P. 1
RTRWNet

RTRWNet

|Views: 1,862|Likes:
Dipublikasikan oleh adepri2
membuat rt rw net
membuat rt rw net

More info:

Published by: adepri2 on Dec 23, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/13/2013

pdf

text

original

Membuat Akses Internet Murah dengan RT/RW Net

Tuesday, November 11, 2008 oleh Oeoes · Labels: Komputer View blog reactions Konsep RT/RW net ini diperkenalkan oleh pakar internet Indonesia yg cukup diakui kiprahnya di dunia internasional, yaitu DR. Onno W Purbo yang biasa disebut Kang Onno. Visi Jaringan RT/RW Net adalah memberikan kesempatan kepada masyarakat luas untuk mendapatkan akses Internet yang mudah dan murah dengan cara swadaya. Secara teknologi RT/RW-net sangat mirip dengan WARNET. Secara kasat mata, WARNET menyambungkan sekumpulan komputer dalam sebuah ruangan/bangunan untuk di sewakan. RT/RW-net menyambungkan sekumpulan komputer yang tersebar dalam sebuah linkungan RT atau RW. RT/RW net sendiri ada dua macam yaitu menggunakan kabel (wired) dan tanpa kabel (wireless). Artikel ini akan membahas cara membuat RT/RW net tanpa menggunakan kabel (Wireless) Teknologi wireless yang digunakan pada RT/RW net ini adalah teknologi WiFi atau wireless fidelity yg bekerja pada gelombang 2,4MHz. Bandwidth internet dari server/hotspot disalurkan dengan menggunakan gelombang wifi ke tetangga-tetangga. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menggalang tetangga untuk ikut membangun RT-RW-Net, dengan tujuan untuk ikut bergotong royong menanggung biaya. Langkah kedua adalah menentukan penyedia koneksi Internet atau ISP. Pilihan paling masuk akal saat ini adalah menggunakan Speedy milik PT Telkom, karena jaringannya relatif merata tersebar ke seluruh kota di Indonesia. Langkah berikutnya adalah mempersiapkan peralatan untuk akses point hotspot. semisal komputer dan Antena hotspot. baik antena sektoral maupun antena omni . Untuk keperluan antena ini saya menyarankan untuk memakai produksi antarlangit, karena terbukti produk mereka berkualitas sangat bagus, sinyal wifi yg dibroadcast (dipancarkan) sangat kuat. Untuk antenna Hotspot bisa diakses laptop hingga jarak 700 meter lebih. Sedangkan untuk aplikasi akses point bisa diakses klien hingga jarak 6 km lebih. Build quality dari produk antarlangit ini sangat baik, tidak kalah dengan produk impor yang berharga jauh lebih mahal. mereka juga sanggup untuk mengirim produkproduk mereka ke seluruh Indonesia bahkan ke luar negeri, sehingga sangat memudahkan kita, anda bisa mengecek harga dan detail produk di website antarlangit, http://antarlangit.com Yang harus dipersiapkan berikutnya berikutnya adalah alat untuk nembak hotspot sebagai penerima sinyal di rumah2 tetangga. untuk alat ini saya juga merekomendasikan produk antarlangit, yaitu USB Adapter 25dBm + 5dBi Antenna. produk berinterface USB ini memiliki power hingga 25dBm (500mW) ditambah dengan antena 5dBi setara dengan 1000mW sehingga signal hotspot yang diterima akan semakin kuat. sama halnya dengan antena, alat penerima sinyal buatan anak negri ini berkualitas baik, tidak kalah dengan buatan luar negeri yang sudah ada di pasaran terlebih dahulu. Langkah berikunya adalah instalasi. Proses instalasi ini bisa dilakukan dengan mudah,

Semua produk yang dibeli dari antarlangit dilengkapi denga buku petunjuk penggunaan. bila merasa kesulitan, Teknisi Support mereka akan selalu siap membantu. Selamat

