Anda di halaman 1dari 34

SKENARIO I

PAK BADRUN YANG MALANG...................


INFO 1
Tn badrun, usia 20 tahun seorang mahasiswa perguruan tinggi swasta di
Purwokerto dibawa ke IGD dalam keadaan tidak sadar setelah mengalami
kecelakaan lalulintas. Menurut pengantar korban, motor yang dikendara amona
menabrak bis, amona mengalami kecelakaan lalu lintas sekitar ! "am sebelum
masuk #. Pertama kali ditemukan di tempat ke"adian, amona masih dalam
kondisi sadar, selama per"alanan ke IGD, nampak sering menguap dan mulai tidak
sadarkan diri.
1. Tingkat kesadaran adalah ukuran dari kesadaran dan respon seseorang
terhadap rangsangan dari lingkungan, tingkat kesadaran dibedakan men"adi $
!. %ompos Mentis (conscious), yaitu kesadaran normal, sadar sepenuhnya,
dapat men"awab semua pertanyaan tentang keadaan sekelilingnya..
2. &patis, yaitu keadaan kesadaran yang segan untuk berhubungan dengan
sekitarnya, sikapnya acuh tak acuh.
'. Delirium, yaitu gelisah, disorientasi (orang, tempat, waktu), memberontak,
berteriak*teriak, berhalusinasi, kadang berhayal.
+. #omnolen (Obtundasi, Letargi), yaitu kesadaran menurun, respon
psikomotor yang lambat, mudah tertidur, namun kesadaran dapat pulih bila
dirangsang (mudah dibangunkan) tetapi "atuh tertidur lagi, mampu
memberi "awaban ,erbal.
-. #tupor (soporo koma), yaitu keadaan seperti tertidur lelap, tetapi ada
respon terhadap nyeri.
.. %oma (comatose), yaitu tidak bisa dibangunkan, tidak ada respon terhadap
rangsangan apapun (tidak ada respon kornea maupun re/lek muntah,
mungkin "uga tidak ada respon pupil terhadap cahaya).
Perubahan tingkat kesadaran dapat diakibatkan dari berbagai /aktor, termasuk
perubahan dalam lingkungan kimia otak seperti keracunan, kekurangan
oksigen karena berkurangnya aliran darah ke otak, dan tekanan berlebihan di
dalam rongga tulang kepala.
&danya de/isit tingkat kesadaran memberi kesan adanya hemiparese serebral
atau sistem akti,itas reticular mengalami in"uri. Penurunan tingkat kesadaran
berhubungan dengan peningkatan angka morbiditas (kecacatan)
dan mortalitas (kematian).
0adi sangat penting dalam mengukur status neurologikal dan medis pasien.
Tingkat kesadaran ini bisa di"adikan salah satu bagian dari ,ital sign.
Penyebab Penurunan 1esadaran
Penurunan tingkat kesadaran mengindikasikan di/isit /ungsi otak. Tingkat
kesadaran dapat menurun ketika otak mengalami kekurangan oksigen
(hipoksia)2 kekurangan aliran darah (seperti pada keadaan syok)2 penyakit
metabolic seperti diabetes mellitus (koma ketoasidosis) 2 pada keadaan hipo
atau hipernatremia 2 dehidrasi2 asidosis, alkalosis2 pengaruh obat*obatan,
alkohol, keracunan$ hipertermia, hipotermia2 peningkatan tekanan intrakranial
(karena perdarahan, stroke, tomor otak)2 in/eksi (encephalitis)2 epilepsi.
2. Batasan masalah
a. identitas
nama$ tuan badrun (mahasiswa PT# di pwt)
usia$ 20 tahun
b. keluhan utama $ tidak sadarkan diri karena kecelakaan lalulintas
c. 3nset $ satu "am sebelum di bawa ke umah #akit.
d. 1ronologis $ motor yg dikendarai menabrak bis, awalnya masih sadar,
selama per"alanan ke IGD nampak sering menguap dan mulai tidak
sadarkan diri.
3. Analisis masalah
a. &pakah pasien ini merupakan kasus gawat darurat4
1ondisi gawat darurat dapat diklasi/ikasikan sebagai berikut (1umpulan
materi mata kuliah Gadar$200-)$
!) Gawat darurat $ #uatu kondisi dimana dapat mengancam nyawa
apabila tidak mendapatkan pertolongan secepatnya. %ontoh $ gawat
na/as, gawat "antung, ke"ang, koma, trauma kepala dengan
penurunan kesadaran
2) Gawat tidak darurat $ #uatu keadaan dimana pasien berada dalam
kondisi gawat tetapi tidak memerlukan tindakan yang darurat
contohnya $ kanker stadium lan"ut
') Darurat tidak gawat $ Pasien akibat musibah yang datang tiba*tiba
tetapi tidak mengancam nyawa atau anggota badannya contohnya $
/raktur tulang tertutup.
+) Tidak gawat tidak darurat $ Pasien poliklinik yang datang ke 5GD
Pasien yang masuk kategori gawat adalah kasus yang mengancam
nyawa, sedangkan kategori darurat adalah pasien yang membutuhkan
pertolongan segera. Dalam kasus ini, pasien termasuk pasien gawat darurat
karena pasien mengalami kecelakaan hebat sehingga ter"adi penurunan
kesadaran dan akhirnya koma.
b. Tentukan langkah initial assessment pada pasien tersebut, yang meliputi $
1) Persiapan
Persiapan pada penderita berlangsung dalam dua /ase yang berbeda,
yaitu /ase pra rumah sakit 6 pre hospital, dimana seluruh penanganan
penderita berlangsung dalam koordinasi dengan dokter di rumah sakit.
7ase kedua adalah /ase rumah sakit6hospital dimana dilakukan
persiapan untuk menerima penderita sehingga dapat dilakukan
resusitasi dengan cepat.
a) 7ase pra rumah sakit
1oordinasi yang baik antara dokter di rumah sakit dengan petugas
di lapangan akan menguntungkan penderita. Pada /ase pra rumah
sakit, hal yang perlu diperhatikan adalah pen"agaan airway, kontrol
pendarahan dan syok, imobilisasi penderita dan segera dibawa ke
rumah sakit terdekat dengan /asilitas yang memadai. 8aktu di
tempat ke"adian (scene time) yang lama harus dihindari. #elain itu
"uga penting mengumpulkan keterangan yang nanti dibutuhkan di
rumah sakit, seperti waktu ke"adian, sebab ke"adian, mekanisme
ke"adian, serta riwayat penderita. #ehingga dapat ditentukan "enis
dan berat dari trauma.
b) 7ase rumah sakit
Pada /ase rumah sakit perlu dilakukan perencanaan sebelum
penderita tiba, sebaiknya ada ruangan khusus resusitasi serta
perlengkapan airway (laringoskop, endotracheal tube) yang sudah
dipersiapkan. #elain itu, perlu dipersiapkan cairan kristaloid (mis $
9) yang sudah dihangatkan, perlengkapan monitoring serta
tenaga laboratorium dan
radiologi. #emua tenaga medik yang berhubungan dengan
penderita harus dihindarkan dari kemungkinan penularan penyakit
menular dengan cara pengan"uran menggunakan alat*alat protekti/
seperti masker6/ace mask, proteksi mata6google, ba"u kedap air,
sepatu dan sarung tangan kedap air.
2) Triase
#uatu metode yang banyak digunakan dalam multiple casualty
incident disebut !ias" yang berarti memilah dan mendiagnosa pasien
berdasarkan kebutuhan terapi dan ketersediaan sumber daya yang
dimiliki.
Tu"uan dari Triase adalah$
a) Identi/ikasi cepat korban yang memerlukan stabilisasi segera
(perawatan di lapangan)
b) Identi/ikasi korban yang hanya dapat diselamatkan dengan
pembedahan (life-saving surgery)
Penggolongan pasien dibagi men"adi empat kategori warna, yaitu $
a) Merah
Penanda korban membutuhkan stabilisasi segera dan korban
yang mengalami$
!) #yok oleh berbagai kausa
2) Gangguan pernapasan
') Perdarahan eksternal massi/
b) 1uning
#ebagai penanda korban yang memerlukan pengawasan ketat,
tetapi perawatan dapat ditunda sementara.
