Anda di halaman 1dari 19

BABII

LANDASAN TEORI
11.1 Audit
11.1.1 Definisi Audit
Audit dapat diartikan sebagai suatu proses sistematika untuk memperoleh
dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan tentang kegiatan dan
kejadian ekonomi, dengan tujuan untuk menerapkan tingkat kesesuaian antara
pernyataan-pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta penyampaian
hasil-hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan. Sementara itu, Arens Elder and
Beasley (2006) memberikan definisi sebagai berikut :
"Auditing is the accumulation and evaluation of evidence about information to
determine and report on the degree of correspondence between the information and
established criteria. Auditing should be done by a competent, independent person".
Artinya, audit adalah suatu proses pengumpulan dan penilaian bukti - bukti
mengenai informasi untuk mengukur dan melaporkan tingkat kesesuaian antara
informasi yang dapat diukur dengan kriteria- kriteria yang telah ditetapkan. Audit harus
dilakukan oleh seseorang yang berkompeten dan independen.
Berdasarkan definisi tersebut, dapat ditarik kesimpulan baha audit adalah
suatu proses yang didalamnya mencakup :
!. "emeriksaan yang dilakukan oleh seseorang yang kompeten dan independen
#imana auditor yang bertugas dalam melakukan audit harus bebas dan tidak
tergantung serta dipengaruhi oleh pihak lain serta harus memiliki pengetahuan
yang memadai serta menggunakan seluruh kemampuannya dalam melakukan
audit.
$. %esatuan ekonomi
Auditor harus mengetahui dan menentukan kesatuan ekonomi serta menentukan
periode audit yang akan diperiksa. Apakah sebuah perusahaan, cv atau firma
dalam jangka aktu per tahun, per semester atau per kartal.
&. 'embandingkan informasi - informasi yang dapat diukur dengan kriteria -
kriteria yang telah ditetapkan
Auditor perlu memahami kriteria yang digunakan dalam proses audit sebagai
dasar dalam mengevaluasi informasi yang diperoleh untuk menentukan tingkat
kesesuaian antara criteria dan informasi yang telah diperolehnya.
(. 'engumpulkan dan mengevaluasi bukti- bukti
"roses mengumpulkan dan mengevaluasi bukti - bukti sangat penting karena
digunakan untuk mendukung basil opini auditor bersangkutan.
). "elaporan
'erupakan tahap akhir audit, dimana auditor memberikan opini serta
rekomendasi atas pemeriksaan yang telah dilakukannya.
11.1.2 Jenis- Jenis Audit
Ada & jenis audit menurut Boynton dan %ell *$++&, yaitu :
-. Audit .aporan %euangan (Financial Statement Audit)
"emeriksaan yang berkaitan dengan kegiatan memperoleh dan mengevaluasi
bukti tentang laporan-laporan entitas dengan maksud agar dapat memberikan
pendapat apakah laporan-laporan tersebut telah disajikan secara ajar sesuai
dengan kriteria yang telah ditetapkan, yaitu prinsip-prinsip akuntansi yang
berlaku umum.
$. Audit %epatuhan (Compliance Audit)
"emeriksaan yang berkaitan dengan kegiatan memperoleh dan memeriksa
bukti-bukti untuk menetapkan apakah kegiatan keuangan atau operasi suatu
entitas telah sesuai dengan persyaratan ketentuan, atau peraturan tertentu.
&. Audit /perasional !perational Audit)
"emeriksaan yang berkaitan dengan kegiatan memperoleh dan mengevaluasi
bukti-bukti tentang efisiensi dan efektivitas kegiatan operasi entitas dalam
hubungannya dengan pencapaian tujuan organisasi .
11.1.3 Jenis - Jenis Auditor
'enurut Boynton and 0ohnson *$++1,, pelaksana audit dapat dibagi menjadi:
-. Auditor Ekstemal ("#sternal Auditor)
2aitu auditor yang melaksanakan fungsi pemeriksaan terhadap keuangan
perusahaan publik dan perusahaan besar lainnya. Biasanya merupakan anggota
dari %A" tertentu.
$. Auditor -nternal ($nternal Auditor)
2aitu auditor yang bekerja disuatu perusahaan untuk melakukan fungsi auditing
bagi kepentingan manajemen.
