Bumbung Kecamatan

Sembalun Kabupaten Lombok Timur terdiri dari: 3059 jiwa (laki-laki)

sedangkan penduduk perempuan: 3329 jiwa dan jumlah penduduk

seluruhnya: 6.388 jiwa

Untuk megetahui kondisi penduduk pada desa yang dijadikan

sampel, maka dapat dilihat pada tabel berikut:

TABEL1
JUMLAH PENDUDUK DESA SEMBALUN BUMBUNG
KECAMATAN SEMBALUN KABUPATEN LOMBOK TIMUR
TAHUN 2009
No. Nama Dusun Jenis Kelamin Jumlah
Laki-Laki Perempuan (Jiwa)
1. Jorong 605 610 1.215
2. Bebante 433 524 957
3. Daye Rurung Barat 489 634 1.123
4. Daye Rurung Timur 570 720 1.290
5. Lauq Rurung Barat 489 487 976
6. Lauq Rurung Timur 473 354 827
Sumber: Kantor Desa Sembalun Bumbung
Apabila dilihat dari jumlah penduduk yang ada secara keseluruhan

di wilayah Desa Sembalun Bumbung Kecamatan Sembalun Kabupaten


24

Lombok Timur, kemudian di bandingkan dengan luas wilayahnya maka

dapat dilihat kepadatannya sebagai berikut:

Luas Wilayah 6.1250 Ha


= = ±9.588 Jiwa / KM 2

Jumlah Penduduk 6,388 Jiwa

Kita ketahui bahwa, penduduk adalah merupakan salah satu

sumber daya pembangunan disamping sumber daya lainya, begitu pula

masalah penduduk yang dalam satu sisi bisa menguntugkan pembangunan,

begitu pula di sisi lain masalah penduduk akan menjadi faktor penghambat

pembangunan, karena masalah penduduk merupakan objek dan sekaligus

subyek dari pada pembangunan itu sendiri.

4. Keadaan Sosial Budaya

a. Sektor Pendidikan

Dengan keberhasilan pendidikan sangat diharapkan sumber daya

yang berkualitas, handal dan berprestasi, sehingga pembangunan pisik

pendidikan berupa prasarana dan sarana berupa gedung tempat belajar

hendaknya bisa cukup dan memadai.

Untuk mengetahui secara rinci tentang keadaan prasarana dan

sarana pendidikan yang ada di Desa Sembalun Bumbung maka penulis

dapat menyajikan dalam tabel sebagai berikut:

TABEL2
PRASARANA DAN SARANA PENDIDIKAN YANG ADA DI
DESA SEMBALUN BUMBUNG KECAMATAN SEMBALUN
KABUPATEN LOMBOK TIMUR TAHUN 2009
No. Desa SARANA PENDIDIKAN
TK SD SLTP SMU
1. Sembalun Bumbung 2 4 3 1
25

Jumlah 2 4 3 1
Sumber : Kantor Desa Semblun Bumbung

Disamping pendidikan formal yang ada di wilayah desa Sembalun

Bumbung Kecamatan Sembalun, juga terdapat pendidikan non formal

seperti : Madrasah, Pendidikan luar sekolah dan lain-lain.

b. Sektor Kesehatan

Kesehatan adalah merupakan dambaan seseorang, karena dengan

kesehatan yang baik setiap orang dapat melakukan aktivitasnya dengan

baik pula. Untuk mengantisipasi sekaligus mewujudkan kondisi

masyarakat yang sehat maka hendaknya didukung dengan fasilitas,

prasarana dan sarana kesehatan yang memadai. Selain itu prasarana dan

sarana tersebut hendaknya bisa dijangkau oleh masyarakat dengan

mudah dan murah.

Untuk mengetahui tentang adanya prasarana dan sarana yang ada

di Desa Sembalun Bumbung, maka dapat dilihat pada tabel berikut ini:

TABEL3
PRASARANA DAN SARANA KESEHATAN DI DESA SEMBALUN
BUMBUNG KECAMATAN SEMBALUN KABUPATEN LOMBOK
TIMUR TAHUN 2009
No. Desa JENIS SARANA KESEHATAN
Pustu Pos yandu Polindes
1. Sembalun bumbung 1 7 1
Jumlah 1 7 1
Sumber Data : Kantor Desa Sembalun Bumbung

Tersedianya tenaga medis maupun non medis seperti Dokter,

Bidan, Dukun terlatih sangat membantu masyarakat yang memerlukan

penanganan kesehatan dan tenaga-tenaga kesehatan.


26

Oleh karena itu untuk mengetahui akan tenaga kesehatan yang ada

di Desa Sembalun Bumbung, maka dapat dilihat pada tabel berikut ini:

TABEL4
JUMLAH TENAGA KESEHATAN DI DESA SEMBALUN
BUMBUNG KECAMATAN SEMBALUN KABUPATEN LOMBOK
TIMUR TAHUN 2009
No. Desa TENAGA KESEHATAN
Dokter Para medis Bidan
1. Sembalun bumbung - - 1
Jumlah - - 1
Sumber Data: Kantor Desa Sembalun Bumbung

Dari data pada tabel di atas menunjukkan kepada kita bahwa di

Desa Sembalun Bumbung terdapat jumlah tenaga kesehatan adalah

seperti dokter dan para medis, selain itu juga terdapat seorang bidan

yang membantu warga desa Sembalun Bumbung pada waktu hamil dan

melahirkan.

c. Sektor Keagamaan

Melihat keberadaan/populasi penduduk yang ada di Desa

Sembalun Bumbung Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur,

mereka menganut berbagai agama seperti agama Islam dan Hindu.