!) 7raktur multiple
2) 7raktur /emur, pel,is
') 9uka bakar luas
c) :i"au
#ebagai penanda kelompok korban yang tidak memerlukan
pengobatan sehingga dapat ditunda.
!) 7raktur minor
2) 9uka minor, luka bakar minor
d) :itam
1orban telah meninggal
3) #ur,ey primer
Gangguan perna/asan dapat timbul spontan oleh obstruksi tiba*
tiba atau perlahan karena mekanisme lain. ;a/as cepat merupakan
tanda awal terhadap kebutuhan tubuh akan oksigen. 1etakutan atau
gelisah pada pasien tidak sadar harus die,aluasi berulang, apakah ini
berhubungan dengan proses sakitnya atau beban psikologi. 1asus
dengan melibatkan cedera kepala, pemakaian obat*obatan, alcohol,
cedera toraks dapat menyebabkan gangguan airway. Tanda ob"ekti/
gangguan airway meliputi (#"amsuhida"at, 200+)$
a. 9ook
Pasien gelisah dan perubahan kesadaran. Menandakan
ge"ala hipoksia dan hiperkarbia. Terlihat sianosis terutama pada
kulit sekitar mulut dan kuku. Tampak pula usaha untuk na/as
dengan bantuan otot perna/asan tambahan. 9ihat pula apakah ada
pergerakan na/as, retraksi iga, benda asing, dll.
b. 9isten
Dengarkan apakah ada suara, ngorok, seperti berkumur,
bersiul, yang mungkin berhubungan dengan adanya sumbatan
parsial dari laring.
c. 7eel
asakan apakah ada aliran udara yang keluar dari mulut,
adakah getara di leher akibat sumbatan parsial.
#) esusitasi
Pasien yang mengalami trauma berat harus die,aluasi dan
ditangani dengan cara yang sistematis, dengan menekankan penentuan
prioritas perwatan berdasarkan si/at dan beratnya cedera. Penilaian
awal berupa sur,ey primer secepatnya pada "alan napas, pernapasan,
dan sirkulasi dilakukan bersamaan dengan upaya stabilisasi /ungsi*
/ungsi ,ital*diikuti dengan sur,ey sekunder secara menyeluruh, dengan
melakukan pemeriksaan /isik lengkap dan pemeriksaan diganostik
sesuai indikasi (Michael 0ay <resler, 200.).
a) &irway
Penatalaksanaan "alan napas merupakan prioritas tertinggi.
Patensi "alan napas harus dipastikan "uga, dengan
mempertimbangkan kemungkinan adanya cedera tulang belakang.
Pada pasien tidak sadar, maneu,er pengaturan posisi seperti chin
li/t, head tilt dan "aw thrust dapat menghasilkan patensi "alan
napas. :ati*hati bahwa leher "angan sampai hiperekstensi. Pada
penderita dengan masalah airway harus cepat diketahui apakah ada
benda asing, cairan lambung, darah di saluran cerna bagian atas,
/raktur mandibula, /raktur laring atau /raktur tulang wa"ah. 0ika
karena benda asing maka harus segera dicoba untuk dikeluarkan
baik secara manual, atau dengan suction. 0ika sumbatan
dikarenakan oleh makanan, maka dapat dilakukan abdominal thrust
(Michael 0ay <resler, 200.).
b) <reathing
3ksigenasi dan pertukaran udara harus dipastikan ber"alan
dengan baik. #emua korban trauma mayor harus mendapat
oksigen aliran tinggi, kecuali ada kontraindikasi khusus.dukungan
,entilasi dengan /ace mask harus dipasang "ika upaya perna/asan
tidak adekuat. Intubasi =T harus dilakukan sesegera mungkin "ika
da indikasi. >ertebrae cer,ical harus distabilkan secara manual dan
atau menggunakan rigid collar "ika ada kemungkinan cedera leher.
Dada hendaknya diperiksa dengan inspeksi, palpasi, perkusi dan
auskultasi untuk mencari tanda /raktur iga, pneumoythoraks,
hemothoraks, kontusio paru, dan /lail chest (Michael 0ay <resler,
200.).
c) #irkulasi
0ika ada kecurigaan trauma signi/ikan, pasang dua "alur I>
berkaliber besar, dan pasang in/use larutan salin normal atau ringer
laktat. Perkiraan kasar kecukupan per/usi dapat diperoleh dengan
menilai warna kulit dan suhu, pengisian kapiler (capillary re/ill),
kecepatan denyut nadi, dan tingkat kesadaran (Michael 0ay <resler,
200.).
d) #tatus neurologis
Dinilai "ika airway, breathing and circulation semua sudah
stabil (Michael 0ay <resler, 200.).
$) Tambahan dari sur,ey primer dan resusitasi
%) #ur,ey sekunder ( head to toe dan anamnesa )
Mencari perubahan*perubahan yang dapat berkembang
men"adi lebih gawat dan mengancam "iwa apabila tidak segera diatasi
dengan pemeriksaan dari kepala sampai kaki (head to toe). Tu"uannya
untuk mendeteksi penyakit atau trauma yang diderita pasien sehingga
dapat ditangani lebih lan"ut (=ko, 200?).
Peralatan $
#tetoskop, tensi meter, "am, lampu pemeriksaan6senter, gunting,
thermometer, catatan, alat tulis
Prosedur $
!. &namnesis $
iwayat @&MP=A yang harus diingat yaitu $
& $ &lergi
M $ Medikasi (obat yang diminum sebelumnya)
P $ Past illness (penyakit sebelumnya)6Pregnancy (hamil)
= $ Event/ environment (lingkungan yang berhubungan dengan
kegawatan) (=ko, 200?)
2. Pemeriksaan /isik $
a. Pemeriksaan kondisi umum menyeluruh
!) Posisi saat ditemukan
2) Tingkat kesadaran
') #ikap umum, keluhan
+) Trauma, kelainan
-) 1eadaan kulit
b. Pemeriksaan kepala dan leher
!) ambut dan kulit kepala
Perdarahan, pengelupasan, perlukaan, penekanan
2) Telinga
Perlukaan, darah, cairan
') Mata
Perlukaan, pembengkakan, perdarahan, re/lek pupil, kondisi
kelopak mata, adanya benda asing, pergerakan abnormal
+) :idung
Perlukaan, darah, cairan, na/as cuping hidung, kelainan
anatomi akibat trauma
-) Mulut
Perlukaan, darah, muntahan, benda asing, gigi, bau, dapat
buka mulut6 tidak
.) <ibir
Perlukaan, perdarahan, sianosis, kering
B) ahang
Perlukaan, stabilitas, krepitasi
?) 1ulit
Perlukaan, basah6kering, darah, suhu, warna
C) 9eher
Perlukaan, bendungan ,ena, de,iasi trakea, spasme otot,
stoma, stabilitas tulang leher
c. Pemeriksaan dada
lail chest, na/as dia/ragma, kelainan bentuk, tarikan
antar iga, nyeri tekan, perlukaan (luka terbuka, luka
mengisap), suara ketuk6perkusi, suara na/as
d. Pemeriksaan perut
Perlukaan, distensi, tegang, kendor, nyeri tekan, undulasi
e. Pemeriksaan tulang belakang
1elainan bentuk, nyeri tekan, spasme otot
/. Pemeriksaan pel,is6genetalia
Perlukaan, nyeri, pembengkakan, krepitasi, inkontinensia
g. Pemeriksaan ekstremitas atas dan bawah
Perlukaan, angulasi, hambatan pergerakan, gangguan rasa,
bengkak, denyut nadi, warna luka (=ko, 200?).
