Anda di halaman 1dari 13

PRAKTIKUM FISIKA - LISTRIK

PERCOBAAN L5 TERMO ELEMEN


I. MAKSUD
1. Mengkalibrasi termometer logam yang berkerja berdasarkan termokopel
2. Mengukur titik lebur paduan logam

II. ALAT-ALAT
1. Kawat termoelemen ( konstantan dan tembaga)
2. Multimeter digital sebagai galvanometer
3. Bejana
4. Pot berisi paduan logam
5. Komutator
6. Bangku hambatan
7. Katel uap air
8. Alat pembakar
9. Kabel-kabel (5 buah)
10. Termometer 50C
11. Stopwatch
12. Es

III. TEORI
Bila kedua ujung-ujung (titik pertemuan 2 macam kawat) termo elemen diletakkan
pada suhu berlainan, maka akan terjadi gaya gerak listrik (GGL) dalam kawat itu.
Hal ini disebut termokopel.
Besarnya GGL (jadi juga arus) yang terjadi berbanding lurus dengan perbedaan
suhu. Jadi dapat dirumuskan sebagai berikut ; GGL yang terjadi sebanding dengan
selisih suhu. GGL ~ T
G
K R
T2
Rx
Cu
Konstantan
T1
Es

Gambar 1.
Bila ada hambatan luar dan hambatan dalam (R + Rx) pada rangkaian maka :
GGL = (R + Rx) I ...............................(1)
I sebanding dengan penyimpangan jarum galvanometer G, jadi:
) (
x
R R G k T + = A ........................................(2)
Dengan:
T A = perbedaan suhu ujung-ujung termoelemen (T
2
T
1
)
k = suatu konstanta pembanding
G = penyimpangan jarum galvanometer
R = hambatan luar yang ditambahkan (diketahui)
Rx = hambatan dalam rangkaian selebihnya (belum diketahui)

IV. TUGAS PENDAHULUAN
1. Terangkan prinsip terjadinya emf pada termokopel!
Jawab :
Bila kedua ujung ujung ( titik pertemuan 2 macam kawat ) termoelemen
diletakkan pada suhu yang berlainan, maka akan menimbulkan beda potensial.
Beda potesial itu menyebabkan terjadinya arus yang besarnya dapat dibaca
pada galvanometer.
2. Termokopel dapat dipakai sebagai termometer, terangkan prinsip kerjanya!
Jawab :
Titik hubung yang satu ditempelkan pada benda / bejana yang suhunya
dinaikkan sampai mencapai titik didihnya, sedangkan titik hubung yang
lainnya pada es ( suhunya mendekati 0
o
C ). Selisih suhu ini menimbulkan emf
yang besarnya sebanding dengan penyimpangan jarum galvanometer, karena
T ~ emf, maka besarnya suhu dapat diketahui dari besarnya arus yang terbaca
pada galvanometer.
3. Bagaimanakah bentuk grafik T/G terhadap R ? Dan apa yang dimaksud
dengan T dalam percobaan saudara?
Jawab :
T = titik didih air suhu es

X
R
T/G


4. Berikan pembahasan tentang harga k dan Rx (satuan, arti masing-masing
besaran)! Bagaimana cara mendapatkan harga-harga tersebut dari grafik T/G
terhadap R?
Jawab :


Dimana : k = konstanta pembanding (

)
Rx = hambatan dalam rangkaian (Ohm)
5. Apakah GGL yang terjadi itu linear terhadap T? Jelaskan!
Jawab :
Ya, karena suhu yang besar akan menimbulkan arus yang besar pula atau suhu
yang tinggi akan memperbesar daya elektromotornya ( emf ). Asas Thomson
dan Seeback menjelaskan tentang perbedaan suhu pada ujung ujung kawat
termoelemen dapat menimbulkan GGL sehingga GGL yang terjadi bebanding
lurus dengan perbedaan suhu.




V. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Catat keadaan ruang sebelum percobaan!
2. Periksa termoelemen yang akan dipakai (apakah sudah baik sambungan-
sambungannya)!
3. Isi ketel uap air dengan kira-kira setengahnya, kemudian masukkan es ke
dalam bejana!
4. Buatlah rangkaian seperti pada gambar 1 (tanya asisten) dengan komutator
dalam keadaan terbuka (komutator tidak dihubungkan)!
5. Setelah rangkaian diperiksa asisten, ukurlah suhu es pada bejana, kemudian
panaskan ketel uap air!
6. Bila air sudah mendidih, buatlah bangku hambatan R menjadi 3000 ,
kemudian hubungkan komutator!
7. Dengan beberapa harga R, catat simpangan galvanometer pada posisi sebelum
komutasi dan setelah komutasi (tanya asisten)!
8. Pindahkan ujung termoelemen yang tadinya di dalam ketel uap air ke dalam
pot paduan logam!
9. Buatlah bangku hambatan pada 100 , kemudian hubungkan komutator dan
catat simpangan galvanometernya!
10. Nyalakan api untuk mencairkan paduan logam tersebut, kemudian catat
simpangan galvanometer setiap menit hingga separuh paduan logam
melebur, serta buatlah grafik suhu terhadap waktu berdasarkan hasil
pengamatan tersebut (ingat apa yang dimaksud suhu disini)!
11. Setelah paduan logam mencair seluruhnya (stopwatch jangan dimatikan),
matikan api, kemudian amati kembali dan catat simpangan galvanometer setiap
menit hingga seluruh paduan logam membeku kembali!
12. Ukur kembali suhu es pada bejana, kemudian catat keadaan ruang setelah
percobaan!
Catatan
Paduan logam tidak boleh diukur langsung dengan thermometer.


VI. DATA PENGAMATAN
1. Data Ruang
Awal Akhir
Suhu ( C )
(2,600,10)10 (2,600,10)10
Kelembapan (%) (9,4000,005)10 (9,3000,005)10
Tekanan (cmHg) (7,04000,0005)10
2
(7,04000,0005)10
2


2. Data Percobaan
Sebelum Percobaan Sesudah Percobaan
Suhu es ( Tes ) ( 0,0 0,5 ) C ( 0,0 0,5 ) C

Tabel Percobaan 1
R () G
+
( A ) G
-
( A )
3000 1,0 -0,9
2900 1,1 -1,0
2800 1,1 -1,0
2700 1,1 -1,0
2600 1,2 -1,1
2500 1,2 -1,1
2400 1,2 -1,1
2300 1,2 -1,2
2200 1,3 -1,2
2100 1,3 -1,2
2000 1,4 -1,3
1900 1,4 -1,3
1800 1,5 -1,4
1700 1,5 -1,4
1600 1,6 -1,5
1500 1,6 -1,5
1400 1,7 -1,6
1300 1,8 -1,7
1200 1,8 -1,8
1100 1,9 -1,9
1000 2,0 -1,9
900 2,1 -2,0
800 2,3 -2,2
700 2,4 -2,3
600 2,5 -2,5
500 2,6 -2,6
400 2,9 -2,8
300 3,1 -3,0
200 3,4 -3,3
100 3,7 -3,6
Tabel Percobaan 2
t (s) G ( A ) t (s) G ( A ) t (s) G ( A )
0 1,8 13,5 8,2 27 10,3
0,5 1,8 14 8,4 27,5 10,1
1 1,9 14,5 8,6 28 10,0
1,5 2,0 15 8,7 28,5 9,9
2 2,2 15,5 8,9 29 9,7
2,5 2,3 16 9,0 29,5 9,6
3 2,6 16,5 9,1 30 9,5
3,5 2,9 17 9,3 30,5 9,2
4 3,1 17,5 9,5 31 9,1
4,5 3,4 18 9,7 31,5 9,0
5 3,6 18,5 9,9 32 9,0
5,5 3,9 19 10,3 32,5 8,9
6 4,3 19,5 10,6 33 8,8
6,5 4,6 20 10,8 33,5 8,8
7 4,9 20,5 11,1 34 8,7
7,5 5,2 21 11,2 34,5 8,6
8 5,8 21,5 11,4 35 8,5
8,5 6,1 22 11,5 35,5 8,4
9 6,4 22,5 11,5
9,5 6,6 23 11,5
10 6,8 23,5 11,4
10,5 7,1 24 11,3
11 7,3 24,5 11,2
11,5 7,5 25 11,0
12 7,6 25,5 10,9
12,5 7,8 26 10,7
13 8,0 26,5 10,6

VII. PENGOLAHAN DATA
Untuk Air :
1. Mencari Titik Didih Air

| |

| |

| |

| || |

| ||
( ) ( )


pada saat

adalah 97,871C
2. Menghitung Suhu Es Rata-rata

| |

| |

| |

| || |

| ||
(

) ( )

3. Menghitung



() |

| |

| |

| |

|
() |

|
( ()) ( )
4. Menghitung GGL rata-rata


Tabel nilai

:
R ()

( A )
3000 0,95
2900 1,05
2800 1,05
2700 1,05
2600 1,15
2500 1,15
2400 1,15
2300 1,2
2200 1,25
2100 1,25
2000 1,35
1900 1,35
1800 1,45
1700 1,45
1600 1,55
1500 1,55
1400 1,65
1300 1,75
1200 1,8
1100 1,9
1000 1,95
900 2,05
800 2,25
700 2,35
600 2,5
500 2,6
400 2,85
300 3,05
200 3,35
100 3,65
5. Menghitung


