Anda di halaman 1dari 34
Universitas Indonusa Esa Unggul Fakultas Ilmu Komputer Teknik Informatika Persamaan Diferensial Orde I
Universitas Indonusa Esa Unggul
Fakultas Ilmu Komputer
Teknik Informatika
Persamaan Diferensial Orde I
PersamaanPersamaan DiferensialDiferensial Definisi Persamaan diferensial adalah suatu persamaan yang memuat satu atau
PersamaanPersamaan DiferensialDiferensial
Definisi
Persamaan diferensial adalah suatu persamaan yang
memuat satu atau lebih turunan fungsi yang tidak
diketahui.
Jika persamaan diferensial memiliki satu peubah tak
bebas maka disebut Persamaan Diferensial Biasa
(PDB).
Sedangkan jika peubah bebasnya lebih dari satu
dinamakan Persamaan Diferensial Parsial.
5/12/2012
KALKULUS LANJUT
2
PersamaanPersamaan DiferensialDiferensial (2)(2) Persamaan diferensial biasa dikatakan linear, apabila persamaan
PersamaanPersamaan DiferensialDiferensial (2)(2)
Persamaan diferensial biasa dikatakan linear, apabila
persamaan diferensial tersebut mempunyai peubah tak
bebas maupun turunannya bersifat linear.
Bentuk umum PDBL orde-n adalah sebagai berikut
a n (x) y n + a n-1 (x) y n-1 + … + a 0 (x) y = f(x)
dengan a n (x) ≠ 0 dan a n (x), a n-1 (x), … , a 0 (x) adalah
koefisien PD.
Bila f(x) = 0 disebut PDBL Homogen, sebaliknya jika
tidak disebut PDBL tak homogen.
Orde PDB adalah turunan tertinggi yang terlibat dalam
PDB
5/12/2012
KALKULUS LANJUT
3
ContohContoh dN (1) dt = kN , N = N(t) , orde 1 dimana N
ContohContoh
dN
(1)
dt
= kN , N = N(t) , orde 1 dimana N peubah tak bebas
t peubah bebasnya
(2)
y ’ + 2 cos 2x = 0 , orde 1 dimana y peubah tak bebas
x peubah bebasnya
(3) y” + e x y’ + sin xy = e x sin x , orde 2
(4)
x 3 y”+ cos 2x (y’) 3 = x 2 y 2
, orde 2
5/12/2012
KALKULUS LANJUT
4
SolusiSolusi Misal ada suatu persamaan diferensial dimana y sebagai peubah tak bebas yang bergantung pada
SolusiSolusi
Misal ada suatu persamaan diferensial dimana y
sebagai peubah tak bebas yang bergantung pada peubah
bebas x atau suatu fungsi y = f (x) disebut solusi PDB
jika fungsi y = f (x) disubtitusikan ke PDB diperoleh
persamaan identitas.
Solusi umum dan solusi khusus
Jika fungsi y = f (x) memuat konstanta sembarang
maka solusi disebut solusi umum, sebaliknya disebut
solusi khusus.
5/12/2012
KALKULUS LANJUT
5
ContohContoh (1) y = cos x + c solusi umum Persamaan Diferensial y’ + sin
ContohContoh
(1) y = cos x + c
solusi umum
Persamaan Diferensial y’ + sin x = 0
Karena
(cos x + c)’ + sin x = -sin x + sin x = 0
(2) y = cos x + 6
solusi khusus
Persamaan Diferensial y’ + sin x = 0
Karena
(cos x + 6)’ + sin x = -sin x + sin x = 0
5/12/2012
KALKULUS LANJUT
6
PDBPDB OrdeOrde 11 PDB terpisah PDB dengan koefisien fungsi homogen PDB Linier 5/12/2012 KALKULUS LANJUT
PDBPDB OrdeOrde 11
PDB terpisah
PDB dengan koefisien fungsi homogen
PDB Linier
5/12/2012
KALKULUS LANJUT
7
PDBPDB terpisahterpisah PDB yang dapat dituliskan dalam bentuk : g(y) dy = f(x) dx disebut
PDBPDB terpisahterpisah
PDB yang dapat dituliskan dalam bentuk :
g(y) dy = f(x) dx disebut PDB terpisah.