Untuk lebih jelasnya, maka dapat dilihat pada tabel berikut:

TABEL5
DATA AGAMA YANG DI ANUT OLEH PENDUDUK DESA
SEMBALUN BUMBUNG KECAMATAN SEMBALUN KABUPATEN
LOMBOK TIMUR TAHUN 2009
No. Nama Dusun Agama yang di Anut
Islam Hindu Kristen
1. Jorong 1.215 - -
2. Bebante 957 - -
27

3. Daye rurung barat 1.123 4 -


4. Daye rurung timur 1.290 - -
5. Lauq rurung barat 976 - -
6. Lauq rurung timur 827 - -
Jumlah 6.388 4 -
Sumber : Kantor Desa Sembalun Bumbung
Tabel 5 diatas menunjukkan kepada kita bahwa di semua

lingkungan yang ada di wilayah Desa Sembalun Bumbung Kecamatan

Sembalun sebagian besar menganut agama Islam. Dari jumlah

penduduk yang berjumlah 6.392, yang menganut agama Islam adalah

6.388 dan yang menganut agama Hindu adalah 4 orang. Sehingga dapat

kita hitung bahwa penduduk Desa Sembalun Bumbung yang beragama

Islam adalah 63,88%, sedangkan ynag beragama Hindu adalah

berjumlah 0,04%.

5. Keadaan Sosial Ekonomi

Dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kehidupan

sehari-hari serta kehidupan ekonomi lainnya sangat dipengaruhi oleh

sumber penghidupan yang tersedia seperti pertanian, perdagangan dan

lain-lain.

Berkaitan dengan kondisi perekonomian masyarakat yang ada di

Desa Sembalun Bumbung Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok

Timur, maka penulis menyajikan tentang prasarana dan sarana yang ada

sebagai berikut:

a. Sektor Pertanian

Peranan sektor pertanian sebagai sumber pendapatan masyarakat

sangat dominan, begitu pula dengan berbagai jenis tanaman yang


28

diusahakan oleh masyarakat serta pemanfaatan potensi yang ada sudah

diupayakan secara optimal dalam rangka menunjang penghidupan

mereka.

Adapun di tiap-tiap dusun di wilayah Desa Sembalun Bumbung,

masyarakatnya memanfaatkan tanah sebagai lahan pertanian seperti

penanaman Padi, Jagung, Cabai dan lain-lain. Untuk mengetahui lebih

jauh tentang hal ini, maka dapat di lihat pada tabel berikut ini:

TABEL6
LUAS AREAL TANAM DAN HASIL PANEN DI DESA SEMBALUN
BUMBUNG KECAMATAN SEMBALUN KABUPATEN LOMBOK
TIMUR TAHUN 2009
No. Desa/dusun LUAS AREAL TANAM PADI/PALAWIJA (HA)
Padi Jagung Kacang Cabai Tomat
kedelai
1. Jorong 77 4 1 13 22
2. Bebante 11 2 0,5 7 12
3. Daye Rurung Barat 70 6 3 14 32
4. Daye Rurung Timur 53 9 2 15 21
5. Lauq Rurung Barat 36 3 1 16 26
6. Lauq Rurung Timur 53 6 1 21 25
Jumlah 300 30 8,5 86 138
Sumber Data: Kantor Desa Sembalun Bumbung
Data pada tabel di atas menunjukkan bahwa penduduk Desa

Sembalun Bumbung sebagian besar mata pencahariannya adalah

sebagai petani. Luas areal tanam Padi di Desa Sembalun Bumbung

adalah seluas 300 Ha, dan Jagung seluas 30 Ha, Kacang Kedelai seluas

8,5 Ha, Cabai seluas 86 Ha dan Tomat seluas 138 Ha. Maka dapat di

hitung luas areal tanam penduduk Desa Sembalun Bumbung adalah

seluas 562,5 Ha.


29

b. Sektor Perkebunan

TABEL7
KOMODITI PERKEBUNAN DAN BUAH-BUAHAN DESA
SEMBALUN BUMBUNG KECAMATAN SEMBALUN
KABUPATEN LOMBOK TIMUR TAHUN 2009
No. Dusun TANAMAN TANAMAN BUAH-BUAHAN
PERKEBUNAN (HA) (HA)
Tembakau Tembakau Mangga Jeruk Pisang
Virginia Rakyat
1. Jorong - - - 0,3 0,2
2. Bebante - - - 0,50 0,20
3. Daye Rurung Barat 0,20 0,30 0,10 0,20 0,58
4. Daye Rurung Timur 0,21 0,25 0,05 0,15 0,75
5. Lauq Rurung Barat 0,21 0,25 0,10 0,20 0,75
6. Lauq Rurung Timur - 0,15 0,05 - 0,25
Jumlah 0,62 0,95 0,3 1,35 2,75
Sumber Data: Kantor Desa Sembalun Bumbung

Dari tabel di atas komoditi perkebunan dan buah-buahan di Desa

Sembalun Bumbung dapat menunjukkan bahwa penduduk Desa

Sembalun Bumbung selain menggarap sawah mereka juga berkebun,

seperti menanam Tembakau Virginia seluas 0,62 Ha, Tembakau rakyat

seluas 0,95 Ha, Mangga seluas 0,3 Ha, Jeruk seluas 1,35 Ha, dan Pisang

seluas 2,75 Ha. Sehingga luas areal perkebunan penduduk Desa

Sembalun adalah seluas 5,97 Ha.

c. Sektor Peternakan

Selain masyarakat memiliki mata pencaharian dibidang pertanian

dan perkebunan, juga terdapat berbagai peternak baik kecil maupun ternak

besar seperti tabel berikut ini:


30

TABEL8
POPULASI TERNAK DI DESA SEMBALUN BUMBUNG
KECAMATAN SEMBALUN KABUPATEN LOMBOK TIMUR
TAHUN 2009
No. Nama Dusun Populasi Ternak
Sapi Kuda Kambing Ayam Itik
1. Jorong 196 - 29 517 27
2. Bebante 26 3 27 210 14
3. Daye rurung timur 142 - 14 372 16
4. Daye rurung barat 262 - 17 925 97
5. Lauq rurung timur 261 - 14 804 29
6. Lauq rurung barat 136 3 12 129 129
Jumlah 1.023 6 113 2.957 312
Sumber Data: Kantor Desa Sembalun Bumbung

Data pada tabel 8 menunjukkan bahwa populasi ternak di Desa

Sembalun Bumbung cukup besar. Sehingga dapat di data jumlah ternak

yang ada di Desa Sembalun Bumbung ialah sebagai berikut: ternak Sapi

berjumlah 1.023 ekor, Kuda sebanyak 6 ekor, Kambing berjumlah 113

ekor, Ayam berjumlah 2.957 ekor dan Itik berjumlah 312 ekor. Maka

jumlah seluruhnya adalah 4411 ekor.