&) Tambahan dari sur,ey sekunder
') Pemantauan dan re*e,aluasi lan"ut
() Penanganan de/initi,e
5ntuk keputusan meru"uk penderita dapat dipakai interhospital
triage criteria. %riteria ini memakai data /isiologis penderita, cedera
anatomis, mekanisme perlukaan, penyakit penyerta, serta /aktor*/aktor
yang dapat mempengaruhi prognosis.
c. 0enis*"enis syok
<erdasarkan etiloginya maka syok digolongkan atas beberapa
macam yaitu $#yok :ipo,olemik, #yok 1ardiogenik, #yok Distributi/, dan
#yok 3bstrukti/
!) #yok hipo,olemik
Disebabkan oleh ,olume darah yang rendah ( #> turun yang
disebabkan oleh perdarahan atau dehidrasi). #yok hipo,olemik
merupakan tipe syok yang paling umum ditandai dengan penurunan
,olume intra,ascular. %airan tubuh terkandung dalam kompartemen
intraseluler dan ekstraseluler. %airan intraseluler menempati hamper
26' dari air tubuh total sedangkan cairan tubuh ekstraseluler ditemukan
dalam salah satu kompartemen inta,askular dan interstitial. >olume
cairan interstitial adalah kira*kira '*+D dari cairan intra,ascular. #yok
hipo,olemik ter"adi "ika penurunan ,olume inta,askuler !-E sampai
2-E. :al ini akan menggambarkan kehilangan B-0 ml sampai !'00 ml
pada pria dgn berat badan B0 kg.
1ondisi*kondisi yang menempatkan pasien pada resiko syok
hipo,olemik adalah (!) kehilangan cairan eksternal seperti $ trauma,
pembedahan, muntah*muntah, diare, diuresis, (2) perpindahan cairan
internal seperti $ hemoragi internal, luka baker, asites dan peritonitis
2) #yok kardiogenik
Disebabkan oleh penurunan kontraktilitas "antung (#> turun),
yang biasanya disebabkan oleh in/ark miokard massi/. Gangguan irama
"uga dapat menyebabkan syok. Dengan menurunkan heart rate,
bradikardia langsung menurunkan cardiac output dan kemungkinan
"uga tekanan darah. Meskipun takikardi adalah respon heart rate yang
meninggi, e/ek ini mungkin lebih kecil daripada akan dikalahkan oleh
penurunan #> yang cukup besar untuk menurunkan cardiac
output,sehingga menyebabkan hipotensi. Takikardi mungkin tidak
member cukup waktu untuk pengisian diastolic atau per/usi miokard.
Dengan demikian, disritmia dapat menyebabkan syok, tetapi istilah
kardiogenik biasanya menyatakan kegagalan pompa akibat in/ark
miokard massi/ (<resler and #ternbach, 200.).
#yok kardiogenik disebabkan oleh kegagalan /ungsi pompa
"antung yang mengakibatkan curah "antung men"adi berkurang atau
berhenti sama sekali.
syok kardiogenik mempunyai etiologi koroner dan non
koroner. !oroner, disebabkan oleh in/ark miokardium,
#edangkan "on-koroner disebabkan oleh kardiomiopati, kerusakan
katup, tamponade "antung, dan disritmia.

') #yok distributi,e
Disebabkan oleh hilangnya tonus arteri yang normal sehingga
darah tidak dapat terdistribusi ke seluruh tubuh. <iasanya disebabkan
oleh sepsis, ana/ilaksis, transeksi medulla spinalis, o,erdosis obat, dan
de/isiensi endokrin ).
#yok distributi/ atau ,asogenik ter"adi ketika ,olume darah
secara abnormal berpindah tempat dalam ,askulatur seperti ketika
darah berkumpul dalam pembuluh darah peri/er.
#yok distributi/ dapat disebabkan baik oleh kehilangan tonus
simpatis atau oleh pelepasan mediator kimia ke dari sel*sel. 1ondosi*
kondisi yang menempatkan pasien pada resiko syok distributi/
yaitu (#) syok neurogenik seperti cedera medulla spinalis, anastesi
spinal, (2) syok anafilaktik seperti sensiti,itas terhadap penisilin, reaksi
trans/usi, alergi sengatan lebah (') syok septik seperti imunosupresi/,
usia yang ekstrim yaitu F ! thn dan F .- tahun, malnutrisi
<erbagai mekanisme yang mengarah pada ,asodiltasi awal
dalam syok distributi/ lebih "auh membagi klasi/ikasi syok ini kedalam
' tipe $
a) #yok ;eorugenik
Pada syok neurogenik, ,asodilatasi ter"adi sebagai akibat
kehilangan tonus simpatis. 1ondisi ini dapat disebabkan oleh
cedera medula spinalis, anastesi spinal, dan kerusakan sistem sara/.
#yok ini "uga dapat ter"adi sebagai akibat ker"a obat*obat depresan
atau kekurangan glukosa (misalnya $ reaksi insulin atau syok).
#yok neurogenik spinal ditandai dengan kulit kering, hangat dan
bukan dingin, lembab seperti ter"adi pada syok hipo,olemik. Tanda
lainnya adalah bradikardi.
b) #yok &na/ilaktik
#yok ana/ilaktik disebabkan oleh reaksi alergi ketika pasien
yang sebelumnya sudah membentuk anti bodi terhadap benda asing
(anti gen) mengalami reaksi anti gen* anti bodi sistemik.
c) #yok #eptik
#yok septik adalah bentuk paling umum syok distributu/
dan disebabkan oleh in/eksi yang menyebar luas. Insiden syok
septik dapat dikurangi dengan melakukan praktik pengendalian
in/eksi, melakukan tekni"k aseptik yang cermat, melakukan
debriden luka ntuk membuang "arinan nekrotik, pemeliharaan dan
pembersihan peralatan secara tepat dan mencuci tangan secara
menyeluruh.
+) #yok obstrukti/
Disebabkan oleh obstruksi sirkulasi sentral. #> turun misalnya
oleh karena emboli paru massi/, tamponade pericardium, tension
pneumothoraks, diseksi aorta thorakalis (<resler and #ternbach, 200.).
#yok yang ter"adi karena adanya gangguan ,enous return
(0umlah darah yang kembali ke "antung dari seluruh tubuh). #yok ini
dapat disebabkan oleh pneumotoraks, e/usi perikardium, ,entilasi
kendali
d. 0enis syok pada kasus dan alasan
0enis syok yang ter"adi pada kasus adalah syok hipo,olemik yaitu
setelah didapatkan in/ormasi dari sur,ey primer yaitu didapatkan $
!. Tekanan darah ?06-- mm:g, tekanan darah sangan menurun
2. ;adi $ !2? D6menit, reguler isi dan tekanan kurang. Pasien mengalami
takikardi
'. $ '2 D6menit
Dari hasil ,ital sign didapatkan tanda*tanda syok yaitu tekanan darah
yang menurun, takikardi, dan yang meningkat. 1emungkinan syok
yang dialami pada pasien ini adalah syok hipo,olemik dera"at III akibat
kecelakaan lalu lintas, kemungkinan telah mengalami kehilangan darah
sebanyak !-00*2000 ml ('0E*+0E ,olume darah).