Penyelesaian : integralkan kedua ruas
Contoh : tentukan solusi umum PD
dy
1.
(x ln x) y' = y
, (y = dx )
1
3
− y
2.
y
= x e
, y(2) = 0
5/12/2012
KALKULUS LANJUT
8
ContohContoh 1. Jawab: (x ln x) y' = y dy x ln x = y
ContohContoh
1. Jawab:
(x ln x) y' = y
dy
x ln x
= y
ln y = ln c(ln x)
y = c(ln x)
dx
dy
dx
J
a
di
so us umum
l
i
PD t
erse u
b
t
=
y
x ln x
adalah
dy
dx
y = c(ln x)
=
y
x
ln
x
ln y = ln(ln x)+ ln c
5/12/2012
KALKULUS LANJUT
9
ContohContoh 2. Jawab:  4 y = ln   1 x + c 
ContohContoh
2. Jawab:
4
y
=
ln   1
x
+ c 
y' = x 3 e -y
4
dy
Diketahui y(2) = 0, sehingga
3
− y
= x e
dx
 1
4
0
=
ln
(2)
+ c 
dy
 
4
3
= x dx
− y
e
1= 4 + c→ c = −3
y
3
e
dy =
x dx
Jadi solusi khusus PD tersebut
adalah
1
1
4
e
y =
x
+
c
2
y
=
 ln
x
−3 
4
4
5/12/2012
KALKULUS LANJUT
10
LatihanLatihan Tentukan solusi Persamaan diferensial dibawah ini 2 dy x 2 3 1. 5. y
LatihanLatihan
Tentukan solusi Persamaan diferensial dibawah ini
2
dy
x
2
3
1.
5.
y
'
=
(1
+
2
y
)(1
+ x
+
2
x
)
=
2
dx
1
y
2
dy
3
x
+
4
x +
2
2
y =
'
2(1
+ x
)(1
+ y
)
,
y
(0)
=
0
2.
=
6.
dx
2(
y
− 1)
2
x
dy
y
cos
x
3.
y ' =
7.
=
,
y
(0)
=
1
3
2
y
(1
+
x
)
dx
1
+
2 y
dy
2
2
x
4.
y' = 1 + x + y
+ xy
8.
(1 +
e x
)
+ e y = 0, y(0) = 1
dx
5/12/2012
KALKULUS LANJUT
11
FungsiFungsi homogenhomogen Fungsi A(x,y) disebut fungsi homogen dengan derajat n, jika A(kx,ky) = k n
FungsiFungsi homogenhomogen
Fungsi A(x,y) disebut fungsi homogen dengan derajat n,
jika
A(kx,ky) = k n A(x,y),
k konstan sembarang
Contoh :
Periksa apakah fungsi berikut homogen atau tidak !
1. A(x,y) = x + y
A(kx,ky) = kx + ky
= k (x + y) = k A(x,y)
A(x,y) = x + y , fungsi homogen dengan derajat 1
2. A(x,y) = x 2 + xy
A(kx,ky) = k 2 x 2 + kx ky
= k 2 (x 2 +xy) = k 2 A(x,y)
A(x,y) = x 2 + xy , fungsi homogen dengan derajat 2
5/12/2012
KALKULUS LANJUT
12
PDPD dengandengan koefisienkoefisien fungsifungsi homogenhomogen A x y ( , ) PDB yang dapat dituliskan
PDPD dengandengan koefisienkoefisien fungsifungsi homogenhomogen
A x y
(
,
)
PDB yang dapat dituliskan dalam bentuk
y
'
=
B x y
(
,
)
dengan A,B fungsi homogen dengan derajat yang sama
disebut PDB dengan koefisien fungsi homogen.
