Anda di halaman 1dari 10

Perbedaan Antara Mahdi Ahlus Sunnah dan Mahdi Syi’ah

penulis Al-Ustadz Qomar ZA Lc.


Syariah Kajian Utama 24 - Agustus - 2007 22:01:18
Seperti yg telah disinggung sebenar Mahdi ala Syi’ah hanyalah khurafat yg tiada nyatanya. Sehingga
perbandingan di sini adl perbandingan antara Mahdi nyata dan Mahdi fiktif yg diyakini Syi’ah.
1. Mahdi Ahlus Sunnah bernama Muhammad bin Abdillah sesuai dgn nama Nabi Shallallahu
‘alaihi wa sallam dan nasabnya. Sedangkan Mahdi Syi’ah nama Muhammad bin Hasan
Al-‘Askari.
2. Mahdi Ahlus Sunnah dari keturunan Al-Hasan bin ‘Ali. Sedangkan Mahdi Syi’ah dari
keturunan Al-Husain bin ‘Ali.
3. Mahdi Ahlus Sunnah kelahiran dan kehidupan seperti layak manusia yg lain. Sedangkan
Mahdi Syi’ah dikandung dan dilahirkan dlm waktu semalam lalu masuk sirdab pada umur 9
tahun sementara telah berlalu di dlm waktu sepanjang 1.150 tahun lebih.
4. Mahdi Ahlus Sunnah muncul utk menolong muslimin secara umum tanpa membedakan jenis
mereka. Sedangkan Mahdi Syi’ah hanya utk Syi’ah Rafidhah bahkan sangat benci kepada
bangsa Arab terlebih Quraisy.
5. Mahdi Ahlus Sunnah mencintai para shahabat dan ibu-ibu kaum mukminin . Sementara
Mahdi Syi’ah sangat membenci mereka bahkan menyiksa mereka setelah mengeluarkan mereka
dari kubur mereka.
6. Mahdi Ahlus Sunnah mengamalkan Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan
memberantas bid’ah. Sementara Mahdi Syi’ah mengajak kepada agama baru dan kitab yg baru.
7. Mahdi Ahlus Sunnah memakmurkan masjid. Sementara Mahdi Syi’ah menghancurkan
masjid. Ia menghancurkan Masjidil Haram Ka’bah masjid Nabawi dan seluruh masjid.
8. Mahdi Ahlus Sunnah berhukum dgn Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam. Sedangkan Mahdi Syi’ah berhukum dgn hukum keluarga Dawud.
9. Mahdi Ahlus Sunnah muncul dari negeri timur. Sementara Mahdi Syi’ah muncul dari sirdab
Samarra`.
10. Mahdi Ahlus Sunnah benar-benar ada seperti terdapat dlm hadits dan penjelasan ulama.
Sementara Mahdi Syi’ah adl khayalan dan tdk akan muncul sampai kapanpun.
11. Mahdi Ahlus Sunnah datang membawa keadilan. Sementara Mahdi Syi’ah datang membawa
malapetaka dan kehancuran.
2.

Mengurai Kesesatan Ihya` ‘Ulumiddin


penulis Al-Ustadz Abu ‘Utsman ‘Ali Lc.
Syariah Kajian Utama 24 - Februari - 2006 02:50:18
tdk banyak yg tahu Ihya` ‘Ulumiddin kitab yg banyak dipuja orang ini merupakan salah satu gudang
kemungkaran. Kajian berikut memang tdk memaparkan secara keseluruhan. Namun cukuplah menjadi
peringatan bagi kita semua agar tdk lagi menggeluti buku ini terlebih mengagungkannya.
Ahlus Sunnah Wal Jamaah merupa-kan suatu umat yg senantiasa berupaya utk komitmen di atas
kemurnian agama serta bersikap tegas terhadap segala bentuk penyimpangan atau upaya segolongan
orang yg akan mengaburkan As-Sunnah.
Rasulullah n
bersabda:
َ ُ َ َ ‫ما أ‬
َ ْ ‫ضل ّي‬
‫ن‬ ُ ْ ‫ة ال‬
ِ ‫م‬ ّ ِ ‫مِتي ا ْلئ‬
َ ‫م‬ ّ ‫ف ع ََلى أ‬
ُ ‫خا‬ َ ّ ‫وَإ ِن‬
“Yang paling aku takutkan menimpa umatku ialah imam-imam yg menyesat-kan.”
Abdurrahman bin Abu Hatim Ar-Razi berkata: “Aku mendengar bapakku dan Abu Zur’ah kedua
memerintahkan utk memboikot ahlul bid’ah. Kedua sangat keras terhadap mereka dan mengingkari
pemahaman kitab dgn akal semata tanpa bersandar dgn atsar melarang duduk bersama ahlul kalam dan
melihat kitab-kitab ahlul kalam.”
Ibnu Mas’ud z
berkata: “Kalian akan mendapati segolongan kaum yg menyangka bahwa mereka menyeru kepada
Kitabullah namun hakekat mereka telah melemparkan ke belakang punggung-punggung mereka.”
Mengingat hal ini akan kami paparkan secara ringkas tentang kitab Ihya` ‘Ulumiddin yg selalu
dibanggakan segolongan orang. Bahkan dianggap sebagai literatur yg sarat akan bimbingan aqidah dan
akhlak!
Berikut beberapa kesalahan yg terdapat dlm kitab Ihya` ‘Ulumiddin dan bantahan secara global.
1. dlm pembahasan sifat-sifat Allah k
Al-Ghazali terkadang melakukan penakwilan ayat-ayat yg berkenaan dgn sifat-sifat Allah k
.
