Anda di halaman 1dari 18

Thursday, December 4, 2008

Mengenal Dot dan Cross Product.


Posted by hendry_dext
Dalam pembelajaran tentang vektor, kita tidak bisa terlepas dari dot dan cross product.. Apa itu
dot dan cross vektor? Lebih jauh lagi, darimana rumus dot dan cross itu berasal? agaimanakah
contoh soalnya?
!ilakan baca lanjutannya.. ""
#####################################################################
####
Bagian I
e!ilas Tentang "e!tor
$ektor adalah garis yang memiliki panjang dan arah. !imbol untuk vektor, bisa berupa overline
variable %misalnya& atau ' bisa juga dalam simbol dot to dot variabel %misalnya& atau ,
yang artinya titik dimulai dari pangkal A ke titik '.
$ektor dapat ditulis dalam bentuk matriks kolom.
(isalnya& #)
$ektor dalam bentuk matriks kolom dapat dibuat lebih *hemat tempat* dengan pemberian unsur
transpos matriks. +adi, matriks juga dapat ditulis dalam bentuk . !imbol , berarti
*tranpos*.
!elain itu matriks dapat ditulis dalam bentuk penambahan vektor-vektor satuan.
!ebagai contoh& # . / 0 . %entuk ini adalah bentuk yang paling e1ekti1, karena
menunjukkan elemen vektor satuan.. ,api, kurang enak dibaca.. 22a'
Di sini adalah vektor , sedangkan adalah vektor .
3perasi vektor bisa berupa&
4. Penjumlahan %dan pengurangan'& tinggal menjumlahkan elemen-elemen vektor yang sesuai
5. Perkalian dengan skalar %menghasilkan vektor yang sejajar dengan vektor a6al'
.. Perkalian dengan vektor %akan dibahas lebih lanjut'.
Contoh oal #$ +ika # dan # , maka berapakah / ?
+a6ab& / # / # #
Contoh oal 2$ +ika # 5 / 0 -7, maka berapakah 5 ?
+a6ab& 5 # 5%5 / 0 -7' # / 0 -48. %bentuk ini adalah bentuk lain dari vektor. Lihat
penjelasan a6al'.
Contoh oal %$ +ika # 8 -0 -, dan # . / , dan # -5 /0 , dan # 2 & ' 2 , maka
berapakah ?
+a6ab& # 5%8 -0 - ' - %. / ' / 5%-5 /0 ' # 45 -49 -5 -. - -: /49
_________# 0 - .
Atau dapat juga ditulis # .
Panjang vektor dapat ditentukan dengan konsep phytagoras. %perhatikan simbol untuk panjang
vektor'..
Contoh soal 4$ jika # , berapakah panjang .
+a6ab& Panjang vektor # # # .
Contoh soal ($ +ika # /. /0 /; /< / 44 . ,entukan panjang vektor =
+a6ab& # #
$ektor satuan adalah vektor yang panjangnya 4 satuan. Lambang vektor satuan bermacam-
macam. Di sini akan digunakan simbol .
Contoh oal )$ # . Apakah vektor adalah vektor satuan?
*a+ab$ # # #. (aka adalah vektor satuan %karena panjangnya 4'
Contoh soal ,$ ,erdapat vektor dimana # 5 / 8j /0k.,entukan vektor satuan yang searah dan
sejajar dengan vektor .
+a6ab&
,entukan panjang vektor # # #
!yarat sejajar dan searah, vektor itu harus dikalikan konstanta yang positi1.
# c. ... %i'
!yarat ini juga dipenuhi untuk *panjang* vektor. +adi&
# c.
Panjang vektor satuan adalah 4. +adi&
4 # c.
(aka, c # # .
!ubtitusikan nilai c ini di persamaan a6al, maka didapat&
# # # .
Contoh soal 8$ erapakah vektor satuan dari vektor %yang ada di contoh soal nomor .'?
+a6ab&
!oal ini identik dengan soal nomor ; %hanya beda kata-kata'.
Di soal ini, kita mencoba memakai rumus vektor satuan, yang logikanya sudah ada di contoh
soal nomor ;.
#
+adi, # # # .
$ektor Posisi adalah vektor yang berpangkal dari koordinat 3, bisa %9,9' atau %9,9,9', dan
seterusnya.
(isalnya& # #)
Contoh soal -$ +ika # , sedangkan # . ,entukan vektor =
+a6ab&
Dengan digambar, maka kita tahu bah6a / # , maka&
# # #
>uang Dimensi $ektor menunjukkan di dimensi mana vektor itu berada. (isalnya, vektor itu
terletak di dalam ruang, maka dia akan berada di dimensi . atau di . +ika vektor itu terletak di
bidang, maka vektor itu berada di dimensi . Lalu, apakah dimensi : itu ada? agaimana cara
menggambar vektor di dimensi : atau lebih? ?mm..
!ebetulnya, vektor dimensi : atau lebih itu ada, tapi vektor ini bersi1at *khayal*, dan tidak bisa
digambar.
Apakah Dot dan @ross Product berlaku untuk dimensi :, 0, dan seterusnya...??
,idak== @ross Product hanya berlaku di . Aamun, dot bisa berlaku di semua dimensi. Aamun,
pembuktian untuk dot product di dimensi : %atau lebih' masih belum ada %dan tidak akan ada'.
