Anda di halaman 1dari 18

ANTIBIOTIK DAN ANTISEPTIK

TUGAS
Oleh
Sintara Ekayasa
NIM 122310101036
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
UNERSITAS !EMBER
201"
ANTIBIOTIK DAN ANTISEPTIK
TUGAS
diajukan sebagai pemenuhan tugas mata kuliah Toksikologi
dengan dosen: Ns. Lantin Sulistyorini, M.Kes
Oleh
Sintara Ekayasa
NIM 122310101036
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
UNERSITAS !EMBER
201"
1# S$%&tkan '$r%$(aan anti%i)tik (an antis$'tik*
ANTIBIOTIK ANTISEPTIK
definisi Suatu at kimia yang dihasilkan oleh bakteri
!antibakteria" ataupun jamur yang berkhasiat obat
apabila digunakan dalam dosis tertentu dan berkhasiat
mematikan atau menghambat pertumbuhan kuman dan
toksisitasnya, tidak berbahaya bagi manusia saat
terinfeksi bakteri. #$ample amo$i%illin, %iproflo$a%in,
dan %efadro$il.
Senya&a yang mampu memusnahkan MO atau
menghambat pertumbuhannya se%ara spesifik atau tidak
spesifik namun toksisitasnya tidak memungkinkan untuk
pemberian sistemik
#fek samping

'engguna antibiotik tanpa resep dokter atau dengan
dosis yang tidak tepat dapat menggagalkan pengobatan
dan menimbulkan bahaya(bahaya lain seperti:
1# S$nsitasi+,i'$rs$nsiti-
kemungkinan terjadi reaksi hipersensitif atau alergi
seperti gatal pada kulit kemerah(merahan, bentol,
atau yang lebih hebat si penderita bisa syok, %ontoh
antibiotiknya 'eni%illin dan Kloramfenikol.
2# R$sist$nsi
jika obat yang pernah digunakan akan tetapi efek
yang diinginkan sudah tidak mempan lagi bagi si
)ritasi dan alergi
penyakit !sudah kebal" atau si penyakit telah
menjadi kuat. 'enyebabnya adalah karena kita
meminum obat tidak sampai habis terutama
antibiotik, harus dihabiskan. Kalau tidak atau kita
meminumnya hanya besok iya besoknya lagi tidak,
maka si bakteri yang ada didalam tubuh kita akan
kebal jadinya terhadap antibiotik yang kita minum.
3# I(i)sinkrasi
Merupakan reaksi kepekaan yang tidak biasa
!abnormal" terhadap suatu obat yang diturunkan
se%ara genetik.
"# Gan..&an '$n/$rnaan
Salah satu efek samping antibiotik yang paling
umum adalah masalah pen%ernaan, seperti diare,
mual, kram, kembung dan nyeri.
0# Gan..&an -&n.si 1ant&n. (an t&%&2 3ainnya
*eberapa orang yang mengonsumsi antibiotik
mengalami jantung berdebar(debar, detak jantung
abnormal, sakit kepala parah, masalah hati seperti
penyakit kuning, masalah ginjal seperti air ke%ing
ber&arna gelap dan batu ginjal dan masalah saraf
seperti kesemutan di tangan dan kaki.
6# In-$ksi
#fek samping yang paling rentan dirasakan
perempuan adalah infeksi jamur pada organ
reproduksi yang dapat menyebabkan keputihan,
gatal dan +agina mengeluarkan bau serta %airan.
4# Gan..&an s$ri&s (an 5$n.an/a5 nya6a
'enggunaan antibiotik dosis tinggi dan dalam
jangka lama dapat menimbulkan efek sampaing
yang sangat serius, seperti disfungsi atau kerusakan
hati, tremor !gerakan tubuh yang tidak terkontrol",
penurunan sel darah putih, kerusakan otak,
kerusakan ginjal, tendon pe%ah, koma, aritmia
jantung !gangguan irama jantung" dan bahkan
kematian.