a)"l. D"!a*at S+,- .i/,0,l"mi- a-i)at /"!1a!ahaan m"n2!2t ALS
KELAS I KELAS II KELAS III
KELAS
I3
K"hilan4an 1a!ah #ampai B-0 B-0 * !-00 !-00 G 2000 F2000
5ml)
K"hilan4an 1a!ah
56 0,l2m" 1a!ah)
#ampai !-
E
!-E*'0E '0E*+0E F+0E
D"n+2t na1i H!00 F!00 F!20 F!+0
"-anan 1a!ah ;ormal ;ormal Menurun Menurun
"-anan na1i
5mm.4)
;ormal6naik Menurun Menurun Menurun
F!"-2"nsi
/"!na/asan
!+ G 20 20 G '0 '0 G +0 F'-
P!,12-si 2!in
5ml7*am)
F'0 20 * '0 - G !- Tidak
berarti
8NS7Stat2s M"ntal #edikit
cemas
&gak cemas %emas,
bingung
<ingung,
lesu
(letargi)
P"n44antian 8ai!an
5.2-2m 391)
1ristaloid 1ristaloid 1ristaloid
dan darah
1ristaloi
d dan
darah
e. Penanganan syok pada kasus
Penatalaksanaan dalam kasus syok hipo,olemik tindakan yang
harus dilakukan adalah menempatkan kaki kasien dalam posisi lebih
tinggi, men"aga "alur perna/asan dan diberikan resusitasi cairan dengan
cepat melalui intra,ena atau pemasangan kateter %>P ( central ,enous
pressure ) atau "alur intraarterial. %airan yang diberikan adalah garam
isotonik yang diteteskan dengan cepat. <ila kehilangan darah berlan"ut
dengan kadar hemoglobin H!0g4d9 perlu penggantian darah dengan
trans/usi. Pada keadaan berat, membutuhkan dukungan inotropik seperti
dopamin, ,asopresin, atau debutamin dapat dipertimbangkan untuk
mendapatkan kekuatan ,entrikel yang cukup setelah ,olume dari cukup.
/. &pa "enis trans/usi darah yang sebaiknya diberika pada pasien dan alasan,
dan apakah diperlukan suatu cross match sebelumnya4
0enis trans/usi yang dipergunakan adalah whole blood, whole blood
ini merupakan sediaan darah lengkap yang dapat menggantikan apabila
seseorang banyak kehilangan banyak darah oleh karena trauma, operasi
atau pun syok hipo,olemik.
In:,!masi 2
P!ima!+ s2!0"+
1eadaan umum $ tampak gelisah, kesakitan dan lemah
>ital sign $ TD ?06-- mm:g, ;adi !2? D6menit, regular, isi dan tekanan
kurang, '2 D6menit
Int"!/!"tasi in:,!masi 2
a$ Tekanan darah rendah I hipotensi, akibat perdarahan massi/ saat
kecelakaan
b$ ;adi meningkat I takikardi, sebagai mekanisme kompensasi untuk
menaikan tekanan darah
c$ ;adi isi dan tekanan kurang I teraba lemah
d$ meningkat I takipneu, sebagai mekanisme kompensasi mencukupi
kebutuhan per/usi oksigen untuk metabolism sel.
In:,!masi 3
S";,n1a!+ S2!0"+
Patensi "alan na/as ter"aga
a. >ital sign $ TD !006B0 mm:g, # '-,.J%, ;adi !0. D6menit, isi dan
tekanan cukup, 2? D6menit
b. G%# $ ='M.>E
c. 1epala $ tampak kulit kepala robek yang ada dalam sekitar area temporalis
kanan yang terus menerus merembeskan darah
d. Mata $ con"uncti,a anemis K6K, pupil isokor 2mm62mm, re/lek cahaya K;6
K;
e. :idung dan telinga $ dbn
/. 9eher $ tampak abrasi di leher bagian kanan, trakea di tengah
g. ThoraD $ I $ ;ampak "e"as pada thoraD dekstra, Pa $ ,ocal /remitus kanan H
kiri dan nyeri tekan K, Pe $ redup pada region thoraD kanan, &u $ suara
,esikuler kiri normal kanan menurun
h. &bdomen $ tampak abrasi, abdomen terasa nyeri
i. Pel,is $ stabil
". =kstremitas $ tampak abrasi pada tungkai bawah, pembengkakan yang luas
serta nyeri tekan pada paha kanan, pulsasi dorsalis pedis kanan lemah
Int"!/!"tasi in:,!masi 3
S";,n1a!+ S2!0"+
Patensi "alan na/as ter"aga
a. >ital sign $ TD !006B0 mm:g, # '-,.J%, ;adi !0. D6menit, isi dan
tekanan cukup, 2? D6menit *F syok hipo,olemik (reco,ery)
b. G%# $ ='M.>- (compos mentis)
c. 1epala $ tampak kulit kepala robek yang ada dalam sekitar area temporalis
kanan yang terus menerus merembeskan darah (,ulnus laseratum region
temporal dekstra)
d. Mata $ con"uncti,a anemis K6K, pupil isokor 2mm62mm, re/lek cahaya K;6
K; (todak ada lesi umn)
e. :idung dan telinga $ dbn
/. 9eher $ tampak abrasi di leher bagian kanan, trakea di tengah (abrasi
lerher,tidak ada /racture cer,ical)
g. ThoraD $ I $ ;ampak "e"as pada thoraD dekstra, Pa $ ,ocal /remitus kanan H
kiri dan nyeri tekan K, Pe $ redup pada region thoraD kanan, &u $ suara
,esikuler kiri normal kanan menurun( curiga hemoatothoraD *F usul ro
pa6lat thorak dan ct scan thorak)
h. &bdomen $ tampak abrasi, abdomen terasa nyeri (curiga trauma intra
peritoneal6re,ered pain*Fusul ct abdomen atau 5#G cito)
i. Pel,is $ stabil
". =kstremitas $ tampak abrasi pada tungkai bawah, pembengkakan yang luas
serta nyeri tekan pada paha kanan, pulsasi dorsalis pedis kanan lemah
(/racture tertutup /emoral dekstra*Fusul ro pa6lat kan kontra lat )
In:,!masi #
ontgen dada menun"ukkan /raktur komplit pada costa - dan . dekstra, ruang
pleura dekstra translusen dengan tak tampaknya gambaran pembuluh darah
paru, sinus costophrenicus kanan dan kiri lancip, parenkim paru dekstra
tampak mengecil6kolaps.
Int"!/!"tasi in:,!masi #
Dari hasil rontgen dada menun"ukkan bahwa pasien mengalami
hematothoraD deDtra dan /raktur komplit costae -, .. Pada ruang pleura diisi
cairan darah (hematothoraD).
#. Sasa!an )"la*a!
a. 0elaskan "enis*"enis dan indikasi pemberian kristaloid
b. 0elaskan "enis*"enis dan indikasi pemberian steroid
c. 0elaskan "enis*"enis dan indikasi pemberian anti histamine
d. 0elaskan "enis*"enis dan indikasi pemberian bronkodilator
e. 0elaskan komposisi cairan in/us
/. 0elaskan tipe*tipe cairan in/us
g. 0elaskan cara menghitung kecepatan tetesan in/us
h. 0elaskan mekanisme trauma pada kecelakaan
i. 0elaskan "enis*"enis trauma
". 0elaskan pato/isiologi syok hipo,olemik
$. P"n*"lasan 1a!i sasa!an )"la*a!
a. 0elaskan "enis*"enis dan indikasi pemberian kristaloid
=GI
1ristaloid bertahan dalam intra,ascular hanya sebentar, yaitu satu
"am, dan dia dapat mentebabkan edema paru. #edangkan koloid bertahan
di intra,ascular lebih lama, yaitu lebih dari + "am, dan dia mengurangi
resiko ter"adinya edema paru.
b. 0elaskan "enis*"enis dan indikasi pemberian steroid
1&I;
c. 0elaskan "enis*"enis dan indikasi pemberian anti histamine
0enis*"enis anti histamine $
!. &nti histamin penghambat reseptor :! (&:*!)
!). &:*! generasi pertama, disebut "uga &:*! tradisional karena sudah
lama dikenal dalam pengobatan.
%ontoh $ a. =tanolamin $ * di/enhidramin
* dimenhidrinat
* klemastin
* karbinoksamin maleat
b. rtilendiamin $ * pirilamin maleat
* tripelenamin sitrat
c. &lkilamin $ * klor/eniramin maleat
* dekslor/eniramin
d. piperaLin $ * hidroksiLin :%9
* #ikliLin :%9
e. 7enitiaLin $ * metdilaLi :%9
/. Piperidin $ * aLatadin
* suproheptadin
2). &:*! generasi kedua, disebut "uga &:*! nonsedasi, karena tidak
menembus sawar darah*otak sehingga tidak member e/ek sedasi.
