Anda di halaman 1dari 39

INDUSTRI PROSES BERBASIS

Nitrogen
INDUSTRI AMONIA DAN UREA
Jenis Organic Feedstocks dan Penggunaan Amonia:
1. Industri Amonia
Proses Produksi Amonia:
a. Bahan baku: gas alam, udara, dan uap air
b. Produk:
- Amonia cair (NH
3
: min. 99%b, H
2
O: min. 0,5%b)
- gas CO
2
(kadar CO
2
: min. 98,5%v)
c. Proses produksi dari gas alam:
Terdiri dari 6 tahapan proses, yaitu:
c.1. Tahap pemurnian gas bumi
c.2. Tahap pembuatan gas sintesis (sin-gas)
c.3. Tahap pemurnian gas sintesis
c.4. Tahap sintesis amonia
c.5. Tahap pemurnian dan refrijerasi amonia
c.6. Tahap recovery hidrogen
Tahap pemurnian gas bumi
- Tujuan: memisahkan pengotor berupa debu,
tetes cairan, senyawa Hg dan senyawa
sulfur dari gas bumi (komponen yang
diinginkan adalah metan, CH
4
)
- Pemisahan debu/partikel halus dan tetes
cairan (berupa air dan HC berat, hidrokarbon
jenuh dengan C>5) dilakukan di dalam KO
drum dengan prinsip pemisahan secara
otomatis dan kontrol permukaan.
Tahap pemurnian gas bumi - lanjutan
- Hg dipisahkan di dalam mercury guard
chamber dengan prinsip adsorpsi.
Adsorben: sulfur yang di-impregnasi-kan pada
permukaan karbon.
Reaksi: Hg + S HgS

- Pemisahan sulfur (sulfur merupakan racun
katalis, terutama di primary reformer),
dilakukan 2 tahap:
Tahap 1: Hidrogenolisis-katalitik terhadap
organic sulfur (katalis: Co-Mo oxide)
R-SH + H
2
H
2
S + R-H

Tahap 2: Adsorbsi dengan pellet ZnO (untuk
penyempurnaan tahap 1)
H
2
S + ZnO ZnS + H
2
O
Knock Out drum
Adsorpsi
Pemisahan Uap Air (water vapor) dengan TEG
Tahap pembuatan gas sintesis (gas H
2
dan CO)
- Terdiri dari 2 tahap proses:
Tahap 1: Reformasi gas bumi
Reformasi: reaksi antara senyawa
hidrokarbon dengan uap air untuk
menghasilkan gas sintesis.

CH
4
+ H
2
O CO + 3H
2
(fasa gas, endotermis)

Jenis: Primary & Secondary Reforming
Katalis: nikel

Tahap 2: Konversi CO menjadi CO
2

Sering dikenal sebagai steam shift
conversion
Reaksi:
CO + H
2
O CO
2
+ H
2
(fasa gas, eksotermis)
Tahap pemurnian gas sintesis
- Terdiri dari 2 tahap proses:
Fungsi: memisahkan gas CO
2
dari gas H
2
Dilakukan melalui 2 tahap/cara:
Tahap 1: Absorpsi gas CO dan CO
2
Pengabsorps: larutan garam (contoh:
benfield)
Setelah dilucuti dari larutan
pengabsorp, CO
2
dikirim ke pabrik
urea

Tahap 2: Pengubahan CO
2
menjadi CH
4

(metanasi)
Sebagai penyempurna tahap 1
Jenis reaksi: hidrogenolisis katalitik
Reaksi (fasa gas, katalis: nikel oksida)
CO
2
+ 4H
2
CH
4
+ 2H
2
O
CO + 3H
2
CH
4
+ H
2
O
Absorpsi gas CO dan CO
2

CO
2
(g)+H
2
O(l) +K
2
CO
3
(l) 2KHCO
3
(l)
Tahap sintesis amonia
- Fungsi:
Membuat gas NH
3
dari N
2
dan H
2
- Reaktor: ammonia conventer
- Proses: proses Heber-Bosch, merupakan
reaksi katalitik fasa gas dengan katalis berupa
promoted iron
- Kondisi reaksi:
Temperatur sekitar 400 500
o
C
Tekanan sekitar 14 15 MPa
Konversi sekitar 10 20%(rata-rata 14%)
- Reaksi:
N
2
+ 3H
2
2NH
3
AH=-92,4 kJ mol
-1
Reaksi pada fasa gas, eksotermis, dan dalam
kesetimbangan (harus diperhatikan prinsip-
prinsip Le Chetalier)
Tahap sintesis amonia - lanjutan
- Konstanta kesetimbangan:



