Anda di halaman 1dari 26

BAB 7

BAHAN KIMIA PEMBANTU


7.1 PERANAN BAHAN KIMIA PEMBANTU
Bahan kimia pembantu (chemical admixtures) dan bahan-bahan lain merupakan bahan
tambahan (additives) kepada beton. Jumlahnya relatif sedikit tetapi pengaruhnya
cukup besar pada beton sehingga banyak digunakan. Oleh sebab itulah
penggunaannya harus teliti.
Produk-produk bahan kimia pembantu yang komersial !enisnya sering
dikombinasikan. Jarang bisa diperoleh informasi terperinci terutama tentang
komposisi kimianya sehingga sukar untuk mengestimasi semua pengaruhnya pada
beton. Oleh karena itu perlu dipertimbangkan untuk memakai produk"merek yang
sudah dikenal. Bila perlu dicoba dengan campuran percobaan (trial mix). #fek dapat
berbeda untuk merek semen yang berbeda.
$enurut %&'$ bahan kimia penrbantu adalah rnaterial di sarnping agregat dan
semen hidraulis yang ditambahkan ke dalam adukan beton sebelum atau selama
proses pengecoran. Jika campuran direncanakan dengan baik maka pada urnumnya
beton tidak memerlukan bahan kimia pembantu apapun. (agipula bahan kimia
pembantu bukanlah pengganti untuk cara pengecoran yang baik. )amun dalam
kondisi tertentu pemakaian bahan kimia pembantu adalah cara yang paling praktis
untuk mencapai hasil tertentu. *i ba+ah ini akan di!abarkan masing-masing
kegunaannya.
*ef!nisi yang lebih baru dari ,elompok #ropa -#) berdasarkan .&O dan /ederasi
%sosiasi %dmixture Beton #ropa0 1$aterial yang ditambahkan selama proses
pencampuran beton dalam kuantitas tidak lebih dari 23 dari berat semen dari beton
untuk mengubah sifat campuran dan"atau keadaan keras1.
$aterial seperti abu terbang kerak silika fume dipandang bukan sebagai bahan kimia
pembantu tapi lebih sebagai bahan mineral pembantu yang bersifat perekat yang
bersifat tambahan. Bahan ini akan dibahas di Bab 4.
Bahan-bahan pembantu lain (tniscellaneous admixlures seperti bonding agent bahan
untuk mengikat beton lama dengan beton baru grouting udmixtures 5uickset dan
+aterproofing udmixtures) maupun bahan-bahan lain yang tidak ditambahkan pada
campuran beton namun masih berhubungan erat dengan struktur beton (seperti curing
agent +aterproofing membrane. !oint sealing compound form releasing agent dan
+aterstop).
7.2 JENIS - JENIS BAHAN KIMIA PEMBANTU
Bahan kimia pembantu (chemical admixtures) ada betmacam-macam. $enurut
%&'$ bahan kimia pembantu itu terbagi men!adi0
a. Jenis % - $engurangi %ir (water reducer)
b. Jenis B - $emperlambat pengikatan (Retarder)
c. Jenis - - $empercepat pengikatan (Accelerator)
d. Jenis * - %6B ( 7ater 8educer 9 8etarder)
e. Jenis # - %6- (7ater 8educer 9 %ccelerator)
f. Jenis / - &uperplastici:er ( 7ater 8educer 9 ;igh 8ange)
g. Jenis < - 7ater 8educer 9 ;igh 8ange 9 8etarder
&elain itu ada !uga0
a. $enambahkan buih udara (%ir #ntrainment)
b. $embuat kedap air (7aterproofing)
&ecara umum dapat dikatakan bah+a semua chemical admixtures ('ype % B # /
<) kecuali accelerating admixtures ('ype -) mempunyai bahan dasar yang sama
yaitu lignosulphonate. Juga mempunyai kegunaan yang sama yaitu meningkatkan
+orkability (termasuk entraining dan mineral admixture) %ccelerating udmixtures
('ype -) yang berbeda dengan bahan dasar utama garam klorida.
&tandar #ropa mempunyai aturan yang sedikit berbeda. 'idak dipakai huruf B -
tetapi langsung menggunakan namanya. Jenis lain yang belum disebutkan adalah
sebagai berikut0
a. ;ardening %ccelerating yang mempercepat pengembangan kekuatan
dini baik berpengaruh maupun tidak pada +aktu pengikatan. Jadi
berbeda dengan accelerator !enis - yang mempercepat +aktu pengikatan
( !uga disebut set accelerating).
b. 7ater 8etining mengurangi kehilangan air dengan suatu reduksi pada
perdarahan (bleeding)
c. 7ater 8epellent mengurangi penyerapan kapiler dari beton keras.
-orrosion lnhibiting mengurangi risiko korosi dari elemen logam yang
tertanam dengan reaksi kimia.
7.3 JENIS PENGURANG AIR ( WATER REDUCER)
=ang paling banyak terpakai dari kelompok ini adalah bahan kimia pembantu !enis %
(ordinary +ater reducer) !enis / (high range +ater reducer) !enis * (retarding
+ater reducer) dan Jenis < (returding high range +ater reducer). Jenis % !uga disebut
plastici:er sedangkan !enis < disebut sebagai superplastici:er.
,omposisi kimia !enis yang biasa pada dasarnya mengandung lignosulfonat dan yang
high-range mengandung sulfonat naltalin formaldehyde atau sulfonat melamin
formaldehyde. Bahan kimia diketahui sebagai agen permukaan aktif dan aksi darinya
adalah melalui absorpsinya pada permukaan butiran semen sehingga menciptakan
muatan negatif pada permukaan. .ni menghasilkan tolak-menolak antar butiran
sehingga mengakibatkan aksi penyebaran pada stuktur butiran semen yang merumpun
(flocculated) yang umumnya ter!adi bila bertemu dengan air. %ir yang terperangkap
dilepaskan sehingga membantu melumaskan campuran dan memperbaiki kelecakan.
%ksi perlambatan adalah akibat lapisan yang terserap menghalangi kecepatan reaksi
selama masa pasif (dormant period). Pengaruh ini secara bertahap berkurang ketika
permukaan total untuk penyerapan bertambah karena hidrasi semen mempunyai
permukaan spesifik yang sangat tinggi. &ebagai tambahan trikalsium aluminat bisa
bereaksi dengan bahan kimia membentuk garam yang rumit sehingga menngurangi
konsentrasi bahan kimia tambahan dalam fase cair campuran.
