Anda di halaman 1dari 2

Pertanian Organik

PERTANIAN ORGANIK

Definisi Organik

Pertanian Organik adalah suatu metode produksi pertanian dan peternakan yang lebih
memilih untuk tidak menggunakan pestisida tertentu, pupuk kimia, GMO (Genetically
Modified Organisms) / Rekayasa Genetik, Antibiotik, dan Hormon Pertumbuhan yang
tidak diperbolehkan oleh Standar Organik (Organic Standards)
Prinsip utama produksi organik, dari Canada’s Organic Standards 2006, adalah termasuk dibawah ini:

 Protect the environment, minimize soil degradation and erosion, decrease pollution, optimize biological productivity and
promote a sound state of health.(Menjaga lingkungan hidup, meminimalkan perusakan tanah dan erosi, mengurangi
polusi, mengoptimalkan produktifitas biologis dan meningkatkan faktor kesehatan)
 Maintain long-term soil fertility by optimizing conditions for biological activity within the soil.(Memelihara kesuburan
tanah untuk jangka panjang dengan mengoptimalkan kondisi aktifitas biologis pada tanah)
 Maintain biological diversity within the system (Memelihara keberagaman biologis di dalam systemnya)
 Recycle materials and resources to the greatest extent possible within the enterprise.(Dalam usahanya memanfaatkan
sebanyak mungkin bahan-bahan recycle)
 Provide attentive care that promotes the health and meets the behavioural needs of livestock (Mengusung pemeliharaan
yang meningkatkan kesehatan dan memenuhi kebutuhan mendasar dari ternak)
 Prepare organic products, emphasizing careful processing, and handling methods in order to maintain the organic
integrity and vital qualities of the products at all stages of production.( Mempersiapkan produk-produk organik,
menekankan proses yang hati-hati, dan menggunakan metode untuk mencapai pemeliharaan terhadap integritas organik
dan kualitas vital produk pada setiap tahapannya)
 Rely on renewable resources in locally organized agricultural systems (Berpegang pada sumber daya yang dapat
diperbaharui didalam system agrikultur yang diorganisasi secara lokal)

Banyak petani organik percaya bahwa pertanian organik yang sukses dimulai dari tanahnya, karena lahan
dengan tanah yang sehat menghasilkan tanaman yang sehat, dan pada gilirannya menghasilkan ternak yang sehat
begitu pula manusia yang mengkonsumsinya.

Pertanian organik mengusung penerapan rotasi penanaman dan tanaman pelindung dan penutup (cover crop),
serta menjaga keseimbangan hubungan antara mangsa dengan predator. Residu organik serta nutrisi yang
dihasilkan dari pertanian di sirkulasi kembali ke dalam tanah. Tanaman penutup (cover crop) dan kotoran
kandang yang sudah dikomposkan digunakan untuk mempertahankan kandungan organik dan kesuburan tanah.
Metode pengendalian hama dan penyakit tanaman secara preventative / pencegahan dijalankan disini, termasuk
rotasi penanaman (crop rotation), gen tanaman yang diperbaiki dan ditingkatkan kemampuannya, serta varietas
yang lebih tahan terhadap penyakit. Managemen hama dan tanaman liar serta sistem konservasi tanah adalah
alat-alat yang sangat berharga pada pertanian organik.

Produksi makanan organik melarang penggunaan bahan cair yang pekat atau pupuk mineral majemuk sintetis,
pestisida majemuk sintetis, zat pengatur tumbuh / hormon, radiasi ion, dan hal-hal yang berkaitan dengan
rekayasa genetik.

Pemberian Sertifikat Organik melarang penggunaan bahan-bahan yang disebutkan diatas serta praktek-praktek
yang berkaitan untuk waktu selama minimal 3 tahun.
Pertanian organik menimbulkan banyak tantangan. Beberapa hasil pertanian malah lebih menantang
dibandingkan lainnya. Namun demikian, hampir seluruh komoditas pertanian dapat dilakukan dengan cara
APA ITU PERTANIAN ORGANIK?
Kesadaran terhadap arti pentingnya kelestarian lingkungan dan pola hidup yang lebih sehat menjadi
salah satu alasan berkembangnya model pertanian selaras alam atau lebih dikenal dengan nama
pertanian organik.
Di sini potensi sumber daya alam tidak lagi sekedar menjadi obyek eksploatasi dalam proses usaha tani,
tetapi lebih dari itu seluruh sumberdaya alam dimaknai sebagai aset yang berdimensi waktu jauh ke
depan. Artinya, seluruh sumber daya pendukung sistem usahatani dihargai sebagai aset yang harus
dipelihara dan dijaga kelestariannya.
Model pertanian organik menempatkan sumberdaya alam sebagai aset yang harus ‘hidup’ dan
berkembang. Oleh karena itu cara bertani yang dikembangkan cenderung lebih selaras dengan alam,
menjaga harmoni dengan seluruh tatanan sosial ekonomi sekitar, melestarikan dan memelihara
keragaman hayati serta menghargai potensi dan kekhasan lokal.
Dengan demikian semua tahapan proses produksi selalu diupayakan secara maksimal untuk tidak
merusak alam. Bahkan selalu ada upaya agar sumberdaya alam bisa tumbuh berkembang menjadi lebih
subur, produktif dan memberi kesejahteraan lebih baik bagi semua.
Secara lebih spesifik IFOAM (International Federation of Organic Agriculture Movements), lembaga
dunia yang bergerak dalam pengembangan pertanian organik, mengartikan pertanian organik sebagai
sistem pertanian holistik (menyeluruh) yang mendukung dan mempercepat keanekaragaman hayati,
siklus biologi dan aktivitas biologi tanah.
Seluruh tahapan proses budidaya pertanian benar-benar memperhatikan keseimbangan alam sehingga
tidak ada lagi proses degradasi alam yang dilakukan secara sengaja. Dengan demikian dalam proses
usahatani organik tidak ada lagi input berlebihan bahan-bahan sistetis yang dalam jangka panjang
bersifat merusak alam.
Memahami karakteristik pertanian organik sebagai model pertanian holistik bisa dilihat dari visi
pengembangan pertanian organik yang selama ini diperjuangkan oleh berbagai lembaga yang peduli
pada pertanian berkelanjutan. Diantaranya, model pertanian ini memberi perhatian serius pada aspek
kesehatan, ekologi, keadilan dan perlindungan.
Pada aspek kesehatan pertanian organik tidak saja memberi perhatian pada kesehatan tanah, tanaman
dan lingkungan tetapi juga memberi perhatian pada kesehatan manusia sebagai pengguna produk
pertanian. Disini pertanian dikembangkan dengan memperhatikan aspek kesehatan seluruh ekosistem
dalam sistem kehidupan.
ertanian organik adalah sistem manajemen produksi terpadu yang menghindari penggunaan pupuk buatan,
pestisida dan hasil