%ontoh $ a. &stemiLol
b. 9oratadin
c. cetiriLin
2. &nti histamin penghambat reseptor :2 (&:*2)
%ontoh $ a. simetidin
b. ranitidin
c. /amotidin
d. niLatidin
&ntihistamin biasa diberikan pada pasien dengan kasus syok
ana/ilaktik. #yok ana/ilaktik ter"adi karena adanya antigen antibody
dimana antigen antibody ini mengeleuarkan banyak interleukin yang
nantinya menghasilkan histamine dan akhirnya menyebabkan
,asodilatasi pembuluh darah timbul lah syok. &ntihistamin ini digunakan
untuk memblok pengeluaran histamine sehingga pembuluh darah tidak
,asodilatasi berlebih dan syok nya berkurang.
d. 0elaskan "enis*"enis dan indikasi pemberian bronkodilator
Tipe utama bronkodilator $
!. &drenergik
Mang digunakan adalah b
2
*simpatomimetika (singkatnya b
2
*
mimetika) yang berikut $ salbutamol, terbulatin, tretoNuinol, /enoterol,
rimiterol, prokaterol (Meptin), dan klenbuterol (#priropent). 9agi
pula, obat long*acting yang agak baru, yaitu salmoterol dan /ormoterol
(dorudil).
Mekanisme ker"anya adalah melalui stimulasi reseptor b
2
di
trachea (batang tenggorok) dan bronchi, yang menyebabkan akti,asi
dari adenilsiklase. =nLim ini memperkuat pengubahan
adenosintri/osat (&TP) yang kaya energi men"adi cyclic*adenosin
monophosphat (c&MP) dengan pembebasan energi yang digunakan
untuk proses*proses dalam sel. Meningkatnya kadar c&MP di dalam
sel menghasilkan beberapa e/ek bronchodilatasi dan penghambatan
pelepasan mediator oleh mast cells.
3bat*obat adrenergik yang sering digunakan sebagai bronkodilator $
e$ &drenalin epine/rin 9idonest 2E
Oat adrenergik ini dengan e/ek al/a K beta adalah
bronchodilator terkuat dengan ker"a cepat tetapi singkat dan
digunakan untuk serangan asma yang hebat.
=/ek samping berupa e/ek sentral (gelisah, tremor, nyeri
kepala) dan terhadap "antung palpitasi, aritmia), terutama pada
dosis lebih tinggi. Timbul pula hyperglikemia, karena e/ek
antidiabetika oral diperlemah.
Dosis pada serangan asma i.,. 0,' ml dari larutan ! $ !.000
yang dapat diulang dua kali setiap 20 meter (tartrat)
f$ =/edrin $ %&smade', % &smasolon, % (ronchicum)
Deri,at adrenalin ini memiliki e/ek sentral lebih kuat
dengan e/ek bronchodilatasi lebih ringan dan bertahan lebih lama
(+ "am). =/edrin dapat diberikan secara oral maka banyak
digunakan sebagai obat asma (bebas berbatas tanpa resep) dalam
berbagai sediaan populer, walaupun e/ek sampingnya dapat
membahayakan.
=/ek samping, pada orang yang peka, e/edrin dalam dosis
rendah sudah dapat menimbulkan kesulitan tidur, tremor, gelisah
dan gangguan berkemih. Pada o,erdose, timbul e/ek berbahaya
terhadap ##P dan "antung (palpitasi).
g$ Isoprenalin $ Isuprel &leudrin
Deri,at ini mempunyai e/ek b
!
K b
2
adrenergis dan memiliki
daya bronchodilatasi baik tetapi resorpsinya di usus buruk dan
tidak teratur. esorpsinya dari mulut (oromukosal sebagai tablet
atau larutan agak lebih baik dan cepat, dan e/eknya sudah timbul
setelah beberapa menit dan bertahan sampai ! "am.
h$ 3rsiprenalin (Metaproterenol, &lupent, #ilomat comp)
3rsiprenalin adalah isomer isoprenalin dengan resorpsi
lebih baik, yang e/eknya dimulai lebih lambat (oral sesudah !-*20
menit tetapi bertahan lebih lama, sampai + "am. Mulai ker"anya
melalui inhalasi atau in"eksi adalah setelah !0 menit. Dosis + dd 20
mg (sul/at), i.m. atau s.c. 0,- mg yang dapat diulang setelah P "am,
inhalasi ' G + dd 2 semprotan.
i$ #albutamol$ ,entolin, salbu,en
Deri,at isoprenalin ini merupakan adrenergikan pertama
(!C?.) yang pada dosis biasa memiliki daya ker"a yang lebih
kurang spesi/ik terhadap reseptor b
2
. selain berdaya bronchodilatasi
baik, salbutamol "uga memiliki e/ek lemah terhadap stabilisasi
mastcell, maka sangat e/ekti/ mencegah maupun meniadakan
serangan asma. Dewasa ini obat ini sudah laLim digunakan dalam
bentuk dosis*aerosol berhubung e/eknya pesat dengan e/ek
samping yang lebih ringan daripada penggunaan per oral. Pada saat
inhalasi seruk halsu atau larutan, kira*kira ?0E mencapai trachea,
tetapi hanya B *?E dari bagian terhalus (!*- mikron) tiba di
bronchioli dan paru*paru.
=/ek samping "arang ter"adi dan biasanya berupa nyeri
kepala, pusing*pusing, mual, dan tremor tangan. Pada o,erdose
dapat ter"adi stimulasi reseptor b
*!
dengan e/ek kardio,askuler$
tachycardia, palpitasi, aritmia, dan hipotensi. 3leh karena itu sangat
penting untuk memberikan instruksi yang cermat agar "angan
mengulang inhalasi dalam waktu yang terlalu singkat, karena dapat
ter"adi tachy/ylaDis (e/ek obat menurun dengan pesat pada
penggunaan yang terlalu sering).
Dosis '*+ dd 2*+ mg (sul/at) inhalasi '*+ dd 2 semprotan
dari !00 mcg, pada serangan akut 2 pu// yang dapat diulang
sesudah !- menit. Pada serangan hebat i.m. atau s.c. 2-0*-00 mcg,
yang dapat diulang sesudah + "am.
*$ Terbutalin $ <ricasma, <ricanyl
Deri,at metil dari orsiprenalin (!CB0) ini "uga berkhasiat b
2
selekti/. #ecara oral, mulai ker"anya sesudah !*2 "am, sedangkan
lama ker"nya ca . "am. 9ebih sering mengakibatkan tachycardia.
Dosis 2*' dd 2,-*- mg (sul/at) inhalasi '*+ dd !*2 semprotan dari
2-0 mcg, maksimum !. pu// sehari, s.c. 2-0 mcg, maksimum +
kali sehari.
k$ 7enoterol (berotec)
7enoterol adalah deri,at terbutalin dengan daya ker"a dan
penggunaan yang sama. =/eknya lebih kuat dan bertahan ca . "am,
lebih lama daripada salbutamol (ca + "am). Dosis $ ' dd 2,-*- mg
(bromida), suppositoria malam hari !- mg, dan inhalasi '*+ dd !*2
semprotan dari 200 mcg.
2. &ntikolinergik
=/ek samping yang tidak dikehendaki adalah si/atnya yang
mengentalkan dahak dan tachycardia, yang tidak "arang mengganggu
terapi. Mang terkenal pula adalah e/ek atropin, seperti mulut kering,
obstipasi, sukar berkemih, dan penglihatan buram akibat gangguan
akomodasi. Penggunaanya sebagai inhalasi meringankan e/ek
samping ini.