+adi, kita sebaiknya lihat pembahasan Dot dan @ross Product di dan saja yach.. ""
#####################################################################
####
Bagian II
Dot Product
Dot % ' Product adalah bentuk perkalian antara 5 vektor yang akan menghasilkan skalar, yang
dide1inisikan dalam rumus&
# . .
adalah sudut yang dibentuk oleh kedua vektor dan .
Menga.a hasilnya s!alar/
(asing-masing unsur dari , , dan adalah skalar. +adi, juga skalar. %Lihat juga
pembahasan tentang cross product. (ungkin akan memperjelas. ""'
Menga.a Dot Product dide0inisi!an se.erti itu/
+ustru itulah masalahnya. !i pembuat de1inisi itu memang sangat kreati1. (ulanya, untuk
mengalikan vektor dan , maka akan ada tiga unsur yang berperan, yaitu panjang , panjang ,
dan sudut yang dibentuk keduanya % '. De1inisi untuk dot diambil unsur yang cos. ""
1.a arti dari hasil .er!alian itu/
Balo ngak *diolah* lebih lanjut, hasil dari . . sesungguhnya tidak memiliki arti. . .
hanya kumpulan angka-angka saja dan angka itu tidak menunjukkan besaran apapun %bagi
saya'. 3leh, karena itu dot product harus diolah lagi agar dapat diaplikasikan. ""
Contoh soal #0$
Diketahui di dimensi . % ', terdapat vektor dan .
# .
Didapat bah6a, ternyata& % ' # .
,entukan besar sudut yang dibentuk antara dan =
+a6ab&
% ' #
. . . #
. # #
# #
#
+adi, #
Contoh oal ##$
+ika # :, berapakah ?
+a6ab&
# . %kita tahu bah6a vektor dan itu sudutnya 9
9
'
#
# #)
Barakteristik Dot Product
Di sini kita akan bermain-main dengan vektor satuan. Bita akan melihat vektor di dimensi ruang
% ', jadi akan ada . vektor basis di sini yaitu , , dan .
# , #, dan #
!esuai dengan de1inisi Dot Product, maka didapat karakteristik sebagai berikut.
#C 2.2 2. # 4 %ingat bah6a sudut yang dibentuk adalah 9
9
'
#C 2.2 2. # 4
#C 2.2 2. # 4
!elain itu, nilainya adalah nol. Lihat di ba6ah.
#C 2.2 2. # 9 %karena sudut yang dibentuk adalah <9
9
'
#C 2.2 2. # 9
#C 2.2 2. # 9
#C 2.2 2. # 9
#C 2.2 2. # 9
#C 2.2 2. # 9
!i1at yang dimiliki dot product ini adalah komutati1 %dibolak-balik hasilnya sama.. ""'
Dengan melihat karakteristik itu, maka kita dapat mengalikan tanpa perlu tahu sudutnya.
Lihat penguraian di ba6ah.
# / /
# / /
# % / / ' % / / '
# / / /
#### / / /
#### / /
# % '/ % '/ % '/
//// % '/ % '/ % '/
#### % '/ % '/ % '
# / /
Contoh oal #2$
+ika # dan # , berapa sudut yang dibentuk oleh kedua vektor itu?
+a6ab&
#
%&#'%4'/%2'% '/%%'%&#' # . .
-8 # . .
-8 # 40,0:9. %menggunakan kalkulator'
# - 9,.78
# 445,;4
9
%menggunakan kalkulator'
,ernyata dot vektor dapat digunakan untuk menghitung sudut dengan rumus&
#
Proyeksi $ektor
Di contoh soal di atas, dot product dapat digunakan untuk mencari sudut apit. Aamun,
sesungguhnya dot vektor dapat digunakan untuk kemampuan yang lebih, yaitu mencari vektor
proyeksi. Lihat penjelasan di ba6ah.
(isalkan diberikan vektor dan . adalah proyeksi vektor ke , maka dapat digambarkan
sebagai berikut. %!ebenarnya, pangkal vektor dan tidak harus berhimpit, namun, dianggap
demikian supaya lebih mudah dipahami'.
Pertama, tama kita akan mencoba mencari panjang vektor .
!esuai dengan aturan trigonometri& # ... %i'
!esuai dengan operasi dot vektor& # ... %ii'
Dabungkan kedua persamaan di atas, maka akan kita dapatkan rumus untuk
#
#
Barena dan berhimpit, maka dapat kita simpulkan bah6a vektor satuan dari sama dengan
vektor satuan dari .
#
Engat rumus untuk vektor satuan sebelumnya, maka persamaan di atas menjadi&
#
#
!ubstitusikan nilai , maka didapat&
# %vektor proyeksi dari ke '
Fntuk mencari vektor proyeksi dari ke , maka kita tinggal ganti simbol&
# %vektor proyeksi dari ke '
Contoh oal #%$
Di dimensi 5 % ', terdapat 5 buah vektor, yaitu dan .
#
#
,entukan %proyeksi pada ' dan %proyeksi pada '=
+a6ab&
Basus di atas dapat digambarkan sebagai berikut % dan dianggap sebagai vektor posisi'
$ektor proyeksi dari ke # # # # .
$ektor proyeksi dari ke # # # # .
Contoh oal #4$
Diketahui vektor dan bukan %vektor yang panjangnya 9' memenuhi kondisi berikut.
# 5 # .
!udut yang dibentuk dan adalah . ,entukan =