Mekanisme
kerja
,ntibiotik juga dapat dibedakan berdasarkan
mekanisme atau tempat kerja antibiotik tersebut pada
bakteri, antara lain:
-. ,ntibiotik yang bekerja menghambat sintesis
a. 'enginaktifan enim tertentu.
'enginaktifan enim tertentu adalah mekanisme
umum dari senya&a antiseptika, seperti turunan aldehid,
etilen oksida. ,ldehida dan etilen oksid bekerja dengan
dinding sel bakteri, termasuk di sini adalah
basitrasin, sefalosporin, sikloserin, penisilin,
ristosetin dan lain(lain.
.. ,ntibiotik yang merubah permeabilitas membran
sel atau mekanisme transport aktif sel. /ang
termasuk di sini adalah amfoterisin, kolistin,
imidaol, nistatin dan polimiksin.
0. ,ntibiotik yang bekerja dengan menghambat
sintesis protein, yakni kloramfenikol, eritromisin
!makrolida", linkomisin, tetrasiklin dan
aminoglikosida.
1. ,ntibiotik yang bekerja melalui penghambatan
sintesis asam nukleat, yakni asam nalidiksat,
no+obiosin, pirimetamin, rifampisin, sulfonamida
dan trimetoprim.
2. Menhambat sintensis folat !seperti sulfonamide dan
trimerofrim".
3. Mengganggu sintensis dna , !seperti metronidasol,
kinolon, no+obiosin".
4. Mengganggu sintensis rna !rifampisin".
mengalkilasi se%ara langsung gugus nukleofil seperti
gugus 5 gugus amino, karboksil, hidroksil, fenol dan tiol
dari protein sel bakteri !Sis&andono dan Soekardjo,
.666".
b. 7enaturasi protein
Turunan alkohol, turunan fenol bekerja sebagai
antiseptik dengan %ara denaturasi dan koagulasi protein
sel bakteri. Senya&a alkohol dapat menimbulkan
denaturasi protein sel bakteri dan proses tersebut
memerlukan air. 8al ini ditunjang oleh fakta bah&a
alkohol absolut, yang tidak mengandung air, mempunyai
akti+itas antibakteri jauh lebih rendah disbanding alkohol
yang mengandung air. Selain itu turunan alkohol juga
menghambat sistem fosforilasi dan efeknya terlihat jelas
pada mitokondria, yaitu pada hubungan substrat 5
nikotinamid adenine nukleotida !N,7". Turunan fenol
berinteraksi dengan sel bakteri melalui proses absorbsi
yang melibatkan ikatan hidrogen. 'ada kadar rendah
terbentuk kompleks protein 5 fenol dengan ikatan yang
lemah dan segera mengalami peruraian, diikuti penetrasi
fenol ke dalam sel menyebabkan presipitasi serta
denaturasi protein. 'ada kadar tinggi fenol menyebabkan
koagulasi protein dan sel membran mengalami lisis.
!Sis&andono dan Soekardjo, .666".
%. Mengubah permeabilitas
Turunan fenol dapat mengubah permeabilitas
membran sel bakteri, sehingga menimbulkan kebo%oran
konstituen sel yang esensial dan mengakibatkan bakteri
mengalami kematian !Sis&andono dan Soekardjo, .666".
d. )nterkalasi ke dalam ,7N
*eberapa at &arna, seperti turunan trifenilmetan
dan akridin, bekerja sebagai antibakteri dengan mengikat
se%ara kuat asam nukleat, menghambat sintesis ,7N dan
menyebabkan perubahan kerangka mutasi pada sintesis
protein. Turunan trifenil metan seperti gentian +iolet
adalah kation aktif, dapat berkompetisi dengan ikatan
hidrogen membentuk kompleks yang tak terionisasi
dengan gugus bermuatan negatif dari konstituen sel,
terjadi pemblokan proses biologis yang penting untuk
kehidupan bakteri sehingga bakteri mengalami kematian
!Sis&andono dan Soekardjo, .666".
e. 'embentukan kelat
*eberapa turunan fenol seperti heksaklorofen dan
oksikuinolin, dapat membentuk kelat dengan ion 9e
dan:u, kemudian bentuk kelat tersebut dialihkan ke
dalam sel bakteri. Kadar yang tinggi dari ion 5 ion logam
didalam sel menyebabkan gangguan fungsi enim 5
enim sehingga mikroorganisme mengalami kematian
!Sis&andono dan Soekardjo, .666".