ANGGARAN MEMBUAT RT RW NET SEDERHANA
Posted on Agustus 23, 2008 by primakatung Tulisan ini hanya sekedar berbagi pengalaman tentang pembuatan RT RW net sederhana. walaupun sangat sederhana namun dapat beroperasi dengan baik tanpa kendala yang berarti. wireless yang digunakan hanya sebuah perangkat indoor yang dimodifikasi agar dapat digunakan secara outdoor. adapun daftar peralatan yang digunakan : 1. aksespoint indoor merk levelone wap0006 1 bh harga kisaran 700rb 2. antena onmi directional 15 dBi 1 bh harga kisaran 600rb 3. pigtail 1 bh harga kisaran 100rb 4. pentium II bekas untuk mikrotik router 5. Kabel UTP Cat5 secukupnya 6. Kabel listrik untuk arus listrik DC wireless secukupnya (atau abaikan kabel ini dengan cara memanfaatkan kabel UTP pin ke 6 & 7 untuk dialiri daya 12Volt) 7. Power supply (bekas pentium I) 8. box anti air harga kisaran 200rb 9. Pipa besi sebagai tower power supply digunakan sebagai pengganti adaptor bawaan wireless agar supply api yang dikirim ke tower tetap stabil. gunakan kabel warna hitam(-) dan kuning(+) untuk mengambil daya 12Volt dari power supply bekas pentium I. dengan asumsi bahwa kita telah memiliki bandwidth, maka dengan biaya sekitar 2 jt rupiah kita sudah dapat mendirikan RT RT net sederhana.

Membangun RT/RW-Net
Author: admin 1 Jun

Apa itu RT/RW-Net ?
Membangun RT/RW Net adalah suatu konsep dimana beberapa komputer dalam suatu perumahan atau blok dapat saling berhubungan dan dapat berbagi data serta informasi. Konsep lain dari RT/RW Net adalah memberdayakan pemakain internet dimana fasilitas internet tersedia selama 24 jam sehari selama sebulan dimana biaya yang akan dikeluarkan akan murah karena semua biaya pembangunan infrastruktur, operasional dan biaya langganan akan ditanggung bersama. Konsep RT-RW-Net sebetulnya sama dengan konsep Warnet, pemilik warnet akan membeli atau menyewa pulsa atau bandwith dari penyedia internet / ISP (Internet Service Provider) misalkan Telkom, Indosat atau Indonet, lalu dijual kembali ke pelanggan yang datang menyewa komputer untuk bermain internet baik untuk membuka Email, Chating, Browsing, Main Game dll. Apakah RT/RW Net ini Murah ? Jawabanya adalah iya. Mari kita
ambil contoh dengan menyewa komputer di Warnet dengan Rp.3.500 /jam. Asumsikan kita menyewa selama 4 jam perhari maka biaya yang akan dikeluarkan selama sebulan adalah Rp. 420.000. Bandingkan dengan RT/RW net ini dengan asumsi kita berlangganan Speedy untuk besaran bandwith 384Kb yang harganya Rp. 750.000 perbulan. Maka jika jumlah warga yang bergabung misalkan 10 orang maka sebulan warga hanya akan membayar kurang lebih 75.000. Biaya tersebut termasuk sangat murah karena pelanggan akan bebas menggunakan internet selama 24 jam sehari selama sebulan penuh.

Pengertian RT/RW-Net
RT/RW-Net adalah jaringan komputer swadaya masyarakat dalam ruang lingkup RT/RW melalui media kabel atau Wireless 2.4 Ghz dan Hotspot sebagai sarana komunikasi rakyat yang bebas dari undang-undang dan birokrasi pemerintah. Pemanfaatan RT/RW Net ini dapat dikembangkan sebagai forum komunikasi online yang efektif bagi warga untuk saling bertukar informasi, mengemukakan pendapat, melakukan polling ataupun pemilihan ketua RT/RW dan lain-lain yang bebas tanpa dibatasi waktu dan jarak melalui media e-Mail/Chatting/Web portal, disamping fungsi koneksi internet yang menjadi fasilitas utama. Bahkan fasilitas tersebut dapat dikembangkan hingga menjadi media telepon gratis dengan teknologi VoIP

Tujuan membangun RT/RW-Net
- Turut serta dalam pengembangan internet murah di masyarakat. - Membangun komunitas yang sadar akan kehadiran teknologi informasi dan internet. - Sharing informasi dilingkungan RT/RW sehingga masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan disekitarnya. - Mempromosikan setiap kegiatan masyarakat RT/RW ke Internet sehingga komunitas tersebut dapat lebih di kenal dan bisa dijadikan sarana untuk melakukan bisnis internet. Tujuan lain dari RT/RW Net ini adalah membuat semacam Intranet yang berisi berbagai macam informasi tentang kegiatan yang ada di lingkungan sekitar. Dengan tersambungnya rumah-rumah ke jaringan Internet secara terus-menerus dan tidak terputus, maka bisnis internet diharapkan akan semakin marak termasuk pemanfaatan

internet untuk pembayaran tagihan telpon, listrik, pengecekan Saldo Bank , pemesanan tiket Pesawat dll.