Ahlus Sunnah Wal Jamaah selalu meyakini bahwa sifat-sifat Allah k
tak boleh disamakan dgn sifat makhluk tdk boleh ditanyakan tentang bagaimana keadaan tdk boleh
menakwilkan dgn sesuatu yg keluar dari makna zhahir sebagaimana yg telah diyakini salafus shalih dan
tdk boleh pula mengingkarinya.
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahab Al-Wushabi hafizhahullah berkata: “Tauhid asma wash shifat
adl mengesakan Allah k
pada apa yg telah Dia namakan diri-Nya sendiri dengan atau dgn apa yg telah dinamakan Rasulullah n
dan mengesakan Allah k
pada apa yg Dia sifatkan terhadap diri-Nya atau yg telah Rasulullah n
sifatkan untuk-Nya tanpa mempertanyakan bagaimana atau menyerupakan dgn makhluk memalingkan
makna dan mengingkarinya.
Sebagai contoh Al-Ghazali telah menakwilkan makna istiwa` dgn istaula .
Hal ini telah menyelisihi Al-Qur`an As-Sunnah dan ijma’ para salafush shalih.
Allah k
berfirman:
‫ك ا ْل َع َْلى‬
َ ّ ‫م َرب‬
َ ‫س‬
ْ ‫سب ِّح ا‬
َ
“Sucikan Rabbmu yg Maha Tinggi.”
‫ن ع َل ِّيا ك َب ِي ًْرا‬ َ ‫ه‬
َ ‫كا‬ َ ‫ن الل‬
ّ ِ‫إ‬
“Sesungguh Allah itu Maha Tinggi dan Maha Besar.”
‫وى‬َ َ ‫ست‬ ِ ‫ن ع ََلى ال ْعَْر‬
ْ ‫شا‬ ُ ‫حم‬
ْ ‫الّر‬
“Ar-Rahman ber-istiwa` di atas ‘Arsy-Nya.”
Rasulullah n
bersabda:
ِ ‫عن ْد َه ُ فَوْقَ ال ْعَْر‬
‫ش‬ ِ َ‫ي ك َِتاب ِهِ فَهُو‬ َ َ ‫خل ْقَ ك َت‬
ْ ِ‫ب ف‬ َ ْ ‫ه ال‬ ّ َ‫ل‬
َ َ‫ما ق‬
ُ ‫ضى الل‬
“Ketika Allah menentukan ketentuan makhluk mk Dia tulis dlm Kitab-Nya yg ada di sisi-Nya di atas
‘Arsy..”
Al-Imam Al-Qurthubi v
berkata: “Tidak ada satupun salafush shalih yg mengingkari bahwa Allah k
benar-benar ber-istiwa` di atas Arsy-Nya. Yang tdk mereka ketahui adl bagaimana cara ber-istiwa`. Dan
sungguh hal itu tidaklah diketahui hakekatnya.”
2. Al-Ghazali berkata tentang ilmu kalam: “Dia merupakan penjaga aqidah masyarakat awam dan yg
melindungi dari berbagai kerancuan para ahli bid’ah. Dan perumpamaan ahli ilmu kalam adl seperti
penjaga jalan bagi para jamaah haji.”
Aqidah yg bersih akan selalu terbangun di atas pondasi yg benar berlandaskan Al-Qur`an dan As-
Sunnah dgn pemahaman salaful ummah. Adapun ilmu kalam adl belenggu yg menjadikan orang terlena
dgn akal sehingga akan menjauh dari hakekat kemurnian aqidah.
Allah k
berfirman:
ِ ‫م ْال‬ ُ
‫ه ك َث ِي ًْرا‬
َ ‫خَر وَذ َك ََر الل‬ َ ْ‫ه َوال ْي َو‬
َ ‫جو الل‬
ُ ‫ن ي َْر‬ َ ‫ن‬
َ ‫كا‬ ْ ‫م‬
َ ِ‫ة ل‬
ٌ َ ‫سن‬
َ ‫ح‬
َ ٌ ‫سوَة‬
ْ ‫ل اللهِ أ‬
ِ ُ ‫سو‬
ُ ‫ي َر‬ ْ ُ ‫ن ل َك‬
ْ ِ‫م ف‬ َ ‫كا‬ َ َ‫ل‬
َ ْ ‫قد‬
“Sesungguh telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yg baik bagimu bagi mereka yg mengharap
Allah dan hari kiamat dan dia banyak mengingat Allah.”
Asy-Syaikh As-Sa’di v
: “Contoh yg baik adl Rasulullah n
. Orang yg mengambil suri teladan dari berarti telah menempuh suatu jalan yg akan menyampaikan
kepada kemuliaan Allah k
. Inilah jalan yg lurus.”
Al-Imam Al-Barbahari v
: “Ketahuilah –semoga Allah k
merahmatimu– sungguh tidaklah muncul kezindiqan kekufuran keraguan bid’ah kesesatan dan
kebingungan dlm agama kecuali akibat ilmu kalam ahli ilmu kalam debat berbantahan dan
perselisihan.”
Ibnu Rajab v
berkata: “Mengikuti ocehan ahli ilmu kalam dan filsafat merupakan kerusakan yg nyata. tdk sedikit
orang yg mencoba menyelami perkara itu akhir berlumuran dgn berbagai kotoran sebagaimana ucapan
Al-Imam Ahmad: ‘Tidaklah orang yg melihat ilmu kalam kecuali akan terpengaruh dgn Jahmiyyah’.
Beliau dan para ulama salaf lain selalu memperingatkan dari ahli ilmu kalam walaupun berniat
membela As-Sunnah.”
Abdurrahman Muhammad Sa’id Dimasyqiyah berkata: “Ilmu kalam –yang telah disepakati Al-Imam
Malik Abu Hani-fah Ahmad dan Asy-Syafi’i sebagai suatu yg bid’ah– tdk akan mungkin menjadi
penjaga aqidah dari berbagai bid’ah. Karena ilmu kalam itu sendiri adl bid’ah.”
