Anda di halaman 1dari 6

Tafsir Tauhid dan Syahadat Laa Ilaha Illallah

Makna Tauhid
Dari Ibnu 'Abbas radhiyallahu'anhuma, beliau menuturkan bahwa tatkala Nabi shallallahu
'alaihi wa sallam mengutus Mu'adz bin Jabal radhiyallahu'anhu ke negeri Yaman, maka beliau
berpesan kepadanya, Sesungguhnya engkau akan mendatangi sekelmpk rang dari
kalangan Ahli !itab, maka "adikanlah perkara pertama yang kamu serukan kepada mereka
syahadat laa ilaha illallah#$ Dalam sebagian riwayat disebutkan, Supaya mereka
mentauhidkan Allah#$ %&'# (ukhari dan Muslim)
Syaikh (in (az rahimahullah berkata, *auhid adalah mengesakan Allah ta'ala dalam hal
ibadah#$ %lihat Syarh Kitab at-Tauhid, hal# +,)
Syaikh as-Sa'di rahimahullah berkata, !etahuilah, bahwa istilah tauhid -se.ara mutlak-
menun"ukkan kepada suatu ilmu dan pengakuan mengenai keesaan 'abb /Allah0 dalam hal
si1at-si1at kesempurnaan-Nya, pengakuan tentang keesaan-Nya dalam hal si1at-si1at
keagungan dan kemuliaan, dan mengesakan Allah semata dalam hal ibadah#$ %lihat al-Qaul
as-Sadid fi Maqashid at-Tauhid, hal# ++)
Makna Kalimat Syahadat
Syahadat laa ilaha illallah maknanya adalah serang hamba mengakui dengan lisan dan
hatinya bahwa tidak ada ma'bud /sesembahan0 yang benar ke.uali Allah 'azza wa jalla#
!arena ilah bermakna ma'luh /sesembahan0, sedangkan kata ta'alluh bermakna ta'abbud
/beribadah0# Di dalam kalimat ini terkandung pena1ian dan penetapan# 2ena1ian terdapat
pada ungkapan laa ilaha, sedangkan penetapan terdapat pada ungkapan illallah# Sehingga
makna kalimat ini adalah pengakuan dengan lisan -setelah keimanan di dalam hati- bahwa
tidak ada sesembahan yang benar selain Allah3 dan knsekuensinya adalah memurnikan
ibadah kepada Allah semata dan menlak segala bentuk ibadah kepada selain-Nya %lihat
Fatawa Arkan al-Islam hal# 45 leh Syaikh Ibnu '6tsaimin rahimahullah)
Dari sini, kita bisa menyimpulkan bahwa kalimat tauhid ini mengandung makna tauhid
uluhiyah atau tauhid ibadah# Yang dimaksud tauhid ibadah adalah mengesakan Allah
dengan segala bentuk perbuatan hamba yang bernilai ibadah -se.ara lahir maupun batin-
seperti halnya shlat, puasa, zakat, ha"i, menyembelih kurban, nadzar, .inta, takut, harap,
tawakal, rghbah, rhbah, da, dan lain sebagainya yang telah disyari'atkan Allah untuk
beribadah kepada-Nya# Dengan kata lain, tauhid ibadah adalah menu"ukan segala bentuk
ibadah kepada Allah semata3 sehingga barangsiapa yang menu"ukan ibadah kepada selain
Allah maka dia termasuk glngan rang ka1ir dan musyrik %lihat Ibnu Rajab al-anbali wa
Atsaruhu fi Taudhih 'Aqidati as-Salaf /+78950 leh Dr# Abdullah al-:ha1ili)
!alimat laa ilaha illallah mengandung knsekuensi tidak mengangkat ilah7sesembahan
selain Allah# Sementara ilah adalah Dzat yang ditaati dan tidak didurhakai, yang dilandasi
dengan perasaan takut dan pengagungan kepada-Nya# Dzat yang men"adi tumpuan rasa
.inta dan takut, tawakal, permhnan, dan da# Dan ini semuanya tidak pantas
dipersembahkan ke.uali kepada Allah 'azza wa jalla# (arangsiapa yang mempersekutukan
makhluk dengan Allah dalam masalah-masalah ini -yang ia merupakan kekhususan ilahiyah-
maka hal itu merusak keikhlasan dan kemurnian tauhidnya# Dan di dalam dirinya terdapat
bentuk penghambaan kepada makhluk sesuai dengan kadar ketergantungan hati kepada