Berapa investasi yang dibutuhkan ?
Untuk pendirian RT/RW Net ini, ada 2 biaya yang akan dikeluarkan yakni biaya investasi awal dan biaya iuran perbulan. Biaya investasi awal adalah biaya yang hanya dikeluarkan sekali yakni biaya untuk pembangunan infrastrukur. Sedangkan biaya iuran bulanan dan biaya operator adalah biaya yang akan dikeluarkan setiap bulan untuk membayar ke penyedia internet dimana besaranya akan tergantung dari besar bandwith atau kapasitas saluran yang akan disewa. Besaran biaya untuk iuran bulanan ini juga tergantung dari banyaknya pelanggan yang tergabung. Untuk koneksi Internet direncakan akan menggunakan jasa layanan Telkom yakni Speedy walau terkadang agak lambat untuk jam – jam tertentu. Yang termasuk biaya investasi awal adalah biaya untuk pembuatan Netwotk (jaraingan) antar RT/RW dan biaya penyediaan perlengkapan untuk pemakai/warga yang ingin bergabung. Yang termasuk biaya yang akan dikeluarkan oleh calon pelanggan untuk pemenuhan perlengkapan adalah pembelian Komputer/Notebook, Wireless Card dan Antena Penerima Untuk memulai proyek RT/RW Net harus ada tempat yang akan dijadikan sebagai Central (server) RT/RW-Net yakni tempat untuk mengelola system jaringan atau tempat akan diletakanya server perangkat modem, Billing Server, Access Point dan Switch dan juga sebagai tempat untuk mendistribusikan koneksi internet keseluruh pelanggan /rumah setiap anggota.

Untuk mendistribusikan koneksi internet keseluruh pelanggan maka ada dua cara yang umunya ditempuh yakni dengan menggunakan sistem kabel (UTP) dan sistem Wireless (Gelombang Radio). Dengan berbagai pertimbangan termasuk letak rumah para pelanggan yang tersebar maka sistem kabel tidak akan efisien jika harus menarik satu kabel kesetiap pelanggan/rumah karena jarak serta kontur tanah yang tidak rata. Dengan pertimbangan efesiensi dan efektifitas termasuk kemudahan maintenance maka kami usulkan untuk menggunakan system Wireless ketika akan mendistribusikan koneksi internet kesetiap rumah termasuk pembentukan sistem jaringan komputer atau Local Area Network (LAN).

Peralatan yang dibutuhkan (Calon Pelanggan)
Setiap warga yang ingin bergabung dalam komunitas RT/RW net ini maka peralatan yang dibutuhkan adalah : - PC Desktop/Notebook - Kartu Wireless ( untuk komputer/Notebook yang belum memilki Card Wireless/WiFi) - Antena Yagi atau Wajan Bolik Semua biaya untuk perlengkapan adalah biaya yang dibutuhkan oleh warga jika ingin bergabung dengan RT/RW. Jenis PC yang cocok buat warga, tipe wirless card yang bagus dan berkualitas serta jenis antena penerima yang akan dipasang disetiap rumah.

Estimasi Biaya Pembangunan RT/RW-Net (Hardware & Tower/Antena)
Tempat yang menjadi server akan dibangun sebuah tower/antena dengan ketinggian sekitar 25 meter sehingga bisa menjangkau seluruh rumah di Blok A termasuk rumah yang ada di Blok D. Dari tower ini akan dipasang sebuah antena dan Access Point sehingga frekuensi radio atau sinyal dapat ditangkap oleh semua pelanggan. perkiraan kebutuhan dana untuk memenuhi kebutuhan pendirian RT/RW-Net adalah sbb : style=”text-align: center; font-weight: style=”text-align: center; bold; font-family: Arial;”> font-weight: bold; fontJenis family: Arial;”>Harga Peralatan PC 2.500.000,Server (OS Linux)

Keterangan

style=”font-size: 9pt; font-family: Arial;”>Pentium IV Dual Core, 512MB DDR2, 80GB HDD SATA, 52x CD-ROM, VGA Integrated 128MB (shared), Audio, NIC onboard, 15 inch

CRT Monitor
href=”http://www.billinghotspot.com” target=”_blank”>Billing WiFi (RT/RW-Net) href=”http://www.mikrotik.com” target=”_blank”>RouterBoard RB 133 Power Over Ethernet (PPOE) Outdoor Box TI-BOX Adaptor 20 V 4.5 A Antenna Rubberduct 9 DB MiniPCI WLM 54G P23 + PIGTAIL Switch Hub Connector RJ45 Konstruksi Antenna + Kabel Grounding +/- 35m

