Anda di halaman 1dari 10

35

BAB III
METODE PENELITIAN


3.1 Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan
pendekatan cross sectional. Dimana variabel bebas (kebiasaan merokok) dan
variabel terikatnya (hipertensi) yang pada waktu pengukurannya dilakukan satu
kali dan dalam waktu bersamaan.

3.2 Populasi dan Sampel Penelitian
3.2.1 Populasi
Populasi pada penelitian ini adalah semua laki-laki usia 40-50 tahun yang
merokok dan hipertensi di Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang.

3.2.2 Sampel
Sampel yang dipilih adalah laki-laki usia 40-50 tahun yang memenuhi
kriteria sebagai berikut: Hipertensi, Kebiasaan merokok, Sehat rohani dan
Jasmani. Adapun teknik pengambilan sampel digunakan teknik Total Populasi.





36

3.3 Variabel penelitian
Variabel adalah perilaku atau karakteristik yang memberikan nilai beda
terhadap sesuatu (benda, manusia, dll) (Soeparto, Taat Putra, Haryanto, 2000
dalam Nursalam, 2003).
Adapun variabel penelitian ini terdiri dari :
a. variabel bebas : Kebiasaan merokok
b. variabel terikat : Hipertensi
c. variabel kendali: Usia dan Jenis Kelamin















37

3.4 Kerangka Operasional




























Gambar 3.1 Kerangka Operasional Hubungan Antara Kebiasaan Merokok
Dengan Kejadian Hipertensi Pada Laki-Laki Usia 40- 50 Tahun
Populasi: Semua laki-laki usia 40-50
tahun yang merokok dan hipertensi
di Universitas Tribhuwana
Tunggadewi Malang.



Sampel: laki-laki usia 40-50 tahun
yang merokok dan hipertensi di
Universita Tribhuwana Tunggadewi
Malang.




Total populasi
Variabel bebas:
Kebiasaan merokok
Variabel terikat:
Hipertensi
Analisa Data
spearman rank (rho)
Kesimpulan

Pengolahan Data:
Editing, Coding,
Tabulating, Entery Data
Pengumpulan Data:
Kuesioner
38

3.5. Definisi Operasional

Tabel 3.1 Definisi Operasional Hubungan Antara Kebiasaan Merokok Dengan
Kejadian Hipertensi Pada Laki-Laki Usia 40- 50 Tahun
N
o

Variabel Definisi
operasional
Parameter Alat
ukur
Skala Skor
1 Bebas:
kebiasaan
merokok

merupakan
salah satu
kebiasaan
menghisap
rokok dalam
kehidupan
sehari-hari
yang dapat
mempengaru
hi kesehatan.
Jumlah rokok
yang dihisap

Kategori:
Ringan:
(< 10 batang
per hari),
Sedang:
(10-20 batang
per hari),
Berat:
(> 20 batang
per hari)

(Bustan,1997)
Questi
oner

Ordinal Ringan = 1
Sedang = 2
Berat = 3
2 Terikat:
Hipertensi
suatu
keadaan
dimana
tekanan darah
menjadi naik
karena
gangguan
pada
pembuluh
darah yang
mengakibatka
n suplai
oksigen dan
nutrisi yang
dibawa oleh
darah
terhambat
sampai ke
jaringan
tubuh yang
membutuhka
nnya.
Tekanan darah

Kategori:
Ringan:
TS: 140-180
TD: 90-105

Perbatasan/
sedang:
TS: 140-160
TD: 90-95

Berat:
TS: >180
TD: >105)

(Mansjoer,
Arif dkk,
2000).
Tensi
meter
Ordinal Ringan =1
Perbatasan/
sedang = 2
Berat = 3

39

3.6 Instrumen Penelitian dan Bahan Penelitian
Bahan dan instrumen yang digunakan pada penelitian ini, meliputi :
a. Questioner
b. Alat pengukur tekanan darah: Sphygmonanometer dan Stetoskop
c. Kertas, pena
d. Lembar wawancara
e. Komputer

3.7 Waktu dan Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Juli 2011 di
Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang.

3.8 Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan dengan (a) observasi, yaitu pengamatan
langsung terhadap keseluruhan objek yang diteliti, termasuk objek lain yang ada
hubungan dengan kegiatan penelitian, (b) wawancara langsung dengan responden
dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner) yang telah dipersiapkan, dan
(c) sedangkan data sekunder diperoleh dari buku/literatur yang berhubungan
dengan Hipertensi dan Kebiasaan Merokok.




40

3.9 Pengolahan Data dan Teknik Analisis Data
3.9.1 Pengolahan Data
a. Editing
Editing adanya untuk memeriksa kembali kebenaran data yang diperoleh
atau dikumpulkan. Editing dapat dilakukan pada tahap pengumpulan data
atau setelah data terkumpul (Hidayat, 2009)
b. Coding
Merupakan kegiatan pemberian kode data numerik atau angka terhadap
data yang terdiri atas beberapa kategori. Pemberian kode ini sangat
penting bila pengolahan dan analisis data dilakukan menggunakan
komputer (Hidayat, 2009). Kode yang digunakan:
1) Kode responden
RI : Responden Pertama
R2 : Responden Kedua,dst.
2) Kode pertanyaan
XI : Pertanyaan Pertama
X2 : Pertanyaan Kedua, dst.
c. Tabulating
Penyuluhan data merupakan pengorganisasian data sedemikian rupa agar
mudah dapat dijumlahkan, disusun dan ditata untuk disajikan dan
dianalisis. Proses tabulasi dapat dilakukan dengan berbagai cara antara
lain dengan metode kartu dan komputer (Arikunto, 2006).

