Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN

LABORATORIUM KOMUNIKASI DATA






WAN DAN ROUTING STATIC, WAN DAN KABEL SERIAL

NAMA Pembuat Laporan : Eliska Puspita Sari
Nama Praktikan : 1. Eliska Puspita Sari
2. Muhammad Josilen
3. Nurul Fathia
4. Raesya Nugraha

KELAS/KELOMPOK : TT-5C / Kelompok 6


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI
POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
2014
WAN DAN ROUTING STATIC, WAN DAN KABEL SERIAL

I. Tujuan

- Membangun topologi jaringan
- Merancang dan men-assign IP address
- Menguji konektivitas jaringan
II. Dasar Teori
2.1. Wan dan Routing Static
Definisi Router
Router adalah sebuah device yang berfungsi untuk meneruskan paket-paket
dari sebuah network ke network yang lainnya (baik LAN ke LAN atau LAN ke
WAN) sehingga host-host yang ada pada sebuah network bisa berkomunikasi
dengan host-host yang ada pada network yang lain.

Mengkonfigurasi Router
Router tidak mempunyai layar monitor untuk berinteraksi dengan network
administrator, oleh karena itu, kita membutuhkan sebuah PC untuk men-setup
sebuah router. PC tersebut harus disambungkan ke router tersebut dengan salah
satu dari cara berikut:
a. melalui console port
b. melalui network

Routing
Router memerlukan sebuah proses agar router tahu bagaimana dan kemana
sebuah paket harus diteruskan. Proses ini disebut proses routing. Routing dapat
dikelompokkan menjadi 2 kelompok, yaitu:
1. Static Routing,
yaitu router meneruskan paket dari sebuah network ke network
yang lainnya berdasarkan rute (catatan: seperti rute pada bus kota)
yang ditentukan olehadministrator. Rute pada static routing tidak
berubah, kecuali jika diubah secara manual oleh administrator.
2. Dynamic Routing, yaitu router mempelajari sendiri Rute yang terbaik
yang akan ditempuhnya untuk meneruskan paket dari sebuah network
ke network lainnya.
Administrator tidak menentukan rute yang harus ditempuh oleh paket-paket
tersebut. Administrator hanya menentukan bagaimana cara router mempelajari
paket, dan kemudian router mempelajarinya sendiri. Rute pada dynamic routing
berubah, sesuai dengan pelajaran yang didapatkan oleh router.
Dasar Teori

Pada dasarnya, komunikasi terjadi antara dua komputer. Misalnya, Amir
berkomunikasi dengan Badu dalam satu jaringan, maka dapat diilustrasikan
seperti pada berikut :

Jika Amir dan Badu hendak berkomunikasi di jaringan yang lebih besar,
dan antara keduanya tidak berada pada jaringan sama, maka perlu penghubung
agar keduanya dapat saling berhubungan/berkomunikasi. Penghubung antara satu
jaringan dengan jaringan yang lain disebut sebagai router.
Komunikasi antar jaringan membutuhkan penghubung
(Router). Konsepnya, pengirim paket akan menguji tujuan dari paket apakah
tujuan IP berada pada jaringan lokal atau tidak. Jika tidak, pengirim paket akan
meminta bantuan ke router yang terhubung dengannya dan paket diberikan ke
router untuk diteruskan.
Router yang diberi paket pada prinsipnya juga bekerja seperti pengirim
paket tadi. Setiap router mengulangi cara yang sama sampai paket berada pada
router yang mempunyai koneksi local dengan penerima.
Router bertugas untuk menyampaikan paket data dari satu jaringan ke
jaringan lainnya, jaringan pengirim hanya tahu, bahwa tujuannya jauh dari router.
Dan routerlah yang mengatur mekanisme pengiriman selain itu router juga
memilih jalan terbaik untuk mencapai tujuan.
Diberikan ilustrasi sederhana dapat dilihat berikut :
Router bisa dibuat dari komputer biasa yang difungsikan sebagai router, jadi tidak
harus hardware khusus misalnya Cisco Router/Juniper Router.
Static Routing ( Routing Statis)
Static routing (Routing Statis) adalah sebuah router yang memiliki
tabel routing statik yang di setting secara manual oleh para administrator
jaringan. Routing static pengaturan routing paling sederhana yang dapat
dilakukan pada jaringan komputer. Menggunakan routing statik murni dalam
sebuah jaringan berarti mengisi setiap entri dalam forwarding table di setiap
router yang berada di jaringan tersebut.
Penggunaan routing statik dalam sebuah jaringan yang kecil tentu buk
anlah suatu
masalah, hanya beberapa entri yang perlu diisikan pada forwarding table di
setiap router. Namun Anda tentu dapat membayangkan bagaimana jika harus
melengkapi forwarding table di setiap router yang jumlahnya tidak sedikit
dalam jaringan yang besar.



