Anda di halaman 1dari 10

BANGSA INDONESIA

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas


Mata Pelajaran

PKN




Disusun Oleh
1. Novalia P.
2. Rahayu I.D.
3. Rahayu N.T
4. Reza Surya S.
5. Rezza Fauziyah

Kelas :
XII TKJ 3















BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Setiap bangsa yang ingin berdiri kokoh dan mengetahui dengan jelas ke arah
mana tujuan yang ingin dicapainya sangat memerlukan pandangan hidup. Dengan
pandangan hidup inilah suatu bangsa akan memandang persoalan-persoalan yang
dihadapinya dan menentukan arah serta cara bagaimana bangsa itu memecahkan
persoalan-persoalan tadi.Tanpa memiliki pandangan hidup maka persoalan-persoalan
besar pasti timbul,baik persoalan-persoalan di dalam masyarakatnya sendiri maupun
persoalan-persoalan besar umat manusia dalam pergaulan masyarakat bangsa-bangsa
di dunia ini. Dengan pandangan hidup yang jelas suatu bangsa akan memiliki pegangan
dan pedoman bagaimana ia memecahkan masalah-masalah politik, ekonomi, sosial
dan budaya yang timbul dalam gerak masyarakat yang makin maju.Dengan
berpedoman pada pandangan hidup itu pula sesuatu bangsa akan membangun dirinya.
Dalam pandangan hidup ini terkandung konsep dasar mengenai kehidupan yang
dicita-citakan oleh suatu bangsa,terkandung pikiran-pikiran yang terdalam dan gagasan
suatu bangsa mengenai wujud kehidupan yang dianggap dari nilai-nilai yang dimiliki
oleh bangsa itu sendiri, yang diyakini kebenarannya yang menimbulkan tekad pada
bangsa itu untuk mewujudkannya. Karena itulah dalam melaksanakan pembangunan
misalnya, kita dapat begitu saja mencontoh atau meniru model yang dilakukan oleh
bangsa lain, tanpa menyesuaikannya dengan pandangan hidup dan kebutuhan-
kebutuhan bangsa kita sendiri. Suatu corak pembangunan yang barangkali baik dan
memuaskan bagi suatu bangsa, belum tentu baik atau memuaskan untuk bangsa lain.
Karena itulah pandangan hidup suatu bangsa merupakan masalah yang sangat
asasi bagi kekokohan dan kelestarian suatu bangsa.







BAB II
PEMBAHASAN

A. RUMUSAN PANDANGAN HIDUP
Dilihat dari proses terjadinya, pandangan hidup suatu bangsa adalah jawaban-
jawaban bangsa itu terhadap rintangan, tantangan dan hambatan yang dihadapinya
dalam usaha mewujudkan kehidupan yang baik baginya.
Dilihat dari bentuk susunannya, pandangan hidup suatu bangsa adalah konsepsi
dasar tentang kehidupan yang dicita-citakan oleh bangsa itu. Di dalamnya terkandung
gagasan-gagasan dasar da pikiran terdalam tentang kehidupan yang dianggap baik.
Dilihat dari isi atau substansinya, pandangan hidup suatu bangsa adalah kristalisasi
nilai-nilai yang dimiliki dan diyakini kebenarannya oleh bangsa itu dan yang
menimbulkan tekad pada bangsa itu untuk mewujudkannya.