selain-Nya# Dan ini semuanya termasuk .abang kemusyrikan %lihat Kitab at-Tauhid! Risalah
Kalimat al-Ikhlas wa Tahqiq Ma'naha, hal# 49-;<)
Dengan demikian, serang yang telah mengu.apkan laa ilaha illallah wa"ib mengingkari
segala sesembahan selain-Nya# =leh karenanya, 'asulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda, (arangsiapa mengu.apkan laa ilaha illallah dan mengingkari segala yang
disembah selain Allah, maka ter"aga harta dan darahnya# Adapun hisabnya adalah urusan
Allah 'azza wa jalla#$ %&'# Muslim dari *hari> bin Asy-yam radhiyallahu'anhu)
Adapun rang yang mengu.apkan laa ilaha illallah akan tetapi tidak mengingkari
sesembahan selain Allah atau "ustru berda kepada para wali dan rang-rang salih /yang
sudah mati0 maka rang sema.am itu tidak berman1aat baginya u.apan laa ilaha illallah#
!arena hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam itu saling mena1sirkan satu sama lain# *idak
bleh hanya mengambil sebagian hadits dan meninggalkan sebagian yang lain %lihat Syarh
Tafsir Kalimat at-Tauhid, hal# +8)
=leh sebab itu pena1siran laa ilaha illallah dengan '*iada pen.ipta selain Allah', atau '*iada
penguasa selain Allah', atau '*iada pengatur selain Allah', dan sema.amnya adalah keliru
%lihat at-Tauhid li Shaff al-Awwal al-'Aali, hal# 4; karya Syaikh Shalih al-?auzan)
!esalahpahaman ini mun.ul dari kalangan Mutakallimin71ilsa1at, Asya'irah dan Mu'tazilah
yang mengartikan kata ilah dalam syahadat laa ilaha illallah dengan makna al-Qadir3 artinya
yang berkuasa# Sehingga mereka mena1sirkan laa ilaha illallah dengan tiada yang berkuasa
untuk men.ipta ke.uali Allah# =leh sebab itu di dalam kitab pegangan mereka semisal
"mmul #arahin, di"elaskan bahwa makna ilah adalah Dzat yang tidak membutuhkan selain
diri-Nya sedangkan segala sesuatu selain-Nya membutuhkan-Nya# Mereka menyimpangkan
makna tauhid uluhiyah kepada tauhid rububiyah# &al ini pula yang menimbulkan mun.ulnya
pemaknaan laa ilaha illallah dengan 'tiada tuhan selain Allah', karena istilah tuhan di sini
dimaknakan dengan 'abb7pen.ipta, pengatur dan pemelihara alama semesta# 2adahal, yang
benar maknanya adalah 'tiada sesembahan /ma'bud0 yang benar selain Allah' %lihat at-Tam-
hid li Syarh Kitab at-Tauhid, hal# 5;-5@)
Dalil-Dalil al-Qur'an
Allah ta'ala ber1irman %yang artinya), $S%sun&&uhnya m%r%ka dahulu' a(abila dikatakan
k%(ada m%r%ka laa ilaha illallah' maka m%r%ka m%ny)mb)n&kan diri *m%n)laknya+, M%r%ka
b%rkata- A(akah kami harus m%nin&&alkan s%s%mbahan-s%s%mbahan kami kar%na m%n&ikuti
s%)ran& (%nyair &ila./ %AS# Ash-Sha11atB ,;-,@)
Allah ta'ala ber1irman %yang artinya), $0an m%r%ka 1)ran&-)ran& musyrik Quraisy2 m%rasa
k%h%ranan t%rhada( s%)ran& (%mb%ri (%rin&atan yan& mun3ul dari kalan&an m%r%ka, 4ran&-
)ran& kafir itu (un b%rkata- '0ia ini adalah (%nyair la&i tukan& dusta, A(akah dia h%ndak
m%njadikan ilah-ilah *s%s%mbahan-s%s%mbahan+ ini m%njadi satu s%s%mbahan saja. T%ntu saja
ini adalah (%rkara yan& san&at m%n&h%rankan',/ %AS# ShaadB 4-;)
Allah ta'ala ber1irman %yang artinya), $0an tidaklah m%r%ka di(%rintahkan m%lainkan su(aya
b%ribadah k%(ada Allah d%n&an m%murnikan a&ama untuk-5ya d%n&an m%njalankan ajaran
yan& hanif' m%ndirikan sh)lat' dan m%nunaikan zakat, Itulah a&ama yan& lurus,/ %AS# Al-
(ayyinahB ;)