Routing Static and Dynamic


Kekurangan dan kelebihan dari Routing Statis diantaranya sebagai berikut :




Routing static dengan menggunakan next hop cocok digunakan untuk
jaringan multi-access network atau point to multipoint sedangkan untuk jaringan
Dilihat dari Segi Kelebihan Kekurangan
Penggunaan Next
Hop
Dapat mencegah terjadinya
error dalam meneruskan
paket ke router tujuan apabila
router yang akan meneruskan
paket memiliki link yang
terhubung dengan banyak
router. Itu disebabkan karena
router telah mengetahui next
hop, yaitu IP Address router
tujuan.
static routing yang
menggunakan next hop akan
mengalami multiple lookup
atau lookup yg berulang.
lookup yg pertama yang akan
dilakukan adalah mencari
network tujuan,setelah itu
akan kembali melakukan
proses lookup untuk mencari
interface mana yang
digunakan untuk menjangkau
next hopnya.
Penggunaan exit
interface
Proses lookup hanya akan
terjadi satu kali saja ( single
lookup ) karena router akan
langsung meneruskan paket
ke network tujuan melalui
interface yang sesuai pada
routing table
Kemungkinan akan terjadi
eror keteka meneruskan
paket. jika link router
terhubung dengan banyak
router, maka router tidak bisa
memutuskan router mana
tujuanya karena tidak adanya
next hop pada tabel routing.
karena itulah, akan terjadi
eror
point to point, cocok dengan menggunakan exit interface dalam mengkonfigurasi
static route.
Recursive route lookup adalah proses yang terjadi pada routing tabel
untuk menentukan exit interface mana yang akan digunakan ketika akan
meneruskan paket ke tujuannya.
Dynamic Routing (Routing Dinamis)

Dynamic Routing (Router Dinamis) adalah sebuah router yang memiliki dan
membuat tabel routing secara otomatis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan
dan juga dengan saling berhubungan antara router lainnya. Protokol routing
mengatur router-router sehingga dapat berkomunikasi satu dengan yang lain dan
saling memberikan informasi satu dengan yang lain dan saling memberikan
informasi routing yang dapat mengubah isi forwarding table, tergantung keadaan
jaringannya. Dengan cara ini, router-router mengetahui keadaan jaringan yang
terakhir dan mampu meneruskan data ke arah yang benar. Dengan kata
lain, routing dinamik adalah proses pengisian data routing di table routing
secara otomatis.

Dynamic router mempelajari sendiri Rute yang terbaik yang akan
ditempuhnya untuk meneruskan paket dari sebuah network ke network lainnya.
Administrator tidak menentukan rute yang harus ditempuh oleh paket-paket
tersebut. Administrator hanya menentukan bagaimana cara router mempelajari
paket, dan kemudian router mempelajarinya sendiri. Rute pada dynamic routing
berubah, sesuai dengan pelajaran yang didapatkan oleh router.