Pen elesaian :
y
g
unakan subtitusi
y
= ux
,
u = u(x)
dengan
y' = u'x + u
dy
du
= x
+ u
dx
dx
dy = x du + u dx
5/12/2012
KALKULUS LANJUT
13
ContohContoh Selesaikan solusi persamaan diferensial berikut x + y 1 1. y = x Jawab:
ContohContoh
Selesaikan solusi persamaan diferensial berikut
x
+
y
1
1.
y
=
x
Jawab:
dy
x
+
y
=
dx
x
Misalkan y = ux, sehingga dy = x du + u dx
dy
  y 
x du
+
u dx =
=
1
+
1
+
u
x du + u dx = (1+ u)dx
dx
x
dx
dx
dx
x du = dx
du =
du =
u = ln
x + c
x
x
y = ln
x
+
c
y = x ln x + c x
x
Jadi solusi umum dari PD di atas adalah y = x ln x + c x
5/12/2012
KALKULUS LANJUT
14
ContohContoh dy 2 2. x 2 − y − 2xy = 0 , y(1)=1 dx
ContohContoh
dy
2
2.
x 2
y
2xy
=
0
, y(1)=1
dx
Jawab:
2
2
dy
y
+ 2
xy
dy
 y 
=
= 
+ 2   y 
2
dx
x
dx
x
x
Misalkan y = ux, sehingga dy = x du + u dx
x du
+
u dx
2
(u
2
=
u
+
2
u
x du
+
u dx
=
+
2u)dx
dx
du
= dx
du
dx
2
x du = (u
+ u)dx
=
2
2
u
+
u
x
u
+
u
x
du
ln
x
ln
c
 1
1
+
  du
= ln
cx
ln u − ln(u +1)= ln cx
u u +
(
1) =
 u + 1
u
5/12/2012
KALKULUS LANJUT
15
ContohContoh (no.2(no.2 lanjutan)lanjutan)  y   u    x ln  
ContohContoh (no.2(no.2 lanjutan)lanjutan)
y
u
x
ln
= ln cx
ln
= ln cx
u
+ 1
y
+ 1
x
y
y
= cx
2
ln
= ln cx
y(1− cx) = cx
y
+
x
y
+
x
2
cx
y
=
1 − cx
Diketahui y(1) = 1, sehingga
c
1
1
=
c =
1 − c
2
2
x
Jadi solusi khusus PD di atas adalah
y
=
2 − x
5/12/2012
KALKULUS LANJUT
16
LatihanLatihan Tentukan solusi Persamaan diferensial dibawah ini 2 2 dy x + xy + y
LatihanLatihan
Tentukan solusi Persamaan diferensial dibawah ini
2
2
dy
x
+
xy
+
y
1.
2y dx – x dy = 0
5.
=
2
dx
x
2
2
dy x
+ 3
y
dy
4
x
+
3
y
2.
=
6.
= −
dx
2 x y
dx
2
x + y
dy
y
2 + 2
xy
dy
4
y
3
x
3.
=
7.
2
dx
x
dx =
2 x
y
dy
x
+ 3
y
4.
=
dx
x
− y
5/12/2012
KALKULUS LANJUT
17
PDBPDB LinierLinier PDB yang dapat dituliskan dalam bentuk : 1 y + P(x) y =
PDBPDB LinierLinier
PDB yang dapat dituliskan dalam bentuk :
1
y
+ P(x) y = r(x)
disebut PDB linier.
