Anda di halaman 1dari 19

Cast and Rectification

Transfemoral Prosthesis










Afia Halida Nadiaty P 27227011027
Heri Sutanto P 27227011037
Izzan Pranadwista P 27227011038
Okvita Hardaningrum P 27227011041
TRANS-FEMORAL MEASUREMENT




Yang harus diukur :
Panjang dari Perineus sampai ujung stump
Panjang dari Perineus sampai ujung tulang
Lingkar stump proksimal
Lingkar stump terbesar
Lingkar stump terkecil

TRANS-FEMORAL MEASUREMENT

UKUR JARAK DARI ISHIUM DAN TENDON DARI OTOT ADDUKTOR

UKUR PANJANG DARI PERINEUS SAMPAI UJUNG STUMP DAN UJUNG
TULANG FEMUR



CAST PREPARATION



Bahan dan alat yang dibutuhkan :
Blanko assesment
3-4 Plaster gip lebar 15 cm panjang 1,5m
Blanko ukur
Pencil air
Gunting gips
Pita pengukur
Stockinet untuk menutupi pelvis
Stockinet untuk stump
Vaseline
Air

Casting of the Trans-Femoral Stump

Pakaikan stockinet pada pelvis dan pada stump





Tandai pada trokanter mayor dan sepanjang
tulang paha


Tandai sepanjang tulang femur 5-7 cm horisontal sampai ujung stump






Ambil pengukuran melingkar :
1. Lingkar proksimal stump
2. Lingkar stump terbesar
3. Lingkar stump terkecil




Gambar disain socket pada stockinet



Posisikan stump adduksi 5-7 dan flexi 5


Balut tuberositas ishium, gluteal dan trokanter mayor.





Balut dengan Plaster Gip dari proksimal ke distal



Quadrilateral socket design:
1. Stump dalam posisi normal adduksi dan flexi
2. Tunggu hingga kering




Posisi tangan


Tangan kanan
o Ibu jari menekan scarpa triangle
o Keempat jari lainnya berada disisi medial menekan
otot tendon adduktor
Tangan kiri
o Ibu jari menekan trochantor mayor
o Empat jari lainnya berada di posisi posterior
menekan ischium dan diarahkan ke superior
menganngkat gluteus maksimus.

Cari garis tegak lurus dengan menggunakan trimline




Tandai sesuai alignment



Lepaskan negatif gips dari stump

Transfemoral Recitifation

Pertebal tanda yang sudah ada
Lapisi negatif dengan vaselin



Buat adonan dari powder gips dan dituangkan kenegatif gips yang sudah
ditanam didalam bak pasir

Tempatkan pipa besi lurus sesuai dengan garis progression


Setelah kering, lepas negative gip dari positip gip








RECTIFICATION, MEDIAL VIEW


pandangan superior


KETERANGAN :
1. LEBAR DARI PERBATASAN SUPERIOR = 18 mm
2. HORIZONTAL SUPERIOR BORDER
3. LEVEL WALL = 10 cm VERTICAL
4. BORDER AND WALL PARALLEL
5. BORDER AND WALL // LINE OF PROGRESSION
RECTIFICATION, POSTERIOR VIEW



PANDANGAN SUPERIOR

KETERANGAN :

1. WIDTH OF THE SUPERIOR BORDER = ~ 22 mm
2. SUPERIOR BORDER SHOULD BE HORIZONTAL IN TWO PLANES
3. SUPERIOR BORDER TO 90 WITH MEDIAL BORDER
4. LEVEL WALL = 10 cm
5. THE POSTERIOR WALL SHOULD BE 95-105 WITH THE MEDIAL WALL
RECTIFICATION, ANTERIOR VIEW





PANDANGAN SUPERIOR :


KETERANGAN :
1. HEIGHT OF THE SUPERIOR-MEDIAL BORDER = ~ 25 mm
2. BOTH SUPERIOR BORDER AND MEDIAL BORDER
DETERMINE AN ANGLE OF 90
3. HEIGHT OF THE SCARPAS TRIANGLE = ~ 10 mm
4. DEPTH OF THE SCARPAS TRIANGLE = 6 mm
RECTIFICATION, LATERAL WALL



PANDANGAN SUPERIOR :


KETERANGAN :
1. WIDTH OF THE SUPERIOR BORDER = ~ 10 mm
2. HEIGHT OF THE SUPERIOR BORDER = 6 - 8 cm
3. ADDUCTION WALL = 5 - 7

Penambahan 1-2 cm pada ujung stump



Pengurangan pada anterior



The Finished Model

Pandangan Anterior Pandangan Medial



Pandangan Lateral Pandangan Posterior