Sungguh malang nasib pengagum ilmu kalam. Na’udzubillahi min dzalika .
3. Al-Ghazali membagi ilmu menjadi dua bagian:
a. Ilmu zhahir: ilmu muamalah.
b. Ilmu batin: ilmu kasyaf.
Keyakinan bahwa ilmu kasyaf merupa-kan puncak ilmu merupakan hal yg umum di kalangan para
Shufi! Kasyaf menurut keyakinan Shufi adl tersingkap hijab di hadapan para wali Shufi sehingga dia
bisa melihat dan mengetahui sesuatu yg ghaib tanpa melalui indera perasa. Namun ilmu kasyaf adl ilmu
yg terilhamkan dlm hati.
Sungguh menakutkan keadaan mereka. Bukankah Allah k
telah berfirman:
َ ْ ‫ض ال ْغَي‬ َ ْ ِ ‫ل ل َ ي َعْل َم من ِفي السموا‬
‫ه‬ُ ‫ب إ ِل ّ الل‬ ِ ‫ت وَالْر‬ َ َ ّ ْ َ ُ ْ ُ‫ق‬
“Katakanlah: ‘Tidak ada siapapun yg ada di langit dan di bumi yg mengetahui suatu yg ghaib selain
Allah.’”
َ
‫ه‬
ِ ‫ف‬ِ ْ ‫خل‬
َ ‫ن‬ ْ ‫م‬
ِ َ‫ن ي َد َي ْهِ و‬
ِ ْ ‫ن ب َي‬
ْ ‫م‬ ُ ُ ‫سل‬
ِ ‫ك‬ ُ ّ ‫ل فَإ ِن‬
ْ َ‫ه ي‬ ٍ ْ ‫سو‬
ُ ‫ن َر‬
ْ ‫م‬
ِ ‫ضى‬َ َ ‫ن اْرت‬ َ ّ ‫ إ ِل‬.‫دا‬
ِ ‫م‬ َ ‫ب فَل َ ي ُظ ْهُِر ع ََلى غ َي ْب ِهِ أ‬
ً ‫ح‬ ِ ْ ‫م ال ْغَي‬
ُ ِ ‫عال‬
َ
‫دا‬
ً ‫ص‬
َ ‫َر‬
“ Yang Maha Mengetahui perkara ghaib dan tdk menampakkan kepada siapapun kecuali kepada
utusan-Nya yg telah Dia ridhai. Sesungguh Dia memberikan penjagaan dari depan dan belakangnya.”
Ibnu Katsir v
berkata: “Sesungguh Dia mengetahui yg ghaib dan yg nyata. Dan sungguh tdk ada makhluk-Nya yg
bisa mengetahui ilmu-Nya kecuali yg Allah k
beritahukan kepadanya.”
Rasulullah n
bersabda:
‫ه ت ََعاَلى‬
ُ ‫ن إ ِل ّ الل‬ ُ َ ‫س ل َ ي َعْل‬
ّ ُ‫مه‬ ٌ ‫م‬
ْ ‫خ‬
َ
“Ada lima perkara yg tdk diketahui kecuali oleh Allah.”
Kemudian beliau membaca ayat:
‫ما ت َد ِْري‬ ً َ‫ب غ‬
َ َ‫دا و‬ ُ ‫س‬ ِ ْ ‫ذا ت َك‬
َ ‫ما‬َ ‫س‬
ٌ ‫ف‬ ْ َ ‫ما ت َد ِْري ن‬ َ ‫ما ِفي ا ْل َْر‬
َ َ‫حام ِ و‬ ُ َ ‫ث وَي َعْل‬
َ ‫م‬ َ ْ ‫ل ال ْغَي‬
ُ ‫ساع َةِ وَي ُن َّز‬ ُ ْ ‫عل‬
ّ ‫م ال‬ ِ ُ ‫عن ْد َه‬
ِ ‫ه‬
َ ‫ن الل‬
ّ ِ‫إ‬
‫خب ِي ٌْر‬ ‫م‬ ‫ي‬‫ل‬‫ع‬ ‫ه‬ ‫الل‬ ‫ن‬ ‫إ‬ ‫ت‬ ‫و‬ ‫م‬ ‫ت‬ ‫ض‬ ‫ر‬َ ‫أ‬ ‫ي‬ َ ‫أ‬ ‫ب‬ ‫س‬ ْ ‫ف‬ ‫ن‬
َ ٌ َِْ َ ّ ِ ُ ْ ُ َ ٍ ْ ّ ِ ٌ َ
“Sesungguh Allah hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang
menurunkan hujan dan mengetahui apa yg ada dlm rahim. Dan tiada seorangpun yg dapat mengetahui
apa yg akan diusahakan besok. Dan tiada seorangpun yg dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati.
Sesungguh Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (HR. Ahmad 5/353. Dihasankan Asy-
Syaikh Muqbil v
dalam Shahihul Jami’ 6/361)
Ibnu Hajar v
berkata: “Ilmu ghaib merupakan sifat khusus bagi Allah k
. Dan segala perkara ghaib yg Nabi n
kabarkan merupakan sesuatu yg dikabarkan Allah k
kepadanya. Dan tidaklah beliau mengetahui dari diri sendiri.”
Ada keyakinan kasyaf merupakan upaya penghinaan kepada Allah k
.
4. Penafsiran ayat secara ilmu batin dan keluar dari kaedah-kaedah salaf. Sebagai contoh Al-Ghazali
menafsirkan firman Allah k
:
َ َ ِ ‫واجنبِني وبن‬
‫م‬ ْ ‫ن ن َعْب ُد َ ا ْل‬
َ ‫صَنا‬ ْ ‫يأ‬ّ ََ ُْ ْ َ
“Dan jauhkan aku serta keturunanku dari penyembahan terhadap berhala.”