7.3.1 BAHAN DASAR
*asar gula (karbohidrat polysacharida dan asam gula) garam-garam dari asam
lignosulphonik (produk sampingan dari proses industri kayu - pulp) dan asam
hydroxilated carboxylic material anorganik (seperti garam seng borat fosfat dan
klorida) amina dan turunannya serta polimer tertentu (seperti ether selulosa turunan
dari rnelamin turunan dari nepthalene silikon dan hidrokarbon sulfonat).
7.3.2 CARA KERJA
a. $elapisi butirdengan ion negative sehingga butir-butir yang asalnya saling
menempel men!adi ber!arak karena adanya gaya tolak-menolak akibat ion
negatif tadi. &ecara mendetail adalah sebagai berikut0
b. Butir semen mempunyai kecenderungan untuk men!adi satu dan membentuk
kumpulan (floc) yang menyebabkan air ter!ebak di dalamnya.
c. %danya bahan kimia pembantu in yang mempunyai sifat seperti deter!en
(bahan dengan permukaan aktif) memba+a muatan listrik negatif. dan !ika
dimasukkan ke dalam air cenderung untuk pindah ke permukaan air dengan
muatan listrik atau u!ung tongkat yang aktif di dalam air dan ekor di udara.
d. #kor dan permukaan yang aktif diserap oleh permukaan partikel semen
%kibatnya partikel semen tidak menyatu lagi sebab permukaan yang
bermuatan sesama negatif akan saling tolak-menolak.
e. %kibat ter!adinya gaya tolak-menolak tersebut butir semen yang mengumpul
tadi men!adi tersebar sehingga air yang ter!ebak di antara butir semen tersebut
terlepas.

7.3.3 Dosis
&edikit yaitu antara >?3 - >23 berat semen yang digunakan. Penggunaan dosis
yang benar harus menurut dosis yang disarankan pada brosur produk bahan kimia
yang digunakan.
7.3.4 KEGUNAAN
a. $eningkatkan +orkability tanpa menambah air dengan kekuatan sama.
b. $eningkatkan kekuatan dengan mengurangi kebutuhan air sampai
sebanyak @>3 tanpa kehilangan +orkability.
c. Pemakaian semen lebih sedikit untuk kekuatan dan +orkability yang sama
(untuk penghematan biaya namun tidak selalu benar)
7.3.5 KELEMAHAN
Pemakaian yang berlebihan akan menyebabkan perlambatan yang berlebihan atau
cacat pada betonnya. Juga dapat menyebabkan pemisahan (segregation).
Beberapa !enis yang lain !uga mengandung uir-entruin. $eskipun mengurangi kadar
air beton yang dibuat rnenun!ukkan pertambahan pada susut pengeringannya.
;arganya relatif paling murah !ika dibandingkan !enis lain.
A.B J#).s P#8(%$B%'%) P#)<.,%'%) (8#'%8*#8)
8etarder adalah bahan kimia pembantu untuk memperlambat +aktu pengikatan
(setting line) sehingga campuran akan tetap mudah diker!akan (+orkable) untuk+aktu
yang lebih lama.
'emperatur setinggi C>-C?D- atau lebih sering menyebabkan makin cepatnya
hardening yang menyebabkan sukarnya penuangan dan penyelesaian. &alah satu cara
untuk menanggulanginya adalah dengan menurunkan temperatur dengan
mendinginkan air atau agregat atau keduanya. 8etarder tidak menurunkan temperatur
a+al.
A.B.@ B%;%) *%&%8
Pada umurnnya dari bahan dasar yang mengandung gula (sugar-based). Beberapa
bahan sama dengan komposisi kimia untuk +ater reducer tetapi dalam dosis yang
lebih tinggi. Bila diberikan kadar sampai >? E l3 maka campuran tidak akan set.
7.4.2 MEKANISME KERJA
8etarder akan membungkus butir semen dengan O;F sehingga memperlambat reaksi
a+al dari hidrasinya. 'erbentuknyu garam -a dalam air mengurangi konsentrasi ion
-a dan memperlambat kristalisasi selama fase hidrasi.
Pemakaian yang berlebihan akan menyebabkan perlambatan yang berlebihan. 'etapi
kekuatan akan meningkat dengan normal setelah periode perlambatan selesai asalkan
curing tetap dilakukan dan bekisting tidak diubah.
A.B.C ,#<G)%%)
$emperlambat +aktu pengikatan (set) dan pengerasan (hardening).
%kibat sampingannya adalah menaikkan kekuatan akhir beton karena0
a. $engurangi kecepatan evolusi panas (untuk pengecoran yang luas dalam cuaca
panas).
b. $enghindari ter!adinya sambungan dingin (cold !oints) yaitu pada pengecoran
beton masif di mana pengcoran lapisan demi lapisan memakan +aktu yang cukup
lama atau pengecoran yang terganggu.
c. Gntuk pengangkutan yang lama misalnya pada pembuatan beton !adi (ready mix)
menunda +aktu pengikatan a+al (initial set) dengan tetap men!aga +orkabilitasnya.
d. Gntuk kondisi penuangan yang sulit dan tidak umum seperti pada pier dan fondasi
besar menyemen sumur minyak atau memompa grout atau beton untuk !arak yang
pan!ang.
7.4.4 KELEMAHAN
a. *apat mengakibatkan pendarahan (bleeding).
b. *apat memperbesar susut plastis.
c. %da tendensi pengurangan kekuatan pada umur dini (l sampai C hari)
A.2 J#).& P#8-#P%'%) P#)<.,%'%) (ACCELERATOR)
Bahan kimia ini mengurangi +aktu pengikatan untuk keperluan perbaikan yang
mendesak dan sering sangat berpengaruh pada kekuatan beton. -ontohnya adalah
sodium karbonat aluminium klorida potasium karbonat sodium fluorida sodium
aluminat dan garam ferrit. Boleh dipakai setelah lengkap menilai konsekuensinya.
%ccelerator dipakai untuk mempercepat +aktu pengikatan (setting time) reaksi
hidrasi. *ipakai pada musim dingin di mana pengikatan ber!alan terlalu lambat. Juga
untuk menrpercepat pengembangan kekuatan. ;arus hati-hati memakainya pada iklim
yang panas.
