Anda di halaman 1dari 5

Istilah Perbankan Syariah

Minggu I, November 2008


Akad: Ikatan atau kesepakatan antara nasabah dengan bank yakni pertalian ijab
(pernyataan melakukan ikatan) dan kabul (pernyataan menerima ikatan) sesuai dengan
kehendak syariat yang berpengaruh pada objek perikatan. Misalnya, akad pembukaan
rekening simpanan atau akad pembiayaan.

Mudharabah: Akad yang dilakukan antara pemilik modal (shahibulmal) dengan pengelola
(mudharib). Pada saat awal, bagi hasil atau nisbah disepakati. Sedangkan, kerugian
ditanggung pemilik modal.

Musyarakah: Akad antara dua pemilik modal atau lebih untuk menyatukan modalnya
pada usaha tertentu. Sedangkan, pelaksanaannya bisa ditunjuk salah satu dari mereka.
Akad ini diterapkan pada usaha/proyek yang sebagiannya dibiayai oleh lembaga
keuangan. Sedangkan, selebihnya dibiayai oleh nasabah.

Distribusi Bagi Hasil: Pembagian keuntungan bank syariah kepada nasabah simpanan
berdasarkan nisbah yang disepakati setiap bulannya. Bagi hasil yang diperoleh tergantung
jumlah dan jangka waktu simpanan serta pendapatan bank pada periode tersebut.
Besarnya bagi hasil dihitung berdasarkan pendapatan bank (revenue) sehingga nasabah
pasti memperoleh bagi hasil dan tidak kehilangan pokok simpanannya.

Nisbah: Porsi bagi hasil antara nasabah dan bank atas transaksi pendanaan dan
pembiayaan dengan akad bagi hasil (mudharabah dan musyarakah).

Bai'almuthlaq: Jual beli biasa yaitu penukaran barang dengan uang. Uang berperan
sebagai alat ukur. Bai'almuthlaq dilakukan untuk pelaksanaan jual beli barang keperluan
kantor (fixed assets). Jual beli seperti ini menjiwai semua produk yang didasarkan pada
transaksi jual beli.

Sharf: Jual beli mata uang asing yang saling berbeda seperti rupiah dengan dollar, dollar
dengan yen. Sharf dilakukan dalam bentuk bank notes dan transfer, menggunakan nilai
kurs yang berlaku pada saat transaksi.

Muqayyad: Jual beli dengan pertukaran yang terjadi antara barang dengan barang atau
barter. Jual beli semacam ini dilakukan sebagai jalan keluar bagi ekspor yang tidak bisa
menghasilkan mata uang asing (valas).

Murabahah: Akad jual beli tempat harga dan keuntungan disepakati antara penjual dan
pembeli. Jenis dan jumlah barang juga dijelaskan rinci. Barang diserahkan setelah akad
jual beli dan pembayaran bisa dilakukan secara mengangsur atau mencicil atau sekaligus.

Salam: Jual beli dengan cara pemesanan. Pembeli memberikan uang terlebih dahulu
terhadap barang yang telah disebutkan spesifikasinya. Lalu, barang dikirim
kemudian.Salam biasanya dipergunakan untuk produk pertanian jangka pendek. Dalam
hal ini lembaga keuangan bertindak sebagai pembeli produk dan memberikan uangnya
lebih dulu. Sedangkan, nasabah menggunakan uang itu sebagai modal untuk mengelola
pertaniannya.

Istishna': Jual beli barang dalam bentuk pemesanan pembuatan barang berdasarkan
persyaratan serta kriteria tertentu. Sedangkan, pola pembayaran dapat dilakukan sesuai
kesepakatan (dapat dilakukan di depan atau pada saat pengiriman barang).

Mudharabah Muqayyadah: Akad yang dilakukan antara pemilik modal untuk usaha yang
ditentukan oleh pemilik modal (shahibumal) dengan pengelola (mudharib). Nisbah atau
bagi hasil disepakati di awal untuk dibagi bersama. Sedangkan, kerugian ditanggung oleh
pemilik modal. Dalam terminologi bank syariah, hal ini disebut special investment.
Musyarakah Mutanaqisah: Akad antara dua pihak atau lebih yang berserikat atau
berkongsi terhadap suatu barang. Lalu, salah satu pihak membeli bagian pihak lain secara
bertahap. Akad ini diterapkan pada pembiayaan proyek oleh lembaga keuangan dengan
nasabah atau lembaga keuangan lainnya. Dalam hal ini, bagian lembaga keuangan secara
bertahap dibeli pihak lainnya dengan cara mencicil. Akad ini juga terjadi pada
mudharabah yang modal pokoknya dicicil. Sedangkan, usaha itu berjalan terus dengan
modal yang tetap.

Wadi'ah: Akad yang terjadi antara dua pihak. Pihak pertama menitipkan suatu barang
kepada pihak kedua. Lembaga keuangan menerapkan akad ini pada rekening giro.

Wakalah: Akad perwakilan antara satu pihak kepada pihak lainnya. Wakalah biasanya
diterapkan untuk pembuatan letter of credit (L/C) atas pembelian barang di luar negeri
atau penerusan permintaan.