%ontoh obat antikolinergik yang sering digunakan sebagai
bronchodilator $
a. Ipratropium $ &tro,ent
Deri,at*;*propil dari atropin ini (!CB+) berkhasiat
bronchodilatasi, karena melawan pembentukan cGMP yang
menimbulkan konstriksi. Ipratropin berdaya mengurangi
hipersekresi di bronchi, yakni e/ek mengeringkan dari obat
antikolinergika, maka amat e/ekti/ pada pasien yang mengeluarkan
banyak dahak.
esorpsinya secara oral buruk (seperti semua senyawa
amonium kwaterner). #ecara tracheal hanya beker"a setempat dan
praktis tidak diserap. 1euntungannya ialah Lat ini "uga dapat
digunakan oleh pasien "antung yang tidak tahan terhadap
adrenergika. =/ek sampingnya "arang ter"adi dan biasanya berupa
mulut kering, mual, nyeri kepala, dan pusing. Dosis inhalasi '*+ dd
2 semprotan dari 20 mcg (bromida)
'. Qanthin
Daya bronchorelaksasinya diperkirakan berdasarkan blokade
reseptor adenosin. #elain itu, teo/ilin seperti kromoglikat mencegah
meningkatnya hiperekti,itas dan berdasarkan ini beker"a pro/ilaksi.
3bat*obat golongan Danthin yang sering digunakan sebagai
bronkodilator $
k. Teo/ilin $ !,' dimryilkdsnyin, Ruibron*T6# Theobron
=/ek bronchodilatasinya tidak berkorelasi baik dengan dosis,
tetapi memperlihatkan hubungan "elas dengan kadar darahnya dan
kadar di air liur. 9uas terapeutisnya sempit, artinya dosis e/ekti/nya
terletak berdekatan dengan dosis toksisnya.
=/ek sampingnya yang terpenting berupa mual dan muntah,
baik pada penggunaan oral maupun rektal atau parenteral. Pada
o,erdose ter"adi e/ek sentral (gelisah, sukar tidur, tremor, dan
kon,ulsi) serta gangguan perna/asan, "uga e/ek kardio,askuler,
seperti tachycardia, aritmia, dan hipotensi. &nak kecil sangat peka
terhadap e/ek samping teo/ilin. Dosis '*+ dd !2- G 2-0 mg
micro/ine (retard).! mg teo/ilin 0 aN I !,! g teo/ilin ! aN I !,!B g
amino/ilin 0 aN I !,2' g amino/ilin ! aN.
l. &mino/ilin (teo/ilin*etilendiamin, Phyllocomtin continus,
=uphylllin)
&dalah garam yang dalam darah membebaskan teo/ilin
kembali. Garam ini bersi/at basa dan sangat merangsang selaput
lendir, sehingga secara oral sering mengakibatkan gangguan
lambung (mual, muntah), "uga pada penggunaan dalam
suppositoria dan in"eksi intramuskuler (nyeri). Pada serangan asma,
obat ini digunakan sebagai in"eksi i.,.
e. 0elaskan komposisi cairan in/us
!) 9arutan nacl, berisi air dan elektrolit (na
K
, cl
*
),
2) 9arutan deDtrose, berisi air atau garam dan kalori
') inger laktat, berisi air dan elektrolit (na
K
, k*, cl *, ca
KK
, laktat)
+) <alans isotonik, isi ber,ariasi $ air, elektrolit, kalori ( na
K
,k mg
ci*.hco
'
*
.glukonat).
-) 8hole blood (darah lengkap) dan komponen darah.
.) Plasma eDpanders, berisi albumin, deDtran, /raksi protein plasma - E
plasmanat), hespan yang dapat meningkatkan tekanan osmotik,
menarik cairan dari interstisiall kedalam sirkulasi dan meningkatkan
,olume darah sementara.
B) :iperalimentasi parenteral (cairan, elektrolit, asam amino, dan kalori).
1omposisi cairan pengganti
a.
). Na8l ;. RL 1. RD
Na
!-0 !'0 !+B
K
* + +
La-tat
* 2? *
8l
!-0 !0? !--
Kal,!i
* * 200
8a
* 2 +
/. 0elaskan "enis dan tu"uan cairan in/us
!) %airan hipotonik $
#uatu larutan yang memiliki tekanan osmotik yang lebih kecil
daripada yang ada didalam plasma darah. Pemberian cairan ini
umumnya menyebabkan dilusi konsentrasi larutan plasma dan
mendorong air masuk kedalam sel untuk memperbaiki keseimbangan
di intrasel dan ekstrasel, sel*sel tersebut akan membesar atau
membengkak.
a. DeDtrose 2,- E dalam ;a%I 0,+- E
b. ;a%I 0,+-E
c. ;a%I 0,2 E
3smolaritasnya lebih rendah dibandingkan serum (konsentrasi
ion naK lebih rendah dibandingkan serum), sehingga larut dalam
serum, dan menurunkan osmolaritas serum. Maka cairan @ditarikA
dari dalam pembuluh darah keluar ke "aringan sekitarnya (prinsip
cairan berpindah dari osmolaritas rendah ke osmolaritas tinggi),
sampai akhirnya mengisi sel*sel yang ditu"u. Digunakan pada
keadaan sel @mengalamiA dehidrasi, misalnya pada pasien cuci darah
(dialisis) dalam terapi diuretik, "uga pada pasien hiperglikemia
(kadar gula darah tinggi) dengan ketoasidosis diabetik. 1omplikasi
yang membahayakan adalah perpindahan tiba*tiba cairan dari dalam
pembuluh darah ke sel, menyebabkan kolaps kardio,askular dan
peningkatan tekanan intrakranial (dalam otak) pada beberapa orang.
%ontohnya adalah nacl +-E dan dekstrosa 2,-E (%ummins, !CCB).
2) %airan isotonik $
#uatu cairan yang memiliki tekanan osmotik yang sama dengan yang
ada didalam plasma.
a. ;a%I normal 0,C E
b. inger laktat
c. 1omponen *komponen darah (albumin - E, plasma)
d. DeDtrose - E dalam air (D - 8)
3smolaritas (tingkat kepekatan) cairannya mendekati serum
(bagian cair dari komponen darah), sehingga terus berada di dalam
pembuluh darah. <erman/aat pada pasien yang mengalami
hipo,olemi (kekurangan cairan tubuh, sehingga tekanan darah terus
menurun). Memiliki risiko ter"adinya o,erload (kelebihan cairan),
khususnya pada penyakit gagal "antung kongesti/ dan hipertensi.
%ontohnya adalah cairan ringer*laktat (rl), dan normal saline6larutan
garam /isiologis (nacl 0,CE) (Delp, !CC.).
') %airan hipertonik $
#uatu larutan yang memiliki tekanan osmotik yang lebih tinggi
daripada yang ada di dalam plasma darah. Pemberian cairan ini
meningkatkan konsentrasi larutan plasma dan mendorong air masuk
kedalam sel untuk memperbaiki keseimbangan osmotik, sel kemudian akan
menyusut.
a. DeDtrose - E dalam ;a%I 0,C E
b. DeDtrose - E dalam ;a%I 0,+- E ( hanya sedikit hipertonis karena
deDtrose dengan cepat dimetabolisme dan hanya sementara
mempengaruhi tekanan osmotik).
c. DeDtrose !0 E dalam air
d. DeDtrose 20 E dalam air
e. ;a%I 'E dan -E
/. 9arutan hiperalimentasi
g. DeDtrose - E dalam ringer laktat
h. &lbumin 2-
3smolaritasnya lebih tinggi dibandingkan serum, sehingga
@menarikA cairan dan elektrolit dari "aringan dan sel ke dalam
pembuluh darah. Mampu menstabilkan tekanan darah, meningkatkan
produksi urin, dan mengurangi edema (bengkak). Penggunaannya
kontradikti/ dengan cairan hipotonik. Misalnya deDtrose -E, nacl
+-E hipertonik, deDtrose -EKringer*lactate, deDtrose -EKnacl
0,CE, produk darah (darah), dan albumin (Degowin, 2000).
g. 0elaskan cara menghitung kecepatan tetesan in/us
=GI
h. 0elaskan mekanisme trauma pada kecelakaan
Mekanisme trauma
!) Deselerasi
1erusakan yang ter"adi akibat mekanisme dari "aringan,
biasanya ter"adi pada tubuh yang bergerak dn tiba*tiba terhenti akibat
trauma. 1erusakan otak ter"adi pada saat trauma, oragan dalam yang
mobile ( bronkus, sebagian aorta,, organ ,isera ) masih bergerak dan
gaya merusak ter"adi akibat tumbukan pada dinding thoraks atau
rongga tubuh lain atau oleh karena tarikan dari "aringan pengikat
organ tersebut.
