Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

MANAJEMEN DISASTER
KONSEP BENCANA & PENANGGULANGAN BENCANA TSUNAMI



DISUSUN OLEH :
KELOMPOK II
FERDINANDUS PAI 11 3145 105 023
MERY ANDRIANI EMPING 11 3145 105 090
ARIFA HAMID RELIUBUN 11 3145 105 063
RITA AMBA RANTE 12 3145 105 118
SYAMSUAR ANAS 11 3145 105 119
KARLINA 11 3145 105 085
NURJANAH YAHYA 11 3145 105 099
RESTI RAMDHANI 11 3145 105 045
ALEXIANUS GURU 11 3145 105 004


PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
STIKes MEGA REZKY MAKASSAR
TAHUN AKADEMIK 2014-2015
i

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas Berkat dan
KaruniaNya yang diberikan kepada kami kelompok 2, sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah Manajemen Disaster yang berjudul Konsep Bencana dan Penanggulangan Bencana
Tsunami ini dengan baik.
Namun kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah
ini.Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan adanya kritik dan saran dari teman-teman dan
dari dosen mata kuliah yang bersangkutan demi kesempurnaan makalah ini.
Kami berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca.Lebih dan kurangnya kami
mengucapkan terima kasih.









Makassar, 21 Oktober 2014



Penyusun
ii

DAFTAR ISI

Halaman Judul ....................................................................................................................
Kata Pengantar .................................................................................................................... i
Daftar Isi ............................................................................................................................. ii

BAB I : Pendahuluan ..........................................................................................................
A. Latar belakang .................................................................................................. 1
B. Tujuan .............................................................................................................. 2
C. Rumusan masalah ............................................................................................ 2

BAB II : Pembahasan..........................................................................................................
A. Pengertian Tsunami ......................................................................................... 3
B. Penyebab Tsunami ........................................................................................... 4
C. Tanda-tanda akan terjadi Tsunami ................................................................... 5
D. Kerugian akibat Tsunami .................................................................. .............. 6
E. Cara menanggulangi bahaya Tsunami ................................................. .......... 7
F. Tsunami dalam sejarah..................................................................................... 8

BAB III : Penutup ...............................................................................................................
A. Kesimpulan ...................................................................................................... 11
B. Saran................................................................................................................. 11

Daftar Pustaka..................................................................................................................... 12
1 | Ma n a j e m e n D i s a s t e r

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sebagian besar dari bumi adalah samudra atau lautan yang dapat mendukung
kelangsungan hidup seluruh makhluk hidup di bumi, diantara pulau-pulau yang terpisah
satu dengan yang lainnya pasti dikelilingi oleh air. Oleh karenanya pengetahuan
mengenai ilmu geologi dan oceanografis tentang samudra dan laut dianggap sangat vital
guna kelangsungan hidup penghuninya termasuk manusia.
Di jagat raya ini masih banyak pengetahuan yang belum kita kuasai, termasuk
pengetahuan mengenai bencana alam yang ditimbulkan oleh gelombang pasang laut yang
besar atau tsunami dan cara memprediksinya. Dari hal ini kita dapat mengambil
kesimpulan bahwa ruang lingkup ilmu kita masih sangat terbatas bila dibandingkan
dengan luasnya jagat raya. Ini juga merupakan bukti bahwa Allah Maha Besar, Maha
Kuasa,Maha Mengetahui atas segalanya dan kita tidak sepatutnya sombong dengan
pengetahuan kita yang sangat terbatas ini.








2 | Ma n a j e m e n D i s a s t e r

B. Tujuan
Untuk dapat mengetahui konsep bencana tsunami dan cara menanggulangi
bencana tsunami.

C. Rumusan Masalah
1. Apa tsunami itu?
2. Bagaimana terjadinya tsunami?
3. Bagaimana dampak tsunami dan persiapan menghadapi tsunami?

