Al-Ghazali menyatakan bahwa yg dimaksud berhala adl dua batu yaitu emas dan perak!
Cara seperti ini merupakan tipudaya setan krn hanya akan menjadikan seseorang keluar dan
menyeleweng dari pemahaman salafush shalih.
Allah k
berfirman:
‫م‬
ٌ ْ ‫حي‬ ُ َ‫ه غ‬
ِ ‫فوٌْر َر‬ ُ ‫م َوالل‬ ْ ُ ‫فْر ل َك‬
ْ ُ ‫م ذ ُن ُوْب َك‬ ِ ْ‫ه وَي َغ‬ ُ ُ ‫حب ِب ْك‬
ُ ‫م الل‬ ْ ُ ‫ه َفات ّب ِعُوِْني ي‬
َ ‫ن الل‬
َ ْ‫حب ّو‬ ْ ُ ‫ن ك ُن ْت‬
ِ ُ‫م ت‬ ْ ُ‫ق‬
ْ ِ‫ل إ‬
“Katakanlah jika kalian benar-benar mencintai Allah mk ikutilah aku niscaya Allah akan mengasihi dan
mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
‫م‬
َ ّ ‫جهَن‬ ْ ُ ‫ما ت َوَّلى وَن‬
َ ِ‫صل ِه‬ َ ِ‫ن ن ُوَل ّه‬
َ ْ ‫من ِي‬ ُ ْ ‫ل ال‬
ِ ْ ‫مؤ‬ ِ ْ ‫سب ِي‬ َ ُ‫ه ال ْه‬
َ ‫دى وَي َت ّب ِعْ غ َي َْر‬ ُ َ‫ن ل‬
َ ّ ‫ما ت َب َي‬
َ ِ ‫ن ب َعْد‬
ْ ‫م‬ َ ْ ‫سو‬
ِ ‫ل‬ ُ ‫ق الّر‬ َ ُ‫ن ي‬
ِ ِ‫شاق‬ ْ ‫م‬
َ َ‫و‬
‫صي ًْرا‬
ِ ‫م‬َ ‫ت‬ ْ ‫ساَء‬ َ َ‫و‬
“Dan barangsiapa menentang Rasul setelah jelas kebenaran bagi dan mengikuti jalan yg bukan jalan
orang2 mukmin mk Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yg telah dikuasai itu dan Kami jadikan
ia di Jahannam. Dan Jahannam adl sejelek-jelek tempat kembali.”
Ilmu batin menurut Shufiyyah adl rahasia-rahasia ilmu yg ganjil dan hanya diketahui oleh orang2 Shufi
yg berbicara dgn lisan yg abadi.
Keadaan ini menyerupai orang2 bathiniyyah Qaramithah yg menafsirkan Al-Qur`an secara ilmu batin
seperti shalat berarti doa puasa berarti menahan rahasia haji bermakna safar dan berkunjung kepada
guru serta para syaikh.
5. Al-Ghazali terpengaruh dgn suluk orang2 Cina dan kependetaan dlm Nasrani.
Ia berkata: “Upaya para wali dlm penyucian pencerahan kebersihan dan keindahan jiwa sehingga suatu
kebenaran menjadi gemerlap nampak dan bersinar sebagaimana dilakukan orang2 Cina. Dan
demikianlah upaya kaum cendekiawan dan ulama utk meraih dan menghiasi ilmu sehingga terpatri
indah dlm hati sebagaimana yg dilakukan orang2 Romawi.”
Bahkan hubungan manis antara Shufiyyah dgn Nasrani dinyatakan Ibrahim bin Adham. Ia berkata:
“Aku mempelajari ma’rifat dari seorang pendeta bernama Sam’an dan aku pernah masuk ke dlm
tempat ibadahnya.”
Abdurrahman Al-Badawi berkata: “Sungguh kalangan Shufiyyah dari kaum Muslimin menganggap tdk
mengapa utk mendengarkan pelajaran-pelajaran para pendeta dan perihal olah batin mereka krn
terdapat faedah walaupun hal itu datang dari Nasrani.
Anggapan seperti ini sangatlah naif dan hanya akan melumpuhkan serta menelanjangi seseorang dari
al-wala` wal-bara`. Allah k
berfirman:
َ ْ ‫م ال‬ َ ِ ‫م ُأول َئ‬ ُ ْ ‫م أ َن‬ َ
‫ن‬
َ ْ ‫قو‬
ُ ‫س‬
ِ ‫فا‬ ُ ُ‫ك ه‬ ْ ُ‫سه‬
َ ‫ف‬ َ ْ ‫ه فَأن‬
ْ ُ‫ساه‬ َ ‫سوا الل‬ َ ْ ‫كال ّذ ِي‬
ُ َ‫ن ن‬ َ ‫وَل َ ت َك ُوُْنوا‬
“Dan janganlah kalian seperti orang2 yg lupa kepada Allah lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada
diri mereka sendiri. Mereka itulah orang2 yg fasik.”
َ َ
‫ن‬ ُ َ ‫ن ل َ ي َعْل‬
َ ْ ‫مو‬ َ ْ ‫واَء ال ّذ ِي‬ ْ ‫ن ا ْل‬
َ ْ‫مرِ َفات ّب ِعَْها وَل َ ت َت ّب ِعْ أه‬ َ ‫م‬ َ ‫ك ع ََلى‬
ِ ٍ‫شرِي ْعَة‬ َ ‫جعَل َْنا‬ ّ ُ‫ث‬
َ ‫م‬
“Kemudian kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat dari urusan itu mk ikutilah syariat itu dan
janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang2 yg tdk mengetahui.”