Klasifikasi ,ntibiotik juga diklasifikasi sebagai:
a. bakterisida !membunuh bakteri dengan merusak
membrane sel" #$: penisilin dan sefalosporin
b. bakteriostatik !menghentikan pertumbuhan dan
multiplikasi bakteri, , namun tidak membunuhnya,
sehingga proses pembasmian kuman sangat
tergantung pada daya tahan tubuh". #$: Tetrasiklin
dan sulfonamide
%. ,minoglikosida
d. ,ntibiotik lain: makrolida, eritromisin
,ntiseptik terutama digunakan untuk men%egah dan
mengobati infeksi pada luka. Sediaan antiseptik dapat
digunakan untuk mengobati luka memar, luka iris, luka
le%et dan luka bakar ringan. 'enerapan antiseptik pada
luka mungkin perlu diikuti tindakan lain seperti
pembersihan dan penutupan luka dengan pembalut agar
tetap bersih dan terjaga
Selain itu, antiseptik juga dapat digunakan untuk:
a. Disin-$ksi tan.an: menjadi pengganti atau
menyempurnakan membasuh tangan dengan air.
Tenaga medis dan paramedis harus melakukan
disinfeksi tangan dengan antiseptik sebelum dan
sesudah melakukan tindakan medis.
b. Disin-$ksi 'ra7tin(akan: antiseptik diterapkan ke
lokasi tindakan untuk mengurangi flora kulit.
%. Disin-$ksi 5$5%ran 5&k)sa: irigasi antiseptik dapat
ditanamkan ke dalam uretra, kandung kemih atau
+agina untuk mengobati infeksi atau membersihkan
rongga sebelum kateterisasi.
d. Disin-$ksi 5&3&t (an t$n..)r)kan: Obat kumur
antiseptik dapat digunakan untuk men%egah dan
mengobati infeksi mulut dan tenggorokan.
'enggolongan 'enggolongan antibiotik berdasarkan akti+itasnya
-. ;at(at dengan aktri+itas sempit !narro&
spektrum"
;at aktif yang berkhasiat hanya pada satu jenis
atau beberapa jenis bakteri saja !bakteri gram
positif saja atau bakteri gram negati+e saja".
.. ;at(at dengan aktri+itas luas !broad spektrum"
;at aktif yang berkhasiat untuk semua jenis
bakteri, mau yang gram negati+e ataupun gram
positif
'enggolongan antibiotik
-. <olongan 'enisilin
.. <olongan Sefalosporin
,da banyak sekali agen kimia yang dapat digunakan
sebagai antiseptik. *eberapa jenis antiseptik yang umum
digunakan adalah $takri(in 3aktat 8ri9an)3:; a3k)2)3;
y)(i&5; dan 2i(r).$n '$r)ksi(a. /aitu:
1# Etakri(in 3aktat 8ri9an)3:
#takridin laktat adalah senya&a organik berkristal kuning
oranye yang berbau menyengat. 'enggunaannya sebagai
antiseptik dalam larutan 6,-= lebih dikenal dengan merk
dagang ri9an)3. Tindakan bakteriostatik ri+anol
dilakukan dengan mengganggu proses +ital pada asam
0.<olongan ,minoglikosida
1. <olongan Kloramfenikol
2. <olongan Tetrasiklin
3. <olongan Makrolida
4. <olongan >ifampi%in ? ,sam ,usidat
@. <olongan Lain(lain
A. <olongan 'olipeptida
nukleat sel mikroba. #fekti+itas ri+anol %enderung lebih
kuat pada %akt$ri .ra5 ')siti- daripada gram negatif.
