Anda di halaman 1dari 13

1

KATA PENGATAR

Puji syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan rahmat dan hidayah-
Nya Penulis dapat menyelesaikan makalah Fisika Lingkungan dengan judul Radiasi Ionizing
& Non-ionizing dengan lancar.
Tak lupa penulis juga berterima kasih kepada dosen Fisika Lingkungan, yaitu Bu
Darti, M.Kes yang telah membimbing dalam penyusunan makalah ini secara tidak langsung.
Seperti kata pepatah Tak ada gading yang tak retak, begitu juga dengan makalah
ini. Untuk itu mohon kritik dan sarannya dari berbagai pihak yang membaca makalah ini.
Terima kasih.











Jember, 22 Oktober 2014


Penulis

2

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Radiasi dalam istilah fisika, pada dasarnya adalah suatu cara perambatan energi
dari sumber energi ke lingkungannya tanpa membutuhkan medium, misalnya perambatan
panas, perambatan cahaya, dan perambatan gelombang radio. Dikenal dua jenis radiasi,
yaitu radiasi pengion (ionizing radiation) dan radiasi nonpengion (non-ionizing radiation).
Radiasi adalah pancaran energi melalui suatu materi atau ruang dalam bentuk panas,
partikel atau gelombang elektromagnetik/cahaya (foton) dari sumber radiasi. Ada beberapa
sumber radiasi yang kita kenal di sekitar kehidupan kita, contohnya adalah televisi, lampu
penerangan, alat pemanas makanan (microwave oven), komputer, dan lain-lain.Radiasi dalam
bentuk gelombang elektromagnetik atau disebut juga dengan foton adalah jenis radiasi yang
tidak mempunyai massa dan muatan listrik. Misalnya adalah gamma dan sinar-X, dan juga
termasuk radiasi tampak seperti sinar lampu, sinar matahari, gelombang microwave, radar
dan handphone.
Radiasi pengion adalah radiasi yang apabila menumbuk atau menabrak sesuatu, akan
muncul partikel bermuatan listrik yang disebut ion. Peristiwa terjadinya ion ini disebut
ionisasi. Ion ini kemudian akan menimbulkan efek atau pengaruh pada bahan, termasuk
benda hidup. Radiasi pengion disebut juga radiasi atom atau radiasi nuklir. Yang termasuk ke
dalam radiasi pengion adalah sinar-X, sinar gamma, sinar kosmik, serta partikel beta, alfa dan
neutron.

1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Bagaimana karakteristik & jenis radiasi ionizing ?
1.2.2 Apa saja sumber radiasi ionizing ?
1.2.3 Bagaimana dampak kesehatan & lingkungan oleh radiasi ionizing ?
1.2.4 Bagaimana pemanfaatan radiasi ionizing dalam perkembangan teknologi ?
1.2.5 Bagaimana karakteristik & jenis radiasi non-ionizing ?
1.2.6 Apa saja sumber radiasi non-ionizing ?
1.2.7 Bagaimana dampak kesehatan & lingkungan oleh radiasi non-ionizing ?
1.2.8 Bagaimana pemanfaatan radiasi ionizing dalam perkembangan teknologi ?


3

1.3 Tujuan
1.3.1 Mengetahui karakteristik & jenis radiasi ionizing
1.3.2 Mengetahui sumber radiasi ionizing
1.3.3 Mengetahui dampak kesehatan & lingkungan oleh radiasi ionizing
1.3.4 Mengetahui pemanfaatan radiasi ionizing dalam perkembangan teknologi
1.3.5 Mengetahui karakteristik & jenis radiasi non-ionizing
1.3.6 Mengetahui sumber radiasi non-ionizing
1.3.7 Mengetahui dampak kesehatan & lingkungan oleh radiasi non-ionizing
1.3.8 Mengetahui pemanfaatan radiasi non-ionizing dalam perkembangan teknologi
4

BAB II
PEMBAHASAN


1. Karakteristik & Jenis Radiasi Ionizing
Radiasi elektromagnetik atau partikulat dengan energi yang cukup untuk
menghasilkan ion saat berinteraksi dengan atom-atom dan molekul.
Jenis ion :
1.proton
2.neutron
3.elektron
4.sinar (alpha)
5.sinar (betha)
6.sinar (gamma)
7.sinar x



