Anda di halaman 1dari 42

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Kuliah Kerja Nyata-Praktik
Kuliah Kerja Nyata Praktik (KKN P) merupakan salah satu mata kuliah berbobot 2 SKS
pada kurikulum Jurusan Teknik Industri Universitas Brawijaya. Kuliah Kerja Nyata Praktik
diarahkan untuk memperkenalkan bidang keahlian Teknik Industri dan melatih mahasiswa
untuk mengerjakan pekerjaan yang sesuai dengan bidang Teknik Industri di perusahaan,
sehingga dapat menerapkan disiplin ilmu yang didapat dibangku kuliah untuk meningkatkan
pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki oleh seorang sarjana Teknik Industri.
Selain itu, dengan adanya Kuliah Kerja Nyata-Praktik (KKN-P) dapat mempererat hubungan
kerjasama antara pihak universitas dengan pihak perusahaan. Sehingga penukaran informasi
antar kedua pihak dapat terjalin dengan baik dan tidak menimbulkan kesenjangan akibat
informasi yang tidak tersampaikan. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata-Praktik (KKN-P) ini dilakukan
di PT Murni Mapan Makmur selama bulan Juli 2014.
PT Murni Mapan Makmur merupakan perusahan Perseroan Terbatas yang bergerak
dibidang industri aneka tenun plastik. Perusahaan yang didirikan pada tahun 1988 ini
bertempat di Jalan Raya Purwosari Km 2,8 Desa Bakalan Kecamatan Purwosari Kabupaten
Pasuruan. Perusahaan ini memiliki 3 jenis produk utama yaitu karung plastik, terpal plastik, dan
tali plastik. Dalam melakukan perencanaan dan pengendalian produksi tali plastiknya, PT Murni
Mapan Makmur masih memiliki kendala dalam hal pemenuhan permintaan pasar. Oleh karena
itu, penulis dalam kesempatan Kuliah Kerja Nyata Praktik ini membantu perusahaan untuk
meramalkan permintaan tali plastik di PT Murni Mapan Makmur Tbk periode Juli 2014.

1.2 Tujuan
Berikut ini merupakan tujuan penelitian Kuliah Kerja Nyata-Praktik (KKN-P) di PT Murni
Mapan Makmur.
1. Mengaplikasikan prinsip-prinsip yang diajarkan saat perkuliahan ke dalam dunia industri.
2. Melatih mahasiswa dalam hal menganalisa dan mengevaluasi sistem dari sudut pandang
industri dan permasalahan yang sering terjadi dalam perusahaan.
3. Memperluas wawasan mahasiswa dengan mengenal proses kerja di lapangan dan
mengindentifikasi masalah yang dihadapi suatu perusahaan serta berusaha untuk mencari
solusi atas permasalahan tersebut.
4. Menjalin hubungan kerjasama yang baik antara mahasiswa dengan perusahaan.





2

1.3 Manfaat
Berikut ini merupakan manfaat penelitian Kuliah Kerja Nyata-Praktik (KKN-P) di PT Murni
Mapan Makmur.
1. Mengembangkan dan meningkatkan potensi, kreativitas dan keterampilan mahasiswa
sebagai bekal memasuki lapangan kerja dan sebagai proses penyerapan informasi baru dari
lapangan kerja.
2. Meningkatan kemampuan mahasiswa dalam menerapkan teori teori yang telah
didapatkan di perkuliahan dalam dunia kerja.
3. Membantu mengevaluasi kondisi perusahaan selama Kuliah Kerja NyataPraktik
berlangsung sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam perbaikan yang akan
dilakukan.
4. Menjalin hubungan kerjasama antara PT Murni Mapan Makmur dengan Jurusan Teknik
Industri, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya.















3

BAB II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

2.1 Sejarah Perusahaan
PT Murni Mapan Makmur terletak di Jalan Raya Purwosari Km 2,8 Desa Bakalan, Kecamatan
Purwosari, Kabupaten Pasuruan, yang merupakan daerah dataran rendah dengan ketinggian 41
meter di atas permukaan laut. Batas wilayah Kabupaten Pasuruan yaitu sebelah utara adalah
Kecamatan Wonorejo, sebelah timur adalah Kecamatan Tutur, sebelah selatan adalah
Kecamatan Purwodadi, dan sebelah barat adalah Kecamatan Sukorejo.
PT Murni Mapan Makmur memiliki dua unit usaha yang berada di lokasi terpisah. Pusat
Unit Usaha yang memproduksi karung dan terpal berada di Jalan Raya Purwosari Km 2,8 Desa
Bakalan, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, sedangkan Unit Usaha yang memproduksi
tali plastik berada di Jalan Puntir, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan.
Awalnya perusahan Murni Mapan Makmur merupakan perusahaan keluarga yang berbadan
hukum perusahaan perseorangan. Setelah berjalan sekian tahun, perusahaan ini mengalami
beberapa kendala yang mengharuskannya menjadi perusahaan perseroan terbatas pada tanggal
23 September 1988. Kemudian perusahaan tersebut disahkan oleh Direktur Jenderal Hukum
dan Perundang-undangan sebagaimana tertera pada surat Keputusan Menteri Kehakiman
Republik Indonesia tertanggal 22 Januari 1990 nomor C2-355 HT.01.01.TH.90 serta telah
diumumkannya dalam berita negara Republik Indonesia tertanggal 14 April 1990 nomor: 30,
tambahan nomor 1349-1990. Selanjutnya di tahun 1994, PT Murni Mapan Makmur
mendapatkan surat ijin lokasi tanah di tanggal 20 Juni dan mendapatkan ijin HO tanggal 17
Oktober. Kemudian tanggal 6 Agustus 1996 mendapatkan Surat Ijin Usaha Industri, dan
mendapatkan Surat Ijin Usaha Perdagangan pada tanggal 31 Juli 1998.
Sembilan orang penandatangan akta pendirian PT Murni Mapan Makmur antara lain: Budi
Susetyo sebagai direktur utama, Rudy Soetanto sebagai direktur, Emi Honggowati sebagai
komisaris utama dan 6 komisaris lain yaitu Lina Limarta, Eni Limarta, Ninik Limarta, Lani
Limarta, Liza Dinata, Ruth Wandayani Hendrarto.
Sampai saat ini, tujuan yang ingin dicapai oleh PT Murni Mapan Makmur adalah sebagai
berikut:
1. Menjalankan usaha perindustrian dari berbagai barang-barang dari plastik serta
memperdagangkan hasilnya.
2. Menjalankan usaha dalam bidang pertanian dan perkebunan.
3. Menjalankan perdagangan umum dalam arti kata seluas-luasnya termasuk impor dan
ekspor, dagang interinsulair dan pertokoan, baik untuk perhitungan sendiri ataupun orang
lain atas dasar komisi atau amanat.
4. Mengusahakan biro bangunan dengan menerima, merencanakan serta melaksanakan


4

pembangunan berbagai rupa bangunan termasuk rumah-rumah, gedung-gedung, jalanan-
jalanan, jembatan-jembatan, proyek irigasi serta mengerjakan pekerjaan pemeliharaan
bangunan (maintenance) serta bertindak sebagai instalatur air dan listrik atau singkatnya
bertindak sebagai pemborong pada umumnya (general contractor).
5. Bertindak sebagai leverancier, grossier, pragenan, atau perwakilan dari badan-badan atau
perusahaan-perusahaan lainnya.

2.2 Badan Usaha dan Bidang Usaha
PT Murni Mapan Makmur merupakan perusahaan yang berbadan usaha perseroan terbatas.
Perseroan Terbatas adalah badan usaha yang modalnya diperoleh dari hasil penjualan saham.
Setiap pemengang surat saham mempunyai hak atas perusahaan dan setiap pemegang surat
saham berhak atas keuntungan (dividen).
PT Murni Mapan Makmur bergerak dibidang industri aneka tenun plastik. Saat ini PT Murni
Mapan Makmur memiliki 3 produk utama, yaitu tali plastik, karung plastik dan terpal plastik.
Produk tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:
a. Tali Plastik (PP/PE Ropes)
Tali plastik diproduksi dari jenis plastik PP (Polypropylene) dan PE (Polyethylene). Tali yang
terbuat dari jenis plastik PE bertekstur lebih lembut dan fleksibel dibandingkan dengan tali
yang terbuat dari jenis plastik PP. PT Murni Mapan Makmur memproduksi kedua jenis tali
tersebut berdasarkan keinginan pasar dan penggunaannya. Tali yang diproduksi oleh PT
murni Mapan Makmur memiliki rentang diameter mulai dari 1 mm sampai 20 mm.
b. Karung Plastik (Woven Bags)
Karung plastik yang diproduksi memiliki ukuran dan spesifikasi yang berbeda. Karung
tersebut digunakan untuk mengepak barang yang memiliki berat dengan rentang antara 10
kg sampai 50 kg, seperti pasir, beras dan lain sebagainya. Tersedia pula pelabelan yang dapat
dipesan langsung pada satu sisi maupun dua sisi karung dengan maksimum 3 warna berbeda
yang diproduksi oleh PT Murni Mapan Makmur.
c. Terpal Plastik (Tarpauline) yang memiliki dua tipe:
Tarpauline Type I
Terpal Plastik tipe 1 diproduksi dari benang flat PE yang sudah dilaminasi. Terpal plastik PE
memiliki tingkat ketahanan terhadap sinar matahari dan hujan yang lebih baik. Tersedia
dalam warna dan spesifikasi untuk memenuhi kebutuhan industri yang berbeda. Terpal
tersebut digunakan secara luas pada industri konstruksi agrikultur, industri transportasi dan
juga digunakan sebagai atap untuk kawasan-kawasan dengan aktivitas outdoor seperti kolam
renang dan sebagainya.
Tarpauline Type II


5

Biasa disebut dengan Leno Tarpauline/Lattice-Laced Tarpauline dan digunakan untuk
menutupi atau membatasi suatu ruangan tertentu. Terbuat dari U.V. stabilized polyethelene,
dengan sokongan dari filament net yang berupa benang-benang yang membentuk jaringan
pada terpal plastik tersebut. Leno terpaulin dengan perforasi dapat digunakan untuk
menutupi atap suatu bangunan sebelum memasang genteng (roof tiles). Tersedia dalam
gulungan/rolls ataupun lembaran/sheets tergantung pada pemesanan. Leno terpauline
didesain untuk penggunaan pada stasiun kerja pembangkit listrik tenaga nuklir, stasiun kerja
pengolahan minyak dan bahan kimia maupun pabrik konstruksi
Karakteristik pasar atau konsumen dari PT Murni Mapan Makmur adalah industri-
industri manufaktur yang bergerak di bidang transportasi dan konstruksi, industri pertanian
dan peternakan yang tersebar baik di dalam negeri maupun luar negeri.

