Anda di halaman 1dari 5

SHIGELLOSIS / DISENTRI BASILER

Definisi : infeksi usus akut yang dapat sembuh sendiri yang disebabkan infeksi Shigella.
Gejala : demam, mual, muntah, tenesmus
Tipe diare:
1. Disentri klasik (jarang, tinja banyak, bau busuk, dan berlendir) dengan tinja lembek
disertai darah, mucus dan pus.
2. Watery diarrhea
3. Kombinasi ketiganya
Resep
R/ cotrimoxazol tab No. XX
2 dd tab No. II
R/ diafrom tab No. IX
3 dd tab I
R/ Metoklopramid tab mg 10 No. IX
prn (1-3) dd tab I
R/ oralit Sachet Granul No. X
ad libitum Solve in aqua cc 200
Pro. In. X (35 tahun).
Jenis obat:
1. Cotrimoxazol (antibiotik spektrum luas).
Kombinasi : Sulfamethoxazole & trimetroprim.
Sediaan : Sulfamethoxazole: 400 mg; 800 mg.
Trimetroprim: 80 mg; 160 mg.
Bentuk sediaan : - Tablet.
- Suspensi: 200 mg (s), 40 mg (t)/ 5 ml.
- Sirup.
Mekanisme :
o Sulfametoxazole: menghambat masuknya PABA ke molekul asam folat.
o Trimetroprim: menghambat reaksi reduksi dari dihidrofolat menjadi tetra
hidrofolat.
Indikasi : - ISK akibat E. Coli, klebsiella, enterobacter, proteus.
- Infeksi GIT.
- Infeksi pernafasan: pneumuniae.
- Infeksi THT.
KI : Gangguan hati, ginjal.
ES : mual, muntah, SJS.
Dosis : 5-7 hari - 2 x 2 tab selama 10-14 hari & Shigelosis: 5 hari.
Paten : Bactrim, trizole, yekaprim.
2. Diafrom (Neo Diafrom)
Kandungan : Kaolin 550 mg
Pektin 20 mg
Indikasi : Pengobatan simtomatik pada diare non spesifik
Mekanisme : Obat antidiare mengeraskan tinja & mengabsorsi zat toksik.
Sediaan kaolin, pektin: neo kacitin 5 ml suspensi (kaolin 700 mg & pektin 50 mg).
Dosis :
o Dewasa % anak > 12 th 2,5 tab post detecatio max: 7,5 tab/hari
(maksimal 15 tab/ hari).
o Anak 6-12 tahun: 1,5 tab post detecatio (maksimal 7,5 tab/hari).
3. Metoklopramid
Sediaan : -10 mg/tab.
- 10 mg/2 ml (injeksi).
Indikasi : - antiematik.
- dispepsia pasca gastrektomi.
Mekanisme :
o Blokade reseptor dopamin di CTZ (chemoreceptor trigger zone)
o Memperkuat pergerakan & pengosongan lambung.
ES : Sedasi & gelisah
Dosis : Dewasa 10 mg 3x/hari.
4. Oralit (200 ml)
Komposisi : - Kalium klorida 0,3 gr (1,5 gr)
- NaCl 0,7 gr (3,5 gr).
- Na bikarbonat 0,5 gr (2,5 gr).
- Glukosa anhidrat 4 gr (20 gr).
Indikasi : rehidrasi pada muntaber, diare, kolera.
Dosis :
o Dewasa 2 jam pertama 6 gelas, selanjutnya 2 gelas setiap BAB
o Anak < 1 th: 2 jam pertama 2 gelas larutan gelas
o Anak 1-5 th: 2 jam pertama 4 gelas larutan 1 gelas

SINUSITIS
Definisi :peradangan mukosa sinus paranasal.
Gejala :
1. Gejala sistemik : demam dan rasa lesu
2. Gejala lokal :
ingus kental kadang berbau dan dirasa mengalir ke nasofaring,
dirasakan hidung tersumbat,
rasa nyeri di daerah sinus yang terkena (kadang dirasa nyeri alih)
Resep
R/ Amoxycillin tab mg 500 No. X
3 dd tab I
R/ Lameson tab mg 4 No. X
3 dd tab I
R/ Demacolin tab No. X
3 dd tab I
Atau
R/ Oksimetazolin Hydrocloride 0,05 % gtt nasales
Tag No. I
2 dd gtt II nasals dextra

Jenis obat:
a. Lameson
Kandungan: metilprednisolon 4 mg; 8 mg; 16 mg.
b. Demacolin
Kandungan: - Asetaminoson 500 mg
- Pseudoetedrin Hcl 30 mg
- CTM 2 mg
- Katein 10 mg
Pseudrotedrin Dekongestan
Golongan simpatomimetik/bereaksi pada reseptor adrenergik pada mukosa hidung
untuk menyebabkan vasokontriksi, menciutkan mukosa yang bengkak.
Stimulasi reseptor 1 adrenergik yang terdapat pada pembuluh darah mukosa saluran
nafas atas vasokonstriksi.
c. Oksimetazolin:
menstimulasi adrenergik reseptor dari sistem simpatik.
vasokonstriksi lokal.

PREEKLAMSIA BERAT
Definisi: timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan edema akibat kehamilan . Penyakit ini
umumnya terjadi dalam triwulan ke 3 kehamilan, atau segera setelah persalinan.
Contoh resep:
R/ infus RL flab No. III
Cum infus set No. I
IV Catheter no. 22 No. I
imm
R/ Suifas magnesikus 40% ins. fll No. III
imm
R/ nifedipin tab mg 10 No. III 160 mmHg/ > 110
prn (1-3) dd tab I
Jenis obat:
1. RL elektrolit mengembalikan keseimbangan
2. MgSo4
anti kejang untuk preeklamsi & eklamsia.
pada wanita hamil terjadi penurunan magnesium darah.
mekanisme: menekan pengeluaran Asetilkolin pada motor end plate
mencegah Ca masuk, Ca antagonis
mengatasi kejang eklamptik, mempertahankan aliran darah ke uterus & fetus.
3. Nifedifin
Golongan Ca antagonis
Mekanisme: menghambat masuknya Ca2+ ke dalam sel sehingga terjadi
relaksasi otot polos vaskuler sehingga menurunkan kontraksi jantung &
menurunkan kecepatan konduksi AV & nodus SA.
Dosis: 10 mg/oral
ES: pusing, sakit kepala, hipotensi, takikardia, mual, muntah, edema periter,
batuk.
Antidotum: Ca gluconas 10% diberikan IV selama 3 menit.
R/ Ca gluconas 10% = 70ml No. I.
NaCl 0,4 flab No. I
Cum disposable syringe Cl 10 No. I
imm