6. Keadaan Pemerintahan

Tuntutan paling mendasar bagi aparatur Pemerintah pada era

reformasi dan demokratisasi sekarang ini adalah peningkatan kesadaran

akan eksistensi aparat sebagai abdi masyarakat, Bangsa dan Negara.

Sehingga dengan perkembangan dan situasi yang serba transparansi dan

globalisasi, maka tingkat tuntutan terhadap pelayanan dan daya kritis

masyarakat terus meningkat, hal ini merupakan dampak positif sebagai

akibat semakin berkembangnya pengetahuan masyarakat.


31

Aparatur pemerintah baik Pemerintah Kecamatan maupun

Pemerintah Desa di tuntut berbenah diri dalam menghayati dan

melaksanakan tugas dengan baik, disiplin dan profesional serta mampu

dalam memberikan pelayanan yang baik, murah dan cepat kepada

masyarakat.

Pendayagunaan aparatur Pemerintah Desa telah diarahkan pada

dukungan yag mampu menampung kelancaran dan keterpaduan tugas dan

fungsi penyelenggaraan pemerintah yang semakin mantap, efisien, efektif

dan tanggap terhadap apresiasi masyarakat dan perubahan dinamika

lingkungan.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang struktur organisasi

Pemerintah Desa maka penulis menyajikan sebagai berikut:


32

GAMBAR1
STRUKTUR ORGANISASI DESA SEMABALUN BUMBUNG
KECAMALUN KABUPATEN LOMBOK TIMUR

KEPALA DESA

BPD

SEKRETARIS

1 2 3 4 5

KADUS

Keterangan:

1. Kepala Urusan Pemerintahan

2. Kepala Urusan Ekonomi / Pembangunan

3. Kepala Urusan Umum

4. Kepala Urusan Kesejahteraan Sosial

5. Kepala Urusan Keuangan


33

B. KONDISI PEMBAGUNAN DI DESA SEMBALUN

BUMBUNG KECAMATAN SEMBALUN KABUPATEN LOMBOK

TIMUR

1. Pembangunan Sarana Pendidikan

Salah satu tujuan Bangsa Indonesia seperti yang tercantum dalam

pembukaan Undang-Undang 1945 adalah mencerdaskan kehidupan

bangsa. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka pembangunan pada sektor

pendidikan secara kontinyu dilaksanakan oleh pemerintah bersama-sama

dengan masyarakat. Dengan keberhasilan pendidikan sangat diharapkan

sumber daya yang berkualitas, handal dan berprestasi, sehingga

pembangunan pisik pendidikan berupa prasarana dan sarana berupa

gedung tempat belajar hendaknya bisa cukup dan memadai.

Jenjang pendidikan yang ada di Desa Sembalun Bumbung adalah

tingkat pendidikan TK/SD, pendidikan SMP dan SMA dan pendidikan

luar sekolah. Untuk mengetahui secara rinci prasarana dan sarana

pendidikan yang ada di Desa Sembalun Bumbung maka dapat dilihat pada

tabel berikut ini:

TABEL9
PENDIDIKAN TINGKAT TK/SD DI DESA SEMBALUN BUMBUNG
KECAMATAN SEMBALUN KABUPATEN LOMBOK TIMUR
TAHUN 2009
No. Desa Pendidikan TK Pendidikan SD
TK Guru Murid SD/MI Guru Murid
(org) (org) (org) (org)
1. Sembalun Bumbung 2 9 73 4 32 986
Sumber Data: Kantor Desa Sembalun Bumbung
34

Dengan melihat tabel diatas dapat kita ketahui bahwa pendidikan

tingkat TK/SD penduduk Desa Sembalun Bumbung adalah berjumlah 2

unit untuk tingkat TK, sedangkan guru berjumlah 9 orang, murid

berjumlah 73 orang. Sekolah Tingkat SD/MI berjumlah 4 unit, sedangkan

guru atau tenaga pendidik berjumlah 32 orang dan murid/siswa berjumlah

986 orang.

TABEL10
PENDIDIKAN TINGKAT SMP DAN SMA DI DESA SEMBALUN
BUMBUNG KECAMATAN SEMBALUN KABUPATEN LOMBOK
TIMUR TAHUN 2009
No. Desa Pendidikan SMP/ Sederajat Pendidikan SMA/Sederajat
SMP/MTS Guru Murid SMA/MA Guru Murid
(org) (org) (org) (org)
1 Sembalun Bumbung 3 39 307 1 7 52
Sumber Data: Kantor Desa Sembalun Bumbung

Pendidikan tingkat SMP/sederajat yang ada di Desa Sembalun

Bumbung adalah sebanyak 3 unit, sedangkan guru atau tenaga pendidik

berjumlah 39 orang dan murid berjumlah 307 orang. Pendidikan tingkat

SMA/sederajat berjumlah 1 unit, guru atau tenaga pendidik berjumlah 7

orang dan muridnya berjumlah 52 orang. Dari jenjang pendidikan yang

ada di Desa Sembalun Bumbung dapat dilihat bahwa jenjang pendidikan

SMP/sederajat lebih berkembang pesat dari pada SMA/MA.


35

TABEL11
PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH DI DESA SEMBALUN BUMBUNG
KECAMATAN SEMBALUN KABUPATEN LOMBOK TIMUR
TAHUN 2009
No. Desa PAUD Paket A Paket B Paket C
Klp. Anggota Klp Anggota Klp Anggota Klp Anggota
1. Sembalun 1 4 - - 1 20 - -
Bumbung
Sumber Data: Kantor Desa Sembalun Bumbung

Sejalan dengan tabel 9 dan 10 pada tabel 11 ini kita melihat bahwa

selain pendidikan formal penduduk Desa Sembalun Bumbung juga bisa

mendapatkan pendidikan di luar sekolah seperti PAUD, Paket A, Paket B,

dan Paket C.

