Anda di halaman 1dari 5
Bentuk Negara : Kerajaan. Dipi mpin oleh seorang kaisar ( tenn ō heika ). Bentuk Pemerintahan

Bentuk Negara

: Kerajaan. Dipimpin oleh seorang kaisar (tennō heika).

Bentuk Pemerintahan : Parlementer. Dipimpin oleh Perdana Menteri.

Luas

Jumlah Pulau

Jumlah prefektur Lagu Kebangsaan Bendera

Musim

: 378.000 km 2 . : ± 6800 pulau. Dengan 4 pulau besar yaitu: Hokkaidō, Honshū, Shikoku, Kyūshū. : 47 prefektur (ken) : Kimigayo : Hinomaru

Bentuk Negara : Kerajaan. Dipi mpin oleh seorang kaisar ( tenn ō heika ). Bentuk Pemerintahan

: Jepang mempunyai 4 musim yang disebut shiki. Keempat musim itu adalah:

haru (semi) mar-mei fuyu (dingin) natsu (panas) des-feb jun-agu aki (dingin) sep-nov
haru (semi)
mar-mei
fuyu (dingin)
natsu (panas)
des-feb
jun-agu
aki (dingin)
sep-nov

Festival (matsuri):

Obon: Festival atau tradisi orang Jepang untuk merayakan kedatangan arwah leluhur. Obon dilakukan setiap

tanggal 15 Agustus, tapi ada juga yang merayakannya tanggal 15 Juli

Orang Jepang percaya bahwa

.. roh orang yang telah mati akan mengunjungi keluarganya setiap 2 tahun sekali. Kesempatan ini juga dijadikan orang-orang untuk pulang kampung. Untuk menutup perayaan Obon biasanya orang-orang menarikan tarian Bon’odori bersama-sama. Tanabata: Disebut juga festival bintang. Festival ini juga dilakukan di China dan Korea. Dirayakan setiap tanggal 7 Juli. Perayaan ini berkaitan dengan cerita Gadis Penenun dan Laki-laki Penggembala yang saling mencintai. Mereka diijinkan menikah oleh Raja Langit. Tapi setelah menikah mereka menjadi malas. Raja Langit memisahkan mereka. Mereka dipisahkan oleh sungai Amanogawa (galaksi Bimasakti) dan hanya dapat bertemu satu tahun sekali. Gadis Penenun berada di bintang Vega dan Laki-laki Penggembala berada di bintang Altair. Pada tanggal tersebut Bintang Altair dan vega paling mudah dilihat. Pada perayaan Tanabata, anak-anak sekolah dan pasangan yang sedang berpacaran menuliskan keinginan, harapan, dan cita-cita masa depan di atas Tanzaku (kertas persegi panjang). Tanzaku kemudian digantung di dahan-dahan pohon bambu bersama- sama dengan hiasan beraneka warna agar keinginan yang dituliskan menjadi terkabul. Shichi-go-san: Festival untuk mendoakan anak perempuan yang genap berusia 3 dan 7 tahun serta anak laki- laki yang genap berusia 5 tahun. Saat shichi-go-san anak-anak pergi ke kuil Shintō bersama orang tuanya untuk didoakan. Festival ini dilaksanakan setiap 15 November.

Hinamatsuri: Festival anak perempuan. Diadakan setiap tanggal 3 Maret. Di rumah orang Jepang yang mempunyai anak perempuan yang masih kecil biasanya dipajang boneka pasangan pengantin (Hina ningyō). Fungsi boneka tersebut adalah sebagai tempat pembuangan kejelekan. Maksudnya, segala hal buruk yang menimpa anak perempuan diharapkan dapat berpindah ke dalam boneka tersebut. Setsubun: Diperingati setiap 3 Februari. Saat Setsubun ada tradisi melempar kacang kedelai untuk mengusir setan. Biasanya mereka mengucapkan “Oni wa soto! Fuku wa uchi!” (Setan di luar! Kebaikan di dalam!)