2) &kselerasi
1erusakan ter"adi merupakan akibat langsung dari penyebab
trauma. Gaya perusak berbanding lurus dengan massa dan percepatan
sesuai dengan hokum newton II kerusakan yang ter"adi "uga
tergantung pada luas "aringan yang menerima gaya perusak dari
trauma tersebut ).
') Torsio dan rotasi
Gaya torsio dan rotasi yang ter"adi umumnya diakibatkan oleh
adanya deselerasi organ*organ dalam yang sebagian strukturnya
memiliki "aringan pengikat atau /iksasi seperti isthmus aorta
dia/raghma. &kibat adanya deselerasi yang tiba*tiba, organ*organ
tersebut dapat terputar dengan "aringan /iksasi sebagai titik tumpu.
+) <last in"ury
1erusakan "aringan pada blast in"ury ter"adi tanpa adanya
kontak langsung dengan penyebab trauma seperti ledakan bom.
7ase gerakan pengemudi pada kecelakaan lalu lintas menggunakan mobil
dalam mekanisme trauma $
!) korban akan tersungkur ke depan dan lututnya membentur dasbor
sehingga ter"adi /raktur patella dan atau luksasi sendi panggul
2) kepala membentur bingkai kaca depan dan dapat ter"adi trauma
kepala, cedera otak, /raktur ser,ikal, dan "ika kepala membentur
kaca depan dapat ter"adi trauma wa"ah
') dada korban membentur kemudi sehingga dapat ter"adi /raktur
sternum, /raktur iga, dan cedera "antung dan paru
+) korban terbanting kembali ke tempat duduknya dan kalau tidak ada
sandaran kepala maka ter"adi cedera gerak cambuk pada tulang leher
(+hisplash).
Pada mekanisme trauma dibagi men"adi 2 "enis yaitu tumpul dan
penetrasi. 5ntuk tumpul dibagi men"adi 2 lagi yaitu dengan kecepatan
tinggi dan dengan kecepatan rendah. %ontoh pada cedera tumpul
kecepatan tinggi adalah kecelakaan lalu lintas sedangkan kecepatan
rendah adalah kecelakaan pada sewaktu beker"a (kecelakaan ker"a).
5ntuk cedera penetrasi dibagi men"adi 2 "enis yaitu luka tembak dan
penetrasi lainnya. Penetrasi lainnya contohnya adalah luka bacok pada
bagian kepala (Iskandar, !C?!).
i. 0elaskan "enis*"enis trauma
!) Trauma ta"am
Mekanisme
Luka penetrasi lain
Luka tembak
Kecepatan tinggi
Penetrasi
Tumpul
Kecepatan rendah
2) Trauma tumpul
Trauma tumpul kadang tidak memberikan kelainan yang "elas
pada permukaan tubuh tetapi dapat mengakibatkan kontusi atau laserasi
"aringan atau organ di bawahnya. Trauma tumpul dapat berupa benturan
benda tumpul, deselerasi, atau kompresi. <enturan pada thorak dapat
menimbulkan patah tulang iga. Patah tulang iga ma"emuk dapat
menyebabkan pneumothoraks, /2ail chest, dan hematothoraks.
#edangkan benturan pada abdomen dpat menyebabkan per/orasi dan
perdarahan. %edera deselerasi sering ter"adi pada kecelakaan lalu lintas
karena setelah tabrakan badan amsih mela"u dan kemudian tertahan
benda keras, sedangkan bagian tubuh yang relati,e tidak terpancang
bergerak terus dan menyebabkan ter"adinya robekan pada hilus organ
tersebut, organ yang mungkin robek adalah aorta, "antung, kaki gin"al,
tampuk limpa. %edera kompresi ter"adi bila orang tertimbun reruntuhan
yang menimbulkan tekanan secara tiba*tiba pada rongga dada
(#"amsuhida"at, 200+).
') Trauma tembak
+) Trauma ma"emuk
:amper semua trauma adalah trauma ma"emuk Penting untuk
menentukan berapa organ dan system tubuh yang cedera. %edera berat
bila mengenai ! atau lebih daerah tubuh seperti kepala, leher, toraks,
,ertebra, abdomen, pel,is, tungkai. %edera kritis bila mengenai satu
atau lebih system tubuh seperti sara/, respirasi, cardio,ascular, hati,
gin"al, pancreas (#"amsuhida"at, 200+).
-) 9edakan
.) Panas
B) 1imia
?) Trauma lainya (tenggelam, terkena ledakan, tersengat listrik)
0enis trauma lainnya adalah $
!) Translasi &kselerasi &kselerasi apabila kepala bergerak ke suatu
arah atau tidak bergerak dengan tiba*tiba suatu gaya yang kuat searah
dengan gerakan kepala, maka kepala akan mendapat percepatan
(akselerasi) pada arah tersebut
2) Translasi Deselerasi Deselerasi apabila kepala bergerak dengan
cepat ke suatu arah secara tiba*tiba dan dihentikan oleh suatu benda
misalnya kepala menabrak tembok maka kepala tiba*tiba terhenti
gerakannya (:arsono, 200').
Trauma termal
9uka bakar dapat ter"adi sendiri atau dalam kombinasi dengan
trauma tumpul atau trauma ta"am akibat mobil terbakar, ledakan, benda
yang ter"atuh, usaha penyelamatan diri ataupun serangan pisau dan sen"ata
api. %edera dan keracunan monoksida dapat menyertai luka bakar. #ecara
khusus perlu ditanyakan tempat ter"adinya ke"adian perlukaan (ruang
tertutup 6 terbakar) atau bahan yang ikut terbakar (bahan kimia, plastik,
dsb) dan perlukaan lain yang menyerta.
:ipotermia akut atau kronik dapat menyebabkan kehilangan panas
umum atau local. 1ehilangan panas dalam "umlah besar dapat ter"adi
walaupun tidak dalam suhu yang terlalu dingin (!-*2 c) yaitu bila 00
penderita memakai pakaian yang basah, tidak bergerak akti/ atau minum
alcohol, sehingga tubuh tidak bisa menyimpan panas.
C) 0elaskan pato/isiologi syok hipo,olemik
#hock adalah kondisi dimana tekanan darah turun sedemikian
rendah sehingga aliran darah ke "aringan tidak lagi dapat dipertahankan
secara adekuat (#herwood 9.200!).