2.000.000,-

1.100.000,-Level 4 100.000,135.000,-15×25x10 125.000,125.000,375.000,120.000,-Port
5

OS

10/100 1 70.000,-Box

Triangle 5 stick, 25 Meter (biasanya 9.500.000,-sudah termasuk biaya pemasangan dan Intalasi)

style=”font-size: 10pt; fontfamily: Arial;”>Total Biaya Keseluruhan

16.150.000,-

Dari tabel diatas maka biaya untuk pembangunan RT/RW-Net adalah Rp. 16.150.000,Biaya tersebut adalah biaya yang akan ditanggung bersama oleh warga yang ingin bergabung dengan RT/RW Net. Semakin banyak warga yang bergabung maka semakin murah biaya yang akan dikeluarkan untuk pembangunan ini

RT/RW-Net : Membuat Internet Jadi Murah
Author: admin 23 May

Keunggulan teknik jaringan komputer adalah kemampuannya untuk men-share akses Internet dengan tetangga maupun sekitar-nya. Konsekuensi dari menshare akses Internet ke tetangga ini adalah biaya akses menjadi murah. Bayangkan akses Unlimited (tanpa batas) TelkomNet ADSL Speedy yang harganya sekitar Rp. 800ribu-an / bulan, jika kita

bagi ke 20 tetangga, maka sebetulnya per rumah hanya membutuhkan biaya sekitar Rp. 100.000 / bulan untuk mengakses Internet 24 jam tentunya pada kecepatan 128K/1,2M yang di share oleh 20 tetangga. Selama tetangga kita bukan sebuah WARNET, maka sebetulnya aktifitas penggunaan Internet yang di share tersebut tidak terlalu membebani jaringan. Pengalaman saya mengoperasi Internet 24 jam di rumah yang di share dengan tetangga tidaklah terlalu membebani jaringan Internet karena akses Internet paling hanya di gunakan untuk membaca e-mail terutama pada sore hari hingga malam pada saat orang pulang dari kerja. WARNET akan merupakan momok di sebuah RT/RW-net karena trafic Internet sebuah WARNET sangat padat karena orang yang datang ke WARNET akan betul-betul memanfaatkan akses Internet yang dia beli di WARNET. Jadi tidak terlalu di sarankan untuk menshare akses Internet di sebuah RT/RW-net dengan sebuah WARNET karena traffic-nya akan habis di makan oleh WARNET. Disini kita akan bahas secara singkat beberapa alternatif konfigurasi jaringan RT/RW-net yang sering digunakan. Teknik share akses untuk RT/RW-net sebetulnya sama dengan teknik share akses yang digunakan di WARNET-WARNET. Bahkan jika kita perhatikan beberapa router ADSL, sebetulnya internal router ADSL tersebut telah di siapkan untuk melakukan share akses Internet untuk Small Office Home Office. Kebanyakan dari kami di lapangan menggunakan Mikrotik sebagai sistem operasi router untuk share akses Internet di sebuah RT/RW-net karena disamping harga yang relatif murah juga banyak fasilitas tambahan yang dapat kita kembangkan dari sebuah mesin router tersebeut seperti VPN, VOIP, Tunneling, dll Alternatif paling sederhana dan paling murah untuk menyambungkan rumah-rumah tetangga kita adalah menggunakan sambungan UTP LAN. Paling menguntungkan jika kita dapat bekerja sama dengan sebuah kompleks perumahan / real estate. Agar kabel UTP aman dari gangguan cuaca, teknik yang paling mudah adalah dengan memasukan kabel UTP tersebut kedalam pipa pralon dan menyalurkannya di badan got / goronggorong di sebuah kompleks perumahan. Jarak tempuh kabel UTP terbatas sekitar 100 meter saja, oleh karena-nya setiap 100 meter harus di pasang hub yang juga berfungsi sebagai repeater kabel jaringan. Alternatif lain yang dapat digunakan di sebuah RT/RW-net adalah dengan membangun sebuah Access Point 2.4GHz dan men-share akses Internet unlimited tersebut dengan tetangga dalam jarak 1-3 km dari rumah kita. Ketinggian tower sekitar 5 meter di atas atap lebih dari cukup keperluan mencakup 1-3 km. Teknik memberikan akses Internet menggunakan peralatan 2.4 GHz

