Anda di halaman 1dari 4

NAMA : M.

IQBAL SISWANTO
NIM : 110908779
PRODY : AGT
TUGAS : TEK. BUDIDAYA TANAMAN HORTIKULTURA
DESKRIPSI KENTANG VARIETAS ATLANTIC

Asal : Balai Penelitian Tanaman
Sayuran
Silsilah : Atlantic x 393284.39
Golongan varietas : klon
Bentuk penampang
batang
: segi tiga
Ukuran sisi luar
penampang batang
: 0,8 1,1 cm
Warna batang : hijau
Warna daun : hijau
Bentuk daun : oval
Ukuran daun : panjang 8,5 10,0 cm,
lebar 5,7 6,5 cm
Bentuk bunga : segi lima
Warna kelopak bunga : hijau
Warna mahkota bunga : ungu
Warna kepala putik : hijau
Warna benangsari : kuning
Umur mulai berbunga : 37 45 hari setelah tanam
Umur mulai panen : 100 110 hari setelah
tanam
Bentuk umbi : oval
Ukuran umbi : panjang 6,5 8,0 cm,
lebar 5,5 6,5 cm
Warna kulit umbi : kuning
Warna daging umbi : putih
Rasa umbi : enak
Kandungan karbohidrat : 12,30 %
Kadar gula : 0,034 0brix
Berat per umbi : 80 150 g
Jumlah umbi per tanaman : 10 umbi
Berat umbi per tanaman : 753 1.038 g
Daya simpan umbi pada
suhu ruangan
: 50 70 hari setelah panen
Hasil umbi per hektar : 24,9 31,9 ton
Populasi per hektar : 40.000 tanaman
Kebutuhan benih per
hektar
: 1,6 2,0 ton
Penciri utama : bentuk daun oval, ujung
daun runcing
Keunggulan varietas : cocok untuk keripik
kentang
Wilayah adaptasi : beradaptasi dengan baik
di dataran tinggi dengan
ketinggian di atas 1.200 m
dpl
Pemohon : Balai Penelitian Tanaman
Sayuran
Pemulia : Kusmana
Peneliti : Kusmana, Eri Sofiari,
Liferdi L., Juniarti Sahat,
I. Sulastrini
Persamaan yang di hasilkan ( ) yaitu :
Y =24,9 31,9 ton / Ha.
F = keripik kentang
G = Atlantic x 393284.39
E = dataran tinggi
C = pada tanah andisol

Y= yield (Produksi)
Produksi yang di hasilkan dari tanaman kentang varietas ini ialah 24,9 31,9
ton/Ha, varietas erika ini dapat di panen pada umur 100 110 hst. Pada saat pemanenan
tidak boleh terlalu tua atau terlalu muda, ciri ciri tanaman kentang yang siap di panen,
warna hijau daunnya mulai pudar dan terlihat kering. Atau dengan cara umbi kentang
digali secara acak. Pengambilan sampel harus dilakukan secara merata sehingga
mewakili lokasi tanam. Umbi yang sudah diambil dilihat tingkat kematangannya.
G = Genetik (Keturunan)
Tanaman kentang varietas erika ini merupakan keturunan dari Atlantic x
393284.39 yang dapat beradaptasi baik di dataran tinggi, keungulan varietas ini cocok
untuk keripik kentang dan beradaptasi dengan baik di dataran tinggi dengan ketinggian
di atas 1.200 m dpl
E = Environment (Lingkungan)
Tanaman kentang tumbuh pada dataran tinggi dengan iklim yang tinggi
Ketinggian yang baik untuk budidaya kentang berada pada kisaran 1000-2000 meter
dari permukaan laut dengan suhu 14-22 derajat celcius. Curah hujan yang baik selama
periode pertumbuhan tanaman kentang adalah 1000-1500 mm. Apabila curah hujan
terlalu tinggi bisa menyebabkan kebusukan pada umbi. Pertumbuhan umbi akan
terhambat apabila suhu tanah kurang dari 10 derajat C dan lebih dari 30 derajat C.
Lahan dibajak sedalam 30-40 cm sampai gembur benar supaya perkembangan akar dan
pembesaran umbi berlangsung optimal.


C = Cultivation (Penanaman)
Tanaman kentang meruapakan tanaman dataran tinggi sehingga tanah yang
cocok untuk tanaman kentang ini adalah tanah andisol yang memiliki unsur hara dan
kegemburan tanah yang baik. Keasaman (pH) tanah yang optimal untuk tanaman
kentang adalah antara 5-5,5. Pada pH kurang dari 5, tanaman akan mengalami defisiensi
Posfor (P) dan magnesium (Mg) serta keracunan mangan (Mn). Pada pH tinggi tanaman
akan mengalami defisiensi kalium (K). Suhu optimal untuk pertumbuhan adalah 18-21
derajat C. Pada lahan datar, sebaiknya dibuat bedengan memanjang ke arah Barat-Timur
agar memperoleh sinar matahari secara optimal, sedang pada lahan berbukit arah
bedengan dibuat tegak lurus kimiringan tanah untuk mencegah erosi. Lebar bedengan
70 cm (1 jalur tanaman)/140 cm (2 jalur tanaman), tinggi 30 cm dan jarak antar
bedengan 30 cm. Lebar dan jarak antar bedengan dapat diubah sesuai dengan varietas
kentang yang ditanam. Di sekeliling petak bedengan dibuat saluran pembuangan air
sedalam 50 cm dan lebar 50 cm.