2.3 Organisasi dan Manajemen
Struktur organisasi menunjukkan berbagai tugas yang ada dalam organisasi. Struktur
organisasi membahas cara organisasi membagi tugas diantara anggota organisasi membahas
cara koordinasi diantara tugas-tugas tersebut (Gitisudarmo dan Mulyono, 1999).
Direktur Utama mewakili direksi dan bertugas mewakili perseroan di dalam dan di luar
pengadilan tentang segala hal dan dalam segala kejadian, dengan hak untuk melakukan segala
tindakan, baik yang mengenai pengurusan maupun yang mengenai kepemilikan, mengikat
perseroan ini dengan pihak lain dan pihak lain dengan perseroan lain, akan tetapi memiliki
batasan untuk meminjam atau meminjamkan uang, mengikat perseroan sebagai penjamin, dan
membeli, menjual atau dengan cara lain melepas hak-hak perusahaan.
General Manajer bertugas mengkoordinasikan dan mengontrol manajer-manajer di
bawahnya dan bertanggung jawab kepada direktur. Sedangkan Manajer bertugas menjalankan
pekerjaan yang diberikan oleh general manager ataupun direktur secara langsung, memimpin
dan memerintah serta mengontrol sesuai dengan bagian-bagian yang ada di bawahnya,
bertanggung jawab terhadap pengurus atas kelancaran segala proses kegiatan operasional.
Manajer Personalia dan Plant HRD bertugas merencanakan dan mengatur segala hal yang
berhubungan dengan sumber daya manusia, seperti merekrut karyawan baru, memberikan
training, mengadakan konseling, memberhentikan karyawan dan lain-lain dengan tujuan
memberikan kesejahteraan pada karyawan yang nantinya akan meningkatkan produktivitas
perusahaan.
Manajer Keuangan bertugas merencanakan dan mengatur segala hal yang berhubungan
dengan dana atau keuangan, seperti menetapkan struktur keuangan perusahaan,
mengalokasikan dana untuk memperoleh tingkat efisiensi yang optimal dan mengendalikan
keuangan perusahaan.


6

Manajer Produksi bertugas merencanakan, mengkoordinasikan dan mengontrol serta
memastikan jalannya proses produksi, menentukan target dan mengusahakan target tersebut
dapat dicapai.
Manajer Ekspor Impor bertugas merencanakan, mengkoordinasikan dan mengendalikan
kegiatan pengiriman barang, pemuatan barang, dan bongkar barang, serta mengawasi dan
menerima laporan jalannya proses ekspor atau impor yang terjadi.
Manajer Administrasi dan Akuntansi bertugas merencanakan strategi akunting perusahaan
sesuai strategi bisnis, mengontrol dan mengevaluasi pencatatan neraca laba rugi secara tepat
dan akurat, serta mengevaluasi dan menganalisa implementasi sistem akunting untuk memberi
masukan terhadap sistem keuangan dan strategi bisnis.



7


Gambar 2.1 Struktur Organisasi PT Murni Mapan Makmur
DIREKTUR UTAMA
Budi Susetyo
DIREKTUR
Rudi Sutanto
General Manager
Simon Sutanto
PERSONAL & PLANT
HRD MANAGER
Imam Suparno
MANAJER
KEUANGAN
Ruth Wandayani
MANAJER
PRODUKSI/TEKNIK
Bing Setyawan
MANAGER EXPORT
IMPORT
Milka
MANAGER
ADMINISTRASI &
AKUNTANSI
Maria


8

2.4 Tata Letak Fasilitas
Salah satu hal yang juga harus diperhatikan oleh setiap industri adalah tata letak
perusahaan. Hal ini penting karena tata letak juga menentukan tingkat produktivitas suatu
industri. Tata letak mengatur mengenai aliran bahan dan aliran produksi dalam proses
produksi.
Pengaturan tata letak seperti dalam suatu perusahaan merupakan suatu rencana untuk
menetapkan dan mengatur peralatan pabrik di suatu tempat terbaik sehingga mempercepat
arus bahan dengan biaya rendah, penanganan yang dilakukan dalam proses produksi mulai dari
penerimaan bahan sampai pengiriman bahan jadi harus seminimal mungkin.
Pengaturan tata letak aliran bahan pada PT Murni Mapan Makmur menggunakan
pengaturan berdasarkan aliran produk, yaitu proses produksi dilakukan secara berurutan satu
dengan yang lain sehingga memudahkan proses produksi serta waktu dan urutan
pengerjaannya.



9


Gambar 2.2 Tata Letak Fasilitas PT Murni Mapan Makmur


10

2.5 Proses Produksi
Proses produksi yaitu suatu kegiatan perbaikan terus-menerus yang dimulai dari sederet
siklus sejak adanya ide-ide untuk menghasilkan suatu produk, pengembangan produk, proses
produksi sampai distribusi kepada konsumen (V. Gaspersz, 2004).
Proses produksi terdiri dari dua kata, yaitu proses dan produksi yang memiliki makna
berbeda. Proses adalah cara, metode dan teknik tentang bagaimana sumber-sumber (manusia,
mesin material dan uang) yang akan diubah untuk memperoleh suatu hasil. Sedangkan produksi
adalah kegiatan menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa. Jadi pengertian
dari proses produksi adalah suatu cara, metode dan teknik untuk menciptakan atau menambah
kegunaan suatu barang maupun jasa dengan mengunakan sumber-sumber (manusia, mesin,
material dan uang) yang ada. Proses produksi plastik di PT Murni Mapan Makmur adalah
sebagai berikut:
1. Tahap awal pada proses ini adalah bahan baku biji plastik (residu) HDPE/PP/LDPE dilebur
di mesin extruder untuk dijadikan benang plastik. Untuk proses menjadi benang plastik
didinginkan memerlukan bantuan air.
2. Pada tahap ini benang plastik HDPE/PP dibagi menjadi dua yaitu benang mono dan benang
flat. Benang mono diproses di mesin tali untuk dijadikan produk tali plastik. Sementara
untuk benang flat diproses lebih lanjut.
3. Pada tahap ini benang flat HDPE dan PP dipisahkan dalam dua proses. Untuk benang flat PP
masuk dalam msin anyaman untuk dijadikan benang anyaman. Selanjutnya benang yang
sudah dalam bentuk anyaman dipotong sesuai dengan ukuran standar. Setelah dipotong
menjadi karung. Karung dimall jadilah produk karung.
4. Sementara untuk benang flat HDPE masuk dalam mesin anyaman dan setelah jadi benang
anyaman, proses selanjutnya benang anyaman melalui dua proses lagi.
5. Proses pertama, benang anyaman masuk mesin circular dan menjadi kain plastik anyaman.
Proses kedua benang anyaman masuk dalam mesin water jet loom yang selanjutnya masuk
mesin pengering dan menjadi kain plastik anyaman.
6. Proses selanjutnya kain plastik anyaman masuk ke mesin laminasi (melapisi) LDPE dan
proses selanjutnya digulung di mesin roll. Proses selanjutnya kain plastik anyaman yang
sudah dirol masuk di mesin sambung terpal untuk dijadikan produk terpal.


11


2.5.1 Flowchart Proses Produksi PT Murni Mapan Makmur
Biji Plastik (Resiu)
HDPE/PP/LDPE
Peleburan
(Mesin
Extruder)
Benang Plastik
HDPE/PP
Benang Mono
Benang Flat
HDPE/PP
Mesin Tali
Produk
Tali Plastik
Benang Flat
PP
Benang Flat
HDPE
Mesin
Anyaman
Mesin Potong Dijahit Karung Dimall
Produk
Karung
Mesin Circular
Water Jet
Loom
Mesin
Anyaman
Kain Plastik
Anyaman
Mesin
Penyering
Kain Plastik
Anyaman
Mesin Laminasi
(Melapisi) LDPE
Mesin Roll
Mesin
Sambung
Terpal
Produk
Terpal


Gambar 2.3 Flowchart Proses Produksi PT Murni Mapan Makmur


12

2.5.2 Bahan baku
Dalam proses produksi plastik ada beberapa bahan baku yang akan digunakan. Dimana
bahan baku ini dapat dikelompokan menjadi bahan baku utama dan bahan penolong.

2.5.2.1 Bahan Baku Utama
Bahan baku merupakan salah satu aspek yang sangat penting karena keberadaannya
sangat berpengaruh, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Dalam proses pembuatan plastik
bahan baku utama, yaitu biji plastik PE dan PP.
Biji plastik PE dan PP di dapat dari dalam negeri. Kapasitas per bulan biji plastik PE
sebanyak 100 ton dan PP sebanyak 60 ton. Dialokasikan 90% biji plastik PE dan 95% PP untuk
diolah menjadi produk. Sedangkan sisanya menjadi limbah yang akan diolah kembali (recycle)
untuk digunakan kembali (reuse).

2.5.2.2 Bahan Penolong
Selain bahan baku utama diatas terdapat juga bahan penolong yang menunjang proses
produksi produk plastik. Bahan penolong tersebut adalah pewarna, yang didapat dari luar
negeri. Kapasitas per bulan yang digunakan sebesar 1 ton dan 100% digunakan untuk produk.

2.5.3 Mesin dan peralatan
1. Mesin Extruder
Mesin yang digunakan untuk memroses material sampai meleleh akibat panas dari
luar/panas gesekan dan yang kemudian dialirkan ke die oleh screw yang kemudian dibuat
produk sesuai bentuk yang diinginkan.
2. Mesin Circular
Mesin yang digunakan untuk merajut benang sampai hasilnya berupa karung lingkaran.
3. Mesin Laminator
Mesin yang digunakan untuk melaminasi/melapisi anyaman plastik dengan menggunakan
plastik LDPE.
4. Mesin Twisting Frame
Mesin yang digunakan untuk memutar benang mono sampai membentuk tali plastik yang
memiliki diameter dengan ukuran maksimal 3 mm.
5. Mesin Play Rope Making (Roblon Machine)
Mesin yang digunakan untuk memutar benang mono sampai membentuk tali plastik yang
memiliki diameter dengan ukuran 4 mm 20 mm.
6. Eyeletting Machine
Mesin yang digunakan untuk memberikan/membuat mata (lubang) pada tepian produk
terpal.


13


7. Sewing Machine
Mesin yang digunakan untuk menjahit karung.
8. Printing
Mesin yang digunakan untuk memberi cap/label pada permukaan karung.
9. Cutting Bag
Mesin yang digunakan untuk memotong plastik.
10. Colling Tower
Mesin yang digunakan untuk mendinginkan.