7.5.1. KOMPOSISI
Biasanya sebagai bahan dipakai kalsium klorida. <aram-garam anorganik yang dapat
larut (klorida bromida fluorida karbonat nitrat thiosulfat silikat aluminat alkali
hidroksida) susunan organik yang dapat larut (triethanolamine kalsium format
kalsium acetat kalsium propionat kalsium butyrat) dan bahan padat seperti mineral
silikat.
Bahan yang paling efektif adalah kalsium klorida. )amun mengingat pengaruh
negatifnya terhadap tulangan bahan ini tidak dian!urkan.
7.5.2 CARA KERJA
,alsium klorida mempercepat hidrasi dari -?& dan -r&. Pada saat yang sama
memperlarnbat hidrasi -r%.
7.5.3 KEGUNAAN
a. Gntuk mempercepat reaksi (set dan perkembangan kekuatan dini) terutama
di musim dingin. Pengaruh kurang terasa untuk daerah tropis bahkan bisa
berbahaya karena setting time terlalu cepat.
b. Gntuk menambal kebocoran unfuk tekanan air yang merata ke senrua arah
(uni-directlonal). Paling tepat pakai +ater glass karena set hampir langsung.
7.5.4 KELEMAHAN
a. $eningkatkan kekuatan dini tetapi berpengaruh negatif terhadap kekuatan ?4
hari dan kekuatan akhir.
b. Pemacuan hidrasi menambah puncak panas tetapi tidak memengaruhi panas
hidrasi total. lni memungkinkan teradinya retak karena evolusi panas yang
sangat cepat akibat dari proses hidrasi.
c. %ccelerator dari bahan klorida dapat menyebabkan ter!adirlya korosi pada
tulangan. ,arena itu dilarang untuk dipakai pada beton pratekan !uga pada
beton yang di dalamnya tertanam aluminium misalnya konduit. Gntuk itu
beton harus betul-betul padat. Juga menyebabkan kurangnya ketahanan
terhadap serangan sulfat.
d. Overdosis akan menyebabkan kesulitan placement dan akan merusak karena
akan menyebabkan set yang cepat menambah susut pengeringan korosi pada
tulangan dan mengurangi kekuatan pada umur lan!ut.
e. ;arganya relative mahal dan dosis penggunaannya !uga banyak.
7. SUPERPLASTICIZER
&uperplastici:er (high range +ater reducer admixtures) sangat meningkatkan
kelecakan campuran. -ampuran dengan slump sebesar A2 cm akan men!adi ?> cm.
*igunakan terutama untuk beton mutu tinggi karena dapat mengurangi air sampai
C>3.
Pada prinsipnya mekanisme ker!a dari setiap superplastici:er sama yaitu dengan
menghasilkan gaya tolak-menolak (dispersion) yang cukup antarpartikel semen agar
tidak ter!adi penggumpalan partikel semen (flocculate) yang dapat menyebabkan
ter!adinya rongga udara di dalam beton yang akhirnya akan mengurangi kekuatan
atau mutu beton tersebut.
&uperplastici:er pertama kali diperkenalkan di Jepang dan kemudian di Jerman pada
a+al tahun @HI>-an. <aram sodiun dari.formaldehyde high condensates naphthalene
sulfate superplastici:er dikembangkan di Jepang dan melamin sulfonate formaldehyde
condensates dikembangkan di Jerman.
&emua superplastici:er !uga memiliki kelemahan yang cukup mengkha+atirkan
/lo+ability yang tinggi pada campuran beton yang mengandung superplastici:er
umumnya dapat bertahan sekitar C> sampai I> menit dan setelah itu berukuran dengan
cepat. ,ita sering menyebut hal ini sebagai slunp loss.
&e!ak penambahan superplastici:er di lokasi peker!aan semakin mempersulit
pelaksanaan kontrol kualitas maka dirasakan perlu untuk mengembangkan
superplastici:er !enis baru yang dapat mengimbangi kecepatan slump loss. *engan
latar belakang ini di Jepang se!ak a+al tahun @HH>-an dikembangkan
superplastici:er baru tanpa slump ioss dan sedikit memperlambat hidrasi semen.
&aat ini pengembangan terbaru dari superplastci:er yang berbahan dasar
polycarboxylate telah secara luas digunakan untuk beton mutu tinggi dan self
compacting concrete. &ekalipun memiliki flo+ability yang tinggi self compacting
concrete tidak menun!ukkan adanya segregasi di antara agregat dan mortar sehingga
self compacting concrete dapat men!angkau setiap sudut cetakan.
7!.1 KOMPOSISI
&uperplastici:er ini !uga terbagi atas beberapa !enis yaitu tipe sulphonate melamine
formaldehyde condensates (&$/-) sulphonate naphthalene formaldehyde
condensates (&)/-) dan yang terbaru adalah tipe olycarbo!ylate ethers (P-#).
'ipe &$/- dan &)/- adalah garam yang bermuatan negatif atau anion yang
berukuran colloidal dengan se!umlah besar polar grup dalam mata rantai () dan O)
sementara anion terdiri dari sekitar I> &OC grup. &truktur molekul dari polimer
polycarboxylate ether (P-#) terdiri dari grup carbo!yl sebagai batang polimer (main
chain) dan oksida polyethylene sebagai cabang polimer (side chain). Bentuk struktur
molekul dari polimer polycarboxylate ether (P-#) dapat dilihat pada <ambar A.C.
Batang utama ini akan melekat pada permukaan semen sementara cabang polimer
berfungsi memberikan gaya tolak pada partikel semen lainnya.

7..2 CARA KERJA
Butiran parlikel semen mempunyai kecenderungan untuk men!adi satu dan
membentuk kumpulan ketika bercampur dengan air. ;al ini menyebabkan air ter!ebak
di antara kumpulan partikel semen tersebut. *ampak dari air yang ter!ebak di antara
partikel semen ini antara lain mengurangi flo+ability dan kelecakan dari campuran
!uga menghasilkan rongga-rongga yang dapat mengurangi kekuatannya. %gar partikel
semen tidak berkumpul partikel semen tersebut perlu didispersikan dengan
superplastici:er.
