Anda di halaman 1dari 5

MODEL-MODEL KURIKULUM DARI BERBAGAI ASPEK

Model-model kurikulum dapat dilihat dari beberapa aspek/bidang. Bidang, jenis


model, dan karakteristik model sebagai berikut.

Bidang Jenis Model Karakteristik


1. Konsep 1.Kurikulum disiplin ilmu Berfokus pada bahan ajar yang berasal dari
kuriku disiplin ilmu, kedudukan guru penting sebagai ahli
lum dan model
2. Kurikulum humanistik Menekankan keutuhan pribadi, kurikulum
didasarkan atas minat dan kebutuhan siswa, siswa
aktif belajar
3.Kurikulum berbasis Menekankan penguasaan komptensi,
tegnologi/kompetensi pembelajaran dibanttu alat-alat teknologis
4. Kurikulum rekonstruksi Berfokus pada masalah sosial, menekankan
sosial belajar kelompok
2. Disain 1.Fokus kurikulum
Kuriku a.Suject centered Menekankan bahan ajar yang tersusun dalam mata
lum curriculum pelajaran
b. Student centered Menekankan pada minat dan kebutuhan siswa
curriculum
c. Problem centered Menekankan pada masalah yang dihadapin
curriculum siswa/masyarakat
2. Organisasi isi kurikulum
a. Separated subject Isi disusun dalam bentuk mata-mata pelajaaran
curriculum yang terlepas-lepas
b.Correlated curriculum Isi kurikulum disusun dengan menghubungkan
mata-mata pelajaran terakait
c. Broadfield curriculum Isi kurikulum memadukan materi dari mata-mata
pelajaran serumpun
d. Fused curriculum Isi kurikulum memadukan materi dari
sejumlah/semua mata pelajaran
e. Integrated curriculum Isi kurikulum benar-benar terpadu, tidak jelas lagi
asal mata pelajarannya
f. kurikulum spiral
g. Consecutive curriculum
h. Concurrent curriculum

Sudria, 2008 1
Bidang Jenis Model Karakteristik
3. Model 1. Pendekatan:
Implemen a. Fidality Implementasi kurikulum sesuai dengan desain yang
tasi sudah standar
b. Mutual adaptif Pelaksana kurikulum mengadakan penyesuaian
berdasarkan kondisi, kebutuhan, tuntutan setemapat
c. Enacment Pelaksana melakukan berbagai upaya
mengoptimalkan pelaksanaan kurikulum
Inovasi:
a. Concern based Tahap inovasi: non use, orientation, preparation,
adoption model mechanical use, routine use, refinement, integration, &
renewal
b. innovation profil Tahap: diagnostik, application, evaluation
model
c. TORI model Tahap: trust me (being who I am), opening (showing
me), realization (doing what I want), and independent
(being with you).
4. Model 1. Discrepancy Membandingkan pelaksanaan dengan standar desain
evaluasi evaluation model program (input, proses, output), pelaksanaan
program, hasil program (sementara-final), biaya
2. Contingency- Menilai kesesuaian antara rancangan, pelaksanaan,
congruence model dan hasil ideal dengan yang nyata/teramati;
contingensi rancangan ideal terhadap pelaksanaan
ideal, dan hasil ideal; contingensi rancangan nyata
terhadap pelaksanaan nyata, dan hasil nyata
3. CIPP model Conteks (faktor-faktor eksternal), input (siswa,
desain, guru, sarana, fasilitas), proses (pengajaran,
pembimbingan, pelatihan), produk (pengetahuan,
kemampuan, sikap lulusan)
4. EPIC model Evaluation program for Innovative Curriculum:
tingkah laku (kognitif, afektif, psikomotor), instruksi
(organisasi, isi, metode, fasilitas, biaya/cost), institusi
(siswa, guru, administrasi, education specialist,
family, community)