Rasulullah n
bersabda:
ْ ُ ‫ن قَب ْل َك‬
‫م‬ َ ‫ن‬
َ ‫كا‬ ْ ‫م‬
َ ‫ن‬
َ َ ‫سن‬ ّ ُ‫ ل َت َت ْب ِع‬..
َ ‫ن‬
“Benar-benar kalian akan mengikuti kebiasaan orang2 yg sebelum kalian…”
‫م‬ْ ُ‫من ْه‬ِ َ‫قوْم ٍ فَهُو‬َ ِ‫ه ب‬ َ َ‫ن ت‬
َ ّ ‫شب‬ ْ ‫م‬
َ
“Barangsiapa menyerupai suatu kaum mk ia termasuk mereka.”
Bahkan Rasulullah n
dgn jelas menyatakan:
ِ ‫سل َم‬ ْ ِ ‫ة َفي ا ْل‬ َ ّ ‫ل َ َرهَْبان ِي‬
“Tidak ada kependetaan dlm Islam.”
Sungguh perilaku Shufiyyah merupakan virus pluralisme yg akan selalu bergulir seperti bola liar dgn
kemerdekaan berfikir tanpa batas .
6. Menurut Al-Ghazali martabat kenabian bisa diraih seorang Shufi dari sisi turun ilham Ilahi di dlm
hatinya.
Menurut para Shufi ilham adl pancaran ilmu kepada para syaikh dan wali dari Allah k
yg tercurahkan dlm hati yg bisa didapatkan baik saat terjaga ataupun tidur sehingga terbukalah rahasia
ilmu yg ada di Lauhul Mahfuzh. Hal ini terkadang mereka namakan ilmu laduni yg tdk akan berakhir
seperti berhenti wahyu kepada para nabi.
Bahkan Al-Ghazali berkata: “Sesung-guh hati di hadapan siap tergelar hakekat sesuatu yg haq dlm
semua urusan. Bahkan tercurahkan segala bentuk yg rahasia dan tersingkap dgn mata hati menjadikan
apa yg tertulis di Lauhul Mahfuzh terpampang sehingga bisa mengetahui apa yg akan terjadi.”
Kemudian beliau menambahkan: “Berbagai urusan tersingkap bagi para nabi dan wali. Dan suatu
cahaya tertuang dlm hati mereka yg didapatkan tanpa belajar mengkaji menulis dan buku-buku yg
diraih dgn zuhud di dunia.
Beliau juga berkata: “Sesungguh ilmu-ilmu yg didapatkan para nabi dan wali itu melalui pintu batin
atau melalui hati dan melalui pintu yg terbuka dari alam malakut/ Lauhul Mahfuzh.”
Abdurrahman Muhammad Sa’id Dimasyqiyah berkata: “Perkataan Al-Gha-zali tentang kenabian
merupakan kepanjangan tangan Ibnu Sina yg menganggap bahwa para nabi memiliki tiga kekuatan:
kekuatan kesucian kekuatan khayalan kekuatan perasaan dan batin.”
Abdurrahman Muhammad Sa’id Dimasyqiyah menukilkan ucapan Al-Ghazali dlm kitab Al-Jawahirul
Ghali: “Tidak ada perbedaan sedikitpun antara wahyu dan ilham bahkan dlm kehadiran malaikat yg
memberikan faedah ilmu. Sesungguh ilmu didapatkan dlm hati kita dgn perantara para malaikat.”
Ibnu Taimiyyah v
berkata: “Sesung-guh yg terkandung dlm ucapan mereka adl bahwa berita-berita dari Rasulullah n
tidaklah berfaedah sedikitpun dlm sisi ilmiah. Bahkan hal yg seperti itu bisa diraih oleh tiap orang dgn
musyahadah1 nur dan kasyaf.”
Al-Ghazali bahkan menghina para fuqaha dgn ucapannya: “Para fuqaha hanyalah sekedar ulama dunia
dan tugas mereka tdk lbh dari itu.”
Ibnul Jauzi v
berkata: “Kebencian kepada para fuqaha merupakan kezindiqan terbesar. Karena para fuqaha selalu
menghadirkan fatwa-fatwa tentang kesesatan dan kefasikan mereka. Dan sungguh al-haq itu berat
sebagaimana berat zakat.”
Abdurrahman Muhammad Sa’id Dimasyqiyyah berkata: “Fiqih merupakan suatu upaya utk membenahi
sesuatu yg zhahir dan yg batin. Allah k
berfirman:
‫ن‬
َ ْ‫قهُو‬ ْ َ‫ن ل َ ي‬
َ ‫ف‬ َ ْ ‫قي‬ ُ ْ ‫ن ال‬
ِ ِ‫مَناف‬ ّ ِ ‫وَل َك‬
“Akan tetapi orang2 munafiq tidaklah memahami.”
Jikalau hati-hati mereka bersih dan tercermin dlm zhahir-zhahir sungguh mereka adl orang yg
memahami. Ingatlah pemimpin para fuqaha Ibnu ‘Abbas c
yg didoakan oleh Nabi n
: ‘Ya Allah fahamkanlah dia dlm urusan agama’.”
Perilaku Shufiyyah merupakan pintu kesombongan kecongkakan dan sikap ekstrim dlm memposisikan
diri mereka. Mereka telah melupakan Rasulullah n
sebagai seorang nabi yg membawa kesempurnaan syariat dan akhlak yg mulia. Allah k
berfirman:
َ َ ‫ال ْيو‬
‫م د ِي ًْنا‬ ْ ِ ‫م ا ْل‬
َ َ ‫سل‬ ُ ُ ‫ت ل َك‬
ُ ْ ‫ضي‬
ِ ‫مِتي وََر‬ ْ ُ ‫ت ع َل َي ْك‬
َ ْ‫م ن ِع‬ ُ ‫م‬
ْ ‫م‬
َ ْ ‫م وَأت‬ ْ ُ ‫ت ل َك‬
ْ ُ ‫م د ِي ْن َك‬ ُ ْ ‫مل‬
َ ْ ‫م أك‬
َ ْ َ
“Hari ini telah Aku sempurnakan agama kalian dan telah Aku sempurnakan kepada kalian ni’mat-Ku
dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagi kalian.”
