Anda di halaman 1dari 8

NILAI DAN MODEL PROMOSI KESEHATAN

Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Promosi Kesehatan


Dosen :












Disusun oleh :

Amanda Putri
Asri Lestari
Desi Natalis R
Dwi Putri C
Widya Ayu P
Yuliana A


Tingkat II A





POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAKARTA I
JURUSAN KEBIDANAN
Jalan RS. Fatmawati, Cilandak - Jakarta Selatan Telp/Fax. 021-7656536
TAHUN 2013
NILAI DAN MODEL PROMOSI KESEHATAN
A. Health Belief Model ( Model Kepercayaan Kesehatan )
Health Belief Model (HBM) seringkali dipertimbangkan sebagai kerangka utama
dalam perilaku yang berkaitan dengan kesehatan manusia dan telah mendorong
penelitian perilaku kesehatan sejak tahun 1950-an. HBM diuraikan dalam usaha mencari
cara menerangkan perilaku yang berkaitan dengan kesehatan. HBM ini digunakan untuk
meramalkan perilaku peningkatan kesehatan (Smet, 1994).
HBM merupakan model kognitif, yang berarti bahwa khususnya proses kognitif,
dipengaruhi oleh informasi dari lingkungan, termasuk hitungan. Menurut HBM,
kemungkinan individu akan melakukan tindakan pencegahan tergantung secara
langsung pada hasil dari dua keyakinan atau penilaian kesehatan (health beliefs) yaitu:
ancaman yang dirasakan dri sakit atau luka (perceived threat of injury or ilness) dan
pertimbangan tentang keuntungan dan kerugian (benefits and costs).
Penilaian pertama adalah ancaman yang dirasakan terhadap resiko yang akan
muncul. Hal ini mengacu pada sejauh mana seseorang berpikir bahwa penyakit atau
kesakitan betul-betul merupakan ancaman kepada dirinya. Asumsinya adalah bahwa bila
ancaman yang dirasakan tersebut meningkat maka perilaku pencegahan juga akan
meningkat.
Penilaian tentang ancaman yang akan dirasakan ini berdasarkan pada:
a) ketidak-kekebalan yang dirasakan (perceived vulnerability) yang merupakan
kemungkinan bahwa orang-orang dapat mengembangkan masalah kesehatan
menurut kondisi mereka,
b) keseriusan yang dirasakan (perceived severity). Orang-orang yang mengevaluasi
seberapa jauh keseriusan penyakit tersebut apabila mereka mengembangkan
masalah kesehatan mereka atau membiarkan penyakitnya tidak ditangani.
Penilaian yang kedua yang dibuat adalah perbandingan antara keuntungan dengan
kerugian dari perilaku dalam usaha untuk memutuskan melakukan tindakan pencegahan
atau tidak.










Tambahan untuk penilaian yang terdahulu, petunjuk untuk berperilaku (cues to
action) diduga tepat untuk memulai proses perilaku, disebut keyakinan terhadap posisi yang
menonjol (salient position). Hal ini dapat berupa berbagai macam informasi dari luar atau
PERCEPTIONS AND
MODIFYING FACTOR
ASSESSMENT
LIKELIHOOD OF ACTION
DEMOGRAPHY VARIABELS
Age, gender, race ...
SOCIOPSYCHOLOGICAL
VARIABLES
Personality, social class, peer and
reference group pressure, ....
STRUCTURAL VARIBLES
Knowledge about and prior contact
with the disease
Assessed sum of
PERCEIVED
BENEFITS Minus
PERCEIVED

LIKELIHOOD
OF
PREVENTIVE
ACTION


PERCEIVED THREAT
Of
INJURY OR ILLNESS
Perceived SERIOUSNESS and
SUCEPTIBILITY
CUES TO ACTION
nasehat mengenai permasalahan kesehatan. Contoh : media massa, kampanye, nasehat
orang lain, penyakit dari anggota keluarga yang lain atau teman, artikel dari koran, dan
sebagainya.
Ancaman, keseriusan, ketidak-kekebalan dan pertimbangan keuntungan dan
kerugian, dipengaruhi oleh :
a. Variabel demografis (usia, jenis kelamin, latar belakang budaya)
b. Variabel sosiopsikologis (kepribadian, kelas sosial, tekanan sosial)
c. Variabel struktural (pengetahuan dan pengalaman masalah)
Orang tua bila dibandingkan dengan remaja akan melihat secara berbeda tentang
risiko dari kanker dan masalah jantung. Orang yang punya pengalaman dengan kanker akan
bersikap lain terhadap kanker (dan merokok) dibandingkan dengan orang yang tidak punya
pengalaman ini.
Model ini menganggap bahwa perilaku kesehatan merupakan fungsi dari
pengetahuan maupun sikap. Secara khusus menegaskan bahwa persepsi sesorang tentang
kerentanan dan kemujaraban pengobatan dapat mempengaruhi keputusan seseorang
dalam perilaku-perilaku kesehatannya.
Menurut health belief model, perilaku ditentukan oleh apakah seseorang itu :
1. Percaya bahwa mereka rentan terhadap masalah kesehatan tertentu
2. Menganggap masalah ini serius
3. Meyakini efektivitas tujuan pengobatan dan pencegahan
4. Tidak mahal
5. Menerima anjuran untuk mengambil tindakan kesehatan
Sebagai contoh seorang wanita akan mempergunakan kontrasepsi apabila dia telah
mempunyai beberapa orang anak dan mengetahui bahwa dia masih berpotensial untuk
hamil beberapa tahun mendatang.
Meskipun beberapa unsur health belief model terbukti berkaitan dengan perilaku
kesehatan secara statistik model ini memiliki kelemahan :
1. Kepercayaan-kepercayaan kesehatan bersaing dengan kepercayaan-kepercayaan
serta sikap-sikap lain seseorang, yang juga mempengaruhi perilaku
2. Penelitian psiokologi sosial selama puluhan tahun membuktikan bahwa kepercayaan
seseorang sesungguhnya lebih sering mengikuti perubahan perilaku dan bukan
mendahuluinya