+a6ab&
Eni adalah soal vektor yang tricky. (ungkin pada a6alnya kita kesulitan karena bingung memulai
dari mana. ,api, kita bisa memulai dari apa yang ditanyakan. selalu berhubungan dengan
, maka inilah hal yang pertama kali kita lakukan.
#
!ubstitusi nilai # 5 &
# 5 .
# 5 ... %i'
Lalu, kita tinggal menentukan untuk mengolah . !upaya lebih mudah, maka sebaiknya
kita kalikan vektor dengan dirinya sendiri.
# / 8 % ' / < % '
# / 8 % ' / <
Barena # %diketahui di soal', maka persamaan tersebut menjadi&
# / 8 % ' / <
8 % ' # <
# ... %ii'
!ubstitusikan persamaan %ii' ke %i', maka&
# 5
#
#####################################################################
####
Bagian III
Cross Product
Bita tahu bah6a dot vektor sangat berperan dalam perhitungan sudut dan vektor proyeksi.
Beistime6aan dot terletak pada yang membuat perkalian vektor bersudut <9
9
akan bernilai
nol, sehingga mempermudah perhitungan. Lalu, bagaimana dengan cross product?
@ross % ' Product adalah bentuk perkalian antara 5 vektor yang akan menghasilkan vektor yang
tegak lurus dengan kedua vektor itu di dalam dimensi ., yang dide1inisikan dalam rumus&
# . . .
di sini adalah vektor satuan yang tegak lurus dengan vektor dan tegak lurus dengan vektor .
1.a hasil dari cross .roduct itu/
?asil dari cross product adalah vektor yang tegak lurus dengan vektor dan vektor . Benapa
bisa begitu? Eni karena pengaruh perkalian vektor-vektor satuan dan . Fntuk lebih jelasnya,
bisa dilihat di bagian karakteristik cross product.
!ementara, jika kita ingin meng*skalar*kan cross product, maka unsur dapat kita hilangkan,
maka rumusnya menjadi&
# . .
Di sini, kita tahu bah6a . . adalah rumus Luas jajargenjang. Gah, ternyata kita bisa
mencari luas jajargenjang dari sudut pandang vektor= ""
Menga.a cross .roduct da.at menghasil!an 3e!tor sedang!an Dot Product tida!/
!ebetulnya dot product bisa menghasilkan vektor jika dikalikan lagi dengan vektor satuan.
Aamun, dot product sengaja tidak menghasilkan vektor karena di sinilah aplikasi dot vektor yang
banyak digunakan %mencari sudut dan vektor proyeksi'. Lalu, jika ingin memberi arah, kita
tinggal mengalikannya dengan vektor satuan yang arahnya terserah kita %di sini dot vektor
bersi1at dinamis'.
!ementara itu, cross vektor juga sebenarnya bisa jika dide1inisikan sebagai ini saja& . .
karena bisa diaplikasikan dalam mencari luas jajargenjang. Aamun, 1ungsi ini masih terlalu
sederhana %bagaimana kita mende1inisikan dengan , tentunya nilai keduanya harus
berbeda dan tidak mungkin kita mende1inisikan keduanya adalah 4 meskipun keduanya tegak
lurus'. Fnsur pada cross vektor sungguh *mempesona*. Pada saat sudut yang dibentuk
adalah <9
9
%yang berarti hasil sin-nya adalah 4', maka kita dapat memodi1ikasinya dengan
pemberian arah vektor yang saling ortoghonal %tegak lurus' kedua vektor, berbeda jika kita
menggunakan cos pada dot product. Eni juga bisa memberikan solusi bagi nilai dengan
%sebagai contoh' supaya tidak sama.
Menga.a Cross Product hanya berla!u di dimensi % sa4a/
Fntuk membuat vektor yang tegak lurus diperlukan vektor basis yang saling tegak lurus juga.
Lalu, di dimensi :, bisakah kita menemukan : vektor yang saling tegak lurus?
!ebenarnya di dimensi 5, cross product bisa saja kita gunakan karena dimensi 5 adalah bagian
dari dimensi .. Aamun, mungkin hasil yang dipakai hanyalah sebatas , karena tidak
dapat digunakan di dimensi 5.
Barakteristik @ross Product
Di dimensi . terdapat . vektor basis sebagai berikut.
# , # , dan #
$ektor yang tegak lurus ada 5 arah %berla6anan'. !upaya konsisten, maka kita tentukan arahnya
dengan aturan tangan kanan. Eni dilakukan supaya hasilnya **konsisten** dan **universal**.
+adi, ini semacam aturan umum saja. %!ebenarnya jika kita memakai aturan tangan kiri, kita akan
mendapatkan hasil yang tegak lurus juga, namun hasilnya negati1. !ebenarnya, ini boleh saja
dilakukan'.
!esuai dengan de1inisi di atas, maka didapat karakteristik sebagai berikut.
# %karena sudutnya 9
9
'
#
#
#
#
-----
#
#
----
