Anda di halaman 1dari 6

Pertumbuhan mikroba didasarkan pada pengamatan aktivitas kehidupan sel.

Pengamatan pertumbuhan sel serta aktivitas biologi dan biokatalis dalam


metabolisme sel adalah hal yang sangat penting (Najafpour, 2007).
Pertumbuhan sel dalam kultur Batch
ultur bat!h adalah sistem tertutup tanpa adanya aliran masuk atau keluaran
sehingga nutrisi dalam media !air dipersiapkan dengan volume yang tepat.
"nokulum dipindahkan kemudian mikroorganisme akan tumbuh se!ara bertahap dan
melakukan replikasi.
ultur bat!h adalah proses pembiakan sederhana dalam tangki dengan
pengaturan yang baik. konstentrasi nutrisi, sel dan produk akan berubah setiap saat
selama proses pertumbuhan mikroba.
#eknik evaluasi suatu populasi mikroba baik se!ara kuantitatif maupun
kualitatif dapat diguakan untuk memantau dan mengkaji fenomena pertumbuhan.
$ntuk itu dilakukan pembiakan se!ara klasik. %aju pertumbuhan ditetapkan
berdasarkan evolusi konsentrasi selular (dapat dinyatakan dalam jumlah sel per
satuan volume kultur). &apat pula dinyatakan dalam konsentrasi biomassa (g massa
sel kering per satuan volume kultur). 'emua itu tergantung pada jenis mikroba (uni
selular atau berfilamen) dan metode pengukuran yang digunakan. 'e!ara umum
pertumbuhan mikroba tersebut se!ara !urah mengikuti pola seperti pada gambar di
ba(ah ini
)asa a(al (lag) merupakan fasa penyesuaian mikroba, sejak inokulasi sel
mikroba diinokulasi ke media biakan. Pada fasa ini terjadi sintesis en*im oleh sel
)asa
%ag
)asa
eksponensial
%og
(+umlah sel)
)asa
stasioner
)asa
kematian
,ambar 2.- urva Pertumbuhan ultur .ikroba +enis Batch
(Najafpour, 2007)
yang diperlukan untuk metabolisme metabolit. 'elama periode ini tak terjadi
penangkaran sel. /leh karena itu,
0 10o 1 tetap
&engan 0o 1 konsentrasi selular, pada t 10.
%aju pertumbuhan (g2l.j) sama dengan nol.
r
3
1d32dt 1 0
demikian pula laju pertumbuhan spesifik, 4 (j
5-
) adalah nol.
d32dt. -20 14 1 0
%amanya fasa lag ini bergantung pada banyak faktor seperti jenis dan umur mikroba,
ukuran inokulum, dan kondisi kutur. +ika mikroba diinokulasi dari media yang
berkonsentrasi rendah ke media berkonsentrasi tinggi akan mengakibatkan fasa lag
yang lama. 6al ini disebabkan oleh sel harus menghasilkan e*im yang dibutuhkan
untuk metabolisme nutrisi yang ada. #etapi sebaliknya, jika perpindahan mikroba
dari konsentrasi tinggi ke rendah , fasa lag biasanya berlangsung singkat.
)aktor penting lain yang menentukan lamanya fasa lag adalah ukuran
inokulum. +ika sejumlah ke!il sel diinokulasi ke dalam volume yang besar, maka fasa
lag akan berlangsung lama.
'etelah fasa a(al selesai, mulai terjadi reproduksi selular. onsentrasi selular
atau biomassa meningkat, mula5mula perlahan kemudian makin lama makin
meningkat. &engan demikian laju reproduksi atau pertumbuhan, d02dt dan laju
pertumbuhan spesifik meningkat.
Pada laju pertumbuhan atau reproduksi selular men!apai titik maksimal,
maka terjadi pertumbuhan se!ara logaritmik atau eksponensial. Pada fasa ini keadaan
pertumbuhan adalah mantap, dengan laju pertumbuhan spesifik (4) dan komposisi
selular tetap, sedangkan komposisi kimia(i media biakan berubah akibat terjadinya
sintesis produk dan penggunaan substrat. %aju penggandaan se!ara sederhana dapat
dievaluasi berdasarkan (aktu penggandaan sel. Nilai ini beragam antara satu
mikroba dengan mikroba lain seperti pada tebel 2.- berikut.
#abel 2.- 7aktu Penggandaan dan %aju Pertumbuhan 'pesifik .aksimal 8erbagai
/rganisme
/rganisme t
g
(jam) 4
m
(jam
5-
)
8akteri 0,9 2,9
hamir -,: 0,;<
apang 9 0,29
'el tanaman 2; 0,02=7
(.angun(idjaja dan 'uryani, ->>;)
'elama fase eksponensial, laju pertumbuhan,d32dt meningkat berbanding
dengan 0. Penyajian se!ara grafik semilogaritmik, log 0 1 f(t) menghasilkan garis
lurus. %aju pertumbuhan spesifik tetap dan men!apai nilai maksima.
d32dt. -20 1 4
m
Pertumbuhan berbanding dengan kerapatan selular mikroba,
r
3
14
m
0
Pada fasa ini ?
log 0
2
5 log 0
-
1 4
m
(t
2
@