Kebudayaan Jepang (nihon no bunka):

Bunraku: Seni pertunjukan yang menggunakan boneka dan diiringi musik. Chanoyu: Upacara minum teh. Dalam upacara ini, diperlihatkan pembuatan teh dari teh dalam bentuk bubuk sampai menjadi minuman. Prosesnya sangat lama dan aturannya sangat ketat. Kita harus duduk bersimpuh selama kurang lebih 2 jam. Chikatetsu: Kereta bawah tanah. Stasiun dan sarana penunjang seperti restoran, toilet, dll berada di bawah tanah. Kereta ini cukup praktis dan murah. Fujisan: Gunung terkenal di Jepang. Tingginya sekitar 3776 m. Bagian atasnya diselimuti salju. Menurut legenda, fuji berarti “tidak bisa mati”. Pemberian nama gunung Fuji berasal dari cerita Kaguya hime (putri Kaguya) yang memberikan obat tidak bisa mati kepada seseorang yang mencintainya. Tapi karena Kaguya kembali ke bulan, orang tersebut sedih dan membakar obat tersebut di puncak gunung. Lalu gunung tersebut dinamakan gunung Fuji. Sekarang di puncak gunung Fuji sudah menjadi tempat wisata. Kita tidak perlu mendaki untuk sampai ke sana, karena sudah ada kereta gantung yang akan mengantarkan kita naik sampai ke puncak. Di puncaknya juga ada kantor pos, restoran, dll. Genkan: Pintu masuk rumah Jepang. Saat bertamu di rumah model Jepang (Washitsu), kita melepas sepatu/sandal di Genkan dan meletakkannya di situ. Kita masuk rumah dengan memakai sandal yang telah disediakan di Genkan tersebut. Geta: Geta adalah sandal kayu Jepang sejenis bakiak. Biasanya dipakai bersama Kimono atau Yukata. Geta juga dipakai untuk menyajikan Sushi. Hanami: Hanami adalah kegiatan menikmati bunga Sakura pada musim semi. Biasanya orang-orang bersama keluarganya makan-makan di bawah pohon Sakura. Terkadang untuk mendapatkan tempat yang sesuai, seseorang rela bergadang sebelum Hanami dimulai. Ikebana: Seni merangkai bunga. Bunga dapat dirangkai sedemikian rupa menjadi suatu karya seni yang indah. Aliran Ikebana di Jepang sangat banyak. Karena itu, bermacam-macam pula keindahan yang dihasilkannya. Jūdō: Olahraga tangan kosong yang lebih menitikberatkan pada bantingan dan kuncian. Hampir mirip dengan gulat. Kabuki: Seni teater tradisional Jepang di Jepang. Biasanya pemain Kabuki memakai tatarias yang mencolok dan berkostum mewah. Semua pemainnya adalah laki-laki.