#
#
,erlihat bah6a perkalian cross product tidak bersi1at komutati1..
!ekarang kita coba mengoperasikan
# / /
# / /
# % / / ' % / / '
# % '/ % '/ % '/
##### % '/ % '/ % ' /
##### % '/ % '/ % '
# . / . / % '/
##### % '/ . / . /
##### . / % '/
# % ' % '/ % '
%!upaya dapat lebih mudah dibaca *dan dihapal*, kita gunakan konsep
determinan'
# %gunakan cara !arrus untuk mencari determinan ordo .x.'
(aka, akan didapat vektor yang tegak lurus dan .
Contoh oal #($
Di , terdapat vektor dan .
# dan # . ,entukan dan .
+a6ab&
# # #
%Determinan 3x3 di atas dapat diselesaikan dengan cara Sarrus biasa..'
# # #
dapat kita lihat bah6a& # -% '.
Contoh oal #)$
Dari contoh soal 40, berikan 0 contoh vektor yang tegak lurus dengan vektor dan vektor =
+a6ab&
Bita sudah menemukan 5 vektor yang tegak lurus, yaitu& , dan .
erikutnya, kita tinggal menemukan vektor-vektor yang sejajar dengan vektor itu. +adi, kita
hanya mengalikan konstanta sesuka apapun yang kita mau.
(isalnya&
Balikan dengan , maka hasilnya& ##) ini contoh yg ke-.
Balikan dengan ., maka hasilnya& ##) ini contoh ke-:
Balikan dengan 5, maka hasilnya ##) ini contoh ke-0
,entunya, akan ada banyak ja6ab. Entinya, kita cukup mengalikan dengan konstanta
apapun... ""
Contoh oal #,$
,entukan persamaan bidang yang melalui titik %9,4,5' dan terdapat vektor dan
di bidang itu=
+a6ab&
Pertama, tentukan dulu %kita sudah mendapatkannya di soal nomor 40'
Aah, itulah yang disebut dengan vektor normal. $ektor normal adalah karakteristik yang dimiliki
oleh bidang. %kalau karakteristik gradien dimiliki oleh garis'. Aah, kita tinggal mengikuti rumus
persamaan bidang berikut&
pers. bidang&
Bita sudah mendapat salah 4 contoh vektor normal di contoh nomor 48, yaitu .
!ubstitusikan nilai . di n4, 8 di n5, dan -0 di n.. (aka, persamaan bidangnya menjadi&
idang itu melalui titik %9,4,5'. 3leh karena itu, substitusikan nilai 9 di x4, 4 di x5 dan 5 di x..
(aka persamaannya menjadi&
pers. bidang&
Contoh soal #8$ ,entukan persamaan bidang yang melalui titik A%9,4,-.', %5,:,-4', dan @%-
5,.,0'=
+a6ab&
,entukan 5 vektor yang terletak pada bidang. Di sini, kita mencari vektor dan . %oleh
mencari yang lain'.
# #
# #
!ekarang kita cari vektor yang tegak lurus dengan kedua vektor ini. @aranya? Ha, menggunakan
cross product==
# # #
!ekarang tinggal memasukkan nilai-nilai itu ke persamaan bidang&
(asukkan n4#59 , n5#-59, n. # 49
agi persamaan dengan 49, supaya lebih sederhana.
Aah, sekarang masukkan titik yang terletak pada bidang. ,erserah kalian ingin memasukkan titik
A, atau , ataupun @, karena semua titik akan menghasilkan hasil yang sama.
Di sini, kita masukkan titik A %9,4,-.'. erarti x4#9.x5#4. x.#-..
pers bidang&
%@ontoh !oal lainnya akan menyusul'
#####################################################################
####
Bagian I"
i0at&i0at 5husus Cross Product
Bita sudah tahu bah6a cross dan dot product memilii si1at distributi1. Lalu, bagaimana jika
sudutnya 9. ,entu kita sudah tahu. Di sini, dibahas si1at-si1at yang tidak diberikan secara
eksplicit %dan juga jarang terpakai'&
4.
#####) Fntuk (embutikannya, cukup jabarkan ruas kiri. Lalu ubah menjadi
#####).
5.
#####) agian ini belum sempat aku coba untuk membuktikannya. isakah kalian
#####) membantu saya membuktikannya?
#####################################################################
####
!ekian materi mengenai dot dan cross product yang terbilang gampang.. Eni materi sekolah
!(A, sekaligus materi kuliah di semester a6al. (aa1 kalau terlalu cepat, karena ini diambil dari
berpuluh-puluh halaman dari sebuah buku dan diringkas menjadi 4 halaman 6eb...
!umber& Matri!s dan Trans0ormasi 6inear %Gikaria DaIali, sekaligus sebagai dosen tercinta
di Fniversitas ina Ausantara. ""'. Penerbit& Draha Elmu.
Penjumlahan dan Pengurangan $ektor
?asil penjumlahan ataupun hasil pengurangan dari dua vektor atau lebih disebut resultan vektor.
Fntuk mencari resultan beberapa vektor, yang bekerja pada suatu bidang, dapat digunakan tiga
metode, antara lain metode jajar genjang, metode segitiga dan metode poligon.