Ijarah: Aka sewa menyewa barang antara kedua belah pihak untuk memperoleh manfaat
atas barang yang disewa. Akad sewa yang terjadi antara lembaga keuangan (pemilik
barang) dengan nasabah (penyewa) dengan cicilan sewa yang sudah termasuk cicilan
pokok harga barang. Sehingga, pada akhir masa perjanjian, penyewa dapat membeli
barang tersebut dengan sisa harga yang kecil atau diberikan saja oleh bank. Karena itu,
biasanya ijarah dinamai "al ijarah waliqina" atau "al ijarah alMuntahia Bittamilik".

http://www.dexton.adexindo.com/artikel-november1-istilah-perbankan-syariah.html
Istilah-istilah Bank Syariah
Ar-Rahnu
Adalah menjadikan barang yang mempunyai nilai harta (nilai ekonomis) sebagai jaminan
hutang, hingga pemilik barang yang bersangkutan boleh mengambil hutang. Ar-Rahn
berarti juga pledge atau pawn (gadai), yaitu kontrak atau akad penjaminan dan mengikat
saat hak penguasaan atas barang jaminan berpindah tangan. Dalam kontrak tersebut, tidak
terjadi pemindahan kepemilikan atas barang jaminan. Atau dengan kata lain, merupakan
akad penyerahan barang dari nasabah kepadabank sebagai jaminan sebagian atau
seluruhnya atas hutang yang dimiliki nasabah. Dengan demikian, pemindahan
kepemilikan atas barang hanya terjadi dalam kondisi tertentu sebagai efek atau akibat dari
kontrak.

Hawalah
Adalah akad pemindahan nasabah kepada bank untuk membantu nasabah mendapatkan
modal tunai agar dapat melanjutkan produksinya dan bank mendapat imbalan atas jasa
pemindahan piutang tersebut.

Ijarah
Perjanjian sewa yang memberikan kepada penyewa untuk memanfaatkan barang yang
akan disewa dengan imbalan uang sewa sesuai dengan persetujuan dan setelah masa sewa
berakhir maka barang dikembalikan kepada pemilik, namun penyewa dapat juga
memiliki barang yang disewa dengan pilihan pemindahan kepemilikan atas barang yang
disewa dari pihakbank oleh pihak lain (ijarah wa iqtina).

Istishna
Adalah pembiayaan jual beli yang dilakukan antara bank dan nasabah dimana penjual
(pihak bank) membuat barang yang dipesan oleh nasabah. Bank untuk memenuhi
pesanan nasabah dapat mensubkan pekerjaannya kepada pihak lain.

Kafalah
Adalah akad pemberian garansi/jaminan oleh pihak bank kepada nasabah untuk
menjamin pelaksanaan proyek dan pemenuhan kewajiban tertentu oleh pihak yang
dijamin.

Mudharabah
Adalah kerjasama antara dua pihak dimana shahibul maal menyediakan modal sedangkan
mudharib menjadi pengelola dana dimana keuntungan dan kerugian dibagi menurut
kesepakatan dimuka.

Mudharabah al-Mutlaqah
Adalah kerjasama antara dua pihak dimana shahibul maal menyediakan modal dan
memberikan kewenangan penuh kepada mudharib dalam menentukan jenis dan tempat
investasi, sedangkan keuntungan dan kerugian dibagi menurut kesepakatan dimuka.
Mudharabah Muqqayadah
Adalah kerjasama antara dua pihak dimana shahibul maal menyediakan modal dan
memberikan kewenangan terbatas kepada mudharib dalam menentukan jenis dan tempat
investasi, dimana keuntungan dan kerugian dibagi menurut kesepakatan dimuka.

Mudharib
Adalah pihak kedua atau pihak lain selain pihak pertama.

Murabahah
Adalah suatu perjanjian yang disepakati antara Bank Syariah dengan nasabah, dimana
Bank menyediakan pembiayaan untuk pembelian bahan baku atau modal kerja lainnya
yang dibutuhkan nasabah, yang akan dibayar kembali oleh nasabah sebesar harga jual
bank (harga beli bank + margin keuntungan) pada waktu yang ditetapkan.

Musyarakah
Adalah perjanjian pembiayaan antara Bank Syariah dengan nasabah yang membutuhkan
pembiayaan, dimana Bank dan nasabah secara bersama membiayai suatu usaha atau
proyek yang juga dikelola secara bersama atas prinsip bagi hasil sesuai dengan
penyertaan dimana keuntungan dan kerugian dibagi sesuai kesepakatan dimuka.

Nisbah
Adalah bagian keuntungan usaha bagi masing-masing pihak yang besarnya ditetapkan
berdasarkan kesepakatan.

Salam
Adalah pembiayaan jual beli dimana pembeli memberikan uang terlebih dahulu terhadap
barang yang dibeli yang telah disebutkan spesifikasinya dengan pengantaran kemudian.

Shahibul Maal
Adalah pihak pertama

Wadiah
Adalah titipan dari suatu pihak ke pihak lain baik individu maupun golongan yang harus
dijaga dan dikembalikan setiap saat bila pemilik menghendakinya.
Adalah pihak pertama

Wadiah Yad adh-Dhamanah


Adalah wadiah dimana si penerima titipan dapat memanfaatkan barang titipan tersebut
dengan seizin pemiliknya dan menjamin untuk mengembalikan titipan tersebut secara
utuh setiap saat, saat si pemilik menghendakinya.

Wakalah
Adalah akad perwakilan antara kedua belah pihak (bank dan nasabah) dimana nasabah
memberikan kuasa kepada bank untuk mewakili dirinya melakukan pekerjaan atau jasa
tertentu..Dari syariahmandiri.co.id