Syaikh as-Sa'di rahimahullah menerangkanB
+# Makna 'tidaklah mereka diperintahkan' yaitu dalam seluruh syari'at
8# Makna 'ke.uali untuk beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan agama untuk-
Nya' yaitu supaya mereka menu"ukan segala bentuk ibadah -lahir maupun batin-
dalam rangka men.ari wa"ah Allah serta mendapatkan kedekatan diri di sisi-Nya
,# Makna 'mengikuti a"aran yang hani1' yaitu berpaling dari semua agama yang
menyelisihi agama tauhid %lihat al-Majmu'ah al-Kamilah /57@;50)
Imam Ibnul Jauzi rahimahullah men"elaskanB
+# Makna 'dengan mengikhlaskan agama untuk-Nya' yaitu agar mereka bertauhid serta
tidak beribadah kepada sesembahan selain-Nya
8# Makna 'mengikuti a"aran yang hani1' yaitu berada di atas a"aran agama Ibrahim %lihat
6aad al-Masir fi 'Ilmi at-Tafsir, hal# +;5@)
Imam al-(aghawi rahimahullah men"elaskanB
+# Makna 'tidaklah mereka diperintahkan' maksudnya adalah rang-rang ka1ir
8# Makna 'dengan mengikhlaskan agama untuk-Nya' adalah sebagaimana ta1siran Ibnu
'Abbas# (eliau berkata, *idaklah mereka diperintahkan di dalam *aurat maupun In"il
ke.uali untuk mengikhlaskan ibadah untuk Allah dan melaksanakan tauhid#$
,# Makna 'mengikuti a"aran yang hani1' yaitu berpaling dari semua agama dan hanya
.ndng %memeluk) agama Islam %lihat Tafsir al-#a&hawi, hal# +48@)
Allah ta'ala ber1irman %yang artinya), $0iantara tanda k%b%saran Allah adalah malam dan
sian&' matahari dan bulan' maka jan&anlah kalian sujud k%(ada matahari atau k%(ada bulan,
Akan t%ta(i sujudlah k%(ada Allah yan& t%lah m%n3i(takan itu s%mua' jika kalian b%nar-b%nar
b%ribadah hanya k%(ada-5ya,/ %AS# ?ushshilatB ,5)
Imam Ibnu !atsir rahimahullah men"elaskan maksud dari ayat, Janganlah kalian su"ud
kepada matahari atau kepada bulan# Akan tetapi su"udlah kepada Allah yang telah
men.iptakan itu semua#$ (eliau berkata, Janganlah kalian mempersekutukan hal itu
dengan-Nya# !arena tidaklah berguna ibadah kalian kepada-Nya "ika kalian "uga beribadah
kepada selain-Nya# Sebab Allah tidak akan mengampuni dsa syirik kepada-Nya#$ %lihat
Tafsir al-Qur'an al-'Azhim /57+C80 .et# Dar *haibah)
Allah ta'ala ber1irman %yang artinya), $#aran&sia(a yan& b%rd)a *b%ribadah+ k%(ada
s%s%mbahan lain disam(in& d)anya k%(ada Allah yan& itu j%las tidak ada
k%t%ran&an7(%mb%nar atasnya' maka s%sun&&uhnya hisabnya ada di sisi Rabbnya,
S%sun&&uhnya )ran&-)ran& kafir itu tidak akan b%runtun&,/ %AS# Al-MukminunB ++5)
Dalil-Dalil as-Sunnah
Adapun dalil dari as-Sunnah, diantaranya sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam,
(arangsiapa yang mengu.apkan laa ilaha illallah -dalam sebagian riwayat disebut
'barangsiapa yang mentauhidkan Allah'- dan mengingkari segala sesembahan selain Allah
maka ter"aga harta dan darahnya, sedangkan hisabnya adalah urusan Allah#$ %&'# Muslim
dari *hari> al-Asy"a'i radhiyallahu'anhu)
Dari Abu &urairah radhiyallahu'anhu, beliau men.eritakan bahwa suatu ketika ada serang
lelaki datang kepada 'asulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan menanyakan kepada beliau
tentang iman, islam, dan ihsan# Delaki itu berkata, Eahai 'asulullah, apa itu IslamF$# (eliau
men"awab, Islam adalah kamu beribadah kepada Allah dan tidak mempersekutukan-Nya
dengan sesuatu apapun, kamu mendirikan shlat wa"ib, membayar zakat yang telah
