Anda di halaman 1dari 21

DIARE

Apakah yang disebut Diare ?


Diare atau mencret adalah buang air
besar yang lebih sering (lebih dari 3
kali sehari) dan tinja yang dikeluarkan
lebih lunak dari biasanya (dianggap
tidak normal oleh ibu)
Klasifikasi
1. Diare cair akut,
Diare yang berlangsung kurang dari 14
hari (umumnya kurang dari 7 hari)
Pengeluaran tinja yang lunak atau cair
yang sering dan tanpa darah, mungkin
disertai muntah dan panas.
Akibat diare akut adalah dehidrasi,
sedangkan dehidrasi merupakan
penyebab utama kematian bagi penderita
diare.


Lanjutan....
2. Disentri,
Diare yang disertai darah dengan atau
tanpa lendir dalam tinjanya.
Akibat disentri adalah anoreksia,
penurunan berat badan dengan cepat,
kerusakan mukosa usus karena bakteri
invasif.




3. Diare persisten
Diare yang mula-mula bersifat akut namun
berlangsung lebih dari 14 hari.
Episode ini dapat dimulai sebagai diare
cair atau disentri.
Akibat diare persisten adalah penurunan
berat badan dan gangguan metabolisme.


4. Diare dengan masalah lain.
Anak yang menderita diare (diare akut dan
persisten) mungkin juga disertai dengan
penyakit lain seperti demam, gangguan
gizi, atau penyakit lainnya.
Tatalaksana penderita diare ini berdasarkan
acuan baku diare dan tergantung juga
pada penyakit yang menyertainya.


Apa penyebab diare?
Penyebab diare bermacam-macam,
antara lain sebagai berikut:
1. Virus
2. Kuman/bakteri
3. Parasit
4. Susu yang tidak cocok (biasanya
pada bayi)
Hal-hal apa saja yang dapat
menimbulkan diare?
Makan tanpa cuci tangan yang bersih
Minum air mentah
Makan makanan yang dihinggapi lalat
Buang air besar di sembarang tempat
Lingkungan rumah yang kumuh dan
kotor
Pemberian makanan tambahan ASI
yang terlalu dini pada bayi
Apakah pendapat/anggapan di bawah
ini benar?
1. Mencret adalah tanda bahwa anak akan
bertambah besar.
2. Mencret adalah tanda bahwa anak akan
tumbuh gigi.
3. Mencret adalah tanda bahwa anak akan
segera bisa berjalan.
4. Mencret disebabkan oleh roh jahat.
Kesemua pendapat tadi tidak benar. Mencret
bukan merupakan pertanda bahwa anak akan
bertambah besar atau bertambah pintar, dan
bukan merupakan pertanda pertumbuhan anak.
Yang jelas adalah bahwa mencret merupakan
suatu masalah kesehatan yang harus diatasi
dengan segera. Bila tidak, bisa timbul gangguan
kesehatan yang serius, bahkan bisa berakibat
kematian.
Jangan anggap enteng diare atau mencret
walaupun hanya sekali berak cair !!!!!
I N G A T !!!!
Diare adalah salah satu penyebab
utama kematian pada balita
Apapun sebabnya, diare adalah
penyakit
Apapun sebabnya, diare sangat
berbahaya
Diare bila tidak diatasi dengan
tepat dapat mengakibatkan
kematian !!!
Terapi diare
Dasar pengobatan diare :
1. Pemberian cairan
2. Dietetik ( pemberian makanan)
3. Obat-obatan

Bagaimana mengatasi diare?
Prinsip pengobatan diare adalah :
1. Mengganti cairan yang keluar.
Oleh karena itu berikan :
a. Larutan oralit/larutan gula garam, atau
b. Cairan dari bahan makanan, seperti sup,
air tajin dan minuman yoghurt (susu
asam), atau
c. Air putih masak,
d. Bila anak berusia kurang dari 6 bulan dan
masih diberi

ASI, teruskan pemberian ASI. Sebagai
tambahan
Berikan larutan oralit atau air putih masak.
Cara membuat larutan gula garam (LGG)
- Gula 1 sendok teh penuh
- Garam sendok teh
- Air masak 1 gelas (atau air teh 1 gelas)
- Campuran bahan-bahan tersebut diaduk sampai
larut benar

Cara membuat larutan oralit
- Bubuk oralit 1 bungkus dilarutkan ke
dalam 1 gelas air masak (atau 1 gelas air
teh)
- Aduk sampai semua bubuk larut
- Baca petunjuk lebih lanjut pada bungkus
oralit
Teruskan pemberian makanan :
Berikan ASI lebih sering
Bila tidak minum ASI, berikan susu yang biasa
diminum
Bila anak berumur 6 bulan atau lebih dan/atau
sudah mendapatkan makanan padat, berikan juga :
Tepung padi-padian atau makanan dari tepung
lainnya yang dicampur dengan kacang-kacangan,
sayuran, daging atau ikan dan ditambah sedikit
minyak.
Sari buah segar atau pisang yang dihaluskan, makan
yang baru dibuat, dimasak dan ditumbuk atau
dihaluskan dengan baik
Pemberian makanan sedikit demi sedikit tapi sering
(paling kurang 6 kali sehari)
Anak diberi makan dengan jumlah yang lebih
banyak setiap hari selama 2 minggu setelah diare
berhenti
Bila tidak diberikan oleh petugas kesehatan, jangan
berikan obat-obatan
Segera bawa ke dokter/puskesmas,
jika salah satu tanda dibawah ini
ditemui pada bayi atau anak :
Tidak membaik dalam 3 hari
Tinja cair keluar amat sering
Muntah berulang-ulang
Sangat haus
Tidak mau makan atau minum seperti biasanya
Demam
Ada darah dalam tinja
Anak terlihat sangat lemah
Didapati satu atau lebih tanda-tanda dehidrasi
(kekurangan cairan)
Perhatikan tandatanda dehidrasi
(kekurangan cairan):
Kesadaran menurun (letargis atau
tidak sadar)
Mata cekung
Tidak bisa minum atau malas minum
Cubitan kulit perut kembalinya sangat
lambat
Tidak lagi buang air kecil
Bagaimana mencegah terjadinya
diare?
Bayi sampai umur 4 bulan hanya diberi ASI saja
(ASI eksklusif)
Rebus dahulu botol susu atau dot sebelum
diberikan kepada bayi
Cuci tangan dengan sabun sebelum makan
Sayuran, buah dan bahan makanan harus dicuci
sebelum dimasak atau dimakan
Selalu minum air yang telah direbus (air masak
atau air matang)
Memasak makanan dengan cara yang benar
Makanan harus dilindungi dari hinggapan lalat
dan kecoa
Pemberian cairan pada diare
dehidrasi murni
1. Jenis Cairan
Cairan rehidrasi oral
Formula lengkap, mengandung NaCl,
NaHCO
3
, KCl, dan Glukosa
Formula sederhana, hanya mengandung
NaCl dan sukrosa atau karbohidrat lain.
Cairan parenteral


2. Jalan pemberian cairan
Peroral untuk dehidrasi ringan, sedang
dan tanpa dehidrasi dan bila anak mau
minum serta kesadaran baik.
Intragastrik untuk dehidrasi ringan,
sedang atau tanpa dehidrasi, tetapi
anak tidak mau minum, atau kesadaran
menurun.
Intravena untuk dehidrasi berat.
3. Jumlah cairan
Jumlah cairan yang hilang
didasarkan pada berat badan dan
usia anak