Metode *a4ar 7en4ang

4. Lukislah vektor J
4
dan J
5
dengan titik tangkap berimpit di titik 3


5. uatlah jajar genjang dengan sisi-sisi vektor J
4
dan J
5


.. Diagonal jajar genjang merupakan resultan atau hasil penggabungan vektor J
4
dan vektor J
5


:. !udut K menunjukkan arah resultan kedua vektor terhadap vektor J
4

Metode egitiga

4. Lukislah vektor J
4
dengan titik tangkap di titik 3


5. Lukislah vektor J
5
dengan titik tangkap di ujung vektor J
4


.. !udut K menunjukkan arah resultan kedua vektor terhadap arah vektor J
4

Metode Poligon

+ika ada tiga vektor atau lebih, anda tidak mungkin menjumlahkan vektor-vektor tersebut dengan
metode jajar genjang atau metode segitiga. 3leh karena itu harus digunakan metode segibanyak
%poligon'. Fntuk lebih jelasnya, perhatikanlah gambar berikut


Pada gambar di samping terdapat tiga buah vektor yang akan dicari resultannya. Adapun resultan
ketiga vektor tersebut seperti tampak pada gambar berikut


erikut adalah tahap-tahap dalam menentukan resultan vektor mengguanakan metode poligon
4. Lukislah vektor J
4
dengan titik tangkap di 3
5. Lukislah vektor J
5
dengan titik tangkap di ujung vektor J
4
.. Lukislah vektor J
.
dengan titik tangkap di ujung vektor J
5
:. ?ubungkan titik tangkap di 3 dengan ujung vektor J
.
. Lukis garis penghubung antara titik
tangkap 3 dan ujung vektor J
.
. Daris penghubung ini merupakan resultan vektor J
4
, J
5
, dan J
.

Menggambar Pengurangan "e!tor

!elisih antara dua buah vektor J
4
dan J
5
%ditulis > # J
4
-J
5
' sama saja dengan menentukan jumlah
antara vektor J
4
dan vektor -J
5
atau > # J
4
/ %-J
5
'. 3leh karena itu, tiga metode dalam
penjumlahan vektor yang telah dipelajari sebelumnya juga berlaku untuk selisih vektor. Fntuk
melukiskan > # J
4
-J
5
, mula#mula lukislah vektor J
4
, kemudian lukis juga vektor -J
5
yang
didapat dengan caramembalikkan arah J
5
sehinggga -J
5
berla6anan arah dengan vektor J
5.


erikut adalah simulasi terkait dengan penjumlahan dan pengurangan vektor. Fntuk melihat
simulasi, tekanlah tombol yang sudah tersedia.
>esultan $ektor
Fntuk menentukan besar resultan vektor, dapat digunakan metode gra1is dan metode analisis
seperti berikut.
Metode 7ra0is
(enentikan resultan vektor secara gra1is dapat dilakukan dengan metode jajar genjang, metode
segitiga, dan metode poligon. Dengan menggunakan perbandingan skala dan besar sudut yang
tepat, pengukuran panjang resultan vektor dapat dilakukan dengan menggunakan mistar,
sedangkan besar sudut dapat dihitung menggunakan busur derjat.
1turan menentu!an besar dan arah resultan 3e!tor dengan metode gra0is.
4. Arah acuan vektor ditentukan berdasarkan arah sumbu x positi1. !udut vektor bernilai positi1
diukur berla6anan arah putaran jarum jam dan bernilai negati1 diukur searah putaran jarum jam
5. Panjang vektor dilukiskan menggunakan skala panjang yang sesuai. (isalnya untuk vektor
gaya yang besarnya 49 A dilukiskan dengan panjang 4 cm, sehingga untuk vektor gaya 59 A
harus dilukis dengan panjang 5 cm. Adapun sudut arah vektor dapat diukur dengan busur derajat.
.. $ektor resultan dapat dilukiskan dengan metode jajar genjang, metode segitiga, atau metode
poligon.
:. Panjang resultan vektor diukur dengan mistar dan arah vektor resultan terhadap sumbu x
positi1
Dalam menghitung jumlah dua vektor mengguanakan metode gra1is, terdapat beberapa
kelemahan, yaitu timbulnya kesalahan sistematis. Fntuk menghindari kesalahan tersebut,
digunakan metode analisis, yaitu dengan menggunakan rumus cosinus. !ecara matematis, untuk
mendapatkan resultan dua buah vektor secara akurat, dapat digunakan persamaan sebagai
berikut. Dengan menggunakan rumus cosinus, misalnya dalam segitiga 3A@ akan diperoleh
3leh karena 3@ # >, 3A # J4, dan A@ # J5, maka persamaan tersebut akan menjadi
Menentu!an 1rah 8esultan "e!tor
Fntuk menentukan arah resultan vektor, terhadap salah satu vektor penyusunnya, dapat
digunakan persamaan sisnus. Perhatikanlah gambar
Perkalian $ektor
Per!alian Titi! 9Dot Product:
Perkalian titik dua buah vektor merupakan perkalian skalar dari dua vektor tersebut. ?al ini
disebabkan karena hasil kali titik dari dua buah vektor menghasilkan bilangan skalar . ?asil
perkalian titik dari dua buah vektor A dan misalnya kita sebut @ dapat dinyatakan dengan suatu
persamaan berikut
erikut adalah simulasi perkalian titik dua buah vektor


Per!alian ilang 9Cross Product:
Perkalian silang dari dua buah vektor akan menghasilkan sebuah vektor baru, sehingga perkalian
silang dua buah vektor juga disebut dengan perkalian vektor. ?asil perkalian silang vektor A dan
vektor %dibaca A cross ' menghasilkan vektor @. $ektor @ yang dihasilkan ini selalu tegak
lurus dengan bidang yang dibentuk oleh vektor A dan vektor
C ; 1 < B
Adapun arah vektor @ akan mengikuti aturan putaran skrup, seperti tampak pada gambar berikut
erikut adalah simulasi perkalian silang dua buah vektor

Anda mungkin juga menyukai