Pertanyaan yang akan menjadi momok bagi para penyelenggara RT/RW-net adalah masalah ijin dari RT/RW-net. Jawaban singkat-nya – peraturan di Indonesia belum tahu apa itu RT/RW-net, bahkan WARNET-pun belum ada perangkat hukumnya. Kalau kita mengacu pada UU 36/1999 akan lebih parah lagi. Di UU 36/1999 tidak ada sama sekali di bahas tentang Internet. Tapi mengacu pada KEPMEN 21/2001 tentang jasa telekomunikasi pasal 46 (1), dan pasal 47 (2), akan terbaca jelas bahwa Small Office Home Office (SOHO) tidak memerlukan ijin dari regulator / POSTEL. Hanya saja di situ tidak di bahas sama sekali kalau jaringan tersebut merupakan jaringan dari Small Office Home Office (SOHO-Net) atau RT/RW-net. Beberapa Peralatan WiFi Untuk RT/RW-Net beberapa peralatan yang perlu di siapkan untuk membangun jaringan RT/RW-net menggunakan WiFi (Wireless LAN). Pada dasarnya kita membutuhkan beberapa peralatan, sbb : - Sebuah PC yang akan difungsikan sebagai router / gateway. - Card Wireless LAN (WiFi) - Kabel coax - Antenna luar - Swicth Hub untuk LAN Sistem operasi apa yang akan digunakan pada PC yang bertindak sebagai router / gateway biasanya menggunakan system operasi Linux, terutama Linux Mandrake/Mandriva karena sangat mudah digunakan dan di install. Perlu di catat bahwa tidak semua card Wireless LAN (WiFi) dapat digunakan untuk komunikasi jarak jauh diluar ruangan (outdoor). Bahkan sebetulnya, semua vendor wireless LAN awalnya memang merancang card WiFi tersebut untuk aplikasi dalam ruangan (indoor). Untungnya ada beberapa tipe & versi card wireless LAN (WiFi) yang dapat digunakan untuk keperluan komunikasi jarak jauh, biasanya card jenis ini di rancang untuk di sambungkan ke antenna luar. Tampak pada gambar adalah contoh sebuah PCI Wireless LAN card. Card ini mempunyai konektor SMA untuk di sambungkan ke antenna luar.

Salah satu card favorit di awal operasi peralatan WiFi adalah jenis card WLAN PCMCIA atau yang kompatibel-nya. Driver maupun berbagai aplikasi untuk card jenis ini sangat banyak & cukup mudah di peroleh. Karena jenis card ini merupakan PCMCIA, maka dibutuhkan adapter PCI jika ingin digunakan di komputer desktop PC biasa. Salah satu kesulitan utama untuk menggunakan jenis card WLAN atau kompatibel-nya adalah menyambungkan ke antenna external. Jika kita perhatikan baik-baik di ujung card tersebut adalah sebuah lubang kecil untuk di sambungkan ke antenna luar. Sialnya, konektor sekecil itu cukup menyulitkan untuk seorang teknisi biasa untuk membuatnya. Tentunya kita dapat membelinya seharga US$50-70 / buah.

Dalam mengimplementasikan jaringan wireless LAN. Total biaya dapat di tekan menjadi rendah jika kita menggunakan USB Wireless LAN daripada card PCI atau PCMCIA. Yang perlu kita sediakan adalah kabel USB yang cukup panjang yang dibuat tahan terhadap cuaca. Untuk membuat sinyal dari card USB menjadi jauh, biasanya di pasangkan reflector dari antenna parabola di muka card USB tersebut. Mungkin antenna parabola kecil bekas

kabel TV, seperti IndoVision, cukup & lumayan untuk digunakan sebagai reflector untuk jarak beberapa kilometer.

Rt-Rw Net Rt-Rw Net merupakan Bisnis Internet BroadBand yang Trend saat ini. Bagi Anda yang ingin membangun dan memiliki Bisnis Rt-Rw Net, disini kami menawarkan Jasa Instalasi, Pengadaan, dan Setup Rt-Rw Net dengan Harga yang terjangkau. Rt-Rw Net juga Solusi Bisnis bagi Warnet untuk meningkatkan dan melipatgandakan Penghasilan dari Bisnis Warnet Anda, dengan cara mensharing Internet warnet untuk bisa diakses oleh Penduduk sekitar hingga 8 Km. Berikut Rincian Pembangunan Bisnis Rt Rw Net Anda.

PAKET A
Hingga Jangkauan 14 Km 200 Client NO NAMA PERANGKAT AKTIF HARGA Rp. 2.700.000 Rp. 3.850.000

1 Antenna Sectoral Array 20 dBi 120° (3 Pcs) 2 WLAN Mikrotik RB433 28 dBm (600 mW) (3 mini Pcs) Box OutDoor, Bracket, POE (Power Over Ethernet). Bandwidth Management. 3 Pigtail Nmale To Nmale 120 cm (3 Pcs) 4 Kabel UTP/STP 30 m + RJ-45

Rp. 360.000 Rp. 150.000

5 Penyangga antenna to tower (3 Pcs) 6 Biaya Installasi dan Setup

Rp. 600.000 Rp. 3.500.000 Rp. 11.160.000

TOTAL BIAYA

NO

PERANGKAT PENDUKUNG

HARGA Rp. 1.050.000 Rp. 5.000.000

1 Altelicon Surge Arrester (3 Pcs) 2 Proxy Server, dengan Spec: Dell P4, RAM 512, Harddisk 80 GB

Keterangan: - Perangkat Pendukung tidak harus digunakan - Biaya di atas belum termasuk ongkos kirim, biaya akomodasi dan Penginapan

PAKET B
Hingga Jangkauan 14 Km 200 Client NO NAMA PERANGKAT AKTIF HARGA Rp. 2.250.000 Rp. 3.850.000

1 Antenna Sectoral Waveguide 19 dBi 120° (3 Pcs) 2 WLAN Mikrotik RB433 28 dBm (600 mW) (3 mini Pcs) Box OutDoor, Bracket, POE (Power Over Ethernet). Bandwidth Management. 3 Pigtail Nmale To Nmale 120 cm (3 Pcs) 4 Kabel UTP/STP 30 m + RJ-45 5 Penyangga antenna to tower (3 Pcs) 6 Biaya Installasi dan Setup

Rp. 360.000 Rp. 150.000 Rp. 600.000 Rp. 3.500.000 Rp. 10.710.000

TOTAL BIAYA

NO

PERANGKAT PENDUKUNG

HARGA Rp. 1.050.000 Rp. 5.000.000

1 Altelicon Surge Arrester (3 Pcs) 2 Proxy Server, dengan Spec: Dell P4, RAM 512, Harddisk 80 GB

Keterangan: - Perangkat Pendukung tidak harus digunakan - Biaya di atas belum termasuk ongkos kirim, biaya akomodasi dan Penginapan

PAKET C
Hingga Jangkauan 8 Km 40 Client NO NAMA PERANGKAT AKTIF HARGA Rp. 1.500.000 Rp. 3.300.000

1 Antenna Sectoral Waveguide 19 dBi 180° (2 Pcs) 2 WLAN Mikrotik RB433 28 dBm (600 mW) (2 Mini PCI) Box OutDoor, Bracket, POE (Power Over Ethernet). Bandwidth Management. 3 Kabel UTP/STP 30 m + RJ-45 4 Pigtail N Male To N Male(2 Pcs)

Rp. 150.000 Rp. 240.000 Rp. 5.190.000

TOTAL BIAYA NO PERANGKAT PENDUKUNG

HARGA Rp. 350.000 Rp. 5.000.000

1 Altelicon Surge Arrester (1 Pcs) 2 Proxy Server, dengan Spec: Dell P4, RAM 512, Harddisk 80 GB

Keterangan: - Perangkat Pendukung tidak harus digunakan - Biaya di atas belum termasuk ongkos kirim, biaya akomodasi dan Penginapan

PAKET D
Hingga Jangkauan 7 Km 40 Client

NO

NAMA PERANGKAT AKTIF

HARGA Rp. 600.000 Rp. 1.750.000

1 Antenna Hi-Gain 17 dBi Omnidirectional (1 Pcs) 2 WLAN Mikrotik RB411A (250 mW) (1Mini PCI) Box OutDoor, Bracket, POE (Power Over Ethernet). Bandwidth Management. 3 Pigtail N Male To N Male (1) 4 Kabel UTP/STP 30 m + RJ-45

Rp. 120.000 Rp. 150.000 Rp. 2.620.000

TOTAL BIAYA NO PERANGKAT PENDUKUNG

HARGA Rp. 350.000 Rp. 5.000.000

1 Altelicon Surge Arrester (1 Pcs) 2 Proxy Server, dengan Spec: Dell P4, RAM 512, Harddisk 80 GB

Keterangan: - Perangkat Pendukung tidak harus digunakan - Biaya di atas belum termasuk ongkos kirim, biaya akomodasi dan penginapan

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->