B. PANCASILA PANDANGAN HIDUP, JIWA DAN KEPRIBADIAN BANGSA
Kita merasa sangat bersyukur bahwa pendahulu-pendahulu kita, pendiri-pendiri
Republik ini dapat merumuskan secara jelas apa sesungguhnya pandangan hidup
bangsa kita, yang kemudiann kita namakan Pancasila. Seperti yang ditujukan dalam
Ketetapan MPR Nomor II/MPR/1978, maka Pancasila itu adalah jiwa seluruh rakyat
Indonesia, kepribadian bangsa Indonesia, pandangan hidup bangsa Indonesia dan
dasar negara kita. Di samping itu, bagi kita Pancasila sekaligus menjadi tujuan hidup,
kesadaran dan cita-cita moral yang meliputi kejiwaan dan watak yang sudah berurat-
akar di dalam kebudayaan bangsa Indonesia. Ialah suatu kebudayaan yang
mengajarkan bahwa hidup manusia akan mencapai kebahagiaan jika dapat
dikembangkan keselarasan dan keseimbangan, baik dalam hidup manusia sebagai
pribadi, dalam hubunngan manusia dengan masyarakat, dalam hubungan manusia
dengan alam, dalam hubungan manusia dengan Tuhannya, maupun dalam mengejar
kemajuan lahiriah dan kebahagiaan rohaniah.
Negara Republik Indonesia memang tergolong muda dalam barisan negara-
negara di dunia. Tetapi bangsa Indonesia lahir dari sejarah dan kebudayaannya yang
tua, melalui gemilangnya kerajaan Sriwijaya, Majapahit, dan Mataram, kemudiaan
mengalami masa penderitaan penjajah sepanjang tiga setengah abad, sampai akhirnya
bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945.
Sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk merebut kembali kemerdekaan
nasionalnya sama tuanya dengan sejarah penjajahan itu sendiri. Berbagai babak
sejarah telah dilampaui dan berbegai jalan telah ditempuh dengan gaya yang berbeda-
beda; mulai dengan cara-cara yang lunak samapi cara-cara yang keras; mulai dari
gerakan kaum cendekiawan yang terbatas sampai pada gerakan yang menghimpun
kekuatan rakyat banyak; mulai dari bidang pendidikan, kesenian daerah, perdagangan
sampai kepada gerakan-gerakan politik. Bangsa Indonesia lahir sesudah melampaui
perjuangan yang sangat panjang, dengan memberikan segala pengorbanan dan
menahan segala macam penderitaan. Bangsa Indonesia lahir menurut cara dan jalan
yang ditempuhnya sendiri yang merupakan hasil antara proses sejarah di masa
lampau, tantangan perjuangan dan cita-cita hidup di masa depan, yang secara
keseluruhan membentuk kepribadiaanya sendiri. Sebab itu bangsa Indonesia lahir
dengan kepribadiannya sendiri, yang bersamaan dengan lahirnya bangsa dan negara
itu, kepribadian itu ditetapkan sebagai pandangan hidup dan dasar negara. Bangsa
Indenesia lahir dengan kekuatan sendiri, sebab itu percaya pada diri sendiri merupakan
salah satu ciri kepribadian bangsa Indonesia.
Karena itu, Pancasila bukan lahir secara mendadak pada tahun 1945, melainkan
telah melalui proses panjang, dimatangkan oleh sejarah perjuangan bangsa kita sendiri,
dengan melihat pengalaman bangsa-bangsa lain, dengan diilhami oleh gagasan-
gagasan besar dunia, dengan tetap berakar pada kepribadian bangsa kita sendiri dan
gagasan-gagasan besar bangsa kita sendiri.
Karena Pancasila sudah merupakan pandangan hidup yang berakar dalam
kepribadian bangsa, maka ia diterima sebagai dasar negara yang mengatur hidup
ketatanegaraan. Hal ini tampak dalam sejarah bahwa meskipun dituangkan dalam
rumusan yang agak berbeda, namun dalam tiga buah Undang-Undang Dasar yang
pernah kita miliki, yaitu dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, dalam
Mukadimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat dan dalam Mukadimah Undang-
Undang Dasar Sementara Republik Indonesia (1950), Pancasila itu tetap tercantu
didalamnya. Pancasila yang selalu dikukuhkan dalam kehidupan konstitusiaonal itu,
Pancasila yang selalu menjadi pegangan bersama pada saat terjadi krisis nasional dan
ancaman terhadap eksistensi bangsa kita, merupakan bukti sejaah bahwa Pancasila
memang selalu dikehendaki oleh bangsa Indonesia sebagai dasar kerohanian negara,
dikehendaki sebagai dasae negara.
Dasar negara ini jelas dikehendaki oleh seluruh rakyat Indonesia, karena dia
sebenarnya telah tertanam dalam kalbu rakyat Indonesia. Oleh karena itu, Pancasila
juga merupakan dasar negara yang mempu mempersatukan seluruh rakyat Indonesia.
Maka pancasila yang kita gali dari bumi Indonesia sendiri merupakan:
1. Dasar negara Republik Indonesia, yang merupakan sumber dari segala sumber
hukum.
2. Pandangan hidup bangsa Indonesia yang dapat mempersatukan kita, serta memberi