Tabel nilai

:
R ()


3000 103,02
2900 93,21
2800 93,21
2700 93,21
2600 85,10
2500 85,10
2400 85,10
2300 81,55
2200 78,29
2100 78,29
2000 72,49
1900 72,49
1800 67,49
1700 67,49
1600 63,14
1500 63,14
1400 59,31
1300 55,92
1200 54,37
1100 51,51
1000 50,19
900 47,74
800 43,49
700 41,64
600 39,14
500 37,64
400 34,34
300 32,08
200 29,21
100 26,81
6. Grafik

terhadap R
Titik sentroid :

) ( )



7. Menghitung Hambatan Dalam Rangkaian
Dari grafik diperoleh harga C = 23

(intersep)

| ||

| ||

| ||
(

) ( )



Untuk Pot Paduan Logam :
1. Grafik G terhadap t

Dari grafik diketahui bahwa G
L
dari paduan logam ialah 11,2 A


( )

| || |

| |

| |

| |

)||| |

||

| |||


| ( )||| |||| ||||


) ( )



0
2
4
6
8
10
12
14
0 10 20 30 40 50 60 70 80
Grafik G terhadap t (Percobaan 2)
G
t

(s)


VIII. TUGAS AKHIR DAN PERTANYAAN
1. Gambarkan grafik

sebagai fungsi R !
2. Dari grafik yang didapat, hitunglah harga-harga k dan Rx!
k 0,02
R
x
1150 Ohm

3. Beri pembahasan tentang harga k dan Rx (arti, satuan dan cara mendapatkanya
dan sebagainya)!
Menghitung Hambatan Dalam Rangkaian(R)
Dari grafik diperoleh harga C = 23

(intersep)

| ||

| ||

| ||
(

) ( )


K = garis terbaik dari grafik

terhadap R
4. Gambarkan grafik G sebagai fungsi terhadap waktu (t) untuk percobaan kedua!
5. Dari grafik tersebut tentukan harga G yang sesuai pada titik lebur paduan logam!
Harga g = 11,5
Hitunglah titik lebur paduan logam!
(


) ( )




6. Apa yang dimaksud dengan titik eutektik paduan logam? Titik terendah ketika
paduan logam tsb mulai melebur/ berubah fasa nya dari padatcair.
Jawaban :
1. ) (
x
R R G k T + = A ) (
x
R R k
G
T
+ =
A


c
x
x m
y
kR R k
G
T
+ =
A

C
X
y

( )
R
G
T
x
y
k
A
A
A
= = = u tan
C R k
x
=
k
C
R
x
=
T A = Waktu ( menit )
G = Simpangan ada galvanometer ( A )
R = Hambatan ( O )
k = Konstanta Pembanding
R
X
= Hambatan dalam rangkaian ( O )
2. Titik Eutektik aduan logam : Titik lebur terendah dari paduan campuran logam
pada komposisi tertentu.

IX. ANALISA
Setelah melakukan percobaan diatas maka dapat diambil beberapa analisa yaitu :
1. Dari grafik yang dibuat ketika grafik
G
T A
terhadap R grafiknya terlihat naik
tahap demi tahap, sebaliknya ketika grafik G terhadap T tak beraturan pada
awal naik dan diakhir turun karena dari perubahan fasa mencapai titik
maksimumnya maka kompor dimatikan dan terjadi pendinginan
2. Untuk paduan logam agar mencair dibutuhkan waktu 11, 5 menit sedangkan
saat memebeku lagi dibutuhkan waktu yang lebih lama yaitu sekitar 18 menit.
Pada saat mencair semakin lama waktunya semakin naik nilai G nya. Dan
pada saat membeku semakin lama waktunya semakin turun nilai G nya.
3. Dari hasil 56 , 68
2
56 , 68 56 , 68
2
=
+
=
+
=
akhir awal
P P
P cmHg maka setelah
dilihat pada tabel boiling point water hasil Td adalah 97,714
o
C dengan T
d
=
0.
4. Penambahan G disebabkan oleh logam yang diberi panas sehingga
menghasilkan tegangan listrik.

X. KESIMPULAN
Setelah melakukan percobaan diatas maka dapat diambil beberapa kesimpulan
yaitu :
1. Jika sebuah konduktor ( seperti logam ) diberi perlakuan panas, maka ia akan
menghasilkan arus listrik.
2. Air di percobaan ini berlaku sebagai termometer.
3. Hubungan antara perbedaan suhu dengan tegangan yang dihasilkan
termokopel bukan merupakan fungsi linier melainkan fungsi interpolasi.
4. Suhu mempengaruhi tegangan.
5. Titik Eutektik aduan logam : Titik lebur terendah dari paduan campuran
logam pada komposisi tertentu.