&. Auditor "emerintah (%overnment Auditor)
2aitu auditor yang bekerja pada badan pemerintah seperti perusahaan negara,
bank pemerintah dan lembaga pemerintahan lainnya. Auditor pemerintah
bertugas menerima laporan keuangan dari berbagai badan pemerintah,
memberikan pengaasan terhadap kekayaan atau keuangan negara, serta
melakukan evaluasi atas efektivitas dan efisiensi operasi berbagai program
pemerintah.
3amun, Arens & .oebbecke *$+++, menambahkan satu -agi jenis auditor,
yaitu:
(. Auditor "ajak (&a' Auditor)
2aitu auditor yang bekerja pada suatu instansi perpajakan pemerintah yang
bertugas melaksanakan fungsi auditing dalam bidang pajak untuk menilai
apakah ajib pajak telah memenuhi ketentuan perundang - undangan
11.2 Audit Manajeen
11.2.1 Definisi Audit Manajeen
'enumt American $nstitute ofCerified (ublic Accountant (A)C(A)
4 *anagement audit is a systematic review of an organi+ation,s activities or of a
stipulated segment of them, in relation to specified ob-ectives for he purpose of assessing
performance, identif.ing opportunities for improvement and developing
recommendations for improvement or further action".
Artinya, audit manajemen adalah suatu penelaahan yang sistematis terhadap
aktivitas suatu organisasi, atau segmen te!ientu daripadanya, dalam hubungannya
dengan tujuan tertentu, dengan maksud untuk menilai kegiatan, mengidentifikasikan
berbagai kesempatan untuk perbaikan dan mengembangkan rekomendasi bagi perbaikan
atau tindakan lebih lanjut.
Audit manajemen menekankan evaluasi terhadap &E, yaitu ekonomis, efisien dan
efektifitas. Audit manajemen dirancang secm5a sistematis untuk mengaudit aktifitas,
program - program yang diselenggarakan, atau sebagian dari entitas yang bisa diaudit
untuk menilai dan melaporkan apakah sumber daya dan dana telah digunakan secara
efisien, serta apakah tujuan dari program dan aktifitas yang telah direncanakan dapat
tercapai dan tidak melanggar ketentuan aturan dan kebijakan yang telah ditetapkan
pemsahaan.
Audit manajemen seringkali digunakan bergantian dengan istilah !perational
Auditing, (erformance Auditing, (rogram /esults Auditing dan *anagement /eview.
3amun, 'enurut Sondang Siagian *!666, ada perbedaan antara audit operasional dan
audit manajemen, dimana yang menjadi sorotan audit operasional adalah baik tidaknya
bentuk pengendalian yang diterapkan pada berbagai transaksi yang terjadi. Berbeda
halnya dengan audit manajemen yang lingkupnya lebih kompleks dan lebih luas yakni
penilaian ekonomis, efisisensi dan efektifitas.
11.2.2 Tujuan dan Manfaat Audit Manajeen
Audit manajemen bertujuan untuk mengidentifikasikan kegiatan, program, dan
aktivitas yang masih memerlukan perbaikan, sehingga dengan rekomendasi yang
diberikan nantinya dapat dicapai perbaikan atas pengelolaan berbagai program dan
aktivitas pada perusahaan tersebut. Ada tiga elemen pokok didalam tujuan audit
manajemen yaitu :
0. %riteria (criteria)
%riteria merupakan standar *pedoman, norma, bagi setiap individu atau
kelompok di dalam perusahaan dalam melakukan aktivitasnya.
$. "enyebab (cause)
"enyebab merupakan tindakan *aktivitas, yang dilakukan oleh setiap individu
atau kelompok di dalam perusahaan.
&. Akibat (effect)
Akibat merupakan perbandingan antara penyebab dengan 7criteria yang
berhubungan dengan penyebab tersebut.
'anfaat audit manajemen antara 0ain adalah :
!. 'eningkatkan pendapatan.
$. 'engurangi beban atau biaya, sehingga menghasilkan penghematan keuangan.
&. 'eningkatkan efisiensi operasi.
(. 'emperkuat atau meningkatkan manajemen dan administrasi atau proses
organisasional.
). 'eningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan.
1. "encapaian tujuan organisasi secara lebih cost1effective.
8. 'enciptakan kesadaran akan kebutuhan akuntabilitas dan transparansi dalam
penggunaan sumber daya.
11.2.3 Ruan! Lin!"u# dan Sasaran Audit Manajeen
9uang lingkup audit manajemen meliputi seluruh aspek kegiatan manajemen.
9uang lingkup ini dapat berupa seluruh kegiatan atau hanya dapat mencakup bagian
tertentu dari program atau aktivitas yang dilakukan.
Sedangkan yang menjadi sasaran dalam audit manajemen adalah kegiatan,
aktivitas, program dan bidang - bidang lain dalam perusahaan yang diketahui atau
diidentifikasikan masih memerlukan perbaikan atau peningkatan.
11.2.$ Jenis- Jenis Audit Manajeen
0enis- jenis audit manajemen adalah sebagai berikut:
!. Audit 'anajemen :ungsional (Functional *anagement Audit)
2aitu audit yang dilakukan atas aktivitas tertentu yang ada di dalam
perusahaan. Audit ini berhubungan dengan satuan atau fungsi yang lebih
banyak dalam suatu organisasi sehingga memungkinkan adanya spesialisasi
oleh auditor.
$. Audit 'anajemen /perasional (!rgani+ational *anagement Audit)
2aitu audit yang dilaksanakan pada unit organisasi secara keseluruhan seperti
departemen dan cabang dari suatu perusahaan untuk menilai apakah fungsi
yang dijalankan didalamnya sudah berjalan dengan ekonomis, efektif dan
efisien.
&. Audit 'anajemen "enugasan %husus (Special Assignment *anagement Audit)
Audit penugasan khusus biasanya dilakukan atas permintaan pihak manajemen
untuk mengevaluasi fungsi tertentu, biasanya merupakan audit kecurangan.
11.3 Siste Manajeen %ese&aatan dan %ese'atan %erja (SM%3)
11.3.1 Teori Doino
;einrich *!6&!, dalam risetnya menemukan sebuah teori yang dinamaoinya
TEORI DOMINO. <eori tersebut menyebutkan baha pada setiap kecelakaao yang
menimbulkan cidera, terdapat lima faktor secara berurutan yaog digambarkan sebagai
lima domino yang berdiri sejajar yaitu
kebiasaan, kesalahan seseoraog, perbuatan dao
kondisi tak amao (ha+ard), kecelakaao serta
cidera. ;einrich mengemukakao, untuk
mencegah terjadinya kecelakaao, kuncinya adalah dengao memutuskan raogkaian sebab
akibat. 'isalnya, dengao membuaog ha+ard, satu domino diaotaraoya.
Birds *!618, memodifikasi teori domino ;einrich dengan mengemukakan teori
maoajemen yaog berisikao lima faktor dalam urutan suatu kecelakaao yaitu maoajemen,
sumber penyebab dasar, gejala, kontak dan kerugian. #alam teorinya, Birds
mengemukakan baha suatu usaha pencegahan kecelakaan kerja haoya dapat berhasil
dengao mulai memperbaiki manajemen keselamatan dao staodar atau unsafe conditions
merupakan penyebab !angsung suatu kecelakaao, dao penyebab utama dari kesalahao
manajemen. #alam penelitiannya, Birds mengemukakao baha setiap satu kecelakaao
berat diserta oleh !+ kejadian kecelakaan ringan, &+ kecelakaan yang menimbulkao
kerusakan harta benda dao 1++ kejadian - kejadian hampir celaka. Biaya yaog
dikeluarkan perusahaao akibat kecelakaan kerja dengao membandingkao biaya laogsung
dan biaya tidak langsung adalah !:)-)+, dan digambarkan sebagai gunung es.
*1

Biaya Pengobatan
Biaya kecelakaan dan asuransi

Biaya kompensasi
Kerusakan property dan biaya

Kerusakan Bangunan
lainnya yang tidak terasuransi
*+-+,

Kerusakan Peralatan

Kerusakan Produk atau Meterial



dll
11.3.2 Definisi Siste Manajeen %ese&aatan dan %ese'atan %erja
Berdasarkan teori diatas serta untuk mengatasi persaingan yang semakin sengit
di dalam dunia industri, isu mengenai Sistem 'anajemen %eselamatan dan %esehatan
%erja mulai diangkat. Sistem 'anajemen %eselamatan dan %esehatan %erja tidak hanya
semata-mata membahas perlindungan terhadap pekerja dan perusahaan namun juga
mengangkat isu ;ak Asasi 'anusia khususnya peke!ja dalam dunia industri. Berbagai
Sistem 'anajemen %eselamatan dan %esehatan %erja diterbitkan oleh badan sertifikasi
dunia seperti Occupational Health and Safety Management Systems (O-SAS 1.,,1)
pada tahun !666.
#i -ndonesia sendiri, pemerintah menerbitkan /erena"er ,+0MEN01112
mengenai Sistem 'anajemen %eselamatan dan %esehatan %erja sebagai partisipasinya
dalam meningkatkan kepedulian perusahaan akan tenaga kerjanya. "E'E3A%E9 3o
)='E3=!661 menyatakan:
"Sistem *ana-emen 2eselamatan dan 2esehatan 2er-a adalah bagian dari sistem
tanggung -awab, pela#sanaan, prosedur, proses dan sumber daya yang dibutuh#an bagi
pengembangan penerapan, pencapaian, peng#a-ian dan pemeliharaan #ebi-a#an
#eselamatan dan #esehatan #er-a dalam rang#a pengendalian resi#o yang ber#aitan
dengan #egiatan #er-a guna terciptanya tempat #er-a yang aman, efisien dan produ#tif."
'enurut "ermenaker +)='en=!661, terdapat !11 kriteria yang dibagi dalam !$
elemen yang akan dinilai dalam penilaian kinerja S'%& yaitu:
-. "embangunan dan "emeliharaan %omitmen
$. Strategi "endokumentasian
&. "eninjauan >lang #esain dan %ontrak
(. "engendalian #okumen
). "embelian
1. %eamanan Bekerja Berdasarkan S'%&
8. Standar "emantauan
?. "elaporan dan "erbaikan
6. "engelolaan 'aterial dan "erpindahannya
!+. "engumpulan dan "engolahan #ata
--. Audit S'%&
!$. "engembangan %eterampilan dan %emampuan
Selain "ermenaker +)='en=!661, terdapat beberapa "eraturan "erundangan lain
yang terkait masalah %& di tempat kerja, antara lain :
a. >ndang- >ndang 3o ! <ahun !68+ tentang 4%eselamatan %erja4
b. "eraturan 'enteri <enaga %erja dan <ransmigrasi 3o "E9.!)='E33--=$++?
c. "ermenaker +$='E3=!6?+ tentang 4"emeriksaan %esehatan <enaga %erja
dalam "enyelenggaraan %eselamatan %e!ja4
11.3.3 Tujuan dan Manfaat SM%3
'enurut >> 3o - <ahun !68+ tentang %eselamatan dan %esehatan %erja,
tujuan Sistem 'anajemen %eselamatan dan %esehatan %erja dibagi $ yaitu:
I. <ujuan umum
a. 'elindungi tenaga kerja di tempat kerja agar selalu terjamin keselamatan dan
kesehatannya sehingga diujudkan peningkatan produksi dan produktivitas
kerja.
b. 'elindungi setiap orang lain yang berada di ternpat kerja yang selalu dalam
keadaan selamat dan sehat.
c. 'elindungi bahan dan peralatan produksi agar dapat digunakan secara aman
dan efisien.
$. <ujuan khusus
a. 'encegah atau mengurangi kecelakaan kerja, kebaikan, peledakan dan penyakit
akibat kerja.
b. 'enciptakan mesin, instalasi, pesaat, alat bahan dan hasil produksi.
c. 'enciptakan lingkungan kerja dan tempat kerja yang nyaman, aman, sehat dan
penyesuaian antara pekerjaan dengan manusia dan sebaliknya.
'anfaat yang dapat diperoleh dari penerapan Sistem %eselamatan dan
%esehatan %erja adalah :
-. "erlindungan %aryaan
$. 'emperlihatkan kepatuhan terhadap >ndang- >ndang
&. 'engurangi Biaya
(. 'embuat Sistem 'anajemen yang efektif
). 'eningkatkan kepercayaan dan kepuasan pelanggan.
11.3.$ Definisi Audit %ese&aatan dan %ese'atan %erja
'enumt #ean %eselamatan dan %esehatan %erja 3asional (1993):
"Audit 2eselamatan dan 2esehatan 2er-a adalah suatu sistem pengu-ian
terhadap #egiatan operasi yang dila#u#an secara #ritis dan sistematis untu#
menentu#an #elemahan unsur sistem (manusia, sarana, ling#ungan #er-a dan perang#at
luna#) sehingga dapat dila#u#an lang#ah perbai#an sebelum timbul #ecela#aan atau
#erugian".
#i -ndonesia, audit terhadap Sistem 'anajemen %eselamatan dan %esehatan
%erja dapat dilakukan berdasarkan /erena"er ,+0MEN01112 berupa penilaian kinerja
pemsahaan terhadap Sistem 'anajemen %eselamatan dan %esehatan %erja yang dapat
digunakan sebagai Audit Chec#list. Audit Sistem 'anajemen %eselamatan dan
%esehatan %erja hanya dapat dilakukan oleh Su3ofindo sebagai badan audit Sistem
"enerapan "ermenaker +)='E3=!661 dibagi menjadi & tingkatan yaitu :
!. "erusahaan kecil atau perusahaan dengan tingkat resiko rendah harus
menerapkan sebanyak 1( kriteria.
$. "erusahaan sedang atau perusahaan dengan tingkat resiko menengah harus
menerapkan sebanyak !$$ kriteria.
&. "erusahaan besar atau perusahaan dengan tingkat resiko tinggi harus
menerapkan sebanyak !11 kriteria.
%eberhasilan penerapan "ermenaker +)='E3=!661 diukur sebagai berikut :
-. >ntuk pencapaian penerapan + - )6@ dan pelanggaran "eraturan "erundangan
dikenai tindakan hukum.
$. >ntuk pencapaian penerapan 1+- ?(@ diberi sertifikat dan bendera perak.
&. >ntuk pencapaian penerapan ?)- !++@ diberi sertifikat dan bendera emas.
11.3.+ Tujuan Audit %3
<ujuan dilaksanakannya audit atas Sistem 'anajemen %eselamatan dan
%esehatan %erja yaitu :
-. >ntuk menilai potensi bahaya, gangguan kesehatan dan keselamatan
$. 'emastikan dan menilai pengelolaan %eselamatan dan %esehatan %erja telah
dilaksanakan sesuai ketentuan
&. 'enentukan langkah untuk mengendalikan bahaya potensial serta
pengembangan mutu
(. "erbaikan dan pencegahan didasarkan atas hasil temuan dari audit, identifikasi,
penilaian risiko direkomendasikan kepada manajemen puncak.
). 'enjamin kesesuaian dan keefektifan dalam pencapaian kebijakan dan tujuan
11.3.2 Ta'a# - Ta'a# Audit Siste %ese&aatan dan %ese'atan %erja
<ahap - tahap dalam dilaksanakannya audit atas Sistem %eselamatan dan
%esehatan %erja adalah sebagai berikut :
I. "erencanaan
Sebelum melakukan audit, auditor perlu melakukan perencanaan mendalam
atas objek yang akan diaudit. Auditor perlu mengetahui latar belakang
perusahaan yang mencakup informasi seperti sejarah singkat perusahaan,
struktur organisasi perusahaan, kegiatan operasional perusahaan, kebijakan
%eselamatan dan %esehatan %erja se!ta data audit sebelumnya. Setelah itu
auditor menetapkan standar yang diperlukan dalam proses audit yang akan
dilakukan seperti aktu dilaksanakannya audit, metode penelitian serta standar
yang akan digunakan.
$. 'engumpulkan informasi sebagai bukti audit
<ahap ini merupakan tahap paling mendasar dalam proses audit %eselamatan
dan %esehatan %erja yang didalamnya auditor melakukan pengumpulan
informasi sesuai dengan metode penelitian yang telah direncanakan dalam
tahap sebelumnya.
&. Evaluasi dan analisa bukti audit
#alam tahap ini, evaluasi dilakukan untuk memeriksa apakah kegiatan
%eselamatan dan %esehatan %erja perusahaan telah dilakukan secara efekfif,
ekonomis dan efisien. Sedangkan proses analisa bertujuan untuk
menginterpretasi beberapa informasi yang telah diperoleh. #alam audit Sistem
%eselamatan dan %esehatan %e!ja di -ndonesia digunakan analisa ketaatan
perusahaan dengan peraturan yang berlaku.
(. Aerifikasi lnformasi
Aerifikasi informasi dilakukan oleh auditor untuk memeriksa kembali temuan
temuan yang diperoleh selama proses audit apabila auditor belum merasa yakin
dengan temuan tersebut. Aerifikasi dapat dilakukan melalui pertemuan singkat
dengan pihak perusahaan untuk membahas hasil audit.
). "elaporan
Auditor perlu membuat laporan audit yang di dalamnya berisikan hasil evaluasi
dan analisa atas audit %eselamatan dan %esehatan %erja perusahaan. #alam
laporan audit, auditor membahas masalah-masalah yang terjadi dalam
penerapan Sistem %eselamatan dan %esehatan %erja perusahaan serta
rekomendasi perbaikan yang diperlukan. .aporan audit ini akan diserahkan