Anda di halaman 1dari 12

PENYEBAB

CACAT BAWAAN
BATASAN
Cacat bawaan adalah penyimpangan dari
bentuk atau fungsi normal, yang terjadi
intrauterine
ANGKA KEJADIAN
Tidak ada angka resmi
BKS PENFIN, Bandung 1987, mematok
angka 0,4 - 10% di RS Pendidikan di
Indonesia
Angka ini di luar negeri mencapai 1 - 3%
PENYEBAB
Keturunan / faktor genetik ( 40 - 50 % )
Cacat karena kerusakan selagi hasil
konsepsi ada dalam kandungan (5%)
Penggunaan obat ( 2%)
Penyinaran dan kelainan Metabolisme
TERATOLOGI
Teratogen adalah zat yang bekerja
pada saat perkembangan embrionik
janin
Hedegen, adalah zat yang menghambat
maturasi
Trofogen, adalah zat yang memberikan
penyimpangan pada pertumbuhan
CARA MENGEVALUASI
TERATOGEN
Cacat tersebut harus betul akibat / karena
bahan yang dimaksud
Bahannya harus menembus plasenta
Pemaparan harus terjadi pada periode
masa kritis
TAHAPAN PERIODE
Periode pra implantasi, 2 minggu dari
fertilisasi sampai implantasi
Periode embrionik, minggu kedua sampai
minggu ke delapan
Periode fetal, hamil 9 minggu sampai bayi
cukup bulan
Tidak semua kecacatan terdeteksi selagi
masih dalam kandungan atau pada saat lahir
Cacat bawaan terjadi pada 1 - 4% persalinan
Hukum alam menemukan, menentukan dan
membuang yang tidak sempurna

Ada cacat bawaan yang dapat dicegah,
diperbaiki dengan jalan operasi intrauterine

Banyak cacat bawaan yang tidak berdiri
sendiri

Minor / kecil tidak berarti tidak penting
Angka kejadian dapat berubah tanpa
penyebab yang jelas, contoh : menghindari
hamil pada usia tua, faktor makanan dan
lingkungan, dilakukan pengguguran
Kebiasaan minum alkohol & merokok
dapat meningkatkan angka kejadian
Merokok dan penggunaan obat terlarang
dapat meningkatkan angka kejadian
OBAT DAN KEHAMILAN
Gunakan dosis efektif yang paling rendah
Tidak menggunakan pengobatan / obat ganda
Pakailah obat ( lama ) yang sudah jelas aman
Hindari obat tanpa pengetahuan dokter
PENUTUP
Pentingnya Pusat - Pusat Pengkajian
Cacat Bawaan
One Stop Shoping / pendekatan
multidisiplin