Karakteristik radiasi ion :
1. Sinar
Bermuatan positif 2, terdiri atas 2 proton & 2 neutron dan berinti helium kecepatannya
kecepatan cahaya efektif memproduksi pasangan ion (di udara memproduksi 30.000-
100.000 pasangan ion) radiasi dari luar tubuh tidak bisa menembus kulit, tapi bila emisinya
masuk dalam tubuh & memproduksi banyak pasangan ion dapat menyebabkan kerusakan
lokal di kulit



5

2. sinar
Bermuatan negatif 1 kecepatannya mencapai kecepatan cahaya di udara memproduksi
200 ion radiasi yang diakibatkan dapat menembus beberapa cm dari jaringan otot

3. sinar X dan sinar
Merupakan energi murni, tdk mempunyai massa maupun muatan energi emisinya
diukur dengan frekuensi atau panjang gelombang, energi terbesar terkumpul dengan
frekuensi tertinggi(panjang gelombang terpendek) mempunyai daya penetrasi sinar
energinya lebih tinggi daripada sinar X sinar x terbentuk dari energi listrik yang sangat tinggi
yang dipancarkan diantara katoda dan anoda dalam sebuah tabung hampa, berkas elektron
yang dipancarkan dari katoda ke anoda disebut sinar x

4. Neutron
Diemisi dari beberapa energi mempunyai daya penetrasi tidak dapat memproduksi
pasangan ion di udara atau di jaringan karena tidak bermuatan. efek ionisasinya disebut
secondary emmisions

Besaran dan Satuan Radiasi
Satuan radiasi ada beberapa macam. Satuan radiasi ini tergantung pada kriteria
penggunaannya, yaitu :
a. Satuan untuk paparan radiasi
Paparan radiasi dinyatakan dengan satuan Rontgen, atau sering disingkat dengan R
saja, adalah suatu satuan yang menunjukkan besarnya intensitas sinar-X atau sinar gamma
yang dapat menghasilkan ionisasi di udara dalam jumlah tertentu. Satuan Rontgen
penggunaannya terbatas untuk mengetahui besarnya paparan radiasi sinar-X atau sinar
Gamma di udara. Satuan Rontgen belum bisa digunakan untuk mengetahui besarnya paparan
yang diterima oleh suatu medium, khususnya oleh jaringan kulit manusia.

b. Satuan dosis absorbsi medium.
Radiasi pengion yang mengenai medium akan menyerahkan energinya kepada
medium. Dalam hal ini medium menyerap radiasi. Untuk mengetahui banyaknya radiasi yang
terserap oleh suatu medium digunakan satuan dosis radiasi terserap atau Radiation Absorbed
Dose yang disingkat Rad. Jadi dosis absorbsi merupakan ukuran banyaknya energi yang
diberikan oleh radiasi pengion kepada medium. Dalam satuan SI, satuan dosis radiasi serap
disebut dengan Gray yang disingkat Gy. Dalam hal ini 1 Gy sama dengan energi yang
diberikan kepada medium sebesar 1 Joule/kg. Dengan demikian maka :

1 Gy = 100 Rad
Sedangkan hubungan antara Rontgen dengan Gray adalah :
1 R = 0,00869 Gy
6


c. Satuan dosis ekuivalen
Satuan untuk dosis ekuivalen lebih banyak digunakan berkaitan dengan pengaruh
radiasi terhadap tubuh manusia atau sistem biologis lainnya. Dosis ekuivalen ini semula
berasal dari pengertian Rontgen equivalen of man atau disingkat dengan Rem yang kemudian
menjadi nama satuan untuk dosis ekuivalen. Hubungan antara dosis ekuivalen dengan dosis
absobrsi dan quality faktor adalah sebagai berikut :
Dosis ekuivalen (Rem) = Dosis serap (Rad) X Q
Sedangkan dalam satuan SI, dosis ekuivalen mempunyai satuan Sievert yang
disingkat dengan Sv. Hubungan antara Sievert dengan Gray dan Quality adalah sebagai
berikut :
Dosis ekuivalen (Sv) = Dosis serap (Gy) X Q
Berdasarkan perhitungan
1 Gy = 100 Rad, maka 1 Sv = 100 Rem.
4. Dosis Maximum Radiasi