Meskipun fungsi antiseptiknya tidak sekuat jenis lain,
ri+anol memiliki keunggulan tidak mengiritasi
jaringan, sehingga banyak digunakan untuk mengompres
luka, bisul, atau borok bernanah. *ila ,nda memiliki
bisul di pantat, duduk berendam dalam larutan ri+anol
dapat membantu memper%epat penyembuhannya. Bntuk
luka kotor yang berpotensi infeksi lebih besar, penerapan
jenis antiseptik lain yang lebih kuat disarankan setelah
luka dibersihkan.
2# A3k)2)3
,lkohol adalah antiseptik yang kuat. ,lkohol membunuh
kuman dengan %ara menggumpalkan protein dalam
selnya. Kuman dari jenis bakteri, jamur, protooa dan
+irus dapat terbunuh oleh alkohol. ,lkohol !yang
biasanya di%ampur yodium" sangat umum digunakan oleh
dokter untuk mensterilkan kulit sebelum dan sesudah
pemberian suntikan dan tindakan medis lain. ,lkohol
kurang %o%ok untuk diterapkan pada luka terbuka karena
menimbulkan rasa terbakar.
Cenis alkohol yang digunakan sebagai antiseptik
adalah $tan)3 !36(A6=", 'r)'an)3 !36(46="
danis)'r)'an)3 !46(@6=" atau %ampuran dari
ketiganya. M$ti3 a3k)2)3 85$tan)3: ti(ak %)3$2
(i.&nakansebagai antiseptik karena dalam kadar rendah
pun dapat menyebabkan gangguan saraf dan masalah
penglihatan. Metanol banyak digunakan untuk keperluan
industri.
3# <)(i&5
/odium atau iodine biasanya digunakan dalam larutan
beralkohol !disebut yodium tinktur" untuk sterilisasi kulit
sebelum dan sesudah tindakan medis. Larutan ini tidak
lagi direkomendasikan untuk mendisinfeksi luka ringan
karena mendorong pembentukan jaringan parut dan
menambah &aktu penyembuhan. <enerasi baru yang
disebut iodine povidone (iodophore), sebuah polimer
larut air yang mengandung sekitar -6= yodium aktif, jauh
lebih ditoleransi kulit, tidak memperlambat penyembuhan
luka, dan meninggalkan deposit yodium aktif yang dapat
men%iptakan efek berkelanjutan. Salah satu merk
antiseptik dengan iodine povidoneadalah %$ta(in$.
Keuntungan antiseptik berbasis yodium adalah %akupan
luas akti+itas antimikrobanya. /odium mene&askan
semua patogen utama berikut spora(sporanya, yang sulit
diatasi oleh disinfektan dan antiseptik lain. *eberapa
orang alergi terhadap yodium. Tanda alergi
yodium adalah ruam kulit kemerahan, panas, bengkak dan
terasa gatal.
"# ,i(r).$n '$r)ksi(a
Larutan hidrogen peroksida 3= digunakan untuk
membersihkan luka dan borok. Larutan 0= lebih umum
digunakan untuk pertolongan pertama luka gores atau iris
ringan di rumah. 8idrogen peroksida sangat efektif
memberantas jenis kuman anaerob yang tidak
membutuhkan oksigen. Namun, oksidasi kuat yang
ditimbulkannya merangsang pembentukan parut dan
menambah &aktu penyembuhan. Bntung mengurangi
efek sampingnya, hidrogen peroksida sebaiknya
digunakan dengan air mengalir dan sabun
sehingga paparannya terbatas. Cika menggunakan
hidrogen peroksida sebagai obat kumur, pastikan ,nda
mengeluarkannya kembali setelah berkumur. Cangan
menelannya.