3 | Ma n a j e m e n D i s a s t e r

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Tsunami
Tsunami (bahasa Jepang: tsu = pelabuhan, nami = gelombang, secara harafiah
berarti "ombak besar di pelabuhan").Tsunami adalah perpindahan badan air yang
disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba.
Tsunami adalah serangkaian gelombang ombak raksasa yang timbul karena adanya
dorongan dari patahan lempeng bumi di dasar laut akibat gempa bumi.
Gelombang tsunami dapat merambat ke segala arah. Tenaga yang dikandung
dalam gelombang tsunami adalah tetap terhadap fungsi ketinggian dan kelajuannya.
Di laut dalam, gelombang tsunami dapat merambat dengan kecepatan 500-1000 km
per jam. Setara dengan kecepatan pesawat terbang.
Ketinggian gelombang di laut dalam hanya sekitar 1 meter. Dengan demikian,
laju gelombang tidak terasa oleh kapal yang sedang berada di tengah laut. Ketika
mendekati pantai,kecepatan gelombang tsunami menurun hingga sekitar 30 km per
jam, namun ketinggiannya sudah meningkat hingga mencapai puluhan
meter.Hantaman gelombang tsunami bisa mencapai puluhan kilometer dari bibir
pantai. Kerusakan karena tsunami bisa diakibatkan karena hantaman air maupun
material yang terbawa oleh aliran gelombang tsunami.Gelombang tsunami bisa
menghantam daratan selama5 sampai 30 menit.




4 | Ma n a j e m e n D i s a s t e r

B. Penyebab Tsunami
Faktor penyebab terjadinya tsunami ini adalah :
1. Gempa bumi yang ber pus at di bawah l aut
Meskipun demikian,tidak semua gempa bumi dibawah laut
berpotensimenimbulkan tsunami. Gempa bumi dasar laut dapat menjadi
pernyebab terjadinya tsunami adalah gempa bumi dengan kriteria sebagai
berikut:
- Gempa bumi yang terjadi di dasar laut.
- Pusat gempa kurang dari 30 km dari permukaan laut.
- Magnitudo gempa lebih besar dari 6,0 SR
- Jenis pensesaran gempa tergolong sesar vertikal (sesar naik atauturun).
2. Le t u s a n Gu n u n g Be r a p i
Letusan gunung berapi dapat menyebabkan terjadinya gempa
vulkanik (gempa akibat letusan gunung berapi). Tsunami besar yang terjadi
padatahun 1883 adalah akibat meletusnya Gunung Krakatau yang berada di
Selat Sunda. Meletusnya Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat
padatanggal 10-11 April 1815 juga memicu terjadinya tsunami yang melanda
Jawa Timur dan Maluku. Indonesia sebagai negara kepulauan yang berada di
wilayah ring of fire (sabuk berapi) dunia tentu harus mewaspadai ancaman ini.



5 | Ma n a j e m e n D i s a s t e r

3. Longsor di bawah Laut
Longsor bawah laut ini terjadi akibat adanya tabrakan antara lempeng
samudera dan lempeng benua. Proses ini mengakibatkan terjadinya palung laut
dan pegunungan. Tsunami karena longsoran bawah laut ini dikenal dengan
nama tsunamic submarine landslide.
4. Hantaman Meteor di Laut

Jatuhnya meteor berukuran besar di laut juga merupakan penyebab
terjadinya tsunami.

C. Tanda-tanda akan terjadi Tsunami
Tanda-tanda akan datangnya tsunami di daerah pinggir pantai adalah :
1. Diawali adanya gempa bumi.
Bila Anda tinggal di dekat pantai, sebaiknya berhati-hati bila terjadi gempa bumi.
Tsunami biasanya terjadi karena adanya gempa bumi yang terjadi di bawah atau di
dekat laut. Tidak hanya gempa yang terjadi di daerah Anda, tetapi juga di seluruh
dunia. Gempa ribuan kilometer jauhnya dapat menyebabkan potensi tsunami yang
mematikan.
2. Dengarkan suara-suara gemuruh.
Banyak korban tsunami telah mengatakan bahwa datangnya gelombang tsunami
diawali dengan suara gemuruh yang keras mirip dengan kereta barang.



6 | Ma n a j e m e n D i s a s t e r


3. Perhatikan penurunan air laut.
Jika ada penurunan air laut yang cepat dan bukan merupakan waktu air laut surut,
maka segeralah mencari tempat perlindungan yang tinggi. Sebelum terjadi
gelombang tsunami, air laut akan terlebih dahulu surut dengan cepat dan
kemudian kembali dengan kekuatan yang sangat besar.
4. Selalu waspada pada gelombang pertama.
Gelombang tsunami pertama tidak selalu yang paling berbahaya, sehingga tetap
mendekatkan diri dari garis pantai sampai keadaaan benar-benar aman. Jangan
berasumsi bahwa karena tsunami kecil di satu tempat maka akan kecil juga pada
daerah yang lain. Ukuran gelombang tsunami bervariasi dan tidak sama di semua
lokasi. Gelombang tsunami juga bisa melakukan perjalanan melalui sungai-sungai
yang terhubung ke laut.
Selain tanda-tanda tersebut, alam juga bisa memberi tanda sebelum terjadinya
bencana, seperti gerakan angin yang tidak biasa, tekanan udara atau cuaca yang ekstrem
dan perilaku hewan yang berubah. Sebagai contoh prilaku hewan yang berubah yaitu :
beberapa kelelawar, yang aktif di malam hari dan biasanya tidur di siang hari, menjadi
sangat aktif setengah jam sebelum gelombang tsunami datang.
D. Kerugian akibat Tsunami
1. Kerusakan pada berbagai bentuk infrastruktur
2. Pencemaran air besih.
3. Korban jiwa dan ancaman kemanusiaan.
4. Mewabahnya virus dan bakteri penyakit.