United States Nuclear Regulatory Commision (NRC) adalah salah satu sumber
informasi resmi yang dijadikan standar di beberapa Negara untuk penetapan garis pedoman
pada proteksi radiasi. NRC telah menyatakan bahwa dosis individu terpapar radiasi maksimal
adalah 0.05 Sv atau 5 rem/tahun. Walaupun NRC adalah badan resmi yang berkenaan dengan
batas pencahayaan ionisasi radiasi, namun ada kelompok lain yang juga merekomendasikan
hal serupa. Salah satu kelompok tersebut adalah National Council on Radiation Protection
(NCRP), yang merupakan kelompok ilmuwan pemerintah yang rutin mengadakan pertemuan
untuk membahas riset radiasi terbaru dan mengupdate rekomendasi mengenai keamanan
radiasi.
Menurut NCRP, tujuan dari proteksi radiasi adalah :
a. Untuk mencegah radiasi klinis yang penting, dengan mengikuti batas dosis
minimum
b. Membatasi resiko terhadap kanker dan efek kelainan turunan pada masyarakat.
Dosis maksimum yang diijinkan adalah jumlah maksimum penyerapan radiasi yang sampai
pada seluruh tubuh individu, atau sebagai dosis spesifik pada organ tertentu yang masih
dipertimbangkan aman. Aman dalam hal ini berarti tidak adanya bukti bahwa individu
mendapatkan dosis maksimal yang telah ditetapkan, dimana cepat atau lambat efek radiasi
tersebut dapat membahayakan tubuh secara keseluruhan atau bagian tertentu. Rekomendasi
untuk batas atas paparan telah dibentuk pula oleh NCRP sebagai panduan didalam pekerjaan
yang berkaitan dengan radiasi. Rekomendasi NRCP meliputi:
a. Individu/operator tidak diizinkan bekerja dengan radiasi sebelum umur 18 tahun.
b. Dosis yang efektif pada tiap orang pertahun mestinya tidak melebihi 50 mSv (5
rem).
c. Untuk khalayak ramai, ekspose radiasi (tidak termasuk dari penggunaan medis)
mestinya tidak melebihi 1 mSv ( 0,1 rem) per tahun.
d. Untuk pekerja yang hamil, batasan ekspose janin atau embrio mestinya tidak
melebihi 0,5 mSv (0,05 rem). Dengan demikian untuk pekerja wanita yang sedang
hamil tidak lagi direkomendasikan bekerja sampai kehamilannya selesai.
7



2. Sumber Radiasi Ionizing
Berdasarkan asalnya sumber radiasi pengion dapat dibedakan menjadi dua yaitu
sumber radiasi alam yang sudah ada di alam ini sejak terbentuknya, dan sumber radiasi
buatan yang sengaja dibuat oleh manusia untuk berbagai tujuan.
Sumber Radiasi Alam
a. Sumber radiasi kosmis
Radiasi kosmis berasal dari angkasa luar, sebagian berasal dari ruang antar bintang
dan matahari. Radiasi ini terdiri dari partikel dan sinar yang berenergi tinggi dan berinteraksi
dengan inti atom stabil di atmosfir membentuk inti radioaktif seperti Carbon -14, Helium-3,
Natrium -22, dan Be-7.
b. Sumber radiasi terestrial
Radiasi terestrial secara natural dipancarkan oleh radionuklida di dalam kerak bumi.
Radiasi ini dipancarkan oleh radionuklida yang disebut primordial yang ada sejak
terbentuknya bumi. Radionuklida yang ada dalam kerak bumi terutama adalah deret
Uranium, yaitu peluruhan berantai mulai dari Uranium-238, Plumbum-206, deret Actinium
(U-235, Pb-207) dan deret Thorium (Th-232, Pb-208).
c. Sumber radiasi internal yang berasal dari dalam tubuh sendiri
Sumber radiasi ini ada di dalam tubuh manusia sejak dilahirkan, dan bisa juga masuk
ke dalam tubuh melalui makanan, minuman, pernafasan, atau luka. Radiasi internal ini
terutama diterima dari radionuklida C-14, H-3, K-40, Radon, dll.
Sumber Radiasi Buatan
Sumber radiasi buatan telah diproduksi sejak abad ke 20, dengan ditemuk-annya
sinar-X oleh WC Rontgen. Saat ini sudah banyak sekali jenis dari sumber radiasi buatan baik
yang berupa zat radioaktif dan sumber pembangkit radiasi (pesawat sinar-X dan akselerator).
Radioaktif dapat dibuat oleh manusia berdasarkan reaksi inti antara nuklida yang tidak
radioaktif dengan neutron atau biasa disebut sebagai reaksi fisi di dalam reactor atom.
Radionuklida buatan ini bisa memancarkan radiasi alpha, beta, gamma dan neutron.
Sumber pembangkit radiasi yang lazim dipakai yakni pesawat sinar-X dan akselerator.
Proses terbentuknya sinar-X adalah sebagai akibat adanya arus listrik pada filamen yang
dapat menghasilkan awan elektron di dalam tabung hampa. Sinar-X akan terbentuk ketika
berkas elektron ditumbukan pada bahan target.

