Anda di halaman 1dari 4

STROKE ISKEMIK

- Emboli : udara/pecahan aterosklerosis menyumbat arteri yang


lebih kecil di otak sumbatan adanya daerah iskemik dan
terjadi stroke (infark)
- Trombus
Trombus yang terlokalisasi terjadi akibat penyempitan pembuluh
darah oleh plak aterosklerotik sehingga menghalangi aliran darah
pada bagian distal dari lokasi penyumbatan. Gejala neurologis
yang muncul tergantung pada lokasi pembuluh darah otak yang
terkena.
1,2
Adanya trombus atau emboli pada pembuluh darah menyebabkan
terputusnya aliran darah otak. Nilai normal Aliran Darah Otak
(ADO) adalah 53 ml/100mg otak/menit. Apabila ADO < 30ml/100
mg otak/menit maka akan terjadi iskemik. Apabila aliran darah
otak (ADO) turun drastis hingga < 10 ml/100 mg otak/menit maka
akan menyebabkan oksigen ke otak berkurang sehingga proses
oksidatif terhambat dan produksi ATP berkurang.
Berkurangnya produksi ATP ini akan menyebabkan pompa Na, K,
ATP-ase tidak berfungsi dan menyebabkan terjadinya depolarisasi
membran sel saraf. Terjadinya depolarisasi ini mengakibatkan
terbukanya kanal kanal ion Ca dan terjadilah influks yang cepat.
Hal ini memicu terjadinya proses biokimia yang eksistotoksik
sehingga menyebabkan kematian sel saraf dan akan memunculkan
gejala gejala sesuai dengan saraf saraf yang rusak.

STROKE HEMORRAGIK
Perdarahan intrakranial meliputi perdarahan di parenkim otak dan
perdarahan subarachnoid. Insiden perdarahan intrakranial kurang lebih
20% adalah stroke hemoragik dimana masing-masing 10% adalah
perdarahan subarachnoid dan perdarahan intraserebral.
Perdarahan intraserebral biasanya timbul karena pecahnya
mikroaneurisma (Berry aneurysm) akibat hipertensi maligna. Hal ini
paling sering terjadi di daerah subkortikal, serebelum dan batang otak.
Hipertensi kronik menyebabkan pembuluh arteriola berdiameter 100 400
mikrometer mengalami perubahan patologi pada dinding pembuluh darah
tersebut berupa lipohialinosis, nekrosis fibrinoid serta timbulnya
aneurisma tipe Bouchard. Pada kebanyakan pasien peningkatan tekanan
darah yang tiba-tiba menyebabkan rupturnya penetrating arteri yang kecil.
Keluarnya darah dari pembuluh darah kecil membuat efek penekanan pada
arteriol dan pembuluh kapiler yang akhirnya membuat pembuluh ini pecah
juga. Hal ini mengakibatkan volume perdarahan semakin besar.
Elemen-elemen vasoaktif darah yang keluar serta kaskade iskemik
akibat menurunnya tekanan perfusi menyebabkan neuron-neuron di dearah
yang terkena darah dan sekitarnya lebih tertekan lagi. Gejala neurologik
timbul karena ekstravasasi darah ke jaringan otak yang menyebabkan
nekrosis .
Perdarahan subarachnoid (PSA) terjadi akibat pembuluh darah
disekitar permukaan otak pecah sehingga terjadi ekstravasasi darah ke
ruang subarachnoid. Perdarahan subarachnoid umumnya disebabkan oleh
rupturnya aneurisma sakular atau perdarahan dari arteriovenous
malformation (AVM).
2,3,4













Robeknya pemb.darah di
capsula interna dan fossa
post. ( serebellum )
Extravasasi
Edema jaringan otak dan
hematoma
Discontinuitas jaringan
Kompresi pemb.darah
Penyempitan pemb.darah
Penurunan aliran darah ke otak
- Pecahnya MAV
- Aneurisma
Perdarahan
PIS
PSA
Akumulasi darah di
ruangan subarachnoid


1. Ginsberg,Lionel. Lecture notes: Neurologi Ed.8. Jakarta : Erlangga.2005
2. Jusuf Miabach. Stroke, Aspek diagnosis, Patofisiologi dan Manajemen.
Jakarta: BPFKUI . 2011
3. Price, Sylvia Anderson. Pathophysiology Clinical Concepts Of
Disease.Jakarta : EGC.1994.
4. Harsono.Buku Ajar Neurologi Klinis.Ed.I.Yogyakarta : Gajah Mada
University Press. 1996

STROKE