Anda di halaman 1dari 11

1

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rematik (rheumatoid arthritis) merupakan penyakit yang menyerang
anggota gerak, yaitu sendi, otot, tulang dan jaringan sekitar sendi. Keluhan yang
sering muncul adalah nyeri, kaku, bengkak, sampai keterbatasan gerak tubuh.
Nyeri pada rematik hampir sama pada saat keseleo. Namun, pada rematik disertai
peradangan pada persendian dan kulit terlihat memerah akibat munculnya
peradangan.
Penyakit rematik sudah dikenal lama, dan sampai sekarang masih banyak
menyerang penduduk dunia. Lebih dari 355 juta jiwa penduduk dunia menderita
rematik. Artinya, satu dari enam orang di dunia menderita rematik. Angka ini
diperkirakan akan terus meningkat hingga 2025 dengan indikasi 25% mengalami
kelumpuhan. Penyebab rematik sangat bervariasi. Umumnya, dipengaruhi oleh
masalah auto imun, yaitu sistem kekebalan tubuh berbalik menyerang jaringan
persendian. Akibatnya, tulang rawan di sekitar sendi menipis. Sebagai gantinya,
muncul lah tulang baru. Di saat tubuh bergerak, tulang-tulang di persendian
bersingungan. Kejadian inilah yang memicu rasa sakit dan nyeri yang tak
tertahankan. Pada penyakit rematik, sistem imun gagal membedakan jaringan
sendiri dengan benda asing, sehingga menyerang jaringan tubuh sendiri,
khususnya jaringan sinovium yaitu selaput tipis yang melapisi sendi. Hasilnya
2

dapat menyebabkan sendi bengkak, rusak, nyeri, meradang, kehilangan fungsi dan
bahkan cacat.
Rematik dapat menyerang hampir semua sendi, tetapi yang paling sering
diserang adalah sendi di pergelangan tangan, buku-buku jari, lutut dan engkel
kaki. Sendi-sendi lain yang mungkin diserang termasuk sendi di tulang belakang,
pinggul, leher, bahu, rahang dan bahkan sambungan antar tulang sangat kecil di
telinga bagian dalam. Rematik juga dapat mempengaruhi organ tubuh seperti
jantung, pembuluh darah, kulit, dan paru- paru. Serangan rematik biasanya
simetris yaitu menyerang sendi yang sama di kedua sisi tubuh, berbeda dengan
osteoartritis yang biasanya terbatas pada salah satu sendi.














3

BAB II
1. Pengenalan Penyakit Rematik (Arthritris)
Rematik (Arthritis) istilah umum untuk peradangan (inflamasi) dan
pembekakan di daerah persendian. Terdapat lebih dari 100 macam penyakit yang
mempengaruhi daerah sekitar sendi, Yang paling banyak adalah Osteoarthritis
(OA), arthritis gout (pirai), arthritis rheumatoid (AR), dan fibromialgia.
Arthritis dapat mempengaruhi bagian lain dari tubuh; menyebabkan rasa sakit,
kehilangan kemampuan bergerak dan kadang bengkak.
Beberapa tipe arthritis :
1.1. Osteoarthritis (OA)
Merupakan penyakit sendi degeneratif yang progresif
dimana rawan kartilago yang melindungi ujung tulang mulai rusak,
disertai perubahan reaktif pada tepi sendi dan tulang subkhondral yang
menimbulkan rasa sakit dan hilangnya kemampuan gerak. Penyakit ini
merupakan jenis arthritis yang paling sering terjadi yang mengenai
mereka di usia lanjut atau usia dewasa.
1.2. Arthritis gout (pirai)
Arthritis jenis ini lebih sering menyerang laki-laki, biasanya
sebagai akibat dari kerusakan sistem kimia tubuh. Kondisi ini paling
sering menyerang sendi kecil, terutama ibu jari kaki. Arthritis gout
hampir selalu dapat dikendalikan oleh obat dan pengelolaan diet.