&ecara umum penyebaran (dispercion) oleh superplastici:er disebabkan oleh
electrostatic repulsion dan steric repulsion. Perbedaannya dapat dilihat pada gambar
A.B. Electrostatic repulsion ter!adi pada saat partikel semen diberi muatan ion negatif
oleh molekul-molekul superplastici:er sehingga partikel-partikel semen itu saling
tolak-menolak. &edangkan steric repulsion ter!adi pada saat parlikel-partikel semen
saling tolak-menolak karena adanya o"erlapping dari cabang-cabang polimer (side
chain) yang berasal dari batang polimer (main chain) yang melekat pada permukaan
semen.
7..3 DOSIS
*osis yang digunakan tergantung dosis yang disarankan oleh pembuat
superplastici:er. Pemberian dosis yang berlebihan selain tidak ekonomis !uga akan
dapat menyebabkanpenundaan setting yang lama hingga beton !ustru kehilangan
kekuatan akhir.
Pemakaian dosis yang tinggi pada superplastici:er dengan bahan dasar naphthalene
atau melamin (berkisar pada dosis @.23 atau lebih) akan menyebabkan mortar sulit
mengeras dan kehilangan kekuatannya. &edangkan untuk bahan dasar polycarboxylate
hanya berpengaruh pada penurunan kekuatan a+al dan tidak berpengaluh terhadap
kekuatan akhir.
7..4 KEGUNAAN
a. $eningkatkan +orkability sehingga men!adi lebih besar daripada +ater reducer
biasa.
b. $engurangi kebutuhan air (?2 - C23JK
c. $emudahkan pembuatan beton yang sangat cair. $emungkinkan penuangan
pada tulangan yung rapat atau pada bagian yang sulit di!angkau oleh
pemadatan =ang nremadai.
d. ,arena tidak terpengaruh oleh pelKa+atan yang dipercepat. dapat membantu
mempercepat pelepasan kabel prategang dan acuan.
e. *apat mernbantu penuangan dalam air karena gangguan menyebarnya beton
dihindari.
7..5 KELEMAHAN
a. &lump loss perlu lebih cliperhatikan untuk tipe napthalene dipengaruhi oleh
temperatur ian kompatibilitas antara merek semen dan superplastici:er.
b. ,adar udara hanya @? -?A3 bahkan tanpa pemadatan apapunK
c. %da risiko pemisahan (segregasi) dan pendarahan (bleeding) !ika mix design
tidak dikontrol dengan baik.
d. ;arga relatif mahal.
7.7 AIR- ENTRAIN
%ir-entrain adalah menambahkan se!umlah buih udara dalam bentuk yang benar ke
dalam campuran tanpa secara signifikan mengubah sifat-sifat setting atau kecepatan
hardening. Buih-buih udara kecil dengan !arak yang pendek dihasiilkan oleh bahan
kimia ini yang berfungsi untuk memberikan rongga dari pemuaian air ketika air nulai
membeku pada iklim dingin. ;adirnya se!umlah tecil air-entrain (? sampai 23 volume
beton) akan memperbaiki kohesi dan mengurangi kapasitas perdarahan.
7.7.1 KOMPOSISI
&ecara umum resin kayu alamiah dan sabun-sabunnya. <aram dari asam abiotic dan
primeric serta asam berlemak Al#iryl sulphonates dan Al#il sulphat serta henol
etho!ylates. %&'$ -?I>.
7.7.2 CARA KERJA
%ir-entrainment adalah !uga material yang aktif di permukaan (surface acti"e agent)
yaitu material bermuatan negatif yang mempunyai ekor (polar tail) !ika berada di
dalam air. #kor yang tidak bemuatan ini bersifat menolak air dan selalu berlari ke arah
udara atau permukaan air di sekitar gelembung. $uatan ini saling tarik-menarik
dengan butir semen dan pasir yang muatannya berla+anan dengan molekul tersebut
sehingga men!adi satu. $uatan pada gelembung tersebut saling tolak-menolak
sehingga membantu untuk menghasilkan distribusi yang seragam.
$emasukkan udara ke dalam beton secara sepintas kelihatannya kontroversial sebab
akan mengurangi kekuatannya. )amun perlu diperhatikan bah+a ukuran buih udara
yang dimasukkan ke dalam beton itu kecil sekali tidak sebesar rongga-rongga udara
yang ter!ebak pada umumnya. Buih udara ini H>3 berukuran lebih kecil dari @>> Lm
dan I>3 lebih kecil dari ?> Lm. Buih-buih ini tidak bersambungan satu sama lain
tetapi tersebar merata pada seluruh pasta (semen 6 air). &ebanyak B>> milyar buih
terdapat dalam @ mC beton air-entrain yang mengandung kadar udara B E I3 dengan
volume dan ukuran agregat terbesar B> mm.
7.3.3 KEGUNAAN
$emperbaiki ketahanan terhadap beku (frost) dan garam de$icing terutama digunakan
pada perkerasan beton untuk !alan dan lapangan terbang.
,etika air di dalam beton membeku ia akan mengembang dan menyebabkan tekanan
yang dapat menghancurkan beton dari dalam. Bahan kimia de$icer digunakan untuk
melelehkan sal!u dan membuang es namun dapat menyebabkan terkelupasnya
permukaan. Buih air entrain ini berlaku sebagai +adah untuk pemuaian air sehingga
menghilangkan tekanan dan mencegah kerusakan beton.
7.7.4 PENGARUH SAMPINGAN
a. ,arena faktor air-semen rendah meskipun terdapat -C% air-entrain membuat
beton sangat tahan terhadap serangan air tanah yang mengandung sulfat
ataupun air laut.
b. ,arena faktor air-semen rendah beton lebih kedap air.
c. &etiap persen tambahan udara menambah slump . - ? cm.
d. sangat efektifunhrk campuran yang mengandung semen sedikit (lean)yang
kalau tidak diberi akan men!adi kasar (harsh) dan sulit diker!akan. *emikian
pula untuk +orkabilitas dan campuran dengan agregat angular dan bergradasi
!elek.
e. $engurangi bleeding dan segregasi sehingga memungkinkan pemakaian
agregat yang lebih !elek.
f. *apat digunakan untuk mengurangi bleedin memperbaiki kohesi kepadatan
dan penyelesaian permukaan beton yang tidak tata (extruded concrete).
g. %kibat adanya pengurangan bleeding dan perbaikan +orkability dapat
digunakan sebagai pembantu pada beton yang dipompakan dengan tekanan
kecil.
h. *apat dipakai pada pembuatan beton ringan.