2# Man-aat anti%i)tik####
a) Penisilin (Penicillins)
'enisilin atau antibiotik beta(laktam adalah kelas antibiotik yang merusak
dinding sel bakteri saat bakteri sedang dalam proses reproduksi. 'enisilin
adalah kelompok agen bakterisida yang terdiri dari penisilin <, penisilin D,
ampisilin, tikarsilin, kloksasilin, oksasilin, amoksisilin, dan nafsilin.
,ntibiotik ini digunakan untuk mengobati infeksi yang berkaitan dengan
kulit, gigi, mata, telinga, saluran pernapasan, dll. Sebagian orang mungkin
mengalami alergi terhadap penisilin dengan keluhan ruam atau demam
karena hipersensiti+itas terhadap antibiotik. Seringkali penisilin diberikan
dalam kombinasi dengan berbagai jenis antibiotik lainnya.
b) Sefalosporin (Cephalosporins)
Sefalosporin, seperti penisilin, bekerja dengan mengganggu pembentukan
dinding sel bakteri selama reproduksi. Namun, antibiotik ini mampu
mengobati berbagai infeksi bakteri yang tidak dapat diobati dengan
penisilin, seperti meningitis, gonorrhea, dll.
7alam kasus dimana orang sensitif terhadap penisilin, maka sefalosporin
bisa diberikan sebagai alternatif. Namun, dalam banyak kasus, ketika
seseorang alergi terhadap penisilin, maka kemungkinan besar dia akan
alergi terhadap sefalosporin juga. >uam, diare, kejang perut, dan demam
adalah efek samping dari antibiotik ini.
c) Aminoglikosida (Aminoglycosides)
Cenis antibiotik ini menghambat pembentukan protein bakteri.
Karena efektif dalam menghambat produksi protein bakteri,
aminoglikosida diberikan antara lain untuk mengobati tifus dan
pneumonia. Meskipun efektif dalam mengobati bakteri penyebab infeksi,
terdapat risiko bakteri semakin tahan terhadap antibiotik ini.
,minoglikosida juga diberikan dalam kombinasi dengan penisilin atau
sefalosporin.
,minoglikosida efektif mengendalikan dan mengobati infeksi bakteri,
namun berpotensi melemahkan ginjal dan fungsi hati.
d) Makrolida (Macrolides)
Sama seperti sebelumnya, antibiotik ini mengganggu pembentukan protein
bakteri.
Makrolida men%egah biosintesis protein bakteri dan biasanya diberikan
untuk mengobati pasien yang sangat sensitif terhadap penisilin. Makrolida
memiliki spektrum lebih luas dibandingkan dengan penisilin dan
digunakan untuk mengobati infeksi saluran pernafasan, infeksi saluran
lambung, dll. Ketidaknyamanan pen%ernaan, mual, dan diare adalah
beberapa efek samping dari makrolida. Selain itu, &anita hamil dan
menyusui tidak boleh mengonsumsi makrolida.
e) Sulfonamida (Sulfonamides)
Obat ini efektif mengobati infeksi ginjal, namun sayangnya memiliki efek
berbahaya pada ginjal. Bntuk men%egah pembentukan kristal obat, pasien
harus minum sejumlah besar air. Salah satu obat sulfa yang paling sering
digunakan adalah gantrisin.
f) Fluoroquinolones
9luoroEuinolones adalah satu(satunya kelas antibiotik yang se%ara
langsung menghentikan sintesis 7N, bakteri. Karena dapat diserap
dengan sangat baik oleh tubuh, fluoroEuinolones dapat diberikan se%ara
oral. ,ntibiotik ini dianggap relatif aman dan banyak digunakan untuk
mengobati infeksi saluran kemih dan saluran pernapasan. Namun,
fluoroEuinolones diduga mempengaruhi pertumbuhan tulang. )tu sebab,
obat ini tidak direkomendasikan untuk &anita hamil atau anak(anak. #fek
samping yang sering timbul meliputi mual, muntah, diare, dll
g) Tetrasiklin (tetracyclines) dan polipeptida (polypeptides)
Tetrasiklin adalah antibiotik spektrum luas yang digunakan untuk
mengobati berbagai infeksi seperti infeksi telinga tengah, saluran
pernafasan, saluran kemih, dll.