Karate: Olahraga yang mengandalkan kekuatan tangan kosong. Kendō: Olahraga menggunakan pedang kayu. Pada awalnya, Kendō merupakan latihan untuk menjadi seorang Samurai. Kimono: Merupakan pakaian nasional Jepang. Harga Kimono di Jepang sangat mahal, oleh karena itu hanya dipakai saat-saat tertentu saja, atau dalam suasana formal. Manga: Komik Jepang. Komik di Jepang tersedia untuk berbagai umur. Membaca adalah suatu kebiasaan di Jepang. Orang dewasa pun tak malu membaca komik di tempat umum. Ceritanya yang menarik disukai semua kalangan. Pengarang komik disebut mangaka. Momiji: Kita mengenalnya dengan nama daun Maple. Adalah daun yang berubah warnanya menjadi merah atau kuning pada waktu musim gugur. Ninja: Disebut juga Shinobi. Ninja pada dasarnya bertugas menyusup dan memata-matai. Ilmu Ninja disebut Ninjutsu. Saat ini di Jepang sudah tidak ada Ninja lagi. Tapi masih ada yang mengajarkan ilmu Ninjutsu. Nō: Lebih sering terdengar Noh. Adalah drama musik Jepang klasik. Meskipun dinamakan drama musik, tetapi juga memakai tarian dan kata-kata. [o]furo: Furo atau ofuro adalah bak mandi Jepang. Biasanya orang Jepang hanya mandi 1 kali sehari. Setelah pulang kerja, orang Jepang mandi dengan shower lalu setelah bersih, berendam di bak. Apabila akan ada orang yang memakai bak tersebut, air panas di dalam bak tidak dibuang. Setelah mandi biasanya orang Jepang tidur. Begitu bangun mereka langsung pergi bekerja tanpa mandi lagi. Onsen: Pemandian air panas. Jepang merupakan negara yang mempunyai banyak gunung berapi. Karena itu, Onsen banyak ditemui di berbagai pelosok. Mandi di Onsen akan menghilangkan penyakit kulit dan menyebabkan badan menjadi sehat. Origami: Seni melipat kertas. Origami Jepang yang paling terkenal adalah Origami bangau (Orizuru). Katanya, bangau adalah simbol panjang umur. Karena itu, apabila bisa membuat 1000 buah Orizuru, orang tersebut akan panjang umur. Sake: Disebut juga Osake. Merupakan minuman yang paling populer di Jepang. Dibuat dari beras. Selain dapat menghangatkan badan juga dipakai dalam masakan. Sake hanya boleh diminum oleh orang dewasa, karena dapat menyebabkan mabuk. Sakura: Bunga nasional Jepang. Bunga Sakura hanya tumbuh saat musim semi saja. Buahnya dinamakan Cherry. Saat Sakura mekar, orang-orang menikmatinya dengan bersenang-senang di bawah pohon Sakura. Aktivitas ini dinamakan Hanami. Shinkansen: Kereta super cepat. Laju kereta ini bisa mencapai 350 km/jam. Dengan kereta ini kita bisa sampai di tujuan dengan cepat. Tetapi tentu saja harganya mahal. Biasanya dipakai orang-orang yang berpergian jauh. Shintō: Suatu aliran kepercayaan (agama) di Jepang. Agama terbesar kedua di Jepang setelah Buddha (Bukkyō). Umat Shintō bersembahyang di kuil yang disebut Jinja. Sedangkan umat Buddha bersembahyang di kuil yang disebut Tera. Shodō: Seni menulis kaligrafi. Shodō berbeda dengan menulis huruf biasa. Shodō memiliki teknik khusus. Biasanya Shodō menggunakan kuas (fude) dan tinta Cina. Bahkan ada kuas yang panjangnya sekitar 1 meter untuk menulis di kertas yang besar.

Shōyu: Kecap Jepang. Kecap ini dibuat dari bahan khusus. Biasa dipakai dalam masakan. Atau juga bisa disantap saat kita makan Sushi. Sumō: Olahraga adu badan. Pemain Sumō biasanya bertubuh besar dan gendut. Saat bertarung, mereka hanya memakai cawat (Mawashi) saja. Pemain dinyatakan menang apabila dapat membanting lawan atau membuatnya keluar dari lingkaran. Tatami: Tikar Jepang. Tatami dibuat dari serat tumbuhan. Biasanya ukuran ruang di Jepang disesuaikan dengan ukuran tatami (jō). Apabila suatu ruang mempunyai ukuran 4 jō berarti ruang tersebut mempunyai 4 buah tatami. Tsunami: Gelombang air yang sangat tinggi. Jepang adalah negara yang sering mengalami gempa (Jishin). Apabila pusat gempa berada di laut dan besarnya lebih dari 6 SR, akan berpotensi menimbulkan Tsunami. Apabila diterjemahkan secara harfiah, Tsunami berarti “ombak pelabuhan”. Yakyū: Olahraga paling favorit di Jepang. Kita lebih mengenalnya dengan sebutan baseball. Yukata: Sama dengan Kimono, tetapi Yukata lebih tipis. Harganya lebih murah daripada Kimono. Karena itu Yukata sering dipakai dalam suasana informal.