2. Pembangunan Sarana Kesehatan

a. Kesehatan Masyarakat

TABEL12
SARANA KESEHATAN DAN TENAGA MEDIS DESA
SEMBALUN BUMBUNG KECAMATAN SEMBALUN
KABUPATEN LOMBOK TIMUR TAHUN 2009
No. Desa SARANA KESEHATAN TENAGA MEDIS
PKM Pustu Polindes Pos Dokter Para Bidan
Yandu Medis
1 Sembalun Bumbung - 1 1 7 - - 1
Jumlah - 1 1 7 - - 1
Sumber Data: Kantor Desa Sembalun Bumbung

Tabel 12 diatas menunjukkan kepada kita bahwa sarana kesehatan

yang ada di Desa Sembalun Bumbung adalah berjumlah 1 unit

Pustu, 1 unit Polindes, dan 7 unit Pos Yandu. Sedangkan jumlah

tenaga medisnya adalah 1 orang Bidan.


36

b. Prasarana dan Sarana Pos Yandu

TABEL13
PRASARANA DAN SARANA POS YANDU DESA SEMBALUN
BUMBUNG KECAMATAN SEMBALUN KABUPATEN
LOMBOK TIMUR
No. Dusun Nama Jml. Sarana yang Dimiliki
Posyandu Kader Dacin Sr. Meja
Timbang Kursi
1. Jorong - 5 1 - 1
2. Bebante - 5 1 - 1
3. Daye Rurung Barat - 5 1 - 1
4. Daye Rurung Timur - 10 1 - 1
5. Lauq Rurung Barat - 5 1 - 1
6. Lauq Rurung Timur - 5 1 - 1
Jumlah - 35 6 - 6
Sumber Data: Kantor Desa Sembalun Bumbung

Dengan melihat tabel diatas kita dapat melihat bahwa di setiap

dusun yang ada di Desa Sembalun Bumbung mempunyai masing-

masing Pos Yandu, dengan jumlah Kader keseluruhan adalah 35

orang. Sedangkan sarana yang dimiliki seperti 6 buah Dacin dan 6

buah Kursi.

c. Sarana Air Bersih, Sanitasi dan Perumahan

TABEL14
SARANA AIR BERSIH, SANITASI DAN PERUMAHAN DESA
SEMBALUN BUMBUNG KECAMATAN SEMBALUN
KABUPATEN LOMBOK TIMUR TAHUN 2009
No. Dusun Sumur MCK WC Rumah Rumah Rumah
Pompa (unit) Keluarg Permanen Semi Sederhana
(unit) a (unit) (unit) Permanen (unit)
(unit)
1. Jornong - - - 31 194 96
2. Bebante - - - 20 102 82
3. Daye rururng barat - - - 24 154 84
4. Daye rurung timur - 1 - 33 200 109
5. Lauq rurung barat - - 3 26 164 64
37

6. Lauq rurung timur 1 1 - 19 68 62


Jumlah 1 2 3 153 882 497
Sumber Data: Kantor Desa Sembalun Bumbung

Dari tabel diatas dapat dilihat sarana air bersih dan sanitasi

perumahan yang ada di Desa Sembalun Bumbung. Sarana air

bersih seperti Sumur Pompa sebanyak 1 unit, MCK sebanyak 2

unit, WC keluarga sebangak 3 unit. Sedangkan sanitasi perumahan

yang ada di Desa Sembalun Bumbung adalah seperti Rumah

Permanen sebanyak 153 unit, Rumah Semi Permanen berjumlah

882 unit dan Rumah Sederhana sebanyak 497 unit.

3. Prasarana Sosial

TABEL15
PRASARANA DAN SARANA PERIBADATAN, OLAH RAGA DAN
KELOMPOK SENI DI DESA SEMBALUN BUMBUNG KECAMATAN
SEMBALUN KABUPATEN LOMBOK TIMUR TAHUN 2009
No. Desa/Dusun Sarana Ibadah Sarana Olah Raga Kelompok Seni
Masjid Musholla TPQ Ponpes Lap. Lap.Volley Budaya Tradisi
(bh) (bh) (bh) (bh) Sepak Babmint (klp) (klp)
Bola (unit)
(unit)
1. Jorong 2 4 3 2 1 1 1
2. Bebante 1 1 1 2 2 1
3. Daye rurung barat 1 3 3 1 1 2 1
4. Daye rurung timur 1 3 1 1 2 1
5. Lauq rurung barat 7 3 1 3 1
6. Lauq rurung timur 1 1 1 1 1
Jumlah 6 19 12 2 5 4 8 6
Sumber Data: Kantor Desa Sembalun Bumbung

Keterangan: - Kelompok budaya misalnya: Gendang Beleq, Cilokak dan lain-


lain.
- Kelompok tradisi misalnya: Banjar Kematian, Yasinan, Hiziban
dan lain-lain.
38

4. Prasarana Ekonomi

TABEL16
PRASARANA EKONOMI DI DESA SEMBALUN BUMBUNH
KECAMATAN SEMBALUN KABUPATEN LOMBOK TIMUR
TAHUN 2009

No. Dusun Pasar Toko Kios/Warung Bank Koperasi


(unit) (unit) (unit) (unit) (unit)
1. Jorong - - 9 - -
2. Bebante - - 5 - -
3. Daye Rurung Barat - - 8 - 1
4. Daye Rurung Timur - - 9 - -
5. Lauq Rurung Barat - - 7 - -
6. Lauq Rurung Timur - - 5 - -
Jumlah - - 43 - 1
Sumber Data: Kantor Desa Sembalun Bumbung

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa penduduk desa Sembalun

Bumbung prasarana dan sarana ekonomi seperti adanya kios/warung dan

satu unit koperasi.

5. Komunikasi dan Penerangan

TABEL17
SARANA KOMUNIKASI DAN PENERANGAN YANG ADA DI DESA
SEMBALUN BUMBUNG KECAMATAN SEMBALUN KABUPATEN
LOMBOK TIMUR TAHUN 2009

No Dusun KOMUNIKASI PENERANGAN


Pesawat Para Telp. Pemakai Tdk Penyedia
TV Bola Rumah Listrik Pakai Smbr
(unit) (KK) Listrik Listrik
(KK)
1. Jorong 157 4 1 379 3 PLN
2. Bebante 102 3 - 296 1 PLN
3. Daye rurung barat 120 4 1 360 2 PLN
4. Daye rurung timur 187 4 1 397 2 PLN
5. Lauq rurung barat 111 3 1 329 3 PLN
6. Lauq rurung timur 100 2 - 200 3 PLN
Jumlah 777 20 4 1.961 14 PLN
39

Dari tabel 17 diatas dapat diketahui bahwa di desa Sembalun

Bumbung terdapat prasarana dan sarana komunokasi dan penerangan

seperti adanya pesawat televisi, para bola, telpon rumah, listrik dll.