4

1.3. Arthritis Rheumatoid (AR)
Merupakan penyakit auto imun, dimana pelapis sendi
mengalami peradangan sebagai bagian dari aktivitas sistem imun tubuh.
Arthritis rheumatoid adalah tipe arthritis yang paling parah dan dapat
menyebabkan cacat, kebanyakan menyerang perempuan hingga tiga
sampai empat kali dari pada laki-laki.
1.4. Ankylosing spondilitis
Tipe arthritis yang menyerang tulang belakang.
Sebagai akibat peradangan, ruas tulang punggung tampak tumbuh
menyatu.
1.5. Juvenile arthritis ( arthritis pada anak-anak )
Istilah umum bagi semua tipe arthritis yang menyerang anak-
anak.
1.6. Systemic Lupus Erythematosus ( lupus )
Penyakit yang dapat menyebabkan radang dan merusak sendi.
1.7. Schleroderma
Penyakit yang menyerang jaringan penyambung pada
seluruh tubuh yang menyebabkan penebalan dan pengerasan kulit.
1.8. Fibromyalgia
Rasa sakit yang menyebar pada otot-otot dan menjalar ke
tulang. Kebanyakan menyerang perempuan.
5

2. Gejala Penyakit Rematik
2.1. Cedera
Banyak orang yang menganggap cedera seperti terkilir sebagai hal
yang bukan serius. Padahal ini bisa jadi juga sebagai gejala dari penyakit
rematik. Rheumatologis di rumah sakit khusus bedah di New York City, Lisa
A. Mandl, MD, MPH, mengatakan hal ini kerap terjadi pada orang-orang
berusia muda. Kondisi ini lebih umum terjadi pada orang berusia muda,
ujarnya.

2.2. Mati Rasa atau Kesemutan
Salah satu gejala rheumatoid arthritis adalah carpal tunnel syndrome,
ditandai dengan kesemutan di pergelangan kaki dan tangan. Adanya sensasi
pada tangan atau kaki terjadi karena pembengkakan di lengan. Rasa nyeri akan
lebih buruk terjadi pada malam hari, sebaiknya lakukan pengompresan pada
tangan atau kaki yang cedera.

2.3. Masalah Kaki
Peradangan rematik terkadang terjadi pada kaki bagian depan. Wanita
yang menggunakan high heels yang sering mengeluhkan rasa sakit karena
adanya tekanan pada kaki bagian depan.
Beberapa penderita rematik juga bisa merasakan rasa sakit di tumit akibat
plantar fasciitis, yakni gangguan kaki umum yang disebabkan oleh
pembengkakan jaringan di bagian bawah kaki dekat tumit.

6


2.4. Masalah mata
Penderita reumatik juga berisiko menderita Sindrom Sjogrens yaitu
gangguan auto imun yang bisa menyebabkan kekeringan pada mata, mulut,
hidung, tenggorokan atau kulit. Hal ini diakibatkan peradangan.
Kebanyakan orang yang mengalami mata kering berkonsultasi ke dokter mata
untuk mengetahui penyebabnya, tapi Dr. Mandl merekomendasikan untuk
juga berkonsultasi dengan spesialis reumathologi jika gejala belum juga
menghilang.

2.5. Rasa pegal pada sendi
Salah satu gejala yang paling dominan dari penyakit rematik adalah
rasa sakit pada sendi. Tidak sedikit yang berpikir rasa sakit ini terjadi akibat
kelelahan atau osteoarthritis (pengeroposan tulang jenis arthritis yang umum
di usia lanjut). Nyeri sendi biasanya berlangsung lebih dari seminggu. Hal ini
juga bisa mempengaruhi tangan, kaki, lutut ikut merasakan nyeri di waktu
yang bersamaan.

2.6. Kaku di pagi hari
Karakteristik lain dari rematik adalah rasa kaku pada sendi di pagi hari.
Ini juga merupakan masalah umum pada penderita osteoartritis, yang bisa
menyebabkan rasa sakit setelah beraktivitas lama, seperti tidur.
7

Perbedaan antara osteoartritis dengan rematik adalah lamanya waktu rasa
sakit. Pada osteoarthritis biasanya berkurang dalam waktu sekitar setengah
jam sementara pada penderita rematik membutuhkan waktu yang lebih lama.