2.6 Manajemen Personalia
PT Murni Mapan Makmur dalam menganalisa dan meramalkan kebutuhan sumber daya
manusia diserahkan kepada Personal & Plant HRD Manager. Meramalkan kebutuhan karyawan
adalah proses memperkirakan jumlah karyawan yang diperlukan berikut keterampilan dan
kompetensi yang diperlukan di masa mendatang (Sunarto, 2005).
PT Murni Mapan Makmur berusaha menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan
dengan produktivitas karyawan yang dipengaruhi oleh budaya di lingkungan sekitar dengan
cara melakukan pendekatan sosial dan mencari fakta langsung pada tokoh-tokoh yang
berpengaruh di lingkungan tersebut. Selain itu, pihak manajer juga membertikan motivasi
seperti Reward atas hasil kerja selama setahun untuk meningkatkan produktivitas karyawan.
PT Murni Mapan Makmur juga melakukan pelatihan untuk mendidik karyawan. Pendidikan
dimaksudkan untuk membentuk karakter karyawan agar mau bekerja dengan baik sehingga
tujuan perusahaan dapat tercapai. Program pendidikan yang berwujud pelatihan diperuntukkan
bagi karyawan baru selama tiga sampai empat bulan. Perencanaan melakukan pelatihan
dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas dan kinerja karyawan.
PT Murni Mapan Makmur memiliki total tenaga kerja sebanyak 532 orang. Berikut adalah
rincian dari jumlah tenaga kerja dan sebarannya dalam hal tingkat pendidikan.
Tabel 2.1 Jumlah Tenaga Kerja dan Pendidikanya
Total Pekerja
Pendidikan
SD SMP SLTA Akd/PT
532 Orang 60 % 10% 25% 5%

PT Murni Mapan Makmur memberlakukan 3 shift per hari dengan waktu operasi pabrik
selama 24 jam dalam 1 hari, 6 hari kerja dalam 1 minggu atau 24 hari kerja dalam 1 bulan.
Dalam 1 shift terdiri dari 7 jam waktu kerja.





14




15

BAB III
PELAKSANAAN KKN-P

Pelaksanaan KKN-P adalah langkah-langkah terstruktur yang dilakukan dalam kegiatan
KKN-P. Dalam bab ini dijelaskan mengenai waktu dan tempat pelaksanaan KKN-P, kegiatan yang
dilakukan selama pelaksanaan KKN-P dan metode pelaksanaan.

3.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan KKN-P
Kegiatan Kuliah Kerja Nyata - Praktik ini dilaksanakan pada :
Waktu : Juli 2014
Tempat : Jl Raya Purwosari Km 2,8 Desa Bakalan, Kecamatan Purwosari, Kabupaten
Pasuruan.

3.2 Jurnal Kegiatan KKN-P
Berikut ini merupakan uraian kegiatan selama melaksanakan Kuliah Kerja Nyata-Praktik
(KKN-P).
Tabel 3.1 Jurnal Kegiatan KKN-P
NO TANGGAL URAIAN KEGIATAN (PER-HARI)
1 3 Pembahasan Kontrak Kerja
2 4 Pengenalan Struktur + Pembahasan Topik
3 5 Studi Lapangan + Pengambilan Data
4 7 Studi Lapangan + Pengambilan Data
5 8
Pengerjaan Gambaran Umum Perusahaan + Pengambilan
Data
6 10
Pengerjaan Gambaran Umum Perusahaan + Pengambilan
Data
7 11
Pengerjaan Gambaran Umum Perusahaan + Pengambilan
Data
8 14 Pengambilan Data
9 16 Pengambilan Data
10 17 Pengambilan Data
11 18 Pengambilan Data
12 19 Pengolahan Data
13 21 Pengolahan Data
14 22 Pengolahan Data
15 23 Konsultasi
16 25 Penyampaian Hasil KKNP

3.3 Metode Penelitian
Metode Penelitian adalah tahap yang harus ditetapkan dahulu sebelum melakukan
penyelesaian masalah. Melalui metodologi penelitian, penyusunan laporan ini akan memiliki


16

alur yang searah dan sistematis. Selain itu, metodologi penelitian akan menjadi kerangka dasar
berfikir logis bagi pengembangan penelitian ini kearah penarikan kesimpulan secara ilmiah.

3.3.1 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data selama KKN-P akan dijelaskan sebagai berikut:
1. Metode Penelitian Kepustakaan (Library Research)
Metode Penelitian Kepustakaan (Library Research) adalah metode yang digunakan
untuk memperoleh data, melalui studi literatur di perpustakaan dan membaca sumber-
sumber data informasi lainnya yang berhubungan dengan pembahasan. Sehingga dengan
penelitian kepustakaan ini, diperoleh secara teori mengenai permasalahan yang dibahas.
2. Metode Penelitian Lapangan (Field Research)
Metode ini digunakan untuk memperoleh data, dengan terjun langsung dalam proyek
penelitian. Cara lain yang dipakai dalam Field Research ini adalah:
a. Interview, yaitu dengan mengajukan pertanyaan secara langsung saat perusahaan
mengadakan suatu kegiatan.
b. Observasi, yaitu dengan melakukan pengamatan langsung terhadap keadaan yang
sebenarnya dalam perusahaan.


























17

BAB IV
STUDI KASUS

4.1 Latar Belakang
Dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat, perusahaan dituntut untuk melakukan
suatu rencana bisnis guna mencapai efektifitas dan target yang ingin dicapai perusahaan. Salah
satunya dengan melakukan perencanaan dan pengendalian produksi sebagai panduan untuk
mempersiapkan program dan tindakan perusahaan. Dengan melakukan hal tersebut,
perusahaan dapat mengantisipasi keadaan di masa mendatang, sehingga risiko kegagalan dan
kerugian dapat diminimumkan.
Perencanaan dan pengendalian produksi merupakan salah satu hal yang penting dalam
memenuhi sebuah kebutuhan perusahan untuk memenuhi permintan pasar, serta
merencanakan kegiatan-kegiatan produksi untuk ke depannya. Perencanaan produksi adalah
aktifitas untuk menetapkan produk yang di produksi dan sumber-sumber yang dibutuhkan.
Pengendalian produksi adalah aktifitas menetapkan kemampuan sumber-sumber yang
digunakan dalam memenuhi rencana, penjadwalan produksi agar berjalan sesuai rencana, dan
melakukan perbaikan rencana.
PT Murni Mapan Makmur memproduksi berbagai jenis olahan plastik, yang salah satunya
adalah tali plastik. Dalam melakukan perencanaan dan pengendalian produksi tali plastiknya, PT
Murni Mapan Makmur masih memiliki kendala dalam hal pemenuhan permintaan pasar, dimana
hasil produksi perbulan tali plastik belum dapat memenuhi keseluruhan permintaan pasar.
Berikut data permintaan dan produksi per-bulan di PT Murni Mapan Makmur.
Tabel 4.1 Jumlah Permintaan dan Produksi Tali Plastik (ton)
Periode Permintaan Produksi Selisih
January - 2014 90,69 90,13 -0,56
February - 2014 93,34 91,34 -2,00
March - 2014 92,42 90,46 -1,96
April - 2014 89,64 89,43 -0,21
May - 2014 90,62 89,12 -1,50
June - 2014 93,34 92,78 -0,56
PT Murni Mapan Makmur dalam merencanakan kebutuhan produksi tali plastik di periode
yang akan datang dilakukan dengan cara menetapkan jumlah permintaan yang tidak jauh
berbeda dari data historis periode sebelumnya tanpa menggunakan metode yang jelas. Sehingga
perlu adanya metode peramalan permintaan yang tepat guna meminimalisir risiko kegagalan
dan kerugian yang akan dialami oleh perusahaan.
Oleh karena itu, penulis dalam kesempatan Kuliah Kerja Nyata Praktik ini membantu
perusahaan untuk meramalkan permintaan tali plastik di PT Murni Mapan Makmur periode Juli
2014. Untuk itu, penulis mengambil studi kasus yaitu Analisis Peramalan Permintaan Tali
Plastik Periode Juli 2014 di PT Murni Mapan Makmur.



18

4.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan pada latar belakang sebelumnya, dapat dirumuskan permasalahan sebagai
berikut:
1. Metode peramalan apa yang tepat guna menentukan permintaan tali plastik PT Murni
Mapan Makmur pada periode Juli 2014?
2. Berapakah jumlah permintaan tali plastik PT Murni Mapan Makmur pada periode Juli 2014
dengan menggunakan metode peramalan yang paling tepat?

4.3 Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui metode peramalan yang tepat guna menentukan permintaan tali plastik PT
Murni Mapan Makmur pada periode Juli 2014.
2. Mengetahui jumlah permintaan tali plastik PT Murni Mapan Makmur pada periode Juli 2014
dengan menggunakan metode peramalan yang paling tepat.

4.4 Batasan Masalah
Batasan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Data yang diambil adalah data sekunder.
2. Data yang digunakan merupakan data historis permintaan produk tali plastik di bulan
Januari 2013 Juni 2014.
3. Pengujian metode peramalan hanya dilakukan pada bulan Juni 2013 Juni 2014.

4.5 Asumsi
1. Seluruh data yang diperoleh dari pihak perusahaan dianggap benar.
2. Seluruh data diasumsikan berdistribusi normal.

4.6 Tinjauan Pustaka
Pada sub bab tinjauan pustaka ini dijelaskan dasaran teori yang dibutuhkan untuk
melakukan pengolahan data.

4.6.1 Perencanaan dan Pengendalian Produksi
Perencanaan dan pengendalian produksi/PPIC (Production Planning and Inventory)
merupakan suatu perencanaan dan pengendalian arus masuk bahan baku sampai keluar dari
pabrik sehingga keuntungan yang didapat oleh perusahaan dapat optimal. Melakukan
perencanaan dan pengendalian produksi yang baik dapat mencapai penghematan dalam biaya
bahan, pemanfaatan sumber daya maupun fasilitas produksi seperti mesin, tenaga kerja atau
waktu yang optimal.


19

Tujuan dari PPIC adalah memanfaatkan secara efektif sumber daya yang terbatas dalam
memproduksi barang/jasa sehingga dapat memuaskan permintaan pembeli atau pengguna dan
menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. Selain itu PPIC juga mempunyai fungsi agar dapat
menentukan permintaan untuk periode yang akan datang, perencanaan produksi, penjadwalan
produksi dan pengendalian persediaan. Sedangkan berbagai kendala yang dapat muncul dalam
perencanaan dan pengendalian produksi adalah ketersediaan sumberdaya, jadwal/waktu
pengiriman produk dan kebijakan manajemen.

4.6.2 Definisi Peramalan
Peramalan merupakan proses yang memperkirakan kebutuhan dimasa mendatang seperti
ukuran kuantitas yang dibutuhkan dalam rangka memenuhi permintaan barang atau jasa.
Asumsi dasar dalam penerapan teknik-teknik peramalan adalah:If we can predict what the
future will be like we can modify our behaviour now to be in a better position, than we otherwise
would have been, when the future arrives. Artinya, jika kita dapat memprediksi apa yang terjadi
di masa depan maka kita dapat mengubah kebiasaan kita saat ini menjadi lebih baik dan akan
jauh lebih berbeda di masa yang akan datang. Hal ini disebabkan kinerja di masa lalu akan terus
berulang yang setidaknya dalam masa mendatang akan relatif dekat.
Metode peramalan akan membantu dalam mengadakan pendekatan analisa terhadap pola
dari data historis, sehingga dapat memberikan tingkat keyakinan yang lebih besar atas
ketepatan hasil ramalan yang dibuat. Dua hal pokok yang harus diperhatikan dalam proses
peramalan yang akurat dan bermanfaat yaitu (Makridakis, 1999):
1. Pengumpulan data yang relevan berupa informasi yang dapat menghasilkan peramalan
yang akurat.
2. Pemilihan teknik peramalan yang tepat yang akan memanfaatkan informasi data yang
diperoleh semaksimal mungkin.