Nilai K
eq
pada berbagai temperatur:
| |
| || |
3
2 2
2
3
H N
NH
K
eq
=
Temperature (
o
C) K
eq

25 6,4 x 10
2

200 4,4 x 10
-1

300 4,3 x 10
-3

400 1,6 x 10
-4

500 1,5 x 10
-5

Prosentase Perolehan Amonia pada berbagai Nilai
Tekanan dan Temperatur
N
2
and H
2
at
450
o
C and 200 atm
over iron catalyst
Liquefaction of
NH
3
(b.p -33
o
C)
Tahap pemurnian dan refrijerasi amonia
- Fungsi: memisahkan gas-gas reaktan yang
tidak bereaksi pada tahap sintesis dan
mengubah gas amonia menjadi
amonia cair
- Refrijeran yang dipakai pada tahap refrijerasi:
amonia cair

Tahap recovery hidrogen
- Fungsi: mengambil H
2
yang terdapat dalam
gas buang hasil dari pemurnian
amonia
- Proses: dengan membrane separator atau
flash drum.
LNG

Process Flowsheet Produksi Amonia
Process Flowsheet Produksi Amonia
dengan Proses Kellogg
Produksi Amonia
production of:
-ammonium sulfate, (NH
4
)
2
SO
4

-ammonium phosphate, (NH
4
)
3
PO
4

-ammonium nitrate, NH
4
NO
3

-urea, (NH
2
)
2
CO,also used in the production of barbiturates (sedatives), is made by the reaction of ammonia with carbon dioxide

heat, pressure

CO
2

carbon
dioxide
+
2NH
3

ammon
ia
H
2
NCOONH
4

ammonium
carbonate
(NH
2
)
2
C
O
urea
</TD<
TR>
Industry Use
Fertilizer
production of:
- ammonium sulfate, (NH
4
)
2
SO
4

- ammonium phosphate, (NH
4
)
3
PO
4

- ammonium nitrate, NH
4
NO
3

- urea, (NH
2
)
2
CO,also used in the production of barbiturates (sedatives), is
made by the reaction of ammonia with carbon dioxide
Chemicals
synthesis of:
- nitric acid, HNO
3
, which is used in making explosives such as TNT (2,4,6-
trinitrotoluene), nitroglycerine, and PETN (pentaerythritol nitrate).
- sodium hydrogen carbonate (sodium bicarbonate), NaHCO
3

- sodium carbonate, Na
2
CO
3

- hydrogen cyanide (hydrocyanic acid), HCN
- hydrazine, N
2
H
4
(used in rocket propulsion systems)
Explosives ammonium nitrate, NH
4
NO
3

Fibres &
Plastics
nylon, -[(CH
2
)
4
-CO-NH-(CH
2
)
6
-NH-CO]-,and other polyamides
Refrigeration
used for making ice, large scale refrigeration plants, air-conditioning units in
buildings and plants
Kegunaan amonia:
Pulp & Paper ammonium hydrogen sulfite, NH
4
HSO
3
, enables some hardwoods to be used
Mining &
Metallurgy
used in nitriding (bright annealing) steel, used in zinc and nickel
extraction
Cleaning ammonia in solution is used as a cleaning agent such as in 'cloudy ammonia'
2. Industri Urea
Spesifikasi urea industrial
- Rumus kimia = (NH
2
)
2
CO
- Komposisi:
N = min. 46%b
H
2
O = maks. 0,35%b
Biuret = maks. 0,57%b
- Ukuran butir urea = 6 25 mesh (bentuk prill)
Bahan baku:
- Amonia (NH
3
) cair
- Gas CO
2
- Kedua bahan baku tersebut dipasok dari
pabrik amonia
- Umumnya, pabrik urea ter-integrasi sebagai
satu kesatuan dengan pabrik amonia
- Kaitan umum antar pabrik/unit di industri
urea adalah sbb.:
Gas alam
Air baku
Pabrik
Utilitas
Pabrik
Amonia
Pabrik
Urea
Gas alam
Uap air
Udara
NH
3