7 | Ma n a j e m e n D i s a s t e r

E. Cara menanggulangi bahaya Tsunami
Jika Tsunami datang :
1. Jangan panik
2. Jangan menjadikan gelombang tsunami sebagai tontonan. Apabila
gelombang tsunami dapat dilihat, berarti kita berada di kawasan yang
berbahaya
3. Jika air laut surut dari batas normal, tsunami mungkin terjadi.
4. Bergeraklah dengan cepat ke tempat yang lebih tinggi ajaklah keluarga dan
orang disekitar turut serta. Tetaplah di tempat yang aman sampai air laut benar-
benar surut.Jika Anda sedang berada di pinggir laut atau dekat sungai, segera
berlari sekuat-kuatnya ke tempat yang lebih tinggi. Jika memungkinkan,
berlarilah menuju bukit yang terdekat.
5. Jika situasi memungkinkan, pergilah ke tempat evakuasi yang sudah
ditentukan.
6. Jika situasi tidak memungkinkan untuk melakukan tindakan seperti di atas,
carilah bangunan bertingkat yang bertulang baja (ferroconcrete building),
gunakan tangga darurat untuk sampai ke lantai yang paling atas (sedikitnya
sampai ke lantai 3).
7. Jika situasi memungkinkan, pakai jaket hujan dan pastikan tangan anda bebas
dan tidak membawa apa-apa.




8 | Ma n a j e m e n D i s a s t e r

Sesudah tsunami :
1. Ketika kembali ke rumah, jangan lupa memeriksa kerabat satu-persatu
2. Jangan memasuki wilayah yang rusak, kecuali setelah dinyatakan aman
3. Hindari instalasi listrik
4. Datangi posko bencana, untuk mendapatkan informasi Jalinlah komunikasi dan
kerja sama dengan warga sekitar.

F. Tsunami dalam sejarah
1) Tahun 1755.1 November 1755-Tsunami menghancurkan Lisboa, ibu kota Portugal,
dan menelan 60.000 korban jiwa.
2) Tahun 1883.Pada tanggal 26 Agustus 1883, letusan gunung Krakatau dan tsunami
menewaskan lebih dari 36.000 jiwa.
3) Tahun 2004.Pada tanggal 26 Desember 2004, gempa besar yang menimbulkan
tsunami menelan korban jiwa lebih dari 250.000 di Asia Selatan, Asia Tenggara dan
Afrika. Ketinggian tsunami 35 m.
4) Tahun 2006 .Pada tanggal 17 Juli 2006, Gempa yang menyebabkan tsunami terjadi
di selatan pulau Jawa, Indonesia, dan setinggi maksimum ditemukan 21 meter di
Pulau Nusakambangan. Memakan korban jiwa lebih dari 500 orang. Dan berasal
dari selatan kota Ciamis.
5) Tahun 2007.Pada tanggal 12 September 2007, Bengkulu, Memakan korban jiwa 3
orang. Ketinggian tsunami 3-4 m.
6) Tahun 2010.Pada tanggal 27 Februari 2010, Santiago, Chili.
7) Tahun 2010 .Pada tanggal 26 Oktober 2010, Kepulauan Mentawai, Indonesia.
8) Tahun 2011.Pada tanggal 11 Maret 2011, Sendai, Jepang.

