Anda di halaman 1dari 4

TAMPONADE JANTUNG

DEFINISI

Tamponade jantung adalah kompresi pada jantung yang disebabkan oleh peningkatan tekanan
intraperikardial akibat pengumpulan darah atau cairan dalam pericardium (250 cc bila
pengumpulan cairan tersebut berlangsung cepat, dan 100 cc bila pengumpulan cairan tersebut
berlangsung lambat) yang menyebabkan penurunan pengisian ventrikel disertai gangguan
hemodinamik, dimana ini merupakan salah satu komplikasi yang paling fatal dan memerlukan
tindakan darurat.

Tamponade jantung merupakan kompresi akut pada jantung yang disebabkan oleh peningkatan
tekanan intraperikardial akibat pengumpulan darah atau cairan dalam pericardium dari rupture
jantung, trauma tembus atau efusi yang progresif .

Tamponade adalah perembesan darah dari jantung ke dalam ruang pericardial sehingga
menimbulkan kompresi yang progresif pada jantung dan obstruksi pada vena-vena besar.

Jumlah cairan yang cukup untuk menimbulkan tamponade jantung adalah 250 cc bila
pengumpulan cairan tersebut berlangsung cepat, dan 100 cc bila pengumpulan cairan tersebut
berlangsung lambat, karena pericardium mempunyai kesempatan untuk meregang dan
menyesuaikan diri dengan volume cairan yang bertambah tersebut

Jantung merupakan organ yang berfungsi sebagai pompa muscular dengan fungsi ganda dan
pengaturan diri secara otomatis dan bagian-bagiannya bekerja sama untuk mengalirkan darah ke
berbagai bagian tubuh. Sisi kanan jantung menerima darah yang miskin akan oksigen dari tubuh
melalui vena cava superior dan vena cava inferior dan memompanya ke paru-paru melalui
truncus pulmonalis untuk oksigenisasi, sedangkan sisi kiri menerima darah yang kaya akan
oksigen dari paru dan memompanya ke dalam aorta untuk disalurkan ke tubuh.

Jantung berpetak 4 : atrium kanan dan atrium kiri, serta ventrikulus kanan dan venytrikulus kiri.
Dinding masing-masing ventrikulus jantung terdiri dari 3 lapisan :
Endokardium : Merupakan lapisan dalam yang melapisi sentrikulus jantung dan katupnya.
Miokardium : Merupakan lapisan tengah yang dibentuk oleh serabut otot jantung.
Epikardium : Merupakan lapisan luar yang dibentuk oleh lamina visceralis pericardium
serosum.

Perikardium adalah kantong fibroserosa berdinding ganda yang meliputi jantung dan pangkal
pembuluh besar jantung.


PENYEBAB

Etiologinya bermacam-macam yang paling banyak maligna, perikarditis, uremia dan trauma
Tamponade jantung bisa disebabkan karena neoplasma, perikarditis, uremia dan perdarahan ke
dalam ruang pericardial akibat trauma, operasi, atau infeksi
Penyebab tersering adalah neoplasma, idiopatik dan uremia.
Perdarahan intraperikard juga dapat terjadi akibat katerisasi jantung intervensi koroner,
pemasangan pacu jantung, tuberculosis, dan penggunaan antikoagulan


TANDA DAN GEJALA

Tanda dan gejala yang muncul dapat berupa takipnea, tanda kusmaul (peningkatan tekanan vena
saat inspirasi ketika bernafas spontan), Becks triad, distensi vena jugularis dari elevasi tekanan
vena, pulsus paradoksus : sistolik menurun saat inspirasi 10 mm Hg atau lebih), tekanan nadi
terbatas, takikardi, kulit dingin, kulit lembab, bibir, jari tangan dan kaki sianosis, dan penurunan
tingkat kesadaran.

Gejala yang muncul bergantung kecepatan akumulasi cairan perikardium. Bila terjadi secara
lambat dapat memberi kesempatan mekanisme kompensasi seperti takikardi, peningkatan
resistensi vascular perifer dan peningkatan volume intravaskular. Bila cepat, maka dalam
beberapa menit bisa fatal.

Keluhan dan gejala yang mungkin ada yaitu adanya jejas trauma tajam dan tumpul di daerah
dada atau yang diperkirakan menembus jantung, gelisah, pucat, keringat dingin, peninggian vena
jugularis, pekak jantung melebar, suara jantung redup dan pulsus paradoksus. Trias classic beck
berupa distensis vena leher, bunyi jantung melemah dan hipotensi didapat pada sepertiga
penderita dengan tamponade.


PATOFISIOLOGI

Tamponade jantung terjadi bila jumlah efusi pericardium menyebabkan hambatan serius aliran
darah ke jantung ( gangguan diastolik ventrikel ). Penyebab tersering adalah neoplasma, dan
uremi. (Penggabean, 2006 : 364 ). Neoplasma menyebabkan terjadinya pertumbuhan sel secara
abnorma pada otot jantung. Sehingga terjadi hiperplasia sel yang tidak terkontrol, yang
menyebabakan pembentukan massa (tumor). Hal ini yang dapat mengakibatnya ruang pada
kantong jantung (perikardium) terdesak sehingga terjadi pergesekan antara kantong jantung
(perikardium) dengan lapisan paling luar jantung (epikardium). Pergesekan ini dapat
menyebabkan terjadinya peradangan pada perikarditis sehingga terjadi penumpukan cairan pada
pericardium yang dapat menyebakan tamponade jantung. Uremia juga dapat menyebabkan
tamponade jantung (Price, 2005 : 954). Dimana orang yang mengalami uremia, di dalam
darahnya terdapat toksik metabolik yang dapat menyebabkan inflamasi (dalam hal ini inflamasi
terjadi pada perikardium).
Selain itu , tamponade jantung juga dapat disebabkan akibat trauma tumpul/ tembus. Jika trauma
ini mengenai ruang perikardium akan terjadi perdarahan sehingga darah banyak terkumpul di
ruang perikardium. Hal ini mengakibatkan jantung terdesak oleh akumulasi cairan tersebut.



PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

Pemeriksaan Doppler.
Analisis Doppler terhadap tanda morfologi jantung dapat membantu dalam menegakkan
keakuratan diagnosa klinis dan mendukung pemeriksaan laboratorium dari pola hemodinamik
pada tamponade.

Selain itu pemeriksaan diagnostik lainnya dapat berupa :
Foto thorax menunjukkan pembesaran jantung
EKG menunjukkan electrical alternas atau amplitude gelombang P dan QRS yang berkurang
pada setiap gelombang berikutnya
Echocardiografi adanya efusi pleura.

Hasil pemeriksaan Echocardiografi pada tamponade jantung menunjukkan :
1. Kolaps diastole pada atrium kanan
2. Kolaps diastole pada ventrikel kanan
3. Kolaps pada atrium kiri
4. Peningkatan pemasukan abnormal pada aliran katup trikuspidalis dan terjadi penurunan
pemasukan dari aliran katup mitral > 15 %
5. Peningkatan pemasukan abnormal pada ventrikel kanan dengan penurunan pemasukan dari
ventrikel kiri
6. Penurunan pemasukan dari katup mitral .
7. Pseudo hipertropi dari ventrikel kiri

Karakteristik tamponade jantung pada pemeriksaan EKG :
Amplitudo rendah pada semua sadapan (terjadi karena cairan akan meredam curah listrik
jantung).
Fenomena elektrikal alternans (aksis listrik jantung berubah-ubah pada setiap denyutan).
Tampak di EKG perubahan amplitudo tiap kompleks QRS, terjadi karena jantung berotasi secara
bebas dalam kantung perikard yang berisi cairan.


PENATALAKSANAAN DAN TERAPI PENGOBATAN

Pada keadaan ini dapat dilakukan perikardiosintesis. Sebuah jarum berongga ukuran 16
sepanjang 6 inci ditusukkan di bawah prosesus xifoideus dan diarahkan ke apeks jantung.

Jarum tersebut kemudian dihubungkan dengan alat EKG 12 sadapan melalui klem aligator untuk
membantu menentukan apakah jarumnya mengenai jantung. Defleksi yang tajam akan terlihat
pada pola EKG.

Perikardiosintesis dapat disertai dengan denyut jantung false-positive yang signifikan karena
klinisi bisa saja mengaspirasi darah yang berasal dari ventrikel kanan sendiri. Petunjuk yang
akan mengarahkan pengambilan keputusan adalah bahwa darah yang bersal dari kantong
perikardium biasanya tidak akan membeku.
Yang paling baik, perikardiosistesis adalah prosedur yang bersifat sementara untuk memperbaiki
fungsi jantung sambil menunggu pembedahan. Di beberapa rumah sakit, lubang atau jendela
pada selaput perikardium dibuat secara darurat di UGD oleh dokter bedah atau dokter spesialis
kardiotoraks.

Penatalaksanaan pra rumah sakit bagi temponade cardio memerlukan transportasi cepat ke rumah
sakit. Ini merupakan satu dari beberapa kedaruratan yang harus ditransport dengan sirine dan
lampu merah.

Perhatian ketat harus dicurahkan untuk menghindari pemberian cairan berlebihan ke pasien.
Sering sukar membedakan antara temponade pericardium dan tension pneumotoraks tanpa
bantuan radiograph. EMT harus cermat mengamati penderita dan mengingatkan dokter di rumah
sakit terhadap kemungkinan tamponade pericardium.

Pada tingkat paramedic EMT, setelah diagnositik dan konsultasi ke dokter rumah sakit,
tamponade pericardium dapat diaspirasi. Aspirasi dapat dilakukan dengan menggunakan jarum
interkardiak untuk suntikan ephineprin, dengan hanya menarik penuh semprit yang kosong.
Pendekatannya dari subxifoid, menuju scapula kiri tepat seperti suntikan intrakardia.


DIAGNOSA KEPERAWATAN

a. Pola nafas tidak efektif b.d hiperventilasi ditandai dengan takipnea, tanda kusmaul.
b. Penurunan curah jantung b.d perubahan sekuncup jantung ditandai dengan distensi vena
jugularis, perubahan EKG, TD menurun, kulit dingin, pucat, jari tangan dan kaki sianosis,
c. Perfusi jaringan (cerebral, perifer, cardiopulmonal, renal, gastrointestinal) tidak efektif b.d
suplai O2 menurun ditandai dengan nadi lemah, TTV abnormal, penurunan kesadaran, kulit
pucat, sianosis, akral dingin.


DAFTAR PUSTAKA

Boswick, John A. 1997. Perawatan Gawat Darurat. Jakarta : EGC.
ENA. 2000. Emergency Nursing Core Curiculum. 5th Ed. USA : WB. Saunders Company.