3. Dampak Kesehatan & Lingkungan oleh Radiasi Ionizing
Radiasi pengion adalah radiasi radiasi yang mampu menimbulkan ionisasi pada suatu
bahan yang dilalui. Ionisasi tersebut diakibatkan adanya penyerapan tenaga radiasi pengion
oleh bahan yang terkena radiasi. Dengan demikian banyaknya jumlah ionisasi tergantung dari
jumlah tenaga radiasi yang diserap oleh bahan. Sel dalam tubuh manusia terdiri dari sel
genetic dan sel somatik. Sel genetik adalah sel telur pada perempuan dan sel sperma pada
laki-laki, sedangkan sel somatik adalah sel-sel lainnya yang ada dalam tubuh. Berdasarkan
jenis sel, maka efek radiasi dapat dibedakan atas efek genetik dan efek somatik. Efek genetik
atau efek pewarisan adalah efek yang dirasakan oleh keturunan dari individu yang terkena
paparan radiasi. Sebaliknya efek somatik adalah efek radiasi yang dirasakan oleh individu
8

yang terpapar radiasi. Bila ditinjau dari dosis radiasi (untuk kepentingan proteksi radiasi),
efek radiasi dibedakan atas efek deterministik dan efek stokastik. Efek deterministik adalah
efek yang disebabkan karena kematian sel akibat paparan radiasi, sedangkan efek stokastik
adalah efek yang terjadi sebagai akibat paparan radiasi dengan dosis yang menyebabkan
terjadinya perubahan pada sel.
Sel dalam tubuh manusia terdiri dari sel genetic dan sel somatic. Sel genetic adalah sel
telur pada perempuan dan sel sperma pada laki-laki, sedangkan sel somatic adalah sel-sel
lainnya yang ada dalam tubuh. Berdasarkan jenis sel, maka efek radiasi dapat dibedakan atas
efek genetik dan efek somatik. Efek genetik atau efek pewarisan adalah efek yang dirasakan
oleh keturunan dari individu yang terkena paparan radiasi. Sebaliknya efek somatik adalah
efek radiasi yang dirasakan oleh individu yang terpapar radiasi.
Bila ditinjau dari dosis radiasi (untuk kepentingan proteksi radiasi), efek radiasi
dibedakan atas efek deterministik dan efek stokastik. Efek deterministik adalah efek yang
disebabkan karena kematian sel akibat paparan radiasi, sedangkan efek stokastik adalah efek
yang terjadi sebagai akibat paparan radiasi dengan dosis yang menyebabkan terjadinya
perubahan pada sel.
Paparan radiasi dosis rendah dapat menigkatkan resiko kanker dan efek pewarisan
yang secara statistik dapat dideteksi pada suatu populasi, namun tidak secara serta merta
terkait dengan paparan individu.
Respon dari berbagai jaringan dan organ tubuh terhadap radiasi pengion sangat
bervariasi. Selain bergantung pada sifat fisik radiasi juga bergantung pada karakteristik
biologi dari sel penyusun jaringan/organ tubuh terpajan. Berikut ini adalah efek radiasi pada
sebagian organ tubuh akibat pajanan radiasi eksterna (dari luar tubuh) yang terjadi secara
akut.
1) Sistem Pembentukan darah
Sumsum tulang adalah organ sasaran dari sistem pembentukan darah karena
pajanan radiasi dosis tinggi akan mengakibatkan kematian dalam waktu beberapa
minggu. Hal ini disebabkan karena terjadinya penurunan jumlah sel basal pada
sumsum tulang secara tajam.
2) Kulit
Efek deterministik pada kulit bervariasi dengan besarnya dosis. Pajanan radiasi
sekitar 2-3 Gy dapat menimbulkan efek kemerahan (eritema) sementara yang timbul
dalam waktu beberapa jam. Dosis sekitar 3 8 Gy menyebabkan terjadinya
kerontokan rambut (epilasi) dan pengelupasan kering (deskuamasi kering) dalam
waktu 3 6 minggu setelah pajanan radiasi. Pada dosis yang lebih tinggi, 12 20 Gy,
akan mengakibatkan terjadinya pengelupasan kulit disertai dengan pelepuhan dan
bernanah (blister) serta peradangan akibat infeksi pada lapisan dalam kulit (dermis)
sekitar 4 6 minggu kemudian.