CO
2

Pengantongan
Pabrik
karung
plastik
Polyphropylene
Polyethylene
karung siap
pakai
Urea dalam
karung
Urea curah/prill
Distribusi ke
konsumen
Diagram Alir Industri Pupuk Urea
Ter-Integrasi
Proses produksi urea
- Terdiri dari 4 tahap proses utama, yaitu:
a. Tahap sintesis urea
b. Tahap pemurnian urea
c. Tahap recovery
d. Tahap kristalisasi dan pembutiran
Tahap sintesis urea
- Fungsi: mereaksikan amonia dan CO
2
menjadi
amonium karbamat, diikuti dehidrasi
amonium karbamat menjadi urea
- Jenis reaktor: reaktor bejana bertekanan dari
stainless steel berlapis titanium
- Kondisi reaksi: pada P = 25 MPa dan T = 200
o
C
- Reaksi kimia (reaksi Bassarov, 1870):
2NH
3
+ CO
2
NH
2
COONH
4
H=-30,3 kkal mol
-1
NH
2
COONH
4
NH
2
CONH
2
+ H
2
O H=+7,8 kkal mol
-1

- Reaksi samping (tidak diinginkan):
2NH
2
CONH
2
NH
2
CONHCONH
2
+ NH
3

(biuret)
Tahap pemurnian urea
- Fungsi: memisahkan urea dari produk-produk
reaksi lainnya
- Proses: dekomposisi amonium karbamat
menjadi amonia dan CO
2

Tahap pemurnian urea - lanjutan
- Fungsi: memisahkan urea dari produk-produk
reaksi lainnya
- Proses:
dekomposisi amonium karbamat menjadi
amonia dan CO
2

gas amonia dan CO
2
yang terpisah, dikirim
ke tahap recovery
gas-gas terlarut yang masih terdapat dalam
larutan hasil dekomposisi, selanjutnya
dipisahkan dengan gas separator.
- Hasil dari tahap ini: larutan urea yang relatif
murni
- Larutan urea kemudian dikirim ke tahap
kristalisasi dan pembutiran.
Tahap recovery
- Fungsi: mengambil gas-gas yang dihasilkan
dari tahap pemurnian (terutama
berupa amonia dan CO
2
)
- Proses:
pemisahan gas-gas dilakukan dengan
prinsip absorpsi

bahan pengabsorp: air dan larutan induk
gas-gas yang terlarut dalam bahan
pengabsorp, selanjutnya dipisahkan
dengan prinsip stripping/pelucutan
Tahap kristalisasi dan pembutiran
- Fungsi: mengkristalkan larutan urea yang
keluar dar gas separator, dilanjutkan
dengan pembentukan urea butiral/prill
(prilling)
- Terdiri dari 2 sub-tahap: kristalisasi & prilling
Tahap kristalisasi dan pembutiran - lanjutan
- Kristalisasi
Dilakukan di dalam crystalizer dengan prinsip
penyerapan panas
Mekanisme:
Larutan urea
larutan urea kristal urea
super jenuh dan larutan induk
Pembuatan larutan super jenuh dilakukan di
bagian vacuum concentrator pada alat
kristaliser

Hasil: kristal dan larutan induk
- Pengeringan kristal
Fungsi: mengurangi kadar air dalam urea
kristal sampai 0,1 0,3%
Proses: pengeringan dengan fluidizing dryer,
udara panas dihembuskan dengan fan
Hasil: kristal kering dalam berbagai ukuran
Tahap kristalisasi dan pembutiran - lanjutan
- Pengeringan kristal - lanjutan
Urea kristal berupa debu dan berukuran
moderat diumpankan ke cyclon untuk
dipisahkan urea kristal debunya
Urea kristal berukuran moderat dikirim ke
sub-tahap pembutiran
Urea berukuran besar dipisahkan secara
mekanis di dalam dryer, kemudian dilarutkan
kembali ke dalam larutan induk
- Pembutiran
Sebelum pembutiran, dilakukan pelelehan
Proses: didahului dengan pelelehan urea
kristal moderat, dilanjutkan pembutiran
Media peleleh: uap air low pressure dengan
temperatur sedikit di atas temperatur
leleh urea (132
o
C)
Pembutiran dilakukan dengan udara dingin
UREA
melt
UREA
prills
Process Flowsheet Produksi Urea
(Stamicarbon & M.W. Kellogg Co.)
Pabrik Urea