Prefektur dan daerah

Jepang terbagi atas 47 prefektur, diperintah bebas dari pemerintahan pusat. Dari utara ke selatan, prefektur- prefektur ini adalah:

Sh ō yu : Kecap Jepang. Kecap ini dibuat dari bahan khusus. Biasa dipakai dalam masakan.

1

Hokkaido

17 Ishikawa

33 Okayama

2

Aomori

18 Fukui

34 Hiroshima

3

Iwate

19 Yamanashi

35 Yamaguchi

4

Miyagi

20 Nagano

36 Tokushima

5

Akita

21 Gifu

37 Kagawa

6

Yamagata

22 Shizuoka

38 Ehime

7

Fukushima

23 Aichi

39 Kochi

8

Ibaraki

24 Mie

40 Fukuoka

9

Tochigi

25 Shiga

41 Saga

10

Gunma

26 Kyoto

42 Nagasaki

11

Saitama

27 Osaka

43 Kumamoto

12

Chiba

28 Hyogo

44 Oita

13

Tokyo

29 Nara

45 Miyazaki

14

Kanagawa

30 Wakayama

46 Kagoshima

15

Niigata

31 Tottori

47 Okinawa

16

Toyama

32 Shimane

Hari libur (kyūjitsu)

 

Tanggal

Nama hari libur dalam Bahasa Indonesia

Nama hari libur dalam Bahasa Jepang

Keterangan dan tradisi yang terkait

1

Januari

Tahun Baru

Ganjitsu

melakukan hatsumode (kunjungan pertama ke kuil).

Senin minggu

   

Upacara Seijin shiki untuk penduduk

ke-2 bulan

Hari Kedewasaan

Seijin no hi

Januari

yang mencapai usia 20 tahun.

11 Februari

Hari Pembentukan Negara

Kenkoku kinen no hi

penobatan Kaisar Jepang yang pertama.

20

atau 21

Hari Ekuinoks

   

Maret

Musim Semi

Shunbun no hi

melakukan ziarah ke makam.

29

April

Hari Shōwa

Shōwa no hi

ulang tahun Kaisar Shōwa (menurut keputusan Parlemen Jepang tertanggal 13 Mei 2005)

3

Mei

Hari Peringatan

Kenpo kinenbi

Hari mulai berlakunya Konstitusi

Konstitusi

Jepang.

4

Mei

Hari Hijau

Midori no hi

Hari libur untuk mencintai tumbuhan dan berterima kasih kepada alam.

5

Mei

Hari Anak-anak

Kodomo no hi

Hari kesehatan dan kesejahteraan anak-anak (sering disebut Hari Anak Laki-laki)

Senin minggu

     

ke-3 bulan

Hari Laut

Umi no hi

Hari berterima kasih pada laut

Juli

Senin minggu

Hari Penghormatan

 

Hari memperhatikan kesejahteraan

ke-3 bulan

Keirō no hi

September

Orang Lanjut Usia

orang lanjut usia.

 

Hari Ekuinoks

 

Hari untuk melakukan ziarah ke

23

September

Musim Gugur

Shūbun no hi

makam.

Senin minggu

Hari Olahraga dan

 

Hari libur untuk memperingati hari

ke-2 bulan

Taiiku no hi

Oktober

Kesehatan

pembukaan Olimpiade Tokyo 1964.

3

November

Hari Kebudayaan

Bunka no hi

Dulunya merupakan hari libur untuk memperingati hari ulang tahun Kaisar Meiji, tetapi kemudian dijadikan hari libur untuk mempromosikan kebudayaan Jepang.

23

November

Hari Berterimakasih pada Pekerja/Buruh

Kinro kansha no hi

Hari libur untuk menghormati kaum buruh dan merayakan hasil produksi.

23

Desember

Hari Ulang Tahun Kaisar

Tennō tanjobi

Hari libur untuk merayakan ulang tahun Kaisar Jepang yang sekarang.