B. Model Transteoritik ( Transtheoritical Model )
Model transteoritik (model bertahap, stage of change), sesuai namanya mencoba
menerangkan serta mengukur perilaku kesehatan dengan tidak tergantung pada perangkap
teori tertentu. Prochaska dan teman-teman (1979) mula mula bermaksud menjelaskan
proses apa yang terjadi bila peminum alkohol berhenti, dan juga terhadap proses dalam
berhenti merokok. Penelitian ini mengidentifikasikan 4 tahap independent :
1) Prekontemplasi : mengacu kepada tahap bila seseorang belum memikirkan
sebuah perilaku sama sekali, orang itu belum bermaksud merubah perilaku.
2) Kontemplasi : seseorang benar-benar memikirkan untuk mengubah perilaku,
namun masih belum siap melakukannya.
3) Aksi : mengacu kepada keadaan bila orang telah melakukan perubahan perilaku.
4) Pemeliharaan : merupakan pengentalan jangka panjang dari perubahan yang
telah terjadi yaitu individu kembali pada pola perilaku sebelum tahap-tahap aksi.
Model transteoritik sejalan dengan teori-teori rasional atau teori-teori pembuatan
keputusan dan teori ekonomi yang lain, terutama dalam mendasarkan diri pada proses-
proses kognitif untuk menjelaskan perubahan perilaku. Suatu perkembangan menarik akhir-
akhir ini dalam menggunakan model transteoritik adalah usaha mencocokan pendekatan-
pendekatan intervensi dengan tahap perubahan tertentu seseorang audiens sasaran berada.
Model transteoritik saat ini merupakan subyek dari berbagai upaya penelitian di
bidang kesehatan masyarakat, baik untuk pengendalian penyakit-penyakit kronik maupun
penyakit infeksi.
Model ini menjelaskan kesiapan atau kerelaan individu untuk berubah, yaitu
merubah perilaku yang tidak sehat menjadi sehat dan dari sehat menjadi lebih sehat lagi.
Model ini mempunyai 5 tahap diantaranya :
1. Tahap Pre Kontemplasi :
Pada tahap ini individu tidak mengetahui adanya masalah dan tidak memikirkan
perubahan perilaku pada dirinya. Disini komunikasi berperan untuk menumbuhkan
kesadaran tentang kebutuhan untuk berubah dengan memberikan informasi
(untung/ rugi penyakit).
2. Tahapan Kontemplasi :
Disini individu mulai berpikir tentang perubahan dimasa yang akan datang disini
komunikator membantu memberikan motivasi dukungan untuk membuat
perencanaan spesifik.
3. Keputusan/ Menentukan ( Decision/ Deterinination )
Tahapan ini individu mulai membuat rencana perubahan dengan itu kita membantu
mengembangkan rencana tindakan nyata dengan mengatur tujuan secara bertahap.
4. Aksi ( Action )
Pada tahap ini individu mengimplementasikan rencana tindakan spesifik.
Komunikator berperan membantu memberikan umpan balik, memecahkan masalah,
dukungan sosial dan pemaksaan.
5. Perawatan ( Maintenace )
Tahap ini individu mengulang tindakan yang direkomendasikan, komunikator
membantu mengulang, menentukan alternatif serta menghindari kegagalan.













Daftar Pustaka
Suryani, Eko, Ircham Machfoedz. 2009. Pendidikan Kesehatan bagian dari promosi
Kesehatan. Penerbit Fitramaya. Yogyakarta
Syafrudin, et all. 2009. Promosi Kesehatan untuk Mahasiswa Kebidanan. CV. Trans Info
Media. Jakarta