'asien dengan masalah hati harus hati(hati saat mengambil tetrasiklin
karena dapat memperburuk masalah. 'olipeptida dianggap %ukup bera%un
sehingga terutama digunakan pada permukaan kulit saja. Ketika
disuntikkan ke dalam kulit, polipeptida bisa menyebabkan efek samping
seperti kerusakan ginjal dan saraf
3# In-$ksi s$'$rti a'a yan. (i s$%a%kan )3$2 9ir&s (an s$2ar&snya ti(ak (i
)%ati ($n.an anti%i)tik####
a. :olds ? 9lu
b. *atuk atau bron%hitis
%. >adang tenggorokan
d. )nfeksi telinga. Tidak semua infeksi telinga membutuhkan ,ntibiotik.
e. Sinusitis. 'ada umumnya tidak membutuhkan ,ntibiotik.
"# !$3askan k$na'a '$5%$rian anti%i)tik yan. irrasi)na3 %isa 5$ny$%a%kan
r$sist$nsi 'a(a AB (an a'a it& r$sist$n AB####
'emakaian ,ntibiotik tidak pada tempatnya dan berlebihan !irrational" juga
dapat menimbulkan efek negatif yang lebih luas !long term", yaitu terhadap
kita dan lingkungan sekitar, %ontohnya:
-. )rrational use ini juga dapat membunuh kuman yang baik dan
berguna yang ada didalam tubuh kita. Sehingga tempat yang
semula ditempati oleh bakteri baik ini akan diisi oleh bakteri
jahat atau oleh jamur. Kondisi ini disebut juga sebagai
Fsuperinfe%tionF.
.. 'emberian ,ntibiotik yang berlebihan akan menyebabkan
bakteri. yang tidak terbunuh mengalami mutasi dan menjadi
kuman yang resistan%e terhadap ,ntibiotik, biasa disebut
SB'#>*B<S.
Cadi jenis bakteri yang a&alnya dapat diobati dengan mudah dengan ,ntibiotik
yang ringan, apabila ,ntibiotiknya digunakan dengan irrational, maka bakteri
tersebut mutasi dan menjadi kebal, sehingga memerlukan jenis ,ntibiotik
yang lebih kuat.
0# S$%&tkan $-$k sa5'in. '$5%$rian AB=
'engguna antibiotik tanpa resep dokter atau dengan dosis yang tidak tepat
dapat menggagalkan pengobatan dan menimbulkan bahaya(bahaya lain
seperti:
a. SensitasiG8ipersensitif
b. >esistensi
%. gangguan serius yang mengan%am ji&a
d. <angguan pen%ernaan
e. <angguan fungsi jantung dan tubuh lainnya
f. )nfeksi
DA>TAR PUSTAKA
7armadi. .66@. Infeksi Nosokomial: Problematika dan Pengendaliannya. Cakarta:
Salemba Medika
9ardia, S. -AA.. Mikrobiologi Pangan. Cakarta: 'T <ramedia 'ustaka Btama
Kee, Coy%e L. dan 8ayes, #+elyn >. -AA3. Farmakologi: Pendekatan Proses
Keperawatan. #ditor: /asmin ,sih. Cakarta: #<:
'rati&i, Syl+ia T. .66@. Mikrobiologi Farmasi. Cakarta: #rlangga
Setyabudy, >. dan <an D. N. S. -AA2. Pengantar Antimikrobiologi Dalam
Farmakologi dan erapi! "disi I#$ Cakarta: 9. Kedokteran Bni+ersitas
)ndonesia
Staf 'engajar 7epartemen 9armakologi 9akultas Kedokteran Bni+esitas
Sri&ijaya. .66A. K%mp%lan K%lia& Farmakologi "disi '. Cakarta: #<: