Anda di halaman 1dari 3

1. Teori sistem hukum dari frietmen (sistem Hukum) ?

Jawaban : Lawrence M. Friedman menyebutkan berhasil atau tidaknya Penegakan hukum


bergantung pada tiga unsur yakni: struktur , substansi , dan budaya hukum , satu sama lain
memiliki hubungan kuat.
a . Substansi Hukum adalah norma ( aturan , keputusan) hasil dari produk hukum .
b . Struktur Hukum diciptakan oleh sistem hukum yang mungkin untuk memberikan
pelayanan dan penegakan hukum .
c . Budaya hukum adalah ide , perilaku , keinginan , pendapat dan nilai-nilai yang berkaitan
dengan hukum ( positif / negatif )
2.HUKUM ADAT
Hukum Adat adalah hukum/ peraturan tidak tertulis yang tumbuh dan berkembang di dalam
masyarakat yang hanya ditaati oleh masyarakat yang bersangkutan. Hukum adat mempunyai
kemampuan menyesuaikan diri dan elastis karena peraturan-peraturannya tidak tertulis.
Dalam hukum adat dikenal juga Masyarakat Hukum adat yaitu sekumpulan orang yang di
ikat oleh tatanan hukum/ peraturan adat sebagai warga bersama dalams satu persekutuan
hukum yang tumbuh karena dasar keturunan ataupun kesamaan lokasi tempat tinggal.
3.HUKUM ISLAM
Suatu sistem hukum yang mendasarkan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah
(kitab Al-quran) dan rasul-nya (kitab hadis) kemudian disebut dengan syariat atau hasil
pemahaman ulama terhadap ketentuan di atas (kitab fiqih) kemudian disebut dengan ijtihad
yang menata hubungan manusia dengan allah, manusia dengan manusia dan manusia dengan
benda.

Sistem hukum Islam berasal dari Arab, kemudian berkembang ke negara-negara lain seperti
negara-negara Asia, Afrika, Eropa, Amerika secara individual maupun secara kelompok.

Sumber Hukum
1) Quran, yaitu kitab suci kaum muslimin yang diwahyukan dari Allah kepada Nabi
Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril.
2) Sunnah Nabi (hadist), yaitu cara hidup dari nabi Muhammad SAW atau cerita tentang
Nabi Muhammad SAW.
3) Ijma, yaitu kesepakatan para ulama besar tentang suatu hak dalam cara hidup.
4) Qiyas, yaitu analogi dalam mencari sebanyak mungkin persamaan antara dua kejadian.

Sistem hukum Islam dalam Hukum Fikh terdiri dari dua bidang hukum, yaitu :

1) Hukum rohaniah (ibadat), ialah cara-cara menjalankan upacara tentang kebaktian terhadap
Allah (sholat, puasa, zakat, menunaikan ibadah haji), yang pada dasarnya tidak dipelajari di
fakultas hukum. Tetapi di UNISI diatur dlm mata kuliah fiqh Ibadah.

2) Hukum duniawi, terdiri dari :

a) Muamalat, yaitu tata tertib hukum dan peraturan mengenai hubungan antara manusia
dalam bidang jual-bei, sewa menyewa, perburuhan, hukum tanah, perikatan, hak milik, hak
kebendaan dan hubungan ekonomi pada umumnya.

b) Nikah (Munakahah), yaitu perkawinan dalam arti membetuk sebuah keluarga yang tediri
dari syarat-syarat dan rukun-rukunnya, hak dan kewajiban, dasar-dasar perkawinan
monogami dan akibat-akibat hukum perkawinan.

c) Jinayat, yaitu pidana yang meliputi ancaman hukuman terhadap hukum Allah dan tindak
pidana kejahatan.
Sistem hukum Islam menganut suatu keyakinan dan ajaran islam dengan keimanan lahir batin
secara individual.

Negara-negara yang menganut sistem hukum Islam dalam bernegara melaksanakan
peraturan-peraturan hukumnya sesuai dengan rasa keadilan berdasarkan peraturan
perundangan yang bersumber dari Quran.

Dari uraian diatas tampak jelas bahwa di negara-negara penganut asas hukum Islam, agama
Islam berpengaruh sangat besar terhadap cara pembentukan negara maupun cara bernegara
dan bermasyarakat bagi warga negara dan penguasanya.
4.HUKUM EROPA KONTIMENTAL
Sistem hukum Eropa Kontinental yang sering disebut sebagai Civil Law ini merupakan
suatu sistem hukum dengan ciri-ciri adanya berbagai ketentuan-ketentuan hukum dikodifikasi
(dihimpun) secara sistematis yang akan ditafsirkan lebih lanjut oleh hakim dalam
penerapannya. Sebenarnya, sistem hukum ini semula berasal dari kodifikasi hukum yang
berlaku di kekaisaran Romawi pada masa pemerintahan Kaisar Justinianus abad VI sebelum
masehi. Sistem hukum ini berkembang di negara-negara Eropa daratan seperti: Jerman,
Belanda, Prancis, dan Italia. Dan hampir 60% dari populasi dunia tinggal di negara yang
menganut sistem hukum ini, termasuk Indonesia. Dalam penerapannya, sistem hukum Eropa
Kontinental ini memiliki kelebihan dan kelemahan seperti:
Kelebihan:
1.Sistem hukumnya tertulis dan terkodifikasi, sehingga ketentuan yang berlaku dengan
mudah dapat diketahui dan digunakan untuk menyelesaikan setiap terjadi peristiwa hukum
(kepastian hukum yang lebih ditonjolkan). Contoh tata hukum pidana yang sudah
dikodifikasikan (KUHP), jika terjadi pelanggaran tehadap hukum pidana maka dapat dilihat
dalam KUHP yang sudah dikodifikasikan tersebut.
2.Prinsisp utama yang menjadi dasar sistem hukum Eropa Komtinental itu adalah hukum
memperoleh kekuatan mengikat, karena diwujudkan dalam peraturan-peraturan yang
berbentuk undang-undang dan tersusun secara sistemik di dalam kodifikasi atau kompilasi
tertentu. Prinsip dasar ini dianut karena ingin mencapai tujuan hukum yaitu kepastian
hukum. Sehingga kepastiam hukum di sistem hukum Eropa Kontinental ini sangat
diperhatikan dan dijamin.
3.Sumber hukum yang digunakan adalah undang-undang. Undang-undang ini dibentuk oleh
kekuasaan legislatif yang disahkan eksekutif. Sehingga, ada kerja sama yang baik antar
pemegang kekuasaan dalam pembentukan undang-undang.
4.Adanya penggolongan sistem hukum Eropa Kontinental dalam 2 bidang, yaitu hukum
privat dan hukum publik. Sehingga lebih mudah untuk menyelesaikan sebuah perkara. Jika
perkara antara masyarakt dan negara maka termasuk hukum publik. Dan jika pertentangan
antar individu di masyarakat, maka termasuk dalam bidang hukum privat.
5.Adanya pembuatan undang-undang baru yang menyesuaikan perkembangan masyarakat.
Suatu contoh adalh undang-undang tipikor (tindak pidana korupsi) di Indonesia. Dengan
adanya undang-undang yang baru akan lebih memudahkan penyelesaian perkara yang
bersangkutan.
6.Penyelesaian sebuah perkara akan selalu berpegang teguh pada undang-undang. Sehingga
putusan-putusan diharapkan bersifat obyektif.
Kelemahan:
1.Sistemnya terlalu kaku, tidak bisa mengikuti perkembangan zaman karena hakim harus
tunduk terhadap perundang-undang yang sudah berlaku (hukum positif). Padahal untuk
mencapai keadilan masyarakat hukum harus dinamis, menyesuaikan perkembangan
masyarakat
2.Hakim hanya berfungsi menetapkan dan menafsirkan peraturan-peraturan dalam batas-
batas wewenangnya. Putusan seorang hakim dalam suatu perkara hanya mengikat para pihak
yang berperkara saja. Sehingga dalam penyelesaian perkara yang sama di lain waktu, seorang
hakim harus menetapkan dan menafsirkan perundang-undaangan kembali.
5. HUKUM KOMUNIS