Anda di halaman 1dari 13

PROGRAM GIZI

I . LATAR BELAKANG
Keberhasilan pembangunan suatu bangsa sangat tergantung kepada keberhasilan bangsa itu
sendiri dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, sehat, cerdas, dan produktif.
Betapapun kayanya sumber alam yang tersedia bagi suatu bangsa tanpa adanya sumber daya
manusia yang tangguh maka sulit diharapkan untuk berhasil membangun bangsa itu sendiri.
Mengukur tingkat pencapaian hasil pembangunan suatu negara, termasuk pembangunan bidang
kesehatan digunakan suatu indikator yang dikenal dengan Indeks Pembangunan Manusia
(Human Development Index). Indeks Pembangunan Manusia, ditentukan oleh beberapa indikator
yaitu, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.
Status gizi balita merupakan salah satu indikator yang menggambarkan tingkat
kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara penilaian status gizi pada Balita adalah dengan
antropometri yang diukur melalui indeks berat badan menurut umur (BB/U) atau berat badan
terhadap tinggi badan (BB/TB). Kategori yang digunakan adalah: gizi lebih (zscore >+ 2 SD);
gizi baik (z-score-2 SD sampai +2 SD); gizi kurang (z-score<-2 SD sampai -3 SD) dan gizi
buruk (z-score<-3 SD).
Perlu diketahui bahwa lebih dan separuh kematian bayi, balita dan ibu ini berkaitan
dengan buruknya status gizi. Pada usia balita juga membutuhkan gizi seimbang yaitu makanan
yang mengandung zat-zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh sesuai umur. Makanan seimbang pada
usia ini perlu diterapkan karena akan mempengaruhi kualitas pada usia dewasa sampai lanjut.
Gizi makanan sangat mempengaruhi pertumbuhan termasuk pertumbuhan sel otak
sehingga dapat tumbuh optimal dan cerdas, untuk ini perlu diperhatikan keseimbangan gizinya
sejak janin melalui makanan ibu hamil. Pemberian makanan balita sebaiknya beraneka ragam,
menggunakan makanan yang telah dikenalkan sejak bayi usia enam bulan yang telah diterima
oleh bayi, dan dikembangkan lagi dengan bahan makanan sesuai makanan keluarga.
Menurut ahli gizi dari IPB, Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, MS, standar acuan status gizi
balita adalah Berat Badan menurut Umur (Sejak tahun 1992 untuk mengukur keadaan gizi anak
balita digunakan standar WHO-NCHS untuk index berat badan menurut umur. Namun dari
beberapa studi/survei yang melakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan (BB/TB), pada
umumnya, pengukuran BB/TB menunjukkan keadaan gizi kurang yang lebih jelas, dan
sensitif/peka dibandingkan prevalensi berdasarkan pengukuran berat badan menurut umur seperti
hasil dari pengukuran prevalensi gizi kurang menurut BB/TB (wasting) sesudah tahun 1992
berkisar antara 10-14 %.
Data tahun 2007 memperlihatkan 4 juta balita Indonesia kekurangan gizi, 700 ribu
diantaranya mengalami gizi buruk. Sementara yang mendapat program makanan tambahan
hanya 39 ribu anak. Ditinjau dari tinggi badan, sebanyak 25,8 persen anak balita Indonesia
pendek (SKRT 2004). Ukuran tubuh yang pendek ini merupakan tanda kurang gizi yang
berkepanjangan. Lebih jauh, kekurangan gizi dapat mempengaruhi perkembangan otak anak.
Padahal, otak tumbuh selama masa balita. Fase cepat tumbuh otak berlangsung mulai dari janin
usia 30 minggu sampai bayi 18 bulan.
Berat badan menurut umur (BB/U), Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB), dan
Tinggi Badan menurut Umur (TB/U). Sementara klasifikasinya adalah normal, underweight
(kurus), dan gemuk. Untuk acuan yang menggunakan tinggi badan, bila kondisinya kurang baik
disebut stunted (pendek). Pedoman yang digunakan adalah standar berdasar tabel WHO-NCHS
(National Center for Health Statistics). Status gizi pada balita dapat diketahui dngan cara
mencocokkan umur anak (dalam bulan) dengan berat badan standar tabel WHO-NCHS, bila
berat badannya kurang, maka status gizinya kurang.
Di Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu), telah disediakan Kartu Menuju Sehat (KMS)
yang juga bisa digunakan untuk memprediksi status gizi anak berdasarkan kurva KMS.
Perhatikan dulu umur anak, kemudian plot berat badannya dalam kurva KMS. Bila masih dalam
batas garis hijau maka status gizi baik, bila di bawah garis merah, maka status gizi buruk.
Program gizi yang dilaksanakan oleh tim dokter FKUKI, bermanfaat bagi masyarakat
Cianjur khususnya di Kecamatan Cipanas, selain itu kegiatan ini juga memiliki tujuan bagi tim
dokter dari RS.FKUKI agar dapat menjadi motivator dan edukator. Tim dokter RS FKUKI juga
dapat menambah pengetahuan dan mendapat ketrampilan dalam upaya memperbaiki dan
meningkatkan keadaan gizi balita.




I I . TUJ UAN KEGI ATAN
Tujuan umum : meningkatkan status gizi masyarakat
Tujuan Khusus :
1. Meningkatkan pengetahuan ibu balita di... mengenai 10 Tanda Balita
Bergizi Baik, ASI Eksklusif dan Menu Pendamping ASI
2. Meningkatkan keterampilan kader Cipanas mengenai tanda Gizi
seimbang keluarga, 10 Tanda Balita Bergizi Baik dan Antropometri +
Kartu Menuju Sehat (KMS)
3. Memotivasi ibu balita dalam meningkatkan status gizi Balita.
4. Memotivasi untuk ke Posyandu agar mengetahui keadaan gizi Balita.
5. Meningkatkan pengetahuan serta keterampilan kader dan masyarakat
Cipanas dalam menyajikan makanan pendamping ASI pada balita dan
menu makanan seimbang Keluarga.

I I I . SASARAN
Langsung : Ibu dan balita
Intermediate/Continues : Kader, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK),
Petugas Posyandu, dll.

I V. STRATEGI
Melalui Program yg sudah jalan : Posyandu, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga
(PKK), Puskesmas


V. PROGRAM
Program:
I. Ceramah ilmiah populer mengenai Gizi seimbang keluarga
II. Ceramah ilmiah populer mengenai 10 tanda Balita bergizi baik
III. Ceramah ilmiah populer mengenai Antopometri + KMS + Pelatihan dan
Simulasi antopometri dan pengisian KMS
IV. Ceramah ilmiah populer mengenai ASI Eksklusif + Menu Pendamping ASI
V. Lomba Balita sehat Bergizi baik
VI. Program Demo menu makanan seimbang Keluarga
VII. Program Demo makanan pendamping ASI pada balita.
VIII. Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

Program I, II : Ceramah ilmiah populer
Sasaran : Kader Posyandu, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Kader
Puskesmas ( 100 orang )
Metode : Tatap muka, diskusi
Materi : Gizi seimbang keluarga dan 10 tanda Balita bergizi baik
SDM : Presentan, moderator, nara sumber, dll
Monev : Pre & Post test
Pertanyaan berhadiah
Waktu : 50 menit
Biaya : Terlampir

Program III : Ceramah Ilmiah Populer + Pelatihan & Simulasi Antopometri & Pengisian
Kartu Menuju Sehat (KMS)
Sasaran : Kader, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Petugas Posyandu
(100 Orang)
Metode : Pelatihan, Simulasi, & diskusi kasus
Materi :
- Pengukuran tinggi badan dengan menggunakan microtoise, giraffe,
dan pengukuran panjang badan.
- Pengukuran berat badan dengan menggunakan timbangan bayi,
timbangan biasa dan dacin
- Pengukuran lingkar lengan atas yang baik dan benar
- Cara pengisian KMS yang baik dan benar
- Penyajian 2 contoh kasus untuk diaplikasikan pada KMS
SDM : Tutor
Monev : Ujian Praktek, menilai keterampilan individu / kelompok
Waktu : 20 menit
Biaya : Terlampir

Program IV : Ceramah ilmiah populer
Sasaran : Ibu balita ( 50 orang )
Metode : Tatap muka, diskusi
Materi : 10 tanda Balita bergizi baik dan ASI Eksklusif + Menu Pendamping ASI
SDM : Presentan, moderator, nara sumber, dll
Monev : Pre & Post test
Pertanyaan berhadiah
Waktu : 45 menit
Biaya : Terlampir

Program VI : Lomba Balita sehat Bergizi baik
Sasaran : Balita kelompok umur:
1. 6 12 bulan
2.13 36 bulan wakil per Posyandu ( 6-9 Balita)
3. 37 60 bulan
Kriteria :
- Balita tidak sakit
- Memiliki KMS yang berkesinambungan tiap bulan dalam pengukuran berat badan
Cara menentukan Nominasi/Peserta
Format penilaian berisi antara lain :
Balita : a. 10 tanda gizi baik pada balita
1. Bertambah umur, bertambah berat badan dan tinggi badan
2. Otot padat
3. Rambut berkilau dan kuat
4. Kulit dan kuku bersih dan tidak pucat
5. Wajah ceria, mata bening, bibir segar
6. Gigi bersih dan gusi merah muda
7. Nafsu makan baik dan buang air besar teratur
8. Bergerak aktif dan berbicara lancar sesuai umur
9. Penuh perhatian dan bereaksi aktif
10. Tidur nyenyak
Score: Terdapat 8- 10 tanda gizi baik: 50
Terdapat 5-7 tanda gizi baik : 40
Terdapat 2-4 tanda gizi baik : 20
Kurang dari 2 tanda gizi baik : Gugur
b. Berat badan dan panjang badan (tabel terlampir)
c. Status imunisasi
1. BCG
2. DPT
3. POLIO
4. CAMPAK
5. HEPATITIS B
Score: Imunisasi lengkap dan tepat waktu : 50
Imunisasi lengkap dan tidak tepat waktu: 40
Imunisasi tidak lengkap : 30
Belum imunisasi : Gugur

Metoda pelaksanaan: pemeriksaan, penilaian antropometri, wawancara, observasi &
scoring
SDM : Koordinator + 2 org per pos
Monev : Juara I, II, III
Waktu : 50 menit
Biaya : terlampir

Program VII : Demo menu sehat keluarga
Sasaran : Ibu balita, Kader, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK)
Metoda : Tatap muka, Diskusi & Simulasi
Materi :
Menyiapkan dan menyajikan contoh makanan sehat bergizi seimbang pada
keluarga dari bahan makanan yang terdapat di Cipanas
Menghitung nilai zat gizi dan manfaat dari kandungan bahan makanan.
Menghitung kalori yang dibutuhkan untuk makanan bergizi seimbang
Bahan dasar makanan yang digunakan adalah bahan makanan mentah dan
yang sudah siap saji
SDM : Koordinator, tutor, narasumber, dll
Monev : Tanya Jawab
Waktu : 20 menit
Biaya : Terlampir

Program VIII & IX : Makanan Pendamping ASI pada Balita & Pemberian Makanan
Tambahan
Sasaran : Ibu Balita (50 Orang)
Metode : Simulasi
Materi : - Menyiapkan dan menyajikan contoh makanan pendamping Balita dari
bahan makanan yang terdapat di Cipanas
- Hitung nilai zat gizinya
- Menyajikan makanan tambahan pada balita
SDM : Koordinator, tutor, Narasumber, dll
Monev : Tanya Jawab
Waktu : 20 menit
VI . JADWAL KEGIATAN GIZI
Koordinator I : Desi Elisabeth Sitorus
Koordinator II : Ivanny Morita Sihotang
Susunan Acara AKM2 25 Oktober 28 Oktober 2010
Hari/Tangga
l
Jam Jenis Kegiatan Penanggung Jawab
Senin
25/10/ 2010
08.00-10.00 Opening Ceremony
Lokasi : Aula desa Cimacan
Acara :
- Kata Pembukaan MC
- Doa
- Lagu Indonesia Raya
+ Mars KLM
- Kata Sambutan
- Tari-tarian
- Paduan Suara

Penanggung Jawab umum : Anitha
MC : Anitha & Dicky
Doa : Andika
Kata Sambutan : Firmansye Ika
Penanggung Jawab tarian : Dorkas
Penanggung Jawab paduan suara : Caroline



10.30-13.00
Group 1
Gizi 1
Sasaran : kader posyandu,
PKK,kader puskesmas (50
orang)
Metode : tatap muka, diskusi
dan simulasi
Pre-Test
Ceramah Ilmiah Popular :
1. Gizi Seimbang
2. 10 Tanda Balita
Bergizi Baik
3. Antropometri + KMS
Diskusi
Demo menu gizi seimbang
Post-Test
Pertanyaan berhadiah
Pemberian souvenir
Penanggung Jawab : Desy
Doa : Ayu
Mc : Harifa
Moderator : Santi
Presentan 1: Desy
Presentan 2 : Cliff
Presentan 3 : Shita
Narasumber 1 : Monica
Narasumber 2 : Mona
Narasumber 3 : Irene
Penanggung jawab demo menu : Ika
Dokumentasi : Mirna
Lcder : Johanes
Pembagian & penilaian pre & postest :
Ayu&Olin
10.30 12.00 Gizi II
Sasaran : ibu balita (50 orang)
Metode : tatap muka, diskusi
dan simulasi
Pre-Test
Ceramah Ilmiah Popular :
1. 10 Tanda Balita
Bergizi Baik
2. Asi eksklusif + Menu
Pendamping ASI
Diskusi
Demo menu pendamping ASI
Post-Test
Pertanyaan berhadiah
Pemberian souvenir

Penanggung Jawab : Ivany
Doa : Bima
MC : Dorkas
Presentasi 1 : Ivany, Narasumber : Ambo
Presentasi 2 : Artati, Narasumber : Christian
Penanggung Jawab demo menu: Putri
Dokumentasi : Arya
Lcder : Dadali
Pembagian & penilaian pre & pottest :
Juli&Dicky
12.00-13.00 Lomba Balita Sehat ( Juara
I, II, III untuk 3 kelompok
usia)
Sasaran : Balita kelompok
umur
6 18 bulan
19 36 bulan
37 60 bulan
Jumlah : 50 Balita
Metode :
Pemeriksaan&penilaian
antropometri,wawancara,
observasi dan scoring,
Pemberian hadiah juara balita
bergizi baik,
Pemberian makanan
tambahan untuk balita,
Pemberian kenang-kenangan



Penanggung jawab lomba balita sehat :
Nova
Penanggung jawab makanan tambahan :
Priscilla dan Marina





Bahan yang dibutuhkan untuk Demo masak
Gizi seimbang Keluarga

Nasi yg sudah masak
Bawang merah, cabe dan bawang putih
Garam
Sayur segar ( bayam, kangkung, jagung )
Tempe, tahu, daging ayam/sapi, telur
Buah ( pisang, pepaya, jeruk dll)

Alat alat yang dibutuhkan ( Gizi 1) :
Kursi/tiket 120 Demo menu 1
LCD 2 Bingkisan 120
Kertas HVS 2 rim Toa 3
Meja + taplak 8 Kipas angin 2
Mic 5 Pointer 2
Speaker 4 Kabel roll 6
Flip chart 3 Emergency
lamp
4
Fotocopy Jakarta Stabilizer 3
Snack 120 P3K 5
Laptop 2 Keyboard -
Layar 2 Gitar 2
Notes 120 Panggung Sesuai tempat
Pulpen 120 Kertas daftar
hadir
10 lembar
Spidol papan 4
Penghapus papan 2
Papan tulis 1
Hadiah lomba 3

Acara untuk anak balita 19 36 bulan, 37 60 bulan
Jam Durasi Acara
60 menit Mewarnai + nyanyi




Bahan yang dibutuhkan
untuk Demo masak

Beras segenggam
1 buah Wortel
Potongan kecil Ayam/hati

Alat alat yang dibutuhkan ( Gizi 2 ) :
Kursi/tiket 120 Pensil warna
kayu
20
LCD 2 Bingkisan 120
Kertas daftar hadir 20 lembar Toa 3
Meja + taplak 8 Kertas
bergambar
50
Mic 5 Pointer 2
Speaker 4 Kabel roll 6
Flip chart 3 Emergency
lamp
4
Fotocopy Jakarta Stabilizer 3
Snack 120 P3K 5
Laptop 2 Keyboard -
Layar 2 Gitar 2
Notes 120 Kipas angin 2
Pulpen 120 Panggung Sesuai tempat
Spidol papan 4
Penghapus papan 2
Papan tulis 1
Makanan tambahan 50
Hadiah lomba 9
Demo menu 1







VI I . BI AYA KEGIATAN
1. Peralatan gizi
a. Timbangan
4 x @ Rp 200.000,- Rp. 800.000,-
b. Dachin
2 x @ Rp. 75.000,- Rp. 150.000,-
c. Microtoise Rp. 500.000,-
d. Pengukuran tinggi badan Jerapah
5 x @ Rp. 50.000,- Rp. 250.000,-
e. Pengukuran panjang badan + meteran
10 x @ Rp. 10.000,- Rp. 100.000,-

2. Pemberian Makanan Tambahan Rp. 5.000.000,-

3. Demo makanan
a. Bahan baku makanan Rp. 100.000,-
b. Fotokopi menu makanan
200 x @ Rp. 1.000,- Rp. 200.000,-

4. Peralatan lomba balita sehat
a. Formulir pendaftaran
100 x 1 lembar @ Rp. 150,- Rp. 15.000,-
b. Lembar penilaian
100 x 4 lembar @ Rp. 150,- Rp. 60.000,-
c. Flyer lomba
100 x 1 lembar @ Rp. 150,- Rp. 15.000,-
d. Alat tulis Rp. 15.000,-
e. Nomor peserta
100 x @ Rp. 1.000,- Rp. 100.000,-

5. Hadiah lomba balita sehat
3 kategori x Rp. 450.000,- Rp. 1.500.000,-
SubTotal Rp. 8.805.000,-
Susunan Keanggotaan Sie. Gizi
1. Koordinator umum : Desi Elisabeth Sitorus
2. Koordinator acara saat KLM :
Ceramah ilmiah pada kader gizi : Desi Elisabeth Sitorus
Ceramah ilmiah gizi pada masyarakat : Ivanny Morita Sihotang
Demo makanan sehat : Firmansye Ika Panggulu
Demo makanan pendamping ASI : Angelina Putri Yustikasari
Pemberian makanan tambahan : Priscilla Putri Harmany
Marina Mahardika Taher
Lomba 10 tanda Balita bergizi baik : Fitri Novalina Sihombing