7.7.5 KELEMAHAN
a. &etiap persen tambahan udara akan mengurangi kekuatan akhir @> E ?>
kg"cm?. )amun pengurangan kekuatan dapat ditoleransi dengan keuntungan
lain yaitu kelecakan yang bertambah. Pengurangan berlaku hanya untuk
campuran dengan semen lebih dari CB> kg"mC. Pada campuran lean atau harsh
kekuatan umumnya bertambah.
b. ,etahanan terhadap abrasi berkurang.
c. 'idak memengaruhi susut pengeringan dan rangkak tetapi bila penambahan
kandungan udara iebih dari Ioh susut pengeringan dan rangkak akan ter!adi.
7.7. "#KTU PEMBERIAN
7aktu pemberian terbatas karena agen yang terserap kemudian terbentuk di dalam
ettringite$shell yang akan semakin tebal. ,arena itu dosisnya tergantung pada saat
pemberian. Pengangkutan dapat mengurangi udara >23. Oleh sebab itu sebaiknya
diberikan di lokasi site dan tidak di ready-mix plant. ;asilnya akan lebih baik di
samping dosis yang diberikan dapat lebih sedikit.
7.7.7 DOSIS
&ecara umum pengaruh yang timbul berbanding lurus dengan dosis. )amun !ika dosis
diberikan terlalu banyak maka akan memberikan efek samping yang tidak diinginkan
selain efek utama yang !uga bisa berubah. ,arenanya dosis harus dibatasi tergantung
!enis semen (kadar -r% dan kehalusan). Praktisnya lebih kurang C> ml per 2> kg
semen.
7.7.$ SEMEN AIR-ENTRAIN
&elain sebagai admixture diproduksi pula semen air-entrain yang memiliki pengaruh
yang sama. &emen air-entrain harus memenuhi %&'$ -@2> dan -2H2. $aterial ini
digiling bersama klinker.
7 .$ WATERPROOFING ADMIXTURES
Bahan kimia ta$bahan yang 7aterproofing berguna mengurangi permeabilitas
melalui kapiler dari pasta semen kelas terutama terbuat dari stearat. %da formula yang
menambahkan butiran halus misalnya campuran bitumen untuk menghalangai kapiler
secara parsial. $aterial ini membenhrk lapisan coating kapiler dengan suatu bungkus
hidrofobik. (apisan ini mengurangi masuknya air melalui kapiler. &upaya bahan ini
dapat berfungsi sesuai tu!uannya perlu pengendalian lebar retak dari daerah tarik
beton. 'egangan ba!a yang direncanakan harus mengikuti rekomendasi untuk struktur
yang kedap air. Jika mungkin regangan tarik di ba+ah beban ker!a tidak boleh
melebihi kapasitasnyamisalnya dengan beton pratekan.
%liran air melalui beton umumnya dapat dilacak dari adanya retak atau daerah yang
pemadatannya tidak sempurna. Beton yang sound dan padat dengan faktor air-semen
kurang dari >2 umumnya kedap air !ika ditempatkan dan dipadatkan dengan benar.
Jadi masalah permeabilitas beton kebanyakan bukan disebabkan oleh permeabilitas
pasta yang mengeras tetapi oleh karena ketidaksempurnaan struktur beton.
7.$.1! KEGUNAAN
a. $engurangi kadar air dengan +orkability yang sama.
b. $eng-entrain se!umlah udara ke dalam beton.
c. $engandung mineral filler halus untuk menghentikan air pori.
7.$.2 KOMPOSISI
&ilikat blast fumace slag po::olan bentonite talk. Water$repellent bias mengurangi
efek gaya kapiler dan karenanya mengurangi dera!at ke!enuhan beton. %gen +ater-
repellent adalah kalsium stearat butyl stearat sabun-sabun lain emulsi minyak dsb.
yang mengurangi absorpsi air dan sistem kapiler beton atau mortar kering. untuk
damp$proofing dan permeability$reducing termasuk beberapa sabun tertentu stearat
dan produk petroleum.
*apat mengurangi permeabilitas dan beton dengan kadar semen rendah factor air-
semen tinggi atau kekurangan agregat halus. )amun pemakaiannya pada campuran
yang sudah baik malah akan menyebabkan bertambahnya permeabilitas. ,adang-
kadang dipakai untuk mengurangi transmisi kelengasan melalui beton yang
bersinggungan dengan air atau tanah basah. &elain itu dapat digunakan untuk atap
basement bak air. Banyak yang disebut damp$proofertidak efektif khususnya ketika
dipakai pada beton yang berhubungan dengan air di ba+ah tekanan.
*osis yang dipakai adalah >2 - @>3 berat semen. Bila terlalu banyak dapat
menyebabkan pemasukan udara berlebihan sehingga memperlambat pengerasan.
7.% KEKUATAN A"AL &ANG TINGGI
&eringkali dalam praktik dikehenclaki beton dengan kekuatan a+al yang tinggi
terutama pada beton yang ingin cepat-cepat dibongkar acuannya untuk menge!ar
+aktu. .stilahnya adalah rapid hardener%high early strength. )amun apakah ada
bahan kimia pembantu semacam ituM sifat itu bisa kita dapatkan dengan menggunakan
semen !enis ... &ayangnya !enis ini berbahaya untuk pengecoran di daerah panas
karena pengikatan (setting) yang terlalu cepat.tidak ada bahan kimia pembantu yang
khusus untuk keperluan ini. *alam praktik dipergunakan bahan kimia penrbantu !enis
% atau +ater reducer. Jadi mutunya yang ditiggikan sehingga dalam umur yang lebih
muda didapat mutu yang lebih tinggi.
Bahan ini umumnya berbasis kalsium klorida yang ternyata dapat mempercepat korosi
tulangan ba!a pada beton yang kemasukan kelembaban dan oksigen. ,alsium kloiida
mengurangi perla+anan semen terhadap serangan sulfat dan menambah risiko reaksi
alkali-silika dari agregat reaktif. la !uga menambah rangkak dan susut. ,erugian-
kerugian itu meudorong dikembangkannya accelerator yang bebas klorida seperti
kalsium format dan kalsium nitrat yang lebih mahal namun kurang efektif pada dosis
yang sama dengan kalsium klorida.