6. Sarana dan Prasarana Transportasi

a. Sarana Transportasi

TABEL18
SARANA TRANSPORTASI DESA SEMBALUN BUMBUNG
KECAMATAN SEMBALUN KABUPATEN LOMBOK TIMUR
TAHUN 2009
No. Dusun JENIS TRANSPORTASI
Bus Truk Sedan/Jeep Pick Up Sepeda Sepeda
Mini Mini (unit) (unit) Motor (unit)
(unit) (unit) (unit)
1. Jorong 1 1 - 1 35 21
2. Bebante 1 1 - 8 29 8
3. Daye Rurung Timur - - 1 1 22 3
4. Daye Rurung Barat - - 2 2 22 7
5. Lauq Rurung Timur - - 1 1 23 17
6. Lauq Rurung Barat - - - - 13 6
Jumlah 2 2 3 13 144 62
Sumber Data: Kantor Desa Sembalun Bumbung

b. Prasarana Transportasi

TABEL19
PRASARANA TRANSPORTASI DESA SEMBALUN BUMBUNG
KECAMATAN SEMBALUN KABUPATEN LOMBOK TIMUR
TAHUN 2009
No. Dusun PRASARANA TRANSPORTASI
Jalan Jalan Jalan Jembatan Deker
Aspal Pengerasan Tanah (km) (unit)
(km) (km) (km)
1. Jorong 2 - 1 1 2
2. Bebante 0,5 - - - 2
3. Daye Rurung Barat 7 0,5 - 1 -
40

4. Daye Rurung Timur - 0,3 - - -


5. lauq Rurung Barat 0,5 0,2 15 1 3
6. Lauq Rurung Timur - 0,3 - 1 -
Jumlah 10 1,3 14 4 7
Sumber Data: Kantor Desa Sembalun Bumbung

7. Pengairan

TABEL20
SARANA PENGAIRAN YANG ADA DI DESA SEMBALUN BUMBUNG
KECAMATAN SEMBALUN KABUPATEN LOMBOK TIMUR
TAHUN 2009
No Dusun Data Pengairan
Irigasi Dam
Teknis Teknis Biasa
1. Jorong 145 34 103 3
2. Bebante 11 3 34 -
3. Daye Rurung Barat 35 44 82 2
4. Daye Rurung Timur 152 59 131 3
5. Lauq Rurung Barat 72 21 44 2
6. Lauq Rurung Timur 46 52 56 2
Jumlah 461 213 450 12
Sumber Data: Kantor Desa Sembalun Bumbung
41

BAB IV
PEMBAHASAN DAN ANALISIS DATA

A. ANALISIS PELAKSANAAN KEPEMIMPINAN

Penulis telah menguraikan bab III tentang kepemimpinan dalam

organisasi maka dalam hal ini akan dianalisis pelaksanaan kepemimpinan

Kepala Desa. Kepemimpinan merupakan perilaku individu ketika dia

mengarahkan kegiatan kelompok untuk mencapai tujuan bersama kelompok

tersebut”. “kepemimpinan merupakan pengaruh antar personal, dilakukan

dalam situasi dan di arahkan melalui proses komunikasi untuk mencapai suatu

tujuan atau lebih.

Penyelenggaraan dan kepemimpinan Pemerintahan Daerah termasuk

didalamnya Pemerintahan Desa sebagai sub sistem Pemerintahan Negara

dimaksudkan untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna penyelenggaraan

dan pelayanan masyarakat.

Oleh karena itu dalam kepemimpinannya, Kepala Desa memiliki

tanggung jawab untuk menyelenggarakan kepentingan masyarakat atas dasar

keterbukaan, partisipasi masyarakat, serta bertanggung jawab kepada

masyarakat.
42

B. ANALISIS PERAN KEPALA DESA DALAM PEMERINTAHAN

Disamping itu Kepala Desa adalah sebagai pimpinan pemerintah

koordinator pembagunan dalam pembinaan kehidupan masyarakat di segala

bidang. Sejalan dengan hal itulah maka ketiga posisi kepala wilayah tersebut

dipegang dan di pertanggung jawabkan oleh Kepala Desa, disamping

memegang kekuasaan untuk menyelenggarakan rumah tangganya sendiri

untuk bisa menjalankan tugas dan fungsinya, maka Kepala Desa di tuntut

untuk memiliki kepemimpinan di tingkat pendidikan yang memadai.

Peran Kepala Desa dalam kedudukannya sebagai pemimpin

Pemerintah Desa akan berhasil dengan baik sesuai yang diharapkan oleh

masyarakat apabila Kepala Desa memiliki pengetahuan yang cukup, dedikasi

yang tinggi, memiliki etos kerja serta faham dan mengerti terhadap proses

perencanan maupun pelaksanaan Pembangunan Desa.

Atas dasar analisa dan sekaligus uraian pada bab-bab diatas, maka

penulis melihan peranan Kepala Desa dalam pemerintahan cukup dominan.

C. ANALISIS PEMBANGUNAN MASYARAKAT DESA

Dalam rangka penyelenggaraan Pemerintah Negara dan Pembagunan

Nasional untuk mencapai masyarakat adil, makmur dan merata berdasarkan

Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, dimana Pembangunan Desa

sebagai integral dari Pembangunan Nasional tersebut.


43

Pembangunan Desa dilaksanakan berdasarkan prinsip otonomi daerah

dan diberikan kewenangannya kepada Pemerintah Desa untuk mengatur

rumah tangganya sendiri dan memberikan kesempatan bagi peningkatan

demokratis dan kinerja desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat

menuju masyarakat madani yang bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme

(KKN).