diwa"ibkan, dan berpuasa 'amadhan#$ %&'# (ukhari dan Muslim)
Dari Mu'adz bin Jabal radhiyallahu'anhu, 'asulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
Sesungguhnya hak Allah atas hamba adalah mereka harus menyembah-Nya dan tidak
mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun# Adapun hak hamba yang pasti diberikan
Allah 'azza wa jalla adalah Dia tidak akan menyiksa /kekal di neraka, pent0 rang yang tidak
mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun#$ %&'# (ukhari dan Muslim)
Dari Ibnu 'Abbas radhiyallahu'anhuma, beliau menuturkan bahwa tatkala Nabi shallallahu
'alaihi wa sallam mengutus Mu'adz bin Jabal radhiyallahu'anhu ke negeri Yaman, maka beliau
berpesan kepadanya, Sesungguhnya engkau akan mendatangi sekelmpk rang dari
kalangan Ahli !itab, maka "adikanlah perkara pertama yang kamu serukan kepada mereka
syahadat laa ilaha illallah#$ Dalam sebagian riwayat disebutkan, Supaya mereka
mentauhidkan Allah#$ %&'# (ukhari dan Muslim)
Tauhid Rahasia Ajaran al-Qur'an
Dari keterangan dan dalil-dalil yang telah dikemukakan di atas, teranglah bagi kita bahwa
makna laa ilaha illallah adalah 'tidak ada sesembahan yang benar selain Allah', atau dengan
ungkapan lain 'tidak ada yang berhak diibadahi ke.uali Allah'# Artinya, segala ma.am bentuk
ibadah hanya bleh ditu"ukan kepada Allah# (arangsiapa yang menu"ukan salah satu bentuk
ibadah kepada selain Allah maka dia telah berbuat kesyirikan dan keluar dari Islam#
Inilah pkk dan intisari dari a"aran Islam dan misi dakwah seluruh nabi dan rasul 'alaihimush
sh)latu was salam# Ini pula yang terkandung dalam kalimat yang senantiasa kita ba.a di
dalam shlat Iyyaka na'budu wa Iyyaka nasta'in3 &anya kepada-Mu kami beribadah dan
&anya kepada-Mu kami meminta pertlngan#$ Ini pula yang men"adi muatan utama !itab
Su.i al-Aur'an yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam#
Syaikh Ibrahim bin 'Amir ar-'uhaili hafizhahullah berkata, (arangsiapa mentadabburi
!itabullah serta memba.a !itabullah dengan penuh perenungan, nis.aya dia akan
mendapati bahwasanya seluruh isi al-Aur'an3 dari al-?atihah sampai an-Naas, semuanya
berisi dakwah tauhid# Ia bisa "adi berupa seruan untuk bertauhid, atau bisa "uga berupa
peringatan dari syirik# *erkadang ia berupa pen"elasan tentang keadaan rang-rang yang
bertauhid dan keadaan rang-rang yang berbuat syirik# &ampir-hampir al-Aur'an tidak
pernah keluar dari pembi.araan ini# Ada kalanya ia membahas tentang suatu ibadah yang
Allah syari'atkan dan Allah terangkan hukum-hukumnya, maka ini merupakan rin.ian dari
a"aran tauhid###$ %lihat *ranskrip Syarh al-Qawa'id al-Arba', hal# 88)
Imam Ibnu !atsir rahimahullah berkata, Sebagaimana dikatakan leh sebagian sala1 bahwa
al-?atihah menyimpan rahasia /a"aran0 al-Aur'an, sedangkan rahasia surat ini adalah kalimat
'Iyyaka na'budu wa Iyyaka nasta'in'# (agian yang pertama %Iyyaka na'budu) adalah pernyataan
sikap berlepas diri dari syirik# Adapun bagian yang kedua %Iyyaka nasta'in) adalah pernyataan
sikap berlepas diri dari /kemandirian0 daya dan kekuatan, serta menyerahkan /segala urusan0
kepada Allah 'azza wa jalla# Makna sema.am ini dapat ditemukan dalam banyak ayat al-
Aur'an#$ %lihat Tafsir al-Qur'an al-'Azhim /+7,40 .et# at-*au1i>iyah)