9 | Ma n a j e m e n D i s a s t e r

Sejarah mencatat bahwa bencana yang terjadi akibat aktivitas geologi itu
hampir selalu merenggut banyak nyawa.
Berikut ini adalah catatan sejarah tentang lima tsunami yang paling
mematikan.
1) Tsunami Aceh
Tsunami ini terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 akibat gempa
berkekuatan 9,1 hingga 9,3 skala Richter. Gelombang tsunami menyapu
beberapa wilayah di Aceh, India, Sri Lanka, Thailand, Maladewa, dan wilayah
Afrika Timur.
Sejumlah 226.000 jiwa tewas akibat tsunami ini dengan 166.000 jiwanya
merupakan warga negara Indonesia. Gempa penyebab tsunami ini merupakan
gempa terbesar keempat yang terjadi dalam sejarah, sedangkan tsunaminya
merupakan tsunami yang terbesar. Jumlah orang yang meninggal mencapai
226.000 jiwa dengan 166.000 jiwanya merupakan orang Indonesia.
2) Tsunami di Masa Yunani Kuno
Tsunami di masa Yunani Kuno ini diketahui merupakan tsunami
pertama yang terekam sepanjang sejarah. Sebab, tsunami adalah meletusnya
gunung yang berada di dekat Pulau Thera atau Santorini. Jumlah orang yang
tewas dalam tsunami ini tidak diketahui dengan pasti, tetapi ditaksir
mencapai lebih dari 100.000 orang.

10 | Ma n a j e m e n D i s a s t e r

Gelombang tsunami diperkirakan mencapai 15 meter. Sementara itu, tsunami
yang terjadi pada tahun 1500 SM ini diperkirakan menjadi sebab runtuhnya
peradaban Minoa, salah satu peradaban yang berkembang kala itu.
3) Tsunami di Portugal, Spanyol, dan Maroko
Tsunami ini terjadi akibat gempa berpusat di dasar perairan Atlantik pada
tahun 1755. Gelombang tsunami menghantam kota-kota di Portugal, Spanyol, dan
Maroko dengan kerusakan terparah terjadi di wilayah kota Lisbon. Tinggi
gelombang tsunami memang tak melebihi Tsunami Krakatau, tetapi jumlah
orang yang tewas jauh lebih banyak, yaitu sebanyak 60.000 orang.
4) Tsunami Laut China Selatan
Tsunami ini terjadi pada tahun 1782 di wilayah Laut China Selatan yang
berdekatan dengan Taiwan. Sebab, tsunami adalah gempa tektonik yang terjadi di
dasar lautan. Tidak jelas pusat gempa dan kekuatannya, tetapi sebanyak 40.000
orang tewas karenanya. Berdasarkan katalog tsunami yang dipublikasikan Rusia,
gelombang tsunami menerjang daratan hingga sejauh 120 kilometer.
5) Tsunami Akibat Letusan Gunung Krakatau di Selat Sunda
Tsunami ini terjadi pada tahun 1883 dan membunuh sekitar 36.000 orang.
Gelombang tsunami yang ditimbulkan oleh letusan mencapai tinggi 40
meter dan menyapu setidaknya 165 desa di wilayah Jawa dan Sumatera.
Letusan Krakatau sendiri merupakan letusan gunung api yang terbesar dalam
sejarah, menimbulkan suara yang begitu keras dan abu vulkanik yang bahkan
tersebar hingga ke Australia.

11 | Ma n a j e m e n D i s a s t e r

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Tsunami merupakan bencana alam yang disebabkan oleh gelombang besar laut,
tsunami sendiri bias timbul karena beberaa hal seperti akibat oleh gempa bumiyang
terjadi didalam laut.
Bencana tsunami sangat membawa kehancuran karena gelombang laut
yangdatang sangat besar, sehingga pada bencana tsunami banyak korban jiwa
maupunharta benda yang hilang.
B. Saran
Untuk mengantisipasi datangnya tsunami yang sampai saat ini belum bisa
diprediksikan dengan tepat kapan dan dimana akan terjadi maka dapat dilakukan
beberapa langkah sebagai berikut :
1. Selalu waspada dan memantau dengan aktif informasi tentang bahaya tsunami
dari pihak yang berwenang terhadap adanya potensi tsunami terutama
penduduk yang bermukim didekat pantai.
2. Menentukan tempat-tempat berlindung yang tinggi dan aman jika terjadi
tsunami.
3. Menyediakan persediaan makanan dan air minum untuk keperluan darurat dan
pengungsian.
4. Menyiapkan tas ransel yang berisi (atau dapat diisi) barang-barang yang sangat
dibutuhkan di tempat pengungsian seperti perlengkapan P3K atau obat-obatan..

12 | Ma n a j e m e n D i s a s t e r

DAFTAR PUSTAKA

http://www.bmg.go.id/mekanisme_tsunami.
http://www.etipsbali.wordpress.com/persiapan_menghadapi_tsunami.
http://www.sayakasihtahu.com/peristiwa_tsunami.
http://www.wikipedia.com/tsunami
1 | Ma n a j e m e n D i s a s t e r