41

d. Entery data
Entery data adalah kegiatan memasukan data yang telah dikumpulkan
kedalam master tabel atau database komputer, kemudian membuat
distribusi frekuensi sederhana atau bisa juga dengan membuat tabel
kontigensi (Hidayat, 2009).

3.9.2 Teknik Analisa Data
Teknik analisis data dengan menggunakan komputer program SPSS
13 of windows dengan Uji Korelasi Spearman Rank (Rho). Metode Korelasi
Spearman Rank (Rho) digunakan untuk mengukur tingkat atau eratnya
hubungan antara dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat yang
berskala ordinal. Rumus korelasi Spearman Rank (Rho) yang digunakan
yaitu:
1 n n
d 6
1 r
2
2
s



Keterangan:
r
s
= nilai korelasi Spearman Rank
d
2
= selisih setiap pasangan Rank
n = jumlah pasangan rank untuk spearman (5 < n < 30) (Hidayat, 2007).



42

Menurut Arikunto (2006) untuk hasil koefisien korelasi atas p
value dapat diketahui 4 hal:
a. Arah korelasi, dinyatakan dalam tanda plus (+) dan minus (-). Tanda plus
(+) menunjukkan adanya korelasi sejajar searah, sedangkan tanda minus
(-) menunjukkan adanya korelasi sejajar berlawan arah.
b. Ada tidaknya korelasi, dinyatakan dalam angka pada indeks. Jika bukan
0,0000, dapat diartikan bahwa antara kedua variabel yang dikolerasikan
terdapat adanya korelasi.
c. Interpretasi tinggi rendahnya korelasi dapat diketahui juga dari besar
kecilnya angka dalam indeks korelasi. Makin besar angka dalam indeks,
makin tinggi korelasi kedua variabel.
d. Signifikan tidaknya korelasi.

3.10 Etika Penelitian
Menurut Notoatmodjo (2010) masalah etika penelitian
keperawatanmerupakan masalah yang sangat penting dalam penelitian, mengingat
penelitian keperawatan berhubungan langsung dengan manusia, maka segi etika
penelitian harus diperhatikan antara lain adalah sebagai berikut:

a. Keadilan dan inklusivitas/keterbukaan (respect for justice an
inclusiveness)
Prinsip keterbukaan dan adil perlu dijaga oleh peneliti dengan kejujuran,
keterbukaan dan kehati-hatian. Untuk itu lingkungan peneliti perlu
43

dikondisikan sehingga memenuhi prinsip keterbukaan, yakni dengan
menjelaskan prosedur penelitian . prinsip keadilan ini menjamin bahwa
semua subjek penelitian memperoleh perlakuan dan keuntungan yang
sama, tanpa membedakan jender, agama, etnis, dan sebagainya.

b. Memperhitungkan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan
(balancing harms and benefits)
Sebuah penelitian hendaknya memperoleh manfaat semaksimal mungkin
bagi masyarakatpada umumnya, dan subjek penelitian pada khususnya.
Peneliti hendaknya berusaha meminimalisasi dampak yang merugikan
bagi subjek. Oleh sebab itu, pelaksanaan penelitian harus dapat mencegah
atau paling tidak mengurangi rasa sakit, cidera, stres, maupun kematian
subjek penelitian.
Mengacu pada prinsip-prinsip dasar penelitian tersebut, maka setiap
penelitian yang dilakukan oleh siapa saja, termasuk para peneliti kesehatan
hendaknya :
1. Memenuhi kaidah keilmuan dan dilakukan berdasarkan hati nurani, moral,
kejujuran, kebebasan, dan tanggung jawab.
2. Merupakan upaya untuk mewujudkan ilmu pengetahuan, kesejahteraan,
martabat, peradaban manusia, serta terhindar dari segala sesuatu yang
menimbulkan kerugian atau membahayakan subjek penelitian atau
masyarakat pada umumnya (SK Wali Amanah Universitas Indonesia No.
007/Tap/MWA-UI/2005).
44

c. Menghormati harkat dan martabat manusia (respect for human
dignity)
Peneliti perlu mempertimbangkan hak-hak subjek penelitian untuk
mendapatkan informasi tentang tujuan peneliti melakukan penelitian
tersebut. Disamping itu, peneliti juga memberikan kebebasan kepada
subjek untuk memberikan informasi atau tidak memberikan
informasi/berpartisipasi. Sebagai ungkapan, peneliti menghormati harkat
dan martabat subjek penelitian, penelitian seyogianya mempersiapkan
formulir persetujuan subjek (inform concent) yang mencakup :
1. Penjelasan manfaat penelitian
2. Penjelasan kemungkinan resiko dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan
3. Penjelasan manfaat yang didapatkan.
4. Persetujuan peneliti dapat menjawab setiap pertanyaan yang diajukan
subjek berkaitan dengan prosedur penelitian.
5. Persetujuan subjek dapat mengundurkan diri sebagai objek penelitian
kapan saja.
6. Jaminan anonimitas dan kerahasiaan terhadap identitas dan informasi yang
diberikan oleh responden.