3) Mata
Lensa mata merupakan bagian dari struktur mata yang paling sensitif terhadap
radiasi. Terjadinya kekeruhan atau hilangnya sifat transparansi lensa mata sudah
mulai dapat dideteksi setelah pajanan radiasi yang relatif rendah yaitu sekitar 0,5 Gy
dan bersifat akumulatif.
9

4) Organ reproduksi
Efek deterministik pada organ reproduksi atau gonad adalah sterilitas atau
kemandulan. Pajanan radiasi pada testis akan mengganggu proses pembentukan sel
sperma yang akhirnya akan mempengaruhi jumlah sel sperma yang akan dihasilkan.
Pengaruh radiasi pada sel telur sangat bergantung pada usia. Semakin tua usia,
semakin sensitif terhadap radiasi karena semakin sedikit sel telur yang masih tersisa
dalam ovarium. Selain sterilitas, radiasi dapat menyebabkan menopuse dini sebagai
akibat dari gangguan hormonal sistem reproduksi.
5) Paru
Paru dapat terkena pajanan radiasi secara eksterna dan interna. Efek
deterministik berupa pneumonitis biasanya mulai timbul setelah beberapa minggu
atau bulan. Efek stokastik berupa kanker paru
6) Sistem Pencernaan
Bagian dari sistim ini yang paling sensitif terhadap radiasi adalah usus halus.
Kerusakan pada saluran pencernaan menimbulkan gejala mual, muntah, diare, dan
gangguan sistem pencernaan dan penyerapan makanan. Dosis radiasi yang tinggi
dapat mengakibatkan kematian karena dehidrasi akibat muntah dan diare yang parah.
Efek stokastik yang timbul berupa kanker pada epitel saluran pencernaan

4. Pemanfaatan Radiasi Ionizing dalam Perkembangan Teknologi

5. Karakteristik & Jenis Radiasi Non-ionizing
Radiasi non ionisasi adalah radiasi dengan energi yang cukup untuk mengeluarkan
elektron atau molekul tetapi energi tersebut tidak cukup untuk membentuk/membuat formasi
ion baru.
Jenis Radiasi non ionisasi :
Radiasi ini berupa gelombang elektromagnetik seperti gelombang mikro (microwave),
sinar ultra violet, sinar infra merah & sinar laser
1. Radiasi Gelombang Mikro
Dihasilkan dari perlambatan elektron pada medan listrik, kegunaannya untuk
gelombang radio, televisi, radar dan alat-alat industri. radiasi microwave : sepanjang
beberapa mm semua diserap kulit sepanjang beberapa cm sebagian diserap kulit sebagian
menembus ke dalam tubuh.
Efek pada tubuh :
stadium permukaan : astenia bersifat reversibel bila radiasi terhenti
stadium menengah & lanjut : neurovaskuler, gangguan kadar albumin, histamin dalam serum
darah, karsinoma Bell telephone laboratories menetapkan bahwa untuk frekuensi 300 -
30.000 MHz tidak boleh dilampaui 10 mw/cm2, dengan tingkat kekuatan > 10 mw/cm2 :
berbahaya 1-10 mw/cm 2 : hati-hati bisa terjadi radiasi < 1 mw/cm 2 : aman Alat ukur radiasi
:
10