Oleh karena itu untuk mengetahui secara rinci tentang kondisi dan

pelaksanaan pembangunan pada desa yang di jadikan sampel, maka

berdasarkan data yang ada di lapangan sebagai berikut:

1. Dusun Jorong

a. Pembangunan Sarana Kesehatan

Prasarana dan Sarana Pos Yandu yang ada di dusun Jorong,

jumlah kader adalah 5 orang, sarana yang dimiliki adalah berupa 1

buah Dacin dan 1 buah meja dan kursi. Sedangkan sarana air bersih,

sanitasi dan perumahan, jumlah rumah permanen adalah 31 unit,

rumah semi permanen sebanyak 194 unit dan rumah sederhana adalah

96 unit.

b. Prasarana Sosial dan Ekonomi

Prasarana dan Sarana sosial seperti sarana peribadatan, sarana

Olah Raga dan sarana kelompok seni. Jumlah Masjid yang ada di

Dusun Jorong adalah 2 unit, jumlah Musolla adalah 4 unit, jumlah

TPQ adalah 3 unit, dan jumlah Ponpes adalah 2 unit. Sedangkan sarana
44

olah raga seperti lapangan Sepak Bola sebanyak 1 unit dan lapangan

Volly Badminton adalah 1 unit.

Sarana ekonomi yang ada di dusun Jorong desa Sembalun

Bumbung Kecamatan Sembalun adalah adanya Kios / Warung yang

berjumlah 9 unit.

c. Komunikasi dan Penerangan

Sarana komunikasi dan penerangan yang ada di dusun Jorong ialah

seperti pesawat TV yang berjumlah 157 unit, Para Bola berjumlah 4

unit, Telepon Rumah 1. sedangkan sarana penerangan seperti listrik

dan lain-lain. Pemakai listrik berjumlah 379 KK, yang tidak memakai

listrik sebanyak 3 KK dan penyedia sumber listrik adalah PLN.

d. Sarana dan Prasarana Transportasi

Sarana transportasi yang ada di dusun Jorong desa Sembalun

Bumbung ialah berupa Bus Mini yang berjumlah 1 unit, Truk Mini

sebanyak 1 unit dan tidak ada Sedan / Jeep. Sedangkan Pic Up

berjumlah 1 unit, Sepeda Motor 35 unit dan Sepeda 21 unit.

Kemudian prasarana transportasi seperti jalan aspal 2 km, tidak ada

jalan pengerasan, jalan tanah 1 km, jembatan 1 km dan Deker

berjumlah 2 unit.

e. Pengairan

Sarana pengairan yang ada di dusun Jorong adalah seperti irigasi

dan dam. Irigasi terdiri dari teknis berjumlah 145 M ′ , ½ teknis


45

berjumlah 3 M ′ dan irigasi biasa berjumlah 103 M ′ . Sedangkan

DAM berjumlah 3 buah.

2. Dusun Bebante

a. Pembagunan Sarana Kesehatan

Prasarana dan Sarana Pos Yandu di dusun Bebante, jumlah

kader adalah 5 orang, sarana yang dimiliki adalah berupa 1 buah Dacin

dan 1 buah meja dan kursi. Sedangkan sarana air bersih, sanitasi dan

perumahan seperti jumlah rumah permanen adalah 20 unit, rumah semi

permanen sebanyak 102 unit dan rumah sederhana adalah 82 unit.

b. Prasarana Sosial dan Ekonomi

Prasarana dan Sarana sosial seperti sarana peribadatan, sarana

olah raga dan sarana kelompok seni. Jumlah Masjid yang ada di dusun

Bebante adalah 1 unit, jumlah Musolla adalah 1 unit, jumlah TPQ

adalah 1 unit, dan tidak Pondok Pesantren. Sedangkan sarana Olah

Raga seperti Lapangan Sepak Bola sebanyak 2 unit dan lapangan

Volly Badminton adalah 2unit.

Sarana ekonomi yang ada di dusun Bebante desa Sembalun

Bumbung Kecamatan Sembalun adalah adanya Kios / Warung yang

berjumlah 5 unit.

c. Komunikasi dan Penerangan

Sarana komunikasi dan penerangan yang ada di dusun Bebante

ialah seperti Pesawat TV yang berjumlah 102 unit, Para Bola

berjumlah 3 unit dan tidak ada telepon rumah. sedangkan sarana


46

penerangan seperti listrik dan lain-lain. Pemakai listrik berjumlah 296

KK, yang tidak memakai listrik sebanyak 1 KK dan penyedia sumber

listrik adalah PLN.

d. Sarana dan Prasarana Transportasi

Sarana transportasi yang ada di dusun Bebante desa Sembalun

Bumbung ialah berupa Bus Mini yang berjumlah 1 unit, Truk Mini

sebanyak 1 unit dan tidak ada Sedan / Jeep. Sedangkan Pic Up

berjumlah 1 unit, sepeda motor 29 unit dan sepeda 3 unit.

Kemudian prasarana transportasi seperti jalan aspal 2 km, tidak

ada jalan pengerasan, jalan tanah 1 km, jembatan 1 km dan deker

berjumlah 2 unit.

e. Pengairan

Sarana pengairan yang ada di dusun Bebante adalah seperti irigasi

dan dam. Irigasi terdiri dari teknis berjumlah 11 M ′ , ½ teknis

berjumlah 3 M ′ dan irigasi biasa berjumlah 34 M ′ . sedangkan DAM

berjumlah 2 buah.

3. Dusun Daye Rurung Barat

a. Pembagunan Sarana Kesehatan

Sarana dan prasarana Pos Yandu di dusun Daye Rurung Barat,

jumlah kader adalah 5 orang, sarana yang dimiliki adalah berupa 1

buah dacin dan 1 buah meja dan kursi. Sedangkan sarana air bersih,

sanitasi dan perumahan, jumlah rumah permanen adalah 24 unit,


47

rumah semi permanen sebanyak 152 unit dan rumah sederhana adalah

84 unit.

b. Prasarana Sosial dan Ekonomi

Sarana dan prasarana sosial seperti sarana peribadatan, sarana

olah raga dan sarana kelompok seni. Jumlah masjid yang ada di dusun

Daye Rurung Barat adalah 1 unit, jumlah musolla adalah 3 unit,

jumlah TPQ adalah 3 unit, dan tidak ada Ponpes. Sedangkan sarana

Olah Raga seperti lapangan Sepak Bola sebanyak 1 unit dan lapangan

Volly Badminton adalah 1 unit.