Penyelesaian : kalikan kedua ruas dengan faktor integral
∫ P
(
x
)
dx
e
Kemudian, kalikan kepada kedua ruas, sehingga diperoleh:
∫ P
(
x
)
dx
∫ P
(
x
)
dx
∫ P
(
x
)
dx
1
y
e
+ P(x)y
e
=
r(x)
e
∫ P
(
x
)
dx
1
∫ P
(
x
)
dx
(
ye
)
= r(x)
e
Integralkan kedua ruas
∫ P
(
x
)
dx
∫ P(x)dx
ye
=
r(x)
e
dx + c
Solusi Umum PDB
5/12/2012
KALKULUS LANJUT
18
ContohContoh Selesaikan persamaan diferensial dibawah ini 1. xy’ – 2y = x 3 e x
ContohContoh
Selesaikan persamaan diferensial dibawah ini
1. xy’ – 2y = x 3 e x
Jawab:
2
2
x
y '−
y
=
x e
(bagi kedua ruas dengan x)
x
Se
hi
ngga
di
pero e
l
h f
a tor
k
i
ntegras :
i
2
dx
− 2
2ln
x
ln
x
2
e
x
=
e
=
e
=
x
kalikan kedua ruas dengan x -2 , yaitu:
1
1
2
 1
1
x
x
x
y ' −
y
=
e
y
=
e
y
=
e
+
c
2
3
2
2
x
x
x
x
2
x
2
y
=
x e
+
c x
2
x
2
Jadi solusi umumnya adalah
y
=
x e
+
c x
5/12/2012
KALKULUS LANJUT
19
ContohContoh Selesaikan persamaan diferensial dibawah ini 2. y’ + y = (x + 1) 2
ContohContoh
Selesaikan persamaan diferensial dibawah ini
2. y’ + y = (x + 1) 2 , y(0) = 3
Jawab:
Faktor integrasi dari PD di atas adalah:
1
dx
x
e
= e
kalikan kedua ruas dengan e x , yaitu:
x
x
x
x
x
2
e
y'+ e
y = e
(
x +1
) 2
(
e
y
)'
= e
(
x
+
1)
x
x
2
x
2
x
x
e
y =
e
(
x +
1)
dx
e
y =
(
x +
1
)
e
2(
x +
1)
e dx
x
(x
)
2
x
x
x
e
y =
+1
e
− 2(
x
+1)
e
+ 2
e
+
c
(
)
2
(
)
− x
2
− x
sehingga
y
=
x
+1
− 2
x
+1 + 2 +
ce
y
=
x
+1+
ce
5/12/2012
KALKULUS LANJUT
20
ContohContoh (no.(no. 22 Lanjutan)Lanjutan) Diketahui y(0) = 3, sehingga 3 =1+ c c = 2
ContohContoh (no.(no. 22 Lanjutan)Lanjutan)
Diketahui y(0) = 3, sehingga
3 =1+ c
c = 2
x
Jadi solusi khusus PD di atas adalah
y
= x
2 + 1 − 2
e −
5/12/2012
KALKULUS LANJUT
21
LatihanLatihan Selesaikan persamaan diferensial di bawah ini: x 1. y '+2 y = e −
LatihanLatihan
Selesaikan persamaan diferensial di bawah ini:
x
1.
y
'+2
y
=
e −
2
2.
(
x +
1) '
y +y = x
1
3.
y +y tan x = sec x
'
2
y
4.
y +
'
=
(
x
+ 1
) 2
x + 1
2
5.
y'+2y = x
1
6.
xy
+
(1
+
x y
)
− x
=
e
,
y
(1)
=
0
π
7.
sin
x
y
'
+
2
y
cos
x
=
sin2
x
,
y  
  = 2
6
5/12/2012
KALKULUS LANJUT
22
TrayektoriTrayektori OrtogonalOrtogonal Masalah dalam TO ini adalah bagaimana mendapatkan keluarga kurva yang ortogonal
TrayektoriTrayektori OrtogonalOrtogonal
Masalah dalam TO ini adalah bagaimana
mendapatkan keluarga kurva yang ortogonal atau
tegak lurus terhadap keluarga kurva lain.
Cara untuk mendapatkan trayektori ortogonal dari
suatu kurva adalah sebagai berikut:
Turunkan secara implisit f(x,y) = c terhadap x,
nyatakan parameter c dalam x dan y.