1.IAMP-1 : mengukur intensitas radiasi berupa kekuatan komponen listrik &
magnetik dari lapangan dengan frekuensi tinggi.
2.PO -1 : mengukur kuat arus pada lapangan elektromagnetik dengan frekuensi lebih
tinggi.

2. Radiasi Sinar Ultra Violet
Sinar UV mempunyai panjang gelombang antara 240 nm - 320 nm. Sumber : sinar
matahari, kegiatan pengelasan, lampu pijar, pekerjaan laser.

3. Radasi Sinar Infra Merah
Dihasilkan oleh benda pijar seperti dapur atau tanur atau bahan pijar lain.
11


4. Radiasi Sinar Laser
Sinar laser adalah emisi energi tinggi yang dihasilkan dari kegiatan pengelasan,
pemotongan, pelapisan, pembuatan mesin mikro dan operasi kedokteran. Bahan yg
digunakan agar menghasilkan sinar laser:
Bahan laser gas ( helium, Neon, argon, CO2, N2 +), laser kristal padat dan laser semi
konduktor
6. Sumber Radiasi Non-ionizing
1. Radiasi Ultra Violet
2. Cahaya Tampak
3. Infra Merah
4. Gelombang Mikro
5. Gelombang Radio
6. Very Low Frequency (VLF)
7. Extremely Low Frequency (ELF)
8. Radiasi Termal
9. Radiasi Benda Hitam
7. Dampak Kesehatan & Lingkungan oleh Radiasi Non-ionizing

8. Pemanfaatan Radiasi Non-ionizing dalam Perkembangan Teknologi

12

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Radiasi adalah pancaran energi melalui suatu materi atau ruang dalam bentuk panas,
partikel atau gelombang elektromagnetik/cahaya (foton) dari sumber radiasi. Ada beberapa
sumber radiasi yang kita kenal di sekitar kehidupan kita, contohnya adalah televisi, lampu
penerangan, alat pemanas makanan (microwave oven), komputer, dan lain-lain.Radiasi dalam
bentuk gelombang elektromagnetik atau disebut juga dengan foton adalah jenis radiasi yang
tidak mempunyai massa dan muatan listrik. Misalnya adalah gamma dan sinar-X, dan juga
termasuk radiasi tampak seperti sinar lampu, sinar matahari, gelombang microwave, radar
dan handphone.
3.2 Saran
Kurangnya pengetahuan penulis tentang radiasi Ionizing dan Non-ionizing serta
langkanya sumber di Internet membuat makalah ini masih jauh dari harapan, mohon
perbaikannya.

13

DAFTAR PUSTAKA

Alatas, Zubaidah. 2004. Efek Radiasi Pengion Dan Non Pengion Pada Manusia. Puslitbang
Keselamatan Radiasi dan Biomedika Nuklir BATAN: Jakarta
Anis. 2007. Mengatasi Gangguan Kesehatan Masyarakat Akibat Radiasi Elektromagnetik
dengan Manajemen Berbasis Lingkungan. Badan Penerbit Universitas Diponegoro:
Semarang.
Bernhardt, J H. 1992. Non-ionizing radiation safety: radiofrekuensi radiation, electricand
magnetic fields. Jurnal elektronik Phys. Med. Biol vol 37, No 4, 807-844
http://www.iop.org/EJ/abstract/0031-9155/37/4/001
DENNIS, J.A. and STATHER, J. Non-Ionising Radiation. Radiation Protection Dosimetry.
Vol. 72 (3-4), 161-313 (1997).
http://ss-radiology.blogspot.com/2008/08/efek-radiasi.html