Sarana ekonomi yang ada di dusun Daye Rurung Barat desa

Sembalun Bumbung Kecamatan Sembalun adalah adanya Kios /

Warung yang berjumlah 8 unit.

c. Komunikasi dan Penerangan

Sarana komunikasi dan penerangan yang ada di dusun Daye

Rurung Barat ialah seperti Pesawat TV yang berjumlah 120 unit, para

bola berjumlah 4 unit, telepon rumah 1. sedangkan sarana penerangan

seperti listrik dan lain-lain. Pemakai listrik berjumlah 360 KK, yang

tidak memakai listrik sebanyak 2 KK dan penyedia sumber listrik

adalah PLN.

d. Sarana dan Prasarana Transportasi

Sarana transportasi yang ada di dusun Daye Rurung Barat desa

Sembalun Bumbung ialah berupa Bus Mini yang berjumlah 1 unit,


48

Truk Mini sebanyak 1 unit dan tidak ada Sedan / Jeep. Sedangkan Pic

Up berjumlah 1 unit, Sepeda Motor 22 unit dan Sepeda 3 unit.

Kemudian prasarana transportasi seperti jalan aspal 2 km, tidak

ada jalan pengerasan, jalan tanah 1 km, jembatan 1 km dan deker

berjumlah 2 unit.

e. Pengairan

Sarana pengairan yang ada di dusun Daye Rurung Barat adalah

seperti irigasi dan dam. Irigasi terdiri dari teknis berjumlah 35 M ′ , ½

teknis berjumlah 44 M ′ dan irigasi biasa berjumlah 82 M ′ .

Sedangkan DAM berjumlah 2 buah.

4. Dusun Daye Rurung Timur

a. Pembangunan Sarana Kesehatan

Sarana dan prasarana Pos Yandu yang ada di dusun Daye

Rurung Timur, jumlah kader adalah 5 orang, sarana yang dimiliki

adalah berupa 1 buah Dacin dan 1 buah meja dan kursi. Sedangkan

sarana air bersih, sanitasi dan perumahan, jumlah rumah permanen

adalah 33 unit, rumah semi permanen sebanyak 200 unit dan rumah

sederhana adalah 109 unit.

b. Prasarana Sosial dan Ekonomi

Sarana dan prasarana sosial seperti sarana peribadatan, sarana

Olah Raga dan sarana kelompok seni. Jumlah Masjid yang ada di

dusun Daye Rurung Timur adalah 1 unit, jumlah Musolla adalah 3

unit, jumlah TPQ adalah 1 unit, dan tidak ada Ponpes. Sedangkan
49

sarana Olah Raga seperti lapangan Sepak Bola sebanyak 1 unit dan

lapangan Volly Badminton adalah 2 unit.

Sarana ekonomi yang ada di dusun Daye Rurung Timur desa

Sembalun Bumbung Kecamatan Sembalun adalah adanya Kios /

Warung yang berjumlah 9 unit dan 1 koperasi.

c. Komunikasi dan Penerangan

Sarana komunikasi dan penerangan yang ada di dusun Daye

Rurung Timur ialah seperti Pesawat TV yang berjumlah 187 unit, para

bola berjumlah 4 unit, telepon rumah 1. Sedangkan sarana penerangan

seperti listrik dan lain-lain. Pemakai listrik berjumlah 397 KK, yang

tidak memakai listrik sebanyak 2 KK dan penyedia sumber listrik

adalah PLN.

d. Sarana dan Prasarana Transportasi

Sarana transportasi yang ada di dusun Daye Rurung Timur desa

Sembalun Bumbung ialah berupa Bus Mini yang berjumlah 1 unit,

Truk Mini sebanyak 1 unit dan tidak ada Sedan / Jeep. Sedangkan Pic

Up berjumlah 1 unit, Sepeda Motor 22 unit dan sepeda 7 unit.

Kemudian prasarana transportasi seperti jalan aspal 2 km, tidak

ada jalan pengerasan, jalan tanah 1 km, jembatan 1 km dan Deker

berjumlah 2 unit.

e. Pengairan

Sarana pengairan yang ada di dusun Daye Rurung Timur adalah

seperti irigasi dan dam. Irigasi terdiri dari teknis berjumlah 59 M ′ , ½


50

teknis berjumlah 131 M ′ dan irigasi biasa berjumlah 44 M ′ .

Sedangkan DAM berjumlah 3 buah.

5. Dusun Lauq Rurung Barat

a. Pembagunan Sarana Kesehatan

Sarana dan prasarana Pos Yandu yang ada di dusun Lauq

Rurung Barat, jumlah kader adalah 5 orang, sarana yang dimiliki

adalah berupa 1 buah Dacin dan 1 buah meja dan kursi. Sedangkan

sarana air bersih, sanitasi dan perumahan, jumlah rumah permanen

adalah 26 unit, rumah semi permanen sebanyak 164 unit dan rumah

sederhana adalah 64 unit.

b. Prasarana Sosial dan Ekonomi

Sarana dan prasarana sosial seperti sarana peribadatan, sarana

olah raga dan sarana kelompok seni. Jumlah Masjid yang ada di dusun

Lauq Rurung Barat adalah 2 unit, jumlah Musolla adalah 7 unit,

jumlah TPQ adalah 3 unit, dan tidak ada Ponpes. Sedangkan sarana

Olah Raga seperti lapangan Sepak Bola sebanyak 1 unit dan lapangan

Volly Badminton adalah 1 unit.

Sarana ekonomi yang ada di dusun Lauq Rurung Barat desa

Sembalun Bumbung Kecamatan Sembalun adalah adanya Kios /

Warung yang berjumlah 7 unit.

c. Komunikasi dan Penerangan

Sarana komunikasi dan penerangan yang ada di dusun Lauq

Rurung Barat ialah seperti Pesawat TV yang berjumlah 111 unit, Para
51

Bola berjumlah 3 unit, telepon rumah 1. Sedangkan sarana penerangan

seperti listrik dan lain-lain. Pemakai listrik berjumlah 329 KK, yang

tidak memakai listrik sebanyak 3 KK dan penyedia sumber listrik

adalah PLN.

d. Sarana dan Prasarana Transportasi

Sarana transportasi yang ada di dusun Lauq Rurung Barat desa

Sembalun Bumbung ialah berupa Bus Mini yang berjumlah 1 unit,

Truk Mini sebanyak 1 unit dan tidak ada Sedan / Jeep. Sedangkan Pic

Up berjumlah 1 unit, Sepeda Motor 23 unit dan Sepeda 7 unit.

