Anda di halaman 1dari 36

KELOMPOK 1

1. ACHDIAR IKHWANA RIZKY (12.001)


2. ELMI KURNIAWATI (12.009)
3. INTAN MEILANDA SARI (12.016)
4. NORMAN ROMULO (12.025)
5. NOVRAIN PAEMBONAN (12.026)
6. SUHERMAN (12.033)
HEMIPARESIS STROKE
SPASTIK

HEMIPARESIS
ADALAH SINDROM KLINIS YANG AWAL TIMBULNYA MENDADAK, PROGESIF
CEPAT, BERUPA DEFICIT NEUROLOGIS LOKAL, ATAU GLOBAL, YANG
BERLANGSUNG 24 JAM BAHKAN LEBIH ATAU LANGSUNG MENIMBULKAN
KEMATIAN, DAN SEMATA-MATA DISEBABKAN OLEH GANGGUAN PEREDARAN
DARAH OTAK NON TRAUMATIC (SUMBER : KAPITA SELEKTA KEDOKTERAN JILID II)

HEMIPHARESE JUGA BISA DIARTIKAN SEBAGAI SUATU KONDISI YANG
DITANDAI ADANYA KELEMAHAN SEPARUH BADAN, WAJAH, LENGAN, DAN TUNGKAI
BERUPA GANGGUAN MOTORIK DAN GERAKAN ADL LAINNYA.

PENYEBAB
PENYEBAB PALING UMUM DARI HEMIPARESIS ADALAH STROKE.
STROKE DAPAT MENYEBABKAN BERBAGAI GANGGUAN GERAK,
TERGANTUNG PADA LOKASI DAN KEPARAHAN LESI. CEDERA
PENYEBAB LAIN NYA JUGA DAPAT TERMASUK CEDERA TULANG
BELAKANG ATAU CEDERA OTAK TRAUMATIS. INDIVIDU YG TAK
TERKENDALI DIABETES, HIPERTENSI ATAU YG MEROKOK.

KELEMAHAN DARI OTOT DAPAT MENYEBABKAN
KLONUS,PENURUNAN DAYA TAHAN TUBUH SERTA SPASTISITAS.
LOKALISASI ANATOMI
GERAKAN TUBUH TERUTAMA DI KONTROL OLEH PIRAMIDA
(KORTIKOSPINALIS) SALURAN. JALAN NEURON YANG DIMULAI DI DAERAH
MOTOR OTAK , MELALUI KAPSUL INTERNAL TERUS MELALUI BATANG OTAK
, DECUSSATES DI ATAS MEDULLA , KEMUDIAN BERGERAK KEBAGIAN
TULANG BELAKANG KE MOTOR NEURON YANG MENGONTROL SETIAP
OTOT.
SELAIN JALUR UTAMA INI , ADA JALUR YANG LEBIH KECIL
MEMBERIKAN KONSTRIBUSI (TERMASUK SALURAN KORTIKOSPINALIS
ANTERIOR), BEBERAPA BAGIAN DARI YANG TIDAK MELEWATI GARIS
TENGAH.
KARENA ANATOMI INI, LUKA PADA SALURAN PIRAMIDAL ATAS MEDULA
UMUMNYA MENYEBABKAN KONTRALATERAL
HEMIPARESIS (KELEMAHAN PADA SISI YANG BERLAWANAN SEBAGAI
CEDERA). CEDERA PADA MEDULA YANG LEBIH RENDAH, SUSMSUM
TULANG BELAKANG, DAN SARAF PERIFER MENGAKIBATKAN IPSILATERAL
HEMIPARESE.


DALAM BEBERAPA KASUS , LESI DIATAS MEDULA TELAH
MENGAKIBATKAN HEMIPARESE IPSILATERAL :

1. DALAM BEBERAPA KASUS YANG DILAPORKAN, PASIEN DENGAN
HEMIPARESIS DARI KONTRALATERAL CEDERA OTAK KEMUDIAN
MENGALAMI MEMBURUKNYA HEMIPARESIS. KETIKA DIPUKUL DENGAN
STROKE KEDUA DI IPSILATERAL OTAK. PARA PENULIS BERHIPOTESIS
BAHWA REORGANISASI OTAK SETELAH CEDERA AWAL MENYEBABKAN
LEBIH KETERGANTUNGAN PADA JALUR MOTORIK UNCROSSED DAN
PADA JALUR KOMPENSASI RUSAK AKIBAT STROKE, FUNGSI MOTORIK
MEMBURUK LEBIH LANJUT.




2. SEBUAH LAPORAN KASUS MENGGAMBARKAN PASIEN
DENGAN SALURAN PIRAMIDAL KONGENITAL UNCROSSED, YANG
MENGEMBANGKAN HEMIPARESIS SISI KANAN SETELAH
PENDARAHAN DI OTAK KANAN.
BEBERAPA EFEK YAITU KELUMPUHAN PARSIAL ANGGOTA
TUBUH PADA SISI YANG TERKENA) GANGGUAN LAINNYA ,
MESKIPUN BISA PADA AWALNYA TAMPAK BENAR-BENAR NON-
TERKAIT DENGAN KELEMAHAN ANGGOTA GERAK TETAPI, PADA
KENYATAAN AKIBAT LANGSUNG DARI KERUSAKAN PADA SISI YANG
TERKENA OTAK.

GEJALA
HEMIPARESIS DI LENGAN,TANGAN,WAJAH, DADA, KAKI
DAPAT MENYEBABKAN :
- KEHILANGAN KESEIMBANGAN
- KESULITAN BERJALAN
- GANGGUAN KEMAMPUAN UNTUK MEMAHAMI BENDA-
BENDA
- KURANG NYA KOORDINASI

STROKE
STROKE ADALAH GANGGUAN PEREDARAN DARAH DI OTAK.
GANGGUAN PEREDARAN DARAH DAPAT BERUPA ISKEMIA, YAITU ALIRAN
DARAH BERKURANG ATAU TERHENTI PADA SEBAGIAN DAERAH DI OTAK
DAN PERDARAHAN YANG BIASANYA TERJADI KARENA DINDING PEMBULUH
DARAH ROBEK.
SEPERTI BAGIAN-BAGIAN TUBUH LAINNYA, OTAK MENDAPATKAN
SUPLAI DARAH DARI PEMBULUH DARAH AGAR DAPAT MEMPERTAHANKAN
FUNGSINYA SECARA NORMAL. GANGGUAN PEREDARAN DARAH INI
MENGAKIBATKAN FUNGSI OTAK TERGANGGU DAN BILA BERAT DAPAT
MENGAKIBATKAN KEMATIAN SEBAGIAN SEL-SEL OTAK (DISEBUT INFARK).

BERDASARKAN ETIOLOGINYA, STROKE DIBEDAKAN MENJADI :

1. STROKE PERDARAHAN ATAU STROK HEMORAGIK
2. STROK ISKEMIK ATAU STROKE NON HEMORAGIK

PEMBEDAAN MENJADI 2 MACAM STROKE TERSEBUT KARENA
ANTARA KEDUANYA MEMANG TERDAPAT PERBEDAAN DALAM HAL
PATOLOGI, FAKTOR RESIKO, CARA PENGOBATAN, DAN PROGNOSISNYA.
STROKE NON HEMORAGIK ATAU YANG DISEBUT JUGA STROK
ISKEMIK DIDEFINISIKAN SECARA PATOLOGIS, SEBAGAI KEMATIAN
JARINGAN OTAK KARENA PASOKAN DARAH YANG TIDAK ADEKUAT
SEDANGKAN STROKE HEMORAGIK MERUPAKAN KEMATIAN
JARINGAN OTAK DI KARENAKAN PECAHNYA PEMBULUH DARAH YANG
MENGANTARKAN DARAH KE OTAK. ( CAVALARO, 2009)

TANDA DAN GEJALA
KLINIS

GEJALA NEUOROLOGIK YANG TIMBUL AKIBAT GANGGUAN PEREDARAN
DARAH DIOTAK BERGANTUNG PADA BERAT RINGANNYA GANGGUAN
PEMBULUH DARAH DAN LOKALISASINYA.GEJALA UTAMA STROKE ISKEMIK
AKIBAT TROMBOSIS SEREBRI ADALAH TIMBULNYA DEFICIT NEUROLOGIC
SECARA MENDADAK, TERJADI PADA WAKTU ISTIRAHAT ATAU BANGUN PAGI
DAN KESADARAN BIASANYA TIDAK MENURUN.KOMPLIKASI CACAT AKIBAT
STROKE BERDASARKAN GANGGUAN NEUROLOGY FOKAL OTAK DAPAT
BERUPA :

- TANDA KENAIKAN TEKANAN INTRA KRANIAL: PUSING, SAKIT KEPALA, MUAL, MUNTAH,
KAKU KUDUK
- GANGGUAN KESADARAN: MULAI RINGAN BERUPA BINGUNG HINGGA KOMA
- TANDA-TANDA FOCAL SESUAI DENGAN AREA OTAK YANG TERKENA YANG MEMPUNYAI
FUNGSI-FUNGSI
TERTENTU .
A. MOTORIK: HEMIPLEGIA / HEMIPARESIS, TERMASUK OTOT-OTOT WAJAH DGN
SEGALA GEJALA YANG MENYERTAI (GGN KESEIMBANGAN, KOORDINASI,
KONTROL MOTORIK, SPASTISITAS, POLA SINERGIS, DLL)
B. NON MOTORIK: GGN SENSORIK, ATAXIA, GGN VISUAL, GGN VISUO-SPATIAL, GGN
KOGNITIF, DYSPHAGIA, DYSARTHRIA, GGN EMOSIONAL & PERILAKU, PIKUN,
INCONTINENCE, IMPOTENT DLL
- TANDA/GEJALA PENYAKIT PENYERTA DAN PENYULIT (KOMPLIKASI)
- GANGGUAN AKTIVITAS FUNGSIONAL (CLAUDIA B. 2009)

MANIFESTASI KLINIS STROKE AKUT DAPAT BERUPA :

KELUMPUHAN WAJAH ATAU ANGGOTA BADAN (BIASANYA HEMIPARESIS
YANG TIMBUL MENDADAK)

GANGGUAN SENSABILITAS PADA SATU ATAU LEBIH ANGGOTA BADAN

PERUBAHAN MENDADAK STATUS MENTAL

AFASIA (BICARA TIDAK LANCAR, KURANGNYA UCAPAN, ATAU
KESULITAN MEMAHAMI UCAPAN)


DISARTRIA (BICARA PELO ATAU CADEL)

GANGGUAN PENGLIHATAN (HEMIANOPIA ATAU MONOKULER,
ATAU DIPLOPIA)

ATAKSIA (TRUNKAL ATAU ANGGOTA BADAN)

VERTIGO, MUAL DAN MUNTAH, ATAU NYERI KEPALA

PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI

1. ANAMNESIS
A. ANAMNESIS UMUM
NAMA : NY. SITTI MARYAM
UMUR : 37 TAHUN
ALAMAT : JL. MERDEKA NO 9 KOTA CIMAHI
JENIS KELAMIN : PEREMPUAN
AGAMA : ISLAM
PEKERJAAN : GURU SMP

B. ANAMNESIS KHUSUS
KELUHAN UTAMA : KELEMAHAN SEPARUH BADAN. PADA SISI KIRI (
LENGAN DAN TUNGKAI) SEBULAN YANG LALU
RIWAYAT PENYAKIT : PADA TANGGAL 15 JANUARI 2012, PUKUL 01.00
DINI HARI, PASIEN INGIN BANGUN BUANG AIR
KECIL (BAK), TIBA- TIBA PASIEN TIDAK BISA
MENGGERAKKAN BADAN BAGIAN KIRINYA.
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU : -
RIWAYAT PENYAKIT PENYERTA : HIPERTENSI

C. ANAMNESIS SISTEM
- MUSCULOSKELETAL : ADA GANGGUAN BERUPA KELEMAHAN
OTOT EKSTREMITAS ATAS DAN
BAWAH SISI SINISTRA.
- KARDIOVASKULER : TIDAK ADA GANGGUAN
- RESPIRASI : TIDAK ADA GANGGUAN
2. PEMERIKSAAN FISIK
A. VITAL SIGN
- TEKANAN DARAH : 140/90 MMHG
- DENYUT NADI : 100 X/MENIT
- PERNAPASAN : 20 X/MENIT
- TEMPERATUR : 36
O
C


B. INSPEKSI
- STATIS : BAHU ASIMETRIS, KEPALA SEDIKIT MIRING KE
SISI YANG LEMAH (KIRI)
PASIEN MENGGUNAKAN KURSI RODA
PASIEN CENDERUNG BERTUMPU PADA SISI YANG
SEHAT.
- DINAMIS : PASIEN MERASAKAN KELEMAHAN DAN BERAT
PADA TANGAN DAN TUNGKAI PADA SAAT
DIGERAKKAN

GROUP OTOT KANAN KIRI
M. Fleksor Carpi Radialis & Fleksor
carpi Radialis
5 2
M. Ekstensor Carpi Radialis &
Ekstensor carpi Radialis
5 2
M. Biseph Brachii 5 2
+

M. Triseph Brachii 5 2
+

M.Supinator 5 2
M. Pronator Teres 5 2
M. Deltoid pars ant. 5 3
-

M. Deltoid pars post 5 3
-

M. Deltoideus Pars middle 5 3
-

M.Pectoralis Major 5 3
-

3. PEMERIKSAAN SPESIFIK :
A. MMT

M.Pectoralis Major 5 3
-

M.Gastrocnemius 5 2
+

M. Tibialis Ant. 5 1
M. Hamstring 5 2
+

M. Quadriseph
Femoris
5 3
-

M. Iliopsoas 5 3
-

M. Gluteus Maksimus 5 3
-

M. Gracilis 5 3
-

M. Tensor Facia
Latae
5 3
-

KARAKTERISTIK MMT :
0 = TIDAK ADA KONTRAKSI SAMA SEKALI
1 = HANYA TERJADI KONTRAKSI INTRAMUSCULAR
2
-
= BERGERAK TIDAK FULL ROM, TIDAK MELAWAN GGB
2 = BERGERAK FULL ROM, TIDAK MELAWAN GGB
2
+
= BERGERAK FULL ROM, DENGAN IRAMA YANG CEPAT, TIDAK MELAWAN GGB
3
-
= BERGERAK TIDAK FULL ROM, MELAWAN GGB
3 = BERGERAK FULL ROM, MELAWAN GGB
3
+
= BERGERAK FULL ROM, DENGAN IRAMA YANG CEPAT, MELAWAN GGB
4
-
= BERGERAK FULL ROM, MELAWAN GGB, MELAWAN TAHANAN, MINIMAL
DIBAWAH 50%
4 = BERGERAK FULL ROM, MELAWAN GGB, MELAWAN TAHANAN SETENGAH
4
+
= BERGERAK FULL ROM, MELAWAN GGB, MELAWAN TAHANAN DIATAS 50%
5 = NORMAL

d. Pengukuran Nyeri

B. PENGUKURAN NYERI

VAS

0 5 7 10

Nyeri Diam : 4 Nyeri Tekan : 6 Nyeri Gerak : 7

Keterangan :
0 : Tidak Nyeri
1 4 : Nyeri Ringan
5 - 7 : Nyeri Sedang
8 10 : Nyeri Berat

C. TES KOORDINASI
- FINGER TO FINGER : SEDIKIT TERGANGGU
- FINGER TO NOISE : SEDIKIT TERGANGGU
- FINGER TO FINGER TERAPIS : SEDIKIT TERGANGGU
- HEEL TO KNEE : SEDIKIT TERGANGGU
- HEEL TO FINGER TERAPIS : SEDIKIT TERGANGGU

D. TES ADL
BLANKO SKALA BARTHEL

Nama Pasien : Ny. Sitti Maryam Usia : 37 Thn Tanggal :
03 Feb2012
Jenis Aktivitas
Skor
0
(0)
5
(1)
10
(2)
15
(3)
Aktivitas Makan-minum :
0 (0) = tidak mampu
5 (1) = membutuhkan bantuan (pemotong
makanan/lainnya)
10 (2) = bebas/independent



Aktivitas mandi :
0 (0) = ketergantungan
5 (1) = bebas/independent (atau dengan shower)


Aktivitas perawatan diri :
0 (0) = butuh bantuan
5 (1) = bebas/independent


Aktivitas berpakaian :
0 (0) = tidak mampu/ketergantungan
5 (1) = butuh bantuan tetapi dapat melakukan sekitar
tugas
10 (2) = bebas/independent


Aktivitas BAB :
0 (0) = inkontinensia (atau butuh suntikan pada usus)
5 (1) = kadang-kadang muncul tanpa terkontrol
10 (2) = kontinensia









Aktivitas BAK :
0 (0) = inkontinensia atau menggunakan kateter
5 (1) = kadang-kadang muncul tanpa terkontrol
10 (2) = kontinensia








Aktivitas penggunaan toilet :
0 (0) = tidak mampu/ketergantungan
5 (1) = butuh beberapa bantuan tetapi dapat melakukan
sesuatu
dengan sendiri
10 (2) = bebas/independent




Transfer (bed ke kursi dan sebaliknya) :
0 (0) = tidak mampu, tidak ada keseimbangan duduk
5 (1) = butuh bantuan yang besar (satu atau dua orang) tapi dapat
duduk
10 (2) = butuh bantuan kecil (verbal atau fisik)
15 (3) = bebas/independent






Mobilitas (diatas permukaan yang rata) :
0 (0) = immobile (tidak bergerak) atau bergerak < 50 yard
5 (1) = menggunakan kursi roda dengan bebas, bergerak < 50 yard
10 (2) = berjalan dengan bantuan pada satu orang (verbal atau fisik) >
50 yard
15 (3) = bebas/independent (tetapi masih menggunakan bantuan
seperti tongkat) > 50 yard


















Naik turun tangga :
0 (0) = tidak mampu/ketergantungan
5 (1) = butuh bantuan (verbal, fisik, bantuan lainnya)
10 (2) = bebas/independent


Total : 0 - 100 atau 0 20 30
KETERANGAN :
0 20 FULL DEPEND ON (TIDAK MAMPU )
20 61 WEIGHT DEPEND ON (DEPENDEST)
62 90 MODERATE DEPEND ON (BUTUH BANTUAN SEDANG )
91 99 LIGHT DEPEND ON (BUTUH BANTUAN SEDIKIT )
100 STAND ALONE (SELF DOING) (BISA MELAKUKAN SENDIRI)
HASIL : PASIEN MASIH MEMERLUKAN BANTUAN BESAR/
KETERGANTUNGAN

E. KOGNITIF ,INTRAPERSONAL DAN INTERPERSONAL
KOGNITIF : PASIEN MAMPU MENGETAHUI ORIENTASI WAKTU
DAN TEMPAT, MEMORY DAN PERHATIAN,
BAHASA BAIK, PASIEN MASIH DAPAT MENGIKUTI
INSTRUKSI TERAPIS DENGAN BAIK SAAT
LATIHAN.
INTRAPERSONAL : PASIEN MEMPUNYAI MOTIVASI UNTUK
SEMBUH.
INTERPERSONAL : PASIEN BERKOMUNIKASI DENGAN BAIK, BAIK
DENGAN KELUARGA MAUPUN FISIOTERAPIS.

3. DIAGNOSIS FISIOTERAPI
GANGGUAN FUNGSIONAL PADA EKSTREMITAS SISI SINISTRA AKIBAT
HEMIPARESE POST STROKE HS

4. PROBLEMATIK FT
KELEMAHAN OTOT
GANGGUAN KESEIMBANGAN
GANGGUAN KOORDINASI
GANGGUAN FUNGSIONAL



4. PROBLEMATIK FT
KELEMAHAN OTOT
GANGGUAN KESEIMBANGAN
GANGGUAN KOORDINASI
GANGGUAN FUNGSIONAL

SKALA ASWORTH

Grade Keterangan
0 Tidak ada peningkatan tonus otot
1 Ada peningkatan sedikit tonus otot, ditandai dengan
terasanya tahanan minimal pada skhir ROM pada waktu
sendi digerakan fleksi atau ekstensi
1+ Adanya peningkatan sedikit tonus otot , ditandai dengan
adanya pemberhentian gerakan pada pertengahan
ROM dan diikuti dengan adanya tahanan minimal
sepanjang sisa ROM
2 Peningkatan tonus otot lebih nyata sebagian besar ROM
, tapi sendi masih mudah digerakan
3 Peningkatan tonus otot lebih sangat nyata sepanjang
ROM , gerak pasif sulit dilakukan
4 Sendi atau ekstremitas kaku atau rigid pada gerakan
fleki atau ekstensi
B. PLANTAR FLEXION CLONUS
PEMERIKSAAN INI UNTUK MENILAI ADA TIDAKNYA CLONUS. PASIEN DUDUK DI MEJA
DENGAN KAKI MENGGANTUNG, KEMUDIAN GERAKAN DORSI FLEXI SECARA CEPAT PADA
ANKLE DENGAN MEMBERIKAN TEKANAN MELALUI TUMIT AKAN MENGURANGI CLONUS PADA
PLANTAR FLEXOR. NILAI YANG DIBERIKAN DENGAN SKALA 0-3.
BERIKUT INTEPRESTASI NILAI TERSEBUAT ;
0 = TIDAK CLONUS
1 = CLONUS KURANG DARI 5 KALI
2 = CLONUS LEBIH DARI 5 KALI
3 = CLONUS TERUS-MENERUS