‫ب‬َ ‫م ال ْك َِتا‬ ُ ّ ‫م وَي ُعَل‬
ُ ُ‫مه‬ ْ ِ‫م ي َت ُْلو ع َل َي ْه‬
ْ ِ‫م آَيات ِهِ وَي َُزك ّي ْه‬ ْ ِ‫سه‬ ُ ْ ‫ن أ َن‬
ِ ‫ف‬ ِ ً ‫سوْل‬
ْ ‫م‬ ُ ‫م َر‬ َ َ‫ن إ ِذ ْ ب َع‬
ْ ِ‫ث فِي ْه‬ َ ْ ‫من ِي‬ ُ ْ ‫ه ع ََلى ال‬
ِ ْ ‫مؤ‬ ُ ‫ن الل‬
ّ ‫م‬ َ َ‫ل‬
َ ْ ‫قد‬
‫ة‬
َ ‫م‬ ِ ْ ‫َوال‬
َ ْ ‫حك‬
“Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang2 yg beriman ketika Allah mengutus di antara
mereka seorang Rasul dari golongan mereka sendiri yg membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah
membersihkan jiwa mereka dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan Al-Hikmah.”
7. Tentang ajaran wihdatul wujud Al-Ghazali berkata menyebutkan tingkatan orang2 shiddiqin:
“Mereka adl segolongan kaum yg melihat Allah jk
dalam keesaan-Nya. Dengan-Nya mereka melihat segala sesuatu. Dan tidaklah mereka melihat dlm dua
tempat selain dari-Nya dan tidaklah mereka memperhatikan alam wujud selain Dia. Inilah
memperhatikan de-ngan pandangan tauhid. Hal ini mengajarkan kepadamu bahwa yg bersyukur adl yg
disyukuri. Dan dia adl yg mencintai dan yg dicintai2. Inilah pandangan seseorang yg mengetahui
bahwa tidaklah ada di alam yg wujud ini melainkan Dia.”
Bahkan terdapat keterikatan yg kuat antara Al-Ghazali dan Al-Hallaj yg meyakini aqidah wihdatul
wujud bahkan sebagai puncak dari tauhid.
Ibnu Taimiyyah v
berkata membantah keyakinan yg bejat ini: “Para salaf mengkafirkan Jahmiyah krn perkataan mereka
bahwa Allah k
berada di semua tempat. Di antara bentuk pengingkaran para salaf adalah: Bagaimana mungkin Allah k
berada di perut di tempat-tempat kotor di tempat-tempat sunyi? Maha Tinggi Allah dari perkara
tersebut! Lalu bagaimanakah dgn mereka yg menjadikan perut tempat-tempat kotor tempat-tempat
sunyi barang-barang najis dan kotoran-kotoran sebagai bagian dari Dzat-Nya?”
Ahlus Sunnah meyakini bahwa Allah k
ber-istiwa` di atas ‘Arsy dan Allah k
tak membutuhkan ‘Arsy. Dan Allah k
tidaklah serupa dgn makhluk dlm segala sifat-Nya.
Allah k
berfirman:
‫وى‬َ َ ‫ست‬ ِ ‫ن ع ََلى ال ْعَْر‬
ْ ‫شا‬ ُ ‫حم‬
ْ ‫الّر‬
“Ar-Rahman ber-istiwa` di atas ‘Arsy.”
َ َ
ِ ‫وى ع ََلى ال ْعَْر‬
‫ش‬ َ َ ‫ست‬
ْ ‫ما‬ّ ُ ‫ست ّةِ أّيام ٍ ث‬ِ ‫ي‬ْ ِ‫ض ف‬ َ ‫ت وَا ْلْر‬
ِ ‫وا‬
َ ‫م‬ ّ ‫خل َقَ ال‬
َ ‫س‬ ِ ّ ‫ه ال‬
َ ‫ذي‬ ُ ُ ‫ن َرب ّك‬
ُ ‫م الل‬ ّ ِ‫إ‬
“Sesungguh Rabb kalian telah menciptakan langit dan bumi dlm enam hari kemudian ber-istiwa` di
atas Arsy.”
ِ َ ‫مي ْعُ ال ْب‬
‫صي ُْر‬ ِ ‫س‬
ّ ‫يٌء وَهُوَ ال‬ْ ‫ش‬ َ ْ ‫ل َي‬
ِ َ‫س ك‬
َ ِ‫مث ْل ِه‬
“Tidaklah Allah serupa dgn apapun dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”
8. Ajaran khalwat atau menyendiri dan menyepi dan kesalahan dlm memahami ‘uzlah. Al-Ghazali
berkata: “Dalam ‘uzlah ada jalan keluar . Adapun dlm beramar ma’ruf dan nahi mungkar akan
meninggalkan perselisihan dan membangkitkan kedengkian hati. Dan siapapun yg mencoba beramar
ma’ruf niscaya kebanyakan akan menyesal.”
Bahkan dgn khalwat akan tersingkap kehadiran Rabb dan nampak bagi Al-Haq.
Syarat-syarat khalwat menurut kaum Shufi:
 Meminta bantuan dgn ruh para syaikh dgn perantara gurunya.
 Menyibukkan diri dgn dzikir sehingga nampak Allah k
baginya.
 Bertempat di ruangan yg gelap dan jauh dari suara serta gerakan manusia.
 Tidak berbicara.
 Tidak memikirkan kandungan makna Al-Qur`an dan hadits krn akan menyibukkan dari dzikir yg
sebenarnya.
 Tidak boleh masuk dan keluar dari tempat khalwat kecuali dgn izin dari syaikhnya.
 Selalu mengikat hati dgn mengingat syaikh.
Ini merupakan amalan-amalan yg akan menguburkan nilai-nilai agama yg suci akibat salah memahami
‘uzlah dan upaya meniru gaya kependetaan.
Makna ‘uzlah bukanlah khalwat ala Shufiyyah yg rancu. Makna adl menjauhi suatu fitnah agar tdk
menimpa baik itu di dlm rumah ataupun di suatu tempat yg apabila telah hilang fitnah tersebut mk dia
kembali melakukan amar ma’ruf nahi mungkar berdakwah dan berjihad di jalan-Nya.
Suatu fitnah harus dihadapi dgn ilmu dan bimbingan yg benar bukan dgn sikap emosional atau
mengekor pola-pola orang kafir.
9. Al-Ghazali lbh mengutamakan as-sama’ daripada membaca Al-Qur`an. Setelah menceritakan
keutamaan as-sama’ beliau berkata: “Dan apabila hati telah terbakar dlm kecintaan kepada Allah k
maka untaian bait syair yg aneh akan lbh membangkitkan sesuatu yg tdk bisa dibangkitkan dgn
membaca Al-Qur`an.”
Keganjilan kaum Shufi ini merupakan sesuatu yg tdk pernah dilakukan para shahabat. Ibnu Taimiyyah
v
berkata: “Berkumpul utk mendengarkan dendangan-dendangan rohani baik yg diiringi tepuk tangan
dawai ataupun rebana merupakan sesuatu yg tdk pernah dilakukan para shahabat baik Ahlush Shuffah
atau yg lainnya. Demikian pula para tabi’in .”
Al-Imam Asy-Syafi’i v
berkata: “Tidaklah aku tinggalkan Baghdad kecuali telah muncul at-taghbir yg dibuat orang2 zindiq yg
hanya menghalangi manusia dari Al-Qur`an. Dan Yazid bin Harun berkata: “Tidaklah melakukan at-
taghbir kecuali orang fasiq.”
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah v
berkata: “Orang yg membiasakan mencari semangat dgn as-sama’ niscaya tdk akan lembut dan senang
hati dgn Al-Qur`an. Dan dia tdk akan mendapatkan apapun saat mendengarkan Al-Qur`an sebagaimana
ketika mendengarkan bait-bait syair. Bahkan apabila mendengarkan Al-Qur`an dia akan mendengarkan
dgn hati dan lisan yg lalai.”
orang2 Shufi telah melupakan firman Allah k
:
َ ْ‫م ي َت َوَك ّل ُو‬
‫ن‬ ْ ِ‫ماًنا وَع ََلى َرب ّه‬
َ ْ ‫م إ ِي‬
ْ ُ‫ه َزاد َت ْه‬ ْ ِ‫ت ع َل َي ْه‬
ُ ُ ‫م آَيات‬ ْ َ ‫ذا ت ُل ِي‬ ْ ُ‫ت قُل ُوْب ُه‬
َ ِ ‫م وَإ‬ ْ َ ‫جل‬ ُ ‫ذا ذ ُك َِر الل‬
ِ َ‫ه و‬ َ ْ ‫ن ال ّذ ِي‬
َ ِ‫ن إ‬ ُ ْ ‫ما ال‬
ِ ْ ‫مؤ‬
َ ْ‫من ُو‬ َ ّ ‫إ ِن‬
“Sesungguh orang2 yg beriman adl apabila diingatkan tentang Allah mk hati-hati mereka bergetar dan
apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya mk bertambahlah keimanan mereka.”
َ
ُ ْ‫قل ُو‬
‫ب‬ ُ ْ ‫ن ال‬ َ ْ ‫أل َ ب ِذ ِك ْرِ اللهِ ت َط‬
ّ ِ ‫مئ‬
“Ketahuilah bahwa dgn mengingat Allah hati akan tenang.”
10. Kesalahan yg fatal dlm memahami makna tawakkal sehingga menghilangkan sebab yg harus
ditempuh. Al-Ghazali berkata: “Telah diceritakan dari Banan Al-Hammal: ‘Suatu hari saya dlm
perjalanan pulang dari Mesir dan saya membawa bekal keperluanku. Datanglah kepadaku seorang
wanita dan menasehatiku: ‘Wahai Banan engkau adl tukang pembawa yg selalu membawa bekal di
punggungmu dan engkau menyangka bahwa Dia tdk memberimu rizki?’ Banan berkata: ‘Maka aku
buang bekalku’.”
Hal ini sangatlah berseberangan dgn bimbingan Al-Qur`an dan As-Sunnah. Allah k
berfirman:
‫وى‬َ ‫ق‬
ْ ّ ‫خي َْر الّزاد ِ الت‬ ّ ِ ‫دوا فَإ‬
َ ‫ن‬ ُ ّ‫وَت ََزو‬
“Hendak kalian mengambil bekal dan sebaik-baik bekal adl takwa.”
Asy-Syaikh As-Sa’di v
berkata: “Allah n
memerintahkan utk membawa bekal bagi safar yg mubarak ini . Sesungguh persiapan bekal akan
mencukupi dan bisa mencegah dari harta orang lain tdk mengemis dan meminta bantuan. Bahkan dgn
memperbanyak bekal akan bisa menolong para musafir.” Kemudian beliau berkata: “Adapun bekal yg
hakiki yg akan terus bermanfaat di dunia dan di akhirat adl bekal takwa inilah bekal utk menuju rumah
abadi.”
Al-Ghazali berkata: “Barangsiapa menyimpan persediaan makanan utk 40 hari atau kurang dari itu mk
akan terharamkan dari al-maqam al-mahmud yg dijanjikan kepada orang yg bertawakkal di akhirat
kelak.”
Al-’Iraqi berkata setelah menyebutkan hadits bahwa Rasulullah n
mempersiapkan makanan utk keluarga selama satu tahun yg diriwayatkan Al-Imam Al-Bukhari:
“Apakah Rasulullah n
telah keluar dari tingkatan orang2 yg bertawakkal sebagaimana yg diterangkan Al-Ghazali dlm manhaj
yg rusak dlm masalah tawakkal?”
Bahkan ketika orang2 Nasrani menyerbu negeri Baghdad ia lbh memilih utk ber-khalwat daripada
berjihad.
11. Menjauhi suatu yg fitrah bahkan yg diperintahkan Rasulullah n
seperti nikah.
Al-Ghazali berkata: “Barangsiapa menikah mk sungguh dia telah cenderung kepada dunia.”
Hal ini sangat menyelisihi sabda Rasulullah n
:
ِ ْ ‫م ال‬ ُ
َ ّ ‫ وَل َ ت َك ُوُْنوا ك ََرهَْبان ِي ّةِ الن‬،‫ة‬
‫صاَرى‬ ِ ‫م‬
َ ‫قَيا‬ َ ْ‫م ي َو‬ َ ‫م ا ْل‬
َ ‫م‬ ُ ُ ‫كاث ٌِر ب ِك‬
َ ‫م‬
ُ ‫جوا فَإ ِّني‬
ُ ّ‫ت ََزو‬
“Menikahlah kalian sesungguh aku berbangga dgn banyak umat dari kalian dan janganlah kalian
meniru kependetaan Nasrani.”
Peringatan Ulama Salaf terhadap Kitab Ihya` ‘Ulumiddin3
Asy-Syaikh Abdul Lathif bin Abdur-rahman Alusy Syaikh berkata: “Di dlm kitab Ihya` beliau menu-lis
dgn metode filsafat dan ilmu kalam dlm banyak pembahasan yg berkaitan dgn permasalahan ketuhanan
dan teologi serta membingkai filsafat dgn syariat. Ibnu Taimiyyah berkata: ‘Namun Abu Hamid telah
memasuki ruang lingkup ilmu filsafat dlm banyak hal yg Ibnu ‘Aqil menyatakan ilmu filsafat sebagai
bagian dari zindiq’.
Ibnul ‘Arabi murid Al-Ghazali mengatakan: “Guru kami Abu Hamid telah masuk dlm cengkeraman
ilmu filsafat dan beliau ingin melepaskan namun tdk berhasil.”4
Abu ‘Ali Ash-Shadafi berkata: “Syaikh Abu Hamid terkenal dgn berbagai berita buruk dan memiliki
karya yg besar. Beliau sangat ekstrim dlm tarekat Shufiyyah dan mencurahkan waktu utk membela
madzhab bahkan menjadi penyeru dlm Shufiyyah. Beliau mengarang berba-gai tulisan yg terkenal dlm
hal ini dan membahas dlm berbagai tempat sehingga mengakibatkan umat berburuk sangka kepadanya.
Sungguh Allah Yang Maha Tahu rahasianya. Dan penguasa di tempat kami di negeri Maghrib –
berdasarkan fatwa para ulama– telah memerintahkan utk membakar dan menjauhi karyanya.”
Adz-Dzahabi berkata: “Karya ini penuh dgn musibah yg sungguh sangat tdk menyenangkan.”
Ahmad bin Shalih Al-Jaili: “ seorang yg fatwa-fatwa terbangun dari sesuatu yg tdk jelas. Di dlm
banyak riwayat-riwayat yg dicampuradukkan antara sesuatu yg tsabit/jelas dgn yg tdk tsabit. Demikian
pula apa yg dia nisbatkan kepada para ulama salaf tdk mungkin utk dibenarkan semuanya. Ia juga
menyebutkan berbagai kejadian-kejadian para wali dan renungan-renungan para wali sehingga
mengagungkan posisi mereka. Ia mencampurkan sesuatu yg manfaat dan yg berbahaya.”
Abu Bakr Ath-Thurthusi berkata: “Abu Hamid telah memenuhi kitab Ihya` dgn berbagai kedustaan atas
nama Rasulullah n
. Dan tidaklah ada di atas bumi yg lbh banyak kedustaan dari sangat kuat keterikatan dgn filsafat dan
risalah Ikhwanush Shafa yaitu segolongan orang yg menganggap bahwa kenabian adl sesuatu yg bisa
diraih manusia biasa dan mu’jizat hanyalah halusinasi dan khayalan.”
Semoga Allah k
selalu menjaga kita dari tipu daya kesesatan dan makar setan.
Wallahu a’lam.
1 Musyahadah menurut kalangan Shufi adl melihat kehadiran Allah k
yg kemudian memberikan/membuka rahasia-rahasia-Nya kepada hamba-Nya.
2 Maksud dia telah bersatu dgn Allah sehingga tdk lagi terpisah antara dia dgn Allah.
3 Diambil dari kitab At-Tahdzirul Mubin min Kitab Ihya` ‘Ulumiddin karya Asy-Syaikh Abdul Lathif
bin Abdurrahman Alusy Syaikh
4 Tentang akhir kehidupan Al-Ghazali Ibnu Taimiyyah v
mengatakan: “..Oleh krn itu menjadi jelas bagi di akhir hayat bahwa jalan tasawuf tidaklah
menyampaikan kepada tujuannya. Kemudian ia mencari petunjuk melalui hadits-hadits Nabi n
. Mulailah ia menyibukkan diri dgn Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim. Dan ia meninggal di
tengah kesibukan itu dlm keadaan yg paling baik. Beliau juga membenci apa yg terdapat dlm buku
berupa perkara-perkara semacam itu yaitu perkara yg diingkari oleh orang2.”
Sumber: www.asysyariah.com