Ayat Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in mengandung pemurnian ibadah semata-mata kepada
Allah# Dalam ayat ini b"eknya didahulukan %iyyaka), padahal biasanya ia diletakkan di
belakang# Menurut kaidah bahasa arab hal ini menun"ukkan pembatasan dan pengkhususan#
Sehingga arti ayat ini men"adi, Kami tidak beribadah kecuali hanya keada-Mu! Dan kami
tidak mem"h"n ert"l"n#an kecuali keada-Mu#$ %lihat al-Majmu'ah al-Kamilah /+7,;0)
Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad al-(adr hafizhahullah berkata, Di dalamnya terkandung
penetapan tauhid uluhiyah# Dikedepankannya b"ek yaitu kata Iyyaka memberikan makna
pembatasan# Sehingga memberikan arti3 !ami mengkhususkan ibadah dan
isti'anah7permintaan tlng hanya kepada-Mu, dan kami tidak mempersekutukan siapa pun
bersama-Mu#$#$ %lihat Qathfu al-8ana ad-0ani, hal# ;5)
Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad hafizhahullah menerangkan, *auhid uluhiyah adalah
mengesakan Allah dengan perbuatan-perbuatan hamba, seperti dalam hal da,
istightsah7memhn keselamatan, isti'adzah7meminta perlindungan, menyembelih,
bernadzar, dan lain sebagainya# Itu semuanya wa"ib ditu"ukan leh hamba kepada Allah
semata dan tidak mempersekutukan-Nya dalam hal itu7ibadah dengan sesuatu apapun#$
%lihat Qathfu al-8ana ad-0ani, hal# ;@)
Ayat Iyyaka na'budu "uga mengandung bantahan bagi pelaku kemusyrikan# Syaikh Shalih bin
?auzan al-?auzan hafizhahullah mengatakan, Di dalamnya "uga terkandung bantahan bagi
rang-rang musyrik yang beribadah kepada selain Allah subhanahu wa ta'ala# Iyyaka
na'budu mengandung pemurnian ibadah untuk Allah semata3 sehingga di dalamnya
terkandung bantahan bagi rang-rang musyrik yang menyertakan selain Allah dalam
beribadah kepada-Nya#$ %lihat Syarh #a'dhu Fawa'id Surah al-Fatihah, hal# 9)
Sebuah realita yang sangat menyedihkan adalah banyak diantara kaum muslimin di masa
kita sekarang ini yang mengu.apkan Iyyaka na'budu wa Iyyaka nasta'in, akan tetapi mereka
tidak memperhatikan kandungan maknanya sama sekali# Mereka tidak memurnikan
ibadahnya kepada Allah semata# Mereka "uga beribadah kepada selain-Nya# Seperti halnya
rang-rang yang berda kepada 'asul shallallahu 'alaihi wa sallam, berda kepada &usain,
kepada Abdul Aadir Jailani, (adawi, dan lain sebagainya# Ini semua termasuk perbuatan
syirik akbar dan dsa yang tidak akan diampuni pelakunya apabila dia mati dalam keadaan
belum bertaubat darinya %lihat Tafsir Surah al-Fatihah, hal# +9-8<)
Allah ta'ala ber1irman %yang artinya), $S%sun&&uhnya baran&sia(a yan& m%m(%rs%kutukan
Allah maka Allah haramkan atasnya sur&a dan t%m(at tin&&alnya adalah n%raka' dan tidak
ada ba&i )ran&-)ran& zalim itu (%n)l)n&,/ %AS# Al-Ma'idahB 58)
Dak$ah %ara &abi Mela$an Kekafiran
Allah ta'ala ber1irman %yang artinya), $In&atlah k%tika Ibrahim b%rkata k%(ada ayah dan
kaumnya- S%sun&&uhnya aku b%rl%(as diri dari a(a yan& kalian s%mbah' k%3uali 0zat yan&
m%n3i(takan diriku' kar%na s%sun&&uhnya 0ia (asti akan m%mb%rikan (%tunjuk k%(adaku,/
%AS# Az-Gukhru1B 8@-85)
Allah ta'ala ber1irman %yang artinya), $Sun&&uh t%lah ada t%ladan yan& baik untuk kalian (ada
diri Ibrahim dan )ran&-)ran& yan& b%rsamanya *(ara nabi+' yaitu k%tika m%r%ka b%rkata
k%(ada kaumnya- 'S%sun&&uhnya kami b%rl%(as diri dari kalian dan dari s%&ala yan& kalian
