Anda di halaman 1dari 9

1

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR


Termodinamika















Asisten Dosen : Bapak Robby

Nama : Jennica Fidelia
NIM : 1401010031
Rekan Kerja : Jeremiah Irwan
Jessica Afianto
Waktu Praktikum : Selasa, 30 September 2014



Nutrition and Food Technology Study Program
Faculty of Life Science
Surya University
2014

2

I. Tujuan Praktikum

Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mencari kapasitas kalor atau kalor jenis
berbagai zat padat dan mencari kalor lebur es, serta membandingkan hasil
perhitungan dengan hasil literature.

II. Pendahuluan

A. Prinsip Praktikum
Suhu adalah ukuran derajat panas atau dingin suatu benda. Suhu berkaitan
erat dengan panas, semakin tinggi suhu suatu benda, maka semakin panas benda
tersebut, sedangkan semakin rendah suhu suatu benda, maka akan semakin dingin
benda tersebut. Ukuran panas atau dingin benda tersebut dapat diukur dengan alat
yang disebut termometer. Termometer sendiri dapat dibagi menjadi berbagai jenis,
ada termometer raksa, yang didalam tabung kacanya diisi dengan raksa ( Hg ) ,
termometer alkohol, yang didalam tabung kacanya diisi dengan alkohol,
termometer laboratorium, termometer digital, dll. Skala termometer pun bermacam-
macam, ada Celcius (C) , Reamur (R), Farenheit (F), dan Kelvin (K). Namun
yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah Celcius, dan
Farenheit.
Kalor adalah sesuatu yang dipindahkan antara sebuah sistem dan keadaan
disekelilingnya akibat dari perbedaan suhu atau tempetatur benda. Kalor sendiri
biasa dituliskan dengan lambang Q. Besarya kalor sendiri dapat dicari dengan
rumus :
= . .
Dimana:
Q = besarnya kalor yang terbentuk akibat perbedaan suhu benda ( kalori )
m = massa benda ( gram )
= kalor jenis benda ( kalori / gram C )
t = besarnya selisih suhu benda ( C )
3

Kalor Jenis adalah banyaknya kalor yang diperukan untuk menaikan atau
melepaskan suhu dari suatu benda sebesar 1C dengan massa benda sebesar 1
gram. Sedangkan kapasitas kalor adalah kemampuan suatu benda untuk
menerima atau menurunkan suhu benda sebesar 1C.
Namun, ada saat dimana kalor yang diserap benda tidak menyebabkan benda
tersebut mengalami kenaikan atau penurunan suhu, melainkan hanya menyebabkan
perubahan wujud benda. Besarnya kalor yang diperlukan untuk mengubah bentuk
benda disebut Kalor Lebur. Besarnya kalor lebur dapat dicari menggunakan rumus:

= .
Dimana : = kalor laten perubahan wujud benda ( kalori / gram C )

Bila ada 2 benda dengan suhu yang berbeda digabungkan, maka akan terjadi
perpindahan suhu ,dari benda bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu lebih rendah,
hingga mancapai suatu suhu kesetimbangan dimana suhu kedua benda sama besar.
Keadaan ini disebut Asas Black. Menurut Asas black, jumlah kalor yang diepaskan
oleh benda yang bersuhu lebih tinggi kepada benda yang bersuhu lebih rendah
sama dengan jumlah kalor yang diserap oleh benda yang bersuhu lebih rendah
dari benda yang bersuhu lebih tinggi tersebut.
Atau dapat dituliskan sebagai berikut :

1
.
1
.

1
=
2
.
2
.

2


Dimana :

= jumlah kalor yang dilepas oleh benda bersuhu lebih tinggi

= jumlah kalor yang diterima oleh benda bersuhu lebih


rendah
B. Alat Bahan
Alat dan bahan yang diperlukan pada percobaan ini adalah sebagai
berikut :
- 1 buah statif
- 1 set kalorimeter
4

- 1 buah termometer
- 1 set kubus dengan berbagai jenis materi
- 1 buah beaker glass
- 1 pasang sumpit
- Neraca lengan o hauss
- 1 buah pembakar spiritus
- 1 set kaki tiga dan kassa
- Pemantik atau korek api
- Air dan es batu secukupnya

C. Prosedur Kerja
Sebelum memulai percobaan, ada beberapa langkah penting yang
harus dilakukan sebelumnya, yaitu :
1) Memeriksa kelengkapan alat dan bahan yang diperlukan
sesuai dengan list yang sudah disediakan.
2) Menyusun alat sesuai dengan arahan pembimbing
3) Menimbang massa dari kubus-kubus material menggunakan
neraca lengan o hauss, lalu mencatat hasilnya.
4) Memasukan air kedalam kalori meter hingga setengahnya,
lalu menimbang massa wadah dan pengaduk dengan neraca
lengan o hauss, lalu mengukur suhu air dengan
menggunakan termometer yang ada dalam set kalori meter.
Setelah melakukan langkah pendahuluan, maka kita dapat melanjutkan ke
percobaan 1 dan 2 .
1. Percobaan 1
1) Mengisi air kira-kira setengah dari beaker glass, lalu
meletakan beaker glass berisi air diatas kaki tiga yang dialasi
oleh kassa, lalu menyalakan sumbu pada pembakar spiritus
2) Mengikat termometer pada statif, lalu meletakan ujung
termometer kedalam beaker glass berisi air.
3) Menunggu air hingga mendidih lalu mencatat angka yang
tertera pada termometer, lalu memasukan salah satu kubus
materi kedalam air, lalu menunggu hingga mendidih lagi.
5

4) Mengisi wadah kalori meter hingga setengahnya, lalu
mencatat suhu air pada kalori meter.
5) Setelah air mendidih, mengambi kubus dengan sumpit lalu
memasukan kedalam kalori meter, lalu menutup penutup
kalori meter.
6) Mengaduk isi kalori meter dengan pengaduk, lalu mencatat
hasil dan memasukan ke dalam tabel.
7) Mengulangi langkah 3-6 sebanyak 3 kali dengan kubus
material yang berbeda.

2. Percobaan 2
1) Mengukur suhu es yang tersedia menggunakan termometer.
2) Menuangkan air panas sisa percobaan 1 pada kalori meter,
lalu mengukur suhu yang tertera pada kalori meter.
3) Menimbang massa kalori meter berisi air beserta
pengaduknya.
4) Memasukan 1 buah es batu pada kalori meter lalu menutup
penutup kalori meter.
5) Mengaduk kalori meter dengan pengaduk lalu mengukur
suhu yang tercatat pada termometer.
6) Mengulangi langkah 2-5 sebanyak 1 kali.

III. Data Pengamatan
Berikut adalah hasil pengamatan dari percobaan 1 dan percobaan 2.
A. Percobaan 1

No. Materi
Massa (gram) Suhu ( C ) Kalor Jenis ( kal / gram C )
Materi
(mm)
Air
(
mair)
Kalori
Meter
(mcs)
Tm Ta Tcs Tf Air
Kalori
Meter
Material
Literatur
Relatif
1 Tembaga 72,05 125,7 58,06 91 32 32 34 1 0,2160 0,06732 0,093 28%
2 Aluminium 21,51 125,7 58,06 91 31 31 32 1 0,2160 0,1089 0,215 49%
3 Besi 62,50 125,7 58,06 92 28 28 31 1 0,2160 0,1087 0,11 1%
4 Kuningan 67,06 125,7 58,06 91 34 34 35 1 0,2160 0,03681 0,092 60%


Rata-rata : 35%

6

B. Percobaan 2

IV. Analisis Data
Pada percobaan 1, dari data yang didapatkan, kita dapat mencari besarnya kalor
jenis material benda tertentu. Dari hasil pengamatan, kita dapat mencari
besarnya kalor jenis dengan mengacu dari rumus asas black, yaitu :


Berdasarkan rumus tersebut, dapat dicari besarnya kalor jenis untuk masing-
masing material. Lalu setelah mendapatkan nilai cmaterial, dicarilah besarnya
crelatif, yaitu besarnya perbandingan c hasil perhitungan dengan besarnya c
secara literatur atau nilai c yang sudah paten diakui oleh dunia internasional,
dengan rumus :

=
|

100%

Berdasarkan rumus diatas, didapatkan data sebagai berikut :
No.
Massa (gram) Suhu ( C )
Kalor Jenis ( kal /
gram C )
Les ( kal / gram )
Awal Akhir
Es
(mes)
Kalori
Meter
Air Es Air
Kalori
Meter
Akhir Air
Kalori
Meter
Es Hitung Literatur Relatif
1
152,30 173,50
21,20 58,06
94,24 -5 53 53 33 1 0,2160 0,5
53,41
80 33,24%
2
173,50 197,10
23,60 58,06
115,44 -5 31 31 18 1 0,2160 0,5
43,09
80 46,14%




Rata-rata : 39,69%

. (

) +

. (

. (

)


7







Besarnya c relatif untuk setiap materi, yaitu untuk tembaga sebesar 41 %,
alumunium sebesar 49% , besi sebesar 1% , dan kuningan sebesar 60%, dengan
rata-rata relatif sebesar 35%.

Pada percobaan 2, dari data yang kita dapatkan, kita dapat mencari besarnya
kalor lebur es dengan tetap mengacu pada asas black. Untuk mencari besarnya
kalor lebur es ( Les) dapat dicari menggunakan rumus berikut :

Dari rumus tersebut dapat kita cari besanya kalor lebur es untuk kedua
percobaan, lalu setelah itu, dapat dicari besarnya perbandingan hasil
perhitungan kalor lebur es dengan nilai kalor lebur es secara literatur. Besarnya
perbandingan dapat dicari menggunakan rumus :

=
|

100%

Dari rumus diatas, diperoleh data sebagai berikut :
Jenis Materi Literatur Relatif
Tembaga 0,05511 0,093 41%
Aluminium 0,10893 0,215 49%
Besi 0,10878 0,11 1%
Kuningan 0,03681 0,092 60%
Rata-rata:
38%

1
+

2
=

. (0

) +

. (

0) =

. (

. (

. (0

. (

0)

. (

. (0

. (

0)



8







Dari tabel diatas, diketahui besarnya kalor lebur es yang didapatkan adalah
sebesar 53,41 kalori/ gram dn 43,09 kalori/gram, sedangkan besarnya kalor
lebur es secara literatur adalah 80 kalori/gram. Ternyata besarnya kaor lebur es
relatif yang didapatkan adalah sebesaar 33,24% dan 46,14% dengan rata-rata
sebesar 39,69%.


Dari kedua hasil percobaan diatas, dapat disimpulkan bahwa ada kesalahan
yang terjadi selama proses percobaan, dikarenakan besarnya nilai relatif rata-
rata dari kedua percobaan yang didapatkan yaitu melebihi 10%. Adapun setelah
ditelurusi, ada beberapa kemungkinan kesalahan yang terjadi, yaitu :
- Kesalahan saat membaca angka pada termometer, misalnya
kesalahan posisi pada saat membaca
- Kesalahan pada saat menimbang massa benda menggunakan neraca
lengan o hauss.
- Kesalahan pada termometer, misalnya kurang baiknya kualitas
termometer, sehingga tidak akurat.
- Kesalahan pada saat menunggu air mendidih, mungkin suhunya
belum mencapai titik didih yang sebenarnya.
- Dan kesalahan-kesalahan lainnya yang tidak dapat ditelusuri.

V. Kesimpulan
Dari kedua percobaan diatas, ada beberapa kesimpulan yang dapat ditarik, yaitu:
1. Pada percobaan pertama, besarnya kalor jenis setiap benda berbeda-
beda, tergantung pada material penyusun benda tersebut. Besarnya
kalor jenis benda, dapat dicari menggunakan rumus yang diturunkan
dari asas black, yaitu :
No.
Les ( kal / gram )
Hitung Literatur Relatif
1 53,41
80 33,24%
2 43,09
80 46,14%
Rata-rata: 39,69%

9


2. Pada percobaan kedua, besarnya kalor yag diberikan kepada benda
tidak selalu menyebabkan terjadinya perubahan suhu, melainkan
hanya menyebabkan perubahan wujud benda. Besarnya kalor yang
dibutuhkan untuk mengubah wujud benda per gram disebut kalor
lebur ( L ). Untuk mencari besarnya kalor lebur es pada percobaan
2, dapat dicari menggunakan rumus turunan dari asas black, yaitu :

3. Ketidaksesuaian hasil penghitungan dengan hasil secara teori dapat
disebabkan oleh berbagai macam kesalahan yang terjadi selama
proses percobaan, baik kesalahan sistematis maupun kesalahan acak.


VI. Referensi
Modul Praktikum Lab Fisika Dasar Surya University

. (

) +

. (

. (

1
+

2
=

. (0

) +

. (

0) =

. (

. (

. (0

. (

0)

. (

. (0

. (

0)