Kemudian prasarana transportasi seperti jalan aspal 2 km, tidak

ada jalan pengerasan, jalan tanah 1 km, Jembatan 1 km dan Deker

berjumlah 2 unit.

e. Pengairan

Sarana pengairan yang ada di dusun Lauq Rurung Barat adalah

seperti irigasi dan dam. Irigasi terdiri dari teknis berjumlah 72 M ′ , ½

teknis berjumlah 21 M ′ dan irigasi biasa berjumlah 44 M ′ .

Sedangkan DAM berjumlah 2 buah.

6. Dusun Lauq Rurung Timur

a. Pembagunan Sarana Kesehatan

Sarana dan prasarana Pos Yandu, jumlah kader adalah 5 orang,

sarana yang dimiliki adalah berupa 1 buah Dacin dan 1 buah meja dan

kursi. Sedangkan sarana air bersih, sanitasi dan perumahan, jumlah


52

rumah permanen adalah 19 unit, rumah semi permanen sebanyak 68

unit dan rumah sederhana adalah 62 unit.

b. Prasarana Sosial dan Ekonomi

Sarana dan prasarana sosial seperti sarana peribadatan, sarana

olah raga dan sarana kelompok seni. Jumlah masjid yang ada di dusun

Lauq Rurung Barat adalah 5 unit, jumlah Musolla adalah 4 unit, jumlah

TPQ adalah 3 unit, tidak ada Ponpes. Sedangkan sarana Olah Raga

seperti lapangan Sepak Bola sebanyak 1 unit dan lapangan Volly

Badminton adalah 1 unit.

Sarana ekonomi yang ada di dusun Lauq Rurung Timur desa

Sembalun Bumbung Kecamatan Sembalun adalah adanya Kios /

Warung yang berjumlah 5 unit.

c. Komunikasi dan Penerangan

Sarana komunikasi dan penerangan yang ada di dusun Lauq

Rurung Timur ialah seperti pesawat TV yang berjumlah 100 unit, Para

Bola berjumlah 2 unit, telepon rumah 1. Sedangkan sarana penerangan

seperti listrik dan lain-lain. Pemakai listrik berjumlah 200 KK, yang

tidak memakai listrik sebanyak 3 KK dan penyedia sumber listrik

adalah PLN.

d. Sarana dan Prasarana Transportasi

Sarana transportasi yang ada di dusun Lauq Rurung Timur desa

Sembalun Bumbung ialah berupa Bus Mini yang berjumlah 1 unit, Truk
53

Mini sebanyak 1 unit dan tidak ada Sedan / Jeep. Sedangkan Pic Up

berjumlah 1 unit, Sepeda Motor 13 unit dan Sepeda 6 unit.

Kemudian prasarana transportasi seperti jalan aspal 2 km, tidak

ada jalan pengerasan, jalan tanah 1 km, jembatan 1 km dan Deker

berjumlah 2 unit.

e. Pengairan

Sarana pengairan yang ada di dusun Lauq Rurumg Timur adalah

seperti irigasi dan dam. Irigasi terdiri dari teknis berjumlah 46 M ′ , ½

teknis berjumlah 52 M ′ dan irigasi biasa berjumlah 56 M ′ . Sedangkan

DAM berjumlah 2 buah.

3. PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA DESA TERHADAP

PEMBANGUNAN DESA

Pengaruh Kepala Desa dalam kedudukan sebagai pemimpin

Pemerintah Desa terhadap pelaksanaan pembangunan di Desa Sembalun

Bumbung Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur akan berhasil

dengan baik sesuai yang diharapkan oleh masyarakat apabila Kepala Desa

memiliki pengetahuan yang cukup, dedikasi yang tinggi, memiliki etos kerja

serta faham dan mengerti terhadap proses perencanaan maupun pelaksanaan

Pembangunan Desa.

Hal ini sangat penting karena Kepala Desa akan mempertanggung

jawabkan hasil pelaksanaan Pembangunan Desa kepada masyarakat melalui

Badan Perwakilan Desa (BPD) setempat.


54

Oleh karena itu pengaruh Kepala Desa cukup penting dan sangat

dominan terhadap perkembangan pembangunan di Desa Sembalun Bumbung

Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur. Pengaruh kepemimpinan

terhadap Pembangunan Desa yaitu memberikan informasi kepada

masyarakat, pengawasan dan memberikan informasi kepada masyarakat yang

di pimpinya.

BAB V
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Berdasarkan rumusan masalah dan hasil penelitian pada bab

sebelumnya, peneliti dapat menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang

signifikan dan positif antara kepemimpinan Kepala Desa terhadap

Pembangunan Desa di Desa Sembalun Bumbung Kecamatan Sembalun

Kabupaten Lombok Timur.

Hal ini terbukti pada hasil pengamatan yang di peroleh di Desa

Sembalun Bumbung Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur. Bahwa

Pembangunan Desa cukup merata dan memadai. Oleh karena itu pengaruh

kepemimpinan Kepala Desa terhadap Pembangunan Desa yaitu memberikan

informasi kepada masyarakat, pengawasan dan memberikan informasi kepada

masyarakat yang di pimpinya.


55

B. SARAN-SARAN

1. Diharapkan ada penelitian lanjutan mengenai

pengaruh kepemimpinan Kepala Desa terhadap pembangunan masyarakat

desa ini pada tahun yang berbeda dan tempat penelitian yang berbeda.

2. Bagi Kepala Desa Sembalun Bumbung Kecamatan

Sembalun Kabupaten Lombok Timur, diharapkan dapat meningkatkan

mutu pembangunan yang lebih baik dan dapat mensejahterakan

masyarakat Sembalun Bumbung pada khususnya.