Penurunan ,olume S
tekanan darah
espon 0angka Pan"ang espon 0angka Pendek
:ormonal$
&D:
&ngiotensin II
&ldosteron
=P3
#ara/
:ormonal$
&D:
&ngiotensin II
#timulasi
baroreseptor S
kemoreseptor
##P
Perangsangan
sistem
kardio,askuler
1enaikan
,olume darah
&kti,asi sara/
simpatis
:ormonal$
&drenalin S
noradrenalin
>asokonstriksi
peri/er,
peningkatan
aliran balik ,ena
Peningkatan curah "antung
Peningkatan ,olume S
tekanan darah
#uplai darah
otak menurun
pusing
3smolalitas
plasma darah
meningkat
haus
5rin pekat,
oliguria
meningkat
Denyut "antung
meningkat
;adi lemah
<ibir kering
Pucat
=kstremitas terasa
dingin
Pengisian kapiler
meman"ang
Penurunan curah
jantung bertahap
Penggumpalan darah
pada pembuluh darah
Jaringan
kekurangan O
2
Peningkatan asam
laktat, pH, CO
2
Peningkatan
permeabilitas
kapiler
Penurunan aliran
balik vena
Kompensasi
hipovolemik
gagal
Penurunan sangat besar
pada volume darah
Curah jantung
menurun
Tekanan arteri menurun
liran darah
peri!er menurun
liran darah ke
jantung menurun
Kerusakan
miokardium
ktivasi simpatis "
respon iskemik
sentral
Kerusakan
ireversibel
miokardium
Tekanan
arteri
menurun
liran darah ke
##P menurun
ktivitas simpatis
menurun
Kerusakan ##P
ireversibel
liran darah
peri!er sangat
rendah
Perubahan kimia
$ang drastis pada
jaringan
%asodilatasi
general
#irkulasi
kolaps
kematia
n
sidosis
metabolik
&isorientasi
penurunan
kesadaran
Kulit
pucat "
dingin
Jaringa
n
Otak
Jantun
g
!0) Penatalaksanaan lan"utan dari in/ormasi
#etelah mendapatkan in/ormasi ' yaitu sur,ey sekunder, maka initial
assessment selan"utnya adalah $
a$ &namnesis
#etiap pemeriksaan lengkap memerlukan anamnesis mengenai riwayat
perlukaan.
<iasanya data ini tidak bisa didapat dari penderita sendiri dan harus
didapat dari keluarga atau petugas lapangan.
Ditanyakan "uga iwayat &MP9= $
&$ &lergi
M$ Medikasi (obat yang diminum saat ini)
P$ Past ,llness (penyakit penyerta) 6 pregnancy
9$ Last meal
=$ Even / environment yang berhubungan dengan ke"adian perlukaan
b$ Tambahan terhadap secondary survey
Dalam melakukan secondary sur,ey, dapat dilakukan pemeriksaan
diagnostic yang lebih spesi/ik seperti misalnya /oto tambahan dari
tulang belakang serta ekstremitas, %T*#can kepala, dada, abdomen dan
spine, urogra/i dan angiogra/i, 5#G transeso/ageal, bronkoskopi,
eso/agoskopi dan prosedur diagnostic lain.
c$ Pemantauan dan re*e,aluasi berkesinambungan
Penurunan keadaan dapat dikenali apabila dilakukan e,aluasi ulang
secara terus menerus, sehingga ge"ala yang baru timbul, segera dapat
dikenali dan dapat ditangani secepatnya. Monitoring tanda ,ital dan
produksi urin sangat penting. Produksi urin pada orang dewasa
sebaiknya di"aga . cc6kg<<6"am, pada anak !cc6kg<<6"am.
Penanganan rasa nyeri merupakan hal yang penting. asa nyeri dan
ketakuatan akan
timbul pada penderita trauma, terutama pada perlukaan muskulo*
skeletal. Golongan opiate atau anDiolitika harus diberikan secara
intra,ena dan sebaiknya "angan intra*muskular.
d$ Penanganan de/initi/
5ntuk keputusan meru"uk penderita dapat dipakai ,nterhospital -riage
.riteria. 1riteria ini memakai data /isiologis penderita, cedera
anatomis, mekanisme perlukaan, penyakit penyerta serta /aktor G
/aktor yang dapat mempengaruhi prognosis.
In:,!masi $
&;GG=; I;73M&#I;M& DIT59I# M&.............
Int"!/!"tasi in:,!masi $
IPI
In:,!masi %
Pemeriksaan penun"ang
Darah $ :b $ ? gram6dl
9eukosit $ !2.?00 sel6mm
'
:ematokrit $ 2-, + E
Int"!/!"tasi in:,!masi %
Pasien menun"ukkan kada :b yang sangat rendah maka harus diberi
,entilator untuk perna/asannya. 1adar leukosit meninggi dan hematokrit
menurun.
BAB III
KESIMPULAN
DAFAR PUSAKA
&merican %ollege o/ #urgeons. 200+. #yok dalam buku &dvanced -rauma Life
/upport or 0octors (&T9# =disi ke*B. 0akarta $ I1&<I 2 BC.
<rooker, %hristine. 200!. !amus /aku !epera+atan. 0akarta $ =G%
<resler 0ay Michael, #ternbach 9 George. 200.. 1anual of Emergency 1edicine
2
th
ed. 0akarta $ =G%
<runner dan #uddarth. 2002. !epera+atan 1edikal (edah. =disi ?, >ol.'.
0akarta $ =G%
%arpenito 9.0. 2000. 0iagnosa !epera+atan &plikasi Pada Pediatrik !linis.
(ter"emahan) =disi .. 0akarta $ =G%
%hada, P.>. !CC'. .atatan !uliah ,lmu orensik 3 -eknologi (Ter"emahan).
0akarta $ 8idya Medika
%ummins, r.o. !CCB. &dvanced .ardiac Life /upport$&merican 4earth
&ssociation. 5sa.
Degowin, rl. &nd brown, dd. 2000. 0iagnostic E'amination, 5
th
Ed. Mc graw*hill
co. ;ew york
Delp, mh. &nd manning, rt. !CC.. 1a*or 0iagnosis isik. 0akarta $ =G%
Doenges, M.=. 2000. 6encana &suhan !epera+atan Pedoman untuk
Perencanaan dan Pendokumentasian Pera+atan Pasien (Ter"emahan).
=disi. 0akarta $ =G%
=ko. 200?. ,nitial &ssessment dan Pengelolaannya. Didapat dari$
http$66www.bedahurologi.com6200?60.6trauma*ugd*dr*ekost.doc. Diakses
tanggal 2' Mei 20!2.
715I. !CC-. !umpulan !uliah ,lmu (edah. 0akarta $ <inarupa &ksara
Guyton S :all. !CCB. isiologi !edokteran (Ter"emahan). =disi C. 0akarta $ =G%
:arsono. 200'. !apita /elekta "eurologi, edisi kedua. Ga"ah Mada 5ni,ersity
Press
:udak, %.M. !CCC. !epera+atan !ritis. 0akarta $ =G%
Iskandar 0. !C?!. .edera !epala, PT Dhiana Populer. 1elompok Gramedia,
0akarta
9eksana, =ry. 200B. Terapi %airan dan =lektrolit. #emarang$ 71 5;DIP
Mans"oer,&. 2000. !apita /elekta !edokteran$ Edisi 7$ 8ilid 9. 0akarta $ Medika
&uskulapius 715I
Muhiman, m. !C?C. Penatalaksanaan Pasien 0i ,ntensive .are :nit. 0akarta $
<agian &nestesiologi, 715I
;anda. 200.. Panduan 0iagnosa !epera+atan. 0akarta $ Prima Medika
#herwood, 9auralee. 200!. #usunan /araf Pusat$ 0alam; isiologi 1anusia;
0ari /el ke /istem. 0akarta$ =G%
#"amsuhida"at , 8im de 0ong. 200+. -rauma dan (encana dalam (uku &*ar
,lmu (edah. 0akarta $ =G%
#meltLer, #uLanne %. 200!. !epera+atan 1edikal-(edah (runner and /uddarth
Ed$< =ol$7. 0akarta $ =G%
Tucker.#.M. !CC?. /tandar !epera+atan Pasien Proses !epera+atan 0iagnosa
dan Evaluasi (Ter"emahan). >olume 2. =disi 2. 0akarta $ =G%
8illson.0.M. 200B. (uku /aku 0iagnosa !epera+atan. =disi B. 0akarta $ =G%
8indle, 0ill. 200.. Manchester Triage Group #ta//2 Mackway*0ones, 1e,in2
Marsden, 0anet Emergency triage. %ambridge, M&$ <lackwell Pub.