$asalah di lapangan yang ditanggulanginya yaitu kebutuhan mempercepat pelepasan
bekisting. Pernakaian +ater reducing admixtures ini dapat memperkecil faktor air-
semen sehingga mutu beton dipertinggi dan kekuatannya dapai dicapai dalam +aktu
lebih singkat (kekuatan beton A hari sama dengan keluatan beton ?4 hari). -ontoh
proyek yang memakai bahan ini adalah proyek perumahan baik untuk kolom balok
maupun platnya.
7ater reducing admixhrres ('ype %) sebenarnya dipakai untuk meningkatkan
kelecakan dan memperbaiki ketahanan beton. )amun demikian banyak orang
menger!akan proyek kecil atau proyek perumahan menggunakan +ater reducing
admixtures dengan tu!uan mempercepat pengerasan dan pencapaian mutu beton yang
disyaratkin. ;al ini karena !ika memakai accelerating admixtures akan memerlulan
dosis pemakaian yang lebih besar daripada dosis +ater reducing admixtures padahal
dengan menggunakan +ater reducing admixtures sa!a sudah cukup untuk memperoleh
mutu beton yang disyaratkan dan pengerasan yang
dipercepat. ;al ini terutama untuk beton dengan mutu yang tidak terlalu tinggi
(maksimum ,??2).
7. 1' CARA PENGUNAAN BAHAN KIMIA PEMBANTU
Pertama-tama periksa terlebih dulu apakah 8,& (beslek) mernperbolehkan pemakaian
bahan kimia pembantu atau tidak. &etelah itu periksalah apakah tahan yang akan anda
gunakan adalah !enis yang benar. Pemakaian yang salah bukan sa!a tidak berguna tapi
!uga bisa berbahaya.
$asalah yang kita hadapi adalah bah+a pada praktiknya produsen bahan kimia
pembantu kadang tidak mencantumkan bahan dasar maupun kadarnya. .ni
menyulitkan kita untuk membandingkan satu produk dengan produk yang lain. Jadi
sebaiknya pakailah produk yang sudah dikenal. Bila %nda ragu sebaiknya buatlah
contoh benda u!i untuk membuktikan kegunaannyaK
&ebaiknya !angan menggunakan bahan kimia dalam +adah yang tidak berlabel.
Perhatikan agar tidak mele+ati batas kadaluarsa pemakaian yang disyaratkan.
$ungkin perlu sedikit koreksi pada mix design akibat penggunaan bahan kimia ini.
*alam perhitungan perencanaan campuran pemakaian bahan kimia tambahan harus
mempertimbangkan0
a. ,elecakan adalah kadar air ekivalen misalnya pengurangan ?> 3 berarti air
bebas yang ditimbang hanyalah 4>3 dari yang tertera di tabel perencanaan
untuk campuran biasa.
b. ,ekuatan yang diharapkan didasarkan pada faktor air-semen yang didapat dari
kadar air bebas dan kadar semen.
Bahan kimia +ater reducer memiliki tiga peran yaitu sebagai penambah kelecakan
(plastici:er) mengurangi !umlah air (water reducer) maupun mengurangi !udah semen
(cement saver). -ara pemakaiannya ditun!ukkan pada <ambar A.KA.
BAB $
BAHAN MINERAL PEMBANTU
$.1 JENIS DANPENGARUH BAHAN MINERAL PEMBANTU
Bahan minera( pembantu saat ini banyak ditambahkan ke dalam campuran beton
dengan berbagai tu!uan antara lain uutuk mengurangi pemakaian semen mengurangi
temperatur akibat reaksi hidrasi mengurangi bleeding atau menambah kelecakan
beton segar. -ara pemakaiannya pun berbeda-beda. &ebagai bahan pengganti sebagian
semen atau sebagai tambahan pada campuran untuk mengurangi pemakaian agregat.
$ineral pembantu yang digunakan umumnya mempunyai komponen aktif yang
bersifat po::olanik (disebut !uga material po::olan) yaitu dapat bereaksi dengan
kapur bebas (kalsium hidroksida) yang dilepaskan semen saat proses hidrasi dan
membentuk senya+a yang
bersifat mengikat pada temperatur
normal dengan adanya air.
Perbedaan reaksi hidrasi dan reaksi
po::olanik dapat dilihat pada
<ambar 4.@.
&emen Portland
<ambar 4.@ Perbedaan reaksi hidrasi dan reaksi po::olanik
Berla+anan dengan reaksi hidrasi dari semen dengan air yang berlangsung cepat dan
kemudian membentuk gel kalsium silikat hidrat dan kalsium hidroksida reaksi
po::olanik ini berlangsung dengan lambat sehingga pengaruhnya lebih kepada
kekuatan akhir dari beton. Panas hidrasi yang dihasilkan !uga !auh lebih
C3S + H C S - H + CH
Semen air gel kalsium
kalsium
Silikat hidrat
hidroksida
C3S + H C S - H + CH
Semen air gel kalsium
kalsium
Silikat hidrat
hidroksida
1'2 TEKNOLOGI BETON DAR MATERIAL! PEMBUATAN! KE BETON KINERIA TINGGI
kecil daripada sernen portland sehingga efektif untuk pengecoran pada cuaca panas
atau beton masif.
$aterial po::olan dapat berupa material yang sudah ter!adi secara alami ataupun yang
didapat dari hasil sisa industri. $asing-masing mempunyai komponen aktif yang
berbeda. 'abel 4.@ rnenun!ukkan komponen aktif mineral pembantu yang berasal dari
material alami dan material sisa proses industri. Gmumnya material po::olan ini lebih
murah daripada semen portland sehingga biasanya digunakan sebagai pengganti
sebagian semen. Persentase maksimum penggantian ini harus diperhatikan karena
dapat menyebabkan penurunan kekuatan beton.
'abel 4.@ $aterial po::olan umumnya
Penambahan material po::olan ini !uga berpengaruh terhadap kelecakan beton.
*engan betambahnya partikel halus ini kemungkinan ter!adi bleeding pada beton
segar akan berkulang karena kelebihan air akan terserap oleh partikel halus.
,ebutuhan air pada beton dapat meningkat untuk kelecakan yang sama karena ukuran
partikel material po::olan yang halus. )amun benruk partikel material ini lebih
memengaruhi kebutuhan akan aimya. Gkuran dan bentuk partikel material po::olan
dapat dilihat pada 'abel 4.?.