petunjuk dalam mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan lahir dan batin dalam
masyarakat kita yang beraneka ragam sifatnya.
3. Jiwa dan kepribadian bangsa Indionesia, karena Pancasila memberikan corak yang
khas kepada bangsa Indonesia, serta merupakan ciri khas yang membedakan bangsa
Indosia dari bangsa yang lain. Terdapat kemungkinan bahwa, tiap-tiap sila (secara
terlepas dari yang lain) bersifat universal yang dimliki oleh bangsa-bangsa lain di dunia
ini, akan tetapi kelima sila yang merupakan suatu kesatuan yang tidak terpisah-pisah
itulah yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.
4. Tujuan yang akan dicapai oleh bangsa Indonesia, yakni suatu masyarakat yang adil
dan makmur yang merata material dan spiritual berdasarkan Pancasila di dalam wadah
negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka, berdauat, bersatu, dan
berkedaulatan rakyat dalam suasan perikehidupan bangsa yang aman, tenteram, tertib
dan dinamis serta dalam lingkungan perdamaian dunia yang merdeka, bersahabat,
tertib dan damai.
5. Perjanjian luhur rakyat Indonesia yang disetujui oleh wakil-wakil rakyat Indonesia
menjelang dan sesudah proklamasi Kemerdekaan yang kita junjung tinggi, bukan
sekedar karena ia ditemukan kembali dari kandungan kepribadian dan cita-cita bangsa
Indonesia yang terpendam sejak berabad-abad yang lalu, melainkan karena Pancasila
itu telah mampu membuktikan kebenarannya setelah diuji oleh sejarah perjuangan
bangsa.
Oleh karena itu yang adalah bagaimana kita memahami, menghayati, dan
mengamalkan Pancasila dalam segala segi kehidupan. Tanpa ini, maka Pancasila
hanya akan merupakan rangkaian kata-kata indah yang terlukis dalam Pembukaan
Undang-Undang Dasar 1945, yang mmerupakan rumusan yang beku dan mati, serta
tidak mempunyai arti bagi kehidupan bangsa kita.
Apabila Pancasila tidak menyentuh kehiupan nyata, tidak kita rasakan wujudnya
dalam kehidupan sehari-hari, maka lambat laun pengertiannya akan hilang dan
kesetiaan kita pada Pancasila akan luntur.
Akhirnya perlu kita tegaskan, bahwa apabila berbicara mengenai Pancasila,
maka yang kita maksud adalah Pancasila yang dirumuskan dalam Pembukaan
Undang-Undang Dasar 1945, yaitu:
Ketuhanan Yang Maha Esa
Kemanusiaan yang adil dan beradab
Persatuan Indonesia
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Rumusan Pancasila yang terdapat dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945
itulah yang kita gunakan, sebab rumusan yang demikian itulah yang ditetapkan oleh
wakil-wakil bangsa Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945 dalam sidang Panitia
Persiapan Kemerdekaan Indonesia.
Garuda Pancasila dirancang oleh Sultan Hamid II dari Pontianak yang kemudian
di sempurnakan oleh Presiden Soekarno. Pancasila sendiri merupakan Ideologi dan
dasar negara Republik Indonesia. Kata Pancasila berasal dari dua buah kata dari
bahasa sansekerta yaitu Panca berarti lima dan Sila yang berarti dasar.
Burung Garuda merupakan mitos dalam mitologi Hindu dan Budha. Garuda
dalam mitos digambarkan sebagai makhluk separuh burung (sayap, paruh, cakar) dan
separuh manusia (tangan, kaki). Lambang Garuda diambil dari penggambaran
kendaraan Batara Wisnu yakni Garudeya. Garudeya dapat kita temui dalam salah satu
pahatan di Candi Kidal yang terletak di Kabupaten Malang tepatnya : Desa Rejokijal,
Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Garuda sebagai lambang
negara menggambarkan kekuatan dan kekuasaan dan warna emas melambangkan
kejayaan.
Jumlah buku melambangkan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia (17
Agustus 1945), jumlah bulu pada masing-masing sayap berjumlah 17; jumlah bulu pada
ekor berjumlah 8; jumlah bulu di bawah perisai/pangkal ekor berjumlah 19; dan jumlah
bulu di leher berjumlah 45.
Perisai
Perisai merupakan lambang pertahanan negara Indonesia. Gambar perisai tersebut
dibagi menjadi lima bagian: bagian latar belakang dibagi menjadi empat dengan warna
merah putih berselang-seling (warna merah-putih melambangkan bendera nasional
Indonesia, merah berarti berani dan putih berarti suci), dan sebuah perisai kecil miniatur
dari perisai yang besar berwarna hitam berada tepat di tengah-tengah. Garis lurus
horizontal yang membagi perisai tersebut menggambarkan garis khatulistiwa yang tepat
melintasi Indonesia di tengah-tengah.
Emblem
Setiap gambar emblem yang terdapat pada perisai berhubungan dengan simbol dari
sila Pancasila:


1) Bintang Tunggal
Sila ke-1: Ketuhanan Yang Maha Esa. Perisai hitam dengan bintang emas berkepala
lima menggambarkan agama-agama besar di Indonesia, Islam, Kristen, Hindu dan
Budha dan juga ideoliogi sekuler sosialisme.
2) Rantai Emas
Sila ke-2 : Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Rantai yang disusun atas gelang-
gelang kecil ini menandakan hubungan manusia satu dengan yang lainnya yang saling
membantu. Gelang yang lingkaran menggambarkan wanita, gelang yang persegi
menggambarkan pria.
3) Pohon Beringin
Sila ke-3 : Persatuan Indonesia. Pohon beringin (Ficus Benjamina) adalah sebuah
pohon Indonesia yang berakar tunjang-sebuah akar tunggal yang menunjang pohon
yang besar tersebut dengan bertumbuh sangat dalam ke dalam tanah. Ini
menggambarkan kesatuan Indonesia. Pohon ini juga memiliki banyak akar yang
menggelantung dari ranting-rantingnya. Hal ini menggambarkan Indonesia sebagai
negara kesatuan namun memiliki berbagai akar budaya yang berbeda-beda.
4) Kepala Banteng
Sila ke-4 : Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam
Permusyawaratan/ Perwakilan. Binatang banteng (Bos Javanicus) atau lembu liar
adalah binatang sosial, sama halnya dengan manusia cetusan Presiden Soekarno
dimana pengambilan keputusan yang dilakukan bersama (musyawarah), gotong
royong, dan kekeluargaan merupakan nilai-nilai khas Indonesia.
5) Padi dan Kapas
Sila ke-5 : Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Padi dan kapas (yang
menggambarkan sandang dan pangan) merupakan kebutuhan pokok setiap
masyarakat Indonesia tanpa melihat status maupun kedudukannya. Hal ini
menggambarkan persamaan sosial dimana tidak adanya kesenjangan sosial satu
dengan yang lain, namun hal ini bukan berarti bahwa negara Indonesia memakai
ideologi komunisme.