Sudria, 2008 2
Bidang Jenis Model Karakteristik
5. Model 1. Administratif / Gagasan, inisiatif, & upaya pengembangan kurikulum
pengem line staff dari atas (dari administrator pendidikan)
bangan 2. Gass-root Gagasan, inisiatif, & upaya pengembangan kurikulum
kuriku dari bawah, sekolah, dan guru-guru
lum
3. Demonstration Bersifat grass-root, beberapa sekolah/guru mengadakan
model penyempurnaan kurikulum/komponen kurikulum
4. Beauchamp’s Lima langkah: menentukan lingkup wilayah,
system personalia, organisasi & prosedur pengembangan,
implementasi, dan evaluasi
5. Taba’s inverted Lima langkah: menyusun unit eksperimen, menguji
unit eksperimrn, revisi & konsolidasi, pengembangan
keseluruhan kerangka kurikulum, implementasi dan
diseminasi
6. Rogers’ Empat langkah: penentuan sasaran pendidikan, partisi-
interpersonal pasi guru dalam pengalaman kelompok, pengembangan
relation pengalaman kelompok intensif dalam satu kelas/mata
pelajaran, partisifasi orang tua dalam kegiatan
kelompok
7. Systematic Dua langkah: kajian tentang maslah kurikulum dan
action reseach rencana untuk mengatasinya, implementasi dari
rencana tsb.
8. Emerging Perkembangan model kurikulum berbasis teknologi:
technical models analisis tingkah laku, analisis sistem, computer based.
6. Pengelo 1. Manajement Disusun & dikelola pusat; kurikulum nasioal berlaku
laan kurikulum untuk seluruh wilayah, sekolah; seragam baik tujuan,
kuriku sentralistik isi, pembelajaran, maupun evaluasinya; kalender
lum pengajaran seragam; ujian besifat nasional
2. Manajemen Disusun & dikelola daerah (kota/kabupaten/
kurikulum kecamatan/sekolah; kurikulum daerah/lokal/ sekolah
desentralistik berlaku di daerah/sekolah tsb; kurikulum beragam
(tujuan, isi, pembelajaran, evaluasi disesuaikan
kebutuhan, kondisi, karakteristik, perkembangan
setempat; kalender pengajaran beragam; ujian bersifat
daerah/lokal/sekolah

Sudria, 2008 3
Bidang Jenis Model Karakteristik
7. Model 1. Social Partner in learning (from dayds to group investigation), dole
mengajar models playing ((study social ang values), juridprudential inquiry
(learning to think about social policy), personality & learning
styles (adapting to individual differences), inquiry in social
models (learning about social learning)
2. Information Basic inductive model (collecting, organizing, manipulating,
processing & using data), attaining concept (sharpening the basic skill),
models scientific inquiry & inquiry training (the art of making
inferences), memorization (getting the facts straight),
synectics (enhancing creative thought), learning from
presentation (advance organizers), developing intellect
(cognitive development, learning styles, & adjustable
models), inquiry on information processing models (learning
about thinking)
3. Personal Non directive teaching (the learners at the center), concepts of
models self (modeling rich states of groeth)
4. Behavioral Mastery learning & programmed instruction, direct
models instruction, learning from simulation (training & self training)
8. Model 1. Lesson unit Desain pembelajaran disusun secara sistem (rumusan tujuan
program dlm prilaku terukur, bahan dirinci sesuai tujuan, metode-
pembela media diarahkan pada penguasaan prilaku, evaluasi disusun
jaran berdasarkan tes objective); desain pembelajaran disusun guru
dlm bentuk persiapan tertulis (satpel/SAP), pelaksanaan
pembelajaran menekankan interaksi guru-siswa
2. Desain pembelajaran disusun secara sistem (rumusan tujuan
Programmed dlm prilaku terukur, bahan disusun dlm kerangka yang berisi
instruction persoalan dan alternatif jawaban, metode menekankan pada
pengulangan-latihan, evaluasi disu-sun dalam bentuk tes
objective); desain pembelajaran disusunoleh tim khusus/ahli
dalam bentuk media cetak, mesin, elektronik; pelaksanaan
pembelajaran menekan-kan belajar mandiri, guru sebai
pengelola belajar.
3. Mudular Desain pembelajaran disusun secara sistem (rumusan tujuan
instruction dlm prilaku terukur; bahan disusun dlm bentuk modul; modul
berisi satuan-satuan pokok bahasan yg terdiri atas tujuan,
teks, tugas, latihan, tes; metode-media diarahkan pada belajar
mandiri; evaluasi dlm bentuk tes objective); desain
pembelajaran disusun oleh tim khusus/ahli dalam modul
media cetak, elektronik; pelaksanaan pembelajara
menekankan belajar mandiri, guru sebagai pengelola belajar.
4. Computer Desain pembelajaran disusun secara sistem (rumusan tujuan
aided/assiste dlm prilaku terukur, bahan disusun dlm modul/kerangka,
d instruction metode-media diarahkan pada belajar mandiri, evaluasi
disusun dlm bentuk tes objective; desain pembelajaran
disusun oleh tim khusus/ahli dalam bentuk program
komputer); pelaksanaan pembelajara menekankan belajar
mandiri, guru sebagai pengelola belajar

Sudria, 2008 4
Sudria, 2008 5