Karena tegak lurus maka trayeksi Ortogonal (TO)
harus memenuhi:
1
1
y
= −
Df
(
x y
,
)
Trayektori Ortogonal dari f(x,y) = c, didapatkan
dengan mencari solusi dari
1
1
y
= −
Df
(
x y
,
)
5/12/2012
KALKULUS LANJUT
23
ContohContoh 2 Tentukan trayektori ortogonal dari keluarga kurva Jawab: y = cx Langkah-langkah menentukan TO
ContohContoh
2
Tentukan trayektori ortogonal dari keluarga kurva
Jawab:
y = cx
Langkah-langkah menentukan TO :
y
2
1. Tuliskan
y = cx
dalam bentuk
c =
2
x
2
Kemudian turunkan y = cx
yaitu:
 y 
y
y'= 2cx
y
'
=
2
x 
y'= 2
2
x
x
2. TO akan memenuhi PD
1
x
y 1 = −
= −
2y / x
2y
5/12/2012
KALKULUS LANJUT
24
ContohContoh (lanjutan)(lanjutan) 2 3. TO dari y = cx adalah solusi dari PD berikut: y
ContohContoh (lanjutan)(lanjutan)
2
3. TO dari
y = cx
adalah solusi dari PD berikut:
y
x
dy
x
y 1 = −
= −
2 y
dx
2 y
2
x
2
2 ydy
=
− xdx
y
= −
+
c
x
2
2
x
2
+
y
= ⇒ (
c
ellips
)
2
2
Jadi keluarga yang tegak lurus terhadap parabola
y = cx
2
x
2
adalah
+
y
= ⇒ (
c
ellips
)
2
5/12/2012
KALKULUS LANJUT
25
LatihanLatihan Tentukan solusi trayektori ortogonal dari keluarga kurva berikut : 2 2 2 1. +
LatihanLatihan
Tentukan solusi trayektori ortogonal dari keluarga kurva
berikut :
2
2
2
1. +
x
y
=
c
4. y =
x + c
2
2
2
2. − y
x
= c
5. 4 x 2 + y 2 = c
3. y = cx
5/12/2012
KALKULUS LANJUT
26
Universitas Indonusa Esa Unggul Fakultas Ilmu Komputer Teknik Informatika PenggunaanPenggunaan PDPD OrdeOrde II
Universitas Indonusa Esa Unggul
Fakultas Ilmu Komputer
Teknik Informatika
PenggunaanPenggunaan PDPD OrdeOrde II
PenerapanPenerapan dalamdalam RangkaianRangkaian ListrikListrik Sesuai dengan Hukum Kirchhoff, rangkaian listrik
PenerapanPenerapan dalamdalam RangkaianRangkaian ListrikListrik
Sesuai dengan Hukum Kirchhoff,
rangkaian listrik sederhana (gambar
samping) yang mengandung sebuah
tahanan sebesar R ohm dan sebuah
kumparan sebesar L Henry dalam
rangkaian seri dengan sumber gaya
elektromotif (sebuah baterai atau
generator) yang menyediakan suatu
voltase E(t) volt pada saat t memenuhi
LI'(t)+ RI(t) = E(t)
Dengan I adalah arus listrik dalam ampere.
5/12/2012
KALKULUS LANJUT
28
ContohContoh 1. Tentukan arus I sebagai fungsi dari waktu t dari suatu rangkaian RL dengan
ContohContoh
1. Tentukan arus I sebagai fungsi dari waktu t dari suatu
rangkaian RL dengan R = 6 ohm, L = 2 henry dan sebuah
baterai yang menyediakan voltase sebesar E = 12 Volt dan
diasumsikan saat awal arusnya adalah nol (I = 0 pada saat
t = 0, jika saklar S ditutup).
Jawab
Persamaan diferensialnya adalah
2 I' + 6 I = 12
Atau bisa disederhanakan menjadi
I'+3I = 6
5/12/2012
KALKULUS LANJUT
29
ContohContoh (Lanjutan)(Lanjutan) 3 t Kemudian kedua ruas kalikan dengan faktor integrasi Kita peroleh e −
ContohContoh (Lanjutan)(Lanjutan)
3
t
Kemudian kedua ruas kalikan dengan faktor integrasi
Kita peroleh
e
3
t
(
3
t
)
3
t
I
=
e
2
e
+
C
=
2
+
C e
Syarat awal, I = 0 pada saat t = 0, memberikan C = –2
Sehingga,
3 t
I
=
2
2
e
5/12/2012
KALKULUS LANJUT
30
ContohContoh 2. Dari contoh sebelumnya baterai diganti dengan generator arus bolak – balik dengan E
ContohContoh
2.
Dari contoh sebelumnya baterai diganti dengan generator
arus bolak – balik dengan E = 12 sin 9t Volt dan
diasumsikan saat awal arusnya adalah nol (I = 0 pada saat
t = 0, jika saklar S ditutup).
Jawab
Persamaan diferensialnya adalah
2 I' + 6 I = 12 sin 9t
Atau bisa disederhanakan menjadi
I'+3 I = 6 sin 9t
3
t
Kemudian kedua ruas kalikan dengan faktor integrasi
e
Kita peroleh
− 3
t
(
3
t
)
I = e
6
e
sin9
t dt
5/12/2012
KALKULUS LANJUT
31
ContohContoh (Lanjutan)(Lanjutan) Dengan integral parsial, didapat hasil integralnya adalah 3 t   6 e
ContohContoh (Lanjutan)(Lanjutan)
Dengan integral parsial, didapat hasil integralnya adalah
3
t
  6 e
− 3 t
I
=
e
(
3
Sin
9
t
9
Cos
9
t
)
+
C 
+
81
  9
Jadi,
1
3
− 3 t
I
=
sin 9
t
cos 9
t
+
C e
5
5
Syarat awal, I = 0 pada saat t = 0, memberikan
3
3
0 = −
+ C
C =
5
5
Sehingga,
1
3
3
3
t
I
=
sin 9
t
cos 9
t
+
e
5
5
5
5/12/2012
KALKULUS LANJUT
32
LatihanLatihan 1. Tentukan arus I sebagai fungsi dari waktu t dari suatu rangkaian RL dengan
LatihanLatihan
1. Tentukan arus I sebagai fungsi dari waktu t dari suatu
rangkaian RL dengan R = 10 6 ohm, L = 1 henry dan
sebuah sumber gaya elektromotif yang menyediakan
voltase sebesar E = 1 Volt dan diasumsikan saat awal
arusnya adalah nol (I = 0 pada saat t = 0, jika saklar S
ditutup).
2. Tentukan arus I sebagai fungsi dari waktu t dari suatu
rangkaian RL dengan L = 3,5 Henry dan sebuah sumber
gaya elektromotif yang menyediakan voltase sebesar
E(t) = 120 sin 377t Volt dan diasumsikan saat awal arusnya
adalah nol (I = 0 pada saat t = 0, jika saklar S ditutup).
5/12/2012
KALKULUS LANJUT
33
LatihanLatihan 3. Tentukan arus I sebagai fungsi dari waktu t dari suatu rangkaian RL dengan
LatihanLatihan
3. Tentukan arus I sebagai fungsi dari waktu t dari suatu
rangkaian RL dengan R = 1000 ohm dan sebuah sumber
gaya elektromotif yang menyediakan voltase sebesar
E(t) = 120 sin 377 t Volt dan diasumsikan saat awal
arusnya adalah nol (I = 0 pada saat t = 0, jika saklar S
ditutup).
4. Tentukan arus I sebagai fungsi dari waktu t dari suatu
rangkaian RL dengan R = 1000 ohm, L = 3,5 henry dan
sebuah sumber gaya elektromotif yang menyediakan
voltase sebesar E(t) = 120 sin 377t Volt dan diasumsikan
saat awal arusnya adalah nol (I = 0 pada saat t = 0, jika
saklar S ditutup).
5/12/2012
KALKULUS LANJUT
34