BAHAN KIMIA PEMBANTU
1'3
'abel 4.? ,arakteristik fisik dari material po::olan
N setelah dihaluskan
Bentuk seperti bola (spherical) menghasilkan kelecakan yang lebih baik daripada
bentuk yang bersudut (angular) karena luas permukaan yang lebih kecil . Bentuk bola
!uga mempunyai efek ball-bearing yang dapat meningkatkan kelecakan campuran
beton segar. $aterial po::olan dengan bentuk bersudut berongga (cellular) ataupun
bentuk tak tentu (irregular) membutuhkan penggunaan bahan kimia pembantu
(superplastici:er) agar didapat kelecakan yang baik.
*istribusi ukuran partikel dari beberapa !enis material po::olanik dapat dilihat pada
<ambar 4.?. 'erlihat bah+a besar partikel fly ash dan semen kira-kira sama
sedangkan silika firme mempunyai ukuran butir rata-rata yang seratus kali lebih kecil
daripada ukuran partikel semen. *engan ukuran yang lebih halus ini silica fume akan
dapat mengisi rongga-rongga beton sehingga men!adi lebih padat dan kuat. Pen!elasan
lebih detail mengenai masing-masing material po::olan ini dapat dilihat pada subbab
berikutnya.
1'4 TEKNOLOGI BETON DAR MATERIAL! PEMBUATAN! KE BETON KINERIA TINGGI
$.2 ABU TERBANG ( &L' A() )
/ly ash (abu terbang) adalah material yang berasal dari sisa pembakaran batu bara
yang tidak terpakai. Pembakaran batu bara kebanyakan digunakan pada pembangkit
listrik tenaga uap. Produk limbah dari P('G tersebut mencapai @ !uta ton per tahun.
P('G (pembangkit listrik tenaga uap) yang menghasilkan abu terbang ini misalnya
P('G &urabaya dan P('G Paiton. %bu terbang !uga dihasilkan oleh pabrik kertas
maupun pabrik kimia. &ekitar A2 - H>3 abu yang keluar dari cerobong asap dapat
ditangkap oleh sistem elektrostatik plecipitator. &isa yang lain didapat di dasar tungku
(disebut bottom ash). $utu fly ash tergantung pada kesempurnaan proses
pembakaramrya.
$aterial ini mempunyai kadar bahan semen yang tinggi dan mempunyai sifat
po::olanik. ,andungan fly ash sebagian besar terdiri dari silikat dioksida (&iO?)
aluminium (%l?>C) besi (/e?OC) dan kalsiun (-aO). serta magneesium potasium
sodium titaniumdan sulfur dalam !umlah yang lebih sedikit.
BAHAN KIMIA PEMBANTU
1'5

&ebagian besar komposisi kimia dari abu terbang tergantung tipe batu bara. $enurut
%&'$ -I@4-4Iterdapat dua !enis abu terbang kelas / dan -. ,elas / dihasilkan dari
pembakaran batu bara !enis antrasit dan bituminous sedangkan kelas c dari batubara-
!enis lignite dan subituminous. ,eras c memiliki kadar kapur tinggi. /ry ash dapat
dibedakan men!adi C !enis (%-. $anual of concrete Practice @HHC parts . ??I.C8OC)
yaitu0
a. ,elas -
/ly ash yarg mengandung -aO di atas l>3o yang dihasilkan dari pembakaran
lignire atau subObitumen baru bara (batu bara muda)
@. ,adar (&iO? 6 %l:O0 6 /e?OC) P 2>ok.
? ,adar -aO mencapai l>u3.
b. ,elas /
/ly ash yang mengandung -aO lebih kecil dari @>3 yang dihasilkan dari
pembakaran anthracite atau bitumen batu bara.
@. ,adar (&iO 6 %l?O 6 /euOr) P A>o%.
?. ,adar -aO Q 23.
dalam campuran beton digunakan sebanyak l23 - ?>3 dari total berat binder
b. ,elas )
po::olan alam atau hasil pembakaran yang dapat digolongkan antara lain tanah
diatomic. opaline chert: dan shales tuff dan abu vulkanik yang mana biasa
1' TEKNOLOGI BETON DAR MATERIAL! PEMBUATAN! KE BETON KINERIA TINGGI
diproses melalui pembakaran atau tidak melalui proses pembakaran. &elain itu
!uga mempunyai sifat po::olan yang baik.
$.2.1 KEUNGGULAN PENGGUNAAN ABU TERBANIG
Penggunaan fly ash dalam campuran beton memiliki berbagai keunggulan yaitu0
a. Pada beton segar
l. ,ehalusan dan bentuk partikel fly ash yang bulat (<ambar 4.C) dapat
meningkatkan +orkability
?. $engurangi ter!adinya bleeding dan segregasi
b. Pada beton keras
@. ,ontribusi peningkatan kuat tekan beton pada umur setelah 2? hariK
?. $eningkatkan durabiiitas betonK
C. $eningkatkan kepadatan (tlensity) betonK
B. $engurangi ter!adinya penlKr-rsutan betonK
$.3 KERAK TANUR TIN(GI ) GROUND GRANULATED BLAST *URNACE+
Blast-furnace-slag adalah kerak (slag) bahan sisa dari pengecoran besi (pigiron) di
mana prosesnya memakai dapur (furnace) yang bahan bakarnya dari udara yang
ditiupkan (blast). $aterial penyusun slag adalah kapur silika dan alumina yang
bereaksi pada temperatur @>>D- dan berbentuk cairan. Bila cairan ini didinginkan
secara lambat maka akan ter!adi kristal yang tak berguna sebagai campuran semen dan
dapat dipakai sebagai pengganti agregatK )amun bila cairan tersebut didinginkan
secara cepat dan mendadak maka akan membentuk granulated glass yang sangat
reaktif yang cocok untuk pembuatan semen slug. Bi!ih dari blast furnance tersebut
kemudian digiling hingga halus dapat dipakai sebagai bahan pengganti semen pada
pembuatan beton.
BAHAN KIMIA PEMBANTU
1'7
<ambar 4.B Bentuk partikel blast furnance slag.
$.4 UAP SILIKA )SILIKA *UME+
Gap silika terpadatkan (-ondensed &ilica /ume -&/) adalah produk samping dari
proses fusi (smelting) dalam produksi silikon metal dan amalgam ferrosilikon (pada
pabrik penrbuatan miklochip untuk komputer). Juga disebut silika fume (&/)
microsilica silika fume dust amorphous silica dan sebagainya.)amun &/ yang
dipakai untuk beton adalah yang mengandung lebih dari A23 silikon. &ecara umum
&/ mengandung &iO: 4I-HI3 ukuran butir rata-rata >@- >? micrometer dan
strukturnya antorphous (bersifat reaktif dan tidak terkristalisasi). Gkuran silika fume
ini lebih halus daripada asap rokok. &ilika fume berbentuk seperti fly ash tetapi
ukurannya lebih kecil sekitar seratus kali lipatnya (<ambar 4.2).
<ambar 4.2 - Bentuk partikel silika fume.
1'$ TEKNOLOGI BETON DAR MATERIAL! PEMBUATAN! KE BETON KINERIA TINGGI
&/ bisa didapat dalam bentuk bubuk dipadatkan atau cairan (slurry) yang dicampur
dengan air 2>3. Berat !enisnya sekitar ??> tetapi bulk density hanya ?>>-C>> kg"mK.
&&% (&pecific &urface %rea) sangat besar yaitu @2 -?2 m"g.
&/ adalah po::olan yang sangat. reaktif. $eskipun produk hidrasi pengaruhnya pada
hidrasi semen belum sepenuhnya dimengerti pada saat ini pengaruh &/ adalah suatu
perbaikan strukiur pori. .ni mengakibatkan pengurangan permeabilitas sehingga
berpengaruh pada sifat mekanis dan ketahanan.
&/ bisa dipakai sebagai pengganti sebagian semen untuk tu!uan pengurangan kadar
semen meskipun tidak ekonomis. ,edua sebagai tambahan untuk memperbaiki sifat
beton baik beton segar maupun keras.Gntuk beton normal dengan kadar semen diatas
?2> kg"m kebutuhan air bertambah dengan ditambahkannya &/. -ampuran lebih
kohesif. Pada slump yang sama lebih banyak energi dibutuhkan untuk menghasilkan
aliran tertentu. .ni mengindikasikan stabilitas yang baik.dari beton cair. Perdarahan
(bleeding) sangat berkurang sehingga perlu pera+atan dini untuk mencegah retak
susut plastis khususnya pada cuacapanas dan berangin. &/ umumnya dipakai bersama
Plastisi:er.
Beton dari &/ memperlihatkan kekuatan a+al yang rendah. )amun pera+atan
temperatur tinggi memberikan pengaruh tinggi percepatan yang besar. Potensi
kekuatan adalah C sampai 2 kali lebih tinggi dari semen portland per unit massa
sehingga untuk kekuatun yung sama umur 4 hari memberikan faktor air-semen yang
lebih besar. )amun karena potensi kekuatan lebih besar namun karena potensi
kekuatan tinggi. evolusi panasK total bisa lebih rendah bila kadar total semen
dikurangi. Jadi beton dengan kekuatan tinggi (diOatas@>> $Pa) dapat dihasilkanK &ifat
mekanis lainnya seperti kuat tarik dan lentur dan modulus elastisitas berkaitan
dengan kuat tekan seperti halnya beton dari semen Portland.
$.5 ABU KULIT GABAH ( R*CE )U(+ A())
Penggilingan padi selalu menghasilkan kulit gabah yang cukup banyak yang akan
men!adi men!adi material sisa. ,etika butir padi digiling A43 dari beratnya akan
men!adi beras dan akan menghasilkan ?? 3 berat kulit gabah. ,ulit gabah ini dapat
digunakan sebagai bahan bakar dalam proses produksi. ,ulit gabah terdiri dari A23
bahan mudah terbakar dan ?23 berat akan berubah men!adi abu. %bu ini dikenal
dengan 8ice ;usk %sk (8;%) yang mempunyai kandungan silica reaktif ( amorphous
silica) sekitar 42 - H>3.
BAHAN MINERAL PEMBANTU
1'%
Jadi dari setiap @>>> kg padi yang digiling akan dihasilkan ??> kg (??3) kulit gabah.
Bila kulit gabah itu dibakar pada tungku pembakaran maka akan menghasilkan sekitar
22 kg (?23) 8;%.
Gntuk membuat abu kulit gabah men!adi silika reaktif yang dapat digunakan sebagai
material po::olan dalam beton maka diperlukan kontrol pembakaran yang baik.
'emperatur tungku penrbakaran tidak boleh melebihi 4>>D- sehingga dapat dihasilkan
8;% yang terdiri dari silika yang tidak terkristalisasi. Jika kulit gabah ini terbakar
pada suhu lebih dari 42>D- maka akan menghasilkan abu yang sudah terkristalisasi
men!adi arang dan tidak reaktif lagi sehingga tidak mempunyai sifat po::olan.
&etelah pembakaran kulit gabah selama @2 !am dengan suhu yang terkontrol maka
akan dihasilkan 8;% yang ber+arna putih keabu-abuan atau abu-abu dengan sedikit
+arna hitam. 7anra hitam menandakan bah+a temperatur tungku pembakaran terlalu
tinggi yang nrenghasilkan abu yang tidak reaktif.
8;% kemudian dapat digiling untuk mendapatkan ukuran butiran yang halus.8;%
sebagai bahan tambahan dapat digunakan dengan mencampurkannya pada semen atau
hanya dengan memakai air kapur sebagai campuran untuk mendapatkan beton dengan
kuat tekan rendah.
$. BAHAN LAINN&A
,aena .ndonesia banyak $emiliki gunung berapi rnaka cadangan bahan po::olan
alami tampaknya berlimpah antara lain terdapat di &ukabumi &ubang (embang
)agrek Bogor. Pur+akarta $uria Bumiayu &leman Blitar $alang &itubondo
(ombok 'engah. (ampung dan 'apanuli. )amun bahan po::olan
11' TEKNOLOGI BETON DAR MATERIAL! PEMBUATAN! KE BETON KINERIA TINGGI
alami ini tidak banyak dipakai karena kemurniannya tidak merata dan pada umumnya
belum diolah secara khusus. ,omposisi kimianya terutama kandungan &iO? %l?OC
dan /e?OC harus lebih dari A>3. &elain itu harus memenuhi syarat fisik seperti
kehalusan dan sifat aktif po::olannya.