2.7. Sendi Terkunci
Orang dengan gangguan rematik bisa jadi terkadang mengalami seperti
sendi terkunci, terutama di lutut dan siku. Hal ini terjadi karena ada begitu
banyak pembengkakan tendon di sekitar sendi sehingga sendi tidak bisa
menekuk. Hal ini bisa menyebabkan kista di belakang lutut yang dapat
membengkak dan menghambat pergerakan.
2.8. Nodul
Nodul atau benjolan yang tumbuh di kulit dekat dengan persendian
yang terkena rematik, biasanya sering muncul di belakang siku.
Pada penderita rematik stadium lanjut akan membuat si penderita tidak bisa
melakukan aktivitas sehari-hari dan kualitas hidupnya menurun.
3. Pantangan Makanan Untuk Penderita Rematik
- Produk kacang-kacangan seperti susu kacang, kacang buncis,
- Organ dalam hewan seperti usus, hati, limpa, paru, otak, jantung,
- Makanan kaleng seperti sarden, kornet sapi,
- Makanan yang dimasak menggunakan santan kelapa,
- Beberapa jenis buah-buahan seperti durian, air kelapa muda, alpukat, dan
produk olahan melinjo,
- Alkohol,
- Kangkung dan bayam.
8

BAB III
CARA PENCEGAHAN PENYAKIT REMATIK
Penyakit rematik memang tidak dapat disembuhkan secara total, namun
ada cara untuk mencegah terjadinya penyakit reumatik dan meminimalisir rasa
sakit pada persendian, diantarnya adalah :
1. Jalan Kaki
Melakukan olahraga kecil seperti berjalan kaki tanpa alas kaki, 2-3 kali
seminggu yang berguna untuk membantu mengembalikan fungsi dari kerja otot
pada kaki, tulang persendian pada seluruh bagian kaki, serta membantu
memperlancar sirkulasi darah.
2. Mengkonsumsi Buah dan Sayur
Contoh buah yang dapat dikonsumsi, seperti :
- Jus buah semangka
Dengan segelas jus buah semangka tanpa biji dipagi dan malam hari, dapat
membantu mencegah penyakit rematik
- Buah alpukat
Dengan lemak nabati yang terkandung dalam buah alpukat mampu
memberi stimulasi dan lubrikasi secara alami pada persendian tulang
seperti leher, siku, pergelangan tangan, pinggul, lutut dan pergelangan kaki.
- Buah Apel
Mengkonsumsi buah apel yang difermentasi sebanyak setengah cangkir
dalam dua kali sehari, akan membantu penyembuhan penyakit rematik.


9

BAB IV
OBAT ANTIREMATIK
Obat Generik Obat Paten
Ibuprofen
Ketoprofen
Asetosal
Diklofenak
Fenilbutazon
Piroksikam
Anafen
Altofen
Aspilets
Cataflam
Pehazon
Pirocam

Indikasi Obat
Indikasi dari semua obat antireumatik diatas antara lain :
- Meringankan nyeri ringan sampai sedang
- Mengobati gejala artritis rematoid, ankilosa, gout dan osteoartritis
- Rasa nyeri pada otot dan sendi
- Pengobatan jangka pendek pada nyeri dan inflamasi
- Rematik akut

Kontra Indikasi
Kontra indikasi dari obat antirematik diatas antara lain :
- Hipersensitif, penderita dengan gejala asma, kehamilan trimester ketiga
- Penyakit alergi
- Jantung dan hipertensi

10

Efek Samping
Beberapa jenis efek samping yang umum dialami saat meminum obat
antirematik, yaitu :
- Sakit kepala
- Pusing atau vertigo
- Mual
- Muntah
- Konstipasi
- Diare.











11

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
1. Penyakit rematik bisa menyerang pria dan wanita, baik pada usia anak-
anak, remaja, maupun lansia.
2. penyakit rematik terdiri atas beberapa tipe, yang mempunyai ciri dan
gejala yang berbeda.
5.1. Saran
1. Untuk mengurangi rasa sakit, beberapa makanan sebaiknya dihindari
oleh penderita Rematik.
2. Rajin berolahraga, mengkonsumsi buah dan sayur yang dapat
membantu meringankan serta mencegah penyakit rematik.