4.6.3 Jenis Peramalan
Berdasarkan sifatnya, peramalan dapat dibagi dalam dua kategori, yaitu:
1. Peramalan Kualitatif
Peramalan kualitatif adalah peramalan yang didasarkan atas data kualitatif pada masa
lalu yang biasanya dilakukan ketika data tersebut tidak ada atau sedikit. Hasil peramalan ini
sangat bergantung pada orang yang menyusunnya. Sehingga, hal ini sangat bersifat subjektif
karena hasil peramalan tersebut ditentukan berdasarkan pemikiran yang bersifat instuisi,
pendapat dan pengetahuan serta pengalaman dari orang orang yang menyusunnya.


20

2. Peramalan Kuantitatif
Peramalan kuantitatif adalah peramalan yang didasarkan atas data kuantitatif pada
masa lalu. Hasil peramalan tersebut sangat bergantung pada metode yang dipergunakan
dalam peramalan tersebut. Hal ini dikarenakan metode peramalan kuantitatif banyak
jenisnya.
Baik tidaknya metode yang dipergunakan ditentukan oleh perbedaan atau
penyimpangan antara hasil ramalan dengan keyakinan yang terjadi. Semakin kecil
penyimpangan antara hasil ramalan dengan kenyataan yang terjadi berarti metode yang
digunakan semakin baik.

4.6.4 Metode Peramalan
Berikut ini merupakan beberapa metode yang digunakan dalam perhitungan peramalan.

4.6.4.1 Moving Average
Moving average (MA) diperoleh dengan merata-rata permintaan berdasarkan beberapa data
masa lalu yang terbaru. Tujuan utama dari penggunaan metode ini adalah untuk mengurangi
atau menghilangkan variasi acak permintaan dalam hubungannya dengan waktu. Tujuan ini
dicapai dengan merata-rata beberapa nilai data secara bersama-sama, dan menggunakan nilai
rata-rata tersebut sebagai ramalan permintaan untuk periode yang akan datang. Secara
matematis, MA dinyatakan dalam persamaan sebagai berikut :

(4-1)
Dimana :
n = Periode waktu tertentu (1, 2, 3, .)

4.6.4.2 Weighted Moving Average
Pada metode Weighted Moving Average (WMA), setiap data permintaan aktual memiliki
bobot yang berbeda. Data yang lebih baru akan mempunyai bobot yang tinggi karena data
tersebut mempresentasikan kondisi yang terakhir terjadi. Secara matematis WMA dapat
dinyatakan dalam persamaan sebagai berikut :

(4-2)
Dimana :
Pembobot = Konstanta (1, 2, 3, .)

4.6.4.3 Exponential Smoothing Model
Metode exponential smoothing merupakan suatu prosedur yang secara terus menerus
memperbaiki peramalan dengan cara merata-rata (menghaluskan = smoothing) nilai masa lalu


21

dari suatu data runtut waktu dengan cara menurun (exponential). Menurut Trihendradi (2005)
analisis exponential smoothing merupakan salah satu analisis deret waktu, dan merupakan
metode peramalan dengan memberi nilai pembobot pada serangkaian pengamatan sebelumnya
untuk memprediksi nilai masa depan.

(4-3)
Dimana :
Ft = Peramalan untuk periode t
Ft-1 = Nilai ramalan untuk satu periode yang lalu
At-1 = Nilai aktual untuk satu periode yang lalu
= Konstanta pemulusan (exponential constanta)

4.6.5 Ukuran Akurasi Hasil Peramalan
Model-model peramalan yang dilakukan kemudian divalidasi menggunakan sejumlah
indikator. Indikator-indikator yang umum digunakan adalah rata-rata penyimpangan absolut
(Mean Absolute Deviation), rata-rata kuadrat terkecil (Mean Square Error), dan validasi
peramalan (Tracking Signal). Berikut penjelasan lebih lengkap dari indikator-indikator tersebut.
1. Mean Absolute Deviation (MAD)
Metode untuk mengevaluasi metode peramalan menggunakan jumlah dari kesalahan-
kesalahan yang absolut. Mean Absolute Deviation (MAD) mengukur ketepatan ramalan
dengan merata-rata kesalahan dugaan (nilai absolut masing-masing kesalahan). MAD
berguna ketika mengukur kesalahan ramalan dalam unit yang sama sebagai deret asli. Nilai
MAD dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

(4-4)
Dimana :
n = Jumlah periode
2. Mean Square Error (MSE)
Mean Squared Error (MSE) adalah metode lain untuk mengevaluasi metode peramalan.
Masing-masing kesalahan atau sisa dikuadratkan. Kemudian dijumlahkan dan ditambahkan
dengan jumlah observasi. Error yang ada menunjukkan seberapa besar perbedaan hasil
estimasi dengan nilai yang aktual. Hal ini dilakukkan untuk mencari metode mana yang
paling tepat dengan kesalahan terkecil untuk dijadikan acuan peramalan. Nilai MSE dapat
dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

(4-5)
Dimana :

= Permintaan actual periode i

= Peramalan permintaan periode i


n = Jumlah periode



22

3. Tracking Signal (TS)
Validasi peramalan dilakukan dengan Tracking Signal. Tracking Signal adalah suatu
ukuran bagaimana baiknya suatu peramalan memperkirakan nilai-nilai aktual. Tracking
signal yang positif menunjukan bahwa nilai aktual permintaan lebih besar daripada
ramalan, sedangkan tracking signal yang negatif berarti nilai aktual permintaan lebih kecil
daripada ramalan. Tracking signal disebut baik apabila memiliki RSFE yang rendah, dan
mempunyai positive error yang sama banyak atau seimbang dengan negative error, sehingga
pusat dari tracking signal mendekati nol. Tracking signal yang telah dihitung dapat dibuat
peta kontrol untuk melihat kelayakkan data di dalam batas kontrol atas dan batas kontrol
bawah. Nilai Tracking Signal dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebegai berikut:

(4-6)
Dimana :
= Kumulatif Error
= Mean Absolute Deviation

4.7 Pengumpulan Data
Dalam menganalisis proses peramalan tali plastik di PT Murni Mapan Makmur, dilakukan
pengumpulan data terhadap jumlah permintaan tali plastik. Data yang diambil merupakan data
permintaan tali plastik pada bulan Januari 2013 Juni 2014. Berikut ini merupakan data
permintaan aktual tali plastik PT Murni Mapan Makmur.
Tabel 4.2 Jumlah Permintaan Tali Plastik Januari 2013 Juni 2014 (ton)
BULAN PERMINTAAN AKTUAL (TON)
January 2013 89.78
February 2013 89.34
March 2013 90.39
April 2013 91.08
May 2013 89.75
June 2013 90.13
July 2013 87.97
August 2013 91.08
September 2013 92.56
October 2013 88.99
November 2013 89.75
December 2013 91.08
January 2014 90.69
February 2014 93.34
March 2014 92.42
April 2014 89.64
May 2014 90.62
June 2014 93.34

4.8 Pengolahan Data
Setelah data terkumpul maka langkah selanjutnya mengolah data untuk mendapatkan
pengukuran dari pengumpulan data. Data yang terkumpul diolah menggunakan model time
series yaitu Moving average, Weighted Moving Average, dan Exponential Smoothing Model.


23

Dilakukan analisa perbandingan dari ketiga model tersebut untuk semua permintaan dan dipilih
motode yang paling andal. Dari metode tersebut, didapat jumlah peramalan permintaan tali
plastik pada bulan Juli 2014.

4.8.1 Perhitungan Forecast
Untuk mengetahui metode peramalan tersebut sesuai atau tidak, dapat dilihat dari nilai
Tracking Signal. Selain itu, untuk mengukur tingkat akurasi dapat dilihat dari nilai Mean
Absolute Deviation (MAD) dan Mean Square Error (MSE).

4.8.1.1 Metode Moving Average (MA)
Untuk pengujian awal, yang digunakan adalah metode Moving Average (MA) dengan n=2,
n=3, n=4, dan n=5 untuk membandingkan hasil perhitungan mana yang memiliki tingkat akurasi
yang lebih tinggi. Berikut merupakan pengolahan data menggunakan metode Moving Average
(MA).
1. Moving Average dengan n = 2 (MA = 2).
Tabel 4.3 Forecast Tali Plastik (MA = 2)
BULAN
AKTUAL
PERMINTAAN
(TON)
FORECAST
(TON)
January - 2013 89.78
February - 2013 89.34
March - 2013 90.39
April - 2013 91.08
May - 2013 89.75
June - 2013 90.13 91.19
July - 2013 87.97 91.00
August - 2013 91.08 89.69
September - 2013 92.56 91.04
October - 2013 88.99 93.07
November - 2013 89.75 91.18
December - 2013 91.08 90.50
January - 2014 90.69 91.63
February - 2014 93.34 91.82
March - 2014 92.42 93.46
April - 2014 89.64 93.73
May - 2014 90.62 91.56
June - 2014 93.34 91.29

Berikut adalah grafik perbandingan antara permintaan aktual dengan hasil ramalan tali
plastik dengan menggunakan metode MA = 2.


24


Gambar 4.1 Grafik Permintaan Aktual dengan Hasil Ramalan (MA = 2)
Dari hasil peramalan permintaan tali plastik pada bulan Juni 2013 Juni 2014 dengan
menggunakan metode Moving Average (MA = 2), berikut merupakan perhitungan akurasi
(MAD, TS, dan MSE) dari metode tersebut.
Tabel 4.4 Akurasi Forecast Tali Plastik (MA = 2)
BULAN
AKTUAL
PERMINTAAN
(TON)
FORECAST ERROR RSFE
ABSOLUTE
ERROR
KUM.
ABSOLUTE
ERROR
MAD TS ERROR
2
January - 2013 89.78
February - 2013 89.34
March - 2013 90.39
April - 2013 91.08
May - 2013 89.75
June - 2013 90.13 91.19 -0.07 -0.07 0.07 0.07 0.07 -1.00 0.00
July - 2013 87.97 91.00 -2.03 -2.10 2.03 2.10 1.08 -1.94 4.13
August - 2013 91.08 89.69 2.39 0.29 2.39 4.49 2.22 0.13 5.73
September - 2013 92.56 91.04 2.52 2.81 2.52 7.01 3.42 0.82 6.34
October - 2013 88.99 93.07 -3.08 -0.27 3.08 10.09 4.75 -0.06 9.48
November - 2013 89.75 91.18 -0.43 -0.70 0.43 10.52 5.71 -0.12 0.18
December - 2013 91.08 90.50 1.58 0.88 1.58 12.10 6.63 0.13 2.49
January - 2014 90.69 91.63 0.06 0.94 0.06 12.16 7.32 0.13 0.00
February - 2014 93.34 91.82 2.52 3.46 2.52 14.68 8.14 0.43 6.35
March - 2014 92.42 93.46 -0.04 3.42 0.04 14.72 8.79 0.39 0.00
April - 2014 89.64 93.73 -3.09 0.33 3.09 17.81 9.61 0.03 9.54
May - 2014 90.62 91.56 0.06 0.39 0.06 17.86 10.30 0.04 0.00
June - 2014 93.34 91.29 3.04 3.43 3.04 20.91 11.12 0.31 9.26
TOTAL 56,54
MSE 4,35

Dari Tabel 4.4, dapat diketahui tebaran nilai Tracking Signal pada metode ini berada di
antara -1,94 dan 0,82, yang menunjukan bahwa metode ini masih relevan untuk digunakan
karena masih berada dalam range 4. Selain itu, besar nilai Mean Absolute Deviation (MAD)
85.00
86.00
87.00
88.00
89.00
90.00
91.00
92.00
93.00
94.00
MOVING AVERAGE 2
AKTUAL FORECAST


25

dan Mean Square Error (MSE) pada metode ini sebesar 11,12 dan 4,35 yang menunjukan
tingkat keandalannya.
2. Moving Average dengan n = 3 (MA = 3).
Tabel 4.5 Forecast Tali Plastik (MA = 2)
BULAN
AKTUAL
PERMINTAAN
(TON)
FORECAST
(TON)
June - 2013 90.13
July - 2013 87.97
August - 2013 91.08
September - 2013 92.56
October - 2013 88.99
November - 2013 89.75 90.88
December - 2013 91.08 90.43
January - 2014 90.69 89.94
February - 2014 93.34 90.51
March - 2014 92.42 91.70
April - 2014 89.64 92.15
May - 2014 90.62 91.80
June - 2014 93.34 90.89
June - 2013 90.13 90.41
July - 2013 87.97 90.32
August - 2013 91.08 89.28
September - 2013 92.56 89.72
October - 2013 88.99 90.54

Berikut adalah grafik perbandingan antara permintaan aktual dengan hasil ramalan tali
plastik dengan menggunakan metode MA = 3.

Gambar 4.2 Grafik Permintaan Aktual dengan Hasil Ramalan (MA = 3)
Dari hasil peramalan permintaan tali plastik pada bulan Juni 2013 Juni 2014 dengan
menggunakan metode Moving Average (MA = 3), berikut merupakan perhitungan akurasi
(MAD, TS, dan MSE) dari metode tersebut.
85.00
86.00
87.00
88.00
89.00
90.00
91.00
92.00
93.00
94.00
MOVING AVERAGE 3
AKTUAL FORECAST


26

Tabel 4.6 Akurasi Forecast Tali Plastik (MA = 3)
BULAN
AKTUAL
PERMINTAAN
(TON)
FORECAST ERROR RSFE
ABSOLUTE
ERROR
KUM.
ABSOLUTE
ERROR
MAD TS ERROR
2

January - 2013 89.78
February - 2013 89.34
March - 2013 90.39
April - 2013 91.08
May - 2013 89.75
June - 2013 90.13 90.41 -0.28 -0.28 0.28 0.28 0.28 -1.00 0.08
July - 2013 87.97 90.32 -2.35 -2.63 2.35 2.63 1.46 -1.81 5.52
August - 2013 91.08 89.28 1.80 -0.83 1.80 4.43 2.45 -0.34 3.24
September - 2013 92.56 89.72 2.84 2.00 2.84 7.27 3.65 0.55 8.05
October - 2013 88.99 90.54 -1.55 0.46 1.55 8.81 4.68 0.10 2.40
November - 2013 89.75 90.88 -1.13 -0.67 1.13 9.94 5.56 -0.12 1.27
December - 2013 91.08 90.43 0.64 -0.03 0.64 10.58 6.28 0.00 0.41
January - 2014 90.69 89.94 0.75 0.73 0.75 11.34 6.91 0.11 0.57
February - 2014 93.34 90.51 2.83 3.56 2.83 14.17 7.72 0.46 8.03
March - 2014 92.42 91.70 0.72 4.28 0.72 14.89 8.43 0.51 0.51
April - 2014 89.64 92.15 -2.51 1.76 2.51 17.40 9.25 0.19 6.32
May - 2014 90.62 91.80 -1.18 0.59 1.18 18.58 10.03 0.06 1.39
June - 2014 93.34 90.89 2.44 3.03 2.44 21.02 10.87 0.28 5.98
TOTAL 43.75
MSE 3.37

Dari Tabel 4.6, dapat diketahui tebaran nilai Tracking Signal pada metode ini berada di
antara -1,81 dan 0,55, yang menunjukan bahwa metode ini masih relevan untuk digunakan
karena masih berada dalam range 4. Selain itu, besar nilai Mean Absolute Deviation (MAD)
dan Mean Square Error (MSE) pada metode ini sebesar 10,97 dan 3,37 yang menunjukan
tingkat keandalannya.
3. Moving Average dengan n = 4 (MA = 4).
Tabel 4.7 Forecast Tali Plastik (MA = 4)
BULAN
AKTUAL
PERMINTAAN
(TON)
FORECAST
(TON)
June - 2013 90.13 90.14
July - 2013 87.97 90.34
August - 2013 91.08 89.73
September - 2013 92.56 89.73
October - 2013 88.99 90.43
November - 2013 89.75 90.15
December - 2013 91.08 90.59
January - 2014 90.69 90.59
February - 2014 93.34 90.13
March - 2014 92.42 91.21
April - 2014 89.64 91.88
May - 2014 90.62 91.52
June - 2014 93.34 91.50
June - 2013 90.13 90.14
July - 2013 87.97 90.34
August - 2013 91.08 89.73
September - 2013 92.56 89.73
October - 2013 88.99 90.43

Berikut adalah grafik perbandingan antara permintaan aktual dengan hasil ramalan tali
plastik dengan menggunakan metode MA = 4.


27


Gambar 4.3 Grafik Permintaan Aktual dengan Hasil Ramalan (MA = 4)
Dari hasil peramalan permintaan tali plastik pada bulan Juni 2013 Juni 2014 dengan
menggunakan metode Moving Average (MA = 4), berikut merupakan perhitungan akurasi
(MAD, TS, dan MSE) dari metode tersebut.
Tabel 4.8 Akurasi Forecast Tali Plastik (MA = 4)
BULAN
AKTUAL
PERMINTAAN
(TON)
FORECAST ERROR RSFE
ABSOLUTE
ERROR
KUM.
ABSOLUTE
ERROR
MAD TS ERROR
2

January - 2013 89.78
February - 2013 89.34
March - 2013 90.39
April - 2013 91.08
May - 2013 89.75
June - 2013 90.13 90.14 -0.01 -0.01 0.01 0.01 0.01 -1.00 0.00
July - 2013 87.97 90.34 -2.37 -2.38 2.37 2.38 1.20 -1.99 5.60
August - 2013 91.08 89.73 1.35 -1.03 1.35 3.73 2.04 -0.51 1.82
September - 2013 92.56 89.73 2.83 1.80 2.83 6.56 3.17 0.57 8.01
October - 2013 88.99 90.43 -1.45 0.35 1.45 8.01 4.14 0.09 2.09
November - 2013 89.75 90.15 -0.40 -0.05 0.40 8.41 4.85 -0.01 0.16
December - 2013 91.08 90.59 0.48 0.43 0.48 8.89 5.43 0.08 0.23
January - 2014 90.69 90.59 0.10 0.53 0.10 8.99 5.87 0.09 0.01
February - 2014 93.34 90.13 3.21 3.75 3.21 12.20 6.57 0.57 10.33
March - 2014 92.42 91.21 1.20 4.95 1.20 13.40 7.26 0.68 1.45
April - 2014 89.64 91.88 -2.24 2.71 2.24 15.65 8.02 0.34 5.04
May - 2014 90.62 91.52 -0.90 1.80 0.90 16.55 8.73 0.21 0.81
June - 2014 93.34 91.50 1.83 3.64 1.83 18.38 9.47 0.38 3.36
TOTAL 38.91
MSE 2,99

Dari Tabel 4.8, dapat diketahui tebaran nilai Tracking Signal pada metode ini berada di
antara -1,99 dan 0,68, yang menunjukan bahwa metode ini masih relevan untuk digunakan
karena masih berada dalam range 4. Selain itu, besar nilai Mean Absolute Deviation (MAD)
85.00
86.00
87.00
88.00
89.00
90.00
91.00
92.00
93.00
94.00
MOVING AVERAGE 4
AKTUAL FORECAST


28

dan Mean Square Error (MSE) pada metode ini sebesar 9,47 dan 2,99 yang menunjukan
tingkat keandalannya.
4. Moving Average dengan n = 5 (MA = 5).
Tabel 4.9 Forecast Tali Plastik (MA = 5)
BULAN
AKTUAL
PERMINTAAN
(TON)
FORECAST
(TON)
June - 2013 90.13 90.07
July - 2013 87.97 90.14
August - 2013 91.08 89.86
September - 2013 92.56 90.00
October - 2013 88.99 90.30
November - 2013 89.75 90.14
December - 2013 91.08 90.07
January - 2014 90.69 90.69
February - 2014 93.34 90.61
March - 2014 92.42 90.77
April - 2014 89.64 91.46
May - 2014 90.62 91.43
June - 2014 93.34 91.34
June - 2013 90.13 90.07
July - 2013 87.97 90.14
August - 2013 91.08 89.86
September - 2013 92.56 90.00
October - 2013 88.99 90.30

Berikut adalah grafik perbandingan antara permintaan aktual dengan hasil ramalan tali
plastik dengan menggunakan metode MA = 5.

Gambar 4.4 Grafik Permintaan Aktual dengan Hasil Ramalan (MA = 5)
Dari hasil peramalan permintaan tali plastik pada bulan Juni 2013 Juni 2014 dengan
menggunakan metode Moving Average (MA = 5), berikut merupakan perhitungan akurasi
(MAD, TS, dan MSE) dari metode tersebut.
85.00
86.00
87.00
88.00
89.00
90.00
91.00
92.00
93.00
94.00
MOVING AVERAGE 5
AKTUAL FORECAST


29

Tabel 4.10 Akurasi Forecast Tali Plastik (MA = 5)
BULAN
AKTUAL
PERMINTAAN
(TON)
FORECAST ERROR RSFE
ABSOLUTE
ERROR
KUM.
ABSOLUTE
ERROR
MAD TS

ERROR
2

January - 2013 89.78
February - 2013 89.34
March - 2013 90.39
April - 2013 91.08
May - 2013 89.75
June - 2013 90.13 90.07 0.06 0.06 0.06 0.06 0.06 1.00 0.00
July - 2013 87.97 90.14 -2.17 -2.11 2.17 2.23 1.14 -1.85 4.70
August - 2013 91.08 89.86 1.22 -0.89 1.22 3.44 1.91 -0.47 1.48
September - 2013 92.56 90.00 2.56 1.67 2.56 6.00 2.93 0.57 6.56
October - 2013 88.99 90.30 -1.31 0.36 1.31 7.31 3.81 0.09 1.71
November - 2013 89.75 90.14 -0.39 -0.04 0.39 7.71 4.46 -0.01 0.16
December - 2013 91.08 90.07 1.01 0.97 1.01 8.71 5.07 0.19 1.01
January - 2014 90.69 90.69 0.00 0.97 0.00 8.71 5.52 0.18 0.00
February - 2014 93.34 90.61 2.73 3.70 2.73 11.44 6.18 0.60 7.43
March - 2014 92.42 90.77 1.65 5.35 1.65 13.09 6.87 0.78 2.72
April - 2014 89.64 91.46 -1.82 3.53 1.82 14.91 7.60 0.46 3.31
May - 2014 90.62 91.43 -0.81 2.72 0.81 15.72 8.28 0.33 0.66
June - 2014 93.34 91.34 2.00 4.71 2.00 17.71 9.00 0.52 3.98
TOTAL 33.72
MSE 2.59

Dari Tabel 4.10, dapat diketahui tebaran nilai Tracking Signal pada metode ini berada
di antara -1,85 dan 1, yang menunjukan bahwa metode ini masih relevan untuk digunakan
karena masih berada dalam range 4. Selain itu, besar nilai Mean Absolute Deviation (MAD)
dan Mean Square Error (MSE) pada metode ini sebesar 9,00 dan 2,59 yang menunjukan
tingkat keandalannya.

4.8.1.2 Metode Weighted Moving Average (MA)
Untuk pengujian yang kedua, yang digunakan adalah metode Weighted Moving Average
(WMA) dengan n=2, n=3, n=4, dan n=5 untuk membandingkan hasil perhitungan mana yang
memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi. Berikut merupakan pengolahan data menggunakan
metode Weighted Moving Average (WMA).
1. Weighted Moving Average dengan n = 2 (WMA = 2).
Tabel 4.11 Forecast Tali Plastik (WMA = 2)
BULAN
AKTUAL
PERMINTAAN
(TON)
FORECAST
(TON)
January - 2013 89,78
February - 2013 89,34
March - 2013 90,39
April - 2013 91,08
May - 2013 89,75
June - 2013 90,13 90,19
July - 2013 87,97 90,00
August - 2013 91,08 88,69
September - 2013 92,56 90,04
October - 2013 88,99 92,07
November - 2013 89,75 90,18
December - 2013 91,08 89,50


30

Tabel 4.11 Forecast Tali Plastik (WMA = 2) (lanjutan)
BULAN
AKTUAL
PERMINTAAN
(TON)
FORECAST
January - 2014 90,69 90,63
February - 2014 93,34 90,82
March - 2014 92,42 92,46
April - 2014 89,64 92,73
May - 2014 90,62 90,56
June - 2014 93,34 90,29

Berikut adalah grafik perbandingan antara permintaan aktual dengan hasil ramalan tali
plastik dengan menggunakan metode WMA = 2.

Gambar 4.5 Grafik Permintaan Aktual dengan Hasil Ramalan (WMA = 2)
Dari hasil peramalan permintaan tali plastik pada bulan Juni 2013 Juni 2014 dengan
menggunakan metode Weighted Moving Average (WMA = 2), berikut merupakan
perhitungan akurasi (MAD, TS, dan MSE) dari metode tersebut.
Tabel 4.12 Akurasi Forecast Tali Plastik (WMA = 2)
BULAN
AKTUAL
PERMINTAAN
(TON)
FORECAST ERROR RSFE
ABSOLUTE
ERROR
KUM.
ABSOLUTE
ERROR
MAD TS ERROR
2

January - 2013 89,78
February - 2013 89,34
March - 2013 90,39
April - 2013 91,08
May - 2013 89,75
June - 2013 90,13 90,19 -0,07 -0,07 0,07 0,07 0,07 -1,00 0,00
July - 2013 87,97 90,00 -2,03 -2,10 2,03 2,10 1,08 -1,94 4,13
August - 2013 91,08 88,69 2,39 0,29 2,39 4,49 2,22 0,13 5,73
September - 2013 92,56 90,04 2,52 2,81 2,52 7,01 3,42 0,82 6,34
October - 2013 88,99 92,07 -3,08 -0,27 3,08 10,09 4,75 -0,06 9,48
November - 2013 89,75 90,18 -0,43 -0,70 0,43 10,52 5,71 -0,12 0,18
December - 2013 91,08 89,50 1,58 0,88 1,58 12,10 6,63 0,13 2,49
January - 2014 90,69 90,63 0,06 0,94 0,06 12,16 7,32 0,13 0,00
85.00
86.00
87.00
88.00
89.00
90.00
91.00
92.00
93.00
94.00
WEIGHTED MOVING AVERAGE 2
AKTUAL FORECAST


31

Tabel 4.12 Akurasi Forecast Tali Plastik (WMA = 2)(lanjutan)
BULAN
AKTUAL
PERMINTAAN
(TON)
FORECAST ERROR RSFE
ABSOLUTE
ERROR
KUM.
ABSOLUTE
ERROR
MAD TS ERROR
2

February - 2014 93,34 90,82 2,52 3,46 2,52 14,68 8,14 0,43 6,35
March - 2014 92,42 92,46 -0,04 3,42 0,04 14,72 8,79 0,39 0,00
April - 2014 89,64 92,73 -3,09 0,33 3,09 17,81 9,61 0,03 9,54
May - 2014 90,62 90,56 0,06 0,39 0,06 17,86 10,30 0,04 0,00
June - 2014 93,34 90,29 3,04 3,43 3,04 20,91 11,12 0,31 9,26
TOTAL 53.52
MSE 4.12

Dari Tabel 4.12, dapat diketahui tebaran nilai Tracking Signal pada metode ini berada
di antara -1,94 dan 0,82, yang menunjukan bahwa metode ini masih relevan untuk
digunakan karena masih berada dalam range 4. Selain itu, besar nilai Mean Absolute
Deviation (MAD) dan Mean Square Error (MSE) pada metode ini sebesar 11,12 dan 4,12
yang menunjukan tingkat keandalannya.
2. Weighted Moving Average dengan n = 3 (WMA = 3).
Tabel 4.13 Forecast Tali Plastik (WMA = 3)
BULAN
AKTUAL
PERMINTAAN
(TON)
FORECAST
(TON)
June - 2013 89,78
July - 2013 89,34
August - 2013 90,39
September - 2013 91,08
October - 2013 89,75
November - 2013 90,13 90,30
December - 2013 87,97 90,16
January - 2014 91,08 88,98
February - 2014 92,56 89,88
March - 2014 88,99 91,30
April - 2014 89,75 90,53
May - 2014 91,08 89,96
June - 2014 90,69 90,29
June - 2013 93,34 90,66
July - 2013 92,42 92,08
August - 2013 89,64 92,44
September - 2013 90,62 91,18
October - 2013 93,34 90,59

Berikut adalah grafik perbandingan antara permintaan aktual dengan hasil ramalan tali
plastik dengan menggunakan metode WMA = 3.


32


Gambar 4.6 Grafik Permintaan Aktual dengan Hasil Ramalan (WMA = 3)
Dari hasil peramalan permintaan tali plastik pada bulan Juni 2013 Juni 2014 dengan
menggunakan metode Weighted Moving Average (WMA = 3), berikut merupakan
perhitungan akurasi (MAD, TS, dan MSE) dari metode tersebut.
Tabel 4.14 Akurasi Forecast Tali Plastik (WMA = 3)
BULAN
AKTUAL
PERMINTAAN
(TON)
FORECAST ERROR RSFE
ABSOLUTE
ERROR
KUM.
ABSOLUTE
ERROR
MAD TS ERROR
2

Januari - 2013 89,78
Februari - 2013 89,34
Maret - 2013 90,39
April - 2013 91,08
Mei - 2013 89,75
Juni - 2013 90,13 90,30 -0,17 -0,17 0,17 0,17 0,17 -1,00 0,03
Juli - 2013 87,97 90,16 -2,19 -2,37 2,19 2,37 1,27 -1,86 4,80
Agustus - 2013 91,08 88,98 2,10 -0,27 2,10 4,46 2,33 -0,12 4,39
September - 2013 92,56 89,88 2,68 2,41 2,68 7,14 3,54 0,68 7,17
Oktober - 2013 88,99 91,30 -2,31 0,09 2,31 9,45 4,72 0,02 5,35
November - 2013 89,75 90,53 -0,78 -0,68 0,78 10,23 5,64 -0,12 0,61
Desember - 2013 91,08 89,96 1,11 0,43 1,11 11,34 6,45 0,07 1,23
Januari - 2014 90,69 90,29 0,41 0,83 0,41 11,75 7,11 0,12 0,17
Februari - 2014 93,34 90,66 2,68 3,51 2,68 14,42 7,93 0,44 7,17
Maret - 2014 92,42 92,08 0,34 3,85 0,34 14,76 8,61 0,45 0,11
April - 2014 89,64 92,44 -2,80 1,05 2,80 17,56 9,42 0,11 7,84
Mei - 2014 90,62 91,18 -0,56 0,49 0,56 18,12 10,15 0,05 0,31
Juni - 2014 93,34 90,59 2,74 3,23 2,74 20,87 10,97 0,29 7,53
TOTAL 46.72
MSE 3.59

Dari Tabel 4.14, dapat diketahui tebaran nilai Tracking Signal pada metode ini berada
di antara -1,86 dan 0,68, yang menunjukan bahwa metode ini masih relevan untuk
digunakan karena masih berada dalam range 4. Selain itu, besar nilai Mean Absolute
Deviation (MAD) dan Mean Square Error (MSE) pada metode ini sebesar 10,97 dan 3,59
yang menunjukan tingkat keandalannya.
85.00
86.00
87.00
88.00
89.00
90.00
91.00
92.00
93.00
94.00
WEIGHTED MOVING AVERAGE 3
AKTUAL FORECAST


33

3. Weighted Moving Average dengan n = 4 (WMA = 4).
Tabel 4.15 Forecast Tali Plastik (WMA = 4)
BULAN
AKTUAL
PERMINTAAN
(TON)
FORECAST
(TON)
Januari - 2013 89,78
Februari - 2013 89,34
Maret - 2013 90,39
April - 2013 91,08
Mei - 2013 89,75
Juni - 2013 90,13 90,24
Juli - 2013 87,97 90,23
Agustus - 2013 91,08 89,28
September - 2013 92,56 89,82
Oktober - 2013 88,99 90,95
November - 2013 89,75 90,38
Desember - 2013 91,08 90,22
Januari - 2014 90,69 90,41
Februari - 2014 93,34 90,45
Maret - 2014 92,42 91,73
April - 2014 89,64 92,22
Mei - 2014 90,62 91,32
Juni - 2014 93,34 90,96

Berikut adalah grafik perbandingan antara permintaan aktual dengan hasil ramalan tali
plastik dengan menggunakan metode WMA = 4.

Gambar 4.7 Grafik Permintaan Aktual dengan Hasil Ramalan (WMA = 4)
Dari hasil peramalan permintaan tali plastik pada bulan Juni 2013 Juni 2014 dengan
menggunakan metode Weighted Moving Average (WMA = 4), berikut merupakan
perhitungan akurasi (MAD, TS, dan MSE) dari metode tersebut.
85.00
86.00
87.00
88.00
89.00
90.00
91.00
92.00
93.00
94.00
WEIGHTED MOVING AVERAGE 4
AKTUAL FORECAST


34

Tabel 4.16 Akurasi Forecast Tali Plastik (WMA = 4)
BULAN
AKTUAL
PERMINTAAN
(TON)
FORECAST ERROR RSFE
ABSOLUTE
ERROR
KUM.
ABSOLUTE
ERROR
MAD TS ERROR
2

Januari - 2013 89,78
Februari - 2013 89,34
Maret - 2013 90,39
April - 2013 91,08
Mei - 2013 89,75
Juni - 2013 90,13 90,24 -0,11 -0,11 0,11 0,11 0,11 -1,00 0,01
Juli - 2013 87,97 90,23 -2,26 -2,37 2,26 2,37 1,24 -1,91 5,11
Agustus - 2013 91,08 89,28 1,80 -0,57 1,80 4,17 2,22 -0,26 3,23
September - 2013 92,56 89,82 2,74 2,16 2,74 6,91 3,39 0,64 7,50
Oktober - 2013 88,99 90,95 -1,97 0,20 1,97 8,87 4,49 0,04 3,87
November - 2013 89,75 90,38 -0,63 -0,43 0,63 9,50 5,32 -0,08 0,39
Desember - 2013 91,08 90,22 0,86 0,43 0,86 10,36 6,04 0,07 0,74
Januari - 2014 90,69 90,41 0,28 0,71 0,28 10,64 6,62 0,11 0,08
Februari - 2014 93,34 90,45 2,89 3,60 2,89 13,53 7,39 0,49 8,36
Maret - 2014 92,42 91,73 0,68 4,29 0,68 14,22 8,07 0,53 0,47
April - 2014 89,64 92,22 -2,58 1,71 2,58 16,80 8,86 0,19 6,65
Mei - 2014 90,62 91,32 -0,70 1,02 0,70 17,49 9,58 0,11 0,48
Juni - 2014 93,34 90,96 2,38 3,39 2,38 19,87 10,37 0,33 5,66
TOTAL 42.56
MSE 3.27

Dari Tabel 4.16, dapat diketahui tebaran nilai Tracking Signal pada metode ini berada
di antara -1,91 dan 0,64, yang menunjukan bahwa metode ini masih relevan untuk
digunakan karena masih berada dalam range 4. Selain itu, besar nilai Mean Absolute
Deviation (MAD) dan Mean Square Error (MSE) pada metode ini sebesar 10,37 dan 3,59
yang menunjukan tingkat keandalannya.
4. Weighted Moving Average dengan n = 5 (WMA = 5).
Tabel 4.17 Forecast Tali Plastik (WMA = 5)
BULAN
AKTUAL
PERMINTAAN
(TON)
FORECAST
(TON)
Januari - 2013 89,78
Februari - 2013 89,34
Maret - 2013 90,39
April - 2013 91,08
Mei - 2013 89,75
Juni - 2013 90,13 90,18
Juli - 2013 87,97 90,20
Agustus - 2013 91,08 89,48
September - 2013 92,56 89,88
Oktober - 2013 88,99 90,74
November - 2013 89,75 90,30
Desember - 2013 91,08 90,17
Januari - 2014 90,69 90,50
Februari - 2014 93,34 90,50
Maret - 2014 92,42 91,41
April - 2014 89,64 91,96
Mei - 2014 90,62 91,36
Juni - 2014 93,34 91,09



35

Berikut adalah grafik perbandingan antara permintaan aktual dengan hasil ramalan tali
plastik dengan menggunakan metode WMA = 5.

Gambar 4.8 Grafik Permintaan Aktual dengan Hasil Ramalan (WMA = 5)
Dari hasil peramalan permintaan tali plastik pada bulan Juni 2013 Juni 2014 dengan
menggunakan metode Weighted Moving Average (WMA = 5), berikut merupakan
perhitungan akurasi (MAD, TS, dan MSE) dari metode tersebut.
Tabel 4.18 Akurasi Forecast Tali Plastik (WMA = 5)
BULAN
AKTUAL
PERMINTAAN
(TON)
FORECAST ERROR RSFE
ABSOLUTE
ERROR
KUM.
ABSOLUTE
ERROR
MAD TS ERROR
2

Januari - 2013 89,78
Februari - 2013 89,34
Maret - 2013 90,39
April - 2013 91,08
Mei - 2013 89,75
Juni - 2013 90,13 90,18 -0,05 -0,05 0,05 0,05 0,05 -1,00 0,00
Juli - 2013 87,97 90,20 -2,23 -2,29 2,23 2,29 1,17 -1,95 4,97
Agustus - 2013 91,08 89,48 1,60 -0,68 1,60 3,89 2,08 -0,33 2,57
September - 2013 92,56 89,88 2,68 2,00 2,68 6,57 3,20 0,62 7,18
Oktober - 2013 88,99 90,74 -1,75 0,25 1,75 8,32 4,22 0,06 3,05
November - 2013 89,75 90,30 -0,55 -0,30 0,55 8,86 5,00 -0,06 0,30
Desember - 2013 91,08 90,17 0,91 0,61 0,91 9,77 5,68 0,11 0,82
Januari - 2014 90,69 90,50 0,19 0,80 0,19 9,96 6,21 0,13 0,04
Februari - 2014 93,34 90,50 2,84 3,64 2,84 12,80 6,95 0,52 8,05
Maret - 2014 92,42 91,41 1,01 4,64 1,01 13,80 7,63 0,61 1,01
April - 2014 89,64 91,96 -2,32 2,32 2,32 16,13 8,40 0,28 5,40
Mei - 2014 90,62 91,36 -0,73 1,58 0,73 16,86 9,11 0,17 0,54
Juni - 2014 93,34 91,09 2,25 3,83 2,25 19,12 9,88 0,39 5,07
TOTAL 39.02
MSE 3.00
Dari Tabel 4.18, dapat diketahui tebaran nilai Tracking Signal pada metode ini berada
di antara -1,95 dan 0,61, yang menunjukan bahwa metode ini masih relevan untuk
digunakan karena masih berada dalam range 4. Selain itu, besar nilai Mean Absolute
Deviation (MAD) dan Mean Square Error (MSE) pada metode ini sebesar 9,88 dan 3,00 yang
menunjukan tingkat keandalannya.
85.00
86.00
87.00
88.00
89.00
90.00
91.00
92.00
93.00
94.00
WEIGHTED MOVING AVERAGE 5
AKTUAL FORECAST


36

4.8.1.3 Exponential Smoothing Model (ES)
Untuk pengujian yang ketiga, yang digunakan adalah metode Exponential Smoothing (ES)
dengan = 0,4 dan = 0,5 untuk membandingkan hasil perhitungan mana yang memiliki
tingkat akurasi yang lebih tinggi. Berikut merupakan pengolahan data menggunakan metode
Exponential Smoothing (ES).
1. Exponential Smoothing Model dengan = 0,4 (ES = 0,4).
Tabel 4.19 Forecast Tali Plastik (ES = 0,4)
BULAN
AKTUAL
PERMINTAAN
(TON)
FORECAST
(TON)
Januari - 2013 89,78
Februari - 2013 89,34
Maret - 2013 90,39
April - 2013 91,08
Mei - 2013 89,75
Juni - 2013 90,13 89,75
Juli - 2013 87,97 89,90
Agustus - 2013 91,08 89,13
September - 2013 92,56 89,91
Oktober - 2013 88,99 90,97
November - 2013 89,75 90,18
Desember - 2013 91,08 90,01
Januari - 2014 90,69 90,43
Februari - 2014 93,34 90,54
Maret - 2014 92,42 91,66
April - 2014 89,64 91,96
Mei - 2014 90,62 91,03
Juni - 2014 93,34 90,87

Berikut adalah grafik perbandingan antara permintaan aktual dengan hasil ramalan tali
plastik dengan menggunakan metode ES = 0,4.

Gambar 4.9 Grafik Permintaan Aktual dengan Hasil Ramalan (ES = 0,4)
85.00
86.00
87.00
88.00
89.00
90.00
91.00
92.00
93.00
94.00
EXPONENTIAL SMOOTHING MODEL 0,4
AKTUAL FORECAST


37

Dari hasil peramalan permintaan tali plastik pada bulan Juni 2013 Juni 2014 dengan
menggunakan metode Exponential Smoothing (ES = 0,4), berikut merupakan perhitungan
akurasi (MAD, TS, dan MSE) dari metode tersebut.
Tabel 4.20 Akurasi Forecast Tali Plastik (ES = 0,4)
BULAN
AKTUAL
PERMINTAAN
(TON)
FORECAST ERROR RSFE
ABSOLUTE
ERROR
KUM.
ABSOLUTE
ERROR
MAD TS ERROR
2

Januari - 2013 89,78
Februari - 2013 89,34
Maret - 2013 90,39
April - 2013 91,08
Mei - 2013 89,75
Juni - 2013 90,13 89,75 0,38 0,38 0,38 0,38 0,38 1,00 0,14
Juli - 2013 87,97 89,90 -1,93 -1,56 1,93 2,31 1,34 -1,16 3,73
Agustus - 2013 91,08 89,13 1,95 0,40 1,95 4,26 2,31 0,17 3,81
September - 2013 92,56 89,91 2,65 3,05 2,65 6,91 3,46 0,88 7,04
Oktober - 2013 88,99 90,97 -1,98 1,07 1,98 8,89 4,55 0,23 3,93
November - 2013 89,75 90,18 -0,43 0,64 0,43 9,32 5,34 0,12 0,18
Desember - 2013 91,08 90,01 1,07 1,71 1,07 10,39 6,07 0,28 1,14
Januari - 2014 90,69 90,43 0,26 1,97 0,26 10,65 6,64 0,30 0,07
Februari - 2014 93,34 90,54 2,80 4,77 2,80 13,45 7,40 0,65 7,86
Maret - 2014 92,42 91,66 0,76 5,53 0,76 14,21 8,08 0,68 0,58
April - 2014 89,64 91,96 -2,33 3,21 2,33 16,54 8,85 0,36 5,41
Mei - 2014 90,62 91,03 -0,41 2,79 0,41 16,95 9,52 0,29 0,17
Juni - 2014 93,34 90,87 2,47 5,26 2,47 19,42 10,28 0,51 6,10
TOTAL 40,15
MSE 3,09

Dari Tabel 4.20, dapat diketahui tebaran nilai Tracking Signal pada metode ini berada
di antara 1,16 dan 1,00, yang menunjukan bahwa metode ini masih relevan untuk
digunakan karena masih berada dalam range 4. Selain itu, besar nilai Mean Absolute
Deviation (MAD) dan Mean Square Error (MSE) pada metode ini sebesar 10,28 dan 3,09
yang menunjukan tingkat keandalannya.
2. Exponential Smoothing Model dengan = 0,5 (ES = 0,5).
Tabel 4.19 Forecast Tali Plastik (ES = 0,5)
BULAN
AKTUAL
PERMINTAAN
(TON)
FORECAST
(TON)
Januari - 2013 89,78
Februari - 2013 89,34
Maret - 2013 90,39
April - 2013 91,08
Mei - 2013 89,75
Juni - 2013 90,13 89,75
Juli - 2013 87,97 89,94
Agustus - 2013 91,08 88,95
September - 2013 92,56 90,02
Oktober - 2013 88,99 91,29
November - 2013 89,75 90,14
Desember - 2013 91,08 89,94
Januari - 2014 90,69 90,51
Februari - 2014 93,34 90,60
Maret - 2014 92,42 91,97


38

Tabel 4.19 Forecast Tali Plastik (ES = 0,5)(lanjutan)
BULAN
AKTUAL
PERMINTAAN
(TON)
FORECAST
(TON)
April - 2014 89,64 92,19
Mei - 2014 90,62 90,92
Juni - 2014 93,34 90,77

Berikut adalah grafik perbandingan antara permintaan aktual dengan hasil ramalan tali
plastik dengan menggunakan metode ES = 0,5.

Gambar 4.10 Grafik Permintaan Aktual dengan Hasil Ramalan (ES = 0,5)
Dari hasil peramalan permintaan tali plastik pada bulan Juni 2013 Juni 2014 dengan
menggunakan metode Exponential Smoothing (ES = 0,5), berikut merupakan perhitungan
akurasi (MAD, TS, dan MSE) dari metode tersebut.
Tabel 4.22 Akurasi Forecast Tali Plastik (ES = 0,5)
BULAN
AKTUAL
PERMINTAAN
(TON)
FORECAST ERROR RSFE
ABSOLUTE
ERROR
KUM.
ABSOLUTE
ERROR
MAD TS ERROR
2

Januari - 2013 89,78
Februari - 2013 89,34
Maret - 2013 90,39
April - 2013 91,08
Mei - 2013 89,75
Juni - 2013 90,13 89,75 0,38 0,38 0,38 0,38 0,38 1,00 0,14
Juli - 2013 87,97 89,94 -1,97 -1,59 1,97 2,34 1,36 -1,17 3,88
Agustus - 2013 91,08 88,95 2,13 0,53 2,13 4,47 2,40 0,22 4,52
September - 2013 92,56 90,02 2,54 3,08 2,54 7,02 3,55 0,87 6,48
Oktober - 2013 88,99 91,29 -2,30 0,78 2,30 9,32 4,70 0,17 5,29
November - 2013 89,75 90,14 -0,39 0,39 0,39 9,71 5,54 0,07 0,15
Desember - 2013 91,08 89,94 1,13 1,52 1,13 10,84 6,30 0,24 1,28
Januari - 2014 90,69 90,51 0,18 1,70 0,18 11,02 6,89 0,25 0,03
Februari - 2014 93,34 90,60 2,74 4,44 2,74 13,76 7,65 0,58 7,50
Maret - 2014 92,42 91,97 0,45 4,89 0,45 14,21 8,30 0,59 0,20
April - 2014 89,64 92,19 -2,56 2,33 2,56 16,76 9,07 0,26 6,54
Mei - 2014 90,62 90,92 -0,29 2,04 0,29 17,06 9,74 0,21 0,09
Juni - 2014 93,34 90,77 2,57 4,61 2,57 19,63 10,50 0,44 6,60
TOTAL 42,70
MSE 3,28
84.00
86.00
88.00
90.00
92.00
94.00
EXPONENTIAL SMOOTHING MODEL
0,5
AKTUAL FORECAST


39

Dari Tabel 4.22, dapat diketahui tebaran nilai Tracking Signal pada metode ini berada
di antara -1,17 dan 1,00, yang menunjukan bahwa metode ini masih relevan untuk
digunakan karena masih berada dalam range 4. Selain itu, besar nilai Mean Absolute
Deviation (MAD) dan Mean Square Error (MSE) pada metode ini sebesar 10,50 dan 3,28
yang menunjukan tingkat keandalannya.

4.9 Perbandingan Metode Peramalan
Setelah melakukan proses pengolahan data untuk menentukan metode peramalan yang
tepat digunakan dalam menentukan peramalan limestone pada Januari 2011, selanjutnya akan
dibandingkan hasil dari ketiga metode tadi untuk mengetahui metode yang digunakan.

4.9.1 Metode Moving Average
Pada tabel 4.23 akan disajikan perbandingan dari hasil perhitungan MAD dan MSE tali
plastik dengan metode Moving Average.
Tabel 4.23 Perbandingan Nilai MAD dan MSE untuk Metode MA
Metode MAD MSE
Moving Average 2 11,12 4,35
Moving Average 3 10,87 3,37
Moving Average 4 9,47 2,99
Moving Average 5 9,00 2,59

Dari perbandingan nilai MAD dan MSE untuk peramalan permintaan tali plastik, dapat
disimpulkan bahwa metode Moving Average yang tepat guna meramalkan permintaan tali
plastik adalah dengan nilai n = 5. Hal ini disebabkan, nilai MAD = 9,00 dan MSE = 2,59 pada MA
(5) merupakan nilai terkecil diantara metode Moving Average lainnya.

4.9.2 Metode Weighted Moving Average
Pada tabel 4.24 akan disajikan perbandingan dari hasil perhitungan MAD dan MSE tali
plastik dengan metode Weighted Moving Average.
Tabel 4.24 Perbandingan Nilai MAD dan MSE untuk Metode WMA
Metode MAD MSE
Weighted Moving Average 2 11,12 4,12
Weighted Moving Average 3 10,97 3,59
Weighted Moving Average 4 10,37 3,27
Weighted Moving Average 5 9,88 3,00

Dari perbandingan nilai MAD dan MSE untuk peramalan permintaan tali plastik, dapat
disimpulkan bahwa metode Weighted Moving Average yang tepat guna meramalkan permintaan
tali plastik adalah dengan nilai n = 5. Hal ini disebabkan, nilai MAD = 9,88 dan MSE = 3,00 pada
WMA (5) merupakan nilai terkecil diantara metode Weighted Moving Average lainnya.


40

4.9.3 Exponential Smoothing Model
Pada tabel 4.25 akan disajikan perbandingan dari hasil perhitungan MAD dan MSE tali
plastik dengan metode Exponential Smoothing (ES).
Tabel 4.25 Perbandingan Nilai MAD dan MSE untuk Metode Exponential Smoothing
Metode MAD MSE
Exponential Smoothing 0,4 10,28 3,09
Exponential Smoothing 0,5 10,50 3,28
Dari perbandingan nilai MAD dan MSE untuk peramalan permintaan tali plastik, dapat
disimpulkan bahwa metode Exponential Smoothing yang tepat guna meramalkan permintaan tali
plastik adalah dengan nilai = 0,4. Hal ini disebabkan, nilai MAD = 10,28 dan MSE = 3,09 pada
Exponential Smoothing 0,4 merupakan nilai terkecil diantara metode Exponential Smoothing
lainnya.

4.9.4 Perbandingan Hasil Peramalan
Berikut merupakan perbandingan tingkat akurasi antara metode Moving Average, Weighted
Moving Average, dan Exponential smoothing.
Tabel 4.26 Perbandingan Hasil Peramalan Permintaan Tali Plastik
No Deskripsi MA (5) WMA (5) ES (0,4)
1 Nilai Tracking Signal -1,85 s/d 1,00 -1,95 s/d 0,62 -1,16 s/d 0,88
2
Tebaran nilai Tracking
Signal dalam peta kontrol
Tracking Signal berada di
antara nilai maksimum 4
Tracking Signal berada di
antara nilai maksimum 4
Tracking Signal berada di
antara nilai maksimum 4
3 MAD 9,00 9,88 10,28
4 MSE 2,59 3,00 3,09
5 Keputusan Menerima metode MA (5) Menolak metode WMA (5) Menolak metode ES (0,4)

Dari tabel 4.26, dapat dilihat perbandingan tebaran nilai Tracking Sinyal, MAD dan MSE dari
ketiga metode peramalan. Ketiga metode memiliki tebaran nilai tracking sinyal di antara -4
sampai 4 yang menunjukkan bahwa ketiga metode dapat dengan baik memperkirakan nilai-nilai
aktualnya. Dilihat dari nilai MAD dan MSE, metode MA memiliki nilai terkecil yaitu 9,00 dan
2,59 yang menunjukkan bahwa metode ini memiliki nilai penyimpangan yang paling kecil. Oleh
karena itu, dapat disimpulkan bahwa metode yang paling tepat untuk meramalkan tali plastik
PT Murni Mapan Makmur adalah Metode Moving Average dengan nilai n = 5.

4.10 Forecast Tali Plastik Bulan Juli 2014
Dari penjelasan sub bab 4.9.4, maka digunakan metode Moving Average dengan n=5 untuk
meramalkan permintaan tali plastik PT Murni Mapan Makmur pada bulan Juli 2014.
Perhitungannya adalah sebagai berikut:
ui 214



334 242 4 2 334


1 ton


41

Jadi, diramalkan permintaan tali plastik PT Murni Mapan Makmur pada bulan Juli 2014
adalah sebesar 91,87 ton.












































42

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Praktik ini adalah
sebagai berikut:
1. Dalam menentukan permintaan tali plastik PT Murni Mapan Makmur pada bulan Juli 2014
digunakan data historis permintaan tali plastik dari periode-periode sebelumnya. Dari 3
metode peramalan (forecasting) yang telah diuji (Moving Average, Weighted Moving
Average, dan Exponential Smoothing), metode Moving Average dengan n=5 merupakan
metode yang paling andal karena memberikan nilai error yang paling kecil, antara lain:
a. Tebaran nilai TS dalam peta kontrol berada di antara nilai -1,85 sampai 1,00.
b. MAD = 9,00.
c. MSE = 2,59.
2. Hasil peramalan permintaan tali plastik PT Murni Mapan Makmur pada bulan Juli 2014
dengan menggunakan metode Moving Average dengan n=5 yaitu sebesar 91,87 ton. Berikut
merupakan perhitungan ramalan permintan tali plastik di bulan Juli 2014.
Forecast (July 2014) = (93,34 + 92,42 + 89,64 + 90,62 + 93,34) / 5 = 91,87 ton

5.2 Saran
Saran yang dapat diberikan dari pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata - Praktik ini adalah sebagai
berikut:
1. Dalam menentukan perencanaan produksi di periode selanjutnya sebaiknya menggunakan
metode peramalan (forecasting) Moving Average dengan n=5 guna mengetahui ramalan
permintaan tali plastik yang lebih akurat.