Pita yang dicengkram oleh burung garuda bertuliskan semboyan negara kita, yaitu
Bhinneka Tunggal Ika. Bhinneka Tunggal Ika berasal dari kalimat bahasa Jawa Kuno
karangan Mpu Tantular yang berarti Walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu yang
menggambarkan keadaan bangsa Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam suku,
budaya, adat-istiadat, kepercayaan, namun tetap adalah satu bangsa, bahasa dan
tanah air.

C. IDEOLOGI DIPERLUKAN BAGI SUATU BANGSA
a. Fungsi ideology
Secara umum, fungsi ideologi adalah sebagai berikut;
Memberikan struktur kognitif
Memberikan orientasi dasar dengan membuka wawasan yang memberikan makna
serta menunjukkan tujuan dalam kehidupan manusia.
Memberi bekal dan jalan bagi seseorang atau masyarakat untuk menemukan
identitasnya
Memberikan kekuatan yang mampu menyemangati dan mendorong seseorang atau
masyarakat untuk menjalankan kegiatan dan mencapai tujuan.
Memberikan pendidikan bagi seseorang atau masyarakat untuk memahami,
menghayati, membuat pola tingkah lakunya sesuai dengan orientasi, dan norma-norma
yang terkandung didalamnya.
b. Ideologi diperlukan bagi suatu bangsa
Suatu bangsa perlu mempunyai ideologi untuk mencapai tujuannya. Pandangan hidup
berfungsi untuk memberikan pedoman dan arah bagi suatu bangsa dalam mengejar
tujuan-tujuannya. Ideologi atau pandangan hidup itu merasuki berbagai aspek
kehidupan bangsa baik politik,ekonomi,budaya, pertahanan keamanan, maupun juga
agama.
Pandangan hidup suatu bangsa pada hakikatnya merupakan suatu kristalisasi dari nilai-
nilai yang dimiliki oleh bangsa itu sendiri, yang diyakini kebenarannya dan menimbulkan
tekad pada bangsa yang mewujudkannya.artinya, ideologi itu digali dari budaya dan
nilai-nilai kehidupan mereka sendiri yang mereka yakini kebenarannya dan terbukti
ampuh untuk mengarahkan dan mengatur kehidupan bersama mereka.
Pandangan hidup atau ideologi itu ibarat fondasi sebuah rumah. Fondasi rumah adalah
dasar yang sangat penting agar sebuah rumah dapat berdiri kokoh. Fondasi rumah
adalah dasar dari semua bangunan rumah lainnya. Tanpa fondasi, sebuah rumah
hampir pasti akan goyah dan ambruk, apalagi angin ribut melanda rumah itu,
sebagaimana fondasi rumah yang kuat akan mempertahankan rumah itu dari terpaan
angin ribut atau badai, demikian pula ideologi yang kuat akan membuat suatu negara
atau bangsa bertahan terhadap serangan baik dari dalam maupun dari luar. Hampir
setiap bangsa di dunia mempunyai ideologi atau pandangan hidupnyasendiri.
Masing-masing ideologi itu merupakan seperangkat gagasan atau doktrin yang
memberi arah dan petunjuk ke mana sebuah bangsa akan berjalan. Kita tentu tidak bisa
membayangkan bagaimana nasib sebuah negara kalau tidak ada ideologi sebagai
penunjuk jalan atau pengatur arah kehidupan bangsa.
D. LATAR BELAKANG PANCASILA DIJADIKAN SEBAGAI IDEOLOGI BANGSA
Untuk membentuk suatu negara Indonesia yang kuat diperlukan suatu dasar
negara. Secara kausalitas, asal mula pancasila dibedakan menjadi dua macam, yaitu
asal mula yang langsung dan asal mula yang tidak langsung. Asal mula langsung
Pancasila adalah asal yang langsung terjadinya Pancasila sebagai dasar filsafat
negara, yaitu sejak dirumuskan oleh para pendiri negara pada sidang BPUPKI pertama
hingga sidang PPKI dan pengesahannya.
Menurut Notonegoro, asal mula Pancasila secara langsung adalah sebagai
berikut:
1. Asal mula ( Kausa Materialis )
Asal mula bahan ( kausa materialis ) merupakan asal terbentuknya Pancasila sebagi
ideologi bangsa yang unsur-unsurnya diambil dari nilai adat istiadat, kebudayaan, serta
nilai religius bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, asal
bahan Pancasila adalah bangsa Indonesia sendiri yang terdapat dalam kepribadian dan
pandangan hidupnya.
2. Asal mula bentuk ( kausa formalis )
Asal mula bentuk Pancasila itu dirumuskan sebagaimana termuat dalam Pembukaan
UUD 1945. Dengan demikian, asal mula bentuk Pancasila ditandai oleh pembentukan
dan perumusan nama Pancasila yang dilakukan Ir. Soekarno bersama anggota
BPUPKI lainnya.
3. Asal mula karya ( Kausa Efisien )
Kausa efisien atau asal mula karya yaitu asal mula yang menjadi dasar negara yang
sah. Artinya, setelah melalui proses pembahasan dalam sidang BPUPKI dan panitia
sembilan, Pancasila kemudian disahkan oleh PPKI dalam hal ini berperan sebagai
badan yang berkuasa dalam pembentukan negara.
4. Asal mula tujuan ( kausa Finalis )
Pancasila dirumuskan dan dibahas dalam sidang-sidang para pendiri negara.
Tujuannya adalah untuk dijadikan sebagai dasar negara. Sementara asal mula tidak
langsung Pancasila sebelum Proklamasi kemerdakaan.



BAB III
KESIMPULAN

Kesipulan dari makalah diatas adalah sebagai pberikut :
o Unsur-unsur Pancasila secara langsung sebagai dasar filsafat negara, merupakan nilai-
nilai yang terdiri dari Ketuhanan, nilai Kemanusiaan,nilai Persatuan, nilai Kerakyatan,
dan nilai Keadilan. Nilai-nilai bangsa Indonesia sebelum terbentuknya negara.
o Nilai-nilai tersebut terkandung dalam pandangan hidup masyarakat sebelum
terbentuknya negara, yang berupa nilai adat istiadat, nilai kebudayaan serta nilai-nilai
religius. Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman dalam hal pemecahan problem kehidupan
bangsa Indonesia sehari-hari.
o Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada hakikatnya asal mula tidak langsung
Pancasila. Pancasila merupakan pencerminan bangsa Indonesia sendiri. Dengan kata
lain, bangsa Indonesia sebagai Kuasa Materialis atau sebagai asal mula tidak
langsung nilai-nilai Pancasila.




























DAFTAR PUSTAKA


www.google.com/rainbownet.blogspot.com