t
-
)
0
2
1 0
-
e
4m
(t
2
@ t
-
)
7aktu generasi atau (aktu penggandaan, t
g
pada fasa eksponensial dapat ditentukan
sebagai berikut.
t
g
1 ln 22 4
m
1 0,<>2 4
m
Pada saat substrat atau persenya(aan tertentu yang diperlukan untuk
pertumbuhan dalam media biakan mendekati habis dan terjadi penumpukan produk5
produk penghambat maka terjadi penurunan laju pertumbuhan, d02dt.
Pada fasa stasioner, konsentrasi biomassa men!apai maksimal, 0
f
.
Pertumbuhan berhenti dan menyebabkan terjadinya modifikasi struktur biokimia(i
sel. )asa penurunan ditandai oleh berkurangnya jumlah sel hidup dalam media akibat
terjadinya kematian yang diikuti otolisis oleh en*im selular. $ntuk mikroba
penghasil metabolit (antara lain antibiotik) dua fasa terakhir dapat dimodifikasi
dengan pengendalian mekanisme pengaturan spesifik.
8erdasarkan kajian pertumbuhan mikroba tersebut dapat ditentukan beberapa
parameter pertumbuhan antara lain koefisien konversi (yiled)atau rendemen
produktivitas. Yield adalah rasio biomassa terhadap massa substrat.
' '
0 0
A
o
o f
02'

=
&engan '
o
1 konsentrasi a(al substrat dan ' adalah konsentrasi substrat
tersisa yang umumnya mendekati nol dan dapat diabaikan dibandingkan nilai '
o
('B'
o
). Nilai A
02'
dinyatakan dalam gram bobot kering sel per gram atau mol subtrat
yang dikonsumsi (rendemen molekular). .isalnya fermentasi etanol dari gula se!ara
sederhana didasarkan pada reaksi berikut.
%aju produksi biomassa dan pemebentukan produk adalah ?
dan
&i mana yield biomassa dan produk adalah ?
dan
$ntuk yield teoritis dari fermentasi etanol berdasarkan fermentasi glukosa dalam dua
mol etanol ?
(Najafpour, 2007)
'elama fermentasi !urah laju pertumbuhan spesifik adalah tetap dan tidak
bergantung pada perubahan konsentrasi hara dalam media. Pada konsentrasi hara di
ba(ah taraf tertentu, fenomena ini tidak berlaku. Pembiakan mikroba dalam media
sintetik pada konsentrasi rendah akan menghasilkan laju pertumbuhan yang selalu
ke!il dari laju pertumbuhan spesifik. 'ubstrat pada taraf konsentrasi ini disebut
substrat pembatas.
6ubungan laju pertumbuhan dengan konsentrasi substrat (s) ditunjukkan pada
gambar 2.9.
,ambar 2.9 Pengaruh onsentrasi 'ubstrat terhadap %aju Pertumbuhan
(.angun(idjaja dan 'uryani, ->>;)
4 (jam
5-
)
4
maks
C
8 D
' (g2l)
eterangan ?
C 1 Pembatasan oleh substrat
8 1 #ak ada pengaruh substrat
D 1 Penghambatan oleh substrat berlebih
Pada daerah C terdapat pembatasan oleh substrat. Pada kondisi ini
peningkatan konsentrasi substrat akan menaikkan laju petumbuhan mikroba. Pada
daerah 8 tak terdapat pembatasan dan dijumpai pada fasa eksponensial. 'edangkan
pada daerah D terjadi penghambatan oleh kelebihan substrat. #ampak pada saat '
mendekati 0, 4 berbanding lurus dengan '. 'edangkan bila ' berlebihan,4 tak
tergantung pada ' dan 4 1 4
m
.
)enomena ini dipelajari oleh .onod yang kemudian menyusun model
kinetika mikrobial berdasarkan analogi model kinetika en*imatik .i!haelis 5
.enten. Persamaan .onod menunjukkan hubungan antara pengaruh substrat
terhadap laju pertumbuhan spesifik (4) dalam kultur batch yang dihubungkan dengan
(aktu dan laju petumbuhan spesifik maksimum (4
m
) (Najafpour, 2007).
eterangan ?
s
1 tetapan kejenuhan, yaitu konsentrasi substrat pada 4

1 4
m
2 2
Nilai
s
beragam menurut galur mikroba dan faktor kimia(iyang terlibat.
$ntuk substrat bergula nilai
s
umumnya berkisar - @ -00 mg2l. 'edangkan untuk
substrat nitrogen umumnya nilai
s
lebih rendah. 'e!ara umum, bila ' E 9
s
, 4 1 4
m
dan
s
1 0,- g2l. 8erbagai nilai
s
untuk mikroba pada substrat tertentu disajikan
pada tabel 2.9.
#abel 2.9 Nilai
s
8erbagai .ikroba pada .odel .onod
'ubstrat
s
(mg2l) .ikroba
,lukosa -0 Enterobacter aerogenes
2,0 @ ;,0 E. coli
2: Saccharomyces cerevise
Fibosa 9,0 Hansenula polimorpha
.etanol -20,0 H. polimorpha
Cmoniak 0,- E. aerogenes
.agnesium 0,< E. aerogenes
'
'
G G
s
m
+
=
'ulfat 9,0 E. aerogenes
(.angun(idjaja dan 'uryani, ->>;)
8erdasarkan model .onod, laju pertumbuhan (r
3
) dapat dinyatakan sebagai
berikut.
0
'
' G
G 3 r
s
m
s
+
= =
'eperti halnya kinetika en*imatik, model .onod untuk penghambatan oleh substrat
dapat ditulis sebagai berikut.

' '
' G
G
i
2
s
m
+ + +
=
'edangkan adanya pembatasan oleh dua atau lebih subtrat dapat dinyatakan sebagai
berikut.

+
=
..........
.........

'
'

'
'
G G
2 s
2
- s
-
m
$ntuk penghambatan oleh metabolit dapat dinyatakan sebagai berikut.

) (P2 -
-

'
' G
G
P s
m

+
=