s%mbah s%lain Allah, Kami m%n&in&kari kalian' dan t%lah j%las antara kami d%n&an kalian
(%rmusuhan dan k%b%n3ian untuk s%lama-lamanya' sam(ai kalian mau b%riman k%(ada Allah
saja,,,/ %AS# Al-MumtahanahB 4)#
Allah ta'ala ber1irman %yang artinya), $0an in&atlah k%tika Allah b%rtanya! 9ahai Isa bin
Maryam' a(akah %n&kau b%rkata k%(ada manusia- 8adikanlah aku dan ibuku s%ba&ai dua
s%s%mbahan s%lain Allah, Maka Isa m%njawab- Maha su3i :n&kau' tidak layak ba&iku untuk
m%n&atakan s%suatu yan& bukan m%njadi hakku, 8ika aku t%lah m%n&atakannya (astilah
:n&kau sudah m%n&%tahuinya, :n&kau m%n&%tahui a(a yan& ada (ada diriku dan aku tidak
m%n&%tahui a(a yan& ada (ada diri-Mu, S%sun&&uhnya :n&kau Maha M%n&%tahui (%rkara
yan& &aib,/ %AS# Al-Ma'idahB ++@)
Allah ta'ala ber1irman %yang artinya), $Tidaklah (antas ba&i s%)ran& manusia yan& dib%rikan
Allah k%(adanya al-Kitab' hukum dan k%nabian lantas b%rkata k%(ada manusia- 8adilah kalian
s%ba&ai (%muja diriku s%ba&ai tandin&an untuk Allah, Akan t%ta(i jadilah kalian rabbani
d%n&an s%bab a(a yan& kalian ajarkan b%ru(a al-Kitab dan a(a yan& kalian (%lajari, 0an
tidaklah dia m%m%rintahkan kalian untuk m%njadikan malaikat dan nabi-nabi s%ba&ai
s%s%mbahan, A(akah dia h%ndak m%m%rintahkan kalian kafir s%t%lah kalian m%m%luk Islam./
%AS# Ali 'ImranB 59-C<)
Ibnu Jurai" dan sekelmpk ulama ta1sir yang lain men"elaskan, bahwa maksud dari ayat ini
adalah, Muhammad -shallallahu 'alaihi wa sallam- tidaklah memerintahkan kalian untuk
men"adikan malaikat dan para nabi sebagai sesembahan, sebagaimana halnya yang
dilakukan leh kaum Auraisy dan Shabi'in yang berkeyakinan bahwa malaikat adalah putri-
putri Allah# *idak "uga sebagaimana kaum Yahudi dan Nasrani yang berkeyakinan tentang
'Isa al-Masih dan '6zair seperti apa yang mereka u.apkan /bahwa mereka adalah anak Allah,
pent0#$ %lihat Ma'alim at-Tanzil, hal# 88< leh Imam al-(aghawi)
Disebutkan dalam riwayat, bahwasanya suatu ketika rang-rang Yahudi datang kepada
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam# !emudian mereka berkata, Apakah kamu wahai
Muhammad ingin untuk kami "adikan sebagai rabb7sesembahanF$ Maka Allah pun
menurunkan ayat di atas sebagai tanggapan untuk mereka %lihat al-8ami' li Ahkam al-Qur'an
/;7+C50 leh Imam al-Aurthubi)
Imam Ibnu !atsir rahimahullah menerangkan, Dalu Allah ber1irman %yang artinya), $0an dia
tidaklah m%m%rintahkan kalian untuk m%njadikan malaikat dan (ara nabi s%ba&ai
s%s%mbahan/ yaitu dia tidak memerintahkan kalian untuk beribadah kepada siapapun selain
Allah, baik kepada nabi yang diutus ataupun malaikat yang dekat -dengan Allah-# Apakah
dia akan memerintahkan kalian kepada keka1iran setelah kalian memeluk IslamF$# Artinya
dia /rasul0 tidak melakukan hal itu# !arena baran#siaa yan# men#ajak keada
eribadatan keada selain Allah maka dia telah men#ajak keada kekafiran# 2adahal
para nabi hanyalah memerintahkan kepada keimanan3 yaitu beribadah kepada Allah semata
yang tidak ada sekutu bagi-Nya#$ &al itu sebagaimana 1irman Allah ta'ala %yang artinya),
$0an tidaklah Kami m%n&utus s%b%lum %n&kau s%)ran& rasul (un k%3uali Kami wahyukan
k%(adanya bahwa tidak ada s%s%mbahan -yan& b%nar- s%lain Aku' maka s%mbahlah Aku
1saja2,/ %AS# Al-Anbiya'B 8;) dst#$ %lihat Tafsir al-Qur'an al-'Azhim /87@50)