Apabila jaringan memiliki lebih dari satu kemungkinan rute untuk tujuan
yang sama maka perlu digunakan dynamic routing. Sebuah dynamic routing
dibangun berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh protokol routing.
Protokol ini didesain untuk mendistribusikan informasi yang secara dinamis
mengikuti perubahan kondisi jaringan. Protokol routing mengatasi situasi routing
yang kompleks secara cepat dan akurat. Protokol routng didesain tidak hanya
untuk mengubah ke rute backup bila rute utama tidak berhasil, namun juga
didesain untuk menentukan rute mana yang terbaik untuk mencapai tujuan
tersebut.
Pengisian dan pemeliharaan tabel routing tidak dilakukan secara manual
oleh admin. Router saling bertukar informasi routing agar dapat mengetahui
alamat tujuan dan menerima tabel routing. Pemeliharaan jalur dilakukan
berdasarkan pada jarak terpendek antara device pengirim dan device tujuan.
Macam-Macam dari Routing Dinamis (Dynamic Router) adalah
RIP (Routing Information Protocol)
IGRP (Internal Gateway Routing Protokol)
OSPF (Open Shortest Path First)
EIGRP (Enhanced Internal Gateway Routing Protokol
BGP (Border Gateway Protokol)

Berikut ini tabel perbedaan yang spesifik untuk kedua jenis routing:


Routing Statik Routing Dinamik
Berfungsi pada protocol IP Berfungsi pada inter-routing protocol
Router tidak dapat membagi
informasi routing
Router membagi informasi routing
secara otomatis
Routing table dibuat dan dihapus
secara manual
Routing table dibuat dan dihapus
secara otomatis
Tidak menggunakan routig protocol Terdapat routing protocol, seperti RIP
atau OSPF
Microsoft mendukung multihomed
system seperti router
Microsoft mendukung RIP untuk IP
dan IPX/SPX

2.2 WAN DAN KABEL SERIAL
Koneksi fisik dan protocol WAN yang dipakai bisa menentukan perbedaan
pada saat sebuah pesan dikirim dan menjelajah melewati WAN cloud dari satu
titik ke titik lainnya dari data asal ke tujuannya.
Biasanya penyedia layanan WAN akan mendikte jenis koneksi WAN yang
bisa dipakai karena ini menyangkut jenis interface fisik yang dipakai untuk
menghubungkan ke router. Tentunya ada banyak jenis koneksi WAN yang
ditawarkan oleh operator layanan cloud seperti Telkom Indonesia.
Diagram dibawah ini adalah struktur koneksi WAN yang umum dipakai mulai
dari rumah pelanggan sampai central office dan cloud.


Keterangan gambar
DTE
DTE adalah Data Terminal Equipment yang berada pada sisi koneksi link WAN yang
mengirim dan menerima data yang pada umumnya ada di rumah pelanggan dan sebagai
tanda titik masuk yang membedakan antara jaringan WAN dan LAN. DTE ini biasanya
berupa Router, akan tetapi computer dan multiplexer juga bisa bertindak sebagai DTE.
Secara luas, DTE adalah semua equipment yang berada pada sisi tempat si pelanggan
yang berkomunikasi dengan DCE pada sisi yang lain.
Demark
Demarc adalah titik demarkasi dimana perkabelan dari perusahaan telepon
terhubung ke perkabelan di sisi rumah pelanggan. Umumnya pelanggan
bertanggung jawab penuh terhadap semua equipment disisi demark dan fihak
Telkom bertanggung jawab semua equipment disisi lain dari demark.
Local loop
Adalah perpanjangan kabel dari rumah ke kantor central telephone.
Kantor pusat (CO)
CO adalah fasilitas switching dan juga memberikan entry WAN cloud dan juga
exit points untuk panggilan masuk dan keluar, dan juga bertindak sebagai
switching point untuk meneruskan data ke CO lainnya. CO juga memberikan
layanan seperti switching sinyal telpon masuk menuju trunk line. CO juga
berfungsi memberikan catu daya DC ke local loop untuk membentuk circuit
electric.
DCE
DCE adalah peralatan data circuit terminating yang berkomunikasi dengan DTE
dan juga WAN cloud. DCE pada umumnya berupa router disisi penyedia jasa
yang merelay data pesan antara customer dan WAN cloud. DCE adalah piranti
yang mensuplay sinyal clocking ke DTE. Suatu modem atau CSU/DSU disisi
pelanggan sering diklasifikasikan sebagai DCE. DCE bisa serupa DTE seperti
router akan tetapi masing-2 mempunyai perannya sendiri.
PSE
PSE adalah packet switching exchange, suatu switch pada jaringan pembawa
packet-switched. PSE merupakan titik perantara pada cloud.
WAN cloud
Cloud adalah hirarkhi dari trunk, switch, dan central office yang membentuk
jaringan sambungan telpon. Kenapa di presentasikan dengan Cloud karena
struktur fisik bermacam-2 dan jaringan-2 dengan titik koneksi bersama bisa saling
timpang tindih.
Kebutuhan standard koneksi WAN
Setiap korporasi mempunyai standard yang diseragamkan kepada seluruh
jaringan bisnis unitnya. Koneksi WAN yang direkomendasikan adalah sebagai
berikut.
1. Gunakan kabel serial V35 untuk layanan WAN yang menggunakan koneksi
serial.
2. Untuk koneksi ISDN, gunakan kabel UTP yang berbeda warna untuk
membedakan mana koneksi WAN dan mana koneksi jaringan LAN agar tidak
sampai ketuker karena bisa berbahaya yang berakibat kerusakan jika salah.
3. Untuk koneksi WAN ISDN, terminal adapter (TA) haruslah dihindari;
sebaiknya gunakan router ISDN asli.
4. Semua perkabelan haruslah di dokumentasikan dan diberi label dengan jelas.
Jenis koneksi WAN
Ada tiga macam kategori yang membedakan koneksi WAN yang ada secara
umum dipasaran
1. Point-to-point atau leased line (serial synchronous) seperti T1, T3
2. Jaringan circuit-switched (asynchronous serial) seperti ISDN
3. Jaringan Packet-switched (synchronous serial) seperti frame relay, x.25
Koneksi khusus atau leased line
Leased line adalah koneksi sambungan permanen point-to-point antara dua piranti
yang mempunyai karakteristic berikut ini:
1. Sambungan khusus point-to-point serial synchronous
2. Koneksi permanen, seperti T1, T3
3. Ketersediannya sangat tinggi
4. Line sambungan biasanya disewa dari penyedia layanan WAN atau Telkom
5. Leased line lebih mahal dibanding solusi WAN lainnya karena bersifat khusus
untuk dipakai sendiri
6. Menggunakan koneksi terpisah di masing-2 titik

Koneksi WAN Point to Point
Kapan seharusnya memakai jenis sambungan leased line jenis ini?
1. Jika jaringan kita mempunyai trafik yang sangat tinggi melalui jaringan WAN
2. Jika memerlukan sambungan khusus secara berkesinambungan antar site
3. Hanya mempunyai beberapa interkoneksi site saja
Silahkan baca PPP Protocol untuk memahami jenis koneksi WAN ini.
Jaringan circuit-switched
Jenis koneksi jaringan circuit-switched memberikan alternative dari sambungan
leased line, memungkinkan kita menggunakan sambungan secara bersama (share
line). Koneksi WAN jenis ini bekerja dua arah, koneksi WAN dial-in dan dial-
out. Saat kita memakai koneksi WAN circuit-switched, maka:
1. Komputer pengirim melakukan panggilan atau dials-in ke sambungan sehingga
sampai terbentuk koneksi
2. Komputer penerima mengirim pemberitahuan dan mengunci sambungan
3. Komputer pengirim mentransmisikan data melalui koneksi yang sudah terbentuk
ini
4. Setelah transmisi selesai, koneksi dilepas agar user yang lain bisa memakai jalur
yang sama ini

Koneksi WAN Circuit Switched
Jaringan cisrcuit switched menggunakan switch virtual circuit (SVC). Suatu jalur
khusus transmisi data yang terbentuk sebelum komunikasi dimulai dengan cara
melepas switch electric. Jalur ini akan tetap terbentuk sampai komunikasi
berakhir.













III. Diagram Rangkaian
3.1 Rangkaian WAN dan Routing Static

3.2 Rangkaian WAN dan Kabel serial

IV. Alat dan Bahan yang digunakan
- PC
- Software CISCO packet tracer




V. Langkah Kerja
5.2 WAN dan Routing Static
1. Membuat topologi jaringan seperti diagram rangkaian 1
- Gunakan Place Note tool dan beri keterangan
- Assign IP address dan subnet mask AP
2. Mengganti IP address menjadi 10.0.50.1 , subnet mask 255.0.0.0
3. Menyimpan konfigurasi yang telah kita lakukan, geser vertikal ruler bar ke
bawah, klik save setting
4. Menguji konektivitas
- Mencoba uji konektivitas dari PC-A ke PC-B
- Mencoba konfigurasi router AP lewat IP client
5. Mengkonfigurasi komponen
- Men-setting Routing di Router-A dengan mengubah Config Static
- Network : 172.31.0.0
- Subnet Mask : 255.255.0.0
- Next Hop : 192.168.50.2
6. Menyimpan file packet tracer

5.3 WAN dan Kabel Serial
1. Membangun topologi seperti pada diagram rangkaian 2
2. Menginstalasi modul serial di Router 0 dan Router 1
- Menggunakan place note tool dan beri keterangan
- assign IP address dan subnet master server (IP address private kelas B)
3. Menghubungkan komponen
4. Memilih kabel Serial DCE
5. Assign IP address, Subnet Mask, dan Gateway di setiap PC
6. Menguji konektivitas
- Mencoba uji konektivitas dari PC-A ke server
- mencoba browsing alamat situs tersebut di wi-fi client
5. Menyimpan file packet tracer














VI. Hasil Pengamatan dan Analisa
a. WAN dan Routing Static



Gambar 6.1.1 Replay Koneksi PC-B


Gambar 6.1.1 Replay Koneksi PC-A



6.2 WAN dan Kabel Serial



Gambar 6.2.1 Tes Koneksi dari PC A ke PC-B




VII. Kesimpulan
- Pada suatu Jaringan, untuk menghubungkan kelas IP gagal di alamat
192.168.50.2. berarti Router-B tidak bias mengembalikan packet ping (protocol
ICMP) ke alamat asal : 10.0.50.1, dengan alas an Router B tidak tau.
- Router A harus diberitahu bahwa ada network lain, yaitu network B Router B
diberitahu juga bahwa ada network lain yaitu Network A.
- Port-port yang terhubung langsung dengan tangan-tangan router mampu
memberitahu adanya keberadaan Network lain.
- Pada WAN Kabel Serial tidak semua Port Status pada Router perlu di On-kan,
tergantung yang mana yang digunakan.
- Untuk menghindar kesalahan yang tidak perlu terjadi saat assign IP address, pada
saat assign IP akan lebih baik topologi di workspace diperlihatkan sebagai latar
belakang dari widow yang aktif.




Daftar Pustaka
http://achmadfirdausnursodikin.blogspot.com/2013/02/teori-dasar-wifi-prinsip-
dasar-dari.html
http://www.robbiesfamily.net/2007/03/teori-intranet-1-apa-itu-intranet.html
http://www